close

Kusnandar Zainuddin

Berita Terkini

Tanpa Sadar, Banyak Partikel Plastik Ditelan Manusia Setiap Harinya!

Sekarang ini penggunaan plastik memang sudah dikurangi.

Namun ternyata, manusia tetap makan, dan menghirup partikel mikroplastik setiap harinya.

Tanpa kita sadari, pada kehidupan sehari-hari, kandungan plastik dalam ukuran yang sangat kecil masuk ke dalam tubuh kita.

Walau begitu, ternyata ukuran dari plastik ini cukup banyak jika diakumulasi selama seminggu.

Dilansir dari New York Post, diketahui bahwa manusia menelan setidaknya 5 gram mikroplastik setiap minggunya. Jumlah itu sendiri sama dengan sekitar sebuah kartu ATM.

Temuan ini diketahui berdasar sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Newcastle, Australia dan World Wildlife Fund for Nature (WWF).

“Untuk pertama kalinya, hasil penelitian ini menyebut perkiraan yang tepat dari jumlah plastik yang ditelan manusia,” ungkap Dr. Thava Palanisami yang terlibat dalam penelitian ini.

Peneliti menganalisis lebih dari 50 penelitian mengenai mikroplastik. Diketahui bahwa sebagian besar dari dua ribu partikel yang ditelan setiap minggu muncul dari air minum sehari-hari.

Palanisami menyebut bahwa hasil temuan ini menjadi landasan untuk penelitian lebih lanjut di masa depan mengenai dampak kesehatan dari menelan plastik.

Selain dari air minum, terdapat beberapa hal yang menjadi sumber masuknya plastik dalam tubuh.

Sumber kedua terbesar masuknya plastik ke dalam tubuh ini secara mengejutkan merupakan konsumsi kerang. Sumber terbesar selanjutnya adalah konsumsi dari bir dan garam.

WWF berharap bahwa hasil penelitian ini bisa menjadi penanda bagi pemerintah di seluruh dunia untuk menerapkan tindakan dan membatasi sampah plastik.

“Plastik tak hanya mengotori laut dan saluran air kita namun juga kehidupan di laut dan manusia. Tindakan global yang cepat sangat mendesak untuk dilakukan dalam menghadapi krisis ini,” ungkap WWF.

Dari penelitian lain tentang konsumsi plastik oleh manusia, sebuah studi baru dalam jurnal Environmental Science and Technology dilansir dari National Geographic US menyatakan manusia mengonsumsi hingga 52 ribu partikel mikroplastik per tahun.

Jumlah itu belum termasuk partikel mikroplastik yang dihirup manusia yang mencapai lebih dari 74 ribu per tahun.

Partikel mikroplastik adalah potongan plastik yang lebih kecil dari 5 milimeter.

Tetapi, masih banyak yang lebih kecil dari itu dan hanya bisa dilihat menggunakan mikroskop.

Studi ini pun melakukan penelitian mengenai mikroplastik yang ditemukan dalam bir, garam, makanan laut, gula, alkohol dan madu.

https://aceh.tribunnews.com/2019/06/16/ada-sekitar-2000-partikel-plastik-ditelan-manusia-setiap-harinya

Berita Terkini

Inilah Sembilan Pemuda Aceh yang Lulus Seleksi Program Pertukaran Pelajar ke AS dan Jepang

Sembilan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Aceh terpilih untuk mengikuti program pertukaran pelajar ke luar negeri.

Empat di antaranya lulus untuk mengikuti program American Field Service (AFS) Asia Kakehashi ke Jepang, sementara lima lainnya pada Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES) ke Amerika Serikat (AS) melalui Yayasan Bina Antarbudaya.

Empat peserta AFS Asia Kakehashi ke Jepang yakni Muhammad Kevin Fahlevi dari SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh, Muhammad Lathief Fauzi dari SMA Negeri Modal Bangsa Aceh, Riva Demiati dari SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe, dan Zaklina Malikha Morcky dari SMA Negeri 3 Banda Aceh.

Sedangkan lima peserta KL-YES ke Amerika yaitu Al Hakan Jazuli dari SMA Inshafuddin Banda Aceh, Farhanah Arifah Sa’i dari SMA Negeri Modal Bangsa Aceh, Mizana Alfira dari MAN Insan Cendekia Aceh Timur, Salsabila Heldika Putri dari SMA Negeri 2 Unggul Ali Hasjmy Aceh Besar, dan Teuku Muhammad Arsyi Maturidi dari MAS Oemar Diyan Aceh Besar.

