close

fitriadi

Berita Terkini

Mendikbud : Kepsek Wajib Publikasi Penggunaan Dana BOS

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Jaringanpelajaraceh.com-Jakarta. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim optimistis aturan baru terkait penyaluran dan penggunaan dana BOS membuat sistem pelaporan keuangan makin transparan serta akuntabel.

Sesuai Petunjuk Teknis (juknis) BOS Reguler Tahun 2020, peningkatan transparansi penggunaan dana BOS oleh sekolah akan semakin optimal.

Nadiem berharap laporan pemakaian dana BOS mampu menggambarkan keadaan penggunaan BOS yang riil dan seutuhnya.

“Karena kami sudah memberikan otonomi dan fleksibilitas kepada sekolah dan kepala sekolah, maka kami juga memerlukan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana BOS,” pinta Nadiem di Jakarta, Senin (10/2).

Dengan begitu, lanjutnya, Kemendikbud bisa melakukan audit secara maksimal dalam upaya perbaikan kebijakan pendanaan sekolah.

Nantinya, penyaluran dana BOS tahap ketiga hanya bisa dilakukan jika sekolah sudah melaporkan penggunaan dana BOS untuk tahap satu dan dua.

Sekolah juga wajib mempublikasikan penerimaan dan penggunaan dana BOS di papan informasi sekolah atau tempat lain yang mudah diakses masyarakat.

Sumber: JPNN

read more
Berita Terkini

Hebat, MTsN Model Raih Juara Umum Pada Dua Kompetisi Berbeda

 

BANDA ACEH:_Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Model Banda Aceh kembali berhasil menorehkan kejayaan dengan meraih dua juara umum dikompetisi berbeda. Senin (10/02)

Kompetisi yang dimaksud Future Languange and Art for Smart Student of Highschool (Flash) SMAN Modal Bangsa, dari tanggal 6 s.d 10 dan Festival Darussyari’ah Baiturrahman (FESDABA) MTs Darussyari’ah yang diselenggarakan tanggal, 8 s.d 10 Februari 2020

Kepala MTsN 1 Model Banda Aceh, Junaidi Ibas, S. Ag.,M.Si didampingi koordinator lomba Isriani, S. Ag mengatakan Kami sangat terharu dan bahagia dikompetisi yang berbeda berhasil meraih ini, dengan tantangan yang lumayan sulit

Junaidi, melanjutkan kami sangat mengapresiasi kerja keras tim dan do’a dari keluarga besar MTsN 1 Model Banda Aceh sehingga bisa mencapai puncak kegemilangan ini, tutupnya

Isriani menambahkan para siswa yang memenangkan kompetisi ini diantaranya lima juara 1, dua juara 2, dan tiga juara 3 ditambah satu juara harapan. Juara satu diraih, masing-masing M. Farras Munawar Olimpiade Matematika, fachri al-akbar olimpade biologi, qurratu dwi aini ananda Olimpiade bahasa inggris, M. Zayyan cabang mtq dan Cabang Cerdas Cermat diwakili oleh Qurratu Aini Dwi Ananda, Hasri Fayadh Muqaffa, dan M.Farras Munawwar

Sedang juara dua diperoleh Fathia Nabila cabang olimpiade bahasa inggris, Muthi’ah cabang MTQ,
Sedangkan juara tiga Zasri Fayadh Muqaffa cabang olimpiade matematika, M.Fathani Cab. Olimpiade fisika dan Dita Azzuhra cab olimpiade bahasa inggris dan M. Aqzara Fatian Khairi juara harapan Olimpiade Fisika

Ditempat terpisah kompetisi Fasdaba masing diperoleh oleh Mulia Riski juara 1 Tenis Meja, Genta Aziz Juara 2 cabang Tahfidz dan Juara tiga Futsal.

