close

fitriadi

Berita Terkini

Kadisdik Aceh Dorong Kepala Sekolah untuk Memperkuat Pendidikan di Aceh

BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM, dengan tegas mendorong para kepala sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh.

Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan monsolidasi dan penguatan kinerja Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se-Aceh yang berlangsung di Gedung Serbaguna Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banda Aceh – Aceh Besar, Selasa (13/6/2023).

Dalam sambutannya, Kadisdik Aceh menekankan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh para Kepala Sekolah.

Alhudri mengajak mereka untuk saling bekerja sama dalam memperbaiki kelemahan dan mengukur kinerja dengan objektif.

Kadisdik juga mengingatkan agar tidak terbentuk kelompok-kelompok yang memecah belah dalam membangun pendidikan Aceh, tetapi mengajak semua pihak untuk bersatu dan kompak.

Salah satu poin yang ditekankan oleh Kadisdik adalah pentingnya supervisi terhadap guru di setiap satuan pendidikan.

Ia meminta kepala sekolah untuk aktif melakukan pengawasan dan menghindari terjadinya konflik antara guru dengan guru atau kepala sekolah.

“Kita harus menghormati guru sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi penerus bangsa. Tidak ada tempat untuk penghinaan atau perlakuan yang merendahkan mereka,” tegas Alhudri.

Terkait pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Kadisdik menegaskan agar dilakukan dengan baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Katanya, penggunaan dana tersebut harus transparan dan akuntabel demi keberhasilan program pendidikan di Aceh.

Dalam upaya menjaga manajemen sekolah yang baik, Kadisdik meminta agar kepala sekolah mengisi dan mengelola data pokok pendidikan (Dapodik) dengan baik sesuai dengan kebutuhan.

Alhudri juga menekankan pentingnya pengawasan yang baik terhadap pelaksanaan program-program pendidikan di setiap sekolah.

Lebih lanjut, Kadisdik mendorong pelaksanaan Program Bersih Estetis dan Indah (BEREH) di setiap sekolah.

“Kebersihan adalah setengah dari iman, dan dengan menjaga kebersihan lingkungan sekolah, kita dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif,” ucap Alhudri.

Sebagai penutup, Kadisdik menekankan pentingnya kesetiaan dan loyalitas dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.

Kadisdik yang juga Pj Bupati Gayo Lues mengingatkan seluruh peserta bahwa hal ini merupakan amanah dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

“Diharapkan semoga pesan-pesan yang disampaikan disampaikan tadi dapat menjadi motivasi bagi para kepala sekolah dalam membangun pendidikan yang lebih baik di Aceh,” pinta Alhudri.

Sementara itu, Ketua MKKS SMS Provinisi Aceh, Muhibbul Khibri MPd menyampaikan, rapat koordinasi ini dihadiri 70 orang Kepala SMA se-Aceh ditambah pengurus MKKS SMA yang berada di Banda Aceh, totalnya 80 orang peserta.

“Kegiatan ini disamping merumuskan program MKKS juga diberikan penguatan MKKS dengan melibatkan narasumber dari Inspektorat Aceh, Bappeda Aceh dan PWI Aceh,” kata Muhibbul.

Dikatakannya, rapat koordinasi yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan untuk penguatan MKKS SMA se-Aceh yang merupakan program untuk bersinergi dalam membangun kebersamaan dan penguatan kompetensi MKKS seluruh Aceh.

Kita terus berupaya berkoordinasi dan bermitra untuk pendidikan Aceh yang lebih hebat, saatnya kita berkolaborasi menjawab tantangan pendidikan dengan mengedepankan solusi bijak bersama pengurus MKKS SMA.

“Kegiatan ini sangat penting dalam rangka penguatan dan pengembangan kompetensi kepala sekolah, seterusnya diadopsi di kabupaten/kota dalam rangka pengembangan sekolah yang kompetitif,” ungkap Muhibbul.(*)

Penulis : Baihaki

read more
Berita Terkini

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Vokasi Pertanian, SMK-PP Negeri Saree Kerjasama dengan SMK-PP Negeri Padang

PADANG – SMK-PP Negeri Saree Kabupaten Aceh Besar terus melakukan upaya peningkatan kualitas pendidikan vokasi pertanian, maka untuk tercapainya tujuan ifu dilakukan kerjasama dengan berbagai stakeholder baik dalam maupun di luar provinsi Aceh.

