close

fitriadi

Kegiatan

Kenalkan Makanan Daerah, Siswa SDN 67 Percontohan Banda Aceh Diajarkan Cara Membuat Lemang

JARINGAN PELAJAR ACEH I Banda Aceh – Sekolah Dasar (SD) Negeri 67 Percontohan Kota Banda Aceh memperkenalkan kepada siswa salah satu panganan khas Aceh dengan memasak lemang dilingkungan sekolah setempat, Rabu (03/03/2021).

Kepala SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh, Bakhtiar mengatakan, jelang hari meugang puasa dan hari raya masyarakat Aceh khususnya di wilayah barat selatan, lemang merupakan salah satu panganan wajib yang dimasak oleh sebagian masyarakat Aceh.

“Untuk memperkenalkan lemang kepada siswa, para Guru SD Negeri 67 Percontohan berinisiatif memasak lemang yang bisa disaksikan langsung oleh semua siswa dengan melibatkan guru beserta siswa untuk membantu memasak lemang,” kata Bakhtiar.

Dikatakannya, tujuan memasak lemang ini semata-semata untuk memperkenalkan kepada siswa panganan khas Aceh yang sering dijumpai saat bulan Ramadhan yang dijajakan setiap sore harinya jelang buka puasa.

“Agar siswa lebih mengetahui bagaimana proses pembuatan lemang dan bahan-bahan apa saja yang digunakan, para dewan guru memperkenalkan dan memasaknya yang dapat disaksikan oleh Keluarga Besar SD Negeri 67 Percontohan,” ucapnya.

Dijelaskannya, lemang ini terbuat dari ketan dan buah ubi dikumpulkan murni dari swadaya para dewan guru berupa beras ketan, buah ubi, kelapa, daun pisang, bambu (buluh) bahkan sampai ke kayu bakar.

“Kesulitan memasak lemang di Kota Banda Aceh agak sedikit sulit dijumpai bambu muda, biasanya bambu ini mudah kita dapati di kampung-kampung, namun guru-guru di sekolah ada yang berdomisili dari Aceh Besar. Berkat kebersamaan dan kekompakan dewan guru semua bisa teratasi,” ujar Bakhtiar.

Dalam kesempatan itu, turut hadir dan disaksikan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Kepala Bidang Sekolah Dasar, Jailani Yusti dan staff lainnya ikut mencicipi lemang masakan dari guru dan siswa SD Negeri 67 Percontohan.

Kata Jailani, kebanyakan kita fokus pada hasil. Padahal untuk menghadirkan sepotong leumang, butuh proses yang panjang. Perlu daun pisang, buluh, beras, santan dan kemudian memanggangnya hingga jue leumak lemang dan juga leumak tukang panggang,” tulisan diakun media sosialnya.

Ia menambahkan, kegiatan masak lemang disekolah kita ambil nilai positifnya. Kebersamaan dan kekompakan, kerjasama antara dewan guru bersama siswa sangat kentara serta dapat mempertahan dan melestarikan kuliner khas Aceh sebagai kuliner warisan indatu.

read more
Berita Terkini

Kembali Berinovasi, Siswa MAN 2 Subulussalam Olah Limbah Cangkang Telur jadi Pakan Ternak

Jaringanpelajaraceh.com I Subulussalam. Setelah sebelumnya berinovasi dengan teknologi ember modifikasi hydroganik, kini MAN 2 Subulussalam kembali melakukan inovasi baru, yaitu mengolah limbah cangkang telur menjadi bahan bermanfaat.

Nanda Firmansyah, S.P Guru Prakarya dan Kewirausaan MAN 2 Subulussalam melalui realease yang dikirim ke media ini pada Senin (1/3/2021) menyebutkan, cangkang telur yang biasanya dibuang begitu saja dan berakhir di tempat sampah akan membusuk dan berbau tidak sedap. Lanjutnya lagi padahal jika diketahui, cangkang telur ini memiliki banyak manfaat.

