close

fitriadi

Berita Terkini

Disdik Aceh Cairkan Tunjangan Sertifikasi Guru dan Pengawas Sekolah Triwulan I

Kepala Bidang Pembinaan GTK Disdik Aceh, Dra. Nurhayati, MM

Jaringanpelajaraceh.com-Banda Aceh. Kabar gembira datang dari Pemerintah Aceh untuk guru yang memiliki sertifikat pendidik (sertifikasi) dan memenuhi syarat, pasalnya mulai Rabu (20/5/2020) Dinas Pendidikan Aceh telah melakukan pembayaran Tunjangan Penghasilan Guru atau lebih dikenal dengan TPG.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh melalui Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Dra. Nurhayati, MM menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Aceh melakukan pembayaran sertifikasi guru dan pengawas sekolah untuk triwulan 1 sebanyak 6.821 orang dengan jumlah anggaran sebesar Rp 80.210.951.220.- (Delapan puluh miliar dua ratus sepuluh juta sembilan ratus lima puluh satu dua ratus dua puluh rupiah), dengan perhitungan rata-rata setiap guru menerima sebanyak 10 juta sampai 15 juta.

“Kita melakukan pembayaran 3 bulan sekaligus, besarannya perbulan tergantung gaji pokok masing masing guru”, jelas Nurhayati.

Kabid pembinaan GTK menambahkan, kita berharap dengan dilakukannya pembayaran tunjangan penghasilan guru ini, akan dapat meringankan beban guru menghadapi situasi sulit selama darurat covid 19.

“Mudah-mudahan dengan dibayarnya sertifikasi triwulan I ini, diharapkan para guru dapat menggunakan dana tersebut dengan bijak, janganlah semua dihabiskan untuk konsumtif, namun sisihkanlah sebagian untuk penguatan kapasitas diri sendiri”, harap Nurhayati.

Salah seorang guru SMK di Kabupaten Aceh Besar yang dihubungi oleh Jaringanpelajaraceh.com membenarkan bahwa tunjangan sertifikasi triwulan I (Januari-Maret Tahun 2020) sudah masuk ke rekeningnya.

“Alhamdulillah sudah dibayar, tadi sudah saya cek melalui ATM (Anjungan Tunai Mandiri) bahwa tunjangan sertifikasi triwulan I sudah masuk ke rekening saya,” katanya dengan rasa senang dan bahagia.

Berdasarkan data yang diperoleh oleh media ini dari salah satu sumber di Dinas Pendidikan Aceh, bahwa jumlah guru bersertifikasi di Aceh saat ini adalah sebanyak 9.156 orang.

Dengan rincian, yang sudah keluar surat keputusan tunjangan profesi (SKTP) dari kemendikbud sebanyak 7.477 orang, ditambah dengan SKTP susulan yang akan keluar sebanyak 353 orang, sedangkan sisanya 1000 orang lagi datanya tidak valid akibat tidak cukup jam mengajar, karena kelebihan guru di sekolah tertentu.

read more
Berita Terkini

Taruna SMKN Penerbangan Aceh, Bantu Masyarakat Miskin Dampak Covid-19

Taruna SMKN Penerbangan Aceh sedang membagi sembako untuk warga kurang mampu

JARINGANPELAJARACEH.COM-ACEH BESAR. Taruna (siswa) bersama guru SMK Negeri Penerbangan Aceh melaksanakan bakti sosial dengan memberikan bantuan sembako pada masyarakat kurang mampu yang terdampak pandemi covid-19, pada Senin (18/05/2020).

Bantuan berupa sembako yang terdiri dari gula, sirup, telur, kain sarung serta uang diberikan untuk masyarakat yang kurang mampu dan terkena dampak pandemi covid 19 yang melanda provinsi Aceh.

Marshanda salah seorang Taruni SMKN Penerbangan Aceh terlihat sangat terharu melihat kondisi rumah yang ditempati seorang nenek, ketika melakukan pembagian paket sembako bersama kawan-kawannya.

“Semestinya pemerintah dan orang yang mampu membantu para masyarakat miskin seperti nenek ini, karena pasti ada nenek-nenek di tempat lain yang mengalami nasib sama, semoga bantuan ala kadar ini dapat meringankan beban mereka,” ujarnya penuh harap sambil meneteskan air mata.

