close

fitriadi

Berita Terkini

Terima Semua LPJ PP IGI, Pengurus IGI Aceh Juga Berharap Ketua Umum Baru Terpilih Lewat Musyawarah dan Mufakat

Banda Aceh – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Aceh melaksanakan Kongres III Tahun 2021 yang dipusatkan di Bandung Jawa Barat selama 3 hari, dari tanggal 28 – 30 Januari 2021.

IGI se Aceh menerima dan mengapresiasi Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Ketua Umum Muhammad Ramli Rahim yang lebih dikenal MRR.

Ketua Wilayah IGI Aceh Imran menyampaikan, perjalanan 5 (lima) tahun Ikatan Guru Indonesia 2016 – 2021 telah dipaparkan oleh MRR. Dan tidak dapat dipungkiri bahwa selama kepemimpinan MRR, Ikatan Guru Indonesia sangat berkembang baik dari segi keanggotaan, kualitas maupun kuantitas, kegiatan peningkatan kompetensi guru yang tiada henti setiap pekannya, melahirkan pelatih-pelatih yang mumpuni di bidangnya.

Imran menambahkan, bahkan sejak kepemimpinan MRR, IGI sukses melaksanakan Anugerah Pendidikan Indonesia yang diawali dari Gerakan Duta Bayar Balik, yang tidak dimiliki oleh organisasi profesi guru lainnya bahkan, jarang dilaksanakan oleh NGO Non profit lainnya. “Prestasi yang luar biasa ditunjukkan oleh Daeng Ramli dalam memimpin IGI pusat,” jelas Imran.

Dalam surat keputusan IGI Aceh Nomor 003/IGI-Aceh/I/2021 tanggal 29 Januari 2021 yang ditandatangi oleh Ketua dan Sekretaris IGI Aceh. Salah satu pernyataan yang disampaikan oleh pengurus IGI Aceh terhadap laporan pertanggungjawaban pengurus pusat periode 2016 – 2021 yaitu menerima semua LPJ tanpa ada catatan apapun.

Imran ketika ditanya mengenai proses Kongres III IGI yang sedang berlangsung di Bandung menuturkan bahwa sampai saat ini masih berlangsung pembahasan di setiap komisi, kawan-kawan ketua daerah mengusulkan agar proses pemilihan ketua umum secara mufakat dan musyawarah saja.

“Banyak kawan-kawan ketua daerah di Aceh dan rata-rata pemilik suara di kongres, mengharapkan pemilihan ketua umum IGI, bisa dimusyawarahkan saja untuk mencapai mufakat”, pungkas Imran.

read more
Berita Terkini

Pengabdian Tiada Tepi Guru Daerah Terpencil

Jaringanpelajaraceh.com  I Aceh Timur – Perjuangan guru di daerah terpencil patut diapresiasi. Berbagai tantangan dan rintangan harus mereka hadapi demi bisa memberikan pendidikan pada anak-anak desa.

Seperti pengalaman yang diceritakan oleh Jufri, salah seorang dari sekian banyak guru yang mengajar di daerah terpencil yang ada di Kabupaten Aceh Timur.

Pria yang merupakan guru Matematika di SMPN 5 Pantee Bidari ini harus melewati berbagai rintangan untuk mencapai tempat dia mengabdi sehari-hari.

Kepada media ini, ia menuturkan kisah suka dukanya selama mengajar di daerah terpencil tepatnya di Desa Blang Seunong Kecamatan Pantee Bidari Kabupaten Aceh Timur.

Menurutnya, sejak mengabdikan diri mulai tahun 2018 di sekolah ini hingga sekarang, dirinya tetap bersemangat mengajar anak-anak di daerah terpencil. Walaupun untuk melalui semua itu, pakaianya harus kotor oleh tanah ketika melewati jalan yang penuh dengan lumpur.

Ia menambahkan, jarak menuju sekolah tempatnya mengajar dari rumahnya berjarak 35 Km.

Jika tidak musim penghujan dirinya mengakui bisa cepat sampai mengunakan sepeda motor, sekitar 90 menit. Namun jika musim hujan ia dan kawan-kawannya harus berjuang lebih kuat untuk mencapai sekolah.

Lebih lanjut dijelaskannya, jika di musim penghujan dirinya bisa sampai ke sekolah memakan waktu hingga 2 jam.

