close

fitriadi

Berita Terkini

SMK Negeri 1 Julok Luncurkan Program SaMPoh, Wujudkan Budaya Bersih dan Gotong Royong di Sekolah

Idi – SMK Negeri 1 Julok resmi meluncurkan program kebersihan sekolah bertajuk SaMPoh (Sabtu Mandum Peugleh brOH) yang akan dilaksanakan rutin setiap Sabtu pagi selama satu jam, mulai pukul 07.30 hingga 08.30 WIB.

Kepala SMK Negeri 1 Julok, Faisal, ST., M.Pd., kepada media ini, pada Sabtu (23/08/2025) menyebutkan bahwa program ini melibatkan seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan untuk bersama-sama membersihkan lingkungan sekolah, mulai dari halaman, taman, hingga ruang kelas.

Faisal mengatakan bahwa SaMPoh bukan hanya sekadar agenda bersih-bersih, melainkan bagian dari pembinaan karakter siswa.

“Kami ingin menanamkan kepada seluruh warga sekolah bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama. SaMPoh menjadi wadah untuk membentuk kesadaran dan kebiasaan hidup bersih sejak dini,” ujar Faisal di sela-sela memantau jalannya kegiatan.

Beliau juga menambahkan, lingkungan sekolah yang bersih akan memberi dampak positif terhadap semangat belajar siswa.

“Sekolah yang rapi dan nyaman akan membuat proses belajar mengajar menjadi lebih kondusif. Kami berharap kebiasaan yang terbentuk di sekolah bisa terbawa sampai ke rumah dan lingkungan masyarakat,” sambungnya dengan nada penuh optimisme.

Sementara itu, Koordinator Program SaMPoh, Syukri, S.T., menuturkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini dirancang agar tertib dan berkelanjutan.

“Kami menerapkan sistem pembagian area kerja atau kapling untuk setiap kelas. Misalnya, ada kelas yang bertanggung jawab di taman, ada yang mengurus koridor, dan ada yang membersihkan halaman belakang. Dengan cara ini, tanggung jawab setiap kelas menjadi jelas,” jelas Syukri sambil menunjukkan denah pembagian area.

Syukri juga menegaskan bahwa sistem ini bertujuan membangun rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah.

“Kalau siswa merasa area itu miliknya, mereka akan lebih peduli dan tidak membuang sampah sembarangan. Ini bukan sekadar bersih-bersih sekali seminggu, tapi juga membentuk perilaku menjaga kebersihan setiap hari,” tambahnya.

Sementara itu, Afdhal, siswa kelas X APAPL jga merasakan manfaat positif dari program ini. Ia mengaku awalnya mengira kegiatan ini akan membosankan.

“Saya pikir cuma disuruh nyapu saja, tapi ternyata seru. Bisa kerja sama sama teman, bercanda sambil bersih-bersih, dan lihat hasilnya langsung. Sekolah jadi lebih indah,” kata Afdhal dengan wajah ceria.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat persahabatan antar siswa.

“Kadang di kelas kita jarang ngobrol sama teman dari kelas lain, tapi waktu SaMPoh kita bisa ketemu dan kerja bareng. Jadi, selain bersih-bersih, kita juga jadi lebih akrab,” ujarnya.

Program SaMPoh akan menjadi agenda tetap SMK Negeri 1 Julok setiap pekan.

“Pihak sekolah bahkan merencanakan untuk memberikan penghargaan kepada kelas yang dinilai paling konsisten menjaga kebersihan area kaplingnya”, tutup Afdhal.

read more
Berita Terkini

Lagi, Siswa SLBN Pembina Provinsi Aceh Raih Juara di Ajang 02SN Tingkat Nasional

BANDA ACEH – Siswa SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh kembali meraih juara di tingkat nasional, sebelumnya pada Minggu lalu siswa dari sekolah ini mampu meraih juara satu pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Diksus jenjang SMALB tingkat nasional tahun 2025.

Kali ini, M. Khairul Karim menorehkan hasil gemilang drngan menjuarai Olimpiade Olahraga Siswa Nasiona (02SN) tingkat nasional yang berlangsung secara luring dari tanggal 18 sampai 23 Agustus 2025 di BBGTK Jawa Barat

M Khairul Karim berhasil meraih juara tiga cabang lomba bulu tangkis dengan mempersembahhkan dan membawa pulang medali perunggu ke Aceh.

Kepala SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh, Yossi Novianti SE SPd, saat menjemput kepulangan tim.02SN dari Provinsi Aceh di Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh Besar, Sabtu (23/8/2025) mrngatakan, siswanya berhasil meraih medali perunggu pada ajang 02SN tingkat nasional.

