close

fitriadi

Berita Terkini

Ketua IPGKhI Aceh Kukuhkan Pengurus Cabang 2 di Meulaboh

Meulaboh – Ketua Ikatan Guru Pendidikan Khusus (IPGKhI) Provinsi Aceh, Hj Jamilah MPd mengukuhkan Pengurus Cabang IGPKhI Wilayah 2 di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat.

PC 2 IGPKhI terdiri dari Kabupaten Aceh Barat, Aceh Jaya dan Nagan Raya yang dikukuhkan di Aula Cabdindik Wilayah Aceh Barat, Senin (12/9/2022) kemarin.

Pelantikan itu dihadiri empat orang Pengurus Daerah IPGKhI Provinsi Aceh yaitu, Jamilah sebagai ketua, Lena Yanti wakil ketua, Rizki sekretaris dan Taufik Sulaiman sebagai ketua biro pengembangan organisasi.

Selain itu turut hadir Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Wilayah Aceh Barat, Abdul Aziz SH MSi dan kepala seksi.

Ketua IPGKhI Provinsi Aceh Jamilah kepada media, Selasa (13/9) mengatakan, pengukuhan PC 2 IPGKhI ini sekaligus sosialisasi Memorendum of Undestanding (MoU) dan musyawarah cabang.

“Pengukuhan ini merupakan terbentuknya Pengurus Cabang 2 IGPKhI meliputi Kabupaten Aceh Barat, Aceh Jaya dan Nagan Raya,” kata Jamilah.

Dikatakannya, dengan terbentuknya PC 2 IGPKhI sudah bisa menjalankan roda organisasi di tiga kabupaten ini dan dapat menerima aspirasi dari guru maupun tenaga pendidik yang mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan penyelenggara sekolah inklusi.

Jamilah berharap, dengan adanya IPGKhI di wilayah 2 ini dapat membantu program-program dari pengurus daerah Provinsi Aceh dan bisa menjalin kerjasama dengan Cabdindik di wilayah masing-masing.

Sementara Kacabdindik Wilayah Aceh Barat, Abdul Aziz dalam sambutannya menyampaikan, hadirnya organisasi pendidikan khusus ini sangat penting untuk membantu SLB yang ada tiga kabupaten ini.

“Saling kerjasama dengan Cabdindik masing-masing wilayah sangat kami harapkan untuk membangun pendidikan khusus layanan khusus (PKLK) serta penyelenggara sekolah inklusi menjadikan layanan yang lebih prima demi pendidikan yang kualitas bagi siswa penyandang disabilitas,” ucap Aziz.

Sementara ketua panitia, Ibrahim SPd melaporkan, dalam pengukuhan, musyawarah cabang dan MoU ini dihadiri empat orang PD IPGKhI Provinsi Aceh serta PC 2 IGPKhI di tiga kabupaten.

Ibrahim menyebutkan, pengurus PC 2 IPGKhI yang dikukuhkan adalah, Fitri Rahmayani SPdI (ketua) dari SLB Rahmatillah Aceh Barat kemudian Saiful SPd Gr (sekretaris) dari SLB Negeri Meulaboh dan Risna Rahmiyati SPd Gr (bendahara) dari SLB negeri Nagan Raya.

Selain itu katanya, pengukuhan ketua, sekretaris dan bendahara juga dikukuhkan masing-masing ketua yang berjumlah sepuluh biro.

“Pada acara pengukuhan ini disertai serah terima dari pengurus lama yang diketuai Azmi SPd dengan pengurus yang baru,” jelas Ibrahim.

Ditambahkannya, selain itu diadakan sosialisasi sekolah inklusi di SMA Negeri 1 Meureubo Kabupaten Aceh Barat yang dikepalai Fauziah SPd MM MPd.

