close

fitriadi

Berita Terkini

Ketua ISORI Pijay Berharap Sekolah Kembali Belajar Tatap Muka di Daerah Hijau

JARINGAN PELAJAR ACEH.COM I Meureudu – Merespon situasi dan kondisi terakhir terkait pandemi Covid-19 di Aceh, Ketua Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia (ISORI) Kabupaten Pidie Jaya, Teuku Mukhlish, MPd, mengharapkan agar siswa bisa kembali belajar tatap muka di sekolah. Demikian pernyataan Ketua ISORI melalui relis yang diterima media, Senin (01/06/2020).

Kata Mukhlish, hal ini tidak bertentangan karena pemerintah pusat sendiri melalui gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 memberikan kewenangan kepada 102 kabupaten/kota di Indonesia dan 14 diantaranya adalah kabupayen/kota di Provinsi Aceh pada saat ini berada atau dinyatakan dalam zona hijau untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman Covid-19.

“Justru 14 kabupaten/kota di Aceh sudah ada surat edaran dari bupati tentang pelaksanaan kegiatan pembelajaran saat satuan pendidikan beroperasi. Surat edaran ini menjadi kekuatan hukum bagi sekolah untuk melaksanakan kembali proses belajar tatap muka di sekolah apalagi sudah diperkuat oleh kewenangan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada 102 pemerintah kabupaten/kota yang saat ini berada dalam zona hijau,” kata Mukhlish.

Dikatakannya, untuk melaksanakan kegiatan masyarakat produktif dan aman Covid-19. Kami mengharapkan kepada satuan pendidikan untuk dapat mengeksekusi surat edaran bupati seperti yang dilakukan oleh satuan satuan pendidikan di Kota Subulussalam.

“Tinggal saja satuan satuan pendidikan menerapkan protokol penanganan dan pencegahan covid-19 di skolah, seperti menyediakan dan melengkapi alat-alat pencegahan sesuai protokol kesehatan,” ujarnya.

Mukhlish menjelaskan, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor. 21 Tahun 2020 satuan pendidikn bisa mengaggarkan dana BOS untuk pencegahan Covid-19 di sekolah, sehingga tidak ada alasan bagi satuan pendidikan untuk tidak membeli atau sewa sarana/perlengkapan/peralatan atau pelaksanaan kegiatan yang diperlukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Satuan-satuan pendidikan juga bisa menerapkan banyak skenario dalam penerapan New Normal di sekolah, diantaranya seperti penerapan shift sesuai dengan jumlah kelas. Ini ikhtiar yang sangat maksimal yang bisa dilakukan dimasa darurat Covid-19 ini. Kebijkan ini akan mngembalikan kualitas belajar siswa,” ucapnya.

Disamping sistem shift tadi satuan satuan pendidikan mensiasati dengan diberi jeda masuk, jadi masuk dan pulang siswa tidak bersamaan sehingga siswa tidak tertumpu atau terkonsentrasi dalam jumlah banyak di sekolah dalam waktu yang bersamaan.

Dalam proses belajar mengajar diatur tempat duduk dengan menjaga jarak. Minimal berjarak 1 meter, siswa memakai kursi dan meja yang tetap dan dikasih merek atau nomor untuk menghindari pertukaran. Siswa tidak dibenarkan saling pinjam alat pembelajaran secara bergantian. Mereka tidak boleh saling pinjam dan harus menggunakan peralatannya sendiri.

“Karena waktu belajar yang terbatas, tidak ada waktu keluar main, kegiatan ekstrakurikuler juga tidak ada untuk sementara waktu. Fungsi UKS nantinya harus lebih ditingkatkan terutama dalam pencegahan Covid 19,” sambung Mukhlish.

Begitu juga dengan skenario lain, satuan- satuan pendidikan bisa bekerja sama dengan perangkat gampong untuk membentuk kelompok-kelompok belajar di gampong gampong dengan memanfaatkan fasilitas- fasilitas umum seperti mesjid atau meunasah- meunasah, kepala satuan pendidikan tinggal menugaskan guru guru.

Ia menambahkan, kondisi sekarang ini melahirkan kejenuhan bagi siswa dan persoalan besar bagi orang tua dan permasalahan ini dapat dikategorikan tragedi bagi dunia pendidikan. Jadi kami fikir tidak bijak rasa nya ketika persoalan ini kita abaikan.

