Asal usul pulau Sumatera

Kronologi Sejarah Pulau Sumatra

Bagian 1

75000 SM – Erupsi Gunung Toba. Letusan dahsyat dari sebuah supervulkano yang menyebabkan perubahan iklim yang dikatakan hampir memusnahkan populasi manusia modern saat itu. Manusia itu sendiri sebenarnya belum sampai ke Sumatra, gelombang migrasi mereka dari Afrika ikut terhenti untuk sementara akibat erupsi ini. Gunung Toba kemudian tenggelam dan kalderanya membentuk sebuah danau besar yang juga bernama sama.
25000 SM – Gelombang pertama manusia modern sampai di benua kuno Sunda, termasuk Sumatra.

22000 SM – Kebudayaan Padang Bindu muncul di Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan.

10000 SM – Zaman Es (Kala Pleistosen) berakhir. Zaman Modern (Kala Holosen) pun dimulai. Benua Sunda lenyap akibat kenaikan permukaan laut, dan berubah menjadi sebagian dari kepulauan yang kini dikenal sebagai Nusantara.

9000 SM – Kebudayaan Kerinci muncul di Jambi.

7000 SM – Kebudayaan maju muncul di sepanjang pantai timur Langsa-Langkat.

4000 SM – Tahap kedua kebudayaan Padang Bindu.

3500 SM – Kebudayaan maju diperkirakan muncul di Aceh.

3000 SM – Kebudayaan maju muncul di Barus dan Minangkabau, serta pulau Nias.

2500 SM – Kebudayaan maju muncul di Lampung.

2000 SM – Padang Bindu digantikan oleh kebudayaan Pasemah, yang kemudian menyebar ke Pagaralam, Lahat, dan Bengkulu.

1000 SM – Barus berkembang menjadi kota pelabuhan yang ramai.

900 SM – Luhak Nan Tigo berkembang menjadi kebudayaan Pariaman.

400 SM – Kebudayaan maju muncul di wilayah Lubuk Jambi (Kuantan Singingi-Indragiri-Tebo).

200 SM – Peradaban awal suku Tumi berkembang di Lampung.

100 SM* – Peradaban awal Bukit Bakar diperkirakan muncul di Kuantan Singingi.

1 SM* – Bukit Bakar diperkirakan berkembang menjadi kerajaan Kandis.

150 M – Ptolemeus menyebutkan Barus sebagai sebuah pelabuhan dagang penting di Timur Jauh dalam salah satu karya tulisnya. Diperkirakan Barus telah berkembang menjadi sebuah peradaban maju.

200 M – Kerajaan Skala Brak Hindu berdiri di Lampung Barat. Kandis diperkirakan mengalami gejolak politik, menyebabkan beberapa wilayah melepaskan diri.

206 M* – Kandis menaklukkan Koto Alang yang memberontak. Rajanya melarikan diri ke Pariaman, kemudian mengembangkan wilayah tersebut menjadi sebuah peradaban awal.

210 M* – Negeri Jambi Kuno diperkirakan muncul di pesisir Teluk Wen yang kini menjadi Muara Tebo. Negeri ini kemudian menaklukkan Kandis.

220 M – Kerajaan Koying berdiri di pedalaman Kerinci.

245 M – Kerajaan Tupo muncul menggantikan kedudukan Jambi Kuno.

280 M – Koying menaklukkan Tupo.

340 M – Peradaban Tulang Bawang muncul di Lampung.

400 M* – Teluk Wen diperkirakan lenyap akibat pendangkalan berkepanjangan. Koying memindahkan pusat pelabuhan dagang ke Kuala Tungkal.

441 M – Kerajaan Kandali (Kantoli) muncul di Kuala Tungkal sebagai bawahan Koying, diperkirakan didirikan oleh perantau dari Kuntala, India.
454 M – Kandali merdeka dari Koying.

499 M – Tulang Bawang berkembang menjadi kerajaan.

512 M – Kerajaan Nagur muncul di Simalungun, didirikan oleh perantau dari Nagore, India.

540 M – Peradaban Kota Kapur berkembang di pesisir barat pulau Bangka.

563 M – Utusan terakhir Kandali ke negeri Cina.

  • 644 M – Kerajaan Koying digantikan oleh Jambi Melayu yang berpusat di Minanga.
  • 650 M – Dapunta Hyang Sri Jayanasa, diperkirakan seorang bangsawan Skala Brak, mendirikan kedatuan Sriwijaya di pedalaman Ogan Komering Ulu.
  • 670 M – Sriwijaya berevolusi menjadi kerajaan.
  • 671 M – Seorang biksu Tang bernama I-Tsing dari Kanton mengunjungi Sumatra dan menetap di Sriwijaya selama enam bulan sebelum melanjutkan perjalanan ke Nagapattam di India.
  • 672 M – Suatu perkampungan Arab Muslim berkembang di Barus. Ini merupakan komunitas Islam pertama yang ada di Nusantara.
  • 682 M – Prasasti Kedukan Bukit. Sriwijaya memulai penaklukkan terhadap negeri-negeri di sekitarnya. 
  • 683 M – Sriwijaya berhasil menundukkan Jambi Melayu, dan menjadikan negeri-negeri di Lampung sebagai bawahannya. Jayanasa lalu mendirikan kota Palembang dan menjadikannya sebagai ibukota yang baru.
  • 684 M – Prasasti Talang Tuo.
  • 685 M – I-Tsing telah menyelesaikan studinya di India dan singgah kembali di Sumatra, mendapati bahwa sebagian besar pulau tersebut telah takluk di bawah hegemoni Sriwijaya.
  • 686 M – Prasasti Kota Kapur. Sriwijaya menaklukkan Bangka-Belitung. Sriwijaya kemudian juga menduduki pesisir Sunda.
  • 688 M – Sriwijaya berturut-turut menaklukkan Riau, Rokan, Kampar, Kuantan, Mandailing, Barus, Asahan, Bintan, Kelantan, Pahang, dan Kedah.
  • 692 M – Jayanasa wafat.
  • 700 M – Kebudayaan maju diperkirakan berkembang di pulau Simeulue.
  • (Bersambung)..