Kali ini SMK-PP Negeri Saree melakukan kerjasama dengan SMK-PP Negeri Padang dengan melakukan nota kesepahaman atau Memorandum of Understansing (MoU) di aula sekolah setempat, Senin (12/6/2023).

Perjanjian kerjasama ini ditandatangani oleh Kepala SMK-PP Negeri Saree, Muhammad Amin SP MP dan Kepala SMK-PP Negeri Padang, Edwin MPd.T.

Kepala SMK-PP Negeri Saree, Muhammad Amin MP, Senin (12/6) mengatakan, penandatanganan MoU ini dilakukan di sela kegiatan Penas XVI Petani Nelayan yang sedang diikuti oleh tim SMK-PP Negeri Saree.

“Kerjasama ini merupakan salah satu upaya sekolah untuk terus membuka jejaring dengan berbagai lembaga atau instansi pendidikan vokasi pertanian dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di SMK- PP Negeri Saree,” kata Amin.

Dikatakannya, penandatanganan MoU ini turut disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumatera Barat, Drs Barlius MM yang hadir ke SMK-PP Negeri Padang.

Kadisdik Sumatera Barat hadir dalam rangka membuka kegiatan In House Training (IHT) Penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) bagi SMK Pusat Keunggulan.

Lebih lanjut Amin menyebutkan, dalam kesempatan itu, tujuh orang guru SMK-PP Negeri Saree menjadi peserta IHT.

“Program IHT IKM ini menjadi hal yang penting dilaksanakan dan diikuti oleh para guru kedua sekolah ini. Karena kedua itu merupakan SMK yang melaksanakan program SMK Pusat Keunggulan,” ujar Amin.

Selanjutnya, kerjasama yang telah disepakati akan difokuskan pada pengembangan keilmuan dan teknologi serta sumber daya manusia melalui program pendidikan dan pelatihan, pengajaran, penguatan kurikukum IKM.

Kemudian praktek kerja lapangan bagi siswa, magang alumni, field trip, study banding, serta penguatan kelembagaan dengan membuka kompetensi keahlian lanskap dan pertamanan.

Oleh sebab itu, ucapnya, SMK-PP Negeri Saree merasa bersyukur dapat bekerjasama dengan SMK PP Negeri Padang, yang mana telah membuka dan menjalankan kompetensi keahlian lanskap dan pertanaman ini.

“Sehingga kita bisa belajar, bekerjasama dan berkolaborasi lebih intens untuk pembukaan konsentrasi keahlian tersebut di SMK-PP Negeri Saree,” ungkap Amin.(*)

read more
Berita Terkini

SMK-PP Negeri Saree Aceh Besar Ikut PENAS XVI 2023 di Kota Padang

PADANG – Sebanyak 21 orang guru dan peserta didik SMK-PP Negeri Saree, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh mengikuti kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan ke XVI di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat berlangsung pada tanggal 10 sampai 15 Juni 2023.

Rombongan SMK-PP Negeri Saree tergabung dalam kontingen Penas Provinsi Aceh di bawah koordinasi Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

Untuk Penas ini, kontingen Aceh terdiri atas 773 peserta terbagi dalam 3 kelompok yakni, peserta utama, pendamping dan peninjau.

Kepala SMK-PP Negeri Saree Muhammad Amin yang sedang berada di Padang, Minggu (11/6/2023) melalui telphon seluler menyampaikan, Penas ke XVI dihadiri lebih kurang 40 ribu petani nelayan se-Indonesia.

Kata Amin, Penas ke-XVI mengangkat tema “Memantapkan Penguatan Potensi dan Posisi Tawar Komoditi Lokal Untuk Mewujudkan Kemandirian Pangan Berkelanjutan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045” di buka oleh Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto secara virtual.

“Penas ini meliputi berbagai kegiatan seperti, rembuk utama, gelar inovasi teknologi pertanian, lomba ketangkasan petani nelayan, pameran serta expo pertanian dari seluruh kabupaten/provinsi Indonesia dan industri pertanian, gita nusantara, pergelaran seni budaya nusantara, sertaberbagai kegiatan lainnya,” sebutnya.

