close

fitriadi

Berita Terkini

Feri Irawan Terpilih Jadi Ketua IGI Bireuen Periode 2021-2026

Jaringanpelajaraceh.com I Bireuen – Pada Musyawarah Daerah(Musda) Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Bireuen yang dilaksanakan pada Minggu (20/06/2021).

Feri Irawan SSi MPd terpilih sebagai Ketua IGI Kabupaten Bireuen Periode 2021-2026 melalui musyawarah para anggota yang hadir.

Feri menggantikan Ketua IGI Kabupaten Bireuen periode sebelumnya Hamdani MPd yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh.

Hamdani dalam laporan pertanggung jawaban secara daring menyampaikan, pengurus baru yang terpilih agar dapat memberikan andil pada perubahan khususnya pada dunia pendidikan di Kabupaten Bireuen yang lebih baik.

“Kita berharap pengurus yang akan datang dapat bersinergi dengan semua pihak termasuk organisasi profesi guru lainnya untuk memajukan pendidikan di Bireuen,” kata Hamdani.

Ketua Wilayah IGI Aceh, Drs Imran yang turut hadir mengatakan, pengasannya bahwa IGI mesti menjadi sumber solusi bagi segala permasalahan pendidikan yang terjadi baik di tingkat daerah, regional maupun nasional.

“Pemerintah telah melihat bukti-bukti perjuangan seluruh pengurus IGI khususnya di Aceh, bahwa mereka adalah guru-guru militan yang serius membagi ide, pengetahuan, tenaga bahkan dana demi membantu memperjuangkan pendidikan yang lebih baik di Aceh,” kata Imran.

Dikatakannya, oleh sebab itu kepercayaan banyak pihak termasuk pemerintah kepada IGI, cukup besar karena kita tidak hanya menuntut perubahan, tapi juga sebagai penggerak dan pelaku perubahan itu sendiri.

Ketua IGI Kabupaten Bireuen tepilih, Feri Irawan dalam sambutannya menegaskan bahwa tanggung jawab yang dia pikul pada hakikatnya bukan tanggung jawab dirinya semata, namun merupakan tanggung jawab bersama seluruh pengurus dan anggota IGI Kabupaten Bireuen.

“Atas dasar kepedulian terhadap pendidikan, maka kita semua bersama-sama memikul amanah ini. Kita akan bergerak bersama dan menggalang semua potensi dari berbagai pihak untuk memajukan pendidikan khususnya di Kabupaten Bireuen. Insyaallah, dalam waktu dekat kita rampungkan pengurus baru yang siap menggerakkan semangat sharing and growing together,” pungkas Feri Irawan.

read more
Berita Terkini

Raih Keberhasilan Ini, Kadisdik Aceh Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan

Jaringanpelajaraceh.com  I Takengon – Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT melalui Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para guru dan tenaga kependidikan yang telah berhasil mengantarkan siswa/i Aceh masuk peringkat 8 nasional dengan jumlah terbanyak yang diterima pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) serta peringkat 5 nasional pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2021.

Capaian tersebut juga sangat diapresiasi oleh Kadisdik Aceh dan disampaikan dihadapan para kepala sekolah, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Pengawas SMA, SMK dan SLB saat berkunjung ke Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Bireuen – Lhokseumawe – Aceh Utara, serta Aceh Tengah – Bener Meriah yang berlangsung sampai Sabtu, 19 Juni 2021.

Dalam pertemuan itu, Kadisdik Aceh mengungkapkan, tujuan kunjungan tersebut tidak lepas dari prestasi pendidikan Aceh berkat kerja keras para guru dan tenaga kependidikan sehingga pendidikan Aceh masuk kedalam peringkat sepuluh besar nasional.

“Kami ingin mengajak agar semua pihak sekolah baik itu kepala sekolah, gurunya maupun tenaga kependidikan untuk senantiasa kompak dalam mendidik generasi Aceh untuk mewujudkan visi Aceh Carong,” tuturnya.

Oleh karena itu Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, memerintahkan dirinya untuk menyampaikan salam terimakasih dan apresiasi atas prestasi pendidikan Aceh tersebut.

“Bapak Gubernur mengucapkan ribuan terima kasih karena bapak dan ibu guru sudah mengangkat martabat dan derajat orang Aceh, karena pendidikan ini tidak mungkin baik tanpa sentuhan tangan dingin bapak/ ibu. Bapak/ibu lah yang berhadapan langsung dengan para siswa,” kata Alhudri.

Alhudri juga menampik kualitas mutu guru rendah, padahal sudah cukup banyak anak-anak didik para guru di Aceh telah sukses.

Apalagi dengan keluarnya pengemuman dari LTMPT yang menempatkan Aceh urutan ke -8 nasional pada SBMPTN dan urutan ke – 5 nasional pada SNMPTN telah membantah semua tudingan selama ini diarahkan kepada para kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan yang bertanggung jawab penuh untuk mendidik generasi Aceh.

“Tidak mudah untuk mempertahankan prestasi ini apabila semua pihak tidak memiliki mindset yang sama dalam mewujudkan pendidikan Aceh yang lebih baik,” ujarnya.[]

*Sosialisasi Asesmen Nasional*

Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Hamdani, M.Pd yang ikut dalam rombongan ikut mensosialisasikan Asesmen Nasional yang akan mulai dilaksanakan pada September 2021.

Hamdani menuturkan, dalam asesmen nasional ini ada tiga kompetensi yang diuji, pertama kompetensi minimum, literasi numerasi, dan survey lingkungan.

Asesmen dilakukan untuk pemetaan mutu sekolah bukan mutu siswa, adapun yang dites adalah siswa kelas 2 (dua) sebanyak 45 orang secara acak atau random.

