Berita Terkini

Senin, 11 November 2013

Siswi Aceh Raih Emas di Aksioma

Aksioma edit

BANDA ACEH – Tiga siswa Aceh berhasil meraih medali emas, perak dan perunggu di Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) yang berlangsung 5 hingga 9 November 2013 di Malang, Provinsi Jawa Timur.

Mereka adalah Rahma Oyana, meraih medali emas di cabang lari 400 meter putri, Safura meraih perak di cabang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) putri, dan Saputra meraih medali perunggu di cabang tilawah kanak-kanak putra.

Dalam siaran pers yang diterima Serambi, Sabtu (9/11) disebutkan, Rahma Oyana berhasil mencatat waktu terbaik 1,8 detik di babak final. Remaja yang tercatat sebagai siswi MAN 2 Takengon itu mampu keluar sebagai juara, salah satunya karena ia rutin melakukan latihan di lapangan.

“Setiap ada waktu libur, saya selalu lari naik turun gunung, mendaki hingga 5 kilometer. Gunung Gayo adalah tempat saya latihan sehari-hari,” ungkap putri pasangan Muhammad AR dan Mahyani itu.

Rahma menambahkan, kiat-kiat lain dalam lari 400 meter, yaitu pertama saat di lintasan 100 sampai 200 meter ia hanya mengatur langkah dan mengikuti lawan di depan 2 sampai 3. Sementara saat berada di lintasan 200 sampai 300 meter, ia berusaha berada di posisi pertama, dan pada lintasan 400 meter, bari ia mengerahkan seluruh tenaganya untuk berlari.

Sementara siswi lainnya yang meraih perak di ajang tersebut adalah, Safura, siswi kelas IV MIN Asan Bideun, Bireuen. Dengan prestasi yang diraihnya, putri pasangan Abdullah dan Ade Hayatunnufus ini, berkeinginan untuk terus meningkatkan kemampuannya dengan meneruskan pendidikan ke salah satu pesantren modern di Kota Lhokseumawe.

Sementara Kabag TU Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh, H Habib Badaruddin SSos didampingi Kabid Bidang Madrasah, Drs Efendi MSi mengatakan, sangat bersyukur terhadap prestasi yang telah diraih Kontingen Aceh. “Meski belum semuanya mendapatkan medali, tapi motivasi dan kerja keras mereka sangat membanggakan kita,” ujarnya.

(aceh.tribunnews.com)

Penulis: Muhammad Iqbal
Komentar
comments powered by Disqus