Pada acara pengukuhan turut dimeriahkan tarian ranup lampuan ditampilkan dari SLB Rahmatillah Aceh Barat dilatih oleh Nora Rizani binaan kepala sekolahnya, Ekawati SPd.(*)

Penulis : Baihaki

read more
Berita Terkini

Pengurus IGI Aceh Utara Periode 2022 – 2027 Dilantik, Ini Harapan Sekda

Lhoksukon – Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Aceh Utara periode 2022 – 2027 resmi dilantik. Pelantikan tersebut dilakukan oleh Ketua IGI Provinsi Aceh, Drs Imran, pada Senin (12/9) di aula kantor Bupati Aceh Utara.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Utara, Dr A Murtala MSi, meminta organisasi profesi (orprof) guru untuk bersinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Utara.
“Hari ini kita dihadapkan dengan berbagai tantangan. Perubahan selalu terjadi. Berbagai organisasi hadir untuk menjawab perubahan tersebut. Melalui sinergisitas berbagai organisasi dapat menghimpun tujuan peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Murtala.

Dikatakan Murtala bahwa adanya orprof akan lebih mudah untuk saling sharing informasi. Setiap orprof dapat mengambil peran tertentu. IGI sudah, lanjut Murtala sudah berbuat dan yang pertama memberikan pembelajaran bagi guru dalam adaptasi digital.

“Pandemi mempercepat proses digitalisasi. Oleh karena itu guru harus mengembangkan diri. Semoga IGI terus berkobar. Saya menaruh harapan besar adanya perubahan guru kea rah lebih baik di bawah peran IGI,” sebut Murtala.
Ketua IGI Wilayah Aceh, Drs Imran, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan tidak pernah berhenti. Tanpa pendidikan, tambah Imran, suatu daerah akan tertinggal. Semua persoalan dapat diselesaikan dengan pendidikan.

“IGI Aceh telah melatih lebih dari 3000 guru untuk menulis. Lebih dari 700 judul buku sudah ditulis guru dan siswa setelah dilatih IGI,” ucap Imran.

Imran menambahkan bahwa IGI adalah orprof pertama yang melatih guru tentang virtual learning, bahkan sebelum pandemic terjadi. IGI terus bergerak meskipun tanpa iuran dan dukungan anggaran dari pemerintah.

Sementara itu, Ketua IGI Kabupaten Aceh Utara, Qusthalani MPd, menyebutkan bahwa IGI hadir untuk menghiasi dunia pendidikan. Antusiasme guru untuk meningkatkan kompetensi sangat luar biasa sehingga banyak program lahir dari IGI Aceh Utara.

“Literasi dan digitalisasi merupakan program utama IGI. Mengenai advokasi guru, jika tidak ada orprof lain yang melakukan, maka IGI akan memberikan advokasi pada guru,” imbuh Qusthalani.

Qusthalani menambahkan bahwa sudah banyak program IGI Aceh Utara yang sudah berjalan. Misalnya pelatihan daring Meuseuraya, meuripee untuk program sosial.

“Saat ini IGI Aceh Utara dipercaya untuk mengelola Program Organisasi Penggerak (POP) Kemendikbud. Kita menyasar pada 29 SD dan SMP. Kita juga sudah melahirkan 70 judul buku karya guru dan siswa,” pungkas Qusthalani.
Lebih lanjut Qusthalani menuturkan bahwa semua itu terlaksana berkat dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, Cabang Dinas Pendidikan (CDP) Aceh Utara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, serta berbagai dukungan dari stake holder lainnya. Qusthalani tidak lupa mengucapkan terima kasih atas dukungan tersebut dan meminta agar dukungan tersebut terus diberikan tanpa henti.

Pelantikan pengurus IGI Aceh Utara turut dihadiri oleh beberapa pejabat di Kabupaten Aceh Utara, orporf guru lainnya, serta seluruh pengurus dan anggota IGI Aceh Utara. Sekda Aceh Utara, Murtala dan beberapa pejabat bahkan turut menjadi saksi penandatanganan berita acara pelantikan. (*)
Editor: Darmawan

read more
Berita Terkini

Siswa SMKN 1 Teunom, Jahit Rok Gratis untuk Anak Yatim

Calang – SMKN 1 Tenom melaksanakan kegiatan pembagian rok secara gratis kepada siswi yatim di sekolah tersebut pada hari Senin (12/09/2022).

Menurut pengakuan Kepala SMKN 1 Teunom, Syaribuddin, MPd kepada media ini bahwa rok tersebut merupakan hasil karya para siswa di sekolahnya pada jurusan Tata Busana.