Ditempat terpisah Wakil Kepala bidang kesiswaan Armaidi, M.Pd didampingi koordinator keagamaan Drs. Abdullah Sani, mengungkapkan ini semua atas kerjasama do’a semua pihak sehingga kita terus menoreh prestasi.*[]

read more
Berita Terkini

Budayakan Pembelajaran Berbasis Produk, SMKN 1 Al Mubarkeya Sosialisasi TEFA

 

(Guru SMKN 1 Al Mubarkeya Mengikuti Sosialisasi TEFA)

Jaringanpelajaraceh.com-Aceh Besar. Dalam rangka pemantapan pemahaman para guru dalam memahami konsep pembelajaran berbasis industri, SMKN 1 Al Mubarkeya melaksanakan kegiatan sosialisasi Teaching Factory (TEFA) kepada seluruh guru pada Selasa (11/2) bertempat di ruang guru sekolah tersebut.

Hadir sebagai pemateri pada kegiatan tersebut, Ellys Susanti, S.Pd, Ketua Jurusan Tata Busana SMKN 1 Al Mubarkeya. Materi yang diajarkan meliputi, budaya industri, blok sistem dan pembelajaran berbasis produk.

Ellys Susanti, dalam paparan materinya menyebutkan pembelajaran Teaching Factory adalah model pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri.

(Ketua TEFA SMKN 1 Al Mubarkeya Sedang Menjelaskan Materi)

“Pelaksanaan Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan di SMK. Pelaksanaan Teaching Factory (TEFA) juga harus melibatkan pemerintah, pemerintah daerah dan stakeholders dalam pembuatan regulasi, perencanaan, implementasi maupun evaluasinya”, jelas Ellys.

“Pelaksanaan Teaching Factory sesuai Panduan TEFA Direktorat PMK terbagi atas 4 model, dan dapat digunakan sebagai alat pemetaan SMK yang telah melaksanakan TEFA”, sebut Ellys.

“Langkah-langkah pembelajaran pada TEFA dapat disesuaikan dengan kompetensi keahlian yaitu merancang produk, membuat prototype, memvalidasi dan memverifikasi prototype dan membuat produk masal”, tambah Ellys

(Ellys Susanti sedang Memberikan Materi TEFA)

Sementara itu, Wakil Kepala sekolah bidang kurikulum Yeni Putri Sari, S.Pd.I menyebutkan model pembelajaran TEFA memiliki tujuan untuk mempersiapkan lulusan SMK menjadi pekerja dan wirausaha, membantu siswa memilih bidang kerja yang sesuai dengan kompetensinya, menumbuhkan kreatifitas siswa melalui learning by doing, memberikan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

“Memperluas cakupan kesempatan rekruitmen bagi lulusan SMK, membantu siswa SMK dalam mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja, serta membantu menjalin kerjasama dengan dunia kerja yang aktual, dan memberi kesempatan kepada siswa SMK untuk melatih keterampilannya sehingga dapat membuat keputusan tentang karier yang akan dipilih”, pungkas Yeni.

Kepala SMKN 1 Al Mubarkeya, Dra. Dahliati, M.Pd dalam sambutannya menyatakan sangat mengapresiakan terhadap kegiatan yang diselenggarakan, ke depan kita mendatangkan tim ahli tentang TEFA agar pemahaman dan pengetahuan guru lebih maksimal.

read more
Berita Terkini

Maulid Di SMKN Taman Fajar Berlangsung Meriah

Siswa SMKN Taman Fajar Menyambut Tamu di Ruang Kelas Mereka

Jaringanpelajaraceh.com-Aceh Timur. Pelaksanaan maulid Nabi Besar Muhammad Saw tahun 1441 H, di SMKN Taman Fajar berlangsung meriah. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Senin (10/2) yang dipusatkan di halaman SMKN Taman Fajar, Gampong Alue Nibong Kecamatan Peureulak Kabupaten Aceh Timur. Dengan penceramah Tgk. Muhammad Khairuzzan  Mustafa dari Tangse Kabupaten Pidie.

Para tamu yang diundang dari unsur tokoh masyarakat setempat, tokoh muspika, perwakilan dari Dinas Pendidikan, kepala sekolah dan guru dari sekolah lain dan perwakilan OSIS dari beberpa sekolah.

Yusnizar, S.Pd Pembina OSIS SMKN Taman Fajar kepada jaringanpelajaraceh.com menyampaikan, kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antar warga sekolah.