Melewati seleksi panjang sejak 2018 lalu, empat pelajar Aceh ke Jepang mendapatkan hasil seleksi tingkat internasional dari AFS Jepang pada Jumat, 14 Juni 2019.

Sementara lima pelajar ke Amerika Serikat mendapatkan hasil seleksi tingkat internasional oleh The United States Department of State, yang telah mengikuti Visa Camp di Jakarta pada akhir bulan lalu.

Informasi itu diungkapkan Koordinator Sending Bina Antarbudaya Chapter Aceh, Ratu Aisyah, Sabtu (15/6/2019).
Disebutkan, pada tahun 2019 ada 150 pelajar terbaik Indonesia akan mengikuti program pertukaran pelajar tersebut, yang mana 9 di antaranya berasal dari Aceh.

“Empat pelajar ke Jepang akan mengikuti program selama 6 bulan, dan lima pelajar ke AS selama 11 bulan. Peserta dua program ini direncanakan berangkat pada Agustus 2019,” ujarnya.

Ratu mengatakan, para peserta program akan menjadi ‘Duta Perdamaian’ dan ‘Duta Muda Indonesia’ dengan tinggal bersama keluarga angkat dan bersekolah di negara tersebut.

Mereka juga diharuskan untuk menguasai kesenian Aceh seperti tari saman, likok pulo, ratoh duek, atau mampu bermain alat musik Aceh untuk ditampilkan di sana.

“Kami percaya kesembilan pelajar Aceh ini dapat menjadi duta yang mampu mengharumkan nama Indonesia dan Aceh di tingkat internasional,” kata dia.

Sebelumnya, lebih dari 350 pelajar Aceh mengikuti seleksi tahap awal pertukaran pelajar Bina Antarbudaya di Aceh yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota.

Sembilan peserta yang terpilih ini sudah melewati berbagai tahapan seleksi dan selanjutnya akan melengkapi administrasi kesehatan, pencarian keluarga angkat, dan sekolah di negara tujuan.(*)

//aceh.tribunnews.com/2019/06/15/sembilan-pemuda-aceh-lulus-seleksi-program-pertukaran-pelajar-ke-as-dan-jepang-ini-nama-namanya.

Bingkai Dunia

Tak Lagi Gunakan Plastik, Supermarket di Bali Pakai Daun Pisang untuk Mengemas Sayuran

Bintang Supermarket, sebuah ritel yang berada di Ubud dan Seminyak, Bali, akhir-akhir ini ramai diperbincangkan di media sosial.

Supermarket tersebut mulai meninggalkan plastik untuk mengemas sayuran dan beralih menggunakan daun pisang.

Pengumuman ini disampaikan Bintang Supermarket melalui fanpage Facebook-nya.

“Kami mulai mengubah kemasan. Secara bertahap kami akan mengurangi penggunaan kemasan plastik, terutama untuk produk segar,” informasi yang tertulis pada unggahan Bintang Supermarket.

Sayuran yang dikemas menggunakan daun pisang di antaranya cabai, terung, sawi putih, kacang panjang, sawi hijau, brokoli, dan sebagainya.

Selain sayuran, Bintang Supermarket juga mengganti kemasan plastik pada produk telur asin.

Dalam unggahannya, kemasan telur asin yang tadinya menggunakan plastik diganti menggunakan keranjang mini berbahan bambu.

“Dari Januari 2019 kami sudah tidak memakai tas keresek untuk ke konsumen dan tidak menjual lagi straw (sedotan), styrofoam, dan tas keresek,” ujar Agus saat dihubungi Kompas.com pada Selasa (23/4/2019).

Menurut Agus, pembungkusan memakai daun pisang dinilai paling mudah dan paling efisien dalam penggunaannya.

“Di samping itu, harga daun pisang paling murah dan mudah didapat. Tali pengait juga kami pakai tali bambu karena banyak ada di pasar, khususnya di Bali dan harganya sangat murah,” ujar Agus.

Ia juga menyampaikan, ide menggunakan daun pisang dianggap tepat untuk menggantikan bungkus plastik.