“Cangkang telur yang banyak mengandung Kalsium Karbonat (CaCO3) memiliki berbagai manfaat seperti meningkatkan kepadatan tulang, mendukung kerja sistem saraf dan juga dapat dijadikan pupuk organik bagi tanaman”, ujar Nanda yang merupakan alumni Fakultas Pertanian Universitas Malikul Saleh Lhokseumawe.

Tambahnya lagi, kita melihat begitu banyak cangkang telur dari limbah rumah tangga, rumah-rumah makan dan juga toko-toko kue. Limbah ini harus kita manfaatkan karena sangat berguna bagi masyarakat yang mayoritas petani dan peternak ikan di Kota Subulussalam.

“Melalui mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan siswa-siswi MAN 2 Subulussalam mengolah limbah cangkang telur menjadi pakan yang bisa digunakan untuk makanan ikan maupun hewan ternak. Mengolah limbah cangkang telur bukanlah hal yang sulit”, sebutnya.

Nanda menjelaskan cara membuat pakan ikan dari cangkang telur, yaitu terlebih dahulu cangkang telur harus dicuci bersih, selanjutnya untuk mengurangi kadar air cangkang telur harus dijemur sampai kering dibawah sinar matahari kurang lebih selama dua hari, terakhir cangkang telur dihaluskan dengan menggunakan penggerus.

“Untuk dijadikan pakan, tepung cangkang telur ditambahkan bahan-bahan lain seperti bubuk kunyit, tepung jagung, daun kelor dan tepung kanji”, pungkasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam H. Juniazi, S.Ag., M.Pd dalam pembukaan launching program-program inovasi MAN 2 Subulussalam mengatakan, Madrasah harus setara dengan sekolah-sekolah umum lainnya.

“Jika sekolah umum punya sekolah unggul, tentunya Madrasah juga harus punya. Kita harus mampu buktikan jargon Madrasah hebat bermartabat dengan program-program inovasi baru di Madrasah”, tutupnya.

read more
Berita Terkini

Disdik Aceh Teken MoU dengan Jissho Foundation, untuk Program Magang Lulusan SMK ke Jepang

Jaringanpelajaraceh.com I Banda Aceh. Dinas Pendidikan Aceh melakukan kerja sama pengembangan sumber daya manusia bagi lulusan SMK di Provinsi Aceh dengan Jissho Foundation. Jissho Foundation adalah lembaga pendidikan, pelatihan nonformal yang mendidik, melatih dan menempatkan para siswa dan alumni dari SMK untuk menjadi tenaga kerja yang berkarakter, terampil di bidangnya dan memiliki jiwa kewirausahaan.

Nota Kesepahaman ini ditantangani Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM dan Direktur Jissho Foundation, Rismaja Putra SS, MM, disaksikan Anggota Komisi X DPR RI asal Aceh, Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, SE, Selasa, (23/02/2021), di Meeting Room Mannheim Hotel SMK Negeri 3 Banda Aceh.

Hadir pada penandatanganan Nota Kesepahaman ini Kepala Bidang Pembinaan SMK, Azizah, M.Pd, Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) UPTD Pengembangan Teknis dan Ketrampilan Kejuruan (PTKK), Ir. Adriansyah, MM, Kepala UPTD Balai Tekkomdik Aceh, Teuku Fariyal, S.Sos, MM, Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Marwandi, Kasubbag Tata Usaha BLUD UPTD Pengembangan Teknis dan Ketrampilan Kejuruan (PTKK), Chaidir, SE, MM, Kasi Layanan dan Publikasi UPTD Balai Tekkomdik Aceh, Nanda Rizki, SSTP serta beberapa Kepala SMK.

MoU ini mencakup kerja sama untuk pemagangan dan penempatan kerja lulusan SMK ke Jepang. Kerja sama pengembangan sumber daya manusia di bidang pelatihan bahasa Jepang dan penempatan untuk dapat bekerja di Jepang.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM, usai penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut menjelaskan, langkah awal yang dilakukan pihaknya agar para lulusan SMK dari setiap jurusan untuk dapat magang di Jepang melalui Jissho Foundation.