Sebab jalan yang biasanya dilewati tak bisa lagi dilalui. Karena jalan yang dilaluinya mencapai 5 Km berlumpur dan biasanya sepeda motor harus didorong.

“‎Nah kalau di musim penghujan ini saya harus berangkat lebih awal, yang semula berangkat jam 06.45 WIB jadi berangkat pukul 06.15,” katanya, Jumat (29/01/2021).

Jufri menerangkan, dirinya sengaja berangkat lebih awal jika musim penghujan, pasalnya ia tidak ingin siswanya lama menunggunya untuk mendapatkan pelajaran baru.

Diakuinya, jika muridnya lama menunggu disitulah dirinya merasa sedih, karena ‎melihat murid-muridnya yang sudah siap-siap untuk menerima pelajaran sedikit kecewa, karena menunggu gurunya.

“Disisi ‎lain saya merasa senang dan bangga melihat anak-anak yang semangat belajar meski sekalipun berada di daerah terpencil,” ucapnya.

Menurut Jufri, selama berjalan dengan sepeda motor dijalan berlumpur sejauh 5 KM, tak jarang dirinya tersungkur di jalan berlumpur, sebab kondisi jalan memang licin.

Namun yang ada dibenaknya, bagaimana pengetahuan baru hari ini bisa diberikan kepada muridnya.

Walau menghadapi segudang tantangan, Jufri mengaku tetap bersemangat dalam mengabdikan diri untuk mencerdaskan putra putri Aceh di daerah terpencil.

“Bagi saya, melihat anak-anak daerah terpencil menjadi pintar ada kepuasan tersendiri dalam bathin ini, Mudah-mudahan ada salah satu murid saya nanti menjadi seorang pejabat bahkan menjadi seorang Anggota DPR ataupun Bupati,” doanya.

Saat ditanya apa harapan Jufri pada Pemerintah, Ia berharap fasilitas sekolah didaerah terpencil bisa dilengkapi. Selain itu akses jalan menuju tempat dirinya mengajar sebagai guru mata pelajaran matematika bisa segera diperbaiki.

“Saya sangat bangga menjadi guru, apalagi dapat membagi ilmu untuk anak-anak di daerah terpencil, dan berharap pemerintah bisa menjadikan kawan-kawan seperjuangan saya di daerah terpencil yang belum PNS (Pegawai Negeri Sipil) agar mereka diberi kesempatan menjadi guru berstatus PNS atau PPPK (Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja)” pungkasnya.

read more
Berita Terkini

SMAN 1 Darul Imarah Gelar Sosialisasi Pemetaan Bakat Minat untuk Siswa Kelas XII

Jaringanpelajaraceh.com I Aceh Besar. Menjelang berakhirnya Tahun Pelajaran 2020-2021, sebagian besar siswa kelas XII SMA sederajat sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi terbaik sesuai dengan bakat dan minat mereka. Maka dalam rangka membantu para siswa kelas XII tersebut, SMAN 1 Darul Imarah mengelar sosialisasi pemetaan bakat minat siswa kelas XII dan bimbingan pemilihan jurusan di Perguruan Tinggi Negeri pada Sabtu (23/01/2021) yang digelar dikomplek sekolah tersebut  Jl. Soekarno Hatta KM.3, Lampeuneurut Ujong Blang, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar.

Menurut Kepala SMAN 1 Darul Imarah melalui Meliati, S.Pd yang merupakan Koordinator Bimbingan Konseling (BK) sekolah tersebut, tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang bakat dan minat serta gambaran tentang pemilihan jurusan di Perguruan Tinggi.

“Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas XII yang akan melanjutkan pendidikan ke Perguruan tinggi, dimana para peserta mengikutinya secara bergantian dan kita menerapkan protocol kesehatan yang ketat”, jelasnya.

Lebih lanjut Meliati mengatakan, latar belakang kegiatan ini adalah karena kekhawatiran kami para guru yang mendapatkan banyak siswa kelas XII masih kebingungan dalam menentukan jurusan untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.

“Kami sangat berterima kasih kepada bapak Dr. Anwar, S.Pd, M.Ed selaku Kepala SMA Negeri 1 Unggul Darul Imarah yang sangat menyambut baik niat kami dan mendukung secara penuh kegiatan ini”, ungkapnya.