Sebelumnya, penggunaan daun pisang sebagai bungkus kemasan sayur juga ramai diperbincangkan netter di Thailand.

Sebuah supermarket di Chiang Mai menggunakan daun pisang untuk mengemas sayuran yang mereka jual.

Selain Thailand, supermarket di Hanoi, Vietnam juga menempuh revolusi hijau ini.

Lotte Mart Vietnam bahkan membuat kotak penyimpanan yang terbuat dari limbah tebu.

//aceh.tribunnews.com/2019/06/15/tak-lagi-gunakan-plastik-supermarket-di-bali-pakai-daun-pisang-untuk-mengemas-sayuran

Berita Terkini

Dinas Pendidikan Aceh Gelar Lomba Kreativitas Peserta Didik

Kepala Disdik Aceh, Syaridin SPd MPd bersama pejabat lainnya saat pembukaan lomba kreativitas peserta didik di Banda Aceh, Sabtu (15/6/2019).

Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh bekerja sama dengan DPD Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (Hipki) Aceh menggelar lomba kreativitas peserta didik, 14 sampai 17 Juni 2019 di Banda Aceh.

Kegiatan yang dibuka Kepala Disdik Aceh, Syaridin SPd MPd itu diikuti ratusan peserta didik dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) se-Aceh.

Kepala Disdik Aceh, Syaridin MPd mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bersentuhan langsung dengan masyarakat. Untuk itu, dia berharap pihak legislatif agar bisa memberikan anggaran yang memadai untukpenyelenggaraan yang lebih menyeluruh ke depan.

“Kami memohon agar anggaran untuk kegiatan ini setiap tahunnya dapat diusulkan dan tidak dicoret oleh dewan,” ujar Kadisdik Aceh.

Dikatakan, Provinsi Aceh merupakan salah satu provinsi yang terbanyak meraih juara umum selama tiga tahun berturut-turut dalam ajang serupa di tingkat nasional. Syaridin menargetkan agar prestasi itu dapat kembali dipertahankan pada tahun 2019.

“Harapan kami kegiatan ini dapat berjalan sesuai aturan, sehingga tidak ada protes dari para peserta dan dewan juri setelah berakhirnya lomba,” katanya lagi.

Kepada para juara yang memenangi lomba ini nantinya, Syaridin berpesan agar mampu bersaing di tingkat nasional. Untuk maju ke tingkat nasional, lanjutnya, para juara harus terus mengasah kemampuan.

“Kita memiliki potensi besar dalam ajang-ajang nasional. Terbukti pada tahun lalu, ada delapan GTK Aceh yang meraih juara di tingkat nasional, sehingga Aceh menjadi juara umum pada event tersebut,” jelasnya.

Sementara Ketua Panitia, Syukri SSos MPd menyampaikan bahwa pada tahun ini pihaknya menggelar enam cabang lomba yaitu rias wajah panggung penari, tata rias pengantin modern nusantara, antaran, merangkai bunga, tata boga, dan otomotif.

“Khusus cabang lomba antaran ini merupakan kali pertama kita lombakan. Sementara untuk cabang otomotif, Alhamdulillah setiap tahun kita juara pertama nasional,” kata dia.

Menurut Syukri, kegiatan itu bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada peserta didik, meningkatkan mutu Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), serta memotivasi para peserta didik agar dapat melahirkan karya yang berkualitas.

Adapun pembukaan acara turut dihadiri Anggota DPR Aceh, Hj Ismaniar yang juga merupakan Ketua Tata Boga Aceh, Ketua DPD Hipki Aceh, Edy Supeno MSi, dan perwakilan UPTD Balai Tekkomdik Aceh, Drs Anwar MIsa MSi.(*)

//aceh.tribunnews.com/2019/06/15/dinas-pendidikan-aceh-gelar-lomba-kreativitas-peserta-didik

Bingkai Dunia

Oxford Economic Prediksi Indonesia Jadi Negara Emerging Market Terbesar Ketiga di Dunia pada 2028

Oxford Economics memprediksi Indonesia akan menjadi negara emerging market nomor tiga yang menguasai perekonomian dunia satu dekade ke depan.

Pada tahun 2028, diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,1%.

Tepat berada di bawah India dan Filipina yang diprediksi pertumbuhan ekonominya masing-masing mencapai 6,5% dan 5,3%.

