close

fitriadi

Berita Terkini

Jika Kondisi Kondusif, Disdik Aceh Akan Tetap Gelar Seleksi GTK Berprestasi dan Berdedikasi Tahun 2020

 

Kabid Pembinaan GTK Disdik Aceh, Dra. Nurhayati, MM (foto:ist)

BANDA ACEH – Seleksi penilaian guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi jenjang Pendidikan Dasar (Dikdas) dan Pendidikan Menengah (Dikmen) serta Anugerah Konstitusi Guru PPKn SMA/SMK, merupakan ajang bergengsi yang dilaksanakan mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.

Dinas Pendidikan Aceh seharusnya pada tanggal 10-14 April 2020 telah menuntaskan kegiatan itu di tingkat provinsi. Namun atas seruan Plt Gubernur Pemerintah Aceh untuk melakukan lockdown dalam pencegahan penyebaran Covid-19 sampai akhir bulan Mei mendatang, sehingga semua kegiatan dibatalkan dalam waktu tidak terbatas.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Rachmat Fitri HD, MPA melalui Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Dra Nurhayati MM saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (17/04) mengatakan, penilaian guru dan tenaga kependidikan tingkat Provinsi Aceh tetap dilaksanakan.

Ditanya kapan jadwal pelaksanaanya, Nurhayati menjelaskan, sampai tanggal 30 Mei masih diberlakukan lockdown. Kita do’akan bersama semoga memasuki bulan Juni mendatang suasana akan kondusif seperti semula sehingga semua kegiatan bisa terlaksana.

“Pelaksanaan kegiatan penilaian guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi tingkat provinsi dananya masih tersedia dan bisa dilaksanakan setelah Pemerintah Aceh mencabut masa lockdown dengan catatan Provinsi Aceh benar-benar kondusif dari penyebaran Covid-19,” kata Nurhayati.

Dikatakannya, saat ini tercatat 12 Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan beberapa Cabang Dinas Pendidikan Wilayah yang sudah melaksanakan penilaian GTK berprestasi dan berdedikasi jenjang Dikdas dan Dikmen di masing-masing daerah.

“Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah yang belum melaksanakan seleksi, mekanismenya diserahkan pada masing-masing daerah, misalkan peserta menyerahkan terlebih dahulu portofolio dan kelengkapan bahan-bahan lain ke panitia untuk selanjutnya dinilai oleh dewan juri dan memanggil peserta satu persatu, karena selama masa lockdown tidak dibenarkan menghadirkan berkumpulnya peserta dalam jumlah banyak,” ujar Nurhayati.

Ditanya tentang seleksi guru dan tenaga kependidikan tingkat nasional yang biasanya dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.

Nurhayati menuturkan, setelah dilakukan koordinasi dengan Kemdikbud, diperoleh informasi seleksi di tingkat nasional tidak mesti harus dilaksanakan pada bulan Agustus. Namun bisa dilaksanakan pada bulan September, Oktober atau November dan itu semua tidak terlepas dari Indonesia dinyatakan telah bebas dari penyebaran Covid-19.

“Untuk penilaian di tingkat provinsi tahun 2020 ini akan ada perubahan mekanisme seperti yang dilakukan di tingkat nasional. Semua peserta dari daerah mengirimkan portofolio dan semua bahan-bahan ke provinsi untuk memudahkan dewan juri untuk melakukan penilaian dengan waktu yang lebih panjang,” ucapnya.

Nurhayati menambahkan, mekanisme tersebut terlebih dahulu akan dimusyawarahkan dengan panitia dan dewan juri sehingga hasilnya lebih maksimal dan tentunya semua ketentuan dan jadwal pemanggilan peserta akan diinformasikan ke 23 kabupaten/kota.

Bagi guru dan tenaga kependidikan baik jenjang dikdas atau dikmen yang sudah terpilih mewakili daerahnya masing-masing untuk berkompetisi di tingkat provinsi, tetap optimis dan yang lebih utama dapat menjaga kesehatan serta kita mendo’akan agar suasana cepat normal kembali, pungkas Nurhayati.