“Mungkin juga sekaligus bisa bekerja di sana. Karena sumber daya manusia yang kita miliki di Aceh sangat potensial, hanya saja diperlukan pembinaan dan peningkatan atas sumber daya manusia yang ada,” ujar Kadisdik Aceh ini.

Ia menyebutkan, adapun SMK yang di lirik Jissho Foundation untuk kerja sama ini meliputi, SMKN 1, 2 dan 3 Banda Aceh, SMKN 5 Telkom Banda Aceh, SMKN Penerbagan Aceh, SMK Farmasi Cut Mutia, SMK Muhammadiyah Aceh, SMKN 1 Lhok Nga, Aceh Besar.

“Dari informasi yang kita terima dari Jissho Foundation, untuk seluruh Indonesia diberikan kuota sebanyak 7.000 orang. Provinsi Aceh ddiberi kuota sebanyak seribu orang untuk pemagangan di Jepang. Namun kita meminta kiranya dapat diberikan 1.500 orang,” sebutnya.

Pihaknya mengaku terus mengasah soft skill peserta didik yang masih duduk di bangku sekolah sesuai program yang ada, termasuk meningkatkan sarana dan prasarana sebagai penunjang kegiatan di sekolah.

“Sekali lagi, sumber daya manusia di Aceh tidak kurang. Dan dengan terserapnya tenaga kerja, hal ini sekaligus dapat mengentaskan kemiskinan di Aceh karena generasi kita sudah diterima di dunia kerja,” katanya.

Anggota Komisi X DPR RI asal Aceh, Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, SE, menyambut baik dan mengapresiasi Pemerintah Aceh dalam hal ini melalui Dinas Pendidikan Aceh yang telah menggandeng Jissho Foundation dalam melakukan pemagangan lulusan SMK dari Bumi Serambi Mekkah ini.

“Komisi X mengapresiasi keberhasilan Provinsi Aceh menggandeng Jissho Foundation dalam program pemagangan lulusan SMK ke Jepang. Kita membutuhkan adanya keterwakilan Aceh di Jepang untuk mempromosikan Provinsi ini di Negara Matahari terbit,” katanya.

Bunda, sapaan akrab untuk Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal ini, optimis Provinsi Aceh akan terus bangkit termasuk bidang pendidikan. Sebab, pendidikan tujuannya adalah untuk menciptakan sumber daya manusia yang handal.

Sumber : LintasGAYO.co

 

read more
Berita Terkini

Dukung Ketahanan Pangan di Masa Pandemi, MAN 2 Subulussalam Latih Siswa Budidaya Ikan dan Sayur dalam Ember Modifikasi

Jaringanpelajaraceh.com I Subulussalam. Masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini, kebutuhan pangan setiap individu sangatlah penting untuk diperhatikan, ketidakjelasan waktu kapan pandemi akan berakhir berpotensi mengganggu ketersediaan, stabilitas, dan akses pangan. Hal yang paling dikhawatirkan jika kondisi ini terus berlangsung dalam jangka waktu lama adalah terjadinya krisis pangan. Oleh karena itu, menjaga ketahanan pangan di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, menjadi prioritas utama setelah kesehatan. Kondisi seperti ini membuat orang mencari berbagai solusi untuk menjaga ketersediaan dan akses pangan dapat terpenuhi dengan baik.

Nanda Firmansyah, SP, Salah seorang guru pertanian di Madrasah Aliyah Negeri 2 Subulussalam melalui realease yang dikirimkan ke media ini pada Rabu (17/02/2021) menjelaskan, salah satu cara yang ditawarkan oleh MAN 2 Subulussalam dalam menjaga ketahanan pangan yaitu dengan membudidayakan ikan dan sayuran dalam ember modifikasi secara hydroganik.

Lanjutnya, kegiatan ini memanfaatkan ember sebagai media yang memiliki dua fungsi yang berbeda. Pertama dapat memelihara ikan di dalam ember, kedua dapat membudidayakan sayuran pada tutup ember yang telah dimodifikasi.

