Berita Terkini

Kamis, 6 Februari 2014

Media Pembelajaran dalam Proses Belajar Mengajar

Selama ini, guru hanya datang lalu menyuruh siswa untuk membuka buku dan menerangkan materi. Tidak ada sesuatu yang menarik. Itulah yang akan membuat siswa tidak kerasan di dalam kelas. Mereka merasakan kejenuhan sehingga tidak mampu menangkap materi. Maka dari itu, seorang guru harus berfikir bagaimana menciptakan suasana kelas yang menyenangkan.

Media merupakan salah satu bentuk alat untuk membantu guru dalam proses belajar mengajar di kelas. Media mampu menyalurkan pesan serta merangsang perasaan dan kemauan siswa sehingga ada mendorong terjadinya proses belajar pada setiap siswa. Akan tetapi penggunaan media setidaknya dikemas sekreatif mungkin oleh seorang guru. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan proses belajar mengajar yang menyenangkan.

Salah satu media yang dapat digunakan guru adalah yang bersifat visual. Fungsinya, menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi pada isi pelajaran. Karena itulah penggunaannya harus disesuaikan dan berkaitan dengan materi pelajaran yang akan diberikan.

Guru dapat dengan mudah memanfaatkan media gambar atau animasi. Cara sederhana, guru mencari gambar yang sesuai materi pelajaran di internet, mengunduhnya, kemudian mencetaknya. Gambar berwarna dapat memfokuskan pandangan dan mengarahkan perhatian para siswa kepada pelajaran yang akan mereka terima. Hal ini berdampak positif dalam pengaruh terhadap penguasaan materi pelajaran yang lebih baik oleh siswa.

Sebagai contoh, dalam pengajaran grammar simple present tense, sebaiknya seorang guru tidak langsung memberikan formula dari simple present tense. Tetapi, berikanlah sebuah gambar, misalnya, orang bermain sepakbola,. Tanyalah kepada para siswa, “Siapa yang suka bermain sepak bola? Ayo angkat tangan.” Maka para siswa akan menjawab, “Saya,” sembari mengangkat tangan. Lalu guru itu bisa bertanya kepada salah satu siswa, “Mengapa  kamu suka sepak bola?” Si murid akan menjawab tanpa beban, “Karena bisa terkenal seperti Bambang Pamungkas.“ Sebelum masuk ke materi, buatlah mereka senang dulu, supaya mereka betah dan dapat menerima materi dengan mudah.

Langkah kedua, seorang guru menuntun mereka dengan memegang gambar. Guru sambil berjalan dan berkata, “I like football. Kemudian menunjuk salah satu siswa, “He likes football”.  Lalu, guru meminta para murid menirukan ucapannya. Bertanyalah kepada seorang siswa yang kiranya tidak suka, “Do you like football?” Seorang siswa akan menjawab, “No.Apabila dia hanya menjawab seperti itu, guru harus menjawab dengan lengkap, “No, I do not like Football. Sekali lagi, guru meminta para siswa untuk  menirukan ucapannya.

Tanpa berat hati para siswa akan berantusias menirukan perkataan guru. Secara tidak sadar, mereka telah belajar grammar. Langkah berikutnya, baru disisipi dengan penyampaian rumus-rumus simple present tensebaik yang positif, negatif maupun interogatif.

Dari situlah dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar dengan menggunakan media mampu membuat siswa senang. Dan pada akhirnya,  siswa mampu menangkap materi. Media pembelajaran juga dapat memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar tersebut. Kegiatan belajar mengajar pun cenderung menjadi lebih menarik serta siswa akan ketagihan dengan model pembelajaran yang telah diterapkan guru.

Penulis: hantutiga
Komentar
comments powered by Disqus