Jaringanpelajaraceh.com-BLANGPIDIE-Nasib 93 guru kontrak Baca Tulis Quran (BTQ) yang mengabdi pada sekolah dasar (SD) di Kabupaten Abdya kian runyam. Mereka tidak tahu lagi harus mengadu kemana untuk mendapat honor selama lebih dari satu tahun. Pendekatan dengan Pemkab setempat sudah dilakukan, namun tidak membuahkan hasil dengan alasan tidak tersedia anggaran.
“Sejumlah guru BTQ sepertinya sudah pasrah, kemudian tak aktif lagi mengajar sejak awal tahun ini. Mereka tak sanggup membiayai diri sendiri akibat honor tak lagi dibayar selama satu tahun (2017),” kata Ketua Forum Guru BTQ Abdya Suriadi Yudin kepada Serambi, Jumat (16/2).
Sebagian besar lainnya masih tetap mengajar BTQ di sejumlah SD, meskipun nasib mereka terkantung-katung setelah honor tidak pernah lagi diterima selama 14 bulan terakhir atau sejak Januari 2017. Suriadi mengatakan sepertinya kelanjutan tugas 93 guru kontrak BTQ di Abdya tak jelas lagi akibat belum ada solusi dari Pemkab setempat.
Beberapa guru kontrak BTQ yang mencoba bertanya ke Pemkab Abdya, jawaban yang diperoleh tetap sama, yaitu anggaran tidak tersedia sehingga tak bisa dianggarkan dalam APBK. “Kalau lah Pemkab Abdya mau, kami yakin pasti ada anggaran yang bisa disisihkan sedikit untuk membayar honor guru BTQ yang nilainya tak seberapa,” ungkapnya.
Selain honor tak lagi dibayar honor selama lebih satu tahun, SK kontrak tahun 2017 dan 2018 juga tidak ada kejelasan. Menurut Suriadi Yudin sebanyak 93 guru BTQ sudah mengabdi di SD sejak tahun 2009. Status mereka adalah guru kontrak yang di-SK-kan Gubernur Aceh sampai tahun 2016.
Kepada mereka dibayar honor sebesar Rp 650.000 per bulan yang bersumber dari APBA. Lalu, Gubernur Aceh menyerahkan tanggung jawab guru kontrak BTQ kepada pemerintah kabupaten/kota terhitung tahun 2017.
“Itu berarti, SK kontrak lanjutan dan pembayaran honor guru BTQ menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten,” tambah ketua KoBar-GB Abdya, Rusli.(nun)
sumber:http://aceh.tribunnews.com


jaringanpelajaraceh.com-Banda Aceh-Pelaksanaan Rapat Koordinasi dan Evaluasi PD Pontren se-Aceh yang berlangsung sejak tanggal 13 s/d 15 Februari 2018 di The Pade Hote, berjalan dengan sukses ungkap Bapak Muklis, S.Ag, Ketua Panitia Penyelengaran. Menurutnya Kanwil Kemenag Provinsi Aceh, selama ini sangat baik hubungan kerja sama dengan lintas intansi yang menangani Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, itu relatif dinamis, menarik dan patut diapresiasi.
Jaringanpelajaraceh.com-Kemdikbud-Dalam rangka meningkatkan efisiensi proses pengadaan langsung dan Menindaklanjuti Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemendikbud Nomor 1773/A.A6.3/LK/2018 tanggal 12 Januari 2018 Tentang Implementasi Pengadaan Langsung Secara Elektronik di Lingkungan Kemendikbud, Biro Umum Kemendikbud menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan aplikasi SIMPeL bagi Satuan Kerja.
Wabup Pidie, Fadhlullah TM Daud meresmikan sekaligus meletakkan batu pembangunan SDIT Al-Latif di Gampong Lada, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Kamis (15/2/2018)
Jaringanpelajaraceh.com-BANDA ACEH – Tes UKG bagi guru honorer yang akan di kontrak oleh Pemerintah Aceh yang sudah dilaksanakan pada bulan Desember lalu, akan di umumkan setelah pengesahan APBA 2018.
Jaringanpelajaraceh.com-Jakarta. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan masih belum maksimalnya sistem birokrasi di Indonesia dikarenakan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Jaringanpelajaraceh.com-PT Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang bergerak di bidang transportasi dan bisnis penunjang lainnya dengan mengutamakan profesionalisme, kinerja dan pelayanan, memberikan kesempatan kepada putra terbaik indonesia untuk berkarir di PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam rangka pemenuhan kebutuhan pekerja Divisi LRT Jabodebek di wilayah kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero), dengan kriteria dan persyaratan sebagai berikut :
Jaringanpelajaraceh.com-JAKARTA-UKM Rampoe Universitas Gadjah Mada (UGM) yang bergerak di bidang seni tari Aceh akan mewakili Indonesia dalam agenda “2018 Taiwan Lantern Festival” yang diadakan di Kota Chiayi, Taiwan, pada 28 Februari sampai 4 Maret 2018. Hal ini sekaligus merupakan realisasi program “Misi Diplomasi Budaya melalui Duta Seni Mahasiswa” di tingkat internasional.