“Para siswa dan sangat antusias menyelenggarakan kegiatan maulid ini, dimana masing-masing siswa membawa menu makanan dari rumah masing-masing untuk semua tamu undangan”, kata Yusnizar.

“Tahun ini, kita menyiakan konsep kegiatan dengan cara, masing-masing kelas menyiapkan makanan dan mendekor ruang kelas mereka, nantinya semua tamu akan diarahkan ke ruang kelas yang sudah disiapkan”, ungkap Yusnizar.

Sementara itu, Kepala SMKN Taman Fajar Nurdin, S.Pd, M.A dalam sambutannya menyebutkan bahwa peringatan maulid adalah salah satu bentuk rasa cinta kita kepada Nabi Besar Muhammad Saw.

“Keteladan Rasul harus menjadi pedoman hidup kita, dalam menjalani kehidupan ini, mudah-mudahan para siswa SMKN Taman Fajar dapat mengaplikasikan semua akhlak Rasul yang sangat mulia dalam kehidupan sehari-hari”, pungkas Nurdin.

read more
Berita Terkini

SMKN Penerbangan Aceh Tingkatkan Kerjasama dengan GMF AeroAsia Tbk

(Siswa SMKN Penerbangan Aceh Melaksanakan Magang di GMF AeroAsia)

Jaringanpelajaraceh.com-Aceh Besar. Pihak SMKN Penerbangan Aceh terus meningkatkan kerjasama dengan berbagai industri dirgantara, berbagai usaha terus dilakukan oleh SMKN Penerbangan Aceh, guna menghasilkan lulusan yang mudah diterima oleh industri. salah satu perusahaan yang selama ini sudah menjadi mitra yaitu PT Garuda Maintenance Facilities (GMF) AeroAsia Tbk.

Dalam pertemuan antara kepala SMKN Penerbangan Aceh dengan pihak PT GMF AeroAsia Tbk pada Jumat (7/2) di komplek bandara Internasional Iskandar Muda, Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar, dibahas berbagai macam persoalan dan solusi pengembangan SMKN Penerbangan Aceh kedepan.

Sugeng paring manager GMF Banda Aceh, mengatakan selama ini pihaknya sudah bekerjasama dengan SMKN Penerbangan Aceh, dalam bentuk penerimaan siswa magang di perusahaan tersebut.

“Selama ini kita sudah menerima siswa dari SMKN Penerbangan Aceh untuk magang di perusahaan kita, ke depan kami berharap SMKN Penerbangan Aceh bisa berkembang lebih pesat”, kata Sugeng.

“Sebuah kebanggaan yang besar bagi kita apabila SMK Penerbangan di Aceh dapat maju, apalagi Aceh merupakan salah satu daerah tempat lahirnya penerbangan di Indonesia, dimana Aceh dulu pernah menyumbang dua pesawat udara untuk Indonesia”, jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMKN Penerbangan Aceh Baihaqi, S.Pd, M.Pd kepada jaringanpelajaraceh.com menyampaikan, ke depan kita berharap kerja sama dengan PT GMF bukan sekedar untuk penempatan siswa magang.

“Besar harapan kita ke depan, selain menerima siswa magang, PT GMF AeroAsia Tbk dapat membuka kesempatan bagi lulusan SMKN Penerbangan Aceh untuk bekerja diperusahaan tersebut dimana saja”, kata Baihaqi.

“Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan PT GMF AeroAsia Tbk dapat memberikan berbagai masukan, terutama mengenai pengembangan kurikulum sekolah yang sesuai dengan kebutuhan industri dirgantara”, ungkapnya.

“Yang menjadi perhatian bersama adalah Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan harus memformat kembali konsep pengembangan SMKN Penerbangan Aceh, yang dapat menghasilkan lulusan sesuai kebutuhan tenaga kerja di dunia penerbangan, dengan melibatkan para stakeholder dari berbagai industri dirgantara seperti PT GMF AeroAsia Tbk, PT Angkasa Pura dan Airvnav Indonesia”, tutup Baihaqi.

read more
Berita Terkini

IGI Aceh Berikan Materi GLS untuk seluruh Guru SMA/SMK di Sabang

(Ketua IGI Aceh, Drs. Imran ketika memberikan materi GLS di salah satu sekolah di Sabang)

Jaringanpelajaraceh.com-Sabang. Selama tiga hari berturut-turut mulai Rabu (5/2) sampai dengan Jumat (7/2), Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Aceh memberikan materi gerakan literasi sekolah (GLS) kepada para guru SMA/SMK di Kota Sabang.

