Jaringanpelajaraceh.com-Kemendikbud -Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sudah terbukti lebih baik hasilnya dibanding Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sekolah dalam menyelenggarakan ujian tersebut. Untuk itu sekolah tidak perlu memaksakan UNBK apabila belum siap.
Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Pembinaan Keaksaraan dan Kesetaraan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD Dikmas), Abdul Kahar saat mendampingi Tim Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI pada pertemuan dengan jajaran Pemerintah Provinsi Banten di Serang, Senin (13/11).
Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Engkos Kosasih, mengatakan banyak sekolah di Banten mengalami kendala dalam menyelenggarakan UNBK, antara lain kurangnya SDM, gedung, listrik, jaringan internet yang belum merata serta minimnya peralatan. Untuk itu pihaknya mengharapkan bantuan dari Pemerintah Pusat.
Engkos merinci, ada 980 dari 1.335 SD dan 81 dari 632 SMK yang belum melaksanakan UNBK, sedangkan di SMA hanya 8 yang masih menerapkan UNKP.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X yang memimpin rombongan, Ferdiansyah mengatakan, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) juga bisa dipakai untuk melaksanakan UNBK. Selama ini, menurut Ferdiansyah, UNBK pendidikan non-formal dilaksanakan di SMK yang akibatnya dapat membebani kegiatan di SMK maupun di PKBM.
Pada kesempatan itu Gubernur Provinsi Banten, Wahidin Halim, mengatakan rata-rata lama belajar di Banten adalah 8,37%, angka partisipasi murni (APM) tingkat pendidikan menengah 57% dan indeks pembangunan manusia (IPM) 70,96. Untuk itu, Pemerintah provinsi Banten akan berusaha mengejar ketertinggalan di bidang pendidikan agar sejajar dengan provinsi lain.
Kunjungan kerja Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat ke provinsi Banten adalah dalam rangka reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2017-2018. Terkait pendidikan, tim melakukan pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang serta peninjauan ke sekolah-sekolah serta PKBM di kabupaten Tangerang. (Hendri Pasaribu).
sumber:https://www.kemdikbud.go.id

Jaringanpelajaraceh.com– Banda Aceh-Acara pembukaan “Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bidang Studi Pendidikan Bahasa Indonesia bagi Guru SMA dan SMK Angkatan II” se Aceh berlangsung tadi pagi, Selasa 14 November 2017 di hotel SEI yang berlokasi di Kelurahan Mulya Banda Aceh. Kepala Bidang Guru dan Tenaga ependidikan ( GTK ) Dinas Pendidikan Aceh, H.Darmansyah, S.Pd, MM ketika membuka acara tersebut mengatakan bahwa pelatihan Penulisan karya ilmiah PTK mata pelajaran Bahasa Indonesia ini merupakan upaya Dinas Pendidikan Aceh untuk membantu meningkatkan kapasitas guru di Aceh menulis.
Lalu, apa yang membuat kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan kegiatan membuat laporan PTK selama ini menjadi masalah dan sulit? Bisa jadi, banyak factor yang menyebabkannya. Namun dua factor utama adalah tidak ada kemauan membaca dan menulis. Bila kedua kemauan itu tidak ada, apa yang bisa dilakukan? Oleh sebab itu, pelatihan yang dilakukan hari ini terhadap 120 guru Bahasa Indonesia yang mengajar di SMA dan SMK di 23 Kabupaten /kota di Aceh ini menjadi sangat penting dan strategis bila dikaitkan lagi dengan visi pasangan Gubernur dan wakil Gubernur Aceh dengan Aceh Carong, Aceh yang bermartabat dan kuat itu.


Jaringanpelajaraceh.com– Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bawen, Kabupaten Semarang, memproduksi briket berbahan gambut dari Rawa Pening. Produksi pembuatan briket ini telah dilakukan sejak tahun 2013, yang bisa menjadi bahan bakar alternatif.




Banda Aceh – Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan kuliah umum di kampus Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh, Senin (13/11/2017).
Seorang siswa membuat masakan kreasi dengan menggunakan bahan mie instan di SMK Negeri 1 Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (ilustrasi)
Banda Aceh – Wakil Wali Kota Banda Aceh Zainal Arifin menutup secara resmi training center kafilah MTQ Kota Banda Aceh yang akan berangkat ke Kabupaten Aceh Timur guna mengikuti MTQ tingkat Provinsi Aceh ke-33, Jumat (10/11/2017). Sejak 1 November lalu, 56 putra-putri terbaik Banda Aceh telah mengikuti pemusatan latihan di Gedung PKP2A LAN Aceh di kawasan Batoh.
jaringanpelajaraceh.com-Kemendikbud-Sebanyak 580 sekolah menengah kejuruan (SMK) menerima bantuan peralatan praktik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Bantuan tersebut diberikan secara simbolis oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Hamid Muhammad di Plasa Insan Berprestasi Kemendikbud, Senin (6/11/2017). Tiga kepala sekolah SMK yang menerima bantuan secara simbolis itu adalah kepala sekolah SMKN 1 Takengon, Aceh; SMK Muhammadiyah Cilacap, Jawa Tengah; dan SMKN 3 Manokwari, Papua Barat.