close

fitriadi

Berita Terkini

Gelar Workshop untuk Guru SLB, IGI Aceh Hadirkan Pemateri Nasional Secara Virtual

Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Aceh melaksanakan workshop peningkatan kompetensi untuk guru yang mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) mulai 10-15 Oktober 2020.

Kegiatan yang berlangsung secara virtual dengan menggunakan aplikasi room webex itu difasilitasi oleh Direktorat Pembinaan SMK (DitPSMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Ada 6 materi yang dibicarakan dalam workshop tersebut, diantaranya tentang tunanetra, tunagrahita, tunadaksa, tunarungu, tunalaras, dan autis. Adapun pemateri yang dihadirkan merupakan pemateri nasional yaitu dari Pengawas PLB Jatim, SMPLBN Jatim, UIN Malang, UT Malang dan SLB YPAC Surabaya. Selain itu pemateri lokal dari SLB Muhammadiyah Bireuen Aceh.

Ketua IGI Wilayah Aceh Drs Imran, Minggu (11/10/2020) mengatakan kegiatan tersebut diikuti oleh 240 orang guru SLB se-Aceh dan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh, Zulkifli, S.Pd, M.Pd melalui Video Conference.

“Disaat menghadapi kondisi seperti saat ini, IGI Aceh menawarkan gagasan untuk membantu guru-guru, khususnya guru SLB di Aceh dengan model pembelajaran jarak jauh. Para peserta dapat mengikuti pembelajarannya dari rumah masing-masing,”kata Imran.

Imran mengucapkan terima kasih atas dukungan dari Dinas Pendidikan Aceh yang ikut membantu dan menfasilitasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan IGI Aceh. Selain itu juga kepada DitPSMK Kemendikbud RI yang sudah memfasilitasi room webex dan kepada tim SADAR PP IGI yang membantu mengelola kelas virtual.

“IGI sudah melatih para guru di Aceh dengan berbagai pelatihan umum. Dan untuk kali ini khusus diberikan pelatihan kepada guru-guru yang bertugas di SLB. Karena pendidikan luar biasa juga harus menjadi perhatian utama kita bersama,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh, Zulkifli, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas gagasan yang dilaksanakan IGI Wilayah Aceh untuk berbagi ilmu kepada guru-guru SLB di Aceh disaat situasi sedang pandemi begini.

“IGI Aceh mempunyai aset guru-guru muda cendikia yang tergabung di dalamnya. Sehingga banyak gebrakan-gebrakan IGI yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman, diantaranya seperti sekarang ini yaitu Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0.” kata Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, tidak semua guru memiliki keahlian untuk mendidik para peserta didik yang berkebutuhan khusus. Terutama bagi guru yang berlatar belakang dari pendidikan umum.

Saat sekarang banyak juga guru-guru umum yang berjuang untuk mendidik anak-anak berkebutuhan khusus. Maka dengan pelatihan tersebut sangat cocok untuk membantu mereka.

Ia menjelaskan anak-anak yang berkebutuhan khusus itu juga memiliki hak dasar pendidikan yang harus dipenuhi. Dan sepatutnya juga mendapatkan perlakuan khusus yang layak dalam mendidiknya.

Oleh karena itu pula, diperlukan guru-guru yang berkompeten, profesional, dan mampu mendidik dengan baik dan benar. Selain itu juga dapat memahami bakat dan minat serta keterbatasan yang anak tersebut miliki.

“Dan melalui workshop peningkatan kompetensi guru SLB se-Aceh ini diharapkan akan mampu meningkatkan profesionalisme guru dalam memberikan bekal kemandirian dan pelayanan prima dalam pembelajaran kepada peserta didik yang berkebutuhan khusus. Sehingga mareka pun dapat menikmati pendidikan yang layak sebagaimana mestinya,” pungkas Zulkifli.

read more
Berita Terkini

Ratusan Guru Ikuti Workshop Virtual RPP Inspiratif IGI Aceh Selatan

Tapaktuan – Sebanyak 300 peserta mengikuti workshop virtual “Penyederhaan RPP Sesuai Surat Edaran Mendikbud RI Nomor 14 Tahun 2019 Bagi Guru SD” yang dilaksanakan kerjasama Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Aceh Selatan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Selatan, Sabtu (10/10/2020).

