close

fitriadi

Berita Terkini

Peduli Pendidikan, Desa Ulun Tanoh Sediakan Fasilitas Daring Kepada Siswa

JARINGAN PELAJAR ACEH.COM I BLANG KEUJEUREN – Selama Pandemi Covid-19 yang berdampak pada dunia pendidikan mengharuskan siswa belajar dari rumah melalui belajar Dalam Jaringan (Daring), namun tidak semua siswa mampu membeli paket internet.

Kepala Desa Ulun Tanoh Kecamatan Kuta Panjang Kabupaten Gayo Lues, Suhardinsyah SPd kepada media, Selasa (22/09/2020) mengatakan, Desa Ulun Tanoh memberikan layanan fasilitas daring kepada siswa.

“Untuk membantu siswa belajar daring, kami menyediakan internet gratis kepada siswa yang bisa diakses dari pagi, siang hingga sore bahkan malam hari,” kata Suhardin.

Dikatakannya, tidak semua orang tua siswa mampu membeli paket internet justru itu kita telah melakukan kerjasama dengan Lintasatra untuk menyediakan fasilitas internet secara gratis.

“Fasilitas internet ini berada disamping kantor desa yang sudah disediakan tempat duduk dan meja kemudian siswa bisa membaca buku dan majalah yang tersedia di Perpustakaan Desa Ulun Tanoh,” ucap mantan aktivis mahasiswa FKIP Unsyiah ini.

Suhardin mengharapkan agar siswa yang berada di Desa Ulun Tanoh dapat memanfaatkan fasilitas internet ini untuk belajar dan menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru bukan untuk bermain game.

Fasilitas internet gratis di Desa Tanoh Ulun ini dapat juga membantu orang tua untuk berkomunikasi dengan anaknya yang berada di perantauan melalui video coll, pungkas Suhardin.

Editor : Baihaki

read more
Kegiatan

SADAR IGI Tayangan Edukasi Menginspirasi Negeri dengan Tema “WELCOME BACK MRR”

Oleh : Khairuddin Budiman

Suatu ketika saat masih Ketua IGI Aceh Timur, saya menelpon Kanda MRR, saya perkenalkan diri malah saya diledek, ternyata beliau sudah menyimpan nomor saya. Masih dengan nada suara gemetar saya meminta izin ke beliau mengundang Mas Kholiq ke Aceh Timur, saya janjikan kalau Sagusanov akan keliling separuh Aceh. Saya meminta PP IGI menanggung biaya tiket pesawat Mas Kholiq, itu saja. Di luar dugaan saya, MRR cukup antusias dan lampu hijau untuk Sagusanov Show di Aceh.

Lama saya berpikir, darimana uang menerbangkan orang begitu mudah, saat itu belum ada sponsor seperti Samsung. Tapi Kanda MRR memang visioner, kegiatan Temu Kanal IGI di LPMP Surabaya tahun 2016 yang saya sejatinya dapat tiket gratis dari PP sebagai pemenang lomba Literasi IGI, Kanda MRR berhasil mendesak pejabat Kemendikbud mengeluarkan Garuda Miles-nya untuk terbangkan para IGIers inspiratif. Sesuatu yang unik bagi saya.

Organisasi yang besar tentu penuh dinamika. Sebagai pemimpin, MRR tak luput dari kontroversi serta tidak semua kebijakannya menuai pujian. Tapi dedikasi MRR bagi IGI begitu totalitas, jika IGI identik dengan putih biru, maka MRR adalah figur yang berdarah putih biru, seperti kami di HMI yang identik dengan darah hijau hitam. Salah satu prestasi kepemimpinan MRR yang nyata menurut saya adalah hampir seluruh kabupaten kota Indonesia sudah memiliki kepengurusan IGI.

Pergerakan sharing and growing together begitu terasa di kalangan IGIers, serta kompetensi guru terlihat menanjak signifikan. Bahkan di masa pandemi, IGIers menunjukkan kesiapannya mengelola pembelajaran PJJ. Bukan sekedar _grass root_, MRR mampu membawa IGI masuk menjadi bagian organisasi profesi di Kemendikbud, bahkan sayap organisasi IGI pun tak luput diakui oleh Kemendikbud sebagai Organisasi Profesi Guru. Tercatat di Dirjen GTK, selain IGI juga ada IGPAUD, IGMP Matematika, IGPK yang menjadi orprof guru.

