close

fitriadi

Berita Terkini

Bahas Pendidikan Anti Korupsi, Disdik Aceh Gandeng KPK

Jaringanpelajaraceh.com I Banda Aceh – Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar seminar tentang pendidikan antikorupsi bagi pemangku kepentingan bidang pendidikan se-Aceh, yang bertempat di Aula Disdik Aceh, Kamis (25/3/2021).

Kegiatan yang bertema “Monitoring dan Evaluasi Peraturan Implementasi pendidikan Antikorupsi secara offline dan online bagi seluruh jejaring pendidikan di Provinsi Aceh” digelar secara laring (offline) dan daring (online) tersebut diikuti sejumlah kepala dinas pendidikan maupun kantor wilayah kementerian agama kabupaten/kota serta kepala sekolah maupun madrasah di Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri, MM mengatakan, kegiatan itu merupakan salah satu upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai implementasi pendidikan antikorupsi.

“Coba kita membawa pelan-pelan budaya antikorupsi ini yang nantinya akan menjadi budaya di seluruh lapisan masyarakat, khususnya lingkup Dinas Pendidikan Aceh. Intinya kita sudah mulai berbenah sedikit demi sedikit, perilaku korup ini mulai kita hilangkan semampu kita dan sekuat tenaga kita,” ujarnya.

Menghidupkan budaya antikorupsi di dunia pendidikan dikatakannya, memang bukanlah perkara yang mudah. Oleh karena itu, pihak dinas pendidikan provinsi akan bekerja sama dengan dinas pendidikan kabupaten/kota serta instansi terkait lainnya guna mengimplementasikan jalannya program tersebut.

“Nanti dapat menjadi contoh untuk anak didik kita yang lain agar semakin baik negeri ini khususnya Aceh. Intinya mari kita berbenah pelan-pelan terkait korupsi ini,” ujar Kadisdik Aceh.

Kemudian, sambung Alhudri, perilaku dan budaya antikorupsi harus diterapkan dalam setiap kegiatan. Jika budaya ini sudah melekat didalam jiwa dan hati, maka seluruh peserta didik akan dapat merasakan manfaat kedepannya.

Sementara itu, Direktur Jejaring Pendidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Aida Ratna Zulaiha menegaskan pendidikan antikorupsi harus berjalan di Aceh. Menurutnya hal tersebut merupakan salah satu komitmen yang harus ditindak lanjuti oleh seluruh pemerintah daerah.

“Saya hadir disini untuk melakukan monitoring implementasi pendidikan anti korupsi di Aceh,” katanya.

Ia mengatakan, bahwa komitmen tersebut sudah dimulai sejak Desember 2018, maka dari itu sebutnya, pendidikan antikorupsi harus sudah mulai di implementasikan semenjak tahun 2020 lalu.

“Kami menagih hal itu dan kami ingin melakukan monitoring sejauh mana sudah implementasi dari regulasi pendidikan antikorupsi pada semua jenjang pendidikan yang ada di Aceh,” tegasnya.

Aida menjelaskan didalam implementasi pendidikan antikorupsi bukan hanya mata pelajarannya saja yang harus dipahami, tapi juga lingkungan pendidikan itu harus menunjukan tata kelola yang bebas dari perilaku korupsi.

“Tahun 2021, KPK membuat beberapa program yang digunakan sebagai strategi pemberantasan korupsi. Pertama edukasi dan kampanye. Kedua, melakukan branding antikorupsi pada sarana dan prasarana. Ketiga, pembangunan zona integritas cabang dinas dan sekolah,” terangnya.

Selain dari Dinas Pendidikan Aceh dan KPK, dua orang pemateri lainnya yakni Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh, Dr. Iqbal Muhammad dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Syaridin, M. Pd.

read more
Berita Terkini

Kadis Pendidikan Aceh Lepas 3 MTU ke 30 SMK di Aceh

Jaringanpelajaraceh.com I BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh kembali melanjutkan program pelatihan bergerak Mobile Training Unit (MTU) ke – 30 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri/Swasta di Aceh.

Pelatihan bergerak ini melibatkan tiga unit MTU didanai Swiss Solidarity, Medicor Foundation of Lichtenstein dan Swisscontact serta Swiss Foundation For Technical Cooperation telah dioperasikan berkeliling di wilayah Aceh sejak 1 Februari 2006 hingga 31 Desember 2007.

