Jaringanpelajaraceh.com-BANDA ACEH-Buku ‘Harun Keuchik Leumiek Penyelamat Warisan Budaya’ diluncurkan, Kamis (16/11/2017) di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh.
Penulis buku tersebut, Nab Bahany AS mengatakan buku itu mengisahkan tentang sosok Harun Keuchik Leumiek sebagai pengumpul dan pengeloksi benda-benda sejarah Aceh.
Pak Harun bukan hanya mengoleksi benda-benda sejarah tapi beliau memahami betul mengenai seluk beluk benda itu, dan ilmu itu tidak didapat dalam akademik,” kata budayawan Aceh ini.
Menurut Nab Bahany, Harun Keuchik Leumiek sudah mulai mengoleksi benda-benda sejarah Aceh dari akhir 70-an.Hampir semua benda sejarah seperti kain tenun Aceh, perhiasan, dan benda lain dikoleksinya.
Kontribusi beliau dalam menyelamatkan benda-benda sejarah sangat besar sekali. Tak ada orang lain yang bisa melakukan hal seperti itu. Ini yang harus kita apresiasi bersama,” ujarnya.
Seharusnya, tugas mengumpul dan mengoleksi benda-benda sejarah Aceh dilakukan Pemerintah Aceh.Karena untuk mengumpulkan itu bukan pekerjaan mudah
Selain finansial, kesabaran, dan perawatan. Hari ini belum ada kolektor benda budaya Aceh yang koleksinya selengkap yang dimiliki Pak Harun Keuchik Leumiek. Dan semua benda itu sudah berusia ratusan tahun,” pungkasnya.(*)
sumber http://aceh.tribunnews.com





Jaringanpelajaraceh.com-BIREUEN-Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bireuen, Drs Nasrul Yuliansyah M.Pd, membuka secara resmi Lomba Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) tingkat SD se-Kabupaten Bireuen. Rabu (15/11/2017), di aula lama Setdakab setempat.

Jaringanpelajaraceh.com– Banda Aceh-Acara pembukaan “Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bidang Studi Pendidikan Bahasa Indonesia bagi Guru SMA dan SMK Angkatan II” se Aceh berlangsung tadi pagi, Selasa 14 November 2017 di hotel SEI yang berlokasi di Kelurahan Mulya Banda Aceh. Kepala Bidang Guru dan Tenaga ependidikan ( GTK ) Dinas Pendidikan Aceh, H.Darmansyah, S.Pd, MM ketika membuka acara tersebut mengatakan bahwa pelatihan Penulisan karya ilmiah PTK mata pelajaran Bahasa Indonesia ini merupakan upaya Dinas Pendidikan Aceh untuk membantu meningkatkan kapasitas guru di Aceh menulis.
Lalu, apa yang membuat kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan kegiatan membuat laporan PTK selama ini menjadi masalah dan sulit? Bisa jadi, banyak factor yang menyebabkannya. Namun dua factor utama adalah tidak ada kemauan membaca dan menulis. Bila kedua kemauan itu tidak ada, apa yang bisa dilakukan? Oleh sebab itu, pelatihan yang dilakukan hari ini terhadap 120 guru Bahasa Indonesia yang mengajar di SMA dan SMK di 23 Kabupaten /kota di Aceh ini menjadi sangat penting dan strategis bila dikaitkan lagi dengan visi pasangan Gubernur dan wakil Gubernur Aceh dengan Aceh Carong, Aceh yang bermartabat dan kuat itu.



Jaringanpelajaraceh.com– Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bawen, Kabupaten Semarang, memproduksi briket berbahan gambut dari Rawa Pening. Produksi pembuatan briket ini telah dilakukan sejak tahun 2013, yang bisa menjadi bahan bakar alternatif.