Sementara itu, Az. Mawaddah, M.Ed yang merupakan narasumber pada kegiatan ini menjelaskan, bimbingan karir sangat penting diberikan kepada peserta didik, bahkan mulai dari tingkat Sekolah Menengah Pertama.

“Pemilihan karir tidak sebatas pekerjaan atau jurusan kuliah saja, bimbingan karir juga dapat diberikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama seperti pemilihan sekolah lanjutan, apakah siswa tersebut sesuai untuk melanjutkan sekolah ke tingkat SMA, MA atau SMK dan jika SMK, kompetensi keahlian apa yang sesuai dengan bakat minat peserta didik tersebut”, sebut alumni University Pendidikan Sultan Idris Malaysia ini.

Lanjutnya lagi, jika bimbingan karir ini sudah benar-benar diterapkan mulai dari tingkat Sekolah Menengah Pertama, Insyaallah mereka tidak akan kesulitan lagi ketika memilih jurusan di Perguruan Tinggi.

“Mudah-mudah dengan adanya bimbingan karir ini, para siswa kelas XII yang akan melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri, nantinya tidak akan bingung dalam memilih jurusan yang sesuai dengan bakat dan minat mereka”, pungkas Az Mawaddah yang juga merupakan guru Bimbingan Konseling di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan.

read more
Berita Terkini

Gelar Raker, Pusat Riset dan Pengembangan PMRI USK Susun Berbagai Program Unggulan

Jaringanpelajaraceh.com I Banda Aceh. Dalam rangka menyusun program kerja tahun 2021 Pusat Riset dan Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PRP-PMRI) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar rapat kerja (raker) bersama dengan pengurus melalui aplikasi Zoom Meeting pada Senin (25/01/2021), yang dibuka oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, MTech dan dihadiri oleh 23 peserta.

Kepala PRP-PMRI, Prof. Dr. Rahmah Johar, MPd menyampaikan, kegiatan raker ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja tahun 2020 dan menyusun program kerja tahun 2021.

“Salah satu agenda kegiatan tahun 2021 adalah melakukan rintisan menuju Pusat Unggulan Iptek (PUI) di Indonesia, seperti harapan yang disampaikan oleh Rektor USK pada saat menyerahkan sertifikat kategori A pada tanggal 15 Januari 2021 kepada PRP-PMRI”, ungkap Rahma Johar.

Lanjutnya, oleh karena itu pada raker ini PRP-PMRI mengundang kepala Pusat Riset Nilam (Atsiri Research Centre/ARC) USK yaitu Dr. Syaifullah Muhammad, yang telah berhasil menjadi PUI pada tahun 2018, ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang strategi yang perlu disusun agar PRP-PMRI bisa menjadi PUI.

Rahma Johar juga menambahkan, pada tahun 2021, PRP-PMRI Universitas Syiah Kuala sudah menyusun berbagai proram kegiatan dalam lingkup Nasional maupun Internasional.

“Dalam raker tersebut kita sudah menyusun berbagai program unggulan, antara lain melaksanakan penelitian dan publikasi, memfinalisasi Book Chapter tentang lintasan belajar dalam bentuk RPP satu halaman, melengkapi konten website math-TPACK dan Remedial Project, menyelenggarakan webinar Internasional RME dan workshop Geogebra, meningkatkan kerjasama dalam dan luar negeri, kolaboratif riset dengan peneliti luar negeri, dan mengusulkan HKI”, terang Rahma Johar yang juga merupakan dosen Jurusan Pendidikan Matematika USK.

Guru Besar USK ini juga menjelaskan bahwa PRP-PMRI baru saja menerima sertifikat dan plakat sebagai pusat riset berkategori A di lingkungan USK.

“Alhamdulillah, beberapa waktu lalu berkat usaha semua anggota tim, PRP-PMRI mendapat penghargaan dari USK sebagai pusat riset berkategori A, sambungnya indikator penilaian yang dilakukan oleh USK mengacu pada beberapa komponen penilaian dari Pusat Unggulan Iptek (PUI) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, yang meliputi aspek tata kelola, academic excellent, dan komersialisasi. Capaian yang didapat ini tentunya semakin memacu PRP-PMRI untuk terus berkembang dan berinovasi dalam meningkatkan pembelajaran matematika dengan memperhatikan kebutuhan daerah dan memanfaatkan perkembangan teknologi,” jelasnya.

