Berita Terkini

Selasa, 11 Februari 2014

Anak Petani Juga Bisa Jadi Sarjana Kedokteran

JAKARTA – Ada kemauan, pasti ada jalan. Prinsip ini yang terus dipegang Suwanda Wahyudin. Meski anak seorang petani, Suwanda berhasil membuktikan diri dengan menyandang gelar Sarjana Kedokteran dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung melalui beasiswa Bidikmisi.

Sejak kecil, Suwanda sudah terbiasa hidup sederhana dan membantu sang ayah bekerja sebagai buruh tani. Di balik itu, dia memiliki memiliki cita-cita mulia, yakni menjadi seorang dokter karena ingin membantu orang lain sebagai bentuk ibadah.

Cita-cita itu mendapat dukungan dari orangtuanya. Ketika SMA, Suwanda meminta izin pada orangtuanya untuk berhenti bekerja karena harus belajar lebih giat lagi. “Mangga, sok aja. Belajar yang benar, sok sama Bapak diusahain bekerja mah,” tutur Suwanda mencontohkan apa yang disampaikan orangtuanya dulu, seperti laman Unpad, Selasa (11/2/2014).

Alumni SMAN 1 Lembang itu selalu menjadi juara umum setiap tahun. Suwanda selalu berprinsip akan selalu berusaha memaksimalkan diri, baik itu di kegiatan akademik maupun di kegiatan lainnya. Keterbatasan biaya pun tidak menjadikannya halangan untuk mengenyam pendidikan tinggi.

“Sempat kepikiran sekolah mahal. Tapi selalu diingatkan sama guru yang selalu menginspirasi saya ketika SMP. Jangan takut dengan biaya. Kalau memang punya cita-cita, kerjarlah, walaupun itu susah. Ada keinginan pasti ada jalan,” ujar peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,54 itu.

Maka, berbekal informasi dari sekolah dan internet, Suwanda mendaftar Bidik Misi untuk menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Unpad. Dia pun tak menyangka bisa lolos seleksi dan berhasil menjadi seorang mahasiswa kedokteran.

“Awalnya tidak menyangka. Kaget. Enggak nyangka bahwa ada kesempatan besar yang bisa diperoleh. Dan Alhamdulillah disyukuri,” papar Suwanda.

Suwanda merupakan salah satu dari 500 mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan pertama yang diterima Unpad. Pria kelahiran 25 April 1992 itu lulus Sarjana Kedokteran FK Unpad pada Januari lalu dengan skripsi berjudul “Hubungan antara Kegemukan dengan Hipertensi pada Penduduk Lanjut Usia di Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.”

Sebagai penerima Bidikmisi, Suwanda mengaku memperoleh banyak manfaat. Selain kuliah di perguruan tinggi negeri secara gratis, dia juga mendapatkan uang saku setiap bulan dan fasilitas asrama di tingkat pertama kuliah.

Di tingkat berikutnya, dia mengaku mendapatkan bantuan dari fakultas untuk mencari pemondokan. Dengan demikian, Suwanda tidak membebani orangtuanya.

“Unpad telah memberikan apresiasi yang baik bagi anak-anak Bidikmisi, terutama pengelolaan hak dan kewajiban anak-anak Bidikmisi,” ungkap pemuda asal Lembang itu.(okezone)

Penulis: hantutiga
Komentar
comments powered by Disqus