Sementara itu Kepala SMKN Penerbangan Aceh, Baihaqi, S.Pd., M.Pd menyebutkan, bantuan sembako ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat yang ekonominya kurang mampu.

“Selain itu, dengan kegiatan berbagi ini diharapkan juga memberikan semangat kepada yang lainnya, untuk menyisihkan sebagian hartanya kepada masyarakat yang sangat membutuhkan sehingga angka kemiskinan bisa semakin berkurang,” harapnya.

Baihaqi menambahkan, kegiatan tersebut berawal dari para taruna yang sangat sedih melihat kondisi masyarakat Gampong Data Makmur dimana kondisi ekonomi dan rumah tempat tinggal mereka sangat tidak layak.

“Kami sengaja memilih pelaksanaan bantuan ini ke gampong sekitar sekolah, karena mareka sepertinya luput dari bantuan pemerintah, dan juga untuk beberapa tenaga non PNS yang ada di sekolah”, jelas Baihaqi yang merupakan juga ketua MKKS SMK Aceh.

“Kita semua sama-sama merasakan dampak pandemi covid 19 ini, tetapi bagi kita yang memiliki sedikit kelebihan rezeki, apalagi ini dibulan Ramadhan maka sepantasnya saling berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan, dan juga ini bagian dari membangun karakter serta kepedulian sosial dari taruna SMKN Penerbangan Aceh,” pungkas Baihaqi.

read more
Berita Terkini

Guru SMKN Taman Fajar Bantu Siswa Kurang Mampu yang Terkena Dampak Covid 19

Salah satu guru SMKN Taman Fajar menyerahkan langsung sembako kepada keluarga siswa

JARINGANPELAJARACEH.COM-ACEH TIMUR. Warga SMK Negeri Taman Fajar Kabupaten Aceh Timur memberikan bantuan sembako pada siswa kurang mampu yang terdampak pandemi covid-19, pada Selasa (05/05/2020).

“Bantuan berupa sembako diberikan untuk siswa kelas X dan XI yang kurang mampu dan terkena dampak pandemi covid 19 yang melanda provinsi Aceh,” jelas Citra Hayati, S.Pd, Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMKN Taman Fajar.

Citra Hayati menyebutkan, bantuan sembako ini diharapkan bisa meringankan beban orang tua siswa yang ekonominya kurang mampu,

“Selain itu dengan kegiatan berbagi ini diharapkan juga memberikan semangat kepada yang lainnya untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk mereka yang sangat membutuhkan sehingga angka kemiskinan bisa semakin berkurang,” harapnya.

“Penggalangan dana santunan ini bersifat sukarela, siapa saja boleh mendonasikan dana tanpa dibatasi jumlahnya. Alhamdulillah ada 47 guru dan tenaga kependidikan yang ikut memberikan donasi dalam kegiatan ini”, sebut Citra Hayati

Sementara itu Kepala SMKN Taman Fajar, Nurdin, S.Pd., MA menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan atas inisiatif para guru, tenaga kependidikan dan para pengurus OSIS.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada semua warga sekolah yang mau berbagi kepada keluarga para siswa kurang mampu, bentuk kepedulian terhadap sesama ini perlu terus dibina dan dikembangkan pada guru, dan seluruh siswa SMKN Taman Fajar”, kata Nurdin yang merupakan mantan Ketua IGI Kabupaten Aceh Timur.

Nurdin menambahkan, kita semua sama-sama merasakan dampak pandemi covid 19 ini, tetapi bagi kita yang memiliki sedikit kelebihan rezeki, apalagi ini dibulan Ramadhan maka sepantasnya saling berbagi dengan keluarga siswa yang membutuhkan.

“Bantuan yang terkumpul diantar langsung oleh wali kelas serta ketua jurusan ke rumah masing-masing siswa, sehingga ada terjalin hubungan kekeluargaan antara guru dan keluarga siswa”, jelas Nurdin yang sering disapa Babe oleh warga Peureulak.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Timur, Drs. Husaini, M.Pd., secara terpisah kepada media ini, menyampaikan apresiasi terhadap apa yang dilaksanakan oleh SMK Negeri Taman Fajar. Selain Taman Fajar, kegiatan serupa juga direncanakan akan dilakukan oleh SMA dan SMK lain yang ada di Kabupaten Aceh Timur.