“Selain itu teknologi ini juga dapat ditempatkan dimana saja, seperti didapur atau ditempat yang tidak membutuhkan ruang besar. Hal ini membuat akses ikan dan sayur dapat terpenuhi dengan baik  khususnya pada skala rumah tangga”, jelas Nanda yang merupakan alumni Teknik Pertanian Universitas Malikulsaleh.

Sementara itu Kepala MAN 2 Subulussalam, Indra Nasution, SPdI,  mengatakan kegiatan ini menjadi solusi untuk menjaga ketahanan pangan dimasa pandemic.

“Kami mengajarkan siswa membudidayakan ikan dan sayuran dalam ember yang telah dimodifikasi secara hydroganik supaya mereka mampu mempraktekkannya secara mandiri di rumah masing-masing agar terjamin ketersediaan dan akses pangan dari rumah”’ papar Indra

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam H. Juniazi, SAg., MPd yang hadir pada kegiatan tersebut sangat mengapresiakan program-program inovasi yang dilakukan MAN 2 Subulussalam.

“Kami mengapresiakan program-program unggulan yang dilaksanakan oleh sekolah, kedepan kita harus memiliki MAN terpadu, MAN unggulan, atau MAN inovasi”, harap Juniazi.

read more
Berita Terkini

Guru dan Siswa Aceh Boyong Medali di Tingkat Nasional

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Banda Aceh – Sembilan siswa dan seorang guru SMA Negeri Unggul Kota Subulussalam berhasil menyabet medali pada ajang Kompetisi Sains Indonesia (KSI) dan Olimpiade Numerasi dan Literasi lndonesia (ONLI) tingkat nasional tahun 2021. Kompetisi ini dilaksanakan oleh Lembaga Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia (POSI) secara daring pada Sabtu dan Minggu (6-7/2/2021).

Medali yang diraih oleh siswa dan guru MTsN 1 Pati tersebut terdiri tiga medali perak dan tujuh medali perunggu dari empat bidang lomba yaitu Fisika, Bidang Kebumian (KSI) serta numerasi dan literasi (ONLI).

Peraih medali perak yakni Nurhadia Br Purba (Fisika), Iza Muhlisin (Kebumian), Hendik Hidayatullah (Kebumian). Sementara, peraih medali perunggu yaitu Mirza Zaki Rafi’I (Fisika), Reffi Rasbina Munthe (Fisika), Teguh Sinaga (Fisika), Rifaldi Amansyah (Fisika), Aditya Your Pahreza Ritonga (Fisika), dan Rio Ardiansyah (Kebumian).

Pada tingkat guru, SMA Negeri Unggul Kota Subulussalam berhasil meraih satu medali perunggu yaitu Herly Feronika (ONLI). Guru sekaligus pembimbing mengatakan meskipun di tengah pandemi tetap melakukan bimbingan secara intens sekalipun terkadang melalui daring.

“Alhamdulillah anak-anak sudah mulai bisa berpikir bijak dan tidak bergantung dengan guru. Mereka sudah menyadari pentingnya mencari ilmu melalui ajang perlombaan. Mereka aktif mencari info dan sharing sesama teman,” tuturnya.

Ia mengaku bersyukur dan bangga atas solidnya siswa-siswi sehingga dapat mencapai prestasi yang membanggakan sekolah.

“Kita bisa saling melengkapi dalam belajar. Bukan hanya melulu dari saya, saya pun belajar dari mereka,” imbuhnya.

Kepala SMAN Unggul Kota Subulussalam, Syamsul Bahri, S.Pd mengatakan capaian yang mereka dapatkan semoga bisa menjadi tombak semangat untuk terus berprestasi dalam setiap perlombaan.

“Semoga Anak-anak tetap rendah hati, tetap saling berbagi ilmu dan terus semangat berprestasi. Keberhasilan ini harus menjadi motivasi bagi guru dan siswa lainnya sehingga kian terbiasa mengikuti lomba, baik di tingkat nasional bahkan internasional di masa yang akan datang.” imbuhnya.

