Jaringanpelajaraceh.com-Pendidikan vokasi atau kejuruan di Indonesia seringkali dianggap kurang bergengsi jika dibandingkan dengan sekolah menengah umum.
Namun di Kudus, Jawa Tengah anggapan tersebut tak berlaku.
Kabupaten yang dikenal sebagai kota kretek tersebut justru menjadikan sekolah kejuruan sebagai lembaga pendidikan bergengsi.
Di Kudus, sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) bahkan memiliki standar kualitas nasional bahkan internasional.
Setidaknya ada tiga SMK berkualitas internasional di Kudus, antara lain; SMK Maritim Wisuda Karya, sekolah kuliner SMK 1 Kudus, sekolah fashion SMK NU Banat, serta sekolah animasi SMK Raden Umar Said (RUS).
Berbagai fasilitas canggih yang dimiliki, membuat ketiga SMK tersebut juga dibanjiri peminat dari seluruh Indonesia. Bahkan siswa ketiga SMK tersebut sudah diincar berbagai perusahaan sejak belum lulus.
SMK Maritim Wisuda Karya misalnya, dilengkapi dengan simulator digital ruang kemudi kapal. Keberadaan SMK ini cukup unik, pasalnya Kudus tidak memiliki wilayah laut.
Sementara sekolah fashion SMK NU Banat sudah memasarkan brand produk busana sendiri, yang diberi nama Zelmira.
Mereka bahkan turut berpartisipasi dalam fashion show di Hongkong.
SMK Maritim Wisuda Karya misalnya, dilengkapi dengan simulator digital ruang kemudi kapal. Keberadaan SMK ini cukup unik, pasalnya Kudus tidak memiliki wilayah laut.
Sementara sekolah fashion SMK NU Banat sudah memasarkan brand produk busana sendiri, yang diberi nama Zelmira.
Mereka bahkan turut berpartisipasi dalam fashion show di Hongkong.
“Sesuai dengan tekad kami. Yakni dari Kudus, Jawa Tengah untuk Indonesia Kuasai Dunia,” ujar Bupati Musthofa Wardoyo dalam keterangan pers, Senin (18/12/2017).
Ia menambahkan, dirinya memang menerapkan strategi yang berbeda. Jika sebagian besar daerah lebih fokus pada pendidikan umum, ia fokus pada pendidikan vokasi dengan melakukan revitalisasi sekolah-sekolah kejuruan di Kudus.
“Tujuannya, sekalipun pelajar-pelajar di Kudus tidak menempuh pendidikan tinggi, tapi mereka punya kualitas terbaik untuk bersaing di dunia kerja,” katanya.
sumber:http://www.tribunnews.com


Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Zulkifli, S.Pd, M.Pd memberikan buku ke pelajar Aksi Literasi yang bertema “Dari Desa Untuk Negeri” di Halaman Kantor Camat Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (17/1/2017).



Jaringanpelajaraceh.com–Aceh – Buku pelajaran Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang menuliskan ‘Yerusalem Ibu Kota Israel’ juga beredar di Aceh. Pemerintah Aceh akan menarik buku pelajaran IPS kelas VI tersebut.
Jaringanpelajaraceh.com-Bandung – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD khawatir Indonesia menjadi negara konflik layaknya di Suriah. Karena itu, ia mengajak masyarakat Indonesia menjaga kebinekaan.
Jaringanpelajaraceh.com-MEDINA Bilingual Pre School melakukan pembagian rapor semester I, Sabtu, (16/12). Acara pembagian rapor dengan tema “Winner Generation” tersebut, berlangsung di komplek sekolah di Jalan Cendana III, Gampong Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.
jaringanpelajaraceh.com-Kemendikbud-Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, peningkatan mutu pendidikan vokasi didukung oleh kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda). Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah dengan mengalokasikan anggaran untuk pendidikan vokasi pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Selain itu juga perlu adanya peraturan-peraturan di tingkat pusat maupun daerah yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi.
Jaringanpelajaraceh.com-Jakarta,Kemendikbud -Satu hal yang berbeda dari ujian nasional (UN) tahun 2018 adalah adanya soal mata pelajaran matematika yang harus dijawab dengan isian singkat. Kebijakan baru ini diterapkan untuk mengukur kemampuan siswa melalui soal yang menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skills).
Jaringanpelajaraceh.com–Meulaboh-Sebanyak 50