“Kegiatan seperti ini harus tetap dipertahankan, karena budaya saling berbagi rezeki merupakan anjuran dalam Agama Islam, dan ini merupakan salah satu cara pembentukan karakter siswa untuk saling membantu sesama,” tutup Husaini.

read more
Cerpen

DAGING MEUGANG BUAT EMAK

(foto : Ilustrasi penulis meugang bersama emak)

Sudah tiga kali bolak balek saya masuk ke mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri), tapi belum ada perubahan apa-apa, padahal sudah semingu yang lalu bendahara di sekolahku menyodorkan daftar penerimaan uang meugang. Sebut saja bendahara saya namanya “Syukri”, masih teringat dibenakku bagaimana beliau berguma saat aku meneken aprahan tersebut. Pak silahkan teken, biar segera dibawa ke dinas untuk dicairkan. Dalam hatiku begitu girang, karena melihat angka rupiah yang lumayan besar untuk kategori kehidupanku.

Tak ada yang kupikirkan selain uang itu akan segera cair dan tentunya emak ku begitu senang ketika aku menenteng sedikit daging untuk beliau masak. Aku begitu sedih kalau emak ku harus mencium aroma rendang, masak puteh ataupun masak mirah kesukaan beliau dari dapur tetangga.

Pikiran ku terus melayang, hari menjelang ramadhan, tapi uang harapannku untuk beli daging meugang untuk emak belum kunjung cair.

Emak ku sekarang sudah berumur senja, tinggal di sebuah kampung jauh dari tempat tinggalku. Beberapa waktu yang lalu aku pernah menjeguk beliau, ketika itu beliau mengeluh sakit, badan lemas, kepala pusing. Walaupun dalam keadaan sakit, beliau masih sanggup berjalan ke batas kampungku melihat sawah yang padinya mulai menguning.

Apakah beliau berharap, padi yang menguning bisa segera panen sebelum meugang tiba. Tapi aku yakin sampai meugang tiba, sawah emak ku pasti tidak akan panen.

Jauh dari kehidupan beliau, di sebuah kota, aku masih duduk termenung dengan segelas kopi yang masih hangat di meja. Perlahan kuseduh kopi itu dengan semangat, semangat itu sebagai harapan aku menunggu uang meugang agar segera keluar. Aku tidak berani lagi ke ATM, karena rasa malu dengan bapak satpam yang setia menjaga mesin itu.

Aku menghelai nafas panjang, pikiran jauh melayang, aku yakin tahun ini Emak ku pasti tidak bisa menikmati nikmatnya daging meugang.

Emak, maafkan anakmu yang tidak bisa membuat engkau bahagia menyambut bulan ramadhan tahun ini dengan menikmati daging di hari meugang. Emak, dulu ketika aku masih kanak-kanak, engkau berusaha keras agar aku tidak berlinang air mana melihat kawan sebayaku yang begitu lahap menikmati daging meugang yang dimasak ibunya.

Emak,,,kuyakin disepertiga malam engkau selalu berdoa, agar aku menjadi orang sukses dan bisa membahagiakan mu kelak. Emak,, aku yakin keringat yang kau kucurkan dipanasnya terik matahari, bersusah payah engkau di lumpur semuanya pasti untukku, agar tidak merasa terkucilkan diantara teman-teman sebaya ku tempo itu.

Tiba-tiba lamunanku sirna, seiring dering hp jadul yang berbunyi di kantong ku. Segera kulihat layar hitam hp ku, tertulis kak Nabon memanggil, aku kenal nama itu, beliau tetangga samping rumahku. Seketika aku angkat, dari jauh disana terdengar suara serak yang tak asing ditelinga ku.