Dia mengatakan meski penerapan belajar mengajar masih dilakukan dengan sistem shift, siswa tetap dapat menyerap mata pelajaran yang diberikan oleh setiap guru secara maksimal.

“Sekedar informasi, Lembaga POSI ini merupakan penyedia/pelaksana/olimpiade sains di tingkat regional dan nasional. Sedangkan literasi dan numerisasi adalah kompetensi untuk menguji kemampuan berpikir tentang bahasa serta matematika yang diperlukan secara personal, sosial maupun profesional,” tutup Kepsek SMAN Unggul Kota Subulussalam

read more
Berita Terkini

Kadisdik Aceh, Sekolah Wajib Laksanakan Delapan Standar Nasional Pendidikan

Jaringanpelajaraceh.com I BIREUEN – Pemerintah Aceh bertekad untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Program Standar Nasional Pendidikan menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh melakukan inspeksi mendadak untuk memastikan delapan Standar Nasional Pendidikan telah berjalan dengan baik di sejumlah SMA dan SMK yang ada di Kabupaten Bireun, Jumat (12/2/2021). Kadisdik Aceh berkunjung ke sekolah-sekolah tanpa diketahui oleh kepala sekolah dan guru.

Dalam kunjungannya, Kadisdik Aceh, Drs H Alhudri MM turut didampingi Kabid Pembinaan SMK, Azizah, MPd, Plt. Kabid Pembinaan GTK, Muksalmina MSi, Kepala UPTD Balai Tekkomdik, T. Fariyal MM.

Kadisdik memantau lima sekolah yang ada di Kabupaten Bireun, yaitu SMAN 1 Samalanga, SMAN 2 Samalanga, SMAN 1 Simpang Mamplam, SMKN 1 Simpang Mamplam dan SMAN 1 Pandrah.

Pertama, SMAN 1 Samalanga. Kadisdik melihat langsung satu persatu ruangan, mulai ruang kerja kepala sekolah, ruang guru, ruang belajar dan kamar mandi guru dan siswa. Disana dia menemukan beberapa kaca jendela, meja dan kursi tampak sudah rusak.

“Perlu kerja keras kepala sekolah dan guru untuk membuat sekolah ini menjadi tempat yang nyaman untuk belajar,” tuturnya.

Hampir setiap sudut ruangan tak luput dari pantauannya. Betapa tidak, ini merupakan sidak pertamanya pasca presentasi buku kepala sekolah. Seolah tak mau mendapat laporan asal bapak senang, ia terjun ke lapanga memeriksa sekolah satu persatu.

Kedua, Kadisdik menuju SMAN 2 Samalanga, disana dia memantau ruang guru, perpustakaan, ruang kelas dan wastafel. Beliau terkejut melihat banyak buku yang berserakan dan tidak pada tempatnya.

Kenapa bisa begini pak, tanya Kadisdik penuh kecewa. “Sekolah kami baru siap banjir pak,” sahut pesuruh sekolah.

Alhudri menyarankan agar kepala sekolah, guru dan siswa untuk dapat menjaga lingkungan sekolah agar bersih, rapi, estetis dan indah (Bereh). Ia pun tampak kecewa dengan sekolah itu karena masih jauh dari harapan.

Ketiga, Kadisdik kembali melanjutkan sidaknya ke SMAN 1 Simpang Mamplam. Setiap ruangan diperiksanya secara merata. Seolah mengobati kekecewaannya terhadap sekolah sebelumnya, ia memuji kinerja kepala sekolah tersebut.

“Selamat kepada bapak kepsek yang telah benar-benar menjaga sekolah ini dengan baik,” ucapnya.

Lalu secara spontan kepsek langsung menyalami dan memeluk orang nomor satu di Disdik Aceh. Dia senang kinerja baiknya mendapat apresiasi dari orang nomor satu di Disdik Aceh.

“Alhamdulillah,” katanya penuh haru.

Pujian itu patut diberikan, karena lingkungan sekolah tersebut sangat bersih dan rapi. Hal itu membuktikan keseriusan dari warga sekolah dalam merawatnya.

