Berita Terkini

Kamis, 10 Oktober 2013

Siswa SMA Singkil Utara Tiga Hari Mogok Belajar

090720111351

SINGKIL – Siswa SMA Negeri 1 Singkil Utara, sudah tiga hari melakukan aksi mogok belajar. Tidak seorang siswapun datang untuk belajar di sekolah. Meliburkan diri ramai-ramai itu dilakukan sebagai kelanjutan dari aksi unjuk rasa yang dilakukan Senin (7/10) lalu untuk memprotes mutasi terhadap kepala sekolah mereka.

Sementara pertemuan yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Singkil Yusfit Helmi dengan para guru, mantan Kepala SMA Singkil Utara Asdi, Komite Sekolah, dan perwakilan siswa, serta Muspika pada Rabu (9/10) deadlock, tidak membuahkan hasil. Malah di saat pertemuan mencari solusi penyelesaian masalah, siswa yang tidak ikut dialog memasang poster di pagar sekolah berisi tuntutan meminta mutasi kepala sekolahnya dibatalkan.

Penjelasan Kepala Dinas Pendidikan Yusfit Helmi bahwa mutasi merupakan hal biasa agar yang dimutasi mendapat promosi jabatan, tidak bisa diterima oleh perwakilan siswa. Begitu juga dengan bujukan agar kembali belajar, tidak mendapat respons dari siswa.

“Jika anak-anak sayang sama Pak Asdi, tolong kembali belajar. Mutasi ini, merupakan hal biasa. Jika anak-anak mencintai Pak Asdi, sesungguhnya lebih besar sayang saya sama beliau. Beliau bukan orang lain bagi saya,” kata Yusfit Helmi.

Indra, perwakilan siswa menyatakan, pihaknya sepakat tidak mau kehilangan Asdi sebagai kepala sekolah. Bila memang mutasi dipaksanakan juga, siswa tidak bisa menjamin proses belajar bisa aman dan nyaman lagi.

“Kalau menginginkan kebaikan pendidikan bagi kami tolong dipertimbangan. Keputusannya kalau Pak Asdi dimutasi kami tidak setuju. Ini saja sudah jadi bukti, Pak Asdi pindah tidak ada yang mau sekolah,” kata Indra.

Hal senada disampaikan Kapolsek Singkil Utara Iptu Tugino Purba, ia mengingatkan anak-anak kembali belajar jauh lebih penting dari membahas mutasi itu sendiri.

Sementara itu, Hasan, Ketua Komite SMA Singkil Utara mendesak segera dicari solusi menuntaskan permasalah mogok belajar. Mengingat hal itu, menyangkut masa depan anak-anak bangsa. “Apalagi anak kelas tiga sebentar lagi ujian, tolong segera cari solusi. Tolong dengarkan juga apa yang disampaikan anak-anak,” kata Hasan.

Hingga pertemuan berakhir belum diperoleh kesepakatan, siswa tetap pada pendiriannya tidak mau sekolah, bila mutasi Asdi ke Sugiarto tidak dibatalkan. Kendati Asdi sendiri, dalam pertemuan itu sebagai abdi negara menyatakan patuh pada perintah atasan.

Aksi mogok belajar memasuki hari ketiga juga dilakukan pelajar SMP 2 Pulau Banyak Barat (PBB). Sekolah yang berada di tengah kepulauan itu, dilaporkan tutup dengan alasan serupa sebagai bentuk protes atas mutasi terhadap kepala sekolahnya.

Taufik anggota DPRK Aceh Singkil asal Pulau Banyak Barat, melaporkan pelajar SMP di kampung halamanya sama dengan siswa SMA 1 Singkil Utara, masih melakukan asksi mogok belajar. Ia meminta Pemkab Aceh Singkil, segera mengambil langkah penyelesaian masalah ini. “Sekolah SMP 2 Pulau Banyak Barat tutup, siswa tidak mau sekolah sebelum tuntutannya dipenuhi,” kata Taufik kepada Serambi, Selasa (8/10).

Informasi lain menyebutkan, aksi tutup sekolah SMP 2 Pulau Banyak Barat, disebut-sebut mendapat dukungan dari wali murid. Siswa dan orang tua tidak bisa menerima keputusan mutasi Kepala SMP 2 Pulau Banyak Barat dari Ihsan yang merupakan putra daerah kepada Nukman. (http://aceh.tribunnews.com)

Penulis: Muhammad Iqbal
Komentar
comments powered by Disqus