Assalamualaikum neuk, kiban keadaan, pue sehat. Aku bergetar mendengar salam dari emak ku yang tiba-tiba menelpon. Segera ku jawab salam, Walaikum salam mak, lon sehat, kiban keadaan emak. Get neuk jawab emak ku lembut. Pajan kawoe neuk, lanjutnya berguma. Makin bergetar tubuhku, mendengar pertanyaan itu. Belum sempat aku menjawabnya, beliau melanjutkan, lon hana lon preh aneuk kaya, hana lon preh aneuk jeut keu peujabat, kawoe neuk kasaweu mak di gampong.

Tak terasa, air mata membasahi meja tempat aku duduk. Apa yang harus kujawab, didompetku hanya tersisa uang untuk bayar kopi yang sudah kupesan. Kemana harus aku mengadu, alasan apa harus kusampaikan pada emak ku, bahwa anaknya tidak bisa berbuat banyak untuk kebahagiaanya di hari meugang ini. Ampunilah dosa hambamu ini ya Allah, kemana kawan-kawan ku, kemana orang yang selama ini aku bela-belain, sampai aku menghabiskan waktu jatah keluarga untuk membantu pekerjaannya, padahal hari ini aku sangat butuh bantuannya agar aku bisa mengirimkan daging meugang untuk emakku.

Tanpa kusadari, dari belakang seseorang sangat kukenal, beliau bukan siapa-siapa dalam kehidupannku sekarang, menepuk pundakku, sambil berguma, kenapa termenung ? Apakah ada masalah ?. Sambil tersenyum malu dan setengah sadar aku menjawab. Tidak ada pak, maklum gada kawan, kadang mereka lagi mencari daging meugang untuk keluarganya.

Setelah beliau pesan kopi, melanjutkan pertanyaan, yang sebenarnya tak ingin ku dengar, kapan pulang kampung? Apakah tidak ada rencana jenguk keluarga. Tidak pak, banyak sekali kegiatan, jawabku mengelak. Pulanglah, lanjutnya, ini sedikit untuk daging meugang, walau tidak banyak tapi cukup untuk membeli sedikit daging. Ya Allah gumaku dalam hati, Allah telah mengirimkan orang, untuk ku bisa membahagiakan emak, renungku. Terima kasih jawabku, semoga berkah, lanjutnya.

Segera, kuhidupkan motor butut, peninggalan orang tua ku dulu. Wajah cemas sudah berganti riang sekarang. Karena aku yakin, emak ku pasti sangat senang hari ini, menunggu kedatangan anaknya.

Tiga jam berlalu, aku sudah berada tepat di depan pintu rumah emak ku, kuucapkan salam perlahan, dari dalam terdengar orang menjawab salam, mak…kupeluk beliau, ketika pintu belum sepenuhnya di buka. Maafkan aku, maafkan anakmu. Ini daging meugang untuk mu Mak.

Penulis merupakan Satgas Literasi IGI Aceh (cerpen ini sudah pernah dimuat di jurnal pasee)

read more
Berita Terkini

Kemdikbud Pangkas Tunjangan Guru, Organisasi Guru di Aceh Protes

Kantor Kemdikbud R.I di Jakarta

JARINGAN PELAJAR ACEH-BANDA ACEH. Sehubungan dengan sudah keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) 54/2020 tentang perubahan postur dan rincian APBN tahun 2020 yang di dalamnya terdapat tentang pemangkasan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dengan jumlah nominal yg sangat fantastis mencapai sekitar 3 (tiga) trilyun rupiah, membuat sejumlah organisasi guru di Aceh protes keras tentang masalah itu.

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Aceh, Drs. Imran ketika diminta tanggapan tentang hal tersebut mengatakan, kita sangat kecewa dengan kebijakan Kemdikbud yang memangkas tunjangan profesi guru.

“Seharusnya Kemdikbud harus melihat bagaimana guru-guru dengan penuh kerelaan membeli kuota data atau pulsa untuk mengajar secara online dalam kondisi pandemi covid 19″, jelas Imran.

Imran juga menegaskan, bahwa IGI lebih cenderung setuju agar anggaran-anggaran tidak bermanfaat dan tidak mengubah keadaan yang ada di Kemdikbud itu yang dialihkan untuk Corona, jangan anggaran yang berhubungan langsung dengan kebutuhan guru.

