Pantau Aktivitas Online Anak dengan 4 Cara

Internet Sehat – Situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter mulai menggantikan komunikasi secara langsung. Bahkan anak-anak pun mulai terbiasa melakukannya. Komunikasi online anak akan sulit dipantau orang tua jika mereka tidak ikut online. Padahal ada banyak hal yang bisa terjadi dari interaksi online antar anak dan remaja. Inilah sebabnya kenapa orang tua mau tak mau harus mengikuti perkembangan teknologi, bukan melarang anak menggunakan teknologi.

Apa yang sebenarnya bisa dilakukan orang tua berkaitan dengan aktivitas anak di dunia maya? Apakah membutuhkan kemampuan teknologi yang rumit? Tidak juga. Ada beberapa cara sederhana, di antaranya:

Ikut join social media
Mustahil orang tua melarang anaknya ber-Facebook atau ber-Twitter-ria. Maka bergabunglah dengan mereka di sana. Setidaknya ketahuilah apa akun anak, sehingga orang tua dapat memantau aktivitas mereka. Dengan begitu orang tua dapat tahu dengan siapa saja anaknya berinteraksi, dan apa yang mereka posting di sana.

Ketahui cara pengaturannya
Langkah berikut adalah orang tua mulai mempelajari cara pengaturan privasi di Facebook atau Twitter. Hal ini perlu, sebab bisa mengingatkan anak bahwa ada setting privasi yang bisa diaktifkan ketika mereka mengalami masalah dengan teman online-nya.

Pahami bahaya ponsel
Ponsel yang sudah akrab dengan anak-anak sejak usia belia bukanlah sekadar ponsel, melainkan alat yang bisa dijadikan target para predator seksual online. Menurut John Shehan, direktur eksekutif Exploited Child Division, National Center for Missing & Exploited Children, para predator seksual selalu melacak keberadaan anak-anak dan remaja. Ponsel merupakan salah satu alat yang dijadikan pelacak keberadaan mereka. Smartphone yang mengakses Facebook atau Twitter dilengkapi dengan layanan berbasis lokasi. Ini artinya siapa saja bisa dengan mudah mengetahui di mana seorang anak berada melalui ponselnya. Orang tua sebaiknya memberi pemahaman ke anak-anak mengenai bahaya yang mengintai itu.

Pahami aturan main
Sama dengan di dunia nyata, bergaul di dunia maya akan mendapat respon sesuai dengan apa yang kita posting. Beri pengertian ke anak tentang aturan main di pergaulan dunia maya. Jaga privasi diri sendiri, hormati privasi orang lain, tidak memposting kata-kata kasar, dan sejenisnya.

Sederhana saja bukan? Orang tua tidak perlu menjadi pakar teknologi atau komputer untuk dapat memonitor perilaku online anaknya. Cukup menjadi teman mereka di dunia maya, dan berkomunikasi secara transparan.

Sumber: ICTWatch / securitynewsdaily.com