Asal usul Pulau Sumatera

Asal usul Pulau Sumatera

Bagian 2

  • 704 M – Sri Indrawarman naik tahta sebagai Maharaja Sriwijaya.
  • 713 M – Sriwijaya mengirim utusan pertamanya ke Tiongkok (dinasti Tang).
  • 718 M – Sriwijaya menjalin hubungan diplomatik dengan Kekhalifahan Islam Umayyah di Arabia. Indrawarman mengirim sepucuk surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz berisi ketertarikannya pada Islam dan permintaan untuk mengirim ulama yang dapat menjelaskan ajaran itu kepadanya.
  • 739 M – Sriwijaya menjadikan kerajaan Sunda dan Galuh di Jawa Barat sebagai bawahannya.
  • 752 M – Sriwijaya menaklukkan Kalingga di Jawa Tengah.
  • 775 M – Dinasti Sailendra menjadi penguasa di Sriwijaya dan Mataram (Jawa). Dharanindra naik tahta sebagai Maharaja yang menyatukan kedua negara tersebut. Candi Borobudur mulai dibangun di Jawa. Prasasti Ligor. Sailendra berturut-turut menaklukkan Tambralingga (Nakhon Si Thammarat) dan Patani di Thailand Selatan.
  • 777 M – Kerajaan Jeumpa didirikan di Bireuen oleh Pangeran Syahriansyah Salman dari Persia.
  • 787 M – Sailendra menyerang Champa di Vietnam Selatan dan Chenla di Kamboja.
  • 792 M – Samaratungga naik tahta sebagai Maharaja Sailendra.
  • 802 M – Penguasa Kamboja Jayawarman II memerdekakan diri dari Sailendra dan mendirikan kerajaan Khmer.
  • 825 M – Candi Borobudur selesai dibangun.
  • 840 M – Kesultanan Perlak berdiri di Aceh Timur, didirikan oleh perantau dari Persia.
  • 847 M – Perpecahan Sailendra. Rakai Pikatan dari dinasti Sanjaya melepaskan Mataram dari pengaruh Sailendra. Balaputradewa, putra mahkota Sailendra di Jawa terpaksa menyingkir ke Sumatra.
  • 850 M – Kerajaan Tambusai berdiri di Rokan Hulu sebagai bawahan Sriwijaya.
  • 851 M – Kerajaan Lamuri diperkirakan berdiri di Aceh Besar.
  • 856 M – Balaputradewa diangkat menjadi Maharaja Sriwijaya.
  • 860 M – Prasasti Nalanda. Sriwijaya menjalin hubungan diplomatik dengan kerajaan Pala di India. Balaputradewa mendirikan sebuah biara di Nalanda sebagai bentuk persahabatan tersebut.