Kepala SMK-PP Negeri Saree menyampaikan, ia sengaja membawa guru dan siswa untuk ikut kegiatan Penas ini dalam rangka memberi kesempatan kepada pendidikan dan peserta didik untuk melihat secara langsung perkembangan teknologi dan inovasi dunia pertanian.

Harapannya, ilmu dan pengalaman yang di dapat selama kegiatan Penas ini dapat disampaikan kepada teman sejawat dan peserta didik lain di sekolah saat kembali ke Saree.

“Cukup banyak informasi yang bisa di dapati oleh peserta dari Aceh di berbagai stand yang ada di lokasi Penas ini,” ujarnya.

Kesempatan ini mesti dimanfaatkan sebaik mungkin oleh peserta, karena tidak banyak guru dan peserta didik yang bisa hadir dalam kegiatan Penas yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali.

Lebih lanjut Amin menjelaskan, selain hadir sebagai peninjau, tim SMK-PP Negeri Saree juga terlibat dalam mengisi stand pameran Aceh dengan berbagai produk hasil produksi sekolah.

Disebutkannya yang ditampilkan, parfum dari lemon, buah lemon, kopi hijau, kopi arabica, serbuk jahe instan, telur ayam arab, dan produk lainnya.

Disamping itu ungkapnya, tim penari dari Sanggar Tari Taruna Bumi SMK-PP Negeri ikut tampil dalam pergelaran seni budaya dan gita nusantara di panggung utama Penas.

“Semoga dengan ikut kegiatan Penas ini memberi motivasi bagi pendidik dan peserta didik dalam meningkatkan kompetensi bidang pertanian untuk mendukung berbagai program pemerintah dalam ketahanan pangan. Sampai jumpa di pergelaran Penas ke XVII tahun 2026 di Gorontalo,” pungkas Amin.(*)

read more
Berita Terkini

YPMIPA Wilayah Aceh Laksanakan Deseminasi dan Refleksi PMRI melalui Program Organisasi Penggerak

Banda Aceh – Program Organisasi Penggerak (POP) Kemdikbud melalui Yayasan Pembina Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (YPMIPA) wilayah Aceh, mengadakan kegiatan deseminasi dan refleksi terkait penerapan Pendidikan Matematika Realistik Indonesaia (PMRI). Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Grand Aceh pada Senin (29/5/2023), dibuka oleh Amiruddin, SPd., MPd, mewakili Kepala Disdikbud Kota Banda Aceh.

Kegiatan ini dihadiri oleh 22 peserta terdiri dari Perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh, Balai Guru Penggerak (BGP), pengawas, guru beserta kepsek SD binaan (SDN 69 dan SD IT Nurul Ishlah Banda Aceh), dan guru dari SDN 41 Banda Aceh dan SDN 33 Banda Aceh sebagai sekolah imbas.

Koordinator POP YPMIPA wilayah Aceh Prof. Dr. Rahmah Johar, MPd dalam laporannya menyampaikan kegiatan POP telah dilaksanakan sejak tahun 2021 sampai 2023 yang melibatkan guru kelas 1, 2, dan 3 SD IT Nurul Ishlah dan SD Negeri 69 Banda Aceh.

“Selama kegiatan ini guru-guru yang terlibat telah mengikuti berbagai kegiatan seperti pendampingan mengajar, workshop nasional, dan lomba tingkat nasional”, sebut Rahma Johar yang juga kepala Pusat Riset PMRI-USK.

Lanjutnya lagi, selama kegiatan POP guru telah menghasilkan karya terbaik seperti RPP satu halaman yang memuat lintasan belajar dalam bentuk gunung es, lembar kerja peserta didik (LKPD), Game, dan Video Pembelajaran.

“Banyak pengalaman selama pembelajaran juga ditulis dalam bentuk makalah yang sudah disubmit ke jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional”. sebut Rahma Johar.

Selanjutnya pada kegiatan itu, dipaparkan materi oleh Cut Khairunnisak, SPd., MSc terkait Pendidikan Matematika Realistik (Realistic Mathematics Education/RME), yang menyebutkan bahwa melalui RME guru merancang pembelajaran matematika yang diawali dengan masalah real (nyata) lalu secara bertahap siswa dibimbing untuk menemukan konsep matematika yang abstrak.