“Mari kita lihat permasalahan ini secara holistik atau menyeluruh apalagi berkaitan dengan psikologis siswa, kita dianggap tidak peka dengan kondisi dan kebutuhan mereka,” sahut guru berprestasi dari Pijay ini.

Proses pembelajaran dimasa Pandemi Covid- 19 ini Kita juga tidak bisa menjeneralisasi kondisi kondisi dikota besar dengan kabupaten kabupaten yang ada di Aceh, selama pembelajaran Daring siswa justru banyak ditemukan berkeluyuran diluar seperti di warkop yang memiliki fasilitas wifi, kendala yang paling banyak ditemukan ada pada siswa dan orang tua siswa, tidak semua wali siswa mampu memenuhi kuota internet. Sehingga pembelajaran daring tidak efektif, pungkas Mukhlish.

Editor : Baihaki

read more
Berita Terkini

Dosen Unsyiah dan Unsam motivasi Mahasiswa Aceh Study ke Australia Via Online

 

JARINGAN PELAJAR ACEH I Banda Aceh – Dua dosen muda Univeraitas Syiah Kuala (Unsyiah) dan Universitas Samudera (Unsam) Langsa, memotivasi para mahasiswa via online yang dilaksanakan di Banda Aceh, Jum’at (22/05/2020).

Sharing session yang mengangkat topik “Adelaide, A Beautiful & Convenient Place For International Students To Pursue Further Studies,” menarik perhatian para mahasiswa S2 dari berbagai kampus di Aceh.

Dr Iskandar Abdul Samad MA, dosen Unsyiah yang menjadi host pada acara ini mengisahkan tentang kesan yang diperoleh tujuh belas tahun lalu saat mengikuti program short course di kampus University of South Australia, Adelaide.

“Berbicara tentang kota Adelaide, mengingatkan saya terhadap masa dimana saya mengikuti program short course Bahasa Inggris Akademik di kampus University of South Australia. Kampus yang letaknya persis di sebelah kampus University of Adelaide, tempat keynote speaker kita kuliah saat ini,” kata Iskandar.

Dikisahkannya, daerah-daerah wisata yang indah pernah dia kunjungi saat berada di Adelaide tujuh belas tahun yang lalu.

“Saya sempat mengunjungi beberapa daerah yang indah seputaran kota Adelaide ini seperti Glenelg Beach, Barossa Valley, Kangaroo Island, dan beberapa daerah di pusat kota. Semua daerah ini sangat indah dan layak untuk dikunjungi” ucap Iskandar.

Sementara dosen Unsam Langsa, Teuku Muhammad Ridha Al Auwal, kepada para peserta membagi setidaknya empat tips sukses dalam menjalankan program PhD di Australia.

“Ada empat hal yang harus diperhatikan dalam masa persiapan dan masa menjalankan study PhD. Pertama, pilihlah topik riset yang disukai, kedua, pilihlah calon supervisor yang ahli dibidang topik kita, ketiga, lamarlah beasiswa dan keempat adalah manajemen waktu,” sebut Ridha.

Lebih lanjut, Ridha menyampaikan bahwa keempat hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena kita akan bergelut dengan keempat hal itu selama masa penyelesaian riset PhD.

Di akhir sesi sharing ini, Ridha memberi motivasi kepada para peserta bahwa program PhD ini memang sulit, namun tidak sesulit yang kita bayangkan.

“Menjalani program PhD ini memang sulit, namun percayalah bahwa kesulitan yang kita hadapi ini tidak sesulit yang kita bayangkan saat sebelum menjalaninya. Yang penting, kita konsisten dalam menjalankan seluruh langkah-langkah sesuai arahan supervisor,” pungkasnya.

Peserta yang turut ikut pada seminar online ini perwakilan dari berbagai lembaga dan komunitas seperti himpunan mahasiswa S2 Bahasa Inggris Unsyiah, Komunitas NASi, Bimbingan Ceria, Rumoh Bahasa, Scholarship Hunters Langsa.