Kegiatan hari pertama Rabu (5/2) diberikan materi GLS kepada seluruh guru SMKN 1 Sabang, kemudian pada hari kedua Kamis (6/2) di SMAN 2 Sabang dan hari ketiga Jumat (7/2) kegiatan dilaksanakan di SMAN 1 Sabang. Pemateri pada kegiatan tersebut yaitu Drs. Imran Ketua IGI Wilayah Aceh.

Saat ditemui oleh jaringanpelajaraceh.com, Imran menyampaikan bahwa GLS merupakan salah satu gerakan yang harus dibudayakan di sekolah secara masif, kepala sekolah, guru, siswa dan warga sekolah lainnya wajib memahami GLS.

“Para guru perlu memahami bahwa perintah literasi ini, karena bukan saja merupakan turunan dari permendikbud, tetapi merupakan perintah Allah SWT dalam Alquran”, ungkap Imran.

“Sekolah harus membudayakan GLS, dengan cara menyiapkan pojok baca modern yang dapat menarik minat baca siswa, sehingga dengan banyak membaca siswa akan mampu menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan nyata”, lanjut Imran.

Imran menambahkan, IGI sebagai salah satu organisasi profesi guru berkomitmen, agar seluruh sekolah di Indonesia dapat menjalankan program GLS ini, selama ini kita sangat aktif memberikan pelatihan-pelatihan kepada guru, baik materi dasar GLS maupun pengembangan GLS tersebut seperti pelatihan menulis buku untuk guru dan siswa.

“Pelatihan yang selama ini dilakukan oleh IGI, sudah banyak menghasilkan berbagai karya guru dan siswa, baik berupa buku dan aplikasi yang bisa digunakan untuk proses pembelajaran di sekolah”, pungkas Imran.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Sabang, Abdul Hamid, S.Pd, M.Pd menyambut baik pelatihan yang dilakukan oleh IGI di wilayah kerjanya.

“Kita sangat apresiasi kepada IGI Aceh yang terus berkomitmen membudayakan GLS di seluruh sekolah untuk guru dan siswa”, sebut Hamid.

read more
Artikel

Yok Intip Sekolah di Amerika

Suasana Pembelajaran di Amerika Serikat

Oleh : Muzakkir, peserta Fulbright DAI program 2020

Tepat Jam 6.00 waktu Amerika kami menunaikan shalat subuh di kamar. Hari ini kami akan melakukan observasi ke Indiana Area School district setara dengan sekolah SMA di Indonesia, sebuah sekolah yang berdekatan dengan kampus Indiana University of Pennyselvania yang terletak di kota kecil Indiana. Suasana subuh yang masih gelap ditambah musim salju, pada pagi itu suhu di Indiana menunjukkan angka -50C. Bagi kami ini adalah tantangan yang sangat luar biasa. Sekolah ini akan menjadi sekolah pertama kami untuk belajar dan mengajar selama 7 minggu. Pemandangan yang sangat berbeda disaat saya sampai di sekolah semua anak – anak sudah santai di kantin, koridor, tangga, dan bahkan ada yang duduk santai di lantai, sambil menunggu jam 7.30 bel berbunyi. Siswa di Amerika sudah terbiasa datang lebih awal walau dalam suasana gelap dan bersalju, meraka tidak dibenarkan masuk kelas sebelum bel berbunyi. Setelah bel berbunyi semua anak- anak akan masuk kelas mereka masing – masing. Bagi saya pemadangan ini seperti di film-film Hollywood gang sekolah yang berderetan loker dan anak- anak Amerika tidak memakai seragam ke sekolah mereka menggunakan pakaian bebas yang sangat jauh dari kata sopan bagi orang timur, mulai dari rok mini, baju kaos, celana pendek, jeans yang sobek, dan juga ada yang berhijab. Ya inilah pengalaman yang membuat saya terperanjat dan heran.