“Dari sekarang kita sudah melakukan sosialisasi agar pelaksanaannya pada September 2021 dapat berjalan sukses. Harapan kita semua sekolah yang ada di Aceh bisa meningkatkan mutu sekolah dalam pelaksanaan asesmen tahun ini,” kata Hamdani.[]

read more
Berita Terkini

Ternyata, Secara Rasio Aceh Peringkat 1 Kelulusan Terbanyak Pada SNMPTN 2021

Jaringanpelajaraceh.com I Banda Aceh – Kabar gembira kembali diperoleh bagi dunia pendidikan Aceh, para siswa/i lulusan SMA dan SMK di Aceh berhasil meraih posisi kelima secara nasional pendaftar yang lolos dan diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2021.

Berdasarkan informasi yang dikeluarkan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPT), jumlah siswa/i SMA dan SMK dari Provinsi Aceh yang terdaftar pada SNMPTN tahun 2021 yaitu 15.290 orang dan yang diterima 5.626 orang. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2020 yang tercatat hanya 5.132 orang. Jika dipersentasekan, Aceh masuk dalam daerah yang banyak diterima pada SNMPTN 2021 sebanyak 36.80 persen.

Berdasarkan data tersebut, Aceh berhasil masuk lima besar dengan angka kelulusan tertinggi pada SNMPTN 2021. Provinsi Aceh berada dibawah Jawa Timur (16.998) atau 19,9 persen, Jawa Barat (10.715) atau 11,4 persen, Jawa Tengah (8.100) atau 11,4 persen dan Sumatera Utara (7.983) atau 17,8 persen. Selain itu Aceh juga berada satu tingkat diatas DKI Jakarta (4.676) atau 13,5 persen dan Sumatera Barat (4.531) atau 18,8 persen.

Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT bersyukur atas capaian prestasi yang diraih siswa/i Aceh. Hal ini karena Aceh berhasil menduduki posisi kelima pendaftar yang lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2021.

“Syukur Alhamdulillah dan terimakasih kepada semua pihak yang telah berupaya sekuat tenaganya meluluskan siswa/i ke Perguruan Tinggi Negeri. Penghargaan kepada jajaran Dinas Pendidikan Aceh beserta seluruh warga sekolah mulai dari guru, kepala sekolah dan wakilnya, wali murid, komite sekolah dan seluruh komponen yang terlibat didalamnya,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM mengatakan hasil ini merupakan buah kerja keras siswa, kepala sekolah dan wakilnya, guru, orang tua, komite serta pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas. Meskipun, selama setahun terakhir, proses belajar mengajar dilakukan melalui daring dan secara sift bertatap muka.

“Tahun lalu, Aceh juga menempati peringkat kelima dengan jumlah siswa lolos tertinggi secara nasional. Namun demikian, angka tahun ini lebih tinggi dibanding tahun 2020 lalu jumlah siswa yang diterima tahun lalu sebanyak 5.132 orang. Sedangkan tahun 2021 sebanyak 5.626 orang. Ini prestasi luar biasa dan harus kita syukuri,” ujarnya.

Alhudri juga meminta para siswa yang belum lolos SNMPTN dan SBMPTN, masih berkesempatan mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Peluang terakhir itu bisa dicoba melalui jalur seleksi mandiri. Sebab, sejumlah perguruan tinggi negeri di Indonesia membuka beberapa jalur penerimaan mahasiswa baru, termasuk jalur mandiri.

Sedangkan untuk pendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP)-Kuliah melalui jalur SNMPTN 2021, Aceh merupakan daerah kedua terbanyak secara nasional yang meluluskan calon mahasiswa menerima KIP-Kuliah, dengan jumlah pendaftar 5.295 orang dan diterima 2.221 orang.

Aceh berada setingkat dibawah Jawa Timur yang berjumlah 3.394 orang dan setingkat diatas Jawa Barat yang berjumlah 2.157 orang dan Sumatera Utara berjumlah 2.006 orang.

Kepala UPTD Balai Tekkomdik, T. Fariyal, MM menjelaskan untuk jalur SNMPTN ini merupakan jalur undangan yang dilakukan pendaftaran maupun seleksinya melalui sekolah masing-masing.

“Proses seleksi yang dilakukan pun berbeda-beda untuk setiap jalurnya. Jalur SNMPTN mengukur kemampuan akademis siswa melalui nilai rapor di 5 semester terakhir,” jelasnya.

Fariyal menambahkan selain itu jalur SNMPTN juga mempertimbangkan nilai ujian akhir sekolah, prestasi akademis, jejak alumni, hingga tingkat akreditasi sekolah. Namun pada SNMPTN siswa tidak perlu mengikuti ujian tertulis.

“Sedangkan di jalur UTBK SBMPTN, tidak perlu menyiapkan hal-hal tersebut karena proses seleksi yang dilakukan melalui ujian tertulis,” imbuhnya.

Menurutnya, ada 2 ujian tertulis yang perlu dilalui melalui jalur SBMPTN yaitu Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Tes Potensi Skolastik (TPS). Kedua ujian tertulis tersebut dilakukan dalam satu hari.

read more
Berita Terkini

Hebat, Aceh Masuk 10 Besar Lulusan yang di terima Pada Perguruan Tinggi Negeri Melalui SBMPTN.