Pelepasan tiga unit truk kontrainer yang berisikan alat praktik siswa SMK ini dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM, Senin, (22/03/2021), di di home base MTU Gampong Pango Raya, Banda Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM, menjelaskan tujuan pendidikan di sekolah SMK diantaranya adalah meningkatkan kemampuan peserta didik untuk mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menyiapkan peserta didik untuk memasuki lapangan kerja dan berwirausaha.

“Untuk mendukung program pemerintah, yang dalam hal ini Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud  yang sedang gencar merealisasikan program link and match ini, dibuat untuk mensinergikan antara pendidikan vokasi dengan industri dunia usaha kerja (Iduka),” jelas Kadis Pendidikan Aceh ini.

Ia juga mengatakan, tujuannya guna meningkatkan penyerapan lulusan sekolah vokasi agar dapat menjadi tenaga kerja handal sekaligus untuk menjadi sumber daya manusia baru yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Direktorat Jenderal pendidikan vokasi menargetkan lulusan pendidikan vokasi tidak hanya dapat bekerja, namun juga mampu berbisinis dengan membuka usaha sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri,” katanya.

Menurutnya, dalam mewujudkan dan mendukung program Pemerintah menuju Aceh Carong, Dinas Pendidikan Aceh merancang suatu program kegiatan MTU.

“Melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat berfungsi sebagai company carer link untuk membantu para siswa, supaya lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan kemampuan serta membantu mereka yang mempunyai nilai terbaik untuk bisa bergabung dengan perusahaan atau industri terkemuka yang berada di kawasan regional dan internasional,” ungkapnya.

Dengan demikian, sambung Kadis Pendidikan Aceh ini, hasil yang dapat diperoleh dari kegiatan MTU itu adalah mampu mempersiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan Iduka.

“Hingga akhirnya lulusan SMK dapat terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan tenaga kerja industri maupun dunia kerja dan membangun potensi sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang semakin modern serta bisa menghasilkan lulusan dengan kualitas sumber daya manusia yang handal sebagai tenaga kerja berkualitas dan profesional serta siap bersaing dalam bekerja pada dunia usaha dan dunia industri,” lanjutnya.

Ia menambahkan, untuk mencapai tujuan yang tepat dalam mempersiapkan sumber daya manusia jangka panjang sesuai bidang keahlian di SMK sebagai lingkungan yang sangat strategis.

“Karena sekolah adalah lingkungan yang sangat kompleks. Semua kegiatan di sekolah harus memiliki perencanaan yang jelas dan realistis serta pengorganisasian yang efektif dan efisien,” tambahnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMK, Azizah, S.Pd, M.Pd, dalam laporannya menyebutkan, MTU didesain khusus untuk membantu masyarakat Aceh dengan menyediakan sarana dan prasarana pengembangan keahlian dan ketrampilan.

Menurutnya, pelatihan MTU tersebut bertujuan untuk penguatan peserta didik dalam kemampuan psikomotorik atau keahlian praktik serta sebagai upaya penguatan bagi sekolah-sekolah yang tidak mempunyai peralatan praktik sesuai tuntutan standar nasional pendidikan.

“Yang menjadi sasaran pelaksanaan kegiatan pelatihan MTU pada tahun 2021 ini yaitu 30 SMK Negeri/Swasta. Tentunya dengan melibatkan 36 instruktur, teknisi serta supir. Mereka semua telah dilaksanakan ToT di P4TK Malang pada tahun 2008 dan 2014 lalu,” terang Kabid Pembinaan SMK ini.

Ia juga menyebutkan pada tahun ini ada sebanyak 12 kompetensi keahlian yang dibagi dalam tiga MTU tersebut dengan jumlah yang dilatih sebanyak 1.800 orang siswa yang tersebar di 30 SMK di seluruh Aceh.

Ia menambahkan, pelatihan MTU tersebut berlangsung selama 130 hari kerja dimulai sejak Maret hingga selesai dalam tahun ini.

read more
Berita Terkini

USK Akan Tampung 7620 Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2021/2022, Ini Rinciannya

Jaringanpelajaraceh.com I Banda Aceh. Masa penerima mahasiswa baru pada Perguruan Tinggi Negeri untuk tahun 2021/2022 akan segera berlangsung. Universitas Syiah Kuala (USK) sebagai salah satu Universitas Negeri yang ada di Aceh juga sudah merilis daya tampung mahasiswa baru untuk tahun akademik 2021/2022.