Rahma Johar diakhir realease yang dikirimkannya juga mengatakan PRP-PMRI disamping melakukan berbagai riset juga melayani konsultasi atau diskusi mengenai trik menulis makalah untuk publikasi di jurnal Nasional dan Internasional, Cara menggunakan reference manager, seperti software mandeley, trik memparafrase kalimat, trik menulis literature review, analisis data penelitian.

Selanjutnya merancang lintasan belajar (Learning Trajectory) dalam bentuk RPP 1 halaman, pembelajaran Spatial Reasoning, penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran Matematika, mengembangkan literasi matematis siswa, menyelesaian soal-soal AKM dan Olimpiade, Pengembanga soal matematika dengan berbagai konteks (konteks budaya, kebencanaan, lingkungan, nilai Islami, dan lain-lain, serta pengembangan soal setara PISA.

“Untuk Informasi lebih banyak tentang PRP-PMRI dapat diakses melalui Website: http://prp-pmri.unsyiah.ac.id/ dan https://www.facebook.com/profile.php?id=100044421905903 atau silahkan kontak kami melalui email prp.pmri@unsyiah.ac.id”, pungkas Rahma Johar.

read more
Berita Terkini

Tingkatkan Mutu Lulusan, SMKN 1 Lokop Jalin Kerjasama dengan BPP Serbajadi

Jaringanpelajaraceh.com I Aceh Timur. Peningkatan mutu lulusan menjadi target utama semua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), termasuk juga dengan SMK Negeri 1 Lokop Aceh Timur. Sebagai upaya untuk mencapai target tersebut, maka pihak SMKN 1 Lokop menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Serbajadi.

Kesepakatan kerja sama antar kedua pihak tersebut dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani bersama pada Sabtu (23/01/2021) di komplek SMKN 1 Lokop Kecamatan Serbajadi Kabupaten Aceh Timur, dan dihadiri oleh unsur Muspika Kecamatan Serbajadi, Komite Sekolah, Kepala BPP, dewan guru serta pemilik lahan tempat siswa PKL.

Kepala SMKN 1 Lokop Kamaruzaman, SE.Ak melalui realease yang dikirimkan ke media ini, menyebutkan salah satu point penting yang tertuang dalam MoU tersebut adalah kerjasama dalam bidang Praktek Kerja Lapangan (PKL) untuk siswa.

Lanjutnya lagi, PKL ini merupakan bentuk kesepakatan kerjasama antara institusi pasangan dengan pihak sekolah dalam keterlaksanaan praktek bagi siswa yang merupakan bagian dari pendidikan sistem ganda.

Mantan guru SMKN 1 Idi ini juga mengharapkan, kedua belah pihak secara sungguh-sungguh dapat aktif pada setiap kegiatan yang sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya, yaitu mulai dari perencanaan, penyelenggaraan sampai dengan tahap penilaian.

“Sesuai keputusan wali murid untuk tahun 2021 ini mengingat kondisi covid 19 belum berakhir, maka siswa SMKN 1 Lokop akan melaksanakan PKL di BPP Kecamatan Serbajadi Kabupaten Aceh Timur, namun kompetensi yang diharapkan pada siswa tetap terpenuhi”, jelas Kamaruzaman.

Sementara itu, Geuchik Desa Tualang, Muhammad sangat menyambut baik kegiatan PKL yang dilaksanakan di desanya.

“Saya atas nama Kepala Desa, menyambut baik pelaksanaan PKL siswa di desa kami, selain warga desa bisa melihat langsung kegiatan tersebut, juga secara ekonomi dapat membantu para wali murid”, pungkasnya.

read more
Berita Terkini

Jalin Kerjasama dengan Aceh Australian Alumni, Upaya SMK-PP Negeri Saree Tingkatkan SDM

Jaringanpelajaraceh.com I Aceh Besar – SMK-PP Negeri Saree terus melakukan upaya peningkatan sumber daya manusia pada bidang pertanian, maka untuk tercapainya tujuan tersebut dilakukan kerjasama dengan berbagai stakeholder, termasuk dengan Aceh Australian Alumni (AAA).

Perjanjian kerjasama dengan AAA ini dituangkan dalam Nota Kerjasama (MoU) yang ditandatangani oleh Muhammad Amin, SP.,MP selaku Kepala SMK-PP Negeri Saree dan Dr. Syaifullah Muhammad, S.T., M.Eng selaku Ketua Aceh Australian Alumni (AAA) di Aula sekolah pada Sabtu (23/01/2021).