“Semua rok yang dibagikan secara gratis kepada siswi yang yatim kelas X merupakan hasil karya kakak-kakak kelas mereka”, ungkap Syaribuddin yang didampingi oleh Nurlisa SPd ketua jurusan tata busana.

Lanjutnya lagi, bahwa kegiatan yang mereka lakukan merupakan inisiatif guru guru tata busana agar hasil kerja siswa siswi bisa bermanfaat bagi orang lain, dengan demikian membuat siswa siswi termotivasi untuk terus meningkatkan keterampilan dalam proses pembelajaran.

“Pembelajaran di SMK itu harus benar-benar bermanfaat, baik proses maupun hasil, apalagi kita mewajibkan semua pembelajaran menghasilkan Projek atau istilah kerennya PjBL”, ungkap Syaribuddin yang juga Ketua MKKS SMK Kabupaten Aceh Jaya.

Semoga kegiatan seperti ini terus dilakukan, sehingga dapat membantu siswi siswi yatim piatu dalam menempuh pendidikan, terutama di SMKN 1 Teunom, pungkasnya.

read more
Berita Terkini

Guru SMP Kabupaten Aceh Tengah mengikuti Pelatihan Pola In-On-In Bersama Pusat Riset PMRI USK

Aceh Tengah – Pusat Riset Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PRP-PMRI) Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan pelatihan pola In-On-In untuk 43 guru SMP di Kabupaten Aceh Tengah, kegiatan ini dilaksanakan tanggal 30 Agustus 2022 sampai dengan 10 September 2022, dan dibuka oleh Muslim Hakim MY, S.Pd, merupakan Kepala Bidang Guru dan Ketenagaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah.

Dalam sambutannya, Muslim memberikan motivasi kepada guru supaya terus meningkatkan profesionalisme dalam mengajar matematika dan juga menguasai teknologi agar tidak tertinggal dari guru-guru di daerah lain.

Pola pelatihan In-On-In yang melibatkan tim PRP-PMRI USK merupakan pelatihan yang kedua kalinya dilakukan tahun ini. Kegiatan yang dilakukan adalah pembekalan materi dan merancang persiapan mengajar selama empat hari (kegiatan In 1) lalu menerapkan di sekolah masing-masing (kegiatan On) setelah itu mengkaji hasil penerapan (kegiatan In 2) ujar Muslim Hakim.

Sementara Rahmah Johar, yang merupakan kepala PRP-PMRI USK sekaligus narasumber pelatihan mengatakan bahwa mereka menyambut baik kerjasama ini, karena dengan mempelajari pendidikan matematika realistik tidak tuntas kalau hanya dilakukan dalam bentuk diskusi di ruang pelatihan (kegiatan In) saja tanpa dilanjutkan dengan praktek.

“Materi yang diberikan selama pelatihan adalah penjelasan tentang Pendidikan Matematika Realistik dan kaitannya dengan elas yang demokratis, analisis strategi berfikir siswa dalam menyelesaikan masalah yang real dan menantang, merancang lintasan belajar dalam bentuk gunung es dan LKPD untuk materi pecahan, himpunan, relasi, pencerminan, dan persamaan kuadrat serta Peer teaching persiapan mengajar untuk On”, ungkap Rahma Johar

Cut Morina Zubainur yang juga narasumber pada kegiatan ini mengukapkan bahwa rangkaian sebelum kegiatan On, peserta dilatih membuat video pembelajaran.

Lanjutnya lagi setelah praktek mengajar, semua guru melakukan editing video pembelajaran. Sebagian dari mereka meng-upload di Youtube sehingga dapat berbagi dengan guru lain dan narasumber.

“Melalui rekaman video guru melakukan refleksi tentang kejadian-kejadian penting di kelas yang dikaitkan dengan prinsip Realistic Mathematics Education (RME)”, pungkasnya.

read more
Berita Terkini

Implementasi Kurma, Kepala SDN Kampung Kapeh Studi Tiru ke SDN 67 Percontohan Banda Aceh

Banda Aceh – Dalam implementasi kurikulum merdeka (IKM) atau lebih keren disebut kurikulum merdeka (Kurma), perlu memahami lebih lanjut di sekolah yang telah menerapkannya.

Salah satu sekolah yang baru saja mulai menerapkannya yaitu, SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh.

