close

Redaksi

Berita Terkini

Formasi Guru PPPK di Aceh 2023 Capai 2.494 Orang, Bimbingan Konseling Paling Banyak Diterima

Untuk memenuhi kekurangan kebutuhan guru di sekolah SMK dan SMA di Aceh, Dinas Pendidikan Aceh terus mengajukan usulan tambahan guru kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

“Pada tahun anggaran 2023 ini, Aceh mendapat formasi tambahan untuk guru SMK dan SMA dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 2.494 orang,” kata Kadisdik Aceh Drs Alhudri MM yang didampingi Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Muksalmina kepada Serambi, Rabu (20/9) di Hotel Jeumpa, SMK 3 Lhong Raya, Kota Banda Aceh.

Pengumuman penerimaan dan tata cara pendaftaran untuk guru SMK dan SMA dengan status PPPK tersebut, kata Kabid GTK Aceh, Muksalmina, sudah diumumkan Gubernur Aceh dalam Pengumumannya Nomor : 810/214/2023 tentang Seleksi Pengadaan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja Untuk Jabatan Fungsional di Lingkungan Pemerintah Aceh Tahun Anggaran 2023.

Mereka yang membutuhkan informasi secara rinci terkait penerimaan guru berstatus PPPK itu dapat membuka portal SSCASN melalui website https://sscasn.bkn.go.id.

Muksalmina menyebutkan dari 48 jenis guru yang dibutuhkan dalam penerimaan guru SMK dan SMK negeri berstatus PPPK tersebut, paling banyak guru bimbingan konseling mencapai 546 orang, selanjutnya guru pendidikan khusus sebanyak 380 orang, guru teknik informasi komunikasi (TIK) sebanyak 321 orang.

Selain itu, masih ada beberapa jenis guru lagi yang formasinya cukup banyak. Antara lain guru seni budaya 237 orang, guru teknik otomotif 133 orang, guru sosiologi 127 orang, guru penjas orkes 113 orang, guru PPKN 106 orang, guru busana 65 orang, guru sejarah 59 orang, guru teknik jaringan komputer dan telekomunikasi 45 orang.

Kemudian guru manajemen perkantoran dan layanan bisnis 38 orang, guru biologi 27 orang, guru desain komunikasi visual 26 orang, guru prakarya dan kewirausahaan 22 orang, guru teknik ketenagalistrikan 18 orang, guru agribisnis tanaman 16 orang, guru agriteknologi pengolahan hasil pertanian16 orang, guru teknik mesin 15 orang, guru pengembangan perangkat lunak dan GIM 15 orang, guru agribisnis perikanan 14 orang, guru kuliner 13 orang, guru pengelasan dan fabrikasi logam 12 orang, guru kecantikan dan spa 12 orang, guru bahasa Indonesia 11 orang.

Kemudian, guru teknik elektronika 9 orang, guru perhotelan 7 orang, guru teknologi geologi pertambangan 7 orang, guru kimia analisis 6 orang, guru konstruksi dan perawatan bangunan sipil 6 orang, guru kapal penangkapan ikan 6 orang, guru teknik laboratorium medik 6 orang, guru teknik perminyakan 6 orang.

Selanjutnya, guru antropologi 6 orang, guru bahasa arab 5 orang, guru akuntansi dan keuangan lembaga 5 orang, guru desain dan produksi kriya 4 orang, guru nautika kapal niaga 4 orang, guru teknik kapal niaga 4 orang, guru teknik geospasial 4 orang guru usaha layanan pariwisata 4 orang.

Kemudian, guru layanan kesehatan 3 orang, guru animasi 2 orang, guru bahasa Prancis 2 orang, guru teknik konstruksi dan perumahan 2 orang, guru bahasa Inggris 2 orang dan guru teknik kimia industri 1 orang.

Sebanyak 2.494 orang guru SMA dan SMK berstatus PPPK dari 48 jenis guru yang kita butuhkan tersebut, kata Muksalmina, benar-benar guru yang sangat dibutuhkan di SMK dan SMA negeri.