Jaringanpelajaraceh.com I Banda Aceh – Pemerintah melalui LTMPT (Lembaga Tes Masuk ke perguruan Tinggi) telah mengumumkan hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2021. Ketua Tim Pelaksana Eksekutif LTMPT, Mohammad Nasih dalam konferensi pers daring melalui zoom meeting dan Kanal YouTube resmi LTMPT menyebutkan bahwa total daya tampung yang disediakan pada SBMPTN pada tahun ini sebanyak 197.657 orang peserta. Sedangkan jumlah peserta yang dinyatakan diterima di SBMPTN sebanyak 184.942 orang peserta Pada kesempatan yang sama Muhammad Nasih juga menyampaikan sejumlah provinsi yang pesertanya paling banyak diterima di SBMPTN 2021. Menurut Muhammad Nasih ada 10 provinsi yang peserta paling banyak diterima SBMPTN 2021. Secara Nasional Provinsi Jawa Timur menjadi posisi pertama terbanyak yang diterima di SMBPTN dengan jumlah 25.232 peserta disusul posisi kedua Jawa Barat 18.899 peserta dan Jawa Tengah di posisi ketiga Jawa Tengah dengan jumlah 16.104 orang peserta. Selanjutnya Sumatera Utara 14.331 peserta, DKI Jakarta 9.526 peserta, Sulawesi Selatan 9.372 peserta, Sumatera Barat 8.028 peserta, Aceh 6.888 peserta, Lampung 5.374 peserta, Sumatera Selatan: 5.113 peserta.

Sedangkan untuk persentase peserta yang di terima berdasarkan jurusan, untuk Saintek Aceh menduduki peringkat ke 7 Dengan jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 16.767 dan yang lulus sebanyak 3.442 dengan persentase kelulusan sebanyak 20,53 persen. Dalam hal ini yang Aceh luar biasa menurut Muhammad Nasih seperti yang disampaikan dalam zoom metting tersebut.

Sedangkan untuk kelompok Soshum, Aceh menduduki peringkat ke 9 dengan jumlah peserta sebanyak 16.767 yang lulus sebanyak 3.446 orang atau sebesar 20,55 persen

Menanggapi masuknya Aceh kedalam 10 besar Nasional yang lolos SMBPTN Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas pencapaian dan keberhasilan tersebut. Apresiasi tersebut ditujukan Nova Iriansyah ini kepada jajaran Dinas Pendidikan Aceh dan warga sekolah yang terdiri dari Kepala sekolah, Wakil kepala sekolah, guru, tenaga Pendidik lainnya, Komite Sekolah dan orang tua murid.

Sementara itu secara terpisah Kadis Pendidikan Aceh, Alhudri mengajak seluruh masyarakat Aceh terutama kampus untuk bersinergi guna pencapaian Pendidikan Aceh yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

“Hasil yang kita banggakan ini tidak terlepas dari hasil kerja keras para warga sekolah walaupun dalam masa pendemik namun prestasi anak didik kita menuju ke perguruan tinggi sudah sangat baik. Ini harus kita apresiasi sebagai hasil kerja keras para Pendidik dan Tenaga Kependidikan kita”, ujar Alhudri

lebih lanjut Kepala Dinas Pendidikan Aceh ini mengharapkan, semoga kita dapat terus meningkatkan mutu lulusan kita untuk dapat di terima di perguruan tinggi negeri, tambahnya selain melalui jalur SBMPTN, Pemerintah juga membuka Jalur Undangan atau lebih dikenal SNMPTN.

“Melalui jalur tersebut Aceh juga masuk dalam kelompok 10 besar provinsi yang di terima di perguruan Tinggi melalui Jalur SNMPTN. Dari sebanyak 15.290 peserta yang mendaftar sebanyak 5.626 di terima atau sebesar 36.80% Persen”, ungkapnya.

 

sebut Alhudri, jika kita jumlahkan saat ini jumlah lulusan SMA dan SMK dari Aceh yang telah di terima masuk ke perguruan tinggi adalah sebanyak 12.514. dengan rincian 5,626 (37%) peserta diterima masuk dari SNMPTN dan 6.888 (41%) melalui jalur SBMPTN.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pembinaan GTK Muksalmina, M.Si pada kesempatan yang sama meminta kepada para Kepala Sekolah dan Guru agar tetap melakukan pendampingan dan pendataan bagi anak-anak didiknya yang sudah di terima di perguruan Tinggi baik melalui Jalur SNMPTN dan SBMPTN.

“Biasanya setelah pengumuman SBMPTN akan banyak pihak yang melakukan penipuan dengan membuat situs palsu pendaftaran, sehingga kita meminta peran aktif para guru untuk mendampingi anak didiknya saat mendaftar ke perguruan tinggi pilihannya agar tidak menjadi korban penipuan dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab”, pungkas Muksalmina.

read more
Berita Terkini

Rektor UIN Ar-Raniry : Pendidikan Aceh Sudah “On The Track”

Jaringanpelajaraceh I Banda Aceh – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. H. Warul Walidin AK, MA mengatakan berdasarkan pengamatannya pendidikan Aceh saat ini sudah lebih baik dan sudah berjalan sesuai arah menuju pendidikan berkualitas. Pihaknya memiliki komitmen yang sama untuk mendukung kemajuan pendidikan Aceh.

Untuk itu, Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh sepakat menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan Aceh pada Senin, (14/6/2021) di Ruang Kerja Kepala Dinas Pendidikan Aceh.

Hal itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) diantara Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. H. Warul Walidin AK, MA bersama Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM.

“Ini boleh dipublish ya. Berdasarkan analisis kami, menunjukan bahwa kebijakan dan arah Pendidikan Aceh yang sudah Bapak Kepala Dinas Pendidikan jalankan dengan seluruh jajarannya, Alhamdulillah sudah berjalan on the track atau sesuai jalurnya,” ujar mantan Kepala Majelis Pendidikan Aceh ini.

Menurut Warul, beberapa aspek kemajuan pendidikan bisa dilihat dari banyaknya lulusan yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta yang ada di tanah air pada tahun ini. Selain itu juga beragam prestasi yang diraih siswa dan guru pada ajang perlombaan di tingkat Nasional bahkan internasional.

“Pendidikan ini harus dilihat secara komprehensif dan luas, sebab pendidikan ini menjadi hajat orang banyak. Berbicara pendidikan haruslah memiliki data yang cukup dan tidak boleh tergesa-gesa,” katanya.