Maka, Kepala SD Negeri Kampung Kapeh, Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan melakukan studi tiru ke sekolah tersebut, Rabu (7/9/2022).

Kedatangan Kepala SD Negeri Kampung Kapeh, Yusnadiwan SPd disambut langsung oleh Kepala SD Negeri 67 Percontohan, Erna Wirda MPd dengan ramah dan bersahabat.

Yusnadiwan kepada media ini mengatakan, kunjungannya ke sekolah itu untuk belajar lebih jauh tentang implementasi kurikulum merdeka.

“Sekolah kami yang berada jauh di pedesaan tentu belajar dan meniru ke sekolah di perkotaan apalagi sekolah percontohan yang berada di ibu kota provinsi,” kata Yusnadiwan.

Dikatakannya, sekolah yang banyak meraih segudang prestasi ini tentu sangat cocok untuk belajar lebih jauh bukan saja tentang kurikulum merdeka tapi banyak hal yang mesti dipelajari.

“Semoga suatu saat nanti semua dewan guru SD Negeri Kampung Kapeh bisa melakukan studi tiru ke sekolah ini, bukan studi banding. Karena kalau studi banding tentu berbeda sekali perbandingannya,” ucap Yusnadiwan.

Sementara Kepala SD Negeri 67 Percontohan, Erna Wirda mengucapkan terima kasih atas kunjungan Kepala SD Negeri Kampung Kapeh ke sekolah kami.

“Tidak ada perbedaan antara sekolah di pedesaan dengan perkotaan, hanya saja motivasi dan kemauan untuk pengembangan diri yang membedakannya,” ujar Erna.

Justru katanya, guru-guru yang mengajar di sekolah perkotaan berasal dari desa, bahkan di sekolah ini ada beberapa orang guru berasal dari Aceh Selatan.

“Implementasi kurikulum merdeka di SD Negeri 67 Percontohan baru saja memulainya, apalagi kurikulum ini merupakan barang baru yang harus kita pelajari secara bersama,” ungkapnya.

Erna menyebutkan, di sekolah ini ada instruktur kurikulum merdeka yang memudahkan bagi kami untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan saling asah, asih dan asuh.

Secara terpisah, salah seorang intruktur kurikulum merdeka dari sekolah itu, Ida Elva MPd menyampaikan, kurikulum ini pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan kurikulum sebelumnya.

“Hanya saja kurikulum merdeka, guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik,” ujar pendamping sekolah penggerak ini.

Ida Elva berseloroh, sesekali tidak salahnya kita berbagi ilmu dengan teman-teman guru di Aceh Selatan melalui pelatihan dan bisa pulang kampung ke tanah kelahiran tercinta.(*)

Penulis : Baihaki

read more
Berita Terkini

Kemdikbudristek Undang 12 Siswa SMA di Aceh untuk Berkompetisi di FLS2N 2022

Banda Aceh – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Memdikbudristek) Republik Indonesia melalui balai pengembangan talenta Indonesia mengumumkan 12 siswa SMA di Aceh untuk berkompetisi di tingkat nasional.

Pengumuman itu berdasarkan Nomor : 0560/J7.1/PN.03/2022 tanggal 4 September 2022.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM melalui Kepala Bidang SMA/PKLK, Hamdani MPd kepada media, Selasa (6/9/2022) mengatakan, kedua belas siswa tersebut adalah para pemenang pada festival dan lomba seni siswa nasional (FLS2N) jenjang SMA/MA tingkat provinsi pada 27-31 Agustus 2022 lalu.

Kabid SMA/PKLK Disdik Aceh, Hamdani menjelaskan, mereka adalah Dhita Sasmita Soksen dari SMAN 1 Meulaboh Aceh Barat, jenis lomba baca puisi, M. Syah Fi Rizq dari SMAN 10 Fajar Harapan jenis lomba gitar solo, Muhammad Fattan Althaf dari SMAN Modal Bangsa dengan jenis lomba monolog.

Selanjutnya, Summaiya Putri Gayles dari SMAN 4 Banda Aceh dengan jenis lomba tari kreasi, M. Fuji Mukhriza dari SMAN Modal Bangsa dengan jenis lomba vocal solo putra, dan Nabilah Amalia Asmara Pulungan dari SMAN 1 Tapaktuan Aceh Selatan dengan jenis lomba vocal solo putri.