Editor : Baihaki

read more
Berita Terkini

Disdik Aceh Cairkan Tunjangan Sertifikasi Guru dan Pengawas Sekolah Triwulan I

Kepala Bidang Pembinaan GTK Disdik Aceh, Dra. Nurhayati, MM

Jaringanpelajaraceh.com-Banda Aceh. Kabar gembira datang dari Pemerintah Aceh untuk guru yang memiliki sertifikat pendidik (sertifikasi) dan memenuhi syarat, pasalnya mulai Rabu (20/5/2020) Dinas Pendidikan Aceh telah melakukan pembayaran Tunjangan Penghasilan Guru atau lebih dikenal dengan TPG.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh melalui Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Dra. Nurhayati, MM menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Aceh melakukan pembayaran sertifikasi guru dan pengawas sekolah untuk triwulan 1 sebanyak 6.821 orang dengan jumlah anggaran sebesar Rp 80.210.951.220.- (Delapan puluh miliar dua ratus sepuluh juta sembilan ratus lima puluh satu dua ratus dua puluh rupiah), dengan perhitungan rata-rata setiap guru menerima sebanyak 10 juta sampai 15 juta.

“Kita melakukan pembayaran 3 bulan sekaligus, besarannya perbulan tergantung gaji pokok masing masing guru”, jelas Nurhayati.

Kabid pembinaan GTK menambahkan, kita berharap dengan dilakukannya pembayaran tunjangan penghasilan guru ini, akan dapat meringankan beban guru menghadapi situasi sulit selama darurat covid 19.

“Mudah-mudahan dengan dibayarnya sertifikasi triwulan I ini, diharapkan para guru dapat menggunakan dana tersebut dengan bijak, janganlah semua dihabiskan untuk konsumtif, namun sisihkanlah sebagian untuk penguatan kapasitas diri sendiri”, harap Nurhayati.

Salah seorang guru SMK di Kabupaten Aceh Besar yang dihubungi oleh Jaringanpelajaraceh.com membenarkan bahwa tunjangan sertifikasi triwulan I (Januari-Maret Tahun 2020) sudah masuk ke rekeningnya.

“Alhamdulillah sudah dibayar, tadi sudah saya cek melalui ATM (Anjungan Tunai Mandiri) bahwa tunjangan sertifikasi triwulan I sudah masuk ke rekening saya,” katanya dengan rasa senang dan bahagia.

Berdasarkan data yang diperoleh oleh media ini dari salah satu sumber di Dinas Pendidikan Aceh, bahwa jumlah guru bersertifikasi di Aceh saat ini adalah sebanyak 9.156 orang.

Dengan rincian, yang sudah keluar surat keputusan tunjangan profesi (SKTP) dari kemendikbud sebanyak 7.477 orang, ditambah dengan SKTP susulan yang akan keluar sebanyak 353 orang, sedangkan sisanya 1000 orang lagi datanya tidak valid akibat tidak cukup jam mengajar, karena kelebihan guru di sekolah tertentu.

read more
Berita Terkini

Taruna SMKN Penerbangan Aceh, Bantu Masyarakat Miskin Dampak Covid-19

Taruna SMKN Penerbangan Aceh sedang membagi sembako untuk warga kurang mampu

JARINGANPELAJARACEH.COM-ACEH BESAR. Taruna (siswa) bersama guru SMK Negeri Penerbangan Aceh melaksanakan bakti sosial dengan memberikan bantuan sembako pada masyarakat kurang mampu yang terdampak pandemi covid-19, pada Senin (18/05/2020).

Bantuan berupa sembako yang terdiri dari gula, sirup, telur, kain sarung serta uang diberikan untuk masyarakat yang kurang mampu dan terkena dampak pandemi covid 19 yang melanda provinsi Aceh.

Marshanda salah seorang Taruni SMKN Penerbangan Aceh terlihat sangat terharu melihat kondisi rumah yang ditempati seorang nenek, ketika melakukan pembagian paket sembako bersama kawan-kawannya.

“Semestinya pemerintah dan orang yang mampu membantu para masyarakat miskin seperti nenek ini, karena pasti ada nenek-nenek di tempat lain yang mengalami nasib sama, semoga bantuan ala kadar ini dapat meringankan beban mereka,” ujarnya penuh harap sambil meneteskan air mata.

Sementara itu Kepala SMKN Penerbangan Aceh, Baihaqi, S.Pd., M.Pd menyebutkan, bantuan sembako ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat yang ekonominya kurang mampu.

“Selain itu, dengan kegiatan berbagi ini diharapkan juga memberikan semangat kepada yang lainnya, untuk menyisihkan sebagian hartanya kepada masyarakat yang sangat membutuhkan sehingga angka kemiskinan bisa semakin berkurang,” harapnya.

