Bingkai Dunia

Rabu, 26 Juli 2017

Manusia tidak akan bisa hidup lama di luar angkasa

Bagi kebanyakan orang, gagasan perjalanan angkasa terdengar sangat romantis, keren, dan terasa seperti kisah dalam film fiksi ilmiah. Kenyatannya, perjalan angkasa adalah hal yang cukup menyeramkan.

Lebih dari sekedar penggunaan tabung hampa dan perangkat lain untuk tugas sehari-hari, kita masih harus menerima kenyataan bahwa perjalanan angkasa dengan cepat menggerus kesehatan jasmani dan mental kita. Jadi, jangan heran kalau NASA selalu menuntut orang yang sebugar mungkin dan sehat seluruhnya, karena orang-orang lain hampir tidak mungkin bertahan menghadapi kerasnya perjalanan angkasa. Kebanyakan astronot mengalami dampak unik pada tubuh mereka kembali ke Bumi dengan pengurangan penglihatan yang menetap. Gangguan tidur juga lazim terjadi, demikian juga dengan stres fisik dan mental yang sukar diatasi.

Setelah beberapa lama di angkasa, otot-otot manusia mulai menyusut dan tulang-tulang menjadi keropos. Itulah salah satu alasan mengapa NASA tidak menginginkan astronot berada terlalu lama di angkasa tanpa jeda.

Lebih parah lagi, para astronot sering melaporkan melihat pendar atau cahaya terang benderang langsung di otak mereka. Hal itu diakibatkan oleh radiasi yang menimbulkan kerusakan tak dimengerti. Bahkan bahaya itu pun ada di orbit rendah. Lebih jauh dari angkasa, dampaknya lebih besar lagi.

Para ilmuwan juga menduga bahwa sistem kekebalan manusia tidak akan bermanfaat di angkasa, walaupun hal itu mungkin juga disebabkan oleh radiasi yang melemahkan sistem itu.

Penulis: langet
Komentar
comments powered by Disqus