Proses belajar mengajar akan di mulai jam 7.30 dan berakhir sampai jam 14.40. Pembelajaran hanya berlangsung 40 menit untuk satu jam pelajaran. Siswa akan berpindah dari satu ruang ke ruang yang lain, karena mereka melakukan sistem moving class (seperti di kuliahan), begitu bel pergantian jam berbunyi semua siswa mengambil tas dan berangkat ke kelas berikutnya tergantung mata pelajaran apa yang mereka ambil, yang perlu kita garis bawahi tidak ada anak yang terlambat masuk ke kelas dan tidak ada guru yang mengawal mereka, jika pun ada yang terlambat mereka dengan sangat suka rela menulis Namanya di buku pelanggaran. Kedisiplinan, keteraturan dan kesadaran merupakan buah dari sistem pendidikan yang mereka bentuk. Tapi tidak pada aspek karakter. Tidak heran jika disaat guru mengajar ada anak yang main game dengan Hp atau laptop atau mendengar MP3, ya ini sudah menjadi sebagaian dari kebiasaan mereka tapi kembali tergantung guru yang mengajar di kelas. Duduk di atas meja, berpelukan, berduaan di kelas dengan pasangannya adalah pemandangan biasa di sekolah menengah di Amerika. pingin rasanya mengabadikan suasana aneh ini, namun kita tidak dibernarkan secara hukum, mengambil foto tanpa meminta izin akan dipidanakan.

Pelajaran matematika tidak ada dalam silabus Pendidikan Amerika, karena mereka memecahkan pelajaran matematika ke dalam 3 aspek umum yaitu Aljabar, Geometri dan Kalkulus. Pelajaran yang wajib mereka ambil hanya aljabar 1 dan 2 sedangkan yang lain itu pilihan. Keanehan berikutnya bagi saya adalah disata berdikusi, guru menjelaskan kepada saya kalua kelas ini ada siswa kelas X dan kelas XI yang mengambil mata pelajaran ini. Amerika menganut system kredit siswa hanya di bebankan jumlah kredit untuk bisa lulus dari sekolah menengah. Apakah anak – anak amerika semua pintar dan suka matematika??? Tidak masih banyak anak- anak yang “klo prip” tidak sedikit diantara mereka yang datang ke sekolah hanya untuk for fun, banyak diantara mereka yang tidur di kelas atau ganggu kawan. Mereka akan fokus pada mata pelajaran yang mereka sukai, seperti pelajaran tehnik, seni, memasak, dan ada pelajaran guru TK. Ini contoh pelajaran pilihan bagi mereka.

Berbicara sarana dan prasarana maka Indonesia jauh tertinggal semua kelas difasilitasi smart board, infocus, tapi tidak ada white board karena mereka masih menghiasi kelas-kelasnya dengan black board (papan kapur), semua keperluan siswa di sediakan mulai dari pensil, keroan, kertas, rol, grafik kalkulator semuanya. Dan tidak ada yang bawa pulang semuanya meletakkan kembali dengan rapi apa yang mereka pinjam. Di Amerika tidak ada ruang guru karena masing – masing guru akan memiliki ruangan sendiri dan disitulah kelas yang mereka asuh. Ruang guru biologi misalnya lengkap dengan lab biologi dan ruang belajar di dalamnya, jadi guru tidak akan pindah dari satu ruang ke ruang berrikutnya mereka hanya menunggu anak – anak datang ke kelasnya, semua sistem Pendidikan sudah online mulai dari absen, Pr, tugas dan proyek akhir. Setiap pelajaran akan memberikan PR untuk siswanya sebagai latihan karena waktu pelajaran yang sangat pendek diberikan.