Kami menunggu momen kembali MRR setelah cuti, kami menyambutnya dengan gempita, menyilahkan “Kanda Muhammad Ramli Rahim” duduk di sofa SADAR IGI berbicara santai tentang IGI di bawah kepemimpinannya selama hampir 5 tahun, alasan apa MRR tidak berniat meneruskan kepemimpinan periode mendatang ?, kenapa harus cuti? Asa apa yang beliau harapkan untuk IGI ke depan.

Kami mengundang seluruh IGIers untuk hadir mengikuti perbincangan santai ini bersama kami pada Selasa Malam (22 September 2020) mulai pukul 19.30 WIB melalui video conference dengan cara mengakses ditsmk.webex.com atau s.id/BINCANGMRR | Event Number : 170 071 1536 | Password : 12345.

Penulis merupakan Koordinator Sarasehan Dalam Jaringan (SADAR) IGI Pusat

read more
Berita Terkini

Bang Azhari Foundation Gelar Baksos di Cot Girek Kandang

Lhokseumawe_JPA. Dalam rangka membantu anak yatim dan kurang mampu, Bang Azhari Foundation menggelar Baksos (Bakti Sosial) di Gampong Cot Girek Kandang Kota Lhokseumawe pada Sabtu (19/09/2020).

Berdasarkan realease yang diterima oleh jaringanpelajaraceh.com, disebutkan kegiatan bakti sosial ini dilakukan dalam bentuk khitanan massal terhadap anak yatim dan kurang mampu.

Azhari Vinca Rosea yang sering disapa AVR mengatakan, kegiatan ini melibatkan delapan orang anak yang dikhitan massal.

“Pada kesempatan ini, kami melakukan khitanan massal untuk delapan orang, yang merupakan anak yatim serta anak-anak dari keluarga kurang mampu”, jelas AVR.

Azhari menambahkan, disaat kondisi kehidupan sekarang yang dilanda wabah Covid-19, banyak orang tua berkurang penghasilan, hilang pendapatan bahkan kehilangan pekerjaan.

“Ada banyak persoalan yang terjadi sekarang ini, akibat covid 19, banyak orang tua yang harus kehilangan pekerjaan sehingga memberatkan mereka untuk melaksanakan kewajiban khitan terhadap anak-anaknya, maka kita dari Bang Azhari Foundation dan tim yang merupakan elemen warga negara yang baik, wajib memberikan kepedulian untuk membantu meringankan beban mereka,” pungkas Azhari.

read more
Berita Terkini

IGI dan KKG-MI Kota Banda Aceh Selenggarakan Pelatihan,  Ratusan Video Animasi untuk Pembelajaran Berbasis Android Berhasil diciptakan oleh Peserta

Banda Aceh_JPA. Peserta workshop virtual yang diselenggarakan oleh IGI dan KKG-MI Kota Banda Aceh berhasil menciptakan ratusan video animasi dan video pembelajaran berbasis android. Peserta berasal dari seluruh Kabupaten/Kota se-provinsi Aceh. Kegiatan yang berbasis online, diselenggarakan mulai 14 s/d 19 September 2020 menggunakan aplikasi Webex Meeting DitSMK Kemdikbud melalui SADAR IGI dengan jumlah peserta mencapai 447 orang.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Drs.H.Asy’ari,M.Si saat membuka acara tersebut menyampaikan, dengan adanya workshop ini bisa melahirkan guru-guru yang inovasi serta kreatif dalam mendesain video pembelajaran agar proses pembelajaran yang dilakukan secara daring (dalam jaringan) maupun luring (luar jaringan) dapat berjalan dsngan efektif di masa pandemic.

Ketua IGI Kota Banda Aceh Fadli Hasan, S.Pd yang merupakan penanggung jawab pelatihan ini mengucapkan terima kasih kepada Kemenag Kota Banda Aceh serta tim SADAR (Sarasehan dalam Jaringan) IGI Pusat yang sudah memfasilitasi kegiatan ini.