Oxford Economics juga menjelaskan, kunci pertumbuhan ekonomi yang terakselerasi adalah investasi dan peningkatan total faktor produktivitas alias total factor productivity (TFP).

TFP didorong oleh pertumbuhan riset dan pengembangan (R&D) serta kualitas sumber daya manusia.

“Pendalaman modal memainkan peran yang kuat dalam mendorong pertumbuhan produktivitas tenaga kerja di seluruh emerging market,” jelas Kepala Ekonom Asia Oxford Economic Louis Kuijs dalam rilisnya yang berjudul Sustained growth in EMs calls for thrift and innovation, terbit pekan lalu.

Kontribusi pendalaman modal dan TFP dalam peningkatan produktivitas masing-masing sebesar 24% dan 45%.

Hasil ini diperoleh dari penelitian yang dilakukan Oxford Economics sepanjang 1998-2017.

Pendalaman modal ini berasal dari investasi. Emerging market pada prinsipnya dapat mengandalkan modal ‘impor’.

Namun, pendalaman modal dalam bentuk tersebut sangat terbatas.

Kondisi ini terjadi pada 2018. Pada saat tekanan pasar pada emerging market yang bergantung pada pembiayaan asing seperti Turki, Indonesia dan India, maka kebijakan ekonomi makro diperketat.

“Dengan demikian, secara realistis, sebagian besar investasi harus dibiayai dengan tabungan domestik,” jelas Louis.

Sedangkan terkait TFP, Indonesia perlu membuat kemajuan dalam hal menguasai teknologi, dan meningkatkan keterlibatan perusahaan dan atau orang-orang dalam inovasi serta R&D.

Sehingga dapat disimpulkan, Indonesia bisa menjadi negara dengan ekonomi terbesar sesuai dengan prediksi di 2028 apabila memiliki tabungan domestik cukup untuk membiayai investasi secara berkelanjutan.

Juga TFP dapat tumbuh dengan kokoh.

//aceh.tribunnews.com/2019/03/02/oxford-economic-prediksi-indonesia-jadi-negara-emerging-market-terbesar-ketiga-di-dunia-pada-2028

Bingkai Dunia

Jangan Sampai Terlewat, Gerhana Bulan Pertama Tahun 2019 Jatuh Pada Bulan Januari Lho!

Di awal Januari lalu, tepatnya pada 6 Januari, ada peristiwa gerhana matahari yang terjadi, teman-teman.

Selain gerhana matahari, ternyata pada bulan Januari ini akan terjadi peristiwa gerhana lainnya, lho…, yaitu gerhana bulan.

Gerhana bulan yang akan terjadi di awal tahun ini termasuk peristiwa langit yang cukup spesial, nih, teman-teman. Itu karena gerhana bulan ini disebut juga sebagai fenomena Supermoon.

Supermoon adalah peristiwa langit saat Bulan berada dalam jarak terdekatnya dengan Bumi, dan peristiwa langit ini selalu terjadi saat Bulan sedang dalam tahap purnama.

Nah, ini artinya saat supermoon sedang berlangsung, kita bisa melihat bulan purnama lebih terang dan juga lebih dekat dari biasanya, teman-teman.

Pada 21 Januari mendatang, fenomena supermoon pertama di tahun ini akan kembali terjadi dan Bulan akan berada di jarak sekitar 357 kilometer saja dari Bumi, lho!

Gerhana bulan ini sebenarnya dapat dilihat dari negara manapun saat malam hari dan langit cerah, teman-teman.

Tapi di beberapa tempat, gerhana bulan akan terlihat secara utuh. Di tempat lain, Bulan akan terlihat terbit atau tenggelam selama gerhana terjadi.

Pada gerhana bulan supermoon yang akan terjadi 21 Januari mendatang, wilayah yang bisa menyaksikan supermoon dengan baik adalah Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, dan sebagian wilayah Asia.

Sayangnya, meskipun beberapa wilayah di Asia dapat menyaksikan supermoon ini, ternyata Indonesia bukan salah satu negara yang beruntung bisa menyaksikan supermoon, nih, teman-teman.

Sebutan supermoon baru ditemukan pada tahun 1979 oleh Richard Nolle, dan peristiwa langit tersebut disebut supermoon kalau bulan berada pada jarak sekitar 90 persen dari titik terdekatnya dengan Bumi.