“Syukur Alhamdulillah, setelah Minggu lalu siswi SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh atas nama Salsabila Nurhalizah mampu mempersrmbahkan medali emas di ajang LKS Diksus tingkat nasional, kali ini M Khairul meraih medali perunggu pada 02SN tingkat nasional,” kata Yossi.

Dijelaskannya, prestasi yang diperoleh ini bukan secara instan, tapi melalui proses dengan mengkuti seleksi mulai dari timgkat kabupaten/kota, provinsi hingga lolos ke tingkat nasional.

Yossi mengucapkan, selamat kepada M Khairul Karim yang telah berjuang di tingkat nasional hingga harus puas meraih medali perunggu untuk dipersrmbahkan bagi Provinsi Aceh.

Ia menyampaikan, bagi peserta lainnya baik yang mewakili SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh dan sekolah lainnya yang belum meraih juara, jangan berkecil hati dan bersedih. Karena kalian sudah berjuang di tingkat nasional.

“Anak-anak kami harus bangga karena sudah mewakili Aceh yang telah bertanding dengan peserta lainnya dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia,” ungkap Yossi.

Keberhasilan Khairul meraih medali perunggu ini tidak terlepas dari bimbingan guru pendamping yakni Fahmi SPd yang selalu tekun dan disiplin dalam melatih siswa hingga meraih prestasi yang membanggakan di tingkat nasional.

Kepala sekolah mrngucapkan terima kasih juga kepada Kadisdik Aceh, Marthunis ST DEA, Kabid SMA dan PKLK Disdik Aceh, Syarwan Joni MPd, Plt Kacabdisdik Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, Jon Abdi MPd dan PPTK, Dedek Wahyuni yang selama ini telah memotivasi siswa dari SLB Negeri Pembina dan peserta lainnya hingga mampu meraih prestasi.

Yossi juga menyapaikan ucaoan terima kasih kepada semua dewan guru dan tendik serta Ketua Komite SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh yang saling kerja sama dalam melahirkan prestasi siswa.

“Tanpa dukungan dan kerja sama dari semua dewan guru, tendik dan komite sekolah mustahil prestasi ini bisa diwujudkan, semoga kekompakan ini terus terjalin dengan kita saling asah, asih dan asuh,” ucap Yossi.(*)

read more
Berita Terkini

Wujudkan Program Sister School, SMAN 1 Sinabang Tandatangani MoA dengan SMAN 10 Fajar Harapan

BANDA ACEH – Kepala SMA Negeri 1 Sinabang Kabupaten Simeulue, Winda Safitri SPd MSi berupaya mewujudkan program sister school yang merupakan sebuah bentuk kerja sama antar sekolah untuk melaksanakan program-program kegiatan bersama.

Untuk mewujudkan program itu, Winda Safitri menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh, berlangsung di Opp Room Dinas Pendidikan Aceh, Jum’at (22/8/2025).

Penandatamganan MoA itu dilakukan oleh Kepala SMA Negeri 1 Sinabang, Winda Safitri dengan Kepala SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh, Dr Anwar MEd.

Penandatangan kerja sama tersebut turut disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis ST DEA, Kepala Bidan SMA dan PKLK Disdik Aceh, Syarwan Joni MPd dan Plt Kacabdisdik Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, Jon.Abdi MPd, Koordinator Pengawas SMA Provinsi Aceh, Samsul Bahri SPd MEd.

Kepala SMA Negeri 1 Sinabang, Winda Safitti kepada media ini, Sabtu (23/8) mengatakan, untuk mewujudkan program sister school ini pada tahun 2023 lalu sudah melakukan penjajakan dengan sekolah pavorit di Banda Aceh antara lain dengan SMA Negeri Modal Bangsa Aceh Besar dan SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh.

“Konsep sister school bukan hanya tentang menjalin hubungan formal antar sekolah, tapi lebih jauh, membangun jejaring pembelajaran,” kata Winda.

Tujuannya, di sinilah guru, siswa, dan sekolah tidak berjalan sendiri, tetapi belajar bersama dan dari satu sama lain. Hal ini menjadi solusi menghindari kesenjangan mutu dan kualitas pendidikan antar satu sekolah dengan sekolah lainnya.

Winda menyampaikan, SMA Negeri 1 Sinabang menandatangani MoA program sister school dengan SMAN 10 Fajar Harapan.

Tujuan kerja sama ini antara lain, menguatkan kapasitas guru melalui pertukaran ide, lesson study, dan praktik baik.