Ada tiga jalur yang dibuka oleh USK untuk menerima mahasiswa baru yaitu jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yaitu sebanyak 1907 orang, kemudian untuk jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) akan diterima sebanyak 3427 orang. Selanjutnya melalui jalur Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) akan ditampung 2286 orang, sehingga totalnya 7620 orang.

Data yang disajikan di atas sesuai dengan Keputusan Rektor Universitas Syiah Kuala Nomor 176/UN11/KPT/2021 Tentang Penetapan Daya Tampung Awal Mahasiswa Baru Universitas Syiah Kuala Tahun Akademik 2O21/2O22 yang dipublis pada http://pmb.unsyiah.ac.id yaitu sebagai berikut:

 

Untuk lebih lengkapnya silahkan Download disini http://pmb.unsyiah.ac.id

read more
Berita Terkini

Lantik Pengurus MKKS SMA dan SMK, Kadisdik Aceh Paparkan Target Capaian Pendidikan Tahun 2021

JARINGANPELAJARACEH.COM I BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM, melantik pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Provinsi Aceh Periode 2021-2025, di Aula Dinas Pendidikan Aceh pada Selasa (16/03/2021).

Dalam sambutannya, Alhudri mengatakan bahwa Dinas Pendidikan Aceh pada tahun 2021 telah menyusun berbagai program untuk guru dan siswa.

“Misal untuk SMA kita menargetkan sebanyak 22 ribu siswa bisa lulus pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN), kemudian, sebanyak 14 ribu siswa SMK harus bisa bekerja mandiri atau diterima kerja di industri, dunia usaha, dan dunia kerja (IDUKA)”, ungkapnya.

Selanjutnya Alhudri juga menambahkan, sementara untuk Sekolah Luar Biasa (SLB), targetnya yaitu kemandirian dalam kehidupan dan bersosialisasi dengan masyarakat.

“Nah, untuk siswa yang akan ikut seleksi masuk PTN, kita sudah menyiapkan aplikasi Tryout mandiri, sedangkan untuk rekruitmen kerja lulusan SMK, kita akan membangun kerjasama dengan berbagai IDUKA, sementara untuk Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) kita akan melatih 400 guru menjadi calon Kepala Sekolah serta 200 Calon Pengawas baru,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Aceh ini.

Maka dikatakannya, untuk mewujudkan capaian tersebut diperlukan kolaborasi antara MKKS SMA serta MKKS SMK dengan Dinas Pendidikan Aceh.

“Tentunya dengan membangun komunikasi yang baik antara Dinas Pendidikan dengan sekolah akan tercapai cita-cita mulia ini,” ungkapnya.

Alhudri menambahkan, mekanisme penilaian yang dilakukan Dinas Pendidikan Aceh untuk Kepala Sekolah berpedoman pada buku kerja, yaitu kesesuaian antara yang tertuang dalam buku kerja dengan kenyataan di lapangan, bukan sekedar teori atau retorika.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Aceh juga menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus MKKS SMA dan SMK Provinsi Aceh yang baru dilantik.

Acara pelantikan yang menerapkan protokoler kesehatan sangat ketat ini, juga dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh Teuku Nara Setia, SE,Ak, MSi, para Pejabat Esolon III dan IV di lingkungan Disdik Aceh, para ketua organisasi profesi guru, Ketua MKKS SMA terpilih Muhibbul Khibri, MPd dan Ketua MKKS SMK terpilih Baihaqi, MPd serta para tamu undangan lainnya.

 

 

read more
Berita Terkini

SMAN 1 Sukamakmur Gelar Perjusami, Menuju Pribadi Berkarakter

Jaringanpelajaraceh.com_JANTHO│Gerakan pramuka gugus depan Kabupaten Aceh Besar pangkalan SMA Negeri 1 Sukamakmur mengadakan perkemahan Jumat Sabtu dan Minggu (Perjusami). Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari sejak tanggal 12 sampai 14 maret 2021 dan diikuti oleh sejumlah peserta dari kelas X dan XI dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna menghidari penularan covid-19 yang masih mewabah saat ini.