Editor : Baihaki

read more
Berita Terkini

HEBAT, 7 SISWA SMKN PENERBANGAN ACEH LULUS DI POLTEK PENERBANGAN MELALUI JALUR SNMPN

Kepala SMKN Penerbangan Aceh Baihaqi, S.Pd, M.Pd bersama para taruna (foto:ist)

JARINGAN PELAJAR ACEH, ACEH BESAR – Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri (SNMPN) 2020 merupakan seleksi Jalur Undangan yang diperuntukkan bagi calon peserta/siswa sekolah yang akan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Bidang Vokasi atau Politeknik Negeri di seluruh wilayah Indonesia. Pola seleksi ini tertuang dalam suatu sistem yang terpadu dan diselenggarakan secara serentak melalui seleksi prestasi akademik siswa selama mengikuti pendidikan di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas.

Pada tahun 2020 SMKN Penerbangan Aceh, sebanyak 7 siswa dinyatakan lulus pada jalur SNMPN atau yang biasa disebut sebagai jalur prestasi ini di Kampus Politektik Negeri Batam.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala SMKN Penerbangan Aceh, Baihaqi, S.Pd., M.Pd, saat dihubungi jaringanpelajaraceh.com via WhatsApp, Selasa (14/4/2020) pagi.

“Iya Alhamdulillah, tahun ini ada 7 orang yang lulus SNMPN, di Prodi Penerbangan Politeknik Negeri Batam,” ungkapnya

Dia pun berharap siswa yang lulus tetap meraih prestasi terbaik di Perguruan Tinggi.

“Harapannya semoga mereka yang lulus tetap meraih prestasi terbaik di Politeknik dan berharap siswa lainnya yang lulus jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) juga dapat mengukir prestasi yang gemilang,” harapnya.

Baihaqi mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru yang telah membimbing siswa, sehingga mereka bisa berhasil masuk ke Perguruan Tinggi pada prodi yang sesuai dengan kompetensi mereka.

Berikut daftar Taruna/i SMKN Penerbangan Aceh yang lulus SNMPN (Seleksi Nasional Masuk Polikteknik Negeri)

1. Nafla Athiya Rahmani – Politeknik Negeri Batam
2. Andy perdian Mukhtar – Politeknik Negeri Batam
3. Tri Aziz Fernandez – Politeknik Negeri Batam
4. Annisa Syahira – Politeknik Negeri Batam
5. Ika Devianti Wahyono- Politeknik Negeri Batam
6. Faris Zandra- Politeknik Negeri Batam
7. M.Arief- Politeknik Negeri Batam

“Selamat saya ucapkan kepada seluruh siswa yang lulus SNMPN dan SNMPTN pada tahun ini, semoga dapat mengharumkan nama sekolah di Perguruan Tinggi,” pungkas Baihaqi.

read more
Berita Terkini

Di Tengah Covid-19, IGI Aceh Berjuang Melatih Guru Secara Distance Learning

 

Kabid Pembinaan GTK Disdik Aceh, Dra. Nurhayati, MM membuka acara pelatihan secara virtual yang didampingi oleh Ketua dan Sekretaris IGI Aceh

BANDA ACEH-Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Aceh kembali menggelar pelatihan pembelajaran jarak jauh (Distance Learning) bagi guru jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pelatihan yang dikemas dalam bentuk MEUGIWANG (Meurunoe Meubagi Wawasan Lam Jaringan) ini akan berlangsung secara online mulai tanggal 13 s.d 23 April 2020.

Adapun pemateri yang terlibat pada pelatihan ini merupakan Satgas Literasi IGI  Wilayah Aceh, seperti yang disampaikan oleh Ketua IGI Wilayah Aceh, Drs Imran, Senin (13/04/2020).

Imran mengatakan kegiatan Meugiwang Batch 2 ini diikuti sekitar 200 orang guru se-Aceh. Dan dibuka secara langsung oleh Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan  Dinas Pendidikan Aceh, Dra. Nurahayati, MM didampingi, Ketua Wilayah IGI Aceh, Drs Imran dan Sekretaris IGI Wilayah Aceh Fitriadi, S.Pd.I, M.Pd melalui Video Conference di Opproom Bidang GTK Kantor Dinas Pendidikan Aceh, Senin (13/04/2020).

“Saat ini adalah masa-masa yang sangat sulit, dimana terjadi Pandemi yang sangat berbahaya bagi masyarakat, sehingga Pemerintah mengeluarkan aturan untuk menjaga jarak, tapi IGI Aceh tidak menyerah dalam membantu guru-guru khususnya di Aceh untuk meningkatkan kompetensi, sehingga kita menyelenggarakan model pembelajaran jarak jauh. Para peserta dapat mengikuti pembelajarannya dari rumah mareka masing-masing,” Kata Imran.