“Meningkatkan kualitas siswa lewat bimbingan, mentoring, dan pengalaman belajar lintas sekolah,” sebut Winda.

Kemudian disebutkannya lagi, menciptakan budaya kolaborasi global, dimana sekolah kepulauan bisa berdialog dengan sekolah unggulan Garuda Transformasi dan Bilingual School.

Kemudian, memberi jalan bagi siswa SMA Negeri 1 Sinabang meraih beasiswa luar negeri, dengan pendampingan bahasa, pengenalan seleksi internasional, dan jejaring alumni global.

“Dengan program ini, sister school menjadi bagian dari visi besar untuk menjadikan SMA Negeri 1 Sinabang sebagai sekolah kepulauan yang mampu bersuara, berdaya, dan berjejaring dalam skala nasional bahkan internasional,” ungkap Winda.

Katanya, setiap langkah besar selalu berawal dari proses kecil yang dijalani dengan sabar. Begitu pula dengan perjalanan perjuangan SMA Negeri 1 Sinabang menuju sekolah dengan mutu dan kualitas unggul.

Justru itu, kami mengambil langkah penting dengan menandatangani MoA bersama SMA Negeri 10 Fajar Harapan dan Insya Allah akan disusul pula MoA dengan Fatih Bilingual School Banda Aceh (putra dan putri).

Winda menuturkan, dua sekolah unggulan ini menjadi rujukan kami dalam mewujudkan visi besar SMA Negeri 1 Sinabang untuk menghadirkan pendidikan berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing global bagi putra-putri Simeulue.

“Bagi kami, kerja sama ini bukan sekadar dokumen, tapi komitmen untuk terus bergerak. Kami percaya, proses yang dijalani dengan tekun akan membawa progres yang nyata untuk memfasilitasi cita-cita impian siswa SMA Negeri 1 Sinabang menuju masa depan pendidikan yang lebih terang,” tutur Winda.

Ia menambahkan, ternyata program sister school ini sudah dirancang oleh Kadisdik Aceh untuk dapat diterapkkan secara menyeluruh di setiap wilayah.

Kepala sekolah mengucapkan, terima kasih atas dukungan Kacabdisdik Wilayah Simeulue, Al Amin SPd MSi yang selalu memberikan motivasi dalam melakukan inovasi-inovasi untuk kepentingan keberhasilan peserta didik.

“Harapannya, semoga ikhtiar ini menjadi jejak kebaikan dengan manfaat yang terus bertumbuh untuk anak-anak Simeulue tercinta,” pungkas Winda.(*)

read more
Berita Terkini

SMAN 10 Fajar Harapan Empat Kali Berturut-turut Raih Juara Pertama Pawai HUT Kemerdekaan

BANDA ACEH – SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh yang kini menjadi SMA Negeri 10 Fajar Harapan Unggul Garuda Transformasi, kembali menyabet juara pertama pada lomba pawai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke- 80 setelah tiga tahun menjadi juara pada perayaan tersebut.

Sebanyak 45 orang siswa SMA Negeri 10 Fajar Harapan mengikuti karnaval perayaan HUT RI ke 80 pada hari Senin, 18 Agustus 2025 yang dilaksanakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Aceh.

Pawai ini mengambil titik start di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya dan berakhir di Taman Bustanussalatin, Kota Banda Aceh.

Kepala SMA Negeri 10 Fajar Harapan, Dr Anwar MEd kepada media ini, Rabu (20/8) mengatakan, tema yang diangkat oleh sekolah yang ia pimpin pada karnaval kali ini adalah “Bersatu dalam Perbedaan. Maju Bersama untuk Indonesia Jaya dalam Pelukan Bhinneka Tunggal Ika.”

Kata Anwar, hal ini selaras dengan berbagai keberagaman pakaian adat nusantara yang ditampilkan oleh para siswa pada acara tersebut, seperti baju adat Medan Maidailing, Batak Karo, Riau, dan berbagai baju adat dari seluruh pulau Sumatera lainnya.

“Para siswa juga menggunakan pakaian adat dari Jawa, Bali, Madura, Sunda, Dayak, Banjarmasin, Toraja, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur dan Papua,” sebut Anwar.

Sementara dari Aceh, pakaian adat yang diangkat pada pawai kali ini adalah pakaian adat Aceh, Gayo dan Aceh Tenggara.

Selain itu ujar Anwar, ada dua ikon megah yang diperagakan oleh dua orang siswa-siswi SMA Negeri 10 Fajar Harapan Unggul Garuda Transformasi, yaitu ikon Burung Garuda oleh Alundra Farras Assyadid dan ikon Rumoh Aceh oleh Cut Zalfa Safira.