Menurut Muhammad Amin melalui realese yang dikirimkan ke media ini mengatakan, kerjasama ini dilaksanakan dengan tujuan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam upaya memasyarakatkan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian khususnya pada bidang pendidikan vokasi pertanian.

Lanjutnya, dimana secara garis besar kerjasama ini akan dilaksanakan dalam lingkup pengembangan keilmuan dan peningkatan keahlian sumber daya manusia di SMK PP N Saree pada bidang penelitian, pengabdian masyarakat, pendidikan dan pelatihan serta pengembangan bidang pendidikan vokasi pertanian.

“Sebagai tindak lanjut penandatanganan MoU ini, langkah awal langsung dilaksanakan kegiatan Guest Teacher dan Public Lecture Series bagi guru dan siswa, salah satu materi yang diberikan adalah tentang kiat sukses melanjutkan pendidikan ke Australia”, terang Muhammad Amin.

Lebih lanjut Ketua MKKS SMK Aceh Besar ini, mengatakan pihaknya menyambut dengan baik MoU dengan AAA.

“Ini merupakan moment penting, karena pengembangan sekolah sangat membutuhkan kolaborasi dengan banyak pihak dan bidang ilmu. Lebih – lebih sekarang SMK-PP Negeri Saree masuk dalam skema revitalisasi SMK melalui program Center of Excelent (COE) atau Pusat Keunggulan (PK) yang merupakan program unggulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan SMK”, terang Muhammad Amin.

Sementara itu, Syaifullah selaku ketua AAA menyampaikan, pihaknya maupun SMK-PP Negeri Saree harus dapat memanfaatkan peluang dan momentum ini, dimana kita harus memanfaatkan semua sumber daya alam dan manusia yang ada disekitar kita dalam menjalankan kegiatan kewirausahaan ini.

“Bidang pertanian punya posisi khusus dalam dunia kewirausahaan, karena dunia pertanian masih menjadi primadona, sebab masih melimpahnya sumber daya alam yang bias dijadikan program Kewirausahaan”, pungkas Syaifullah

Hadir dalam kegiatan penandatangan MoU tersebut dan kegiatan Guest Teacher ini, dari pihak Aceh Australian Alumni yaitu Prof. Dr. Ir. Samadi, M.Sc yang kebetulan juga sebagai Dekan Fakultas Pertanian Unsyiah, Inas Ghina, M.Appling, Dr. Kismullah, Dr. Zulfadli, Muslem Amiren, M.InfoTech, Frida (Founder Frida SkinCare), dr. Cut Risya Firlana (AIYEP), Nurul Husna Salahudin (AIYEP), Bahlina, Friesca Erwan, dan Dr. Cut Dewi.

Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan bantuan bibit berbagai jenis tanaman hasil pembibitan/budidaya oleh siswa SMK-PP Negeri Saree. Bantuan bibit ini diserahkan oleh Muhammad Amin kepada Syaifullah Muhammad untuk dibagikan kepada para pihak saat AAA melaksanakan pengabdian masyarakat lainnya.

read more
Berita Terkini

Program Gemas 2, Kadisdik Aceh Ajak Siswa Disiplin Pakai Masker dan Doa Tolak Bala

Jaringanpelajaraceh.com | Idi Rayeuk – Program Gerakan Masker Sekolah (Gemas) kembali dilaksanakan oleh Pemerintah Aceh di 23 Kabupaten /Kota. Salah satu Kabupaten yang menjadi sasaran program ini adalah Aceh Timur. Gubernur Aceh menunjuk Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs H Alhudri, MM sebagai penanggung jawab kegiatan Gemas 2 di Kabupaten Aceh Timur.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (23/1/2021), sebanyak 56.293 pelajar Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidayah (MI) dan Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) se-Kabupaten Aceh Timur memakai masker secara serentak, Sebelum memakaikan masker, para guru menjelaskan tentang protokol kesehatan kepada siswa.

Kadisdik Aceh beserta jajarannya ikut turun ke sekolah-sekolah memakaikan masker kepada siswa. Diantaranya SDN 3 Aceh Timur, SDN 4 Aceh Timur, MIN 1 Aceh Timur, SDN 1 Idi Timur dan MIS Darul Falah Peudawa.