“Kami mengapresiasi kinerja Pak Kadis yang langsung turun ke lapangan meninjau sekolah hingga ke daerah pelosok guna memantau pelaksanaan pendidikan. Selain itu berhasil juga menjalankan program BEREH (Bersih, Rapi, Estetis dan Hijau) di sekolah-sekolah,” sambungnya lagi.

Ke depan dengan adanya kerjasama ini, lanjut Rektor UIN Ar Raniry, pihaknya akan bersinergi untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan Aceh. Seperti pada pelaksanaan program pelatihan guru, mendorong guru untuk mendaftar Hak Kekayaan Intelektual (HKI), merk dan hak paten serta pembentukan Badan Layanan Umum (BLU).

“UIN Ar Raniry juga memiliki perpustakaan yang terakreditasi unggul, memiliki laboratorium komputer, laboratorium bahasa, IPA dan alat peraga pendidikan lainnya. Ada juga Radio Komunitas dan TV UIN Ar Raniry. Kita juga memiliki pusat kajian produk halal dan pusat studi pendidikan terbaik,” terang mantan Rektor Universitas Abulyatama (UNAYA) ini.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM menyambut baik kerjasama ini, pihaknya berkomitmen melakukan berbagai upaya untuk memajukan pendidikan Aceh. Salah satunya dengan memperbanyak kerjasama dengan Perguruan Tinggi, Industri serta Dunia Usaha dan Dunia Kerja.

“Untuk membangun pendidikan ini diperlukan kekompakan dari semua pihak secara bersama-sama membantu meningkatkan kualitas pendidikan Aceh. Mari sama-sama kita majukan pendidikan Aceh sesuai visi dan misi Pemerintah Aceh yaitu mewujudkan program Aceh Carong,” imbuhnya.

Dengan adanya kerjasama ini, dia berharap akan memudahkan pihaknya dalam menjalankan program-program pendidikan kedepan. Alhudri mengatakan setelah adanya nota kesepahaman MoU antara UIN Ar Raniry dan Disdik Aceh, selanjutnya juga akan diikuti MoA antara Fakultas atau Jurusan yang ada di UIN Ar Raniry dengan para kepala bidang yang ada di Disdik Aceh.

“Target kita untuk jenjang SMA yaitu semakin banyak siswa yang lulus di Perguruan Tinggi dan jenjang SMK semakin banyak lulusan yang terserap di Industri, Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA) serta jenjang SLB semakin banyak lulusan yang mandiri,” jelasnya.

Sementara penandantanganan MoU tersebut turut disaksikan dari pihak UIN Ar Raniry yaitu Wakil Rektor III bidang kerjasama dan kemahasiswaan, Dr. Saifullah Idris, M.Ag, Warek II, Dr. Syahabuddin Gade, M.Ag, Wakil Dekan II Fakultas Tarbiyah dan Keguruan/FTK, Dr. Masbur, M.Ag, Wadek I FTK, Dr. M. Chalis, M.Ag, Wadek III FTK, Dr. Syahminan, M.Ag dan sejumlah pejabat dan staf pada Humas UIN Ar Raniry Banda Aceh.

Sedangkan dari pihak Dinas Pendidikan Aceh disaksikan oleh Kabid Pembinaan SMA dan PKLK, Hamdani, M.Pd, Kabid Pembinaan SMK, Azizah, M.Pd, Plt. Kabid Pembinaan GTK, Muksalmina, M.Si, Kabid Pembinaan Sarpras, Sya’baniar, SE, dan Kepala UPTD Balai Tekkomdik, T. Fariyal, MM. Selain itu juga hadir Penasehat Khusus Gubernur Aceh bidang pendidikan yaitu Fauzan Azima dan Akhiruddin Mahyuddin. []

read more
Berita Terkini

Disdik Akan Gelar UKG Dua Tahap untuk Guru Non PNS, Berharap Banyak Guru Aceh Lulus PPPK

Jaringanpelajaraceh.com – Banda Aceh – Penerimaan guru dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sudah semakin dekat. Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT, menginginkan agar kuota guru PPPK untuk Aceh dapat diisi oleh guru non PNS Aceh. Untuk mewujudkan hal tersebut, Dinas Pendidikan Aceh (Disdik) menggelar Uji Kompetensi Guru (UKG) selama dua tahap bagi guru non PNS SMA, SMK, dan SLB se-Aceh.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM didampingi Plt Kabid GTK, Muksalmina SPd MSi sebagaimana dilansir serambinews.com pada Kamis (3/6) di Banda Aceh.

“Tujuan dari pelaksanaan UKG Non PNS tersebut adalah untuk meningkatkan pengetahuan para guru SMA, SMK dan SLB non PNS, dalam menghadapi tes guru P3K 2021 yang akan dilaksanakan Kemendikbud pada Agustus 2021 mendatang,” kujar Alhudri.

Al Hudri menyebutkan, jumlah guru SMA, SMK dan SLB non PNS di Aceh saat ini mencapai 7.904 orang.

Sementara kuota yang diberikan Kemdikbudristek untuk penerimaan guru sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) di Aceh tahun 2021 ini, sebanyak 5.249 orang.

Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, sangat berharap kuota guru P3K sebanyak 5.249 orang yang diberikan Kemendikbud untuk Aceh, semuanya bisa direbut oleh guru non PNS Aceh yang kini mengajar di SMA, SMK dan SLB.
Untuk maksud tersebut, kata Al Hudri, Gubernur meminta Disdik Aceh, membuat uji kompetensi guru tahap I dan tahap II, dalam menghadapi tes penerimaan guru P3K tersebut pada Agustus 2021 mendatang.

Alasan Gubernur meminta Disdik Aceh membuat UKG tahap I dan tahap II, untuk meningkatkan pengetahuan guru non PNS Aceh yang kini mengajar tersebar di 804 SMA, SMK dan SLB di 23 kabupaten/kota, bisa merebut kuota guru P3K sebanyak 5.249 orang yang diberikan Kemendikbud untuk Aceh.