Keempat, Kadisdik menuju SMKN 1 Simpang Mamplam. Disana ruangan sekolah berada dalam keadaan bagus. Namun masih perlu dijaga kebersihannya. Masih ditemukan sampah yang berserakan sehingga tidak indah dipandang mata.

“SMK harus melahirkan lulusan yang bisa bekerja di Dunia Usaha dan Dunia Industri,” sebutnya.

SMK ini memiliki lahan hampir 7 hektar dan sebagiannya telah ditanami palawija. Namun masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan dengan baik.

“Lahan yang luas ini tolong dimanfaatkan untuk praktik siswa dengan baik,” pesannya.

Meski sudah nampak bagus dari depan, namun kepala sekolah diminta untuk terus berbenah agar membuat lingkungan sekolah nyaman dan bersih.

Kelima, menjelang maghrib, Kadisdik Aceh mengakhiri kunjungannya di SMAN 1 Pandrah. Dia melihat setiap sudut ruangan yang ada disana. Meski dalam keadaan gelap, namun tak mematahkan semangatnya untuk melihat satu persatu sudut ruangan.

“Sesuai arahan Gubernur Aceh Sekda Aceh untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Aceh harus ada terobosan. Ini merupakan salah satu cara dengan mengevaluasi langsung ke sekolah-sekolah,” ujarnya.

Alhudri berharap dengan melaksanakan delapan standar nasional pendidikan tersebut, diharapkan bisa terjadi peningkatan mutu pendidikan di Aceh. Sehingga, akan banyak siswa-siswi yang lulus ke Perguruan Tinggi dan bekerja di dunia usaha dan dunia industri.

read more
Berita Terkini

HUT PELITA Ke-5, SMKN Taman Fajar Hadirkan Pegiat Literasi Nasional untuk Motivasi Siswa

Jaringanpelajaraceh.com I Aceh Timur. Pergerakan Literasi SMKN Taman Fajar (PELITA) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 5 pada 9 Februari 2021. Acara ini mengusung tema “ Menjadi Remaja Kreatif, Cerdas, dan Mandiri dengan Literasi”. Pada kegiatan tersebut panitia menghadirkan bintang tamu kreatif dan inspiratif sebagai motivator bagi peserta yang hadir untuk memeriahkan acara.

Menurut Susanti, S.Pd yang merupakan guru pembina Gerakan Literasi di SMKN Taman Fajar menjelaskan, pada acara tersebut panitia menghadirkan motivator yang merupakan pegiat literasi, yaitu Tika Ardianti, yaitu seorang kreator, Ilustrator Buku, dan Animator lulusan S1 Desain Komunikasi Visual Universitas Telkom Bandung. Beliau pernah membuat animasi yang ditayangkan pada Narasi TV milik Najwa Shihab dan mendesain cover buku-buku penerbit terkenal.

Lebih lanjut Susanti menambahkan, motivator lain yang dihadirkan yaitu Magvirah, merupakan alumni jurusan OTKP SMKN Taman Fajar. Saat ini Magvirah telah selesai menulis 5 buku, serta telah menyelesaikan 3 Novel yang tanyang pada Aplikasi Novel Me. Ia juga aktif sebagai penulis di aplikasi Novel Me dan telah mendapatkan royalti sebesar Rp 1.000.000-per bulannya.

“Kemudian Motivator ketiga adalah Rahmad Sugheri, alumni SMKN Taman Fajar yang banyak mendulang prestasi. Termasuk menjadi pemenang juara pertama tingkat provinsi Aceh pada Festival Literasi Sekolah jenjang SMK pada Tahun 2018 kemudian mewakili Aceh ke ajang FLS Nasional di Jakarta,” jelas Susanti yang juga seorang penulis

Guru Bahasa Indonesia ini menambahkan, pada HUT PELITA ini juga diadakan lomba menulis cerpen dengan tema “Pengalaman Belajar di Masa Pandemi” untuk siswa kelas X dan XI, juga lomba menulis cerpen dengan tema “ Pengalaman Terbaik Selama PKL” untuk siswa kelas XII.