Kemudian, Ihda Nisa Mei Drika dari SMAN Modal Bangsa, jenis lomba desain poster, Rifqi Alvy Aulya Hasan dari SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh jenis lomba film pendek, Akif Abkagasi dari SMAN 10 Fajar Harapan jenis lomba film pendek.

Berikutnya, Khairul Azmi dari SMAN Unggul Subulussalam jenis lomba kriya, Elvia Redha dari SMAN 2 Timang Gajah Bener Meriah jenis lomba komik digital, Suci Salsabila dari SMAN 1 Montasik, jenis lomba cipta lagu.

“FLS2N merupakan wadah berkompetisi dan berkesenian untuk siswa Indonesia meliputi bidang seni baca puisi, gitar solo, monolog, tari kreasi, vokal solo, desainposter, film pendek, kriya, komik digital, dan cipta lagu,” kata Hamdani.

Dikatakannya, adapun mekanisme FLS2N dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional,” sebutnya.

Hamdani menuturkan, berdasarkan data peserta tahun ini yang mengunggah karya dan mengikuti seleksi FLS2N jenjang SMA/MA tingkat daerah/provinsi secara daring, tercatat sebanyak 17.184 pendaftar dan 15.565 karya peserta yang berasal dari 34 (tiga puluh empat) provinsi dan sekolah Indonesia luar negeri (SILN).

Ujar Hamdani, berdasarkan penilaian juri, hasil seleksi peserta FLS2N jenjang SMA/MA tingkat provinsi tahun ini sangat baik dan banyak peningkatan baik dalam segi jumlah maupun kualitas karya.

“Selanjutnya para juara yang telah terpilih di provinsi masing-masing dan SILN, dapat mengikuti tahapan selanjutnya yakni kegiatan festival dan lomba seni siswa nasional (FLS2N) tingkat nasional yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 sampai 17 September 2022 secara daring,” imbuhnya.

Ditambahkannya, pengemuman itu dikirimkan pihak
Kemdikbudristek melalui Balai pengembangan talenta ke Dinas Pendidikan Aceh agar menyampaikan informasi ini dan memberikan izin serta dukungan kepada para peserta.

“Kami ucapkan selamat kepada siswa kami yang akan mengikuti kompetisi FLS2N tingkat nasional. Persiapkan diri dengan baik semoga dapat mengharumkan nama Aceh di kancah nasional,” pungkas Hamdani.(*)

read more
Berita Terkini

Cegah Stunting, Cabdindik Subulussam – Singkil Koloborasi dengan Tim Dinas Kesehatan

Singkil – Guna percepatan program Gerakan Imunisasi dan Stunting Aceh (GISA) di Wilayah Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil.

Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Sebulussalam – Singkil melakukan beberapa hal secara kolosal dengan berkoloborasi bersama tim Dinas Kesehatan dari Puskesmas.

Selain itu mengajak dharma wanita semua kecamatan dan Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejari) Aceh Singkil untuk mensosialisasikan program ini.

Kacabdindik Wilayah Sebulussalam – Singkil, Antoni Berampu MPd kepada media, Selasa (6/9/2022) mengatakan, dari sepuluh langkah intervensi pencegahan stanting, fokus pada sasaran remaja putri.

“Remaja putri itu adalah siswi jenjang SMA dan SMK dimulai dari penguatan literasi tentang stunting dan manfaat minum tablet tambah darah (TTD) bagi kesehatan,” kata Antoni.

Dikatakannya, selain manfaat minum TTD dilakukan penunjukan duta kesehatan di setiap sekolah.

Antoni menjelaskan, pemberian TTD kepada semua siswi berkomitmen akan dilakukan secara rutin dengan hari yang sama setiap minggunya selama 52 minggu ke depan.

Selain itu kata Antoni, teman-teman dokter dari Puskesmas akan proaktif secara inten melakukan diagnosa kepada para siswi yang lemah fisik dan daya pikir untuk diberikan tindakan.