Sementara itu, Ketua Dewan Presidium Koalisi Barisan Guru Bersatu (KoBar – GB) Aceh, Dra. Husniati Bantasyam juga merasa prihatin terhadap persoalan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Kobar GB Aceh mengharapkan kepada Pemerintah Pusat agar segera merevisi kembali Perpres no 54 / 2020 tentang pasal yg menyangkut kebijakan pemangkasan Tunjangan Profesi Guru (TPG ).

Husniati, juga menjelaskan bahwa para guru baik PNS apalagi yang berstatus non PNS dengan adanya dampak Covid-19, kehidupan mereka juga tidak jauh berbeda dengan masyarakat pada umumnya, karena semua bahan pokok menjadi mahal di pasaran.

“Maka kami dari Koalisi Barisan Guru Bersatu (KoBar-GB) Aceh yang ada di 23 kabupaten/kota se-Aceh meminta kepada Presiden RI dan Kemendikbud agar dapat meninjau kembali terhadap kebijakan pemotongan dana Tunjangan Profesi guru (TPG),” demikian pungkas Husniati.

read more
Berita Terkini

Keren, IGI Aceh Timur Latih Guru Mendesain PPDB Online Terintegrasi

 

Khairuddin, Trainer PPDB Online Terintergrasi

Aceh Timur—Wabah Covid-19 bukanlah halangan bagi organisasi Profesi (Ikatan Guru Indonesia (IGI) Aceh Timur dalam melatih guru untuk meningkatkan profesionalisme. IGI Aceh Timur mengadakan Pelatihan Online mendesain formulir Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) terintegrasi online melalui video conference Webex. (20/4)

Pelatihan ini dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Aceh Timur diwakili Kasi GTK Sri Panaini S Pd.
Sri Panaini dalam arahannya berharap agar semua peserta setelah mengikuti pelatihan dapat mampu membuat Form Pendaftaran Peserta Didik Baru secara online dan dapat diterapkan serta dimanfaatkan di sekolah masing-masing.

Ketua IGI Aceh Timur Muhammad Fauzi menjelaskan PPDB Online dapat mengatasi kendala dalam penerimaan siswa baru di masa wabah pandemi Covid-19, siswa cukup dari rumah untuk mendaftar ke sekolah yang diinginkan dalam zonasi tempat tinggalnya.
“Bukti pendaftaran nantinya akan terkonfirmasi dan terkirim ke alamat email atau Nomor Whatapps siswa masing-masing lengkap dengan file bentuk pdf yang akan dibawa kembali ke sekolah pada saat pendaftaran ulang”, ujar Fauzi.

Ketua Panitia Aiyub S Pd dalam laporannya menyebutkan Pelatihan dimulai pukul 10.00-12.00 Wib menggunakan webex event yang berbeda dengan webex biasa, keunggulannya peserta tidak perlu presensi karena langsung terintegrasi saat peserta masuk ke room.

“Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari mulai Senin-Rabu tanggal 20-23 April 2020, Diikuti oleh 101 peserta dari berbagai daerah di Aceh bahkan ada peserta dari Sulawesi, Kalimantan sampai Papua dan peserta akan dan diberi tugas serta dibimbing oleh pemateri secara Daring selama 2 Minggu”, terang Aiyub.

Aiyub juga mengatakan Narasumber pelatihan ini ketua LPMP IGI Khairudin M Pd dan yang bertindak sebagai Host Nurul Wahidatullah S PdI, pungkas Aiyub.

Laporan : Muhammad Fauzi

read more
Berita Terkini

Cabdindik Wilayah Simeulue Bantu Masyarakat Terkena Dampak Covid 19

Proses penyerahan bantuan oleh Kacabdindik Wilayah simeulue

SINABANG – Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Simeulue menyerahkan 123 paket bantuan peduli Covid-19 untuk warga sekolah dan masyarakat yang kurang mampu, Senin (20/04/2020).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Simeulue, Al Amin SPd mengatakan, paket bantuan peduli Covid-19 ini serentak dilakukan di sepuluh kecamatan dalam wilayah Kabupaten Simeulue.

“Bantuan ini bersumber dari sumbangan kepala sekolah, pengawas, guru, tenaga kependidikan pada satuan pendidikan SMA/SMK serta sumbangan dari pegawai pada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Simeulue,” kata Al Amin.