Nah, jarak Bulan yang selalu berubah-ubah ini karena gerakan atau jalur mengorbit Bulan pada Bumi tidak berbentuk lingkaran, teman-teman.

Jalur mengorbit Bulan ini ternyata berbentuk oval, lho.

Inilah yang menyebabkan Bulan kadang bisa berada di jarak terjauh atapun menjadi sangat dekat dengan Bumi.

Sedangkan jarak rata-rata Bulan dengan Bumi sekitar 382.900 kilometer dari pusat Bulan ke pusat Bumi.

Walaupun supermoon 21 Januari mendatang tidak bisa kita saksikan di langit Indonesia, tapi masih ada 2 supermoon yang akan terjadi tahun ini, yaitu pada bulan Februari dan Maret mendatang.

Mungkin saja kita bisa melihat supermoon tersebut, teman-teman.

//aceh.tribunnews.com/2019/01/13/jangan-sampai-terlewat-gerhana-bulan-pertama-tahun-2019-jatuh-pada-bulan-januari-catat-tanggalnya

Bingkai Dunia

Tsunami Setinggi 1 km akibat Asteroid yang Menghantam Bumi

Asteroid yang menghantam Bumi lebih dari 65 juta tahun lalu tidak hanya menyebabkan ledakan dahsyat di permukaan planet saja.

Berdasarkan sebuah penelitian baru, asteroid tersebut ternyata juga memicu timbulnya tsunami setinggi hampir 1 kilometer yang melalui Teluk Meksiko.

Tak heran jika tubrukan dari asteroid sepanjang 14 kilometer ini pun mampu mengakhiri zaman dinosaurus dan menyebabkan kepunahan Cretaceous-Paleogene (K-Pg).

“Asteroid yang dikenal dengan nama asteroid Chicxulub ini mengakibatkan tsunami global yang sangat besar dan belum pernah terjadi di sejarah modern,” kata Molly Range, peneliti utama dari University of Michigan.

Range dan rekan-rekannya mempresentasikan penelitian yang belum dipublikasikan tersebut dalam pertemuan tahunan American Geophysical Union pada 14 Desember lalu di Washington, DC.

Baca: Penelitian Terbaru: Lautan di Bumi Tengah Memanas Lebih Cepat dari Perkiraan

Baca: Jika Asteroid Ini Menghantam Bumi, Kiamat akan Terjadi pada 2032

“Gagasan ini merupakan hal yang baru. Sejauh yang kami tahu, kami adalah yang pertama memodelkan tsunami secara global, mulai dari dampak hingga akhir perambatan gelombang,” jelas Range.

Gagasan ini bermula ketika pembimbing Range di Departemen Ilmu Bumi dan Lingkungan menyadari adanya kesenjangan mencolok dalam penelitian Chicxulub.

Terutama, tidak ada yang menerbitkan simulasi tsunami global yang diakibatkan oleh asteroid.

“Baru saat memulai proyek ini, saya menyadari sekali hal yang sebenarnya dari tsunami. Dan tentu saja itu merupakan kisah penelitian yang menyenangkan untuk dibagikan,” kata Range.

Menghitung dampak tsunami Para peneliti tahu bahwa asteroid menghantam air dangkal di Teluk Meksiko.

Namun, untuk memodelkan seberapa besar dampaknya, mereka membutuhkan model yang dapat menghitung deformasi kerak Bumi yang membentuk kawah serta gelombang air mulai dari terbentuk serta kembali normal.

Jadi, para peneliti meminta bantuan ke Brandon Johnson, asisten profesor di Brown University, Rhode Island, yang mempelajari dampak kawah.

Johnson menjalankan model yang merinci apa yang terjadi dalam 10 menit setelah dampak tabrakan asteroid.

“Pada titik tersebut, air bergerak kembali ke kawah yang sudah terbentuk. Lalu kembali keluar dan membentuk gelombang runtuh,” papar Range.

Sementara itu, pada model kedua, tim mempelajari bagaimana tsunami menyebar melalui lautan di seluruh dunia.

Mereka menggunakan data dari model pertama, serta medan kuno samudra untuk menentukan bagaimana tsunami akan terjadi.

Hasil penelitian menunjukkan efek tsunami terasa di seluruh dunia.