“IGI memiliki banyak pelatih yang ahli dibidang pembelajaran jarak jauh dan sudah bersertifikat nasional, mereka siap sedia untuk berbagi ilmu guna membantu para guru-guru di Aceh,” ujarnya.

Adapun materi yang akan diajarkan kepada peserta pelatihan menurut Imran yaitu tentang Google Classroom beserta meet-nya, Rumah Belajar beserta Sijempol, Microsoft Teams beserta meet-nya, Edmodo, dan Quipper School, para peserta juga akan dilatih bagaimana melakukan distance learning berbasis video conference menggunakan beberapa virtual room seperti webex, zoom, dan beberapa virtual room lainnya

Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Aceh, Dra Nurhayati, MM dalam sambutannya ketika membuka kegiatan secara virtual menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas gagasan yang dilaksanakan IGI Wilayah Aceh untuk berbagi ilmu kepada guru-guru di Aceh ketika dilanda Pandemi Covid-19 yang berbasis online.

“Kita pihak Dinas Pendidikan Aceh sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh IGI Wilayah Aceh dengan program Meurunoe dan Meubagi Lam Jaringan (Meugiwang) ini. IGI menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan Aceh dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terutama Direktorat PSMK dalam menjalankan kegiatan ini,” ujar Nurhayati.

Nurhayati juga mengharapkan kepada seluruh guru yang ikut pelatihan ini, untuk dapat menerapkan ilmu yang diperoleh nantinya pada siswa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung ditengah pandemi ini.

“Saya berpesan kepada Bapak Ibu untuk mengikuti kegiatan ini dengan serius dan tekun. Pelatihan ini full daring atau online sehingga sangat cocok untuk diaplikasikan dalam masa pandemi ini”, ujar Nurhayati.

“Insya Allah ilmu yang Bapak Ibu terima nanti sangat berguna, untuk diterapkan bagi siswa, dengan demikian tidak ada alasan lagi proses pembelajaran terhenti akibat pandemi Covid-19”, pungkas Nurhayati.

read more
Berita Terkini

BERSAMA MASYARAKAT, SMKN PENERBANGAN ACEH GOTONG ROYONG MEMBANGUN PAGAR SEKOLAH

Masyarakat Gampong Data Makmur ketika gotong royong di SMKN Penerbangan Aceh

ACEH BESAR- Aktivitas yang melibatkan masyarakat dalam membantu menjaga ketertiban lingkungan sekolah, merupakan salah satu kegiatan yang patut diapresiasi oleh semua pihak, karena menunjukkan sikap rasa memiliki oleh warga sekitar terhadap sekolah di lingkungan mereka tinggal.

Maka dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan SMKN Penerbangan Aceh yang terletak di jalan Blang Bintang – Krueng Raya KM.5. Gampong Data Makmur Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar, para masyarakat sekitar bersama warga sekolah melakukan gotong royong membangun pagar yang dimulai dari Selasa (7/4/2020).

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala SMKN Penerbangan Aceh Baihaqi, S.Pd, M.Pd bahwa sekolah tersebut memiliki lahan seluas 26,7 hektar, dan baru terpagar lebih kurang 1/3 dari keliling lahan tersebut sehingga selama ini ternak dapat bebas masuk ke perkarangan sekolah.

“Maka sambil menunggu realisasi pagar yang akan dibangun tahun ini melalui dana APBA, masyarakat bersama warga sekolah berinisiatif membangun pagar sementara, agar hewan ternak tidak ada lagi yang masuk ke perkarangan sekolah”, tambah Baihaqi.

Baihaqi menyampaikan rasa gembira dengan kepedulian warga dalam rangka menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan SMKN Penerbangan Aceh.

“Kami sangat senang dan bangga kepada masyarakat serta warga sekolah yang sudah bekerja sama membangun pagar sementara ini, katanya.

“Dengan adanya pagar sementara, hewan ternak yang selama ini bebas berkeliaran di lingkungan sekolah akan dapat diatasi, sehingga program penghijauan serta penataan taman sekolah dapat dilaksanakan dengan sempurna,” kata Baihaqi.