Ketua panitia workshop virtual, Yusnadiwan dalam laporannya menyampaikan, sebanyak 300 peserta 80 persennya diikuti guru, kepala sekolah dan pengawas jenjang SD dalam wilayah Kabupaten Aceh Selatan dan 20 persennya diikuti peserta dari Subulussalam, Aceh Barat Daya dan Nagan Raya.

“Workshop virtual ini turut hadir Ketua IGI Wilayah Aceh memberikan sambutannya melalui virtual dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Selatan dengan pemateri dari provinsi” kata Yusnadiwan.

Dikatakannya, kegiatan ini dipusatkan di SD Negeri 1 Paya Dapur Kecamatan Kluet Timur sekaligus peresmian laboratorium komputer pada SD Negeri 1 Kluet Timur yang diresmikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan.

“Kegiatan workshop virtual selama empat hari dimulai pada hati ini tanggal 10 Oktober sedangkan dari tanggal 11 sampai 13 Oktober 2020 dilakukan bimbingan melalui group Whatsapp ole instruktur nasional yang juga guru berprestasi tingkat nasional, Ida Elva MPd guru yang bertugas pada SD Negeri 67 Percontohan Banda Aceh,” ujar Yusnadiwan.

Secara terpisah Ketua IGI Wilayah Aceh, Imran Lahore yang berada di Kota Banda Aceh dalam sambutannya melalui virtual menyampaikan, memberikan apresiasi atas inisiatif IGI Kabupaten Aceh Selatan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan untuk melaksanakan workshop virtual bagi guru-guru SD khususnya di Kabupaten Aceh Selatan.

“IGI merupakan organisasi profesi keguruan yang konsisten dalam upaya peningkatan SDM guru dan berupaya membantu baik Dinas Pendidikan Aceh dan Kementerian Agama Provinsi Aceh serta Dinas Pendidikan atau Kementerian Agama di 23 kabupaten/kota,” ujar Imran.

Ucapan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan yang telah membangun kemitraan bersama IGI Aceh Selatan dalam melaksanakan workshop virtual ini dan ucapan terima kasih kepada panitia, pemateri serta seluruh peserta yang mengikuti workshop ini, ucap Imran.

Dalam pembukaan workshop virtual bagi guru SD se-Aceh Selatan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan, Erdiansyah menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada IGI Aceh Selatan telah memotori kegiatan yang sangat bermanfaat bagi guru-guru SD khususnya di Kabupaten Aceh Selatan.

“Masa Pandemi Covid-19 yang sedang kita hadapi saat diperlukan inovatif dari guru untuk tetap menjadi motor penggerak demi kelangsungan proses kegiatan belajar mengajar, untuk itu diperlukan berbagai strategi yang harus dimiliki oleh seorang guru,” ujarnya.

Erdiansyah mengharapkan, setelah dilaksanakannya workshop penyederhaan RPP sesuai dengan surat edaran Kemendikbud nomor 14 tahun 2019 dapat diterapkan di sekolah masing-masing dengan mengkoordinasikan dengan kepala sekolah dan pengawas.

Editor : Baihaqi

read more
Berita Terkini

IGI Aceh Selatan Gelar Workshop Penyusunan RPP Inspiratif untuk Guru SD

Aceh Selatan | Ikatan Guru Indonesia (IGI) Aceh Selatan kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Selatan menyelenggarakan Gelar Workshop Penyederhanaa RPP sesuai surat Edaran Mendikbud nomor 14 Tahun 2019 untuk Guru Sekolah Dasar dalam Pembelajaran.

Kegiatan Workshop ini dilaksanakan selama 4 hari, dimulai tanggal 10 sampai dengan 13 Oktober 2020 yang diikuti oleh peserta dari unsur pengawas, kepala sekolah dan guru. Kegiatan ini dibuka oleh Erdiansyah, S.Pd selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan pada Sabtu (10/10/2020).