“Kami menemukan bahwa tsunami bergerak di seluruh lautan.

Di Teluk Meksiko, air bergerak secepat 143 kilometer per jam dan dalam 24 jam pertama, dampak tsunami menyebar dari Teluk Meksiko ke Atlantik,” tambah Range.

Bukti lain yang mendukung adanya tsunami juga didapat dari catatan sedimen yang ditemukan di beberapa tempat.

Air yang bergerak cepat kemungkinan menyebabkan erosi dan gangguan sedimen di Pasifik Selatan, Atlantik Utara, dan cekungan laut Mediterania.

//aceh.tribunnews.com/2019/01/13/dinosaurus-dahulu-punah-oleh-asteroid-yang-juga-timbulkan-tsunami-1-kilometer

Berita Terkini

Diapit Dua Patahan, Banda Aceh Rawan Gempa

Pakar Kebencanaan dan Peneliti di Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala Muksin Umar mempresentasikan tentang potensi gempa disela acara laporan bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) di Banda Aceh, Aceh, Rabu (2/1). Muksin Umar menyebutkan Provinsi Aceh memiliki lima sesar (patahan) aktif yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan gempa bumi dalam skala besar dan kecil. ANTARA/Irwansyah Putra

Provinsi Aceh hingga saat ini memiliki sejumlah sesar atau patahan aktif yang sewaktu-waktu bisa bergerak dan menimbulkan bencana gempa bumi. Salah satu kota yang rawan terjadinya gempa adalah Banda Aceh. Sebab, Banda Aceh diapit oleh dua patahan Sumatera yang masih aktif, yaitu patahan segmen Aceh dan segmen Seulimuem.

Hal itu diungkap dalam hasil research Ibnu Rusydy, M.Sc, peneliti Tsunami Disaster Mitigation Research Center (TDRMC) Universitas Syiah Kuala, baru-baru ini. Data tersebut juga diperjelas kembali oleh rekannya Ibnu Rusydy, Dr Muksin Umar yang juga peneliti TDRMC dalam konferensi pers di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Rabu (2/1).

Meski berada di dua patahan Sumatera yang aktif, namun pihak TDRMC tidak bisa memprediksi kapan gempa akan terjadi. “Tentu kita tidak bisa memprediksi kapan gempa akan terjadi, tidak ada ilmuwan yang bisa memprediksi. Tapi kita bisa melihat potensi gempa bumi di sepanjang sesar, sesar aktif. Maka kita bersikap supaya siap jika sewaktu-waktu gempa terjadi,” kata Muksin.

Dalam research itu diungkapkan, patahan segmen Aceh dan Seulimuem merupakan bagian dari patahan Sumatera dari Teluk Semangko di Lampung sampai ke Provinsi Aceh. Dari Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie, patahan Sumatera terpecah menjadi dua segmen, satu segmen menerus sampai ke Indrapuri-Mata Ie-Pulau Breuh-Pulau Nasi. Segmen ini dinamakan segmen Aceh.

Sementara segmen Seulimuem, dimulai dari Seulimuem, Krueng Raya, hingga ke Sabang. Menurut Muksin, sesuai dengan hasil research Ibnu Rusydy tersebut, segmen Aceh itu sudah 170 tahun tidak menimbulkan gempa bumi. Jika suatu saat terjadi gempa, maka potensi getarannya bisa bermagnitudo 7,0.

Oleh karena itu, Kalak BPBA, Teuku Ahmad Dadek, meminta masyarakat baik di Banda Aceh dan seluruh Aceh untuk selalu waspada jika sewaktu-waktu gempa terjadi. Dia mengatakan, untuk memprediksi tingkat kerusakan bangunan akibat gempa bumi yang bersumber dari segmen

Aceh maupun segmen Seulimuem, Ibnu Rusydy kata Dadek telah melakukan pendataan jenis bangunan, kondisi geologi tanah dan air di Kota Banda Aceh, dan membuat model gempa bumi.

Hal ini dilakukan, karena tingkat kerusakan bangunan sangat dipengaruhi oleh jenis konstruksi bangunan, jumlah lantai, kondisi geologi tempat bangunan berdiri, goncangan tanah akibat gempa bumi, dan pengaruh liquifaksi.