“Kedua ikon ini menunjukkan persatuan adat kebudayaan Aceh dengan Kebhinnekaan Nusantara di bawah naungan Burung Garuda,” ungkap Anwar.

Kepala sekolah menjelaskan, selain menampilkan pakaian adat, para siswa-siswi sekolah Unggul Garuda Transformasi tersebut juga mendapat kesempatan untuk menampilkan Tari Kreasi Medley Nusantara di depan Pendopo Gubernur Aceh.

Anwar menuturkan, penampilan yang merupakan hasil koreografi dari guru sekolah ini yakni, Yulidar SPd dengan iringan musik oleh Ibkar SPd berhasil memukau para juri dan penonton.

Ia mengungkapkan, rasa bangga atas keberhasilan siswa-siswi dalam meraih penghargaan tersebut keluar sebagai juara pertama.

“SMA Negeri 10 Fajar Harapan sudah empat tahun berturut-turut mendapatkan juara pertama pawai karnaval peringatan HUT Kemerdekaan RI sebagai juara bertahan sejak tahun 2022,” tuturnya.

Anwar juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi guru Seni dan Budaya, Yulidar SPd dalam melatih dan membimbing siswa siang dan malam, sehingga berhasil meraih kembali juara pertama pada salah satu ajang terbaik tahun ini.(*)

read more
Berita Terkini

Wah Keren! Upacara HUT RI di SMAN 1 Matangkuli Serasa di Tingkat Nasional

Aceh Utara – Suasana berbeda terasa di lapangan SMAN 1 Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Minggu 17/08/2025. Upacara bendera dalam rangka HUT RI ke-80 yang biasanya berlangsung sederhana, kali ini menghadirkan nuansa layaknya upacara kenegaraan di tingkat nasional.

Sejak pagi, siswa, guru, hingga tenaga kependidikan tampak berbaris rapi dengan balutan pakaian adat dari berbagai daerah Nusantara. Perpaduan warna-warni busana tradisional membuat suasana upacara semakin meriah sekaligus menghadirkan pesan kuat tentang kebhinekaan.

Puncak momen terasa saat pasukan pengibar bendera memasuki lapangan. Dengan formasi 45—yang umumnya digunakan dalam upacara resmi kenegaraan—mereka tampil percaya diri, kompak, dan penuh wibawa. Sorak kagum pun tak terbendung ketika Sang Saka Merah Putih berkibar megah diiringi lantunan lagu kebangsaan.

Kepala SMAN 1 Matangkuli, Khairuddin, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi semangat seluruh warga sekolah yang berhasil menghadirkan inovasi dalam kegiatan rutin setiap tahun tersebut.

“Upacara bendera di sekolah tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan formal belaka. Dengan semangat guru dan siswa, kita bisa menampilkan sesuatu yang berbeda, menarik, dan tetap khidmat. Inovasi ini lahir dari keinginan bersama agar siswa lebih mencintai tanah air serta menghargai budaya bangsa,” ujarnya.

Menurut Khairuddin, pemakaian pakaian adat bukan sekadar seremonial, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter. Siswa diajak untuk mengenal dan menghargai keberagaman budaya tanpa harus keluar dari lingkungan sekolah.

Para siswa pun mengaku bangga bisa ikut serta dalam upacara yang penuh makna ini. Bagi mereka, kesempatan mengenakan pakaian adat dan merasakan vibes upacara seperti di Istana Negara menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Dengan konsep unik tersebut, SMAN 1 Matangkuli berhasil membuktikan bahwa upacara bukan sekadar rutinitas semata, melainkan momentum penting untuk menanamkan disiplin, kebanggaan, serta rasa cinta tanah air di hati generasi muda.

read more
Berita Terkini

POP Mandiri YPMIPA Bersama USK: Kolaborasi Membangun Deep Learning Lewat RME

POP Mandiri YPMIPA Bersama USK: Kolaborasi Membangun Deep Learning Lewat RME

Banda Aceh — Kegiatan Program Organisasi Penggerak (POP) Mandiri yang digagas oleh Yayasan Pembina Matematika dan IPA (YPMIPA) Wilayah Aceh bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (USK) resmi ditutup dalam suasana hangat dan penuh makna di SD Negeri 57 Kota Banda Aceh, Jumat, 20 Juni 2025. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pengabdian yang telah berlangsung sejak 14 Januari 2025 dan bertujuan membangun pembelajaran mendalam (deep learning) melalui pendekatan Realistic Mathematics Education (RME).