Pada kegiatan deseminasi dan refleksi ini guru-guru dari SD binaan secara bergantian juga mempresentasikan karya mereka sekaligus berbagi pengalaman best practice selama mengikuti kegiatan POP, yang didampingi oleh tim PRP-PMRI USK yaitu Prof. Rahmah Johar, MPd., Dr. Cut Morina Zubainur, MPd., Dra. Tuti Zubaidah, MPd., Cut Khairunnisak, SPd., MSc.

Sementara itu perwakilan dari Balai Guru Penggerak (BGP) Aceh menyarankan agar guru mendeseminasikan video pada Platform Merdeka Mengajar (PMM) melalui Guru Berbagi, yang nantinya menjadi bahan ajar bagi guru-guru di sekolah.

Di akhir kegiatan, pengawas dan guru-guru menyampaikan refleksi terkait kegiatan yang dilaksanakan. Pengawas berharap kegiatan POP terkait penerapan RME oleh YPMIPA jangan hanya dilaksanakan di dua sekolah saja, tetapi bisa diterapkan di sekolah lain.

read more
Berita Terkini

Alissia, Anak Yatim dari Simeulue Sabet Medali Emas di FLS2N Wakili Aceh ke Nasional

SINABANG – Alissia begitu nama panggilan sehari-hari, nama lengkapnya Alissia Ramadhani Arisandi, siswi kelas XI Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) SMK Negeri 1 Sinabang Kabupaten Simeulue.

Dia berhasil meraih juara satu di ajang Festival dan Literasi Seni Siswa FLS2N) 2023 jenjang SMK tingkat Provinsi Aceh.

Gelaran FLS2N itu dilaksanakan mulai dari tanggal 28 sampai 31 Mei 2023 berlangsung di Hotel Grand Syariah Kota Banda Aceh.

Pada malam penutupan yang di tutup langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs Alhudri MM, Rabu (31/5/2023).

Wajah Alissa matanya berkaca-kaca, ia seakan tak percaya saat dewan juri menyebut namanya sebagai juara satu cabang lomba cipta lagu di ajang FLS2N tingkat Provinsi Aceh.

Alissia merupakan seorang anak yatim dari pasangan Almarhum Rahmat Irwandi dan Kristina Dewi, berasal dari Desa Air Dingin Kecamatan Simeulue Timur.

Kepala SMK Negeri 1 Sinabang, Afdalisa Liharjo SE saat menghubungi media ini, Jum’at (2/6) mengatakan, siswanya keluar sebagai juara satu sekaligus menyabet medali emas pada ajang FLS2N di Banda Aceh.

Kata Afdal, ada 4 cabang lomba sekolahnya mengirimkan ke tingkat provinsi yakni, cipta lagu, tari kreasi, monolog dan vokal solo.

“Karena SMK Negeri 1 Sinabang berhasil meraih juara umum FLS2N tingkat Kabupaten Simeulue dan berhak mewakili 4 cabang lomba ke provinsi,” kata Afdal.

Dikatakannya, dari 4 cabang lomba itu, satu diantaranya meraih juara pertama pada cabang lomba cipta lagu atas nama, Alissia Ramadhani Arisandi.

“Alhamdulillah, ini prestasi yang membanggakan. Anak dari kepulauan jauh dari ibu kota Provinsi Aceh mampu bersaing dan bersanding dengan daerah lainnya,” ungkap Afdal.

Alissia adalah seorang anak yatim yang akan mewakili Aceh ke tingkat nasional. Dia pun berhasil meraih medali emas, sertifikat dan uang pembinaan sebesar Rp.6.000.000 dari Disdik Aceh.

Lebih lanjut Afdal menyampaikan, bagi siswa yang belum berhasil meraih juara jangan berkecil hati, karena kalian adalah duta terbaik dari sekolah dan daerah.

“Terima kasih saya ucapkan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Simeulue bersama jajarannya, pengawas sekolah dan guru pembimbing sehingga siswa mampu meraih prestasi,” ucap Afdal.