Apabila gempa bumi dengan magnitudo Mw 7 bersumber dari segmen Aceh, maka diperkirakan masing-masing bangunan di kota Banda Aceh akan mengalami kerusakan antara 40 sampai 80 persen. Apabila gempa magnitude Mw 7 bersumber dari segmen Seulimuem, maka masing-masing bangunan akan mengalami kerusakan antara 20 sampai 60 persen.

“Oleh karena itu, setiap pembangunan gedung, perumahan, dan jembatan harus mengikuti kaidah bangunan tahan gempa, bisa merujuk ke SNI 1726-2012. Dan, simulasi dan sosialisasi pengetahuan kebencanaan harus terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana,” demikian Teuku Ahmad Dadek. Turut hadir dalam konferensi pers tersebut Ketua F-PRB Aceh, Nasir Nurdin. (dan)

//aceh.tribunnews.com/2019/01/03/banda-aceh-rawan-gempa

Berita Terkini

Marching Band Gita Handayani Disdik Aceh Raih Juara Umum Piala Raja Hamengkubuwono 2018

Marching Band Gita Handayani (MBGH) dibawah naungan Dinas Pendidikan Aceh kembali meraih juara umum piala Raja Hamengku Buwono Tahun 2018, di Yogyakarta.

Marching Band Gita Handayani (MBGH) dibawah naungan Dinas Pendidikan Aceh kembali meraih juara umum piala Raja Hamengku Buwono Tahun 2018, di Yogyakarta, yang dilaksanakan pada tanggal 20-21 Oktober 2018.

Sebelumnya MBGH pada tahun 2016 pernah meraih juara umum Kejuaraan Grand Prix Junior (GPBJ) pada Piala Presiden RI.

Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh Muslem kepada acehnews.co, melaporkan berita gembira atas prestasi tersebut langsung dari Yogyakarta. Dirinya mendapingi tim MBGH dalam kompetisi tersebut.

“Alhamdulillah, MBGH Disdik Aceh juara umum Senior Brass piala Raja Hamengkubuwono tahun 2018 di Jogyakarta,” katanya.

Sebelumnya seperti yang diberikan media, pada saat pelepasan tim MBGH, kepala Dinas Pendidikan Aceh Syaridin dengan keyakinan penuh menargetkan MBGH menjadi juara umum pada piala Raja Hamengku Buwono tersebut.

“Kita menaruh harapan besar MB Gita Handayani Disdik Aceh mampu menorehkan kembali prestasi di Yogyakarta menjadi juara umum seperti pada kejuaraan Grand Prix Junior Band (GPJB) memperebutkan Piala Presiden Republik Indonesia Tahun 2016,” katanya di Banda Aceh, beberapa waktu lalu.

MBGH Dinas Pendidikan Aceh yang di bentuk pada tahun 2004. Dengan lima orang pelatih dan enam orang pembina, MBDH memiliki anggotakan sebanyak 150 orang. Anggota grup MBGH Dinas Pendidikan Aceh terdiri dari pelajar jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, di wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.

//acehnews.co

Bingkai Dunia

Anak SD ini Harus Melintasi Dua Negara untuk Berangkat Sekolah

Nursaka, bocah berusia 8 tahun yang melintasi dua negara untuk berangkat ke sekolah.

Nursaka adalah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Tebedu, Malaysia.

Setiap hari ia harus berangkat dari rumah menuju ke sekolahnya yang terletak di Entikong, Kalimantan Barat, Indonesia.

“Saya berangkat sekolahnya naik ojek, pulangnya naik mobil,” ujar Nursaka.

Nursaka juga tak terlihat ragu untuk menunjukkan PLB miliknya di depan kamera video.

PLB adalah dokumen perjalanan yang dimiliki khusus warga sekitar perbatasan.

Sehingga Nursaka harus bolak-balik Indonesia-Malaysia melewati Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong.

Keseharian Nursaka ini diunggah oleh akun Direktorat Jenderal Imigrasi melalui kicauan Twitternya, @ditjen_imigrasi.

“Kami bertemu dengan Saka, seorang siswa SD yang sehari-hari melintasi dua negara lewat PLBN Entikong untuk berangkat sekolah ke Indonesia,” kicau Ditjen Imigrasi, Minggu (9/9/2018).

//serambinews.com

1 2 3 4 5
Page 2 of 5