Baihaqi menambahkan, kegiatan tersebut berawal dari para taruna yang sangat sedih melihat kondisi masyarakat Gampong Data Makmur dimana kondisi ekonomi dan rumah tempat tinggal mereka sangat tidak layak.

“Kami sengaja memilih pelaksanaan bantuan ini ke gampong sekitar sekolah, karena mareka sepertinya luput dari bantuan pemerintah, dan juga untuk beberapa tenaga non PNS yang ada di sekolah”, jelas Baihaqi yang merupakan juga ketua MKKS SMK Aceh.

“Kita semua sama-sama merasakan dampak pandemi covid 19 ini, tetapi bagi kita yang memiliki sedikit kelebihan rezeki, apalagi ini dibulan Ramadhan maka sepantasnya saling berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan, dan juga ini bagian dari membangun karakter serta kepedulian sosial dari taruna SMKN Penerbangan Aceh,” pungkas Baihaqi.

read more
Berita Terkini

Guru SMKN Taman Fajar Bantu Siswa Kurang Mampu yang Terkena Dampak Covid 19

Salah satu guru SMKN Taman Fajar menyerahkan langsung sembako kepada keluarga siswa

JARINGANPELAJARACEH.COM-ACEH TIMUR. Warga SMK Negeri Taman Fajar Kabupaten Aceh Timur memberikan bantuan sembako pada siswa kurang mampu yang terdampak pandemi covid-19, pada Selasa (05/05/2020).

“Bantuan berupa sembako diberikan untuk siswa kelas X dan XI yang kurang mampu dan terkena dampak pandemi covid 19 yang melanda provinsi Aceh,” jelas Citra Hayati, S.Pd, Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMKN Taman Fajar.

Citra Hayati menyebutkan, bantuan sembako ini diharapkan bisa meringankan beban orang tua siswa yang ekonominya kurang mampu,

“Selain itu dengan kegiatan berbagi ini diharapkan juga memberikan semangat kepada yang lainnya untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk mereka yang sangat membutuhkan sehingga angka kemiskinan bisa semakin berkurang,” harapnya.

“Penggalangan dana santunan ini bersifat sukarela, siapa saja boleh mendonasikan dana tanpa dibatasi jumlahnya. Alhamdulillah ada 47 guru dan tenaga kependidikan yang ikut memberikan donasi dalam kegiatan ini”, sebut Citra Hayati

Sementara itu Kepala SMKN Taman Fajar, Nurdin, S.Pd., MA menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan atas inisiatif para guru, tenaga kependidikan dan para pengurus OSIS.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada semua warga sekolah yang mau berbagi kepada keluarga para siswa kurang mampu, bentuk kepedulian terhadap sesama ini perlu terus dibina dan dikembangkan pada guru, dan seluruh siswa SMKN Taman Fajar”, kata Nurdin yang merupakan mantan Ketua IGI Kabupaten Aceh Timur.

Nurdin menambahkan, kita semua sama-sama merasakan dampak pandemi covid 19 ini, tetapi bagi kita yang memiliki sedikit kelebihan rezeki, apalagi ini dibulan Ramadhan maka sepantasnya saling berbagi dengan keluarga siswa yang membutuhkan.

“Bantuan yang terkumpul diantar langsung oleh wali kelas serta ketua jurusan ke rumah masing-masing siswa, sehingga ada terjalin hubungan kekeluargaan antara guru dan keluarga siswa”, jelas Nurdin yang sering disapa Babe oleh warga Peureulak.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Timur, Drs. Husaini, M.Pd., secara terpisah kepada media ini, menyampaikan apresiasi terhadap apa yang dilaksanakan oleh SMK Negeri Taman Fajar. Selain Taman Fajar, kegiatan serupa juga direncanakan akan dilakukan oleh SMA dan SMK lain yang ada di Kabupaten Aceh Timur.