Kepala sekolah mengharapkan, dengan do’a seorang anak yatim dan do’a kita bersama, semoga Alissia mampu meraih juara nantinya sehingga mengharumkan nama Aceh di level nasional.

Semenata Kacabdisdik Wilayah Simeulue, Al Amin SPd MSi menyampaikan, selamat atas prestasi yang diraih Alissia Ramadhani Arisandi yang mampu menyisihkan peserta dari 22 kabupaten/kota lainnya di Aceh.

“Prestasi ini semua berkat usaha dan kegigihan Kepala SMK Negeri 1 Sinabang bersama para guru pembimbingnya. Selamat kepada Alissia, teruslah berlatih mempersiapkan diri untuk berlomba di tingkat nasional,” ungkapnya.

Al Amin mengharapkan, agar kepala sekolah dan guru pembimbing terus melatih Alissia agar nantinya mampu meraih prestasi di tingkat nasional.(*)

read more
Berita Terkini

Siswi SMKN 2 Meulaboh Sabet Medali Emas di FLS2N Tingkat Provinsi, Akan Wakili Aceh ke Nasional

BANDA ACEH – Festival dan Lomba Seni Siswa (FLS2N) 2023 tingkat Provinsi Aceh jenjang SMK resmi ditutup oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM di Hotel Grand Syariah, Kota Banda Aceh, Rabu malam (31/5/2023).

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut diikuti oleh 92 pelajar dari berbagai SMK di Aceh dengan beragam bidang lomba, seperti menyanyi solo, monolog, tari kreasi, dan cipta lagu.

Dalam sambutannya, Alhudri menyampaikan bahwa FLS2N merupakan ajang untuk menunjukkan bakat dan minat peserta didik SMK dalam bidang seni.

Seni adalah media untuk mengekspresikan rasa, emosi, dan pikiran manusia, serta menumbuhkan nilai-nilai estetika, kreativitas, dan daya cipta dalam kesenian.

“Dengan adanya kegiatan ini, kita berharap dapat memotivasi peserta didik SMK di Aceh untuk meningkatkan keterampilan seni,” ujar Alhudri.

Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Aceh melalui bidang pembinaan SMK menyelenggarakan FLS2N Tahun 2023.

Pada cabang lomba monolog FLS2N tingkat provinsi itu, siswi SMK Negeri 2 Meulaboh Kabupaten Aceh Barat berhasil menyabet medali emas.

Kepala SMK Negeri 2 Meulaboh, Tarmidhi S ST MSi kepada media ini mengatakan, siswinya berhasil meraih juara satu pada FLS2N cabang monolog sekaligus mewakili Aceh ke tingkat nasional.

“Khanza Awina, kelas X Jurusan Desain Permodelan dan Informasi Bangunan adalah nama siswi yang berhasil menyabet medali emas,” sebut Tarmidhi.

Awina merupakan salah seorang siswi berbakat dalam bidang monolog. Apalagi bakat itu diasuh oleh dua orang guru pembimbingnya yakni, Fani Faradina SPd dan Emidawati Siregar SPd.

“Berkat bimbingan dua orang guru inilah, akhirnya Awina mampu keluar sebagai juara satu yang menerima medali emas, sertifikat dan uang pembinaan sejumlah Rp.6.000.000,” ujarnya.

Lebih lanjut Tarmidhi menjelaskan, SMK Negeri 2 Meulaboh mengirimkan dua bidang lomba dalam ajang FLS2N yaitu, cabang lomba cipta lagu dan menolog

Sebab, ketika lomba FLS2N di tingkat Kabupaten Aceh Barat, SMK Negeri 2 mampu meraih juara satu di dua cabang lomba.

“Alhamdulillah cabang lomba monolog mampu keluar sebagai juara satu, dan prestasi ini sangat membanggakan bagi sekolah dan daerah,” ujarnya.

Kepala SMK Negeri 2 Meulaboh berharap kepada Awina teruslah berlatih di bawah asuhan dua orang guru pembimbinya untuk persiapan berlomba di tingkat nasional.

Semoga Awina mampu menorehkan prestasi, sehingga bisa mengharumkan nama Provinsi Aceh di level nasional.