Dikatakannya, jumlah dana yang terkumpul sejumlah Rp.36.080.000 dijadikan berbentuk barang sejumlah 123 paket, satu paket terdiri dari 15 Kg beras, 2 liter minyak goreng Bimoli, 2 Kg gula pasir dan 30 butir telur ayam.

“Adapun penerima paket bantuan ini adalah masyarakat miskin secara ekonomi dan warga sekolah yang kurang mampu dari segi ekonomi pula,” ucap Al Amin.

Atas nama keluarga besar Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Simeulue mengucapkan terima kasih atas kepedulian guru dan tenaga kependidikan di kabupaten ini secara ikhlas membantu sesama, sambungnya.

Al Amin menambahkan, semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam memasuki suasana hari meugang dan bulan suci ramadhan serta kita semua selalu waspada dan senantiasa menjaga kesehatan sembari berharap kondisi yang sedang kita hadapi saat ini kembali kondusif.

Editor : Baihaki

read more
Berita Terkini

Anggaran TPG Di Pangkas, IGI Protes Keras

 

Ketua IGI Pusat, Muhammad Ramli Rohim

JARINGAN PELAJAR ACEH.COM, Jakarta – Ikatan Guru Indonesia (IGI) memprotes keras rencana pemerintah yang akan memotong tunjangan guru. Protes tersebut disampaikan Ketua Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim dalam rilis yang diterima redaksi acehsiana.com pda Minggu (19/4).

Menurut Ramli, setelah melihat secara utuh, maka IGI memprotes keras langkah pemerintah yang memotong tunjangan guru hingga mencapai Rp3,3 triliun lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020.

Dijelaskan Ramli bahwa dalam lampiran Perpres Perubahan Postur dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020, tunjangan guru setidaknya dipotong pada tiga komponen yaitu Tunjangan Profesi Guru (TPG) PNS daerah dari yang semula Rp 53,8 triliun menjadi Rp 50,8 triliun, kemudian penghasilan guru PNS daerah dipotong dari semula Rp 698,3 triliun menjadi Rp 454,2 triliun. Lalu, pemotongan juga dilakukan terhadap tunjangan khusus guru PNS daerah di daerah khusus, dari semula Rp 2,06 triliun menjadi Rp 1,98 triliun.

“Perpres Perubahan Postur dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2020 merugikan sejumlah pihak yang justru sebetulnya membutuhkan dukungan lebih dari pemerintah di tengah situasi penyebaran virus corona,” ujar Ramli.

Dikatakan Ramli bahwa pemotongan anggaran di sektor pendidikan juga dilakukan pemerintah terhadap dana Bantuan operasional Sekolah (BOS), bantuan operasional penyelenggaraan PAUD, bantuan operasional pendidikan kesetaraan, serta bantuan operasional museum dan taman budaya.

Ramli merinci dana BOS dipotong dari yang semula Rp 54,3 triliun menjadi Rp 53,4 triliun, bantuan operasional penyelenggaraan PAUD dipotong dari Rp 4,475 triliun menjadi Rp 4,014 triliun, lalu bantuan operasional pendidikan kesetaraan dipotong dari Rp 1,477 triliun menjadi Rp 1,195 triliun.

“Disisi lain anggaran Kemdikbud yang lebih dari 70,7 triliun tidak banyak berubah. Oleh karena itu kami berharap Kemdikbud memiliki rasa empati yang tinggi terhadap guru-guru kita yang mengalami dampak pandemi Covid-19 ini. Jangan sampai ada yang berkurang pendapatannya,” ungkap Ramli.

Ramli menambahkan bahwa justru guru-guru harus dijaga pendapatannya karena tidak jarang kita menemui guru yang membantu anak didiknya yang tidak mampu apalagi dalam kondisi pandemi seperti ini.

“Bahkan kami menemukan guru-guru yang dengan penuh kerelaan membeli kuota data atau pulsa untuk anak didik mereka meskipun sekarang Permendikbud membolehkan dana BOS untuk kuota data baik untuk guru dan siswa. Namun rasa empati guru terhadap anak didiknya tidak akan hilang begitu saja apalagi jika melihat keluarga anak didiknya dalam kesulitan,” terang Ramli.