“Secara kolosal gerakan ini kita lakukan di 44 SMA dan SMK di Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil. Kesuksesan ini tentu berkat kesadaran penuh dari semua guru-guru dan masyarakat,” ucap Antoni.

Disampaikannya, bahwa yang kita lakukan hari ini adalah ikhtiar mewariskan generasi yang lebih baik, lebih sehat dan lebih cerdas.

“Tujuannya adalah karena negara ini pada masa kini dan masa yang akan datang membutuhkan generasi yang kokoh dan tangguh,” pungkas Antoni.[]

read more
Berita Terkini

Moment Hardikda ke-63, Cabdindik Bener Meriah Bedah Rumah Siswa

Redelong – Dalam rangka mengisi hari pendidikan daerah (Hardikda) Aceh ke-63, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Bener Meriah melakukan kegiatan yang sangat positif.

Kegiatan itu berupa melakukan bedah rumah bagi seorang siswa yang orang tuanya tidak mampu dimulai pekerjaannya pada Jum’at (2/9/2022).

Kacabdin Wilayah Bener Meriah, Sukardi SPd MSi kepada media ini mengatakan, untuk mengisi Hardikda tahun 2022 ini dilakukan bedah rumah bagi siswa kurang mampu.

“Dalam program Hardikda rumah yang dibedah itu diberikan kepada Nurdin, siswa kelas XII SMK Negeri 1 Bener Meriah,” kata Sukardi.

Dikatakannya, Nurdin merupakan berasal dari keluarga kurang mampu dan tinggal dirumah yang sangat sederhana, boleh dikatakan seperti sebuah gubuk.

Sukardi menjelaskan, atas inisiatif kelurga besar Cabdin Wilayah Bener Meriah terdiri dari SMA, SMK dan SLB mengumpulkan dana melalui swadaya seikhlasnya tanpa paksaan.

“Proses bedah rumah ini dilakukan bertepatan dengan hari pendidikan daerah tanggal 2 September 2022,” ucap Sukardi.

Harapannya, semoga setelah selesai pengerjaannya nanti, Nurdin bersama orang tuanya bisa menempati rumah layak huni.

Sukardi menambahkan, selain bedah rumah dana diberikan dalam bentuk sembako untuk orang tua siswa yang kurang mampu sejumlah 15 keluarga siswa rentan.(*)

Penulis : Baihaki

read more
Berita Terkini

Sejumlah Sekolah Penggerak di Kabupaten Abdya Ikut Pelatihan IKM

Blangpidie – Dalam rangka mewujudkan kurikulum merdeka, sebelas kepala sekolah dan guru jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Aceh Barat Daya mengikuti pelatihan implementasi kurikulum merdeka (IKM).

Pelatihan yang diikuti 44 peserta itu berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 30 Agustus sampai 1 September 2022 bertempat di Aula SMP Negeri 1 Blangpidie, berakhir pada Kamis (1/9).

Adapun pemateri dalam pelatihan ini menghadirkan dua orang intruktur nasional (IN) dari Banda Aceh dan Aceh Besar sebagai pendamping sekolah penggerak yaitu, Ida Elva MPd dan Elliza Rahmi MPd.

Pemateri, Ida Elva kepada media ini mengatakan, kurikulum baru ini memiliki tujuan untuk mengejar ketertinggalan pembelajaran yang disebabkan oleh pandemi covid-19.

“Kurikulum ini dibuat dengan tujuan pendidikan di Indonesia bisa seperti pendidikan di negara maju lainnya dimana siswa diberikan kebebasan dalam memilih apa yang diminatinya dalam pembelajaran,” kata Elva.

Selain itu katanya, kurikulum 2022 ini akan memudahkan guru dalam mendampingi peserta didiknya untuk menuju tujuan pendidikan yang diharapkan.

Elva menjelaskan, pada awalnya kurikulum ini tidak langsung diterapkan, namun masing-masing sekolah diberikan kebebasan untuk memilih. Hal ini juga sebagai wujud merdeka dalam belajar.

“Keunggulan kurikulum merdeka akan berfokus pada peserta didik yang belajar sesuai dengan fasenya,” ucap guru berprestasi tingkat nasional ini.