Sementara itu, salah satu tokoh pemuda Gampong Data Makmur Nodi mengatakan bahwa, pada dasarnya masyarakat dari dulu ingin membantu menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan sekolah, tetapi belum ada kesempatan.

“Alhamdulillah sekarang sudah terjalin komunikasi yang bagus, sehingga kami juga diajak untuk berpartisipasi, dan kegiatan seperti sangat bagus karena dapat menanamkan rasa memiliki pada masyarakat terhadap sekolah yang ada di lingkungan Gampong kami”, pungkas Nodi.

read more
Berita Terkini

Antisipasi Covid 19, Calon Mahasiswa Unsyiah Tidak Perlu Ke Kampus Untuk Verifikasi Data SNMPTN

Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng

Banda Aceh – Sebanyak 1.883 siswa lulus dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) di Universitas Syiah Kuala. Siswa tersebut diharuskan mengikuti beberapa tahapan penting berupa verifikasi data akademik. Namun berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, di tahun ini calon mahasiswa baru jalur SNMPTN tidak dibenarkan datang ke kampus untuk memverifikasi data. Hal ini mengikuti Surat Edaran Rektor Unsyiah tentang protokol pelaksanaan kegiatan akademik, non akademik, tenaga kependidikan, satuan tugas, dan pusat krisis (crisis center) dalam mencegah penyebaran covid-19.

Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng. mengatakan langkah ini dilakukan untuk menekan penyebaran covid-19 di Aceh. Sebab menurutnya jika verifikasi data dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya, akan terjadi penumpukan massa dalam jumlah besar. Hal ini dikhawatirkan dapat menimbulkan kerawanan penularan virus covid-19. Pelayanan ini bukan hanya ditujukan bagi calon mahasiswa luar daerah, calon mahasiswa yang menetap di Banda Aceh sekitarnya juga diharuskan mengikuti prosedur serupa.

“Unsyiah sedapat mungkin meminimalisir pertemuan tatap muka untuk menekan penyebaran covid-19. Langkah ini juga untuk mendukung penerapan physical distancing. Terlebih lagi, calon mahasiswa Unsyiah berasal dari banyak kota di Indonesia,” ujar Prof. Samsul, Sabtu (11/4/2020).

Sebagai gantinya verifikasi data calon mahasiswa baru dilakukan dengan beberapa tahap. Untuk penyerahan rapor asli, sertifikasi prestasi asli, dan fotokopi Kartu Tanda Peserta SNMPTN 2020, calon siswa dapat mengirimnya melalui jasa pengiriman tercatat, seperti PT Pos Indonesia, TIKI, JNE, J&T, dan lainnya.

Calon mahasiswa juga diminta untuk mengisi biodata dan mengirimkan fotocopy surat keterangan KKM bagi yang nilai KKM-nya tidak tertulis dalam buku rapor. Formulir biodata dapat diunduh di website www.unsyiah.ac.id.

“Pada saat pengiriman berkas, kita ingatkan calon mahasiswa agar tidak lupa menyertakan biodata dan surat keterangan KKM apabila tidak tertulis di rapor,” ujar Rektor.

Segala kelengkapan berkas ini dikirimkan ke alamat UPT TIK Universitas Syiah Kuala Gedung ICT Center Unsyiah- Taiwan, Darussalam, Banda Aceh, 23111. Jadwal pengiriman berkas berlangsung 13-20 April 2020 dan batas akhir penerimaan berkas oleh panitia verifikasi dari jasa pengiriman pada tanggal 22 April 2020 pukul 12.00 WIB.

Rektor juga menambahkan, bagi calon mahasiswa yang berkasnya telah diterima, dapat mencetak bukti penerimaan berkas melalui laman http://snmptn.pmb.unsyiah.ac.id mulai tanggal 23 April 2020.

Verifikasi rapor akan berlangsung pada tanggal 21-24 April 2020. Berbeda dari tahun sebelumnya, verifikasi rapor tahun ini tidak harus dihadiri calon mahasiswa. Sementara untuk pengumuman hasil verifikasi rapor akan diumumkan pada tanggal 27 April 2020 melalui laman www.unsyiah.ac.id.

