Kuliah Mahal Bagian Dari Kekerasan Kampus

Jaringanpelajaraceh – Para siswa berbondong-bondong untuk mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Salah satu alasan mereka, meringankan beban biaya kuliahnya. pendidikan_mahal_ilustrasi

Pasalnya, jika tidak mendapatkan kursi PTN, maka mau tidak mau mereka harus merogoh kocek lebih dalam untuk kuliah di perguruan tinggi swasta (PTS). Uang kuliah yang makin lama makin mahal inilah yang membuat para siswa enggan masuk PTS.

Hal ini juga dirasakan Sita Primadevi. Siswi SMA Negeri 1 Pontianak ini prihatin atas makin mahalnya biaya kuliah di kampus swasta.  “Banyak teman-teman yang sebenarnya berpotensi, tapi tidak bisa kuliah karena biaya mahal

Meski demikian, Sita optimistis, sebab masih banyak donor yang memberikan beasiswa bagi anak berprestasi namun kurang mampu secara ekonomi. Sita berharap, hal itu menjadi motivasi bagi semua siswa SMA/sederajat untuk belajar lebih giat.

“Karena kesempatan itu kita yang raih, tidak ada yang cuma-cuma,” imbuhnya.

Sementara itu, meski menganggap mahalnya biaya kuliah di kampus swasta sebagai sebuah kewajaran, siswa SMK Telkom Schools, Liston Ardies, berharap PTS tidak mematok harga setinggi langit. “Seharusnya murid-murid berprestasi bisa diberi beasiswa di kampus swasta, karena enggak semua orang berpenghasilan tinggi,” ucapnya.

Selain mengikuti SBMPTN, Liston juga sudah merencanakan berkuliah di kampus swasta jika gagal ujian tulis. Dia akan memilih Universitas Bina Nusantara (Binus) dan Universitas Mercu Buana (UMB) di kelas karyawan.

“Kalau ternyata lulusnya di PTS, kuliah sekalian kerja, agar bisa meringankan beban orangtua juga. Karena selama 12 tahun sekolah dibayarin, masa kuliah mau dibayarin juga, enggak enaklah,” ungkapnya

Sumber : Okezone.com (gambar : ilustrasi google)