Berita Terkini

Kamis, 14 November 2013

Mahasiswa Unsyiah Raih Eagle Awards Metro TV

eagle-awards edit

BANDA ACEH – Dua mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Cut Ervida Diana dan Darang Melati, sutradara film dokumenter Hikayat di Ujung Pesisir, berhasil meraih juara kategori pilihan favorit pemirsa Indonesia di malam penganugerahan ajang bergengsi Eagle Award Documentary Competition (EADC), Rabu (13/11) malam di Studio Metro TV, Jakarta.

Sementara, juara kategori rekomendasi juri diperoleh oleh pasangan sineas muda dari Ambon, Ali Mady Salay dan Rifki Husin untuk film Provokator Damai. Kategori Film Dokumentari Terbaik 2013 diraih oleh pasangan muda, Lanang dan Iswandi, dari Pontianak dengan judul film “70:30=?”.

Semua pemenang berhak atas Tropi Eagle, sertifikat, cek Rp 10 juta, 1 kamera profesional, dan beasiswa unggulan Kemendikbud. Beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di berbagai bidang ini juga diberikan kepada dua pasangan finalis lainnya dari Semarang dan Jember.

“Hadir mendamping Cut Evrida (Acut) dan Danang adalah orang tua Acut dan Bupati Pidie, Sarjani Abdullah. Selain itu hadir juga utusan Humas Unsyiah, Rizanna Rosmerry,” kata Kepala Humas Unsyiah, Dr Ilham Maulana kepada Serambinews.com, Kamis (14/11) pagi.

Malam penganugerahan Eagle Award Documentary Film ini dapat disaksikan pada Jumat (16/11) malam di Metro TV. Dua sineas muda ini berhasil menjadi finalis EADC 2013 dengan film dokumenternya yang berjudul Hikayat dari Ujung Pesisir. Film ini bercerita tentang pengeboman ikan yang mengakibatkan kerusakan ekosistem dan hasil ikan laut di kawasan Aceh Besar. Padahal, nelayan yang tinggal di daerah ini menggantungkan hidupnya dari kegiatan melaut.

Keinginan Cut dan Darang untuk membuat film dan mengikuti kompetisi ini diawali sejak mengikuti screening dan coaching film documenter Eagle Awards pada 1-2 Mei lalu. Acara yang digelar oleh Humas Unsyiah bekerja sama dengan Metro TV ini menghadirkan para pegiat film profesional seperti Endah WS, Tjandra Wibowo, dan Lori Singer.

Sebelumnya, pada tahun 2011, dua sineas muda Aceh (Azhari dan Jamaluddin Phona) juga berhasil masuk finalis ajang ini atas film karya mereka berjudul Garamku tak Asin Lagi.

Rektor Unsyiah, Prof Dr Samsul Rizal MEng, berjanji akan memberikan penghargaan kepada mahasiswa Unsyiah yang berhasil masuk menjadi finalis EAGLE Awards tersebut. Ia berharap ini merupakan awal tumbuh dan berkembangnya dunia perfilman di Aceh, terutama film dokumenter yang mampu mempromosikan Aceh di tingkat nasional maupun internasional.

(aceh.tribunnews.com)

Penulis: Muhammad Iqbal
Komentar
comments powered by Disqus