“Kegiatan seperti ini harus tetap dipertahankan, karena budaya saling berbagi rezeki merupakan anjuran dalam Agama Islam, dan ini merupakan salah satu cara pembentukan karakter siswa untuk saling membantu sesama,” tutup Husaini.

read more
Cerpen

DAGING MEUGANG BUAT EMAK

(foto : Ilustrasi penulis meugang bersama emak)

Sudah tiga kali bolak balek saya masuk ke mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri), tapi belum ada perubahan apa-apa, padahal sudah semingu yang lalu bendahara di sekolahku menyodorkan daftar penerimaan uang meugang. Sebut saja bendahara saya namanya “Syukri”, masih teringat dibenakku bagaimana beliau berguma saat aku meneken aprahan tersebut. Pak silahkan teken, biar segera dibawa ke dinas untuk dicairkan. Dalam hatiku begitu girang, karena melihat angka rupiah yang lumayan besar untuk kategori kehidupanku.

Tak ada yang kupikirkan selain uang itu akan segera cair dan tentunya emak ku begitu senang ketika aku menenteng sedikit daging untuk beliau masak. Aku begitu sedih kalau emak ku harus mencium aroma rendang, masak puteh ataupun masak mirah kesukaan beliau dari dapur tetangga.

Pikiran ku terus melayang, hari menjelang ramadhan, tapi uang harapannku untuk beli daging meugang untuk emak belum kunjung cair.

Emak ku sekarang sudah berumur senja, tinggal di sebuah kampung jauh dari tempat tinggalku. Beberapa waktu yang lalu aku pernah menjeguk beliau, ketika itu beliau mengeluh sakit, badan lemas, kepala pusing. Walaupun dalam keadaan sakit, beliau masih sanggup berjalan ke batas kampungku melihat sawah yang padinya mulai menguning.

Apakah beliau berharap, padi yang menguning bisa segera panen sebelum meugang tiba. Tapi aku yakin sampai meugang tiba, sawah emak ku pasti tidak akan panen.

Jauh dari kehidupan beliau, di sebuah kota, aku masih duduk termenung dengan segelas kopi yang masih hangat di meja. Perlahan kuseduh kopi itu dengan semangat, semangat itu sebagai harapan aku menunggu uang meugang agar segera keluar. Aku tidak berani lagi ke ATM, karena rasa malu dengan bapak satpam yang setia menjaga mesin itu.

Aku menghelai nafas panjang, pikiran jauh melayang, aku yakin tahun ini Emak ku pasti tidak bisa menikmati nikmatnya daging meugang.

Emak, maafkan anakmu yang tidak bisa membuat engkau bahagia menyambut bulan ramadhan tahun ini dengan menikmati daging di hari meugang. Emak, dulu ketika aku masih kanak-kanak, engkau berusaha keras agar aku tidak berlinang air mana melihat kawan sebayaku yang begitu lahap menikmati daging meugang yang dimasak ibunya.

Emak,,,kuyakin disepertiga malam engkau selalu berdoa, agar aku menjadi orang sukses dan bisa membahagiakan mu kelak. Emak,, aku yakin keringat yang kau kucurkan dipanasnya terik matahari, bersusah payah engkau di lumpur semuanya pasti untukku, agar tidak merasa terkucilkan diantara teman-teman sebaya ku tempo itu.

Tiba-tiba lamunanku sirna, seiring dering hp jadul yang berbunyi di kantong ku. Segera kulihat layar hitam hp ku, tertulis kak Nabon memanggil, aku kenal nama itu, beliau tetangga samping rumahku. Seketika aku angkat, dari jauh disana terdengar suara serak yang tak asing ditelinga ku.

Assalamualaikum neuk, kiban keadaan, pue sehat. Aku bergetar mendengar salam dari emak ku yang tiba-tiba menelpon. Segera ku jawab salam, Walaikum salam mak, lon sehat, kiban keadaan emak. Get neuk jawab emak ku lembut. Pajan kawoe neuk, lanjutnya berguma. Makin bergetar tubuhku, mendengar pertanyaan itu. Belum sempat aku menjawabnya, beliau melanjutkan, lon hana lon preh aneuk kaya, hana lon preh aneuk jeut keu peujabat, kawoe neuk kasaweu mak di gampong.

Tak terasa, air mata membasahi meja tempat aku duduk. Apa yang harus kujawab, didompetku hanya tersisa uang untuk bayar kopi yang sudah kupesan. Kemana harus aku mengadu, alasan apa harus kusampaikan pada emak ku, bahwa anaknya tidak bisa berbuat banyak untuk kebahagiaanya di hari meugang ini. Ampunilah dosa hambamu ini ya Allah, kemana kawan-kawan ku, kemana orang yang selama ini aku bela-belain, sampai aku menghabiskan waktu jatah keluarga untuk membantu pekerjaannya, padahal hari ini aku sangat butuh bantuannya agar aku bisa mengirimkan daging meugang untuk emakku.