Acara penutupan diawali dengan sambutan dari Ketua Pusat Riset dan Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PRP-PMRI) USK sekaligus ketua pelaksana program, Prof. Rahmah Johar, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para guru selama enam bulan pelaksanaan program. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya menyampaikan teori, tetapi lebih pada praktik langsung di kelas serta pendampingan konkret untuk meningkatkan keterampilan pedagogis para guru.

“Kami melibatkan 14 dosen dari Prodi Pendidikan Matematika dan PGSD USK. Harapannya, hasil dari pelatihan ini bisa diimplementasikan secara berkelanjutan di ruang-ruang kelas,” ujar Prof. Rahmah.

Hal senada juga disampaikan oleh Dra. Tuti Zubaidah, Bendahara PRP-PMRI USK yang juga aktif dalam kegiatan pengabdian ini. Ia menuturkan bahwa seluruh guru peserta tampak antusias dalam menerapkan pembelajaran inovatif berbasis RME dan teknologi. “Prinsip pembelajaran mendalam seperti meaningful learning, mindful learning, dan joyful learning sangat ditekankan dalam program ini,” ujarnya. Berdasarkan penilaian terhadap keterlibatan dan refleksi guru, sertifikat penghargaan diberikan dengan kategori guru inovatif, kreatif, responsif, dedikatif, dan reflektif.

Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh Ketua Umum YPMIPA, Prof. Dr. Darhim dari UPI Bandung, yang diwakili oleh Bendahara YPMIPA, Ibu Martha Metrica. Ia mengapresiasi Koordinator YPMIPA Wilayah Aceh, Prof. Rahmah Johar, atas pelaksanaan program yang lengkap meliputi pembelajaran RME pada materi bilangan, geometri, penyajian data, serta penggunaan teknologi dan soal berorientasi HOTS. Ia berharap program POP Mandiri ini dapat menjadi pelengkap dari program pemerintah melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

Kepala SD Negeri 57 Banda Aceh, Bapak Hamdani, S.Pd., M.Pd., turut menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, program ini memberikan pengalaman yang berbeda karena para guru mendapatkan pendampingan individual dari para dosen pengabdi. “Mereka mendampingi guru dengan sabar dan memberi ruang bertanya serta berefleksi. Ini adalah bentuk pembinaan yang sangat bermakna,” ucapnya. Ia berharap kerja sama ini tidak berhenti di sini, melainkan berlanjut ke kolaborasi yang lebih luas di masa depan.

Penutupan kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara USK dan pihak sekolah sebagai komitmen untuk memperkuat kerja sama dalam peningkatan kualitas pendidikan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian sertifikat kepada peserta pelatihan dan sesi foto bersama sebagai bentuk penghargaan dan dokumentasi keberhasilan program.

Dukungan juga datang dari Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, yang melihat bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah ini mampu menciptakan perubahan positif di dunia pendidikan, khususnya dalam peningkatan literasi numerasi dan pemanfaatan teknologi pembelajaran yang kontekstual.

Program POP Mandiri YPMIPA bersama USK membuktikan bahwa pendidikan bermakna dapat tumbuh kuat melalui kolaborasi yang solid antara akademisi dan praktisi di lapangan.

read more
Berita Terkini

SDIT Azkiya Luncurkan Buku Antologi Cerpen “Siapa Kita?” Karya Siswa Angkatan X

Bireuen – SDIT Azkiya Bireuen kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi sejak dini. Dalam rangkaian acara Tasyakur Wal Ikhtitam Angkatan X yang berlangsung pada Senin (16/06/2025) meluncurkan buku antologi cerpen berjudul “Siapa Kita?”, hasil karya 45 siswa kelas VI tahun pelajaran 2024–2025.

Kepala SDIT Azkiya, Wildanum, S.Pd, kepada media ini menyebutkan bahwa acara ini digelar di Gedung Serba Guna SDIT Azkiya.

“Kegiatannya berlangsung khidmat sekaligus meriah, dihadiri oleh 91 siswa Angkatan X yang akan dilepas, orang tua wali murid, serta seluruh dewan guru”, sebut Wilda

Ia juga menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap capaian literasi siswa.

“Buku Siapa Kita? ini bukan hanya kumpulan cerpen, tetapi sebuah potret keberagaman pikiran dan karakter anak-anak kita. Ini adalah bukti bahwa sejak usia dini, mereka mampu menuangkan ide, perasaan, dan imajinasi ke dalam bentuk tulisan yang bermakna,” ujar Wilda.

Ia juga menegaskan bahwa program penulisan buku antologi ini merupakan agenda tahunan sekolah yang telah berjalan selama empat tahun terakhir.