Rektor juga mengatakan bagi calon mahasiswa yang tidak lulus verifikasi, panitia akan menghubungi mereka untuk melakukan klarifikasi. Masa sanggah ini berlangsung pada tanggal 28-30 April 2020 melalui komunikasi mennggunakan Whatsapp.
“Saat klarifikasi, calon mahasiswa harus didampingi kepala sekolah atau guru yang ditunjuk,” lanjut Rektor.

Hasil klarifikasi akan diumumkan pada tanggal 4 Mei 2020 pada pukul 15.00 WIB. Kepada calon mahasiswa yang lulus verfikasi dan klarifikasi, diharuskan mendaftar ulang pada tanggal 5 Mei 2020 melalui website www.unsyiah.ac.id

“Bagi calon mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran ulang sesuai jadwal, dianggap mengundurkan diri,” tegas Rektor.

Ia juga berharap para calon mahasiswa untuk selalu memantau pengumuman melalui website dan media sosial Unsyiah.

Berita ini sudah pernah dimuat di politikaceh.com

read more
Berita Terkini

HEBAT, SISWA SMKN 2 BANDA ACEH CIPTAKAN APD UNTUK MEDIS PENANGGULANGAN COVID-19

Kadisdik Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA meninjau proses pembuatan topeng masker di bengkel SMKN 2 Banda Aceh

Banda Aceh – Kekurangan alat pelindung diri (APD) yang diperlukan oleh para tenaga medis, merupakan kasus yang terjadi di tengah maraknya wabah Covid 19 atau Virus corona di Indonesia, sehingga mereka menjadi sulit untuk bekerja. Tetapi kabar gembira datang dari siswa SMKN 2 Banda Aceh, bahwa mereka berhasil menciptakan APD berupa Face Shiel Mask (Topeng Masker), yang yang dapat dipergunakan tenaga medis yang bekerja di Rumah Sakit. Program tersebut merupakan hasil kerjasama SMKN 2 Banda Aceh dengan Universitas Syiah Kuala.

Kepala SMK Negeri 2 Banda Aceh, Muhammad Husin mengatakan, setelah membaca di berbagai media bahwa tenaga medis khususnya di Aceh kekurangan APD dalam menangani Covid-19, akhirnya kami terpikir untuk membuat Face Shield Mask ini.

Menurutnya, APD pelindung wajah buatan pihaknya sudah memenuhi standar medis yang ditetapkan. Mulai dari desain, ukuran dan bahan-bahannya sudah merujuk pada standar pembuatan Face Shield Mask.

“Kami membuat alat pelindung diri di bengkel sekolah, karena kami sudah memiliki mesin printing tiga dimensi untuk mencetak plastik mika. Jadi, untuk membuat alat APD ini sudah tersedia mesinnya, tinggal membeli bahan-bahannya saja,” ujarnya.

Husin menambahkan setelah hampir sebulan beroperasi, alat tersebut sudah mampu membuat sekitar 30 hingga 40 unit masker pelindung diri. Dengan durasi pembuatan satu maskernya berkisar 2 hingga 3 jam kerja.

“Kalau seandainya hasil produk siswa kami masih terdapat kekurangan, kami siap untuk memperbaiki. Intinya kami ingin memberikan konstribusi dengan menyumbangkan pemikiran dan alat APD yang berguna untuk penanganan Covid-19 di Aceh,” katanya.

Namun menurut Husin, seandainya pelindung wajah buatan siswanya dibutuhkan dan dinilai sudah memenuhi standar medis, tetapi pihaknya belum siap untuk memproduksi massal, karena mesin printing tiga dimensi yang kita punya belum standar untuk produksi seperti di Industri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMK, Teuku Miftahuddin, M. Pd dan Kepala UPTD Balai Tekkomdik Aceh, T. Fariyal, MM langsung meninjau tempat pembuatan Alat Pelindung Diri (APD) Face Shield Mask (Topeng masker) di SMKN 2 Banda Aceh, Rabu (1/4/2020).

Pada kesempatan tersebut Rachmat Fitri sangat mengapresiasi terhadap karya para siswa tersebut, karena hasil karya ini sangat dibutuhkan untuk melindungi tenaga medis agar terhindar dari virus yang ditularkan melalui cipratan batuk dan bersin dari pasien pada saat mereka bekerja.

“Face Shield Mask ini merupakan salah satu perangkat APD (Alat Pelindung Diri) yang selalu digunakan tenaga medis saat menangani pasien yang terduga atau sudah terpapar Covid-19 atau Virus Corona,” ujarnya.