“Terima kasih kepada Kepala Cabang Dinas Wilayah Aceh Barat, Abd Aziz SH MSi yang selama ini telah memotivasi guru dan siswa sehingga meraih prestasi yang gemilang,” ucap Tarmidhi.(*)

Penulis : Baihaki

read more
Berita Terkini

Tutup FLS2N SMK, Kadisdik Aceh Ajak Peserta Tingkatkan Keterampilan Seni

Banda Aceh – Festival Lomba Seni Siswa (FLS2N) tingkat SMK Tahun 2023 resmi ditutup oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM di Hotel Grand Syariah, Kota Banda Aceh, Rabu malam (32/5/2023).

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut diikuti oleh 92 pelajar dari berbagai SMK di Aceh dengan beragam bidang lomba, seperti menyanyi solo, monolog, tari kreasi, dan cipta lagu.

Dalam sambutannya, Alhudri menyampaikan bahwa FLS2N merupakan ajang untuk menunjukkan bakat dan minat peserta didik SMK dalam bidang seni.

Seni adalah media untuk mengekspresikan rasa, emosi, dan pikiran manusia, serta menumbuhkan nilai-nilai estetika, kreativitas, dan daya cipta dalam kesenian.

“Dengan adanya kegiatan ini, kita berharap dapat memotivasi peserta didik SMK di Aceh untuk meningkatkan keterampilan seni,” ujar Alhudri.

Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Aceh melalui bidang pembinaan SMK menyelenggarakan FLS2N Tahun 2023.

FLS2N tingkat SMK merupakan kegiatan tahunan yang di programkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan didukung sepenuhnya oleh Dinas Pendidikan Aceh.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melahirkan generasi muda yang kreatif dan inovatif, sehingga lulusan SMK di Aceh siap memasuki dunia kerja.

Selain itu, Alhudri juga menyebutkan bahwa FLS2N SMK Aceh dapat menjadi upaya penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik.

Hal ini bertujuan agar lulusan SMK memiliki kompetensi baik dalam hard skill maupun soft skill.

Peserta yang berpartisipasi dalam FLS2N ini juga diharapkan dapat mengembangkan kompetensi dalam bidang seni yang dapat menjadi bekal dalam industri jasa yang produktif dan bernilai ekonomi.

“Melalui latihan dan pengembangan seni, kreativitas dan ekspresi seni peserta didik dapat ditingkatkan, sekaligus memperkuat kepekaan, kepedulian, dan toleransi siswa SMK di Aceh,” ujarnya.

Alhudri juga mengucapkan penghargaan dan terima kasih kepada dewan juri, panitia, peserta didik, guru pendamping, dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini sehingga berjalan dengan baik.

“Pada kesempatan ini, kami mengucapkan selamat kepada para pemenang yang akan mewakili provinsi Aceh pada tingkat nasional,” ucapnya.

Alhudri berpesan, bagi yang belum berhasil meraih juara. Jangan berkecil hati, karena semua peserta merupakan yang terbaik dan telah mewakili daerah masing-masing,” ungkap Alhudri.

Sememtara iti, Kepala Bidang SMK Disdik Aceh, Dr Asbaruddin MEng menyampaikan, FLS2N diikuti oleh 92 siswa dan siswi dan 92 pendamping dengan berbagai bidang lomba, seperti menyanyi solo, monolog, tari kreasi, dan cipta lagu.

“Meskipun ada delapan bidang lomba dalam FLS2N tingkat nasional, Disdik Aceh hanya dapat menyelenggarakan empat cabang lomba pada tahun ini,” kata Asbaruddin.

Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat mereka untuk menjalankan kegiatan ini.

FLS2N yang berlangsung selama empat hari di fasilitasi oleh sejumlah juri dari kalangan akademisi dan seniman, serta panitia pelaksana Bidang Pembinaan SMK Disdik Aceh.

Para juara akan menerima uang pembinaan, sertifikat, dan medali sebagai penghargaan atas prestasi mereka.