“Berkat bantuan Kemenag Kota Banda Aceh serta Tim SADAR IGI Pusat, kegiatan pelatihan yang berbasis virtual ini dapat terselenggara dengan baik, sehingga para peserta dapat menghasilkan karya-karya mereka dengan sempurna”, sebut Fadli yang juga merupakan Ketua KKG-MI Kota Banda Aceh ini.

Fadli menambahkan, pelatihan yang diselenggaran ini para peserta berhasil menciptakan ratusan video animasi yang dapat digunakan dalam pembelajaran sehari.

“Kita sangat takjub dan salut dengan hasil yang dicapai oleh para peserta, karena pelatihan mendesain video pembelajaran berbasis android menggunakan animasi plotagon dan KineMaster telah melahirkan ratusan karya terbaik dari para peserta”, ujar Ketua IGI Kota Banda Aceh ini.

Lebih lanjut, Fadli menjelaskan bahwa untuk materi Animasi Plantagon pematerinya adalah Agussalim, S.Pd.I yang merupakan Sekretaris IGI Aceh Timur dan untuk materi penggunaan Aplikasi KineMaster pematerinya Indra Mardiani, S.Pd, anggota IGI Kota Banda Aceh.

“Melalui dua materi tersebut, peserta berhasil menciptakan 370 Video Animasi Pembelajaran, dengan rincian 212 video animasi berbasis platagon serta 158 Video Pembelajaran menggunakan aplikasi KineMaster”, pungkas Fadli. (JZ01BPK)

Konstributor : Abi Rausan

Editor : Fitriadi Mahmud

read more
Artikel

Guru, Kenapa Harus Berkarakter ?

Guru adalah pendidik dan pengajar untuk anak usia dini sampai usia sekolah menengah pada pendidikan formal. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal baik secara fisik maupun psikologi. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.

Saat ini sudah diberlakukan Kurikulum  K13, dimana kurikulum ini lebih menfokuskan tentang pendidikan karakter, dalam kegiatan belajar mengajarnya peserta didik dituntut lebih aktif dan mengembangkan potensi dirinya. Tujuan dari kurikulum ini adalah menghasilkan pribadi yang berkarakter.

Seorang  guru juga sangat berpengaruh dalam membentuk karakter peserta didiknya,  karenanya seorang guru harus memiliki karakter baik yang akan di contoh peserta didiknya. baik saat berada di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat apalagi di dunia maya. Beberapa contoh sikap yang sederhana yang mampu memberikan dampak positif bagi pengembangan karakter :

1. Memberikan contoh berbicara yang sopan dan santun.
Menjadi guru memerlukan psikologi yang matang, apalagi saat berkomunikasi dengan siswa dan warga sekolah lainnya. Kematangan sikap seorang guru bukan dilihat dari umur, tapi dilihat dari sikap saat bergaul, memiliki bahasa yang sopan, tingkah laku yang baik bukan seperti preman pasar yang belum dapat jatah makan siang.

2. Berkelakuan baik
Seperti kata “jika ingin dihormati maka kita harus menghormati”. Dalam pendidikan, “ketika ingin membentuk peserta didik yang berkarakter maka pendidik harus berkarakter”. Guru yang berkarakter baik harus dapat menunjukkan sikap dan tingkah laku yang baik, karena siswa akan menilai dan meniru gaya dan kelakuan seorang guru.

3.Bersikap baik terhadap guru-guru lain
Suasana baik diantara guru-guru nyata dari pergaulan ramah-tamah mereka di dalam dan di luar sekolah, mereka saling menolong dan kunjung mengunjungi dalam keadaan suka dan duka. Mereka merupakan keluarga besar, keluarga sekolah. Terhadap anak-anak, guru harus menjaga nama baik dan kehormatan teman sejawatnya. Bertindaklah bijaksana jika ada anak-anak atau kelas yang mengajukan kekurangan atau keburukan seorang guru kepada guru lain.

