Berita Terkini

Rabu, 16 Oktober 2013

Pameran Pendidikan Eropa di Surabaya Ramai Peminat

Surabaya – Pameran pendidikan Eropa atau European Higher Education Fair (EHEF) Indonesia 2013 ramai dikunjungi masyarakat Surabaya. Ratusan orang tampak antusias dan memadati Ballroom Grand City tempat penyelenggaraan pameran yang digelar Uni Eropa tersebut. EHEF kali ini merupakan yang kelima digelar di Indonesia dan perdana di Kota Surabaya.

 

Gatot Gunarso, Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan Kementerian Pendidikan mengatakan pameran pendidikan ini bertujuan untuk memberi kesempatan masyarakat, baik pelajar maupun orang tua, mengetahui lebih jauh tentang sistem belajar yang ada di Eropa sekaligus bagaimana cara untuk bisa belajar di sana.

 

Sebanyak 70 perguruan tinggi dari 14 negara di Eropa memberi informasi terkait pembelajaran-pembelajaran yang ada di sana. »Mereka juga akan diberikan informasi bagaimana untuk bisa kuliah di sana, biaya hidup, dan juga wawasan terkait budaya yang ada di sana,” ujar Gatot saat membuka acara, Rabu, 9 Oktober 2013.

 

Colin Crooks, Wakil Duta Besar Uni Eropa, mengatakan saat ini, lebih dari 7.000 mahasiswa dari Indonesia melanjutkan kuliah di Eropa. Tahun ini jumlah mahasiswa Indonesia yang akan belajar ke Eropa meningkat 30 persen dibanding tahun lalu.

 

Menurut Crooks, Surabaya merupakan kota dengan jumlah perguruan tinggi dan sekolah menegah atas terbanyak kedua. Karenanya EHEF melakukan promosi di sini. »Apalagi saya melihat banyak pelajar di sini yang tertarik dan memiliki potensi untuk belajar di luar negeri.”

 

Ia mengungkapkan bahwa 30 dari 100 universitas terbaik di dunia berada di Eropa. Itulah yang ia kira bakal menarik minat siswa untuk melanjutkan belajar di sana. Lebih dari itu, Crooks menekankan kepada masyarakat bahwa melanjutkan kuliah di luar negeri tidak hanya untuk keperluan akademik, tapi juga untuk pengalaman hidup dan mendewasakan diri.

 

Pengalaman langka itu juga akan sangat membuka wawasan dunia, belajar bahasa, teman-teman baru, dan saling toleransi terhadap kultur dan tradisi masing-masing orang. »Di Eropa, masyarakatnya sangatlah beragam,” katanya.

 

Dari situ ia berharap masyarakat Indonesia tetap antusias terhadap pelaksanaan program ini. »Ini sekaligus untuk meningkatkan mutu pendidikan kita,” kata Gatot menambahkan. Crooks dan Gatot terkesan terhadap animo warga Surabaya dalam menyambut pameran yang hanya berlangsung satu hari ini.(TEMPO.CO)

Penulis: Admin Dua
Komentar
comments powered by Disqus