Kegiatan yang berlangsung di komplek SMAN 1 Sukamakmur ini, dihadiri oleh sejumlah tamu undangan dari unsur pengawas pembina sekolah, koramil setempat dan para dewan guru.

Khairatul Ulya salah seorang peserta yang dimintai keterangannya menyampaikan bahwa sangat senang dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan perjusami ini, karena mendapat pengalaman yang sangat berkesan dan akan ikut kembali dalam acara serupa pada even yang akan datang katanya.

Pelaksana tugas kepala SMAN 1 Sukamakmur Drs.Dahlan, MPd pada Jumat (12/3/2021), dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan kepramukaan bagi siswa untuk membentuk karakter dan keterampilan mereka, lanjutnya lagi, karakter yang diharapkan terbentuk adalah kejujuran (integritas), kreativitas, komunikatif, kerjasama (collaborative), karena ini modal bagi para pserta didik untuk bersaing dimasa yang akan datang.

Ia menambahkah bahwa, kegiatan ekstrakurikuler pramuka adalah kegiatan wajib yang harus diikuti oleh semua peserta didik selama menempuh pendidikan, maka harapnya pada event mendatang seluruh siswa akan diikut serta.

Diakhir sambutannya, Dahlan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pembina dan panitia yang telah bersusah payah dengan penuh tanggung jawab menyelenggarakan kegiatan ini.

“Terima kasih kepada pembina, terutama Kak Idris yang merupakan Kakak pembina paling kreatif dan kakak pembina lainnya juga para panitia serta pihak yang telah mensukseskan acara tersebut”, ungkap Dahlan sembari menyemangati para peserta dan pembina dengan untaian pantu-pantun nasehat.

Konstributor : Khairul Zami

 

read more
Berita Terkini

Perkuat Karakter Siswa, SMAN 1 Sukamakmur Gelar Pengajian di Lingkungan Sekolah

 

JARINGANPELAJARACEH.COM I ACEH BESAR. Rohis Almujtahid SMAN 1 Sukamakmur adakan pengajian (beut drah). Kegiatan yang berlangsung pada selasa 9/3/2021 dipusatkan di mushala sekolah dengan melibatkan seluruh siswa, guru dan para staf SMAN 1 Sukamakmur. Kegiatan ini juga bersamaan dengan pelantikan kepengurusan Lembaga Dakwa Sekolah (LDS) tahun kepengurusan tahun 2021/2022.

Menurut realease yang dikirimkan ke media ini menyebutkan, pengajian kitab Kifayatul Ghulam untuk siswa dan guru diasuh oleh Abana Tgk. Rahmat Fajri yang merupakan pimpinan Dayah Misbahul Wara Kecamatan Sukamakmur.

Pelaksana tugas kepala SMAN 1 Sukamakmur Drs. Dahlan, MPd menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan bagian dari peruwujudan visi sekolah dalam menciptakan generasi yang berilmu dan berakhlakmulia sesuai dengan akidah Islamiah.

“Perlunya kolaborasi antara Dayah sebagai lembaga pendidikan informal dan Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dalam bahu membahu mengatarkan kematangan kepribadian bagi para generasi penerus bangsa melalui kegiatan-kegiatan serupa,” jelas Dahlan yang juga penulis buku pantun nasehat ini.

Lanjutnya lagi, kegiatan semacam ini sangat penting dilaksanakan di kalangan siswa, mengingat tantangan era disrupsi saat ini sangat luar biasa menggerus nilai-nilai kearifan lokal yang ada, tambahnya jika para generasi tidak dibekali ilmu agama yang merupakan filter yang baik maka ditakutkan akan berakibat pada rusanya moral generasi yang akan datang.

“Kegiatan beut drah ini menjadi keunggulan kurikulum di SMAN 1 Sukamakmur yang berkerjasama dengan Dayah Misbahul Wara dalam mendukung program kurikulum Aceh yang akan diterapkan secara menyeluruh nantinya di propinsi Aceh,” jelas alumni Pasca Sarjana Universitas Syiahkuala.