Bersama Kadisdik Aceh, para guru, memperagakan cara memakai masker dan mensosialisasikan penerapan 3 M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Beberapa siswa dan siswi tampak malu-malu saat dipakaikan masker, tapi candaan Kadisdik membuat mereka senang dan tersenyum.

Alhudri berpesan agar siswa diajarkan berdoa untuk menolak bala. Karena dengan doa dan usahalah, maka wabah ini dapat ditekan dan dihilangkan dari muka bumi.

“Sebelum memulai proses belajar mengajar, marilah kita bersama-sama antara guru dan siswa berdoa untuk dijauhkan dari bala dan wabah berbahaya ini,” ungkap Kadisdik Aceh.
Penyerahan Masker Kepada Pemkab Aceh Timur

Bupati Aceh Timur, Hasballah M. Thaib diwakili Asisten II Sekdakab Aceh Timur, Aiyub, SKM menerima sebanyak 56.293 masker dari Pemerintah Aceh yang diserahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Jumat (22/1/2021) di Pendopo Bupati Aceh Timur.

Kemudian Asisten 2 Sekdakab Aceh Timur, Aiyub menyerahkan kembali kepada Kepala Cabang Disdik Wilayah Kabupaten Aceh Timur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur dan Kepala Kemenag Aceh Timur untuk diserahkan kepada kepala sekolah SD dan MI, SLBN se Kabupaten Aceh Timur.

Dalam pidatonya, Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT yang disampaikan oleh Kadisdik Aceh, Drs H Alhudri, MM menyebutkan, Gemas 2 bertujuan untuk memutus mata rantai penularan virus corona di lingkungan sekolah. Gerakan itu merupakan langkah agar para generasi muda Aceh tetap aman dari serangan virus saat mengikuti pembelajaran tatap muka.

Lanjut Alhudri, pada GEMAS tahap pertama, Pemerintah Aceh telah sukses menekan angka Covid-19, di tengah trend perkembangan Covid-19 secara global dan nasional yang cukup mengkhawatirkan.

“Saat ini, proses pembelajaran tatap muka sudah berlangsung, namun memasuki tahun 2021, angka Covid-19 secara nasional dan global kembali meningkat. Sebagai upaya perlindungan kepada masyarakatnya, terutama di lingkungan sekolah, Pemerintah Aceh kembali menggelar GEMAS tahap 2”’ jelas Alhudri.

Kadisdik menyebutkan bahwa gerakan ini bukan semata-mata membagikan masker, tetapi juga membekali siswa dengan pengetahuan tentang cara penularan dan pencegahan virus corona.

“Kami berharap kegiatan pembagian masker ini dapat secara efektif memutus rantai penularan Covid-19 di kalangan pelajar. Dengan memakai masker anak-anak tidak hanya mampu melindungi dirinya sendiri, tetapi juga orang lain”, harapnya.

Alhudri menerangkan sosialisasi penerapan protokol kesehatan secara disiplin harus terus digaungkan, agar siswa selalu menyadari bahwa Covid-19 adalah sesuatu yang nyata dan harus dihindari.

Sementara itu Bupati Aceh Timur, Hasballah M. Thaib melalui Asisten 2 Sekdakab Aceh Timur, Aiyub, SKM menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pemerintah Aceh yang telah membantu dan memberikan masker untuk seluruh siswa SD dan MI se Kabupaten Aceh Timur.

“Kita ucapkan terima kasih kepada pemerintah Aceh, mudah-mudahan masker ini dapat menjadi alat untuk mencegah penyebaran Covid 19 di lingkungan sekolah. Sebelum memakaikan masker, guru juga harus mensosialisasikan penerapan 3M kepada siswa,” harapnya.

Menurutnya, kesadaran masyarakat di Kabupaten Aceh Timur dinilai masih kurang dan perlu ditingkatkan. Sifat acuh dan ketidak percayaan adalah hal yang perlu dihindari.

Aceh Timur, menurutnya, merupakan kota transit bagi pendatang dari Sumatera Utara, maka perlu kewaspadaan dan kedisiplinan dalam menerapkan 3 M.