Ketua IGI Aceh Selatan Hariya Haldin, kepada media menyampaikan bahwa materi pada pelatihan ini tentang penyederhanaan RPP dan Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaam Terhadap Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Sementara itu Koordinator IGI Aceh daerah Barsela Hubbul Watan menambahkan, kegiatan ini diselenggarakan untuk membantu para guru menerapkan dan merancang pembelajaran sesuai dengan abad 21.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan Erdiansyah, S.Pd dalam arahannya, beliau berharap bahwa kegiatan workshop ini menjadi sebuah solusi bagi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk Kreatifitas serta inovasi dalam pembelajaran.

“Kita mengharapkan pendidikan di Aceh Selatan tetap berjalan dengan baik dengan mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi sekarang ini”, ujar Erdiansyah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Selatan ini, mengucapkan terima kasih Kepada IGI Aceh Selatan yang terus bergerak untuk membantu meningkatkan kompetensi guru.

Diakhir sambutannya Erdiansyah juga menyampaikan rasa terima kasih untuk para pengawas, kepala sekolah dan guru-guru yang ikut berpartisipasi pada kegiatan ini.

“Kita hari ini turut berbangga terhadap guru-guru kita, karena berusaha untuk mau belajar dan meningkatkan kompetensinya walaupun ditengah Pandemi”, pungkas Erdiansyah.

Editor : Baihaki

read more
Berita Terkini

Bantu Tingkatkan Kompetensi Guru, IGI Aceh Tamiang Gelar Webinar Implementasi Rumah Belajar dan RPP Inspiratif

Kuala Simpang– Ikatan Guru Indonesia (IGI) Aceh Tamiang bersama Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Aceh Tamiang serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang menyelenggarakan webinar series implementasi rumah belajar dan RPP Inspiratif dalam Pendidikan Jarak Jauh.

Kegiatan webinar ini dilaksanakan selama 4 hari dimulai tanggal 7 sampai dengan 10 Oktober 2020 yang diikuti oleh peserta dari unsur pengawas, kepala sekolah dan guru mulai dari jenjang TK/PAUD, SD, SMP dan SMA/SMK/SLB tidak hanya dari Kabupaten Aceh Tamiang, namun juga dari Kota Lhoksemawe, Banda Aceh, dan Lhoksukon, bahkan ada peserta yang berasal dari propinsi lain seperti Nusa Tenggara Barat dan Pulau Jawa.

Kegiatan ini dibuka oleh Bapak Drs. Abdullah selaku Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang pada Selasa (7/10/2020).

Ketua IGI Aceh Tamiang Hadi Firmansyah, kepada media menyampaikan bahwa materi pada pelatihan ini tentang penerapan model pembelajaran SOLE (Self Organized Learning Environment) yang diintegrasikan dengan penerapan fitur Rumah Belajar.

“Selain materi yang disampaikan di atas, juga ada materi RPP inspiratif dan pengembangan video pembelajaran menggunakan aplikasi Camtasia dan pemanfaatan fitur Rumah Belajar,” jelas Hadi.

Hadi menambahkan untuk membantu para guru yang tidak bisa masuk ke room yang disediakan, panitia juga mengadakan Live Streaming Youtube agar peserta yang tidak dapat masuk room dapat menyimak melalui kanal youtube Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Aceh Tamiang.

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamian Drs. Abdullah dalam arahannya, beliau berharap bahwa kegiatan webinar ini menjadi sebuah alternatif solusi bagi guru dalam melaksanakan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Kita mengharapkan pendidikan di Aceh Tamiang tetap dapat berjalan dengan baik walaupun di tengah pandemi sekarang ini”, ujar Abdullah.

Diakhir sambutannya Abdullah juga menyampaikan rasa bangga terhadap guru-guru yang ikut pada kegiatan tersebut, karena telah menanggalkan semua rasa ego dan gengsinya untuk mau belajar bersama demi mendapatkan pemahaman dan pengalaman belajar yang baru.

read more
Berita Terkini

Dorong Peningkatan Kompetensi Guru, IGI Aceh Timur Lanjutkan Program IVS

JARINGANPELAJARACEH.COM-ACEH TIMUR. Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Aceh Timur kembali melaksanakan kegiatan peningkatan kompetensi guru melalui program IGI Visits School (IVS).