“Kami ingin menanamkan semangat menulis sejak dini. Menulis itu bukan hanya keterampilan bahasa, tapi juga keterampilan berpikir dan menyampaikan gagasan secara utuh. Buku ini adalah media mereka untuk bicara, mengenal diri, dan tumbuh,” lanjutnya.

Sementara itu, guru Bahasa Indonesia SDIT Azkiya sekaligus pembimbing proyek penulisan, Nurul Izzati, S.Pd, menjelaskan bahwa proses kreatif penyusunan buku dilakukan dalam kurun waktu lebih dari satu semester.

“Buku ini kita siapkan sekitar enam bulan lebih, mulai dari tahap eksplorasi ide, latihan menulis, penyuntingan, hingga penerbitan”, ujar Nurul

“Judul Siapa Kita? kami pilih karena tulisan-tulisan di dalamnya benar-benar merepresentasikan siapa anak-anak ini—unik, penuh warna, penuh tanya, tapi juga kaya makna—. Cerpen-cerpen mereka bukan sekadar fiksi, tapi refleksi dari apa yang mereka alami, pikirkan, dan bayangkan,” sambung Nurul.

Ia juga menambahkan bahwa setiap siswa memiliki gaya penulisan yang khas.

“Ada yang menulis dengan gaya humor, ada yang puitis, ada yang berbau misteri, bahkan ada yang seperti wartawan. Inilah bukti bahwa potensi literasi anak-anak sangat luas jika diberi ruang dan bimbingan yang tepat,” jelasnya.

Salah satu siswa penulis, Amira Shaffal Atqiya, mengaku senang dan bangga tulisannya bisa diterbitkan dalam sebuah buku.

“Awalnya saya ragu bisa nulis cerita sampai selesai. Tapi karena terus dilatih dan dibimbing, akhirnya bisa juga. Rasanya senang sekali waktu tahu nama saya tercetak di buku,” kata Amira.

Sementara itu, perwakilan orang tua, Safriana, ST, mengapresiasi langkah sekolah yang konsisten mendorong literasi anak.

“Program ini sangat luar biasa. Kami sebagai orang tua merasa bangga dan terharu melihat anak-anak bisa punya karya tulis sendiri sejak usia SD. Ini bukan hanya mendidik keterampilan menulis, tapi juga membentuk kepercayaan diri dan kecintaan terhadap ilmu,” ujar Safriana.

Lebih lanjut Safriana menyebutkan bahwa peluncuran buku ini menjadi bagian penting yang tidak hanya melepas siswa secara seremonial, tetapi juga meninggalkan warisan karya yang dapat dibaca oleh generasi berikutnya.

“Dengan semangat literasi yang terus dijaga, kami berharap buku “Siapa Kita?” bisa menjadi inspirasi bagi siswa lain di masa mendatang untuk terus berkarya, menulis, dan mengekspresikan diri secara positif”, tutupnya

read more
Berita Terkini

Mengenal NPD: Di Balik Topeng Kepercayaan Diri yang Menyesatkan

Dirangkum oleh : Fitriadi, M.Pd

Dalam kehidupan modern yang penuh tuntutan akan pencapaian dan pengakuan, kita makin sering mendengar istilah narsistik. Kata ini kini akrab digunakan untuk menyindir orang yang terlalu sering mengunggah foto selfie, membanggakan pencapaian pribadi, atau senang menjadi pusat perhatian. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa di balik perilaku tersebut bisa tersembunyi sesuatu yang jauh lebih kompleks: Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau Gangguan Kepribadian Narsistik.

Apa Itu NPD?

NPD adalah salah satu jenis gangguan kepribadian dalam klasifikasi psikologi modern. Penderitanya menunjukkan pola pikir dan perilaku yang ditandai oleh perasaan superior yang ekstrem, kebutuhan konstan akan pujian dan kekaguman, serta ketidakmampuan untuk memahami atau peduli terhadap perasaan orang lain. Mereka tampak sangat percaya diri di luar, namun sebenarnya menyimpan harga diri yang rapuh dan sangat sensitif terhadap kritik.

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), NPD masuk dalam kategori gangguan kepribadian kelompok B, bersama dengan gangguan antisosial, borderline, dan histrionik. Gejalanya mencakup ilusi kehebatan, obsesi terhadap kesuksesan, eksploitasi terhadap orang lain, hingga rasa iri yang tersembunyi di balik sikap angkuh.