Materi yang diajarkan di sekolah – sekolah Amerika masih jauh dibawah materi yang diajarkan di Indonesia. Bagi anak – anak Amerika limit dan turunan adalah materi sulit dan menjadi mata pelajaran pilihan bagi siapa yang mau ambil di kelas XII di Indonesia materi ini wajib di pelajari di kelas XI, ini salah satu contoh. Jadi bagi anak Indonesia yang pintar jika mau kuliah ke Amerika maka mereka akan mudah karena materi kuliah semester satu hampir semua sudah dipelajari di SMA, khusus Matematiak dan Sain. Masih sangat banyak hal menarik untuk diceritakan tentang perbedaan Pendidikan ini insyaallah akan kta sambung di tulisan berikunya, semoga tulisan ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus membuka diri dan belajar dari berbagai sumber.

read more
Berita Terkini

PT Angkasa Pura II Banda Aceh dukung Pengembangan SMKN Penerbangan Aceh

Kepala SMKN Penerbangan Aceh (kiri) Baihaqi, S.Pd, M.Pd Diskusi dengan GM PT Angkasa Pura II Indra Gunawan, SE, MM

Jaringanpelajaraceh.com-Aceh Besar. Dalam rangka pengembangan mutu pendidikan, Kepala SMKN Penerbangan Aceh Baihaqi, S.Pd, M.Pd melakukan pertemuan dengan General Manager (GM) PT Angkasa Pura II Banda Aceh pada Jumat (7/2) di komplek Bandara Internasional Iskandar Muda, Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar.

GM PT Angkasa Pura II Indra Gunawan, SE, MM dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa mereka selalu siap membantu SMKN Penerbangan Aceh agar kedepan lebih maju.

“Sebenarnya, lulusan SMK Penerbangan itu memiliki peluang kerja di seluruh bandara yang ada di Indonesia, ini kedepan harus kita fasilitasi”, kata Indra.

Selain akan membantu proses pemasaran lulusan, pihak PT Angkasa Pura II juga siap membantu fasilitas sumur bor di sekolah tersebut.

“Untuk melengkapi fasilitas sekolah, dalam waktu dekat kita juga akan membantu sumur bor melalui dana CSR yang ada di PT Angkasa Pura II, apalagi mereka sudah mengajukan proposal dari tahun 2019”, kata Indra.

Sementara itu, Baihaqi Kepala SMKN Penerbangan Aceh mengharapkan, dengan adannya kerjasama dengan pihak PT Angkasa Pura II, yang paling penting adalah adanya pengembangan terkait sikronisasi kurikulum di sekolah dengan kebutuhan industri.

“Pada dasarnya, SMK diberikan kebebasan untuk mencari rekanan industri yang sesuai dengan kompetensi dan tujuan dari sekolah. Beberapa sekolah ada yang bekerja sama dengan satu atau bahkan lebih, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang nantinya harus dihasilkan oleh sekolah tersebut”, ungkap Baihaqi.

“Hal penting dalam bekerjasama dengan industri adalah, sekolah harus mengikuti cara kerja atau materi dari industri tersebut, melalui Sinkronisasi Kurikulum. Hal ini dilakukan untuk menyempurnakan pengembangan kurikulum yang selaras antara Dunia pendidikan dan Dunia Industri”, tutup Baihaqi.

read more
Cerpen

TRAGEDI TAIK KUCING DI KERAJAAN BLANG RAYA

 

(Gambar : Ilustrasi Kerajaan Blang Raya)

Alkisah tersebutlah sebuah negeri, dipenghujung pulau kerajaan Blang Raya namanya. Pada suatu hari sang raja diundang oleh hulubalang ke sebuah acara negara. Menurut isu yang berkembang di istana, hari itu akan datang calon prajurit dari sebuah kerajaan seberang ingin belajar ilmu kanuragan di negeri tersebut.

Menjelang malam sebelum acara tersebut dilaksanakan, sang raja sudah memerintahkan panglima perang untuk menghias balairoom istana yang megah tersebut.
Panglima, panggil sang raja kala itu.
Siapkan kursi-kursi yang empuk untuk tamu kita.
Siap baginda, titah segera saya laksanakan.
Tidak menunggu lama, panglima sudah memerintahkan pada anak buahnya untuk menyiapkan tempat sedemikian rupa, seperti titah sang raja.
Menjelang tengah malam, semua persiapan sudah di persiapkan oleh panglima perang bersama para prajurit.