“Kita harapkan ke 48 jenis guru yang kita butuhkan itu, ada yang melamar sesuai jumlah yang dibutuhkan, sehingga kekurangan guru yang terjadi di Aceh, untuk peningkatan kualitas mutu pendidikan dan mutu lulusan, bisa terpenuhi pada tahun ini,” jelasnya.

Muksalmina mengatakan, pembukaan formasi guru SMA dan SMK berstatus PPPK itu, memberikan banyak manfaat. Pertama, bisa memenuhi kekurangan guru di berbagai sekolah SMK dan SMA negeri.

Kedua para guru kontrak yang mengajar di sekolah SMK dan SMA Negeri dan swasta, bisa mendaftar dan ikut tes menjadi guru berstatus PPPK.

Selanjutnya, anggaran biaya pendidikan yang selama ini dikeluarkan untuk pembayaran honor guru kontrak yang mengajar di sekolah negeri maupun swasta, dalam jumlah yang sangat besar, dengan banyaknya guru kontrak yang lulus menjadi guru berstatus PPPK, beban anggaran pendidikan ke depan menjadi berkurang dan jadi efisien.

Setelah penerimaan dana Otsus Aceh mulai tahun ini berkurang dari 2 persen menjadi 1 persen, alokasi anggaran untuk pendidikan otomatis ikut menurun drastis.

Formasi guru PPPK tahun ini, memberikan kesempatan yang besar bagi para guru kontrak yang mengajar di SMK dan SMA negeri maupun swasta, untuk bisa hijrah menjadi guru berstatus PPPK.

“Tolong peluang tersebut, dimanfaatkan secara baik, dengan terus mempersiapkan diri, untuk bisa lulus tes guru PPPK 2023,” tutur Muksalmina.(*)

//aceh.tribunnews.com/2023/09/21/formasi-guru-pppk-di-aceh-2023-capai-2494-orang-bimbingan-konseling-paling-banyak-diterima.

Berita TerkiniTekno

Aplikasi Sijempol Aceh Sediakan Bahan Ajar Bagi Guru

Sistem pembelajaran dapat mempengaruhi proses pendidikan dan kualitas peserta didik dan dengan metode pembelajaran yang baik, maka akan dapat meningkatkan mutu dan kualitas lulusan sekolah menengah di Aceh.

Hal itu disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Timur melalui Kepala Subbag Tata Usaha, Umar, ST pada saat membuka kegiatan diseminasi pemanfaatan Sijempol Aceh bagi pendidik jenjang SMK se-Kabupaten Aceh Timur yang bertempat di SMK Negeri 1 Peureulak, Selasa (19/9/2023).

“Platform Sijempol Aceh ini sangat bermanfaat bagi guru, terutama pada saat mencari bahan ajar yang sulit diajarkan, sehingga peserta didik akan mudah menyerap materi yang kita ajarkan,” tuturnya.

Penggunaan platform digital, menurut Umar, selain memudahkan proses pembelajaran, juga bisa dipakai sebagai pendorong keaktifan peserta didik dengan pengawasan, baik oleh guru maupun orang tua.

“Penggunaan platform belajar digital telah lama diterapkan dan kian diminati oleh sekolah-sekolah karena terbukti efektif meningkatkan kualitas anak didik, mengefektifkan kerja tenaga pendidik, serta membantu orang tua dalam melakukan pengawasan,” ungkapnya.

Umar menyebutkan setiap sekolah perlu menggunakan platform digital Sijempol Aceh dalam pembelajaran guna meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di Kabupaten Aceh Timur.

“Kami mengajak para guru SMK yang telah mengikuti pelatihan Sijempol Aceh pada hari ini untuk dapat kembali mengimbaskannya kepada rekan sejawat di sekolahnya masing-masing,sehingga semua guru tahu apa yang telaj diajarkan pada hari ini,” pintanya.