Sementara itu, Kepala SMKN Taman Fajar Nurdin, S.Pd., MA kepada media ini menjelakan bahwa, PELITA merupakan sebuah organisasi yang dibangun oleh para pegiat literasi di sekolahnya, sehingga program gerakan literasi di sekolah dapat berjalan dengan maksimal.

“Suatu kebanggaan bagi kami, bahwa semangat guru, siswa dan warga sekolah membangun gerakan literasi melalui wadah PELITA. lanjutnya, alhamdulilah ini sudah tahun ke 5 lahirnya wadah pegiat literasi sekolah ini,” jelas Nurdin

Pria yang sering disapa Babe oleh warga Peureulak Aceh Timur ini menambahkan, sejak tahun 2016, PELITA telah aktif mengadakan kegiatan-kegiatan untuk mengembangkan kemampuan literasi, dari kemampuan literasi dasar seperti membaca buku 15 menit sebelum proses belajar-mengajar, lomba sudut baca kelas, lomba menulis cerpen, hingga membuat proyek penulisan buku baik antar guru dan siswa SMKN Taman Fajar.

“Alhamdulilah, berkat semangat para siswa bersama guru, SMKN Taman Fajar selalu mendapatkan juara pada ajang Festival Literasi Sekolah yang digelar oleh Dinas Pendidikan Aceh, dan kita sudah pernah lolos ke tingkat nasional untuk bidang Pojok Baca Vokasi,” pungkas Nurdin.

read more
Berita Terkini

Kemdikbud Tetapkan Syarat Siswa Naik Kelas dan Kelulusan Tahun 2021

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengeluarkan Surat Edaran tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Surat Edaran (SE) bernomor 1 Tahun 2021 itu ditandatangani pada 1 Februari 2021.

Dalam SE tersebut ada 8 poin. Poin 7 berisi tentang syarat siswa naik kelas 2021.

Berikut Syarat Siswa Naik Kelas:

Ketujuh, kenaikan kelas dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dapat dilakukan dalam bentuk:

1. Portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya).

2. Penugasan.

3. Tes secara luring atau daring; dan/atau

4. Bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.

b. Ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.

Ujian Nasional 2021 Ditiadakan

Dalam SE tersebut, selain syarat siswa naik kelas 2021 disebutkan terkait Ujian Nasional 2021 ditiadakan karena penyebaran virus Corona atau COVID-19 yang semakin meningkat.

Dengan ditiadakannya UN dan ujian kesetaraan tahun 2021 sebagaimana dimaksud maka UN dan ujian kesetaraan tidak menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan/program pendidikan setelah:

a. Menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi COVID-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester;

b. Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik.

c. Mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Dalam poin keempat SE tersebut, ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada huruf c di atas, dilaksanakan dalam bentuk:

a. Portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya);

b. penugasan.
c. tes secara luring atau daring; dan/atau
d. bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan

Selain ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan sebagaimana dimaksud, peserta didik sekolah menengah kejuruan juga dapat mengikuti uji kompetensi keahlian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Penyetaraan bagi lulusan program Paket A, program Paket B, dan program Paket C dilakukan sesuai dengan ketentuan sebagai berikut:

a. kelulusan bagi peserta didik pendidikan kesetaraan sesuai dengan ketentuan pada poin ketiga.

b. ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan sebagaimana dimaksud pada poin ketiga huruf c bagi peserta didik pendidikan kesetaraan berupa ujian tingkat satuan pendidikan kesetaraan diakui sebagai penyetaraan lulusan.

c. ujian tingkat satuan pendidikan kesetaraan dilakukan dalam bentuk ujian sebagaimana dimaksud pada poin keempat.

d. peserta ujian tingkat satuan pada pendidikan kesetaraan adalah peserta didik yang terdaftar di daftar nominasi peserta ujian pendidikan kesetaraan pada data pokok pendidikan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah; dan

e. hasil ujian tingkat satuan pendidikan kesetaraan harus dimasukkan dalam data pokok pendidikan.