Citra yang Menipu

Salah satu tantangan terbesar dalam mengenali NPD adalah kemampuannya menyembunyikan luka batin di balik pesona dan karisma. Banyak penderita NPD memiliki kecerdasan sosial yang tinggi, fasih berbicara, dan tampak meyakinkan. Mereka bisa menjadi pemimpin, artis, atau tokoh publik yang dikagumi. Tapi dalam hubungan personal, mereka sering memanipulasi, merendahkan, atau menyalahkan orang lain untuk melindungi egonya.

Hubungan dengan penderita NPD seringkali melelahkan secara emosional. Pasangan, teman, atau rekan kerja mereka bisa mengalami kebingungan, frustasi, bahkan kehilangan rasa percaya diri akibat perlakuan yang tidak konsisten: satu saat disanjung, di saat lain diabaikan atau direndahkan.

Mengapa NPD Terbentuk?

Penyebab NPD tidak sepenuhnya diketahui, namun para ahli menduga ada kombinasi antara faktor genetik, pola asuh, dan pengalaman masa kecil. Anak yang tumbuh dalam lingkungan yang terlalu memuja atau justru terlalu menuntut, bisa mengembangkan mekanisme perlindungan diri berupa narsisme. Mereka belajar untuk menyembunyikan rasa takut dan tidak aman dengan membangun citra diri yang sempurna.

Bukan Sekadar Sifat Buruk

Penting untuk dibedakan bahwa NPD bukan sekadar ‘sifat jelek’ atau bentuk kesombongan biasa. Ini adalah gangguan mental yang dapat mengganggu fungsi sosial, pekerjaan, dan emosional penderitanya. Banyak dari mereka merasa kesepian, mudah marah, atau mengalami depresi ketika citra diri mereka terguncang. Meski tampak kuat, mereka sangat rapuh di dalam.

Bisa Disembuhkan?

Meskipun sulit, NPD bisa ditangani dengan pendekatan psikoterapi jangka panjang, terutama terapi perilaku dan terapi psikodinamik. Tantangan terbesarnya adalah kesediaan penderita untuk mengakui bahwa mereka punya masalah—karena mereka sering menyangkal atau merasa tidak perlu dibantu.

Dukungan lingkungan, pemahaman dari keluarga, dan penanganan profesional sangat penting untuk membantu penderita membangun kembali harga diri yang sehat dan memperbaiki pola hubungan mereka.

Kesadaran Adalah Kunci

Di tengah masyarakat yang makin kompetitif dan narsistik secara budaya—dari media sosial hingga tekanan untuk selalu “tampil sukses”—kita perlu meningkatkan kesadaran tentang gangguan seperti NPD. Ini bukan sekadar istilah psikologi, tapi masalah nyata yang memengaruhi banyak orang, baik penderitanya maupun orang-orang di sekitarnya.

Dengan mengenali tanda-tandanya lebih awal dan menanggapi dengan empati, kita bisa membantu membuka jalan menuju penyembuhan dan hubungan yang lebih sehat. Karena sejatinya, kekuatan bukan terletak pada pencitraan, tapi pada kemampuan untuk mengenal dan menerima diri apa adanya.

read more
Berita Terkini

Jumat Penuh Berkah di SMKN 1 Julok, Tradisi Mulia yang Tak Pernah Putus

Aceh Timur – SMKN 1 Julok terus menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan karakter mulia kepada para siswanya melalui program rutin “Jumat Berkah, Jumat Bersedekah” yang digelar setiap hari Jumat di Aula Bahrul Ilmi.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (16/5/2025) ini diawali dengan pengajian bersama yang diikuti oleh seluruh siswa dan dewan guru. Tema yang diangkat kali ini adalah “Adab Menuntut Ilmu” yang disampaikan oleh Fitriani, S.Pd.I, salah satu guru di sekolah tersebut.

Dalam ceramahnya, Fitriani menekankan pentingnya sikap hormat kepada guru dalam proses menuntut ilmu. Ia menyebutkan beberapa adab yang perlu dijaga oleh siswa, seperti tidak membantah guru, berkhidmat kepada guru agar ilmu menjadi berkah, dan menyalami guru seusai majelis ilmu sebagai bentuk penghormatan.

“Menyalami guru bukanlah hal yang merendahkan martabat murid, justru menjadi simbol kerendahan hati dan rasa hormat. Tentunya tetap memperhatikan syariat – siswi bersalaman dengan guru perempuan, dan siswa dengan guru laki-laki,” jelasnya.

Setelah pengajian, kegiatan dilanjutkan dengan makan dan minum bersama, yang juga telah menjadi tradisi sekolah selama lebih dari tiga tahun. Kepala SMKN 1 Julok, Faisal, ST., M.Pd., menjelaskan bahwa makanan dan minuman tersebut berasal dari sumbangan para guru secara bergilir setiap minggunya.