Soal-soal untuk tes guru P3K SMA, SMK dan SLB tersebut, menurut Gubernur, sangat sulit sama sulitnya dengan soal tes untuk guru PNS yang dilakukan tahun 2019 dan 2020 lalu oleh Kemdikbudristek.

Pada tahun 2019-2020, Aceh baru mampu meluluskan 500 orang untuk guru SMA, SMK dan SLB.

Supaya kuota guru P3K tersebut, bisa direbut semuanya, kata Al Hudri, Gubernur meminta Disdik Aceh untuk membuat program tes UKG dua tahap, guna membantu 7.904 guru non PNS SMA, SMK dan SLB, bisa lulus tes guru P3K tersebut, harus ada upaya yang terukur, salah satunya melakukan UKG.

Untuk menyikapi perintah Gubernur Nova Iriansyah tersebut, kata Al Hudri, dirinya telah memerintahkan Plt Kabid GTK Disdik Aceh, Muksalmina SPd, MSi, untuk membuat tes UKG pada bulan ini kepada 7.904 orang guru non PNS, SMA, SMK dan SLB se Aceh.

Plt Kabid GTK Disdik Aceh, Muksalmina SPd, MSi mengatakan, untuk menyikapi perintah gubernur dalam rangka meraih kuota guru P3K untuk guru non PNS SMA, SMK dan SLB di Aceh yang berjumlah 7.904 orang itu, pihaknya sudah menyusun tahapan pelaksanaan tes UKG untuk guru non PNS dalam menghadapi tes penerimaan guru P3K dari Kemdikbudristek.

Tes UKG tahap I untuk guru non PNS, sudah kita jadwalkan pada tanggal 13 – 19 Juni 2021, akan dilakukan dengan sistem aplikasi CAT (Computer Asisted Test) di masing-masing daerah.

Materi soal tesnya juga sudah kita siapkan, setara dengan materi soal tes masuk guru PNS yang dikeluarkan Kemendikbid.

Dari hasil tes UKG tahap I, kata Muksalmina, akan diambil sebanyak 300 orang guru non PNS yang nilainya tinggi, untuk mengajar kembali kepada guru-guru non PNS yang hasil tes UKG tahap I nya berada di bawah standar, atau masih sangat rendah.

Sebanyak 300 orang guru non PNS yang bernilai tinggi, akan menjadi tutor bagi guru non PNS yang hasil tes UKG nya masih rendah.

Pembelajaran mandiri ini dilaksanakan mulai 11-17 Juli 2021, di masing-masing daerah. Pelaksanananya diatur oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan di darah bersama kelompok guru di masing-masing sekolah di daerah.
Selama mengikuti bimbingan belajar, para guru diberikan makan siang, dan tutor yang mengajar diberikan honor sesuai aturan daerah.

Selesai mengikuti bimbingan belajar, guru non PNS tersebut, pada tanggal 18-24 Juli 2021, melakukan pendalaman materi hasil bimbingan belajar dengan tutor, secara mandiri.
Hal ini dimaksudkan untuk menghadapi tes UKG tahap II yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 – 31 Juli 2021 mendatang.

Setelah diberikan tes UKG dua kali bersama bimbingan belajarnya, dalam menghadapi tes penerimaan guru P3K dari Kemendikbud ini, kata Muksalmina, Gubernur Aceh dan Kadisdik Aceh, berharap kuota penerimaan guru P3K untuk Aceh sebanyak 5.245 orang itu, bisa semuanya kita raih, sehingga tidak ada orang dari luar Aceh yang merebut kuota guru P3K untuk Aceh.

“Alasannya, karena jumlah guru non PNS SMA, SMK dan SLB yang ada di Aceh, sebanyak 7.904 orang guru itu, jumlahnya sudah melebihi jumlah kuota penerimaan guru P3K dari Kemendikbud yang hanya 5.249 orang,” pungkas Muksalmina. (*)

Artikel ini sudah tanyang di serambinews. com dengan judul “Disdik Aceh Uji Komptensi Guru Non PNS Agar Banyak Diterima jadi Guru PPPK”.

read more
Berita Terkini

TIM PRP-PMRI Universitas Syiah Kuala Latih Guru SD di Kabupaten Aceh Tengah

Jaringanpelajaraceh.com I Takengon – Tim Pusat Riset dan Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PRP-PMRI) Universitas Syiah Kuala (USK) menjadi narasumber pada pelatihan guru SD untuk Kelas Tinggi (kelas 4, 5, dan 6) di Kabupaten Aceh Tengah pada tanggal 2-4 Juni 2021, yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan(PKB).

Pada sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah, Drs. Uswatuddin, M. AP menyampaikan bahwa guru perlu mengembangkan diri secara berkelajutan salah satunya melalui kerja sama yang baik dengan FKIP USK.

Uswatuddin juga sangat mengapresiasi tim PRP-PMRI USK yang bersedia hadir sebagai narasumber kegiatan pelatihan dengan harapan dari pelatihan ini bisa melahirkan ide untuk pelaksanaan penelitian PTK di kelas masing-masing. Inilah hakikat dari PKB. Selain itu, lanjutnya guru yang mengikuti pelatihan ini harus menyampaikan ilmunya ke teman guru lain, yang belum berkesempatan mengikuti pelatihan

Sementara itu Aswat Diarosa,ST sebagai pengelola kegiatan PKB guru SD kelas Tinggi Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah menyampaikan bahwa peserta pelatihan adalah 70 guru SD kelas tinggi dari 50 SD di Kabupaten Aceh Tengah.

Ketua tim PRP-PMRI USK, Prof. Dr. Rahmah Johar, M.Pd kepada media ini secara terpisah menjelaskan bahwa materi pelatihan memuat informasi tentang Pendidikan Matematika Realistik (Realistic Mathematics Education/RME), simulasi penerapannya di kelas, latihan merancang lintasan belajar (learning trajectory) dengan pendekatan RME, presentasi, diskusi, peer-teaching, refleksi, dan rencana tindak lanjut.