“Kami akan terus mendukung upaya yang dilakukan oleh para guru dan siswa ini, sehingga akan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Aceh. Para guru dan pelajar di SMK harus peka melihat kebutuhan masyarakat atau dunia usaha, dengan ini maka SMKN 2 Banda Aceh sudah menuju kearah itu,” ungkap Kadisdik.

“Kita mengharapkan agar bahan yang digunakan dapat memenuhi standar yang sudah ditetapkan pemerintah atau speknya sama dengan Face Shield Mask yang digunakan oleh tenaga medis di rumah sakit,” lanjutnya.

Rachmat Fitri juga meminta agar para guru dan siswa yang berada di SMKN 2 Banda Aceh untuk dapat terus berinovasi dan berimajinasi dalam menciptakan alat atau bahan yang dibutuhkan oleh masyarakat dan pasar saat ini.

 

read more
Berita Terkini

SMKN 1 Lhoknga Kerjasama dengan PT. SBA Aceh dalam Rangka Menata Halaman Sekolah

Kepala SMKN 1 Lhoknga, Saifullah, S.Pd bersama Comrel Manager PT. SBA Aceh

ACEH BESAR-Pasca musibah gempa bumi dan Tsunami Aceh pada tahun 2004 silam, SMK Negeri 1 Lhoknga yang terletak di Desa Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, merupakan salah satu lokasi yang paling parah atas kejadian tersebut, akibatnya masih banyak material yang menumpuk di area lingkungan sekolah. Maka atas inisiatif kepala sekolah dan para guru, mereka melakukan kerjasama dengan PT. Solusi Bangun Andalas (SBA) Aceh untuk menata dan membersihkan seluruh material bekas Tsunami di lingkungan SMK Negeri 1 Lhoknga pada Senin (30/3/2020) dengan menggunakan alat berat.

Kepala SMK Negeri 1 Lhoknga, Saifullah, S.Pd melalui media Jaringanpelajaraceh.com menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pimpinan PT. SBA Aceh atas bantuan dan kerjasama yang selama ini sudah terjalin.

“Semoga ke depan kegiatan ini dapat terus berlanjut mengingat peran Dunia Industri sangat berpengaruh terhadap kualitas pendidikan, khususnya di SMK Negeri 1 Lhoknga”, harap Saifullah.

“Dalam kegiatan ini, juga melibatkan Komite sekolah serta peran masyarakat Lhoknga yang sangat antusias membantu sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah kecamatan tersebut, tambahnya.

Saifullah juga menyampaikan bahwa, berkat kerjasama dengan PT. SBA Aceh yang difasilitasi oleh bapak Tafaul Rijal selaku Comrel Manager diperusahaan tersebut, akhirnya halaman sekolah yang selama ini tampak tidak tertata, menjadi lebih rapi dan indah sesuai harapan Dinas Pendidikan melalui program BEREH yang dicanangkan oleh Pemerintah Aceh.

“Kita semua, warga sekolah, masyarakat serta DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) yang ada di Kecamatan Lhoknga memiliki visi dan misi yang sama agar sekolah ini menjadi lembaga pendidikan yang unggul di Provinsi Aceh”, pungkas Saifullah.

Alat berat yang dikirimkan oleh PT. SBA Aceh sedang membersihkan halaman SMKN 1 Lhoknga

read more
Kupi Pancung

TERHARU, INI PESAN SEORANG GURU KE SISWANYA AGAR MENJAGA DIRI DARI VIRUS CORONA

ACEH BESAR- Tanpa sengaja saya menemukan semua pesan yang sangat bijaksana oleh seorang guru kepada murid-muridnya dalam sebuah grup Whatsapp (WA). Pesan ini mungkin, layaknya pesan semua guru kepada muridnya dalam menghadapi musibah virus corona yang sedang mewabah di negara kita.

Setelah saya telusuri ternyata pesan ini, berasal dari seorang guru SMKN 1 Al Mubarkeya Ingin Jaya Aceh Besar yang bernama Andika Akbar, ST dan pesan tersebut disampaikan kepada siswa-siswanya.

Pesan terharu tersebut, menarik bagi penulis untuk diangkat menjadi sebuah pesan untuk semua siswa yang ada di Aceh, apalagi sampai saat ini informasi dari Pemerintah Aceh bahwa sudah ada 4 orang positif coruna.