Tanpa kusadari, dari belakang seseorang sangat kukenal, beliau bukan siapa-siapa dalam kehidupannku sekarang, menepuk pundakku, sambil berguma, kenapa termenung ? Apakah ada masalah ?. Sambil tersenyum malu dan setengah sadar aku menjawab. Tidak ada pak, maklum gada kawan, kadang mereka lagi mencari daging meugang untuk keluarganya.

Setelah beliau pesan kopi, melanjutkan pertanyaan, yang sebenarnya tak ingin ku dengar, kapan pulang kampung? Apakah tidak ada rencana jenguk keluarga. Tidak pak, banyak sekali kegiatan, jawabku mengelak. Pulanglah, lanjutnya, ini sedikit untuk daging meugang, walau tidak banyak tapi cukup untuk membeli sedikit daging. Ya Allah gumaku dalam hati, Allah telah mengirimkan orang, untuk ku bisa membahagiakan emak, renungku. Terima kasih jawabku, semoga berkah, lanjutnya.

Segera, kuhidupkan motor butut, peninggalan orang tua ku dulu. Wajah cemas sudah berganti riang sekarang. Karena aku yakin, emak ku pasti sangat senang hari ini, menunggu kedatangan anaknya.

Tiga jam berlalu, aku sudah berada tepat di depan pintu rumah emak ku, kuucapkan salam perlahan, dari dalam terdengar orang menjawab salam, mak…kupeluk beliau, ketika pintu belum sepenuhnya di buka. Maafkan aku, maafkan anakmu. Ini daging meugang untuk mu Mak.

Penulis merupakan Satgas Literasi IGI Aceh (cerpen ini sudah pernah dimuat di jurnal pasee)

read more
Berita Terkini

Kemdikbud Pangkas Tunjangan Guru, Organisasi Guru di Aceh Protes

Kantor Kemdikbud R.I di Jakarta

JARINGAN PELAJAR ACEH-BANDA ACEH. Sehubungan dengan sudah keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) 54/2020 tentang perubahan postur dan rincian APBN tahun 2020 yang di dalamnya terdapat tentang pemangkasan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dengan jumlah nominal yg sangat fantastis mencapai sekitar 3 (tiga) trilyun rupiah, membuat sejumlah organisasi guru di Aceh protes keras tentang masalah itu.

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Aceh, Drs. Imran ketika diminta tanggapan tentang hal tersebut mengatakan, kita sangat kecewa dengan kebijakan Kemdikbud yang memangkas tunjangan profesi guru.

“Seharusnya Kemdikbud harus melihat bagaimana guru-guru dengan penuh kerelaan membeli kuota data atau pulsa untuk mengajar secara online dalam kondisi pandemi covid 19″, jelas Imran.

Imran juga menegaskan, bahwa IGI lebih cenderung setuju agar anggaran-anggaran tidak bermanfaat dan tidak mengubah keadaan yang ada di Kemdikbud itu yang dialihkan untuk Corona, jangan anggaran yang berhubungan langsung dengan kebutuhan guru.

Sementara itu, Ketua Dewan Presidium Koalisi Barisan Guru Bersatu (KoBar – GB) Aceh, Dra. Husniati Bantasyam juga merasa prihatin terhadap persoalan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Kobar GB Aceh mengharapkan kepada Pemerintah Pusat agar segera merevisi kembali Perpres no 54 / 2020 tentang pasal yg menyangkut kebijakan pemangkasan Tunjangan Profesi Guru (TPG ).

Husniati, juga menjelaskan bahwa para guru baik PNS apalagi yang berstatus non PNS dengan adanya dampak Covid-19, kehidupan mereka juga tidak jauh berbeda dengan masyarakat pada umumnya, karena semua bahan pokok menjadi mahal di pasaran.

