Pemain Timnas U-19 Ini Siap Kuliah di UGM

Jaringanpelajaraceh – JAKARTA, Tidak hanya di bidang olaharaga, salah satu punggawa timnas Indonesia U-19 Dinan Yahdian Javier menunjukkan prestasinya di bidang akademis. Dinan kini resmi terdaftar sebagai mahasiswa baru di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta lewat jalur Penelusuran Bakat Olahraga dan Seni (PBOS).jpa-timnas

Pemuda kelahiran Bantul, 19 tahun silam itu memilih jurusan Manajemen sebagai pilihan studinya di UGM. “Ini jurusan pilihan saya. Tidak mungkin selamanya saya jadi pemain sepak bola. Saya harus memiliki pekerjaan lain setelah itu,” ujar Dinan, seperti dinukil dari situs UGM, Kamis (3/7/2014).

Anak kedua dari empat bersaudara itu mengaku terharu dan bangga bisa diterima di jurusan favoritnya. Dia tidak menyangka bisa lolos seleksi karena selama mengikuti pelatnas U-17 dan U-19, Dinan harus beberapa kali pindah sekolah.

Meski akhirnya lulus dari SMAN 1 Sewon Bantul, Dinan sebelumnya pernah bersekolah di SMAN 1 Yogyakarta, SMA Darussalam Tanggerang, dan SMA Ragunan Jakarta. “Di SMA ‘Teladan’ Yogyakarta hanya empat bulan, di SMA Darussalam sempat tiga bulan, di SMA Ragunan sekitar satu tahun lebih saya di sana,” katanya.

Sering berpindah sekolah bukan lantaran Dinan dianggap tidak berprestasi di kelas. Hal itu dilakukannya sebagai tuntutan untuk mengikuti kegiatan pemusatan latihan pemain timnas. Dia bahkan harus rela mengorbankan waktu belajar di sekolahnya demi sepak bola.

“Kegiatan sekolah lebih sering ditinggal, dalam sebulan paling hanya bisa masuk 2 hari. Untung, pihak sekolah bisa ngerti. Kami juga cari sekolah yang bisa memberikan dispensasi,” papar Dinan.

Untuk mengejar ketertinggalan materi pelajaran di sekolah, terutama ketika harus berada di Uruguay selama 1,5 tahun, Dinan mengaku harus belajar sendiri. Beruntung, saat waktu ujian sekolah berlangsung, para guru sekolah sengaja diterbangkan ke sana. “Di Uruguay, hampir semua teman-teman seperti itu,” urai putra pasangan Ismayadi dan Diah itu.

Kecintaan Dinan pada benda bulat itu sudah tampak sejak kecil. Beruntung kedua orangtua yang berprofesi pedagang majalah dan alat tulis itu mendukung minat dan bakat sang anak.

Maka, pada usia 8 tahun, Dinan didaftarkan di salah satu sekolah sepak bola di Yogyakarta. “Sejak kelas 2 SD sudah senang dengan bola kaki,” kata Dinan.

Bakat dan kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar mendapat pantauan dari para pencari bakat sepakbola. Dinan pernah lolos seleksi masuk tim U-21 klub Pelita Jaya, hingga akhirnya dipanggil menjadi timnas U-17 dan U-19.

“Di pelatnas, kami harus berlatih setiap pagi dan sore. Soal makan diatur sesuai dengan menu yang sudah disiapkan. Bahkan untuk sekedar jalan-jalan tidak sembarang diberikan pelatih, harus meminta izin dan hanya diperbolehkan saat masa liburan saja,”  jelasnya.

Meski sudah meraih juara AFF U-19, dia bertekad untuk membawa tim garuda lolos ke putaran piala dunia mendatang. “Mewakili Indonesia di piala dunia, impian saya sejak kecil,” kata pria yang mengidolakan Frank Ribery dan Boaz Solossa itu.

Sumber: Okezone.com | Ilustrasi [rm[