Saatnya Pesta Berburu Kampus

Jaringanpelajaraceh.com – Lagi dan lagi ‘menengok’ Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 (bab III pasal 3) menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.mahasiswa

Maka dari itu, menuju peradaban bangsa seperti yang disebutkan pada UU di atas membutuhkan peran beberapa aktor. Mulai dari generasi penerus bangsa hingga pemerintah selaku penyelenggara pendidikan.

Berbicara tentang aktor, generasi bangsa, dan atau lebih dekat lagi agen perubahan, maka sangat ‘rentan’ dengan yang namanya “Mahasiswa”. Mahasiswa, siapa yang tidak mengenal sapaan itu? Sebutan yang diberikan kepada generasi yang dianggap intelektual, generasi pelopor perubahan bangsa, generasi yang memegang peran pengontrol sosial di masyarakat.

Setiap orang tentu ingin merasakan, menjadi atau mendapatkan ‘gelar’ sebagai mahasiswa. Terutama bagi para alumni siswa SMA/SMK/Sederajat yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Persaingan ketat pun dalam pendaftaran mahasiswa baru menjadi hal yang biasa terjadi. Misalnya saja dalam ajang SNMPTN ataupun SBMPTN pendaftar mungkin hingga puluhan ribu, namun yang diterima sekira ribuan.

Melihat persaingan tersebut, kita tidak boleh pesimistis terlebih dahulu. Namun, sebaliknya ‘optimistis’ atas tantangan adalah sikap terbaik dalam mengejar cita-cita. Karena sejatinya, setiap orang sudah memilki jalannya sendiri-sendiri. Jalan hidup si A tidak akan mungkin tertukar dengan si B. Tugas kita adalah hanyalah berdoa dan berusaha. Masalah hasil kita serahkan kepada Sang Maha Kuasa atas segalanya, Allah SWT.

Empat tahun yang lalu (2010) mengingatkan saya akan “Pesta Berburu Kampus.” Di awali dengan rasa optimistis walau persaingan tak dapat dipungkiri. Saat itu, saya pun mencoba mendaftar jalur (bidikmisi) jalur rapot, namun belum diterima. Berlanjut saya tak ingin mengatakan “Saya gagal”, namun dengan semangat dan terus berusaha saya pun mendaftar SNMPTN dengan memilih tiga program studi (Sejarah, Pendidikan Kimia, dan Fisika -program IPC) dengan tiga kampus yang berbeda di Yogyakarta.

Lagi dan lagi belum keterima. Kecewa? Sedih? Mungkin wajar, namun jangan sampai kekecewaan atau kesedihan itu menjadi ‘boomerang’ pematah semangat untuk mencoba dan mencoba bangkit lagi. Akhirnya pada suatu masa, suatu universitas mengadakan SM (Seleksi Mandiri). Saya pun kembali mencoba mendaftar dengan dua pilihan program studi (Pendidikan Kimia Int. dan Fisika). Alhamdulillah saya pun diterima pada pilihan kedua. Yah, setiap kita memilki jalannya sendiri-sendiri. tak perlu merasa khawatir, tetap optimistis dan terus berusaha.

Selamat kepada adik-adik yang akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi, teruslah mencoba dan mencoba, jangan takut gagal, OPTIMIS adalah sikap terbaik. Dan, satu lagi “Bersyukurlah atas apa yang diberikan Allah kepada kita.”

Linda Armitasari
Fisika Universitas Negeri Yogyakarta

Sumber: okezone.com | Ilustrasi Google rm]