Berikut adalah nama-nama pemenang FLS2N Tingkat Provinsi Tahun 2023:

Lomba Cipta Lagu :

1. Alissa Ramadhani Arisandi dari SMKN 1 Sinabang

2. Pocut Dwi Vannisa dari SMKN 3 Banda Aceh

3: Riqi Anugrah dari SMKN 1 Takengon

Lomba Menyanyi Solo :

1.Rahmawati Arsani dari SMKN 1 Takengon

2. Audia Marisa dari SMKN Sigl

3. Farah Rizkia Humaira dari SMKN 2 Banda Aceh

Lomba Tari Kreasi:

1. Fitriana Fazila dari SMKN Taman Fajar Aceh Timur

2. Zalva Zahia Putri Fikarika dari SMK 3 Banda Aceh

3. Muliana Syahfitri dari SMKN 1 Takengon, Aceh Tengah

Lomba Monolog:

1.Kansa` Awina dari SMKN 2 Meulaboh

2. Agnia Sabirah dari SMKN 1 Takengon

3. Dian Laila Ramadhan Jatisuara dari SMKN 1 Cot Girek, Aceh Utara.(*)

read more
Berita Terkini

Dorong Program Wirausaha di SMKN 1 Julok, Teknos Aceh Bantu Ribuan Bibit Ikan Nila

IDI – Teknologi dan Sains (Teknos) Aceh telah lama menjadi mitra Dinas Pendidikan Aceh dalam bimbingan belajar kedinasan dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), kembali memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan

Kali ini, Teknos Aceh memberikan bantuan berupa 5.000 bibit Ikan Nila kepada Kompetensi Keahlian Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut (APAPL) di SMK Negeri 1 Julok Kabupaten Aceh Timur.

Kepala SMK Negeri Julok, Faisal ST kepada media ini, Rabu (31/5/2023) mengatakan, bantuan ini bertujuan untuk mendukung pengembangan kewirausahaan di kalangan siswa dan memberikan pengalaman praktis dalam pengelolaan budi daya ikan.

Kata Faisal, acara penyerahan bantuan 5.000 bibit Ikan Nila ini berlangsung di tambak SMK Negeri 1 Julok dihadiri langsung Direktur Teknos Aceh, Murhadi.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Teknos Aceh. SMK Negeri 1 Julok sangat berkomitmen dalam mengembangkan program kewirausahaan yang relevan dengan kebutuhan pasar,” ungkapnya.

Dengan adanya bantuan ini, kami dapat melibatkan siswa dalam kegiatan praktikum yang nyata dan mendalam pada budi daya Ikan Nila.

Selain itu ujarnya, melalui program kewirausahaan, kami juga akan memberikan pemahaman tentang manajemen bisnis dan pengembangan usaha mikro kepada para siswa kami.

“Saya berharap bantuan ini dapat mendorong kreativitas dan inovasi di kalangan siswa, serta melahirkan para wirausahawan muda yang sukses di masa depan,” ucap Faisal.

Lebih lanjut kepala sekolah menyampaikan, program kewirausahaan Kompetensi Keahlian APAPL SMK Negeri 1 Julok sangat antusias menerima bantuan ini.

Mereka berencana untuk mengintegrasikan bibit Ikan Nila tersebut dalam kurikulum pembelajaran dan kegiatan praktikum.

Para siswa akan diberi kesempatan untuk belajar langsung tentang pengelolaan budi daya ikan, analisis pasar, dan pengembangan produk berbasis ikan.

“Salah satu produk yang sudah ada yaitu Steak Tirom yang bahan bakunya dari budi daya Tiram di SMK Negeri 1 Julok,” sebut Ketua Daerah IGI Aceh Timur ini.

Bantuan 5.000 bibit Ikan Nila ini tidak hanya memberikan manfaat dalam hal pengembangan kewirausahaan, tetapi juga berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pangan lokal.

Kepalan SMK Negeri 1 Julok berharap, dapat menghasilkan produk olahan ikan berkualitas yang dapat di kenal dan di apresiasi oleh masyarakat setempat.

Sementara itu Direktur Teknos Aceh, Murhadi menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung program-program kewirausahaan di berbagai lembaga pendidikan.

“Melalui kolaborasi dengan Disdik Aceh, Teknos berharap dapat membantu untuk mencetak generasi muda yang inovatif, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan saat ini dan masa depan,” ujarnya.

Murhadi menuturkan, rasa bangganya atas kerjasama yang telah terjalin antara Teknos dengan Disdik Aceh dalam hal bimbingan belajar kedinasan dan UTBK.