Kemudian Dr. Mailizar yang merupakan Sekretaris PRP-PMRI menambahkan bahwa pendalaman materi pecahan sangat dibutuhkan oleh guru agar siswa tidak hanya belajar prosedur operasi bilangan pecahan tapi juga makna dari operasi tersebut yang dikaitkan dengan number sense (makna bilangan) sehingga siswa memiliki kemampuan literasi maupun numerasi seperti yang diharapkan oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Selanjutnya, Dra. Yuhasriati, M. Pd manambahkan bahwa pembelajaran tentang pengenalan bilangan pecahan desimal untuk guru SD berdasarkan RME bertujuan untuk mengurangi miskonsepsi yang sering terjadi, misalnya siswa menganggap 0,25 lebih dari 0,3 karena 25 lebih dari 3.

read more
Artikel

Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, dan Guru Menuju Sekolah Bermutu.

Oleh : Aiyub, S.Pd

Mutu pendidikan merupakan dua istilah yang berasal dari mutu dan pendidikan, artinya menunjuk pada kualitas produk yang di hasilkan lembaga pendidikan atau sekolah. Yaitu dapat di identifikasi dari banyaknya siswa yang memiliki prestasi, baik prestasi akademik maupun yang lain, serta lulusan relevan dengan tujuan lembaga pendidikan.

Menurut pengertian di atas sekolah yang bermutu mempunyai beberapa Indikator yaitu: Pertama, jumlah siswa yang banyak, ini menandakan antusias masyarakat terhadap lembaga pendidikan sangat tinggi. Kedua, memiliki prestasi akademi maupun non akademi. Ketiga, lulusan relevan dengan tujuan lembaga pendidikan, artinya sesuai standar yang telah di tentukan oleh sekolah.

Mutu menciptkan lingkungan baik pendidikan, orang tua, pejabat pemerintah, wakil masyarakat, dan pebisnis, untuk bekerja sama guna memberi peluang dan harapan masa depan peserta didik. Setiap orang mengaharapkan bahkan menuntut mutu dari orang lain, sebaliknya orang lain juga selalu mengharapkan dan menuntut mutu dari diri kita. Ini artinya, mutu bukanlah suatu yang baru, karena mutu adalah naluri manusia. Mutu secara esensial di gunakan untuk menunjukan kepada suatu penilaian atau penghargaan yang di berikan atau di kenakan kepada barang (produk) dan/jasa (service) tertentu, berdasarkan pertimbangan obyektif atas bobot dan kinerjanya. Mutu adalah suatu cara dalam mengelola suatu organisasi yang bersifat komprehensif dan trintegrasi yang di arahkan dalam rangka memenuhi kebutuhan pelanggan.

Upaya peningkatan untuk mencapai pendidikan bermutu tidak hanya melakukan pemenuhan pada aspek input dan output saja, namun yang lebih penting adalah aspek proses, yang dimaksud adalah pengambilan keputusan, pengelolaan program, proses pengelolaan kelembagaan, proses belajar mengajar dan proses monitoring dan evaluasi dengan catatan bahwa proses belajar mengajar memiliki tingkat kepentingan tertinggi dibandingkan dengan proses-proses yang lain.

Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia, berada di bawah Vietnam. Akibat rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia, maka Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia (The World Economic Forum Swedia Report, 2000). Indonesia pun hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai leader teknologi dari 53 negara di dunia.

Aceh merupakan salah satu propinsi di Indonesia, memiliki kualitas pendidikan sangat rendah dibandingkan dengan 34 Provinsi lainnya yang ada di Indonesia. Misalnya, prestasi siswa Aceh di bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011 hanya menduduki peringkat 25 di Indonesia. Fakta ini sungguh bertolak belakang dengan anggaran besar yang dimiliki Aceh saat ini.

Rendahnya kualitas guru di Aceh kerap menjadi trending topic yang seringkali diklaim sebagai sumber rendahnya mutu pendidikan di provinsi ini. Tuduhan ini – kalau memang dianggap sebuah tuduhan – tidak serta merta menjadi benar, tetapi juga tidak bisa dikatakan salah. Kualitas guru yang rendah memang sangat berpengaruh kepada kualitas pendidikan. Setidaknya itulah yang sering diwacanakan oleh para ahli pendidikan (Shor, 1997).

Kualitas pendidikan tidak telepas dari peran pengawas, kepala sekolah dan guru. Pengawas dan guru merupakan tenaga pendidik dan kependidikan yang mutlak terstandarisasi kompetensinya secara nasional menurut PP No 19 tahun 2005. Karena pengawas, dan guru adalah unsur yang berperan aktif dalam persekolahan. Guru sebagai pelaku pembelajaran yang secara langsung berhadapan dengan para siswa di ruang kelas, dan pengawas adalah pelaku pendidikan didalam pelaksanaan tugas kepengawasan dan menejerial pendidikan yang meliputi tiga aspek yaitu supervisi, Pengendalian dan inspeksi Kependidikan.

Untuk meningkatkan mutu pendidikan, guru dan pengawas sekolah, dituntut keprofesionalannya untuk melaksanakaan tugas pokok dan fungsinya sesuai tuntutan kompetensi guru, pengawas yang tertuang dalam Standar Nasional Pendidikan dan Permendiknas nomor 12 tahun 2007 tentang Pengawas. Guru sebagai penjamin mutu pendidikan di ruang kelas, sementara pengawas dan adalah penjamin mutu pendidikan dalam wilayah yang lebih luas lagi.