Salah satu tim pelatih IGI Aceh Timur, Agussalim disela-sela saat melatih para guru di SDN Alue Lhok Kabupaten Aceh Timur menjelaskan kepada media ini pada Sabtu (3/10/2020), IVS merupakan salah satu program andalan IGI Kabupaten Aceh Timur, dimana sekolah yang gurunya semua telah menjadi anggota IGI, maka berhak menerima pelatihan sesuai yang diinginkan kepada seluruh guru di sekolah tersebut secara gratis.

“Pada kesempatan ini, tim pelatih IGI diturunkan untuk melatih para guru-guru di SDN Alue Lhok untuk materi membuat video pembelajaran”, jelas Agussalim lebih lanjut.

Saat ditanya, apa syarat utama agar guru-guru di suatu sekolah mendapatkan pelatihan gratis dari IGI Kabupaten Aceh Timur.

“Syaratnya sangat mudah, bagi sekolah yang gurunya 100 % telah menjadi anggota IGI, silahkan hubungi kami, pilih materi yang diinginkan, para pelatih IGI dengan senang hati akan datang ke sekolah tersebut untuk berbagi ilmu,” ungkap Agussalim yang juga merupakan Sekretaris IGI Aceh Timur.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa master animasi ini mengungkapkan bahwa, IVS merupakan sebuah program yang sudah dicanangkan oleh para pengurus terdahulu di IGI Kabupaten Aceh Timur, sekitar 5 tahun yang lalu dan sudah banyak sekolah mendapatkan pelatihan gratis untuk para gurunya.

“Adapun materi yang ditawarkan oleh IGI Kabupaten Aceh Timur pada program IGI Visit School ini yaitu, materi membuat teka teki silang pembelajaran, pelatihan animasi pembelajaran, pelatihan mudah membuat video pembelajaran”, jelas Agussalim.

Selanjutnya Agussalim menambahkan, materi-materi pelatihan pada IVS yaitu pelatihan membuat media pembelajaran dengan OBS dan link YouTube, mendesain televisi sekolah, memanfaatkan Blogger dalam pendidikan Jarak Jauh masa Pandemi dan pelatihan membuat komik pembelajaran.

“Nah bagi para IGIers yang ingin sekolahnya diberikan pelatihan gratis, ayo ajak bergabung semua kawan-kawan agar menjadi anggota IGI”, pungkas Agussalim.

read more
Berita Terkini

IGI Aceh Selatan Akan Laksanakan Workshop untuk Guru,  Kadisdikbud : Ini Terobosan Luar Biasa

JARINGANPELAJARACEH.COM-Tapaktuan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Aceh Selatan, Erdiansyah menyambut baik workshop virtual yang akan dilaksanakan oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Aceh Selatan, karena ini sebuah terobosan yang luar biasa apalagi dilaksanakan di tengah pandemi begini.

Erdiansyah kepada media, Jum’at (25/09) mengatakan, IGI Kabupaten Aceh Selatan bersama Disdikbud Aceh Selatan melaksanakan kegiatan workshop virtual penyederhanaan RPP sesuai surat edaran Mendikbud RI nomor 14 tahun 2019 bagi guru-guru SD di Aceh Selatan.

“Kami menyambut baik kegiatan yang sangat positif ini untuk membantu guru-guru SD di Kabupaten Aceh Selatan dalam membuat penyederhanaan RPP sesuai SE Kemdikbud RI nomor 14 tahun 2019,” kata Erdiansyah.

Semoga workshop yang akan dilaksanakan nantinya dengan harapan dapat diikuti oleh guru-guru SD di Kabupaten Aceh Selatan, ucapnya.

Secara terpisah, Ketua IGI Kabupaten Aceh Selatan, Hariya Aldin menyampaikan, masa Pandemi Covid-19 ini IGI Aceh Selatan melakukan terobosan untuk menggelar workshop secara virtual.