Dia menegaskan pentingnya pemberian dukungan kepada program-program kewirausahaan di masing-masing sekolah.

“Fokus kami bukan hanya pada penguasaan materi akademik semata, tetapi juga pada pengembangan keterampilan kewirausahaan,” ungkapnya.

Melalui bantuan bibit Ikan Nila ini, kami berharap dapat mendorong minat dan kemampuan siswa dalam mengelola bisnis pengolahan ikan.

“Kami yakin dan percaya bahwa kewirausahaan adalah kunci sukses di era globalisasi ini,” pungkas Murhadi.(*)

Penulis : Baihaki

read more
Berita Terkini

Jalankan BLUD di Sekolah, SMKN 1 Julok Aceh Timur Produksi Stik dari Tiram, Berikut Cara MembuatnyaI

IDI. Dalam upaya mendukung program Dinas Pendidikan Aceh untuk mempercepat Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) SMK yang sudah dilaunching pada bulan Maret 2023 lalu oleh Pj Gubermur Aceh dihadiri Dirjen Pendidikan Vokasi Kemdikbudristek RI di Kota Banda Aceh.

Maka SMK Negeri 1 Julok Kabupaten Aceh Timur, menjalankan BLUD di sekolah dengan memproduksi stik dari tiram.

Kepala SMK Negeri 1 Julok, Faisal ST kepada media ini, Jum’at (26/5/2023) mengatakan, saat ini sekolahnya sedang menjalankan BLUD dengan memanfaatkan tiram sebagai bahan baku untuk dijadikan stik atau makanan ringan.

“Stik ini menggunakan bahan bakunya dari tiram yang di budi dayakan oleh SMK Negeri 1 Julok di aliran sungai Desa Simpang Lhee Kecamatan Julok,” kata Faisal.

Dikatakannya, stik ini merupakanan makanan ringan yang disukai anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Makanan ini dikelola oleh guru dan siswa pada keahlian perikanan.

“Stik dari tiram ini dibuat dalam kemasan yang menarik, lalu di pasarkan kepada masyarakat juga melalui online seperti media sosial, instagram dan WhatshApp,” ucap Ketua Daerah IGI Aceh Timur ini.

Faisal berharap, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Timur memberikan dukungan moril dan ikut mempromosikan produk yang dihasilkan oleh SMK Negeri 1 Julok.

Bahkan diharapkannya, ada pihak-pihak luar misalnya dari Banda Aceh atau daerah lainnya yang bersedia membantu bibit tiram jumbo untuk di budi dayakan.

“Budi daya tiram ini bukan saja bermanfaat bagi SMK Negeri 1 Julok, tapi membuka peluang wirausaha bagi masyarakat sekitar khusunya di Desa Simpang Lhee,” ucap Faisal.

Berikut alat-alat, bahan dan cara membuat 30 bungkus stik dari tiram dengan berat 1 ons.

Alat-alat :
Baskom, talam, amphia, blender, wajan, kompor, centong dan pengepres.

Bahan-bahan :
Garam secukupnya, Tiram, 700 gram tepung terigu, 1 kg tepung kanji, 200 gram, santan kental, 2 sdm, 1 butir telur, 4 siung bawang putih, 2 siung bawang merah, 1 buah jeruk nipis, 2 sdm mentega, air secukupnya penyedap rasa, 1 sdm jamur dan 1,5 kg minyak goreng.

Cara Membuatnya :
– Cuci Tiram terlebih dahulu, kemudian masukkan garam secukupnya dan tambahkan jeruk nipis, lalu blender tiram dan sisihkan.

– Haluskan bumbu berupa bawang merah dan bawang putih, kemudian sisihkan.

– Campurkan semua bahan dalam satu wadah berupa tepung terigu, tiram yg telah dihaluskan, bumbu, dan bahan lainnya yang telah disiapkan.

– Oleskas adonan sampai rata

– Bagi adonan dalam beberapa bagian

– Tipiskan adonan menggunakan amphia dan buat dalam bentuk stik

– Kemudian goreng stik itu ke dalam minyak yang telah dipanaskan

– Dinginkan stik dan masukkan stik ke dalam kemasan

– Stik siap dinikmati.(*)

read more
1 10 11 12 13 14 57
Page 12 of 57