“Maka kami dari Koalisi Barisan Guru Bersatu (KoBar-GB) Aceh yang ada di 23 kabupaten/kota se-Aceh meminta kepada Presiden RI dan Kemendikbud agar dapat meninjau kembali terhadap kebijakan pemotongan dana Tunjangan Profesi guru (TPG),” demikian pungkas Husniati.

read more
Berita Terkini

Keren, IGI Aceh Timur Latih Guru Mendesain PPDB Online Terintegrasi

 

Khairuddin, Trainer PPDB Online Terintergrasi

Aceh Timur—Wabah Covid-19 bukanlah halangan bagi organisasi Profesi (Ikatan Guru Indonesia (IGI) Aceh Timur dalam melatih guru untuk meningkatkan profesionalisme. IGI Aceh Timur mengadakan Pelatihan Online mendesain formulir Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) terintegrasi online melalui video conference Webex. (20/4)

Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Aceh Timur diwakili Kasi GTK Sri Panaini S Pd.
Sri Panaini dalam arahannya berharap agar semua peserta setelah mengikuti pelatihan dapat mampu membuat Form Pendaftaran Peserta Didik Baru secara online dan dapat diterapkan serta dimanfaatkan di sekolah masing-masing.

Ketua IGI Aceh Timur Muhammad Fauzi menjelaskan PPDB Online dapat mengatasi kendala dalam penerimaan siswa baru di masa wabah pandemi Covid-19, siswa cukup dari rumah untuk mendaftar ke sekolah yang diinginkan dalam zonasi tempat tinggalnya.
“Bukti pendaftaran nantinya akan terkonfirmasi dan terkirim ke alamat email atau Nomor Whatapps siswa masing-masing lengkap dengan file bentuk pdf yang akan dibawa kembali ke sekolah pada saat pendaftaran ulang”, ujar Fauzi.

Ketua Panitia Aiyub S Pd dalam laporannya menyebutkan Pelatihan dimulai pukul 10.00-12.00 Wib menggunakan webex event yang berbeda dengan webex biasa, keunggulannya peserta tidak perlu presensi karena langsung terintegrasi saat peserta masuk ke room.

“Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari mulai Senin-Rabu tanggal 20-23 April 2020, Diikuti oleh 101 peserta dari berbagai daerah di Aceh bahkan ada peserta dari Sulawesi, Kalimantan sampai Papua dan peserta akan dan diberi tugas serta dibimbing oleh pemateri secara Daring selama 2 Minggu”, terang Aiyub.

Aiyub juga mengatakan Narasumber pelatihan ini ketua LPMP IGI Khairudin M Pd dan yang bertindak sebagai Host Nurul Wahidatullah S PdI, pungkas Aiyub.

Laporan : Muhammad Fauzi

read more
Berita Terkini

Cabdindik Wilayah Simeulue Bantu Masyarakat Terkena Dampak Covid 19

Proses penyerahan bantuan oleh Kacabdindik Wilayah simeulue

SINABANG – Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Simeulue menyerahkan 123 paket bantuan peduli Covid-19 untuk warga sekolah dan masyarakat yang kurang mampu, Senin (20/04/2020).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Simeulue, Al Amin SPd mengatakan, paket bantuan peduli Covid-19 ini serentak dilakukan di sepuluh kecamatan dalam wilayah Kabupaten Simeulue.

“Bantuan ini bersumber dari sumbangan kepala sekolah, pengawas, guru, tenaga kependidikan pada satuan pendidikan SMA/SMK serta sumbangan dari pegawai pada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Simeulue,” kata Al Amin.

Dikatakannya, jumlah dana yang terkumpul sejumlah Rp.36.080.000 dijadikan berbentuk barang sejumlah 123 paket, satu paket terdiri dari 15 Kg beras, 2 liter minyak goreng Bimoli, 2 Kg gula pasir dan 30 butir telur ayam.

“Adapun penerima paket bantuan ini adalah masyarakat miskin secara ekonomi dan warga sekolah yang kurang mampu dari segi ekonomi pula,” ucap Al Amin.

Atas nama keluarga besar Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Simeulue mengucapkan terima kasih atas kepedulian guru dan tenaga kependidikan di kabupaten ini secara ikhlas membantu sesama, sambungnya.

Al Amin menambahkan, semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam memasuki suasana hari meugang dan bulan suci ramadhan serta kita semua selalu waspada dan senantiasa menjaga kesehatan sembari berharap kondisi yang sedang kita hadapi saat ini kembali kondusif.

Editor : Baihaki

read more
1 49 50 51 52 53 57
Page 51 of 57