Dahlan menambahkan bahwa pihaknya senantiasa berupaya memfasilitasi kegiatan ekstra kurikuler yang dapat menampung minat bakat para siswa yang ada dan juga melakukan penguatan-penguatan akademis untuk mendukung para siswa untuk lulus pada perguruan tinggi favorit.

“Saat ini Akreditasi SMAN 1 Sukamakmur yaitu A (Unggul) dan ini kesempatan meluluskan siswanya melalui Jalur seleksi rapor atau tampa tes sebesar 40% hal ini adalah nilai tambah bagi para calon siswa baru yang berkeinginan melanjutkan pendidikan ditingkat yang lebih tinggi,” pungkas Dahlan.

read more
Artikel

Meningkatkan Kompetensi Mengajar Melalui Pelatihan

Oleh : Jurtawani, S.Pd.I

Pandemi Covid-19 telah membawa perubahan yang signifikan dalam dunia pendidikan. Seluruh aktivitas belajar mengajar dirumahkan. Pada hakikatnya, transfer ilmu akan memiliki ruh jika bertatap muka. Namun, hal itu tidak mungkin terlaksana di tengah pandemi virus Corona.

Apakah situasi ini menjadikan proses pembelajaran terhenti? Tentunya tidak, pembelajaran daring adalah salah satu solusi mengaktifkan pendidikan. Namun, pembelajaran daring juga tidak dapat dijadikan acuan suksesnya pembelajaran, jika pemangku pendidikan tidak benar-benar paham pemanfaatan teknologi digital.

Kenyataannya, masih banyak guru yang gagap teknologi. Kemampuan mengoprasikan media internet secara optimal masih sangat terbatas. Rata-rata pembelajaran yang dilakukan hanya mengandalkan WAG atau WhatsApp Group. Tentu pembelajaran yang demikian memberikan efek kebosanan pada peserta didik.

Kondisi seperti ini mengharuskan seorang guru mengup-grade diri dan meningkatkan kompetensi agar mampu melahirkan inovasi dalam memberi materi pelajaran. Peningkatan kompetensi tersebut, bisa dengan mudah didapatkan oleh seorang guru di masa pandemi. Rajin mengikuti webinar atau pelatihan pembelajaran online yang sekarang sedang merebak menjadi modal bagi guru dalam mengajar daring.

Salah satu pelatihan pembelajaran online yang penulis ikuti adalah Workshop Virtual Mendesain Video Pembelajaran dan Animasi Plotagon Berbasis Android bagi Guru MI Se-Kota Banda Aceh. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKG-MI) Provinsi Aceh ini, telah memberi perubahan nyata bagi guru untuk memahami dan mengoprasikan teknologi digital.

Pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 14 September 2020 lalu, menggunakan via Webex Meeting yang berlangsung selama 3 jam dan bimbingan via WhatsApps Group selama satu minggu (15-22 September 2020) benar-benar membekali ilmu bagi para guru yang mengharuskan penerapan metode daring dalam pembelajaran.

Agussalim, S.Pd.I, guru MIN 19 Aceh Timur yang juga Sekretaris IGI Aceh Timur adalah narasumber untuk animasi Plotagon. Sedangkan Indra Mardiani, S.Pd guru MIN 11 Banda Aceh sekaligus guru prestasi tingkat nasional menjadi narasumber mendesain video pembelajaran dengan menggunakan aplikasi KineMaster.

Ketua KKG MI Aceh yang juga merupakan Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Banda Aceh, Fadli, S.Pd menjelaskan, workshop tersebut diikuti oleh 447 peserta dari seluruh Aceh (Serambi 21/09/20). Selain itu, melalui pesan WhatsApp Group ia mengatakan, “Luar biasa KKG MI Banda Aceh menghasilkan 434 video pembelajaran yang terdiri atas 214 video animasi Plotagon dan 220 video KineMaster.”

Sertifikat pelatihan akan diberikan dua lembar kepada masing-masing peserta yang telah berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan oleh narasumber, yaitu tugas pembuatan video pembelajaran animasi Plotagon dan tugas video pembelajaran KineMaster. Bagi peserta yang tidak melaksanakan tugas, akan diberikan sertifikat partisipasi.