4.Bersikap baik terhadap masyarakat
Tugas dan kewajiban guru tidak hanya terbatas pada sekolah saja tetapi juga dalam masyarakat. Sekolah hendaknya menjadi cermin bagi masyarakat sekitarnya, dirasai oleh masyarakat bahwa sekolah itu adalah kepunyaannya dan memenuhi kebutuhan mereka. Sekolah akan asing bagi masyarakat jika guru-gurunya memencilkan diri seperti kodok dalam tempurung kalau dalam bahasa Aceh (Cangguek di Miyub Bruek), tidak suka bergaul atau mengunjungi orang tua murid-murid, memasuki perkumpulan-perkumpulan atau turut membantu kegiatan masyarakat yang penting dalam lingkungannya. Masyarakat akan menilai setiap tingkah laku seorang guru ketika berbicara, baik di dunia nyata maupun di dunia maya, jangan gara-gara kita tidak enak makan dirumah dan pengaruhnya terhadap tingkah laku kita saat bergaul, sehingga masyarakat akan mengganggap kita guru “Ilhap_(Gila.red)”.

Namun, ada yang lebih penting dari masalah di atas yang sering diabaikan, yaitu karakter guru itu sendiri. Guru adalah contoh untuk siswanya,  mulai dari cara berbicara, berjalan dan berpakaian. Ketika seorang guru memiliki karakter yang baik, siswa akan mengikuti hal tersebut.

Pendidikan karakter yang didengungkan pemerintah tampaknya hanya menyentuh siswa sebagai objek. Sementara guru ditempatkan sebagai subjek. Siswa harus dibiasakan dengan pengembangan budi pekerti sehingga karakternya baik. Permasalahannya, bagaimana guru-guru yang memberikan pendidikan karakter?  Apakah guru-guru yang memberikan pendidikan karakter sudah berkarater baik?

Kita cermati bagaimana karakter anak-anak didik kita sekarang? Sudahkah mencerminkan karakter baik gurunya? Sebuah ungkapan masyarakat Aceh yang banyak dipakai untuk memberi nasehat, mempunyai makna yang sangat dalam “PEUGAH HABA BEK KA MEUJUNGKAT KEUNG”

Makna implisit yang terkandung di dalamnya adalah, ketika kita berbicara harus melihat kaedah, dan menjaga sopan santun, baik dengan yang muda maupun yang lebih tua. Kalau dianalogikan, Bagaimana kita mengerti dan belajar menghargai orang lain, kalau tutur bahasa kita masih menyinggung perasaan orang lain. Dalam konteks guru berkarakter, pertanyaan yang patut direnungkan oleh seorang guru adalah, Bagaimana siswa dapat belajar karakter baik dari guru yang tidak punya karakter baik?

Mungkin bagi sebagian guru akan protes, mengapa guru harus berkarakter? Guru kan manusia biasa, tentu tidak akan sempurna. Bagaimana mungkin membuat siswa berkarakter dari guru yang tidak sempurna? Dan sederet pertanyaan serta argumen lainnya. Kita meyakini bahwa hanya Tuhan saja yang sempurna, oleh karenanya belajar kesempurnaan dari yang tidak sempurna adalah kemustahilan. Karena itu ketidaksempurnaan hasil tentu tidak relevan lagi jika dipakai sebagai alasan. Jadi dalam ketidaksempurnaan itulah guru harus menjadikan pendidikan menuju pendidikan yang berkarakter dan bermutu.

Dalam konteks ini menjadi guru berkarakter itu adalah suatu proses. Dengan demikian seorang guru dapat dengan cukup mudah untuk menilai dirinya apakah dia sudah menjadi lebih pekat konsentrasi berkarakternnya dibandingkan sebelumnya. Setelah sekian tahun menjadi guru, apakah dirinya memiliki karakter yang lebih baik dibandingkan ketika diawal mereka menjadi guru, atau menjadi guru hanya sebuah pelarian nasib.

Semoga kita semua menjadi pendidik yang berkarakter, bukan pendidik yang berkarikatur.

*Penulis : Fitriadi Mahmud / Guru SMKN 1 Al Mubarkeya / Satgas Literasi Aceh

read more
Artikel

IGI Bergerak, Kenapa Harus Takut?