Pada era otonomi sekarang ini, sekolah harus berubah kearah yang sesuai dengan tuntutan masa, agar tidak ketinggalan zaman. Situasi belajar mengajar di sekolah dapat diperbaiki bila pengawas atau pemimpin pendidikan memiliki lima keterampilan dasar yaitu: keterampilan dalam hubungan-hubungan kemanusiaan, keterampilan dalam proses kelompok, keterampilan dalam kepemimpinan pendidikan, keterampilan dan mengatur personalia sekolah, dan keterampilan dalam evalusi.

Kinerja pengawas satuan pendidikan yang profesional tampak dari unjuk kerjanya sebagai pengawas dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya menampilkan prestasi kerja atau, serta berdampak pada peningkatan prestasi dan mutu sekolah binaannya. Kinerja pengawas satuan pendidikan juga tampak dampaknya dalam memastikan bahwa guru melaksanakan pembelajaran dengan berorientasi, menguasai materi pembelajaran, menggunakan konstektual, pembelajaran dilakukan didalam kelas, memperlakukan guru bukan satu-satunya sumber, dan lain sebagainya.

Jadi kinerja pengawas diartikan sebagai unjuk kerja atau prestasi kerja yang dicapai oleh pengawas yang tercermin dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, kreativitas dan aktivitasnya dalam proses kepengawasan, komitmen dalam melaksanakan tugas, karya tulis ilmiah yang dihasilkan serta dampak kiprahnya terhadap peningkatan prestasi sekolah yang menjadi binaannya.

Selain pengawas, pengaruh kepemimpinan kepala sekolah juga turut serta mempengaruhi mutu pendidikan di Aceh. Kepala sekolah merupakan komponen terpenting dalam upaya pengembangan mutu pendidikan. Oleh karena itu, perlu diingatkan kepada Pemerintah bahwa pemilihan kepala sekolah harus selalu berpedoman kepada tingkat kompetensi seseorang, bukan atas dasar faktor lainnya. Untuk menempatkan seseorang pada posisi kepala sekolah, Dinas Pendidikan perlu memperhatikan beberapa hal seperti, kemampuan akademik calon kepala sekolah. Syarat ini cukup krusial, karena tanpa kemampuan akademik yang memadai, kepala sekolah tidak akan mampu mengomunikasikan isu-isu yang berhubungan dengan komponen kompetensi lainnya.

Terkait ini, beberapa hal yang perlu ditempuh untuk meningkatkan kemampuan ini dapat melalui pemberian kesempatan yang luas kepada calon kepala sekolah untuk melanjutkan pendidikan ke strata yang lebih tinggi.

Sumber:
1. Aan Komariah dan Cepi Tiratna. Visonary Leadershif, Menuju sekolah Efektif. ( Jakarta : Bumi Aksara, 2005)
2. Aziz, A. (2015). Peningkatan mutu pendidikan. Jurnal Studi Islam, 10(2), 1-13.
3. Mulyasa, Manajemen dan Kepemimpinan kepala sekolah, (Jakarta : Bumi Aksara, 2011 ) Hal. 157.
4.bd Majid, M. S. (2014). Analisis tingkat pendidikan dan kemiskinan di Aceh. Jurnal Pencerahan, 8(1).
5.Zulfikar, T. (2019). Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan Aceh
6. Dadang Suhardang.Pengaruh kinerja Pengawas dan Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Peningkatan Produktivitas Sekolah (2006).
7. Zulfikar, T. (2019). Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan Aceh.

 

Penulis merupakan Plt.Kepala SDN Sijuek Aceh Timur dan Pengurus IGI Aceh Timur

read more
Berita Terkini

Belajar Dari Rumah, Sumber Belajar Kemdikbud Menjadi Pilihan

Jaringanpelajaraceh.com I Banda Aceh – Sebagian besar daerah di Provinsi Aceh kembali berstatus zona orange dan merah akibat merebaknya pandemi virus Covid-19. Dinas Pendidikan Aceh mengajak para pelaku pendidikan untuk memanfaatkan media pembelajaran jarak jauh (PJJ) via daring. Langkah ini dilakukan untuk mendorong proses belajar mengajar dapat terus berjalan maksimal dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM melalui Kepala UPTD Balai Tekkomdik Disdik Aceh, T. Fariyal, MM diruang kerjanya menyampaikan pihaknya merekomendasikan sejumlah sumber belajar yang bisa digunakan siswa, guru dan orangtua sebagai sumber belajar selama masa Belajar dari Rumah (BDR).

“Kita juga sudah memiliki aplikasi SiJEMPOL Aceh yang merupakan akronim dari Sistem Jejaring Media Pembelajaran Online. SiJEMPOL hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru se-Aceh secara gratis,” terang Fariyal, Jumat (28/5/2021) di Banda Aceh.

Fariyal menjelaskan UPTD Balai Tekkomdik juga secara rutin menyelenggarakan kegiatan untuk meningkatkan kompetensi teknologi informasi dan komunikasi para guru. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memungkinkan belajar tidak hanya pada jam belajar di sekolah, namun belajar dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.

“Selain itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) mengembangkan laman belajar daring (online) yaitu Rumah Belajar yang memungkinkan siswa dan guru belajar tanpa batasan tempat dan waktu secara gratis,” terangnya.

Saat ini, lanjutnya, seluruh sekolah jenjang SMA, SMK dan PKLK seluruh Aceh dapat melanjutkan pembelajaran secara daring. Penggunaan beragam aplikasi sangat dimungkinkan yang bertujuan untuk mensukseskan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru kepada siswa.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, sistem pendidikan kita harus siap melakukan lompatan untuk melakukan transformasi pembelajaran daring bagi semua siswa dan oleh semua guru. Kita memasuki era baru untuk membangun kreatifitas, mengasah skill siswa, dan peningkatan kualitas diri dengan perubahan sistem, cara pandang dan pola interaksi kita dengan teknologi,” katanya.