“Alhamdulillah, program ini sudah berjalan sekitar tiga tahun. Kami sangat bersyukur karena para guru secara sukarela menyumbang setiap pekan. Ke depan, kami juga berharap lebih banyak siswa yang ikut ambil bagian dalam program ini,” ujar Faisal.

Ia menambahkan bahwa sekolah membuka kesempatan seluas-luasnya kepada siapa pun yang ingin berpartisipasi atau menyumbang demi keberlanjutan kegiatan ini.

“Kami terbuka kepada siapa pun yang ingin berkontribusi. Semoga program ini menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat,” tutupnya.

Program “Jumat Berkah, Jumat Bersedekah” menjadi salah satu upaya SMKN 1 Julok dalam membentuk karakter religius, berbudi pekerti, serta membudayakan semangat sedekah dan gotong royong di kalangan siswa sejak dini.

read more
Berita Terkini

Kembangkan Pembinaan Atlet, SMP Unggul Calang Kunjungi SMAKON Aceh

Banda Aceh – Sebanyak 62 peserta terdiri dari 50 orang siswa, 11 orang guru, dan 1 Kepa SMP Unggul Calang Kabupaten Aceh Jaya melakukan kunjungan silaturrahmi ke SMA Negeri Keberkatan Olah Raga (SMAKON) Aceh, Sabtu 10/5/2025).

Kepala SMP Negeri Unggul Calang, Viza Suhanna SPd MTSOL kepada media ini, Senin (12/5) mengatakan, kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara kedua sekolah dan menggali informasi mengenai pembinaan atlet di SMAKON Aceh.

Kata Viza, selama 4 tahun, lulusan pelajar dari SMP Unggul Calang telah diterima di SMAKON Aceh dikenal sebagai sekolah unggulan dalam bidang olahraga.

Hal ini menjadi alasan kuat bagi SMP Unggul Calang untuk belajar lebih dalam mengenai sistem pembinaan atlet yang diterapkan pada SMAKON Aceh.

“Diharapkan dari kunjungan ini kami dapat belajar bagaimana SMAKON Aceh membina para atletnya. Karena di SMP Unggul Calang kami juga memiliki beberapa cabang olahraga yang dibina dalam kegiatan ekskul sekolah,“ ujar Viza.

Dijelaskannya, para peserta kunjungan disambut hangat oleh Kepala SMAKON Aceh, Ahfas, dan Plt Kepala Bidang Pembibitan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Aceh, Mardani, Koordinator Pelatih SMAKON Aceh, Harry Parulian, serta para pelatih SMAKON Aceh dari berbagai cabang olahraga.

Kemudian Viza mengungkapkan, acara dimulai dengan sambutan dari Kepala SMAKON Aceh menyampaikan, apresiasi atas kunjungan ini dan berharap dapat saling bertukar informasi serta pengalaman.

Setelah sambutan, para peserta diajak untuk melihat langsung fasilitas dan kegiatan pembinaan atlet di SMAKON Aceh.

Lebih lanjut sambung Viza, tujuan dari kunjungan ini adalah untuk menjalin silaturrahmi antara SMP Negeri Unggul Calang dan SMAKON Aceh, serta untuk mempelajari lebih dalam mengenai sistem pembinaan atlet yang diterapkan di SMAKON Aceh.

“Semoga informasi yang diperoleh dapat diterapkan di SMP Negeri Unggul Calang untuk meningkatkan kualitas pembinaan olahraga di sekolah kami,” imbuh wanita lulusan S-2 di Australia ini.

Ia megharapkan, hubungan antara SMP Unggul Calang dan SMAKON Aceh dapat terus terjalin dengan baik, dan kedua sekolah dapat saling mendukung dalam mencetak atlet berprestasi yang tidak hanya unggul di bidang olahraga, tetapi juga di bidang akademik.

Sementara itu Kepala SMAKON Aceh, Ahfas SPdI MPd menuturkan, sekolah ini memiliki berbagai program unggulan dalam pembinaan atlet, seperti pelatihan intensif, evaluasi rutin, dan dukungan fasilitas yang memadai.

Selain itu sebut Ahfas, SMAKON Aceh juga aktif mengadakan kegiatan motivasi dan pengembangan karakter bagi siswa.

Bahkan ditambahkannya, para atlet di sekolah ini sering meraih prestasi kejuaran baik di tingkat provinsi nasional, maupun internasional.(*)

read more
1 2 3 4 56
Page 2 of 56