Pesan yang dimulai dengan salam dilanjutkan dengan puji kepada Allah Swt dan Sholawat kepada Rasul, guru tersebut memulai pesannya kepada siswanya “Anak-anakku semua, mungkin kalian sudah tahu bahwa wabah virus corona covid-19 sudah sampai di Aceh. Sampai detik tulisan ini sudah 4 orang dinyatakan positif, dan salah satunya adalah warga Aceh Besar Kecamatan Montasik”

“Kami sebagai guru kalian tidak lagi menghimbau, tidak lagi menyerukan, tidak lagi menasehati, tetapi kami memohon, betul-betul memohon mulai besok jangan lagi keluar rumah, apalagi berkumpul di tempat keramaian, jangan lakukan kontak fisik, jaga jarak, jangan terima tamu di rumah dan jangan bertamu ke rumah orang, jangan sampai tertular apalagi menjadi penular, selalu jaga kebersihan, selalu cuci tangan, jangan menyentuh muka sebelum cuci tangan, berwudhuklah setiap 3 jam sekali. tulis Andika dalam pesan tersebut

Yang paling menarik dalam pesan tersebut adalah sebuah kalimat, “wabah ini bukan game ataupun dunia maya dan hayalan. tapi ini nyata anakku”, kata-kata ini mungkin muncul dari pikiran guru tersebut, melihat fenomena generasi milenial sekarang yang kecanduan dengan Game Online.

Tapi diakhir pesannya guru tersebut mengajak dan mengingatkan semua murid-muridnya bahwa kejadian sekarang merupakan ujian Allah, maka sepatutnya kita lebih rajin beribadah dengan sholat 5 waktu, membaca Alquran, berzikir dan berdoa agar wabah ini segera berakhir.

Satu kalimat yang membuat penulis, memikirkan 10 kali tulisan ini, “Bukan mati yang kita takuti, tapi amal yang kita bawa nanti masih kita ragukan kelayakannya”, tulis guru tersebut menutup pesannya, dan diakhir kalimat tidak lupa beliau menulis nama “Pak Andika”

Melihat, pesan pak Andika di atas, mudah-mudahan bisa menjadi pesan bersama untuk seluruh guru Aceh kepada seluruh siswa, apalagi Plt Gubernur Aceh kembali mengeluarkan Instruksi kepada lembaga pendidikan terkait penambahan masa belajar di rumah, yang semula ditetapkan sampai 30 April 2020, diperpanjang menjadi 30 Mei 2020.

Pesan asli yang penulis kutip dalam grup

read more
Berita Terkini

Terkait Masa Darurat Penyebaran Covid-19, PLT Gubernur Aceh Instruksi Perpanjang Masa Belajar Dirumah

Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah

BANDA ACEH. Menyikapi, perkembangan pandemi corona yang sudah semakin meluas. Plt Gubernur Aceh, kembali menerbitkan instruksi melalui surat 04/INSTR/2020 tanggal 27 Maret 2020, tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran corona virus disease 2019 (Covid-19) di wilayah Provinsi Aceh.

 

Dalam instruksi tersebut, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menjelaskan pelaksanaan kegiatan belajar dari rumah, yang semula ditetapkan sampai dengan tanggal 30 Maret 2020 diperpanjang sampai dengan 30 Mei 2020.

 

“Instruksi untuk belajar dirumah dengan ketetapan yang baru berlaku untuk semua lembaga pendidikan baik formal maupun tidak formal (Sekolah, Madrasah, Dayah dan Perguruan Tinggi serta lembaga pendidikan lainnya seperti TPQ, Majelis Taklim, Madrasah Diniyah, Takmiliyah, Program Kesetaraan, serta Lembaga Kursus san Pelatihan.” tulis Nova, dalam instruksi tersebut.

 

Selanjutnya, Plt Gubernur Aceh menentukan mekanisme kegiatan belajar di rumah dengan cara online/daring (dalam jaringan), guru dapat mengirimkan bahan pembelajaran yang bersumber dari buku paket atau sumber lainnya kepada siswa dengan menggunakan SMS dan aplikasi lainnya atau  juga guru dapat memberikan bahan pembelajaran secara manual dikirim ke siswa dan dikumpulkan pada waktu yang ditentukan.