Esok pagi, burung-burung berkicau seperti biasa di perkarangan istana.
Tidak ada tanda-tanda hari itu akan turun hujan, karena mentari yang mulai keluar dari ufuk timur memancar dengan terang.
Kehidupan pagi itu di istana, berjalan seperti biasa.
Beberapa penjaga masih siaga di pos depan.
Terlihat di belakang istana, para istri-istri prajuri lagi menjemur belimbing.
Panglima perang juga sedang, disamping istana melihat kuda-kuda jantan.
Terlihat sang raja sedang, bermain di taman bersama kupu-kupu.

Menjelang tengah hari, para prajurit dari negeri seberang sudah mulai datang satu persatu mengenderai kuda masing-masing.
Sesuai arahan hulubalang, mereka langsung menuju balairoom istana yang sudah disiapkan.

Dengan tergesa-gesa panglima menghadap raja.
Daulat tuanku raja, acara akan segera kita mulai.
Semua prajurit negeri seberang menunggu raja di balairoom.
Baik, saya akan bersiap-siap.

Dengan gagah perkasa sang raja menuju balairoom istana.
Terlihat dikebun istana, dua orang prajurit sedang memetik belimbing.
Begitu melihat raja datang, semakin semangat mereka memetiknya.
Sambil berlalu, raja berkata,,,, bagus..bagus..bagus.
Kalian memang prajurit terbaik.
Setelah musim panen tahun ini, saya angkat kalian menjadi pengawal pribadi saya.

Dengan mata berbinar dan perasaan bahagia, kedua prajurit itu, segera mendekati raja.
Terima kasih banyak baginda
Saya siap membantu baginda. Kata seorang prajurit dengan percaya diri.

Raja terus berjalan menuju aula, kedua prajurit itu terus mengikuti sang raja dari belakang.
Ketika sang raja masuk ke balairoom istana, dan akan duduk ditempat yang sudah disediakan.
Terlihat muka raja berubah menjadi merah,
Pandangannya mulai berbinar
Tatapannya mulai tajam.

Panglima perang yang sedang disamping raja segera mencari tahu, ada apa gerangan sang raja mulai murka.
Ternyata, di atas meja sang raja,, tampak taik kucing berceceran dan mencret lagi.
Gawat pikir panglima,,, dengan pucat basi.

Melihat gelagat itu,, dua prajurit tadi langsung beraksi
dan menghampiri sang raja.
Daulat tuanku,, masalah taik kucing ini, biar kami yang bereskan. Kata kedua prajurit tadi dengan gagah berani.

Oooooo, kalian memang luar biasa,,.. kata raja dengan penuh wibawa.
Dengan cekatan, kedua prajurit tersebut langsung mengambil taplak meja, dan mengeluarkannya. Untuk dibersihkan.

Selang beberapa menit, kedua prajurit langsung kembali lagi menghadap raja.
Baginda,,, taik kucing sudah kami bersihkan, taplak meja juga sudah kami sikat sampai wangi.

Yayayayayaya… kalian memang layak diangkat jadi perdana mentri setelah musim rambutan tahun ini. Kata raja dengan penuh wibawa dan terlihat senang.

Panglima perang yang disamping, merasa heran… wah hebat kedua prajurit ini, dalam tempo 5 menit masalah taik kucing mencret bisa diatasi.

Acara hari itu berlangsung sampai sukses, dan diterimalah calon-calon prajurit dari negeri seberang untuk menimba ilmu membelah diri di kerajaan Blang Raya.

Setelah selesai acara, panglima perang keluar balairoom, untuk mengecek kuda-kuda prajurit yang diikat diluar.
Setelah berjalan beberapa meter di luar halaman, panglima melihat ada bungkusan kain dipojok balairoom.
Kain apa itu gerangan, pikir panglima !!!
Apa ada orang yang membuang bayi !! Pikirnya bertanya-tanya

Dia dekati perlahan, sampil mengintip lewat celah- celah tumbuhan di perkarangan itu.
Tidak ada tanda-tanda, suara bayi dalam bungkusan itu.
Dengan menggunakan ujung pedang, digeser-geser kain itu.