Jadi lanjutnya, setiap guru pun tidak akan terburu-buru dalam memberikan setiap pembelajaran. Hal ini akan membawa dampak positif tentunya karena apa yang dibutuhkan oleh siswa akan dapat dipenuhi oleh guru melalui pembelajaran.

Sementara Elliza Rahmi menyampaikan, kurikulum merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dimana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

“Dalam proses pembelajaran guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik,” jelas pengawas SD berprestasi tingkat provinsi ini.

Salah seorang peserta pelatihan itu, Kepala SD Negeri 2 Lembah Sabil, Syamsuardi SPd menuturkan, dengan adanya pelatihan ini sekolah penggerak khususnya di Abdya memudahkan kami untuk mengimplementasi kurikukum merdeka.

“Kami memahami bahwa
kurikulum baru dibuat sederhana dan fleksibel sehingga pembelajaran akan lebih mendalam.,” ungkap Syamsuardi.

Lebih lanjut disampaikannya, ternyata kurikulum ini berfokus pada materi esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya.

“Hal ini akan berdampak pada belajar lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru dan tentunya akan lebih menyenangkan,” imbuh Syamsuardi.

Adapun sebelas sekolah penggerak yang mengikuti pelatihan ini yaitu, SD Negeri 1 Lembah Sabil, SD Negeri 2 Lembah Sabil, SD Negeri 3 Lembah Sabil, SD Negeri 2 Blangpidie.

Selanjutnya, SD Negeri 5 Blangpidie, SD Negeri 8 Blangpidie, SD Negeri 12 Blangpidie, SD Insan Madani, SD Negeri Unggul Tunas Abdya, SD Negeri 1 Babahrot dan SD Negeri 2 Babahrot. (*)

Penulis : Baihaki

read more
Berita Terkini

Guru Penyandang Difabel Lahirkan Karya Buku, Kabid SMK Berikan Apresiasi

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs Alhudri MM melalui Kepala Bidang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Dr Asbaruddin MEng memberikan apresiasi kepada guru SMK Negeri 1 Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan yang melahirkan karya sejumlah buku.

Kabid SMK Disdik Aceh, Asbaruddin kepada media ini, Selasa (30/8) mengatakan, salut atas dedikasi seorang guru difabel yang mampu melahirkan karya sejumlah buku dituliskannya,” kata Asbar.

Dikatakannya, guru itu adalah Pinta Turang Dabutar SPd (41) dari SMK Negeri 1 Tapaktuan Penyandang difabel atau disabilitas, namun bakatnya dalam literasi telah menggoreskan tulisannya dalam bentuk buku.

“Ini adalah fakta inspiratif dari seorang guru SMK walaupun kondisi fisiknya mengalami gangguan kesehatan tetapi imajinasinya dalam melahirkan karya tulis sangat bermanfaat bagi kita semua,” ucap Asbar.

Sementara Kepala SMK Negeri 1 Tapaktuan, Kurnaidi MPd menjelaskan, Pinta Turang Dabutar merupakan guru bidang studi akuntansi yang sudah bertugas di sekolah ini sejak tahun 2014.

Namun katanya, kondisi fisiknya mengalami patah tulang pada kaki sebelah kanan akibat kecelakaan yang dialaminya, sehingga saat mengajar harus duduk.

“Pinta telah melahirkan tujuh buah buku yang sudah dicetak dan memiliki ISBN dari kisah inspiratif yang selama ini dirasakannya,” ujar Kurnaidi.

Adapun judul buku yang telah dituliskannya, the power of do’a, layar impian, tasbih senandung rindu, muara kehidupan, mahkota untuk ayah dan bunda, kumparan mite serta kemuliaan qurban.

Kurnaidi menambahkan, di SMK Negeri 1 Tapaktuan, Pinta menjabat kepala program keahlian akuntansi saat ini sedang membuat program klub literasi sekolah (KLS). Kemudian setiap pergi dan pulang sekolah menggunakan motor roda tiga.

“Pinta merupakan wanita singgel perent memiliki dua orang anak akan dipersiapkan untuk mengikuti guru berprestasi tahun 2023 mendatang, kondisi fisik bukan penghambat baginya untuk berkarya,” pungkas Kurnaidi.(*)

read more
1 15 16 17 18 19 57
Page 17 of 57