“Kita tentu tidak boleh lengah dan menganggap virus ini “maop”. Sikap abai kita justru membuat angka Covid-19 di Aceh Timur meningkat tajam,” pungkasnya.

read more
Berita Terkini

Bersama Anggota DPRK, IGI Lhokseumawe Salurkan Bantuan Peralatan Sekolah untuk Siswa Korban Banjir Aceh Utara

Lhoksukon – Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Lhokseumawe menyalurkan bantuan berupa peralatan sekolah untuk siswa sekolah dasar (SD) korban banjir di Kabupaten Aceh Utara dan didampingi oleh Anggota DPRK Lhokseumawe Azhari ST SPd TGr. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan dengan mengantar langsung pada beberapa SD di pedalaman Aceh Utara pada Sabtu (16/1).

Ketua IGI Kota Lhokseumawe, Jon Darmawan SPd MPd kepada media ini menjelaskan bahwa bantuan peralatan sekolah tersebut merupakan donasi yang terkumpul dari anggota IGI dan donatur lainnya.

“Kita membantu peralatan sekolah mengingat korban banjir bukan hanya masyarakat biasa. Tetapi siswa banyak juga yang menjadi korban banjir. Banyak siswa yang peralatan sekolah terendam air dan tidak dapat digunakan lagi,” ujar Darmawan.

Lebih lanjut dikatakannya, mereka sengaja menyisir beberapa SD di pedalaman Aceh Utara yang mengalami dampak besar akibat banjir. Selain itu, tambah Darmawan, siswa di pedalaman Aceh Utara orang tua mereka pada umumnya tergolong masyarakat yang ekonomi menengah ke bawah.

“Harapan kita, bantuan ini benar-benar sampai ke tangan siswa yang sangat membutuhkan, sehingga kita langsung ke lapangan untuk memberikan kepada siswa-siswa yang berhak menerima bantuan ini,” terang Darmawan.

Lebih lanjut Darmawan menuturkan bahwa para siswa yang menerima manfaat berasal dari SDN 2 Matangkuli, SDN 1 Pirak Timu, dan SDN 2 Pirak Timu. IGI Lhokseumawe, sebut Darmawan, mengantar langsung bantuan tersebut kepada ketiga sekolah dimaksud tanpa memberi tau pihak sekolah terlebih dahulu.

“Beberapa sekolah yang kita datangi mengalami dampak banjir yang sangat parah. SDN 2 Pirak Timu misalnya, buku-buku pelajaran dan bahan bacaan literasi lainnya terlihat menumpuk akibat terendam banjir dan mengalami kerusakan. IGI mengharapkan agar pihak berwenang segera membantu buku-buku pelajaran dan bahan bacaan literasi lainnya,” pungkas Darmawan.

Sementara itu, Azhari ST SPd TGr yang ikut bersama pengurus IGI Kota Lhokseumawe saat mengantar bantuan mengaku sangat prihatin dengan kondisi sekolah yang dikunjungi akibat terkena banjir Aceh Utara terutama peralatan sekolah siswa yang banyak rusak.

“Bantuan yang diberikan IGI Lhokseumawe semoga mampu mengurangi beban siswa yang terkena dampak banjir. Tentu saja saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih dengan bantuan yang digalang IGI Kota Lhokseumawe. Sebagai anggota IGI, tentu saya bangga dapat mendampingi saat menyerahkan bantuan ini,” tutup Azhari. (*)

read more
Berita Terkini

Siswa SMKN Penerbangan Aceh Lolos ke Ajang SAAK Tingkat Nasional

Aceh Besar_Siswa SMKN Penerbangan Aceh, M.Taufiq Al Ihsan berhasil lolos ke tingkat Nasional pada ajang kegiatan “Saya Anak Antikorupsi (SAAK)” yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia.

Kegiatan seleksi yang berlangsung mulai 7 – 31 Desember 2020 ini, diselenggarakan secara virtual dalam beberapa tahap dengan tujuan membangun budaya antikorupsi dan membentuk agen perubahan di kalangan siswa.

Kepala SMKN Penerbangan Aceh Baihaqi, SPd, MPd yang dihubungi oleh media ini pada Jumat (15/1/2021) menyebutkan bahwa ajang pembentukan SAAK dilaksanakan secara virtual dalam beberapa tahapan.

“Tahapan pertama adalah pelaksanaan workshop mulai tanggal 7-11 Desember 2020, kemudian dilanjutkan dengan proses penyusunan proposal inovasi program antikorupsi pada tanggal 12-19 Desember 2020”, jelas Baihaqi.