Dengan wajah terkejut,,,, setelah melihat jelas kain tersebut. Ternyata itu taplak meja yang kena taik kucing, dibuang begitu saja sama prajurit tadi.

Apa juga sudah dibersihkan dan disikat katanya didepan raja tadi.. pikir panglima.

“TAIK KUCING JUGA RUPANYA”…. guma panglima dengan kesal. (PYM)

Penulis : Merupakan Penggiat Literasi Aceh

Catatan : cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan tokoh dan tempat itu hanya kebetulan saja, tanpa disengaja oleh penulis.

read more
Berita Terkini

April 2020, Disdik Aceh Gelar Penilaian GTK Berprestasi dan Berdedikasi

 

(Kepala Bidang Pembinaan GTK Disdik Aceh, Dra. Nurhayati, MM)

JARINGAN PELAJAR ACEH I Banda Aceh – Dinas Pendidikan Aceh kembali melaksanakan ajang bergengsi Penilaian Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi dan Berdekasi tahun 2020.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Rachmat Fitri HD, MPA melalui Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Dra Nurhayati MM, Senin (03/02)

Saat ditemui di ruang kerjanya, kepada jaringanpelajaraceh.com, Nurhayati mengatakan, tahun 2020 ini Dinas Pendidikan Aceh segera melaksanakan penilaian guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi tingkat Provinsi Aceh.

“Ini merupakan program tahunan sebagai apresiasi Pemerintah Aceh terhadap guru dan tenaga kependidikan dari 23 kabupaten/kota baik jenjang Pendidikan Menengah (Dikmen) maupun jenjang Pendidikan Dasar (Dikdas),” kata Nurhayati.

Dikatakannya, untuk menjaring guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi. Cabang Dinas di setiap wilayah dan Dinas Pendidikan kabupaten/kota harus mensosialisasikannya dan melaksanakan penyeleksian di daerah.

“Dalam hal ini, Dinas Pendidikan Aceh sudah menyurati semua Cabang Dinas di setiap wilayah. Kemudian untuk Dinas Pendidikan kabupaten/kota akan segera kita surati dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

Ditanya tentang jadwal pelaksanaan penilaian guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi tahun ini, Nurhayati mengatakan, Insya Allah akan dilaksanakan pada bulan April tahun 2020.

“Pelaksanaan penilaian GTK berprestasi dan berdedikasi jenjang Dikmen dan Dikdas, sebelum memasuki bulan suci Ramadhan pada bulan April 2020 mendatang, diharapkan terlaksana dengan sukses,” ucapnya.

Nurhayati menjelaskan, pada bulan April sangat tepat untuk dilaksanakan, mengingat akhir bulan April memasuki bulan Ramadhan dan akhir bulan Mei kita akan merayakan hari raya Idul Fitri.

Dijelaskannya, bagi peraih juara pertama guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi tingkat provinsi, ada waktu pada bulan Juni dan Juli hingga awal Agustus dilakukan pembekalan untuk ikut serta dalam penilaian ke tingkat nasional pada pertengahan bulan Agustus 2020.

Ia menambahkan, untuk sementara waktu, Petunjuk Teknis (Juknis) tentang penilaian GTK berprestasi dan berdedikasi tahun 2020 belum dikirim dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Juknis tahun 2019 tidak jauh berbeda sebagai bahan acuan bagi para peserta sebelum dikirimkan dari pusat.

Nurhayati berharap, partisipasi dari Cabang Dinas di setiap wilayah dan Dinas Pendidikan di 23 kabupaten/kota untuk mengirimkan perwakilan ke tingkat provinsi.

Dengan adanya pemberitahuan ini, masing-masing Cabang Dinas dan Dinas Pendidikan kabupaten/kota sudah bisa mensosialisasikan, melakukan penyeleksian dan mempersiapkan guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi dari masing-masing daerah, pungkas Nurhayati.

Editor : Baihaki

read more
1 53 54 55 56 57
Page 55 of 57