Europa, Bulan Planet Jupiter Karakteristik Serupa Bumi

Jaringanpelajaraceh.com – Para ilmuwan menemukan bahwa bulan Planet Jupiter, Europa memiliki karakteristik yang serupa dengan Bumi yakni terdapatnya lempeng tektonik. Temuan lempeng tektonik itu dianggap sebagai penanda Europa yang mungkin bisa dihuni oleh kehidupan asing.Europa

Peneliti mengatakan temuan di pada Eurora merupakan pertama kalinya aktivitas geologi seperti Bumi yang ditemukan di Tata Surya, diberitakan Daily Mail, Rabu 10 September 2014.

Untuk melihat karakteristik bulan Jupiter itu, Ahli Geologi Planet Universitas Idaho, Simon Kattenhorn dan Louise Prockter, Laboratorium Fisika Terapan Universitas Johns Hopkins di Maryland, Amerika Serikat, melihatnya dengan bantuan dari gambar yang telah diambil oleh satelit NASA, Galileo, di awal tahun 2000-an.

Dengan bantuan satelit tersebut, ilmuwan merasa terbantu untuk menguak teka-teki gumpalan uap air yang meletus di Europa bagian selatan. Peneliti memiliki bukti visual dari kejauhan tanpa harus mendarat ke permukaan.

Permukaan Europa disebutkan lebih sedikit berbeda dengan Bumi, yang mana dipenuhi oleh celah-celah dan pegunungan. Selain itu, banyak bagian dari permukaan Europa memiliki lebar puluhan mil.

“Kami telah bingung selama bertahun-tahun tentang bagaimana semua medan baru ini bisa terbentuk, tapi kami tahu bagaimana itu ditampung. Akhirnya kami pikir, kami telah menemukan jawabannya,” ujar Prockter.

Berpotensi Layak Huni

Para ilmuwan tersebut mempelajari Europa tentang gambaran pada permukaannya sebelum terjadi gangguan. Setelah diamati, mereka menemukan lebih dari 12 ribu mil persegi (hampir 20 ribu km persegi) dari permukaan daerah utara Europa hilang.

Bukti lebih lanjut lagi, ilmuwan mengatakan adanya fenomena permukaan yang telah pindah di bawah permukaan lainnya, hal ini mirip yang terjadi di Bumi.

Banyak ilmuwan selain Prockter dan Kattenhorn, mengungkapkan bahwa lempeng tektonik merupakan bagian dari kehidupan revolusi di Bumi, yang mana hal tersebut bisa menghasilkan nutrisi dan menstabilkan iklim di bumi.

“Penemuan ini tidak hanya membuat menjadi salah satu paling menarik secara geologis dalam tata surya. Itu merupakan sebuah proses dalam Europa yang memiliki potensi signifikan sebagai planet layak dihuni,” ujar Kattenhorn.

Sumber: vivanews.com | Ilustrasi Google