Ramli menegaskan bahwa IGI lebih cenderung agar anggaran-anggaran tidak bermanfaat dan tidak mengubah keadaan yang ada di Kemdikbud itu yang dialihkan untuk Corona.

“Anggaran peningkatan kompetensi Guru di Dirjen GTK Kemdikbud tidak banyak bermanfaat seperti anggaran organisasi penggerak yang lebih dari setengah triliun dan anggaran lain terkait peningkatan kompetensi Guru oleh Kemdikbud, kenapa tidak dialihkan saja untuk Corona,” pungkas Ramli.

Di akhir rilis Ramli menyindir bahwa puluhan tahun Kemdikbud menghabiskan dana triliunan rupiah untuk peningkatan kompetensi guru, tetapi kompetensi guru tidak beranjak membaik. Ramli juga meyakini bahwa organisasi penggerak tidak akan mengubah banyak hal terkait kompetensi guru. (*)

 

Editor: Darmawan

read more
Berita Terkini

KERJA SAMA DENGAN BAITUL MAL, YAYASAN PIONIR NUSANTARA BANTU WARGA MISKIN DAMPAK COVID 19

Zakaria, pengurus Yayasan Pionir Nusantara ketika menyerahkan bantuan kepada warga Gampong

BANDA ACEH- Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh belahan dunia telah mengakibatkan berbagai macam dampak sosial, tidak terkecuali imbas yang terjadi di lingkungan masyarakat Aceh. Menanggapi kejadian tersebut, Yayasan Pionir Nusantara turut ambil bagian membantu masyarakat yang terkena imbas virus tersebut, terutama warga miskin dengan cara melakukan pembagian sembako.

Kegiatan pembagian sembako kepada masyarakat miskin Gampong Geuceu Iniem dilakukan oleh pengurus Yayasan Pionir Nusantara yang bekerja sama dengan Baitul Mal pada Kamis (16/4/2020) bertempat di Sekretariat Yayasan tersebut.

Salah satu pengurus Yayasan Pionir Nusantara, Zakaria yang dihubungi media ini via Whatapps menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif antar lembaga yaitu Yayasan Pionir Nusantara bersama dengan Baitul Mal Gampong Geuceu Iniem.

“Kegiatan pembagian sembako ini dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa masyarakat miskin Gampong Geucue Iniem sangat kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan di saat darurat covid 19”, ujar Zakaria.

Selanjutnya Zakaria mengharapkan bantuan yang diserahkan kepada para Kepala Keluarga masyarakat miskin gampong dapat dipergunakan semaksimal mungkin, untuk memenuhi kebutuhan keluarga dalam masa darurat covid 19 ini.

Untuk mencegah penularan covid 19, Zakaria juga mengajak seluruh masyarakat Gampong Geuceu Iniem agar dapat menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Mudah-mudahan wabah corona ini cepat berlalu, sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktifitas seperti biasa”, tambah Zakaria.

Sementara itu, Dedy Harlianto Sekretaris Baitul Mal Gampong Geuceu Iniem menyebutkan, bahwa sembako yang disediakan berjumlah 96 Paket.

“Paket ini disiapkan berdasarkan jumlah keluarga miskin yang berasal dari 4 Dusun di Gampong Geuceu Iniem, dan nama-nama penerima bantuan tersebut sesuai informasi dari Kepala Dusun masing-masing,” jelas Dedy Harlianto.

Kegiatan pembagian sembako kepada warga miskin di Gampong Geuceu Iniem, mendapat apresiasi dari Hasanuddin Anzib yang merupakan Keuchik Gampong tersebut.

“Saya mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Yayasan Pionir Nusantara dan Juga Baitul Mal Gampong Geuceu Iniem atas terselenggaranya kegiatan ini”, ucap Hasanuddin Anzib.

“Kita juga berharap bantuan yang diterima oleh masyarakat miskin di Gampong ini, dapat dipergunakan sebaik-baiknya dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, apalagi menjelang Bulan Suci Ramadhan, semoga bantuan ini dapat menjadi amal ibadah kita semua”, demikian pungkas Hasanuddin Anzib.

read more
1 49 50 51 52 53 57
Page 51 of 57