Pengumuman

Rabu, 9 Oktober 2013

Kabupaten Bisa Laksanakan Kurikulum 2013 Secara Mandiri dengan Catatan

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Pendidikan Musliar Kasim, menyampaikan dua materi di luar ujian nasional pada penutupan konvensi UN, yaitu kurikulum 2013 dan bantuan siswa miskin (BSM).

Tentang kurikulum 2013 Musliar mengatakan, Kemdikbud membuka kesempatan kepada kabupaten/kota yang ingin melaksanakan kurikulum 2013 secara mandiri.

Saat ini terdapat 6.326 sekolah sasaran yang melaksanakan kurikulum 2013 dengan biaya dari pemerintah pusat. Guru-guru di sekolah-sekolah tersebut telah dilatih oleh instruktur nasional sebelum tahun pelajaran dimulai. Untuk itu, kata Musliar, bagi kabupaten yang ingin menerapkan kurikulum 2013 secara mandiri, guru-gurunya harus dilatih dari pelatih atau instruktur yang telah disiapkan.

Sedangkan untuk BSM, Wamendik menghimbau kepada seluruh peserta konvensi UN yang terdiri dari pegiat di dunia pendidikan agar ikut menyosialisasikan BSM kepada masyarakat. Karena hingga 17 September, penyerapan dana BSM baru 21 persen.

Pola penyaluran BSM tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Tahun ini pemberian BSM dilakukan langsung kepada orang tua yang memiliki kartu penjaminan sosial (KPS).

Hingga 17 September, penyerapan dana BSM baru 21 persen. Dari dana yang disiapkan Rp 7 triliun untuk BSM, baru lebih kurang Rp 2 triliun yang terserap. Padahal, jika BSM ini dapat tersalurkan dengan baik akan sangat membantu keluarga yang kurang mampu untuk menyekolahkan anaknya, dan meningkatkan angka partisipasi kasar siswa yang bersekolah.

sumber : Kemdikbud

Penulis: Admin Dua
Komentar
comments powered by Disqus