Berikut 23 sumber belajar dan 11 aplikasi daring rekomendasi Kemendikbud yang dapat digunakan selama Belajar dari Rumah, antara lain:
1. Rumah Belajar oleh Pusdatin Kemendikbud https://belajar.kemdikbud.go.id
2. TV edukasi Kemendikbud https://tve.kemdikbud.go.id/live/
3. Pembelajaran Digital oleh Pusdatin dan SEAMOLEC Kemendikbud http://rumahbelajar.id/
4. Tatap muka daring program sapa duta rumah belajar Pusdatin Kemendikbud https://pusdatin.webex.com/webappng/sites/pusdatin/dashboard?siteurl=pusdatin
5. LMS SIAJAR oleh SEAMOLEC-Kemendikbud http://lms.seamolec.org
6. Aplikasi daring untuk paket A,B,C http://setara.kemdikbud.go.id
7. Guru Berbagi http://guruberbagi.kemdikbud.go.id
8. Membaca Digital http://aksi.puspendik.kemdikbud.go.id/membacadigital
9. Video Pembelajaran http://video.kemdikbud.go.id
10. Suara Edukasi Kemendikbud http://suaraedukasi.kemdikbud.go.id
11. Radio Edukasi Kemendikbud https://radioedukasi.kemdikbud.go.id/
12. Sahabat keluarga Sumber Informasi dan bahan ajar pengasuhan dan pendidikan keluarga, http://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/
13. Ruang Guru PAUD Kemendikbud http://anggunpaud.kemdikbud.go.id/
14. Buku Sekolah Elektronik http://bse.kemdikbud.go.id
15. Mobile Edukasi Bahan Ajar Multimedia https://m-edukasi.kemdikbud.go.id/medukasi/
16. Modul Pendidikan Kesetaraan https://emodul.kemdikbud.go.id/
17. Sumber bahan ajar siswa SD, SMP, SMA, dan SMK https://sumberbelajar.seamolec.org/
18. Kursus daring untuk Guru dari SEAMOLEC http://mooc.seamolec.org/
19. Kelas daring untuk siswa dan Mahasiswa http://elearning.seamolec.org/
20. Repositori Institusi Kemendikbud http://repositori.kemdikbud.go.id
21. Jurnal daring Kemendikbud https://perpustakaan.kemdikbud.go.id/jurnal-kemendikbud
22. Buku digital open-access http://pustakadigital.kemdikbud.go.id
23. EPERPUSDIKBUD (Google Play) http://bit.ly/eperpusdikbud 1

Adapun aplikasi belajar daring yang dapat digunakan, yaitu :
1. Quipper School https://www.quipper.com/id/school/
2. Ruang Guru https://bimbel.ruangguru.com/
3. Sekolahmu https://info.sekolah.mu/tanpabatas/
4. Zenius Education https://www.zenius.net/
5. Kelas Pintar https://www.kelaspintar.id/
6. Dragon Learn https://dragonlearn.org/
7. WeKiddo https://www.wekiddo.com/
8. Setara Daring http://setara.kemdikbud.go.id/
9. Cegah Narkoba https://cegahnarkoba.bnn.go.id/
10. G-Suite https://blog.google/outreach-initiatives/education/offline-access-covid19/
11. Office 365 https://www.microsoft.com/id-id/education/products/office

read more
Berita Terkini

Hebat, MAN 2 Subulussalam Hasilkan Produk Inovasi Pertanian “BioMAN-II”

Jaringanpelajaraceh.com I Subulussalam – Hebat, Setelah berhasil melaunching program inovasi di awal tahun 2021, hari ini MAN 2 Subulussalam mulai mengeluarkan produk inovasi pertanian bernama “BioMAN-II”.

Menurut Nanda Firmansyah, SP yang merupakan guru muatan lokal bidang pertanian di MAN 2 Subulussalam kepada media ini pada Minggu (23/05/2021), BioMAN-II merupakan bahan padatan yang mengandung mikroorganisme dan mampu memperbaiki kualitas serta sifat tanah akibat dari penggunaan pupuk kimia.

“Penggunaan pupuk kimia pada lahan pertanian dapat mengakibatkan tanah menjadi rusak, lama-kelamaan tanah akan kering dan kehilangan biota yang hidup di dalamnya, ini akan berakibat pada menurunnya kualitas suatu lahan pertanian di kemudian hari”, terang Nanda.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk mengatasi persoalan tersebut maka pihak MAN 2 Subulussalam memberikan sebuah solusi dengan mengeluarkan produk yang diberi nama “BioMAN-II”.

“BioMAN-II dibuat dari bahan-bahan organik seperti pepaya, kunyit, gula dan air kelapa. BioMAN-II sangat praktis dan mudah digunakan, lanjutnya cukup benamkan BioMAN-II ke dalam tanah, lalu siram dengan air, setelah 7 hari BioMAN-II akan bereaksi dengan tanah. BioMAN-II dapat digunakan pada lahan sawah, pertanian, perkebunan, dan tanaman hias”, ungkap alumni Fakultas Pertanian Universitas Malikulsaleh ini.

Kepala MAN 2 Subulussalam, Indra Nasution, S. Pd.I yang dihubungi media ini mengungkapkan, akan terus mendukung dan memfasilitasi program kreatif-inovatif di Madrasah guna menumbuhkembangkan kompetensi guru yang dapat diteruskan langsung ke peserta didik demi kemajuan madrasah.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam H Juniazi, SAg., MPd dalam kunjungannya ke MAN 2 Subulussalam mengapresiasi produk inovatif yang dikeluarkan oleh MAN 2 Subulussalam.

“Madrasah harus memiliki ciri khas tersendiri, kita harus mampu mewujudkan IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi) dan IMTAQ (iman dan taqwa) berjalan beriringan di madrasah”, pungkas Juniazi.

read more
1 35 36 37 38 39 57
Page 37 of 57