 

Ikatan Guru Indonesia atau disingkat dengan IGI adalah sebuah organisasi profesi guru yang legal menurut hukum di Indonesia. Pergerakan IGI merupakan sebuah kenicayaan membantu pemerintah meningkatkan kompetensi guru serta membuat guru-guru untuk merdeka, yaitu merdeka dalam berkarya dan merdeka dalam bertindak.

Keberadaan IGI saat ini sudah menjadi sebuah lokomotif perubahan dalam dunia pendidikan, dalam meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai macam bentuk pelatihan dengan ruhnya literasi.

Hampir lebih 2 juta guru dilatih oleh IGI secara gratis maupun menggunakan anggaran mandiri tanpa menggunakan anggaran Pemerintah. Apa yang IGI lakukan hanya semata mata untuk peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, jadi keberadaan IGI jangan menjadi saingan apalagi menjadi lawan karena anggota IGI jelas bergerak membantu para guru, bukan untuk mencari sanjungan apalagi jabatan di negeri ini.

Mereka-mereka yang merasa IGI ini adalah sebuah pergerakan yang bisa mengganggu, baik secara kekuasan maupun secara politik, itu adalah sebuah kesalahan besar, apalagi mereka yang memiliki kekuasan berusaha mengucilkan, menghambat serta menghantam IGI agar tidak berkembang.

IGI tanpa didukung oleh penguasa juga akan terus bergerak dengan jati dirinya sebagai organisasi milenial yang terus membantu para guru meningkatkan kompetensinya. IGI tanpa sanjungan dari penguasa juga akan terus bermanuver dengan berbagai program program unggulan untuk memerdekakan para guru dalam berkarya.

Jadi tidak perlu takut, jika IGI akan menjadi lokomotif pembawa perubahan besar di dunia pendidikan bangsa ini. IGI dengan motto sharing and growing together (berbagi dan tumbuh bersama) sudah melekat dalam jiwa raga guru-guru hebat Indonesia yang menginginkan pendidikan ini menjadi lebih maju.

*Penulis : Fitriadi Mahmud / Sekretaris IGI Aceh

read more
Berita Terkini

Keren, School Partner Gagas Televisi Sekolah Sebagai Media Literasi

Staff Ahli Dinas Pendidikan Aceh Dra. Nurhayati, MM Bersama Ketua IGI Aceh dan Kepala Sekolah 

Aceh Utara – SMA Negeri 1 Nurussalam Aceh Timur bekerjasama dengan SMA Negeri 1 Tanah Jambo Aye menggelar kegiatan school partner. Kegiatan ini berlangsung melalui kunjungan SMA Negeri 1 Nurussalam ke SMA Negeri 1 Tanah Jambo Aye yang merupakan sekolah percontohan bagi sekolah lain di Aceh. Inspirasi sekolah dari SMA Negeri 1 Tanah Jambo Aye menjadi bahan memotivasi bagi guru SMA Negeri 1 Nurussalam dalam proses pengelolaan kelas, termasuk literasi.

Sementara itu dalam kunjungan tersebut, salah satu guru SMA Negeri 1 Nurussalam yang juga master pembelajaran berbasis digital Asia Tenggara, Khairuddin, didapuk sebagai narasumber untuk 100 guru SMA Negeri 1 Tanah Jambo Aye dan SMA Negeri 1 Nurussalam. Khairuddin memberikan materi menggagas televisi sekolah sebagai bagian dari flipped classroom.

“Partner school seperti ini, ibarat sigou tak lhee pat lhuet, kami dapat memperoleh inspirasi dari SMAN 1 Tanah Jambo Aye, sementara seluruh guru kedua sekolah ini dapat pengetahuan yang baru. Serta setelah semua kegiatan, kami dapat berekreasi di tempat wisata Aceh Utara” Ungkap Syarumadhan, Kepala SMA Negeri 1 Nurussalam yang juga Ketua MKKS SMA Kabupaten Aceh Timur.

“Bukan hanya persahabatan, saling mengunjungi sekolah dengan pola memberi hadiah pengetahuan kepada kami merupakan gagasan menarik. Guru-guru kami sangat antusias memperoleh wawasan baru yang membuat kami tetap melayani siswa secara optimal apapun kondisi dan instruksi ke depan terkait dengan masa pandemi covid 19 ini” Tambah Thalhah, Kepala SMA Negeri 1 Tanah Jambo Aye.