Mendikbud juga telah berencana menggantikan Ujian Nasional 2021 dengan Asesmen Nasional 2021. Namun jadwal pelaksanaan AN itu mundur hingga September 2021 karena pandemi COVID-19.

Oleh karena itu, pada 2021 ini tak ada ujian yang digelar secara nasional. Yang ada hanyalah ujian sekolah.

Itulah penjelasan tentang syarat siswa naik kelas 2021. Jangan sampai tidak naik kelas ya!

Sumber :news.detik.com

read more
Berita Terkini

Kepala Sekolah dan Pengawas Paparkan Buku Kerja di Depan Sekda Aceh

BANDA ACEH – Sebanyak 192 pengawas dan 816 kepala sekolah (SMA, SMK, PKLK SLB) melakukan presentasi buku kerja tahun 2021 di depan Sekretaris Daerah (Sekda)  Aceh dan Kepala Dinas Pendidikan. Kegiatan itu berlangsung di Ruang Rapat Sekda Aceh dari tanggal 4 sampai 7 Februari 2021.

Pelaksanaan presentasi dilakukan secara bergilir, yang per harinya dibagi dalam tujuh sesi presentasi. Setiap sesi diisi pengawas dan kepala sekolah dari satu atau dua kabupaten/kota.

Pengawas dan kepala sekolah dari Kabupaten Aceh Besar menjadi kelompok pertama yang melakukan presentasi. Mereka diantaranya memaparkan terkait strategi meningkatkan mutu pendidikan, peningkatan jumlah lulusan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan strategi penerapan konsep BEREH di lingkungan sekolah.

“Salah satu inovasi saya untuk meningkatkan jumlah lulusan yang dapat masuk ke PTN adalah dengan mengadakan upgrading bagi tenaga kependidikan secara berkala serta membangun komunikasi yang efektif dengan orang tua murid,” kata Nita Agustini, Kepala Sekolah SMA IT Al-Fityan School Aceh, dalam presentasinya di Ruang Rapat Sekda, Kamis, (4/2).

Sekda Taqwallah, mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi indikator suksesnya kualitas pendidikan di suatu sekolah. Di antaranya adalah tingkat kelulusan PTN,  mampu mendapatkan kerja, dan mandiri.

Jumlah tamatan yang lulus di PTN menjadi tolak ukur kualitas Sekolah Menengah Atas (SMA). Untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), tingkatan kualitasnya diukur dari seberapa banyak lulusan yang mampu mendapatkan pekerjaan atau dapat membangun usaha secara mendiri. Sementara Sekolah Luar Biasa (SLB) diukur dari tingkat kemandirian siswa usai menempuh pendidikan.

Menurut Taqwallah, selama ini banyak pihak yang menilai tingkat pendidikan Aceh masih rendah. Hal itu dapat diukur dari jumlah lulusan SMA yang mampu lolos ke PTN. Oleh karena itu, ia meminta kepada pengawas dan kepala sekolah untuk mengevaluasi kembali dan mempertanyakan kepada diri sendiri terkait kinerja yang telah dilakukan selama ini.

“Kita mendapat tantangan yang berbeda, karena itu siapapun harus melakukan evaluasi diri kenapa ini terjadi. Sebagai kepala sekolah fokuslah, pakai cara dan strategi untuk mengatasi masalah ini,” tandas Taqwallah.

Sekda menyebutkan, pengawas, kepala sekolah, guru dan wali kelas menjadi tokoh kunci utama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh. Ia berharap mereka dapat terus memaksimalkan kinerjanya  untuk mewujudkan SDM Aceh berkualitas.

Dalam kesempatan yang sama, para kepala sekolah juga dituntut untuk mewujudkan lingkungan dan fasilitas sekolah yang bersih dan menggoda. Kemudian, mereka juga diminta untuk memberikan kenyamanan dan kesejahteraan bagi guru demi terciptanya kualitas belajar mengajar yang baik. [•]

Sumber : humas.acehprov.go.id

read more
1 41 42 43 44 45 57
Page 43 of 57