Nyata sudah hasilnya, antusias dari para guru dalam mengikuti pelatihan. Umur bukanlah penghalang untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas keilmuan. Melalui pelatihan ini, telah melahirkan guru-guru kreatif dan inovatif dalam mendesain video pembelajaran sebagaimana tuntutan zaman. Semoga ilmu yang diperoleh dapat diamalkan oleh setiap guru dan dapat menghidupkan pembelajaran dengan hasil belajarnya seorang guru.

Harapan penulis, guru tetap menjadi motivator garda terdepan yang memberikan semangat kepada peserta didiknya agar sabar menghadapi kondisi pembelajaran seperti ini. Tugas pokok guru mendidik, mengajar, mengarahkan, membimbing, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didiknya dapat tetap terjalani meski pandemi belum jelas kapan akan berakhir.

Penulis Merupakan Guru MIN 6 Banda Aceh

read more
Berita Terkini

SDN Ranto Panyang II Meureubo Aceh Barat Gelar Pemilihan Komite Sekolah

JARINGANPELAJARACEH.COM I Meulaboh – SD Negeri Ranto Panyang II Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat Menggelar Pemilihan Komite sekolah Periode 2021-2024 bertempat di SDN Ranto Panyang II Gampong Ranto Panyang Timur, Selasa (09/03)

Kepala SD Negeri Ranto Panyang II Fitri Nuraini SPd I mengatakan, Pemilihan komite ini merupakan peremajaan komite sekolah yang baru, sebab periode pengurus komite yang lama telah berakhir.

“Pemilihan pengurus komite yg baru guna membangun sinergisitas antara masyarakat dan sekolah khususnya di SDN Ranto Panyang II,” ujarnya.

Kata Nuraini, pada acara pemilihan komite sekolah turut hadir Geusyik Gampong Ranto Panyang Timur, Agustiar dan hadir Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Aceh Barat, H Rasoel Satria SPd MSi serta Tgk Taufiq selaku komite sekolah yang lama juga dihadiri seluruh wali murid SD Negeri Ranto Panyang II.

“Acara pemilihan komite yang dipandu Eva Yulita SPd dipilih secara langsung umum bebas dan rahasia berjalan dengan baik, tertib, aman dan lancar dengan tetap berpedoman pada Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang komite sekolah,” ucapnya.

Dijelaskannya, sesuai hasil perhitungan suara, Anwar mendapatkan perolehan suara terbanyak dan menjadi komite sekolah, disusul Tgk Taufiq menjadi sekertaris dan Rini menjadi bendahara komite untuk periode 2021-2024 di SD Negeri Ranto Panyang II.

Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Aceh Barat, Rasoel Satria dalam sambutannya menyampaikan, terima kasih kepada pengurus komite lama yang telah memberikan dukungan serta pertimbangan kebijakan terhadap kemajuan SD Negeri Ranto Panyang II.

“Selamat bertugas kepada pengurus komite yg baru semoga bisa memberikan dukungan, menjalin kerjasama, komunikasi secara harmonis dengan pihak sekolah dan pihak lain guna pengembangan dan kemajuan SD Negeri Ranto Panyang II, dimana pada tahun ini sudah ditunjuk sebagai sekolah sehat dan ramah anak di Kabupaten Aceh Barat,” ucap Rasoel.

Sementara Geusyik Ranto Panyang Timur Kecamatan Meureubo Kab Aceh Barat, Agustiar dalam arahannya menyampaikan, kepada pengurus komite yang baru agar bisa menjalin kerjasama yg baik dengan pihak lain dan juga pihak sekolah demi kemajuan SD Negeri Ranto Panyang II dari saat ini hingga selanjutnya.

read more
Berita Terkini

Ketua STIT Hamzah Fansuri Lakukan Uji Efektivitas Bioaktivator Buatan Siswa MAN 2 Subulussalam

JARINGANPELAJARACEH.COM I Subulussalam. Dalam mendukung karya-karya inovatif pada tingkat sekolah di Kota Subulusalam, Dr Musriaparto yang merupakan Ketua STIT Hamzah Fansuri melakukan uji efektivitas bioaktivator buatan siswa MAN 2 Subulussalam pada Kamis (4/3/2021), pengujian tersebut dibantu teknisi pertanian Nanda Firmansyah, S.P yang merupakan guru di sekolah tersebut. Pengujian efektivitas bioaktivator buatan siswa MAN 2 Subulussalam dilakukan dengan percobaan pemberian bioaktivator pada media tanah terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman bayam. Tanaman bayam dipilih dikarenakan tanaman ini cepat memberikan respon terhadap serapan hara yang terangkut dari dalam tanah ke daun dan jaringan tanaman.