Istimewanya kegiatan ini juga memperoleh kunjungan dari Staff Ahli Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Nurhayati yang pernah menjabat Kabid GTK Disdik Provinsi Aceh. Nurhayati mengapresiasi kegiatan partner school ini, terlebih materi yang diperoleh sangat cocok di era pembelajaran revolusi industri 4.0. Penerapannya bisa dilaksanakan untuk kondisi belajar dari rumah. Bahkan menurutnya, gagasan televisi sekolah melalui sosial media merupakan hal baru yang menarik dicoba di setiap sekolah agar pendidikan tetap berjalan optimal dalam kondisi pandemi saat ini.

read more
Berita Terkini

Pelatihan Guru
SMK Negeri 1 Sabang Deploy Office 365

Jaringanpelajaraceh.com-Sabang-Menyongsong pembelajaran berbasis daring secara efektif dan bermanfaat, SMK Negeri 1 Sabang menyelenggarakan pelatihan bagi segenap guru dan tata usaha di sekolahnya. Pelatihan berlangsung selama 4 hari (8 s.d 11 Juli 2020) menghadirkan narasumber dari Microsoft dan LPMP Aceh.

Dua hari pelatihan yang sudah berlangsung dibimbing oleh satu-satunya Microsoft Master Trainer Education asal Aceh, Khairuddin yang juga merupakan wakil ketua IGI Pusat Regional Sumbagut. Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pengetahuan memanfaatkan office 365 dalam pembelajaran, yaitu Microsoft Teams, Microsoft Forms dan Microsoft Class Notebook.

Sisa pelatihan dua hari ke depan dilengkapi dengan membuat administrasi pembelajaran sesuai dengan konsep Merdeka Belajar dan dilakukan dengan memanfaatkan kolaborasi digital antar guru melalui office 365.

Kepala SMK Negeri 1 Sabang, Dra. Yusmiwati, M.Pd mengungkapkan bahwa guru sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut, selain pengetahuan sangat berguna, juga karena kebutuhan pengajaran era new normal tetap harus dilaksanakan seoptimal mungkin untuk melayani peserta didik. Sehingga pada akhir pelatihan, SMK Negeri 1 Sabang men-deploy office 365 untuk pembelajaran secara digital. Siswa dan guru SMK Negeri 1 Sabang akan memperoleh akun office 365 secara gratis dan dapat diterapkan untuk interaksi kelas digital.

Salah satu peserta pelatihan, Ifanudin Isnaeni mengungkapkan bahwa sebagai learning management system, microsoft teams sangat bagus. Selain memiliki fitur ringan untuk video conference, menulis seperti papan tulis dan berbagi konten melalui layar komputer, guru juga dapat melakukan penugasan online dan melakukan pembimbingan digital. Class notebook juga mendukung interaksi guru dan siswa melalui buku dan lembar kerja peserta didik secara digital. Pelatihan ini sangat bermanfaat dan cukup memberi wawasan untuk mendesain pembelajaran digital di era pandemi.

read more
Berita Terkini

Memasuki Tahun Ajaran Baru, Disdikbud Aceh Singkil Mulai Berlakukan Penambahan Jam PAI

 

JARINGAN PELAJAR ACEH.COM I SINGKIL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Singkil mulai memberlakukan penambahan jam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk sekolah formal mulai tahun ajaran baru tahun 2020/2021.

Penambahan jam PAI mulai diberlakukan menyusul dikeluarkannya Peraturan Bupati (Perbup) nomor: 176 tahun 2019, tentang penambahan dan penetapan jam pelajaran PAI di Sekolah Dasar SD) dan Sekolah Menegah Pertama (SMP) di Tanoh Syech Abdurrauf Al Singkily yang telah ditandatangani Bupati Dulmusrid, 2019 lalu.

Kadisdikbud Aceh Singkil, Khairullah kepada media, Rabu (08/07/2020) mengatakan, Perbup sudah resmi diteken bupati dan mulai disosialisasikan kepada masing-masing kepala sekolah dan mulai diterapkan tahun ajaran baru ini.