Dikatakannya, kegiatan ini dibantu oleh Direktur SMK Kemdikbud RI dengan menggunakan fasilitas Webex DSMK melalui kerjasama dengan Ikatan Guru Indonesia Pusat.

Kemudian ketua panitia workshop virtual, Yusnadiwan menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 hingga 13 Oktober 2020 yang dibuka langsung oleh Kadisdikbud Aceh Selatan dan sambutan dari Ketua IGI Aceh.

“Pembukaan workshop virtual bertempat di SD Negeri 1 Paya Dapur Kecamatan Kluet Timur sekaligus peresmian atau peusijuk laboratorium komputer yang diresmikan oleh Kadisdikbud Aceh Selatan,” ujar Yusnadiwan.

Lebih lanjut Yusnadiwan menuturkan, pada tanggal 10 Oktober 2020 dilakukan virtual meeting menggunakan aplikasi webex dan selanjutnya pada tanggal 11 sampai 13 Oktober dilakukan bimbingan online melalui group WhatShaap oleh pemateri.

Pada kegiatan workshop virtual ini menghadirkan instruktur nasional yang juga guru berprestasi tingkat nasional, Ida Elva guru SD Negeri Percontohan 67 Banda Aceh kelahiran Meukek Kabupaten Aceh Selatan, pungkas Yusnadiwan.

Editor : Baihaki

read more
Berita Terkini

Kadisdik Aceh: Mutu Pendidikan Bukan Diukur Dari Nilai TPS Semata

JARINGANPELAJARACEH.COM-Banda Aceh – Dinas Pendidikan Provinsi Aceh menilai skoring yang dirilis oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) harus dilihat secara komprehensif guna mendapatkan sebuah evaluasi yang tepat.

“Skoring Test Potensi Skolastik (TPS) yang kurang menggembirakan itu, tidak bisa dilihat secara parsial dan berdiri terpisah, karena ada beberapa variable lain yang harus dicermati secara proporsional,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Rachmat Fitri HD di Banda Aceh, Kamis (24/9).

Hal itu menanggapi pemberitaan tentang hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional (UTBK – SBMPTN) siswa Aceh tahun 2020 seperti disampaikan Rektor Unsyiah, Prof Samsul Rizal.

Rachmat Fitri mengakui capaian yang diperoleh oleh siswa-siswi Aceh tersebut sebagai fakta. Pihaknya menyadari pentingnya kapabilitas para siswa dalam bidang skolastik (TPS) untuk mempersiapkan performanya di universitas yang akan mereka jalani nanti. Karenanya secara kelembagaan Dinas Pendidikan Aceh sedang bekerja semaksimal mungkin untuk itu.

“Kita berharap lembaga perguruan tinggi sebagai pencetak tenaga pendidik untuk ikut berkontribusi dalam memperbaiki kemampuan lulusan yang memiliki kecakapan skolastik sebagai bekal dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pendidik di sekolah,” tambah Rachmat Fitri.

Untuk tahun 2020 ini Dinas Pendidikan Aceh sudah mengantisipasi masalah ini dengan membangun kesiapan siswa dalam dua bidang yaitu bidang Tes Potensi Akademik (TPA) dan bidang Tes Potensi Skolastik (TPS), hanya saja karena kondisi pandemi Covid-19 baru satu tahapan yaitu TPA yang sudah terlaksana.

“Harus kita cermati lebih jauh bahwa standar mutu pendidikan itu tidak diukur dari besaran nilai skor TPS semata. Namun ada beberapa indikator lain yang juga perlu dilihat yaitu keberhasilan pendidikan dalam pencapaian delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan rujukan regulasi yang mengatur tentang tujuan pendidikan itu sendiri,” pungkas mantan Wakil Bupati Aceh Barat tersebut.

