Dosen Ini Berhasil Temukan Peri, Buktikan di Sini!

image

Masih ingatkah kapan terakhir kali mempercayai sosok peri? Kebanyakan pasti menjawab ketika masih kecil, saat orang tua rajin membacakan dongeng sebelum tidur. Dan, mungkin kalian akan nampak aneh juga jika setelah dewasa masih percaya makhluk kecil ajaib bersayap itu.

Nah, rupanya seorang dosen asal Inggris begitu mempercayai peri. Sebabnya, ia mengaku telah melihat sekelompok peri di daerah Lancashire, Inggris. Agar tidak dianggap omong kosong, dosen bernama John Hyatt itu pun memamerkan foto-foto peri yang sempat ia potret.

Lantas saja, temuan John jadi sorotan media-media di Inggris. Berita peri ini telah diberitakan oleh Telegraph dan Dailymail. Hmmm, seperti apakah foto peri yang berhasil dipotret oleh John? Yuk simak di sini berita selengkapnya.

1. Seorang Dosen Bidang Art and Design

John Hyatt, 53 tahun, adalah seorang dosen di Machester Metropolitan University. Di sana ia menjabat sebagai ketua program Art and Design. Karena jurusannya di bidang seni dan desain, banyak yang tidak mempercayai temuan John tentang Peri.

Akan tetapi, menurut Telegraph, John menegaskan potret peri yang ia ambil itu tanpa rekayasa. Dan menganggap foto yang diambilnya benar-benar peri.

“John Hyatt, tegaskan jika foto-fotonya, yang terlihat sangat kecil seperti serangga bersayap, adalah bukti jika makhluk ajaib itu benar-benar ada di Rossendale,” tulis reporter Miranda Prynne dari Telegraph.

image

2. Bikin Terkejut

Inilah foto peri yang diambil di daerah pedesaan Inggris, Rossendale Valley, Lancashire. Menurut John, ia tidak bisa memotret lebih banyak lagi, karena para peri itu langsung menghilang saat tahu ada kehadiran John di situ.

“Rupanya mereka mereka terkejut saat aku meniupnya. Aku memotret mereka dua kali,” jelas John seperti dikutip dari Dailymail.

Dalam foto yang diambil John, nampak terdapat sejumlah makhluk kecil yang tengah terbang. Mereka memiliki tangan, kaki dan bersayap, persis seperti penggambaran peri yang biasa dijumpai.

image

3. Biarkan Imajinasi Bekerja

Bagi orang dewasa, terlebih telah berpikiran modern, sosok peri tidak akan pernah dipercayainya. Sementara itu, John sendiri ingin memberi pesan agar fotonya bisa diterjemahkan secara bebas.

“Orang-orang bisa memutuskan sendiri makhluk apakah ini,” kata John. “Pesan bagi khalayak adalah bagaimana mereka bisa berpikiran terbuka,” lanjutnya.

“Ini adalah situasi di mana mereka perlu percaya dengan apa yang mereka lihat,” jelas pria yang telah dua tahun menelusuri para peri itu.

image

4. Dipamerkan di Museum

Untuk mempublikasikan temuannya, John melakukan eksibisi bertajuk Fairies Rossendale. Pemeran foto-foto peri yang dipotret oleh John tersebut akan digelar di Whitaker Museum, Rossendale pada musim semi mendatang.

Ditanya tentang peri, secara pribadi John tidak mempercayai jika para peri itu memiliki kehidupan seperti manusia. Ia hanya percaya jika peri adalah makhluk yang indah.

“Aku tidak percaya mereka (peri Rossendale) adalah versi manusia yang lebih kecil dan bisa pulang ke rumah kemudian meminum secangkir teh pada sore hari,” tuturnya. Dari pengalamanku, mereka sangat senang menari-nari di hamparan sinar matahari…ini adalah gambar yang sangat indah, keindahan dapat membuat orang percaya,” lanjut John.

5. Efek Pengambilan Gambar

Para pakar meragukan jika foto-foto yang dianggap John itu adalah peri. Dugaan itu muncul karena John adalah seorang dosen seni dan Desain.

Seperti yang terlihat di foto yang diklaim John, bisa saja foto tersebut adalah lalat atau serangga kecil lainnya. John dianggap memainkan teknik pengambilan gambar dari penggunaan flashlight dan hal teknis fotografi semacamnya.

6. Potret Peri Lainnya

Pada tahun 2009, Phyllis Bacon, secara tidak sengaja memotret makhluk yang diduga peri. Wanita berumur 53 tahun itu menemukan makhluk putih terang sedang terbang di pekarangan rumahnya di New Addington, London Selatan.

Awalnya dia tidak percaya jika itu peri. Setelah gagal mencari bentuk-bentuk serangga yang munkin bisa menjelaskan makhluk apakah itu, ia pun akhirnya percaya pada peri.