“Selanjutnya akan dilakukan pembagian tugas guru bidang studi, kemudian dinas akan memantau dan mengawasi pelaksanaannya,” kata Khairullah.

Dikatakannya, penambahan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan amanat Undang-Undang Pendidikan sesuai kurikulum di Aceh, agar dikuatkan dengan peraturan bupati.

“Ada penambahan dua jam mata pelajaran PAI, sebelumnya empat jam, tahun ini menjadi enam jam mata pelajaran PAI. Sedangkan di SMP menjadi enam jam per minggu,” ucapnya.

Khairullah menjelaskan, materi pelajarannya akan disesuaikan oleh masing-masing sekolah sesuai disiplin ilmu agama guru masing-masing. Sementara itu, untuk persiapan sekolah belajar tatap muka, Disdikbud Aceh Singkil telah mensosialisasikannya pada Senin kemarin.

Begitupun, untuk keberlangsungan belajar tatap muka ini, pihak sekolah harus menyediakan sarana prasarana berupa masker, alat pemeriksa suhu tubuh, disinfektan dan penyemprot.

“Kemudian jam belajar tatap muka juga tetap akan disesuaikan dengan protokoler kesehatan. Hal ini harus disosialisasikan terlebih dahulu dengan orang tua sebelum tanggal 13 Juli 2020,” pungkas Khairullah.

Editor : Baihaqi

read more
Berita Terkini

Bappeda Bersama Disdik Aceh Laksanakan FGD Revitalisasi SMK

BANDA ACEH – Dalam rangka pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Aceh bersama Dinas Pendidikan (Disdik) melaksanakan Focus Gtoup Discussion (FGD) Revitalisasi SMK di Aula Bappeda, Selasa (07/07/2020).

Staaf Ahli Dinas Pendidikan Aceh, Drs Laisani MSi kepada media menjelaskan, tujuan FGD Revit SMK yang dilaksanakan oleh Bappeda dan Disdik Aceh untuk menindaklanjuti Inpres nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan sumber daya manusia di Indonesia khususnya Aceh.

Kata Laisani, tujuan utamanya FGD ini adalah bagaimana mendesain sesuai potensi setiap kabupaten/kota arah kebijakannya lahir satu atau dua SMK yang fokusnya masing-masing kompetensi keahlian yang menjadi dominan memenuhi tenaga kerja.

“Dalam rangka memenuhi tenaga kerja ke usaha industri baik di Aceh, nasional maupun internasional, maka kebijakan Pemerintah Aceh adalah bagaimana melakukan revitalisasi ini di semua standar-standar di SMK,” ujarnya.

Dijelaskannya standar-standar di SMK diantaranya terpenuhi guru-guru produktif, kurikulum kerjasama dengan dunia usaha, tata kelola SMK hingga proses magang yang sesuai dengan input dan outputnya.

“Dari FGD yang telah dilaksanakan, para peserta mengharapkan harus ada program tindak lanjut. Karena ini proses awal Dinas Pendidikan harus menawarkan SMK-SMK mana yang ditunjuk dan sudah siap melaksanakan program revitalisasi ini sebagai model di setiap kabupaten/kota,” ucap mantan Kadisdik ini.

Ditanya tentang target pelaksanaan program revitalisasi ini. Laisani mengatakan, sebenarnya tahun ini sudah bisa terlaksana, namun karena kondisi Covid-19 ada beberapa kendala yang tidak bisa dilaksanakan. Diharapkan pada tahun 2021 program ini dapat terwujud.

“Dukungan dari semua pihak terutama dari Pemerintah Aceh, Disdik Aceh, Bappeda dan pihak-pihak lainnya juga dukungan dana baik bersumber dari APBA maupun dari APBN, sehingga program revitalisasi SMK ini dapat diwujudkan sebagaimana mestinya,” pungkas Laisani.

Hadir dalam FGD yang di inisiasi oleh Bappeda itu selain dihadiri staff ahli dan unsur dari Bappeda, staf ahli Disdik Aceh, Ketua MKKS SMK Provinsi Aceh dan dari unsur pihak-pihak yang terkait.

Editor : Baihaki

read more
1 47 48 49 50 51 57
Page 49 of 57