Berita Terkini

Selasa, 24 September 2013

Belasan Sarjana PGSD Unsyiah Kecewa

Ratusan pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2013 berdesakan ketika mendaftar ulang di Kantor BKPP Aceh, Banda Aceh, Senin (23/9). Ribuan pelamar bersaing ketat untuk memperebutkan 193 kursi CPNS yang disediakan Pemerintah Aceh tahun ini. SERAMBI/BUDI FATRIA

Ratusan pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2013 berdesakan ketika mendaftar ulang di Kantor BKPP Aceh, Banda Aceh, Senin (23/9). Ribuan pelamar bersaing ketat untuk memperebutkan 193 kursi CPNS yang disediakan Pemerintah Aceh tahun ini. SERAMBI/BUDI FATRIA

* Pendaftaran CPNS di Abdya Ditolak

BLANGPIDIE – Belasan Sarjana (S1) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsyiah yang telah mendaftar secara online sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2013 dalam jabatan guru di Pemkab Abdya, akhirnya kecewa.

Pasalnya, Panitia Pelaksana Pengadaan CPNS setempat menolak pendaftaran berkas persyaratan yang mereka daftarkan, dengan alasan perguruan tinggi tersebut masih terakreditasi C, sementara yang diminta akreditasi B.

Mus, salah seorang keluarga dari CPNS kepada Serambi, Senin (23/9) menjelaskan, sejumlah CPNS yang memiliki ijazah S1 PGSD FKIP Unsyiah asal Abdya telah mendaftar secara online sebagai salah seorang CPNS jabatan guru di jajaran Pemkab setempat.

Mekanisme selanjutnya, mereka mendaftarkan berkas persyaratan kepada panitia pelaksana pengadaan CPNS 2013 di Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Abdya pada Jumat (20/9) lalu, dengan melampirkan tanda bukti bahwa mereka sudah mendaftar secara online.

Ternyata, kata Mus, pihak panitia di BKPP Abdya menolak pendaftaran berkas tersebut. Alasannya, PGSD tersebut masih terakreditasi C, sementara yang diminta akreditasi B. ”Kami heran, kenapa panitia CPNS Abdya menambah persyaratan, sementara panitia  pengadaan CPNS di kabupaten lain, seperti Galus, Aceh Tengah, dan Aceh Tamiang tidak meminta persyaratan akreditasi,” ungkapnya.

Lebih kecewa lagi, kenapa dalam website tidak ada tercantum pengumuman akreditasi. “Buktinya, para CPNS tersebut sudah berhasil mendaftar secara online. Kalau akreditasi menjadi persyaratan, tentu saat mendaftar secara online tidak berhasil,” tandasanya.

Pemegang ijazah S1 PGSD FKIP Unsyiah, terutama asal Abdya yang belum memiliki pekerjaan menjadi kecewa. “Mereka sudah capek-capek kuliah menghabiskan energi dan biaya, ternyata untuk ikut tesCPNS ditolak, sementara lulusan yang lain yang kuliahnya tidak menentu, tapi bisa diterima sebagai CPNS. Kami minta Pemkab Abdya meluruskan hal itu. Mungkin saja ada yang salah dari ketentuan tersebut,” tandasnya.

Ketua Jurusan PGSD FKIP Unsyiah, Sulaiman, ketika dihubungi Serambi melalui telepon, Senin (23/9) sore kemarin mengaku terkejut setelah mendapat informasi dari beberapa lulusan S1 PGSD bahwa berkas persyaratan CPNS ditolak oleh Panitia Pengadaan  CPNS2013 di Kabupaten Abdya. Alasannya, PGSD FKIP Unsyiah masih terakreditasi C dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi), sedangkan yang diminta akreditasi B.

“Kenapa Abdya mempersulit dengan menambah persyaratan akreditasi. Sementara panitia pengadaan CPNS di kabupaten lain, malah tidak meminta akreditasi sebagai salah satu persyaratan,” tandas Sulaiman.

Menurut Sulaiman, PGSD FKIP Unsyiah mulai dibuka sejak tahun 2007 dan menghasilkan lulusan sarjana (khusus mahasiswa lanjutan) sejak tahun 2010 lalu, dan banyak lulusan sarjana sudah menjadi PNS dalam jabatan guru SD di Aceh. Diakui oleh Sulaiman, bahwa PGSD FKIP Unsyiah mendapat akreditasi C dari BAN-PT, dan sekarang dalam proses peningkatan status menjadi akreditasi B.

Sulaiman mengharapkan Pemkab Abdya untuk tidak mempersulit lulusan S1 PGSD FKIP Unsyiah yang berminat menjadi CPNS. “Kan sayang, lulusan, terutama dari Abdya sendiri tidak bisa mendaftar sebagai CPNS, sementara mereka sudah habis waktu, tenaga dan biaya untuk menyelesaikan pendidikan,” ungkapnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya selaku Ketua Panitia Pelaksana Pengadaan CPNS Abdya 2013, Drs Ramli Bahar, ketika diminta tanggapannya oleh Serambi, Senin (23/9),  mengakui bahwa sudah mendapat pengaduan dari beberapa S1 PGSD FKIP Unsyiah, karena ditolak pendaftaran berkas, dan saat ini sedang dipelajari.

“Persoalan ini, belum bisa saya jawab sekarang, karena sedang kita pelajari tentang bagaimana sebenarnya persyaratan akreditasi tersebut. Yang jelas, kita tidak mempersulit. Soal akreditasi tersebut segera saya jawab,” kata Ramli Bahar menjawab wartawan Serambi. Tapi setelah ditunggu sampai pukul 15.45 WIB kemarin, tidak perjelasan lebih lanjut dari Sekda Abdya, itu.(serambi 24 september 2013)

 

Penulis: Admin Dua
Komentar
comments powered by Disqus