 

Selain menambah masa belajar dirumah, Nova Iriansyah juga membatalkan pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2020 bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA) dan program kesetaraaan, termasuk Uji Kompetensi Keahlian bagi siswa SMK.

 

Untuk pelaksanaan ujian sekolah atau ujian semester, Plt Gubernur Aceh menginstruksikan agar berpedoman pada surat edaran menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia nomor 04 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19)  dan surat edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia nomor B 686.1/DJ.I/DT.I.I/PP.00/03/2020 tentang mekanisme pembelajaran dan penilaian dalam masa darurat pencegahan penyebaran Covid-19 sesuai kewenangan masing-masing.

 

Pada akhir instruksi tersebut, Nova Iriansyah menyebutkan larangan pelaksanaan Penerimaan Siswa Didik Baru (PPDB) selama masa belajar dirumah, dan dilarang melakukan semua kegiatan pendidikan yang bersifat mengumpulkan massa seperti acara yudisium, wisuda, perpisahan, acara keagamaan, pramuka, perlombaan, pelatihan, seminar dan sejenisnya sampai dengan tanggal 30 Mei 2020.

 

 

read more
Berita Terkini

GURU DAERAH TERPENCIL SAMBUT BAIK PROGRAM DISTANCE LEARNING IGI ACEH

Kadisdik Aceh, Drs Rachmat Fitri HD, MPA ketika membuka kegiatan melalui Video Conference di opp room Dinas Pendidikan Aceh

BANDA ACEH. Kasus Covid-19 di Provinsi Aceh terus bertambah, baik dengan status orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalan pengawasan (PDP), negatif maupun yang positif corona, hal ini membuat pemerintah Aceh mengeluarkan surat edaran agar tidak ada kegiatan yang menyebabkan untuk orang berkumpul. Keadan seperti ini, malah diantisipasi oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Aceh dengan menyelenggarakan pelatihan jarak jauh (Distance Learning) untuk guru-guru di Provinsi Aceh.

Pelatihan yang dibuat oleh IGI Aceh ini dinamakan dengan MEUGIWANG (Meurunoe Meubagi Wawasan Lam Jaringan), dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Rachmat Fitri HD, MPA didampingi Kacabdin Wilayah Sabang, Abdul Hamid M.Pd, Ketua Wilayah IGI Aceh, Drs Imran dan Ketua IGI Kota Lhokseumawe, Jon Darmawan M.Pd Aceh melalui Video Conference di opp room Dinas Pendidikan Aceh, Jum’at (27/03/2020).

Salah seorang guru SMAN 1 Pulo Aceh, Syukri, S.Pd. M.Si yang dihubungi oleh Jaringanpelajaraceh.com mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan jarak jauh seperti ini, apalagi dimasa-masa Social Distance (menjaga jarak dengan orang lain) yang dianjurkan oleh pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

“Dengan adanya pelatihan seperti ini, kita bisa mengikutinya dari rumah masing-masing dengan cara virtual learning,” kata Syukri.

Syukri juga menambahkan, program pelatihan jarak jauh ini juga sangat bermanfaat bagi kami guru-guru yang mengajar di daerah terluar dan terpencil seperti Pulo Aceh, karena kita bisa mengikutinya tanpa harus ke suatu tempat.

Salah satu guru dipedalaman Aceh Utara sedang mengikuti pelatihan berbasis Virtual Learning dari IGI

 

Sementara itu, Ita Masyitha, S.P guru yang mengajar didaerah pedalaman Kabupaten Aceh Timur, tepatnya di SMKN 1 Lokop mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada IGI Aceh yang sudah menyelenggarakan pelatihan jarak jauh.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya pelatihan jarak jauh ini, apalagi tanpa dibebankan biaya, sehingga kami yang berada di daerah terpencil tidak tertinggal untuk meningkatkan pengetahuan,” katanya.

Salah satu guru di pedalaman Kabupaten Aceh Utara, Hendra Ervany, S.Pd dari SMAN 2 Langkahan menuturkan, bahwa pelatihan berbasis virtual ini, sangat bermanfaat bagi guru-guru apalagi kondisi Provinsi Aceh yang ditetapkan darurat Covid-19, sehingga pelatihan seperti ini sangat membantu para guru untuk menambah pengetahuan.

read more
1 50 51 52 53 54 57
Page 52 of 57