Lanjutnya, tahapan berikut adalah penilaian proposal inovasi program antikorupsi yang diselenggarakan pada tanggal 21-24 Desember 2020 dan tahap seleksi terakhir yaitu wawancara finalis proposal inovasi program antikorupsi pada 28-31 Desember 2020.

“Alhamdulillah siswa kita M.Taufiq Al Ihsan berhasil lolos dari semua tahap seleksi, selanjutnya berhak mewakili Provinsi Aceh ke tingkat Nasional dan akan di undang ke Jakarta dalam pertemuan dengan agen antikorupsi seluruh Indonesia, untuk jadwalnya masih menunggu informasi dari panitia”, sebut Baihaqi.

Kepala SMKN Penerbangan Aceh ini menyambut dengan gembira atas prestasi yang diraih oleh siswanya.

“Ini adalah sebuah keberhasilan bersama yang diraih oleh warga SMKN Penerbangan Aceh, apalagi ditengah pandemi tapi tidak menyurutkan semangat siswa untuk meraih prestasi”, tambah Baihaqi.

Ketua MKKS SMK ini menambahkan, kegiatan pembentukan agen “Saya Anak Antikorupsi” merupakan program yang luar biasa, karena melalui ajang ini dapat terbentuk karakter siswa sejak dini untuk menjauhi tindakan-tindakan yang menjurus kepada korupsi.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Aceh melalui Kepala Bidang Pembinaan SMK, Azizah, SPd, MPd menyampaikan apresiasi terhadap usaha yang dilaksanakan oleh warga SMKN Penerbangan Aceh sehingga tercapai prestasi ini.

“Saya atas nama pribadi dan Dinas Pendidikan Aceh, mengucapkan selamat kepada Ananda M Taufik Al Ihsan yang akan mewakili Provinsi Aceh diajang Nasional dan juga kepada Kepala Sekolah serta guru pembimbing”, tambah Azizah.

Lebih lanjut, Azizah mengharapkan dengan mengikuti ajang ini dapat melahirkan generasi yang jujur, loyal serta berdedikasi tinggi ketika bekerja di industri maupun mandiri.

“Prestasi yang dicapai ini semoga menjadi motivasi bagi siswa-siswa lain di Aceh untuk terus berkarya dan berprestasi di tingkat Nasional maupun Internasional sesuai dengan motto SMK Bisa, SMK Hebat”, tutupnya.

read more
Berita Terkini

Guna Memperkuat Gerakan Pertanian Organik, MAPORINA Aceh Audiensi dengan Ketua TPPKK Aceh

JARINGANPELAJARACEH-BANDA ACEH I Dalam rangka memperkuat gerakan pertanian organik untuk mendukung pembangunan pertanian Aceh, maka Pengurus Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (MAPORINA) Aceh melakukan audiensi dengan Ketua Tim Penggerak PKK (TPPKK) Aceh, Dr Ir Hj Dyah Erti Idawati MT pada Rabu (23/12/2020) di Aula komplek rumah kedinasan Wakil Gubernur Aceh Blang Padang Banda Aceh.

Ketua MAPORINA Aceh A.Rakhman, SP., MP melalui realease yang dikirim ke media ini menyebutkan bahwa tujuan audiensi ini memperkenalkan organisasi MAPORINA Aceh serta menyampaikan program kerja dan kegiatan yang sudah dilakukan kepada Ketua TPPKK Aceh.

“Pada kesempatan ini, selain kita memperkenalkan para pengurus MAPORINA Aceh, juga menyampaikan program kerja kepada Ibu Gubernur Aceh yang menjabat Ketua TPPKK Aceh”, jelas A Rakhman.

Selain itu, lanjut A.Rakhman, mengingat gerakan pertanian organik ini dapat mendukung pembangunan pertanian Aceh, maka kita perlu menjalin komunikasi yang efektif dengan berbagai pengambil kebijakan dan stakeholder.

Hadir dalam audiensi tersebut mendampingi Ketua MAPORINA Aceh yaitu Ramadhana Lubis selaku Sekretaris, Hasdiana, S.Pd Bendahara, Ir. Irvan Mirza Wakil Ketua I, Muhammad Amin, SP, MP Wakil Ketua IV dan Elvrida Rosa, SP, MP Departemen Pelatihan Teknologi Pertanian.

read more
1 42 43 44 45 46 57
Page 44 of 57