Menurut Nanda Firmansyah, Percobaan ini dilaksanakan di MAN 2 Subulussalam disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok satu faktor.

“Pada uji ini kita gunakan dosis bioaktivator dengan empat perlakuan,  yaitu bioaktivator dosis 15 ml (B3), bioaktivator dosis 10ml (B2), bioaktivator dosis 5ml (B1)  dan tidak menggunakan bioaktivator (B0) sebagai control”, jelas Nanda.

Lanjutnya lagi, perlakuan ini dibandingkan dengan ECO farm yang merupakan produk yang beredar dipasaran dengan dosis ecofarm yaitu penggunaan ecofarm dosis 15ml (E3), penggunaan ecofarm dosis 10ml (E2), penggunaan ecofarm dosis 5ml (E1).

Dr Musriaparto menggandeng Nanda Firmansyah dalam melakukan uji efektivitas bioaktivator ini dikarenakan Nanda yang berpengalaman 7 tahun sebagai teknisi laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, dianggap sangat berpengalaman dalam penelitian ini

Ketua STIT Hamzah Fansuri ini menambahkan, dengan adanya karya-karya inovatif di Madrasah, diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dan kreativitas siswa, hal ini mendorong munculnya ide-ide baru mulai dari ruang lingkup sekolah.

Sementara itu, Kepala MAN 2 Subulussalam Indra Nasution, S.Pd.I mengatakan, kami akan terus memfasilitasi kegiatan-kegiatan positif seperti karya inovatif siswa MAN 2 Subulussalam,

“Karena dari situlah akan tumbuh generasi-generasi yang kreatif dan inovatif dalam menghadapi masa depan yang semakin kompetitif”, pungkas Indra.

read more
Berita Terkini

Dukung GLS Buku Karya Kepala SMPN 14 Banda Aceh Bersama Siswa Diterbitkan

JARINGAN PELAJAR ACEH I Banda Aceh – Dalam upaya mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS), buku karya Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 14 Kota Banda Aceh bersama dua orang siswinya telah diterbitkan dan memiliki International Standart Book Number (ISBN) serta terdaftar di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI).

Buku karya Kepala SMP Negeri 14 Banda Aceh, Famillia Elsa SKH MPd bersama dua orang siswinya Najwa Rizqi Amanda dan Zaenika Anggraini berjudul Kerlap Kejora di Negeri 14 diluncurkan pada Kamis (04/03).

Kepala SMP Negeri 14 Banda Aceh, Famillia Elsa mengatakan, selama ini pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggalakkan gerakan literasi sekolah diseluruh 34 propinsi di Indonesia.

“SMP 14 Banda Aceh mencoba ambil bagian dalam gerakan literasi itu dengan membudayakan membaca dan menulis baik untuk guru maupun bagi siswa,” kata Elsa.

Dikatakannya, budaya membaca dan menulis ini sangat penting untuk peningkatan kualitas pendidikan di Propinsi Aceh khususnya di Kota Banda Aceh. Potensi guru dan siswa untuk menulis perlu perhatian khusus bagi Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh.

“Beberapa organisasi profesi guru seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan yang konsen dalam gerakan literasi seperti Ikatan Guru Indonesia (IGI) harus mendapat dukungan dan kerjasama dari Pemerintah Kota Banda Aceh,” ucap mantan guru berprestasi tingkat nasional ini.

Dijelaskannya, buku karya kepala sekolah dan siswi SMP Negeri 14 Banda Aceh yang telah diterbitkan ini sebagai bukti bahwa guru dan siswa memiliki potensi untuk menulis walaupun perlu adanya perbaikan dan bimbingan secara berkesinambungan.

Kita sangat mendukung bagi guru dan siswa memotivasi untuk menulis buku atau artikel dengan mengikuti pelatihan-pelatihan dalam upaya peningkatan dalam upaya peningkatan budaya literasi, pungkas Elsa.

read more
1 40 41 42 43 44 57
Page 42 of 57