Sementara Kepala UPTD Balai Tekkomdik Aceh melalui Kepala Subbag Tata Usaha, Ferri Alfian, S.STP, MM menyebutkan kegiatan diseminasi pemanfaatan Sijempol Aceh ini berlangsung selama dua hari yaitu 19 dan 20 September 2023 yang berlangsung di Aula SMK Negeri 1 Peurelak.

“Sijempol Aceh merupakan akronim dari Sistem Jejaring Media Pembelajaran Online. Aplikasi ini sudah dirancang mulai tahun 2020 lalu oleh berbagai guru inti dari semua mata Pelajaran yang ada di seluruh Aceh,” ujarnya.

Pada hari ini, lanjutnya, pihaknya mengundang 30 peserta yang merupakan guru jenjang SMK se-Kabupaten Aceh Timur. Dengan narasumber dari UPTD Balai Tekkomdik Aceh dan Roni Rinaldi, S.Si yang merupakan guru dari SMA Negeri 1 Lhokseumawe.

“Kita berharap aplikasi Sijempol Aceh ini dapat bermanfaat dan berdayaguna pada saat pembelajaran berlangsung di sekolah, karena Sijempol ini dapat diakses dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja,” tutup Ferri Alfian SSTP MM.(*)

//aceh.tribunnews.com/2023/09/20/aplikasi-sijempol-aceh-sediakan-bahan-ajar-bagi-guru.

Berita TerkiniTekno

Dinas Pendidikan Nagan Raya Adakan Pelatihan Digitalisasi Pembelajaran Bagi Guru SD

Dinas pendidikan Nagan Raya melaksanakan pelatihan digitalisasi pembelajaran bagi guru Sekolah Dasar (SD) Se-Nagan Raya berlangsung di Aula Disdik setempat.

Kegiatan diikuti 50 guru SD dengan cara yang berbeda dari tahun sebelumnya, yakni metode in1-on dan in2.

Pada pelaksanaan in1 dilaksanakan secara tatap muka selama 3 hari, 22 – 24 Agustus dan dilanjutkan dengan pelaksanaan On hingga 9 September.

Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (Kabid GTK) Dinas Pendidikan Nagan Raya Bhayu Aji SPd MT menyampaikan ini merupakan implementasi rencana tindak lanjut dalam menerapkan praktik selama 14 hari di sekolah masing-masing.

“Kegiatan tersebut dengan didampingi secara daring narasumber dan diakhiri dengan melaksanakan in2 pada 12 September 2023 untuk mengevaluasi dan memperbaiki kendala dan permasalahan yang terjadi pada saat dilapangan,” katanya.

Dikatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya Dinas Pendidikan dalam meningkatkan kemampuan literasi digital bagi guru yang akan dipergunakan dalam melakukan proses pembelajaran di kelas.

Hal ini kata Bayu, sudah menjadi tuntutan dalam mengikuti perkembangan teknologi yang berkembang sangat cepat dan mempersiapkan generasi bangsa yang siap menghadapi kompetisi atau persaingan global.

Yakni sebelum anak-anak dituntut untuk melek teknologi, gurunya harus dipersiapkan terlebih dahulu melek teknologi.

“Selain itu, kepala sekolah beserta dewan guru yang tidak masuk dalam pelatihan ini juga merasakan manfaatnya dan antusias, ketika peserta melaksanakan on the job learning diminta berbagi praktik bersama di sekolah sebagai bentuk penguatan komunitas belajar di sekolahnya masing-masing,” imbuh Bhayu Aji.

Peserta kegiatan ini memang tidak diikuti oleh semua sekolah, namun sekolah yang perlu dilakukan penguatan terhadap literasi digital.

“Jumlah peserta dalam kegiatan ini adalah 50 orang yang tediri dari guru kelas dan guru mata pelajaran,” kata Kabid GTK Dinas Pendidikan Nagan Raya Bhayu Aji.(*)

//aceh.tribunnews.com/2023/09/19/dinas-pendidikan-nagan-raya-adakan-pelatihan-digitalisasi-pembelajaran-bagi-guru-sd.