Sumber: infoaceh.net

 

read more
Artikel

MRR dan IGI

*Nurbadriyah, M.Pd

Siapa yang tak mengenal Ikatan Guru Indonesia di lima tahun terakhir ini? semua tidak lain karena sepak terjang ketua umum Ikatan Guru Indonesia, Muhammad Ramli Rahim yang sangat luar biasa. Sosok pemimpin yang tegas dan berani mensiarkan IGI ke seluruh pelosok negeri. Kepiawaiannya menggerakkan organisasi patut diteladani. Banyak guru yang selama ini merasa dalam tempurung dan tidak memiliki kepercayaan diri untuk tampil di depan publik, karena kehadiran MRR , mampu membangkitkan jiwa guru yang selama ini hidup segan mati tak mau. Kini banyak guru yang mampu menunjukkan keeksistensiennya di berbagai bidang. Beliau mampu mewujudkan mimpi para guru Indonesia untuk berkiprah bukan hanya di daerah tetapi juga di tingkat nasional.

Beliau mampu membuka mata pendidikan Indonesia agar melibatkan semua guru dalam setiap kegiatan peningkatan pendidikan. Karena selama ini didapati hanya guru tertentu yang mendapat panggilan untuk mengikuti pelatihan yang dilaksanakan dinas pendidikan maupun kemendikbud.

Sejak kepengurusan IGI di hampir 534 kab/kota dilantik, guru Indonesia semakin menggelora meningkatkan kompetensinya di bidang teknologi, pembelajaran, dan kepenulisan. Guru-guru IGI sesuai mottonya “Sharing and Growing Together” tanpa perlu didanai pemerintah, terus bergerak dan menggerakkan. Berbagi dan menggali ilmu ke seluruh pelosok negeri untuk peningkatan pendidikan Indonesia. Semangat mereka tersulut. Kompetensi mereka tergali dan jiwa berbagi mengaliri para guru hebat Ikatan Guru Indonesia.

Kini gaung Ikatan Guru Indonesia sudah terdengar sampai ke luar negeri. Kini guru Ikatan Guru Indonesia berhasil mengukir banyak prestasi. Nama Ikatan Guru Indonesia sudah tak asing lagi. Hampir seluruh pejabat negeri mengakui pendidikan Indonesia semakin berkualitas dengan bermunculannya guru-guru yang tak kenal lelah berjuang dan berbagi kompetensi melalui wadah IGI.

Terima kasih IGI, terima kasih M.Ramli Rahim, semoga semangatmu tetap mengalir ke seluruh guru Indonesia untuk selalu berjuang demi pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas, bermartabat, dan bermanfaat di mata dunia.

Siapa pun pemimpin IGI, harapannya terus mensiarkan kebaikan, menyemangati dan mengangkat derajat guru Indonesia melalui peningkatan kompetensi, tanpa money orientasi.

Jaya terus IGI, maju terus IGI, teruslah belajar jika ingin terus mengajar. Ciptakan banyak karya agar guru selalu mulia bukan hanya di mata manusia, tetapi juga di mata Sang Pencipta. Karena sejatinya satu guru hebat akan menghasilkan jutaan manusia yang lebih hebat, bermartabat, dan bermanfaat.

*Penulis merupakan PJ Sagusaku-IGI

read more
Berita Terkini

Keren, Siswa SMAN 4 Langsa Ikuti Seleksi Jambore Asia Fasifik 2021

JARINGANPELAJARACEH.COM– Langsa | Kepala SMAN 4 Langsa, Salamuddin, SPd mengapresiasi siswanya yang akan mengikuti seleksi Jambore Asia Fasifik/Pra Word Scout Jamboree di Sencheon, Korea Selatan Tahun 2021 mendatang.

M. Juanda salah seorang siswa yang mewakili Kota Langsa untuk ikut seleksi Jambore Asia Fasifik di Korea Selatan merupakan siswa SMAN 4 Langsa.

Dari 3 peserta putra yang dikirim oleh Kwartir Cabang Pramuka Kota Langsa, M. Juanda peroleh peringkat 3 sedangkan peringkat 1 dan 2 diwakili siswa dari MUQ Langsa.

Pada ajang ini Kota Langsa mengirim 6 peserta untuk mengikuti seleksi, 3 putra dan 3 putri yang akan dilaksanakan di Banda Aceh pada Jum’at sampai Minggu (25-27/09/2020) mendatang.

“Semoga M. Juanda berhasil lolos menjadi salah satu peserta dari Aceh yang akan mengikuti Jambore Asia Fasifik di Korea Selatan pada Gerakan Pramuka 2021 mendatang,” ujarnya kepada awak media ini Senin, (21/09/2020).

Salamuddin bangga ada siswa SMAN 4 yang lulus seleksi Kwartir Cabang Pramuka Langsa untuk mewakili Kota Langsa mengikuti Jambore Asia Fasifik di Korea Selatan yang akan dilaksanakan pada Juli 2021 mendatang.

“Ini merupakan prestasi, karena syarat utama mengikuti Jambore tersebut harus mampu berbahasa Inggris aktif,” imbuh alumni UIN Ar Raniry ini.

Di kesempatan ini, untuk memotivasi siswanya, Salamuddin berkomitmen menfasilitasi siswa yang mau berpartisipasi di berbagai ajang dan sekolah akan menyiapkan hadiah bagi yang juara atau rangking bagi siswa untuk meraih prestasi.

Artinya bukan hanya untuk kegiatan Jambore saja. Siswa harus aktif, baik di kegiatan ekstrakurikuler maupun pendidikan formal, agar dapat mengembangkan dunia pendidikan di Aceh. Meski di tengah pandemi Covid-19.

Demi kemajuan dunia pendidikan, mereka harus didorong untuk terus berpacu, walaupun secara tipelogi kami bukan sekolah unggulan. Akan tetapi para siswa kami punya potensi untuk berprestasi, mereka tidak boleh stagnan, prestasi bukan hal mustahil untuk diraih,” pungkasnya mengakhiri.

read more
Berita Terkini

Kemdikbud Kembali Membuka Beasiswa Unggulan

Jaringanpelajaraceh.com, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) membuka program Beasiswa Unggulan mulai tanggal 21 September hingga 3 Oktober 2020. Beasiswa ini diperuntukan bagi masyarakat sebagai bantuan biaya pendidikan untuk jenjang sarjana, magister, dan doktoral.

Berdasarkan penjelasan dari laman khusus Beasiswa Unggulan diperoleh penjelasan bahwa beasiswa ini dapat diikuti calon mahasiswa yang sudah diterima di perguruan tinggi manapun, maupun mahasiswa yang sudah menjalani perkuliahan maksimal di semester dua.

Dalam program ini, peserta yang diterima adalah yang berprestasi di tingkat internasional dan/atau nasional. Serta dinilai berkontribusi dalam daya saing bangsa di berbagai bidang.

Beasiswa unggulan sendiri merupakan program yang diutamakan untuk mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan dan kebudayaan. Sehingga bidang-bidang yang diutamakan untuk dibiayai adalah yang relevan dalam pengembangan pendidikan dan kebudayaan.

Peserta juga diharuskan menyertakan surat rekomendasi dari institusi terkait, dipastikan tidak sedang menerima beasiswa lain, dan diterima pada perguruan tinggi yang terakreditasi.

Mengutip situs resmi Beasiswa Unggulan Kemendikbud, berikut tata cara pendaftaran beasiswa unggulan:

1. Melakukan registrasi beasiswa unggulan di situs https://buonline.beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id.

2. Mengaktivasi akun dengan membuka email yang didaftarkan dengan maksimal waktu 30 menit sejak registrasi.

3. Login menggunakan akun yang telah didaftarkan dan diverifikasi.

4. Melengkapi formulir pendaftaran dengan data diri. Peserta akan mendapat nomor registrasi setelah mengisi data diri.

5. Pengumuman hasil seleksi tahap satu akan disampaikan melalui email. Peserta yang tidak lulus bisa kembali mendaftar di gelombang kedua.

6. Peserta yang lolos mengikuti seleksi tahap dua secara tatap muka. Jadwal seleksi akan disampaikan melalui email.

7. Pengumuman tahap kedua disampaikan melalui email dan situs Beasiswa Unggulan. Peserta yang lolos menandatangani kontrak, mengikuti bimbingan teknis, dam mengisi formulir pencairan dana sesuai kebutuhan universitas. (*)

Editor: Darmawan

read more
1 46 47 48 49 50 57
Page 48 of 57