Berita Terkini

FEB Unimal Melatih Digital Bisnis bagi Usahawan Muda Kota Lhokseumawe

Universitas Malikussaleh menghimpun para usahawan dan calon wirausahawan muda Kota Lhokseumawe untuk meningkatkan pengetahuan berwirausaha melalui pelatihan Digital Business.

Pelatihan ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Malikussaleh yang dilaksanakan di Aula Wisma Kuta Karang, Lhokseumawe pada hari Sabtu 28 November 2020.

Ketua pelaksana kegiatan, Falahuddin, SE, MSM, mengatakan, “dalam masa pandemi saat ini, terlihat banyak bermunculan pelaku-pelaku usaha baru dengan mengusung konsep usaha yang kreatif, baik dari sisi produk maupun strategi pemasaran, khususnya di Kota Lhokseumawe. Sebagian besar para pelaku usaha tersebut adalah kaum muda yang memiliki semangat dan ide kreatif.

“Fenomena yang muda yang berbisnis ini, harus disampaikan kepada para pemuda yang memiliki keinginan untuk memulai usaha agar mereka memiliki motivasi yang lebih besar untuk mewujudkan keinginan tersebut. Namun, mereka juga perlu dibekali dengan pengetahuan menjalankan usaha salah satunya melalui pelatihan dimana mereka akan mendapatkan pengetahuan praktis dan pengalaman dari pelaku usaha, tambahnya.

Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang peserta yang berasal dari kota Lhokseumawe dan beberapa mahasiswa FEB Unimal, yang tertarik untuk memulai usaha baru dan juga mengembangkan usaha yang telah mereka geluti.

Berbeda dengan pelatihan yang kerap dilaksanakan sebelumnya yaitu dengan jumlah peserta yang banyak, pelatihan ini hanya dibatasi sebanyak 25 peserta. Hal ini dilakukan dengan tujuan mentaati protokol kesehatan dimasa pandemi yaitu dengan membatasi jarak dan menyesuaikan dengan luas ruang pelatihan.

Pada kegiatan ini, panitia juga merangkul developer aplikasi E-Commerce “UKM Connection”. UKMConnection.com adalah salah satu platform perdagangan retail online yang bertujuan untuk membantu para UMKM lokal yang telah memulai usaha dan memiliki produk dalam memasarkan produk mereka secara daring, sehingga dapat menjangkau lebih banyak konsumen.

Antusiasme peserta juga terlihat tinggi selama pelaksanaan pelatihan. Mereka sangat tertarik dengan perancangan aplikasi penjualan online yang dipaparkan oleh Bapak Kusnandar Zainuddin, selaku developer piranti lunak tersebut.

Muhammad Riski usahawan muda yang bergerak dibidang Fashion, sangat tertarik dengan aplikasi ini, karena UKMConnection.com akan ada opsi pengiriman dengan menggunakan jasa kurir pengiriman lokal dalam kota dan antar kota di Aceh, yang pastinya akan menghemat biaya dan waktu dalam pengiriman.

Setelah mengarungi UKMConnection.com, Mulyani, mahasiswi FEB Unimal, berharap agar web e-commerce ini tersedia dalam bentuk aplikasi android agar lebih mudah lagi untuk diakses dan mendapatkan info promosi dan penjualan.

“Kami berharap pelatihan ini akan memotivasi para generasi muda untuk semakin berani memulai sebuah usaha serta memiliki kapasitas yang memadai. Kegiatan pengabdian ini akan terus kami lakukan pada masa yang akan datang baik dengan pola pelatihan dan juga pendampingan para pelaku usaha kecil dan mikro”, ungkap Fuadi, SE, MSM, anggota tim pelaksana.

Berita Terkini

Ribuan Murid Madrasah belum Terima Dana Miskin

* Lamban Proses Administrasi

SIGLI – Memasuki awal tahun 2014, ribuan murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) dan pelajar Madrasah Tsanawiah (MTsN) di Pidie belum menerima dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) jatah tahun 2013. Belum cairnya dana jatah anak fakir miskin itu hanya karena keterlambatan proses administrasi.

Informasi dihimpun Serambi Sabtu (4/1) alasan tersendatnya cairnya dana BSM itu karena lambannya proses administrasi dilakukan Kankemenag Pidie. Akibatnya, ribuan murid MIN dan pelajar MTsN dari keluarga tak mampu itu hingga kini belum menerima dana BSM yang selama ini sangat ditunggu-tunggu mereka.

Semula, dana itu diusul melalui Kantor Pos, tapi gagal karena pihak Pos tidak tidak mau memproses. Selanjutnya, baru diproses melalui Bank Aceh Syariah. Namun, hingga kini proses adminstrasi dana jatah anak kaum duafa itu belum juga rampung. “Kami heran sekali kenapa proses administrasi dana jatah anak orang miskin sampai setahun gak siap-siap. Seharusnya pihak Kankemenag menjelas apa penyebab terlambat dalam memproses pencairan dana tersebut,”kata seorang orang tua murid MIN calon penerima dana BSM itu.

Semnatara Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bambi, HM Nasir yang ditanyai Serambi tentang dana BSm untuk murid di madrasah yang dipimpinnya itu mengakui belum cair. “Jumlah murid di MIN 2 Bambi yang belum menerima dana BSM itu 140 orang, tapi saya tidak tahu kenapa uang itu belum cair,” katanya.

Menurutnya, pengalaman tahun sebelumnya tiap anak mendapat dana itu bervariasi dari Rp 250.000, Rp 360.000 hingga Rp 450.000 yang disesuaikan dengan kelas murid penerima bantuan. Secara terpisah, Kepala MTsN Batee, Mufizar yang dihubungi Serambi juga mengaku hal serupa. Sedangkan jumlah pelajar yang mendapatkan dana BSM itu 176 orang.

Diakuinya, ada beberapa pelajar yang menanyakan kenapa dana BSM itu belum cair. “Saya hanya bisa bilag pada pelajar calon penerima dan BSM itu untuk bersabar,”ujarnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemag) Pidie, Drs HM Jakfar M Nur melalui Kasi Mapenda, Drs Imran ditanyai Sabtu kemarin mengaku, penyaluran dana BSM di Pidie masih terkendala adminstrasi dengan pihak bank.

Namun, menurut Imran, Kankemag hanya mengetahui BSM untuk siswa yang madrasah swasta. Hingga saat ini, sebut Imran, proses itu sedang menunggu petugas bank menjemput berkas administrasi di Kantor Kementerian Agama Pidie. Imran mengaku, belum dapat merinci jumlah dana akan didapat per pelajar, karena dana itu juga dikirim langsung ke rekening pelajar. Namun ia memastikan tidak akan mati anggaran kendati sudah lewat tahun. “Dana itu sudah ada, tinggal proses administrasi saja dan menunggu pihak bank menjemput berkas saja,” jelas Imran.(aya)

Berita Terkini

Dongeng Pak Guru Dahril

2153206dongeng1780x390

Pada perjalanan antara Palembang-Prabumulih di bulan Oktober 2013, lelaki di sebelah saya bercerita sambil mengemudi. Semangat sekali cara dia bercerita. Semula saya hanya mengangguk dan sesekali tersenyum. Maklumlah, yang dia ceritakan pun soal yang remeh temeh mengenai keluarganya. Tapi lama kelamaan, saya seperti tersihir untuk takzim menyimak cerita lelaki bernama Dahril Amin ini.

Hanya ada satu alasan kenapakah saya sepagi itu harus pergi bersama Dahril dari Palembang ke Prabumulih. Adalah seorang rekan saya bernama Endi Aras yang mengabarkan, bahwa ada seorang anak kelas satu SMP di Prabumulih yang prestasinya luar biasa. Maka, saya pun terbang ke Palembang untuk selanjutnya menuju Prabumulih, semata hanya untuk menemui anak berbakat itu. Dan anak berbakat itu adalah puteri Dahril yang menjemput saya di Palembang, untuk selanjutnya membawa saya ke rumahnya nun di Prabumulih sana.

“Boleh saya mendongeng, Pak?” tanya Dahril kepada saya.
Tentu saja saya mempersilakan. Selain saya menumpang, saya juga kian tertarik dengan cara Dahril bercerita.

“Silakan Pak, dimulai saja mendongengnya, saya akan menyimaknya,” ujar saya.

Lalu Dahril pun mulai bercerita, “Di sebuah Kota kecil, Tanjung Enim, lahirlah seorang Putri yang bernama Eny Kurniati. Kemudian… Sang Putri melanjutkan pendidikannya ke Kota jambi. Di Kota Jambi inilah sang Puteri bertemu dengan Pangeran yang gagah dan tampan. Kemudian mereka menikah. Dari pernikahan ini lahirlah bidadari-bidadari. Yang pertama bernama Tiara Tarasati. Yang kedua bernama Zenitha Zakiah. Yang ketiga bernama Nayla Salsabila, mereka beralamat di Jalan Cindai No.1 Kelurahan Gunung Ibul Prabumulih–Sumatera Selatan.”

Dan di ujung ceritanya, Dahril pun mengatakan, bahwa keluarga itu diberkahi oleh Allah berupa kebahagiaan. Anak-anak beroleh kasih sayang dan pendidikan yang baik.

Itulah dongeng yang selalu diceritakan oleh Dahril Amin, Kepala Sekolah SMA N IV Prabumulih untuk mengantar anak-anaknya pergi tidur. Sebuah dongeng yang dia karang sendiri, semata untuk membesarkan hati anak-anaknya agar selalu mencintai keluarga dengan mengharumkan nama keluarga tersebut melalui prestasi.

Maka dongeng itu pun seperti nubuat bagi keluarga Dahril. Dia dan isterinya pun mulai menuai harapan-harapannya yang dia tuangkan melalui dongeng. Ya, Dahril dan isterinya, Eny Kurniati beroleh anak-anak yang cantik dan pintar. Salah satu di antara ketiga anaknya yang namanya kini mulai melambung di tingkat nasional adalah si sulung Tiara Tarasati.

Tiara ya Tiara, si rambut pirang yang selalu diejek dengan panggilan “bule”. Dia lah pemilik puluhan piala penghargaan di berbagai bidang, seperti menari, menyanyi, hingga modeling. Simaklah penghargaan yang pernah disabet oleh kelahiran Baturaja 9 September 2001 ini:

1. Juara 2 Lomba menyanyi tingkat TK Se Sumsel tahun 2006
2. Juara 1 Lomba menyanyi tingkat TK Se kota Prabumulih tahun 2006
3. Juara 1 Lomba Menari tarian daerah se kota prabumulih tahun 2006
4. Juara 2 Lomba menari tarian kreasi tahun 2007
5. Juara 1 Lomba Busana Muslimah tahun 2006
6. Juara 1 Lomba Busana Muslimah tahun 2007
7. Juara 1 Lomba membaca doa sehari-hari
8. Juara 1 Lomba membaca ayat-ayat pendek
9. Juara Model terbaik bintang iklan Sakabento tahun 2006
10. Peringkat I semester 1 tahun 2007
11. Peringkat I semester 2 tahun 2008
12. Ketua kelas I tahun 2007-2008
13. Harapan 2 Lomba Menyanyi pop tingkat kota Prabumulih tahun 2008
14. Peserta semi finalis sumeks Kids tahun 2008
15. Juara 1 lomba menyanyi tahun 2008
16. Juara 2 lomba menyanyi dalam rangka Hari Anak Nasional Tk Kota Prabumulih tahun 2008.

***

Setelah menempuh perjalanan sekira lima jam, maka sampailah saya di rumah Dahril. Rumahnya lumayan besar untuk ukuran rumah yang berlokasi di Jalan Cindai No.1 Kelurahan Gunung Ibul Prabumulih–Sumatera Selatan. Halamannya juga cukup luas, dengan kolam ikan di sebelah kanan halaman rumahnya.

Isteri dan dua anak Dahril menyambut saya dengan hangat. Setelah menikmati segelas kopi, saya pun mulai bertanya-tanya kepada Tiara perihal kegiatannya. Matanya yang besar, nampak berbinar-binar saat bercerita tentang kegiatannya. Penasaran oleh puluhan penghargaan yang diterimanya dalam bidang seni, saya pun memintanya untuk bermain gitar seraya bernyanyi. Sebuah lagu pop yang sedang populer dibawakannya dengan manis. Suaranya sungguh memiliki pesona dan bukan hasil jiplakan dari penyanyi yang sedang ngetop. Usai bernyanyi dan bergitar, saya pun memintanya untuk menari.

Maka di ruang tamu rumah keluarga Dahril itulah, Tiara menarikan salah satu tarian yang disukainya. Judul tarian itu “Tari gadis ringkih”. Ia memulai dengan gerakan lembut, dengan bakul di salah satu tangannya. Maka mulilah Tiara menari. Gerakan tangannya, juga jari jemarinha, lembut. Begitu juga saat beranjak berdirj, dia nikmato betul kehalusan gerakan tari Gadis Ringkih yang dia bawakan siang itu di ruang tamu rumah kedua orang tuang di Prabumulih, sekitar tiga jam perjalanan dari Palembang.

Bunyi gendang dan akordion masih terus mengalun, Tiara pun mengikutinya dengan gerakan yang sesuai dengan tempo yang diciptakan oleh musik yang mengiringinya. Ketika memasuki klimaks gerakan, musik jeea sebentar, Tiara pun terduduk, diam. Diletakkannya bakul yang sedari tadi dibawanya.

Bunyi gendang mulai rancak terdengar. Gerakan Tiara pun kian dinamis? Awalnya dia menggerakan kedua tangannya, kakinya pun melangkah ke depan dan ke belakanga. Seluruh gubuhnya pun bergerak, Tiara menari dengan tangannya, dengan kakinya, dengan matanya, dan tentu saja dengan hatinya.

Tari “Gadis Ringkih”, menurut Tiara, bercerita tentang gadis Palembang yang sedang mengayak beras, sambil menari. Tarian ini bisa dibawakan secara individu, tapi bisa juga dibawakan oleh lima penari. Biasanya tarian ini dibawakan untuk acara pernikahan, pergelaran seni.

Tiara mengaku, belajar menari sejak TK. Itulah sebabnya, gerak tari Tiara sudah luwes dan terasa menjiwai. Tarian pertama yang dia pelajati adalah tari “Rentak Tari”, yang diangkat dari lagu daerah Prabumulih. Kak Viki Reds Sone, adalah guru Tiara sejak kls 6. Sementara yang mengajari menari Tiara saata masih sekolah di TK, adalah perempuan yang biasa diasapanya Teteh Nia.

Sampai sekarang sudah banyak tarian yang sudah dikuasai oleh Tiara. Sebutlah, Gadis Ringkih, Rentak Tari, Senyum Minang Manis, Laila Canggung, dan beberapa tari kreasi baru.

Selain tari, seni suara dan seni musik juga dipelajari oleh Tiara. Maka tak heran jika suara Tiara cukup merdu. Sulung tiga bersaudara ini bilng, dia belajar menyanyi dari sang ibU, sementara belajar musik melalui les musik.

Hari-hari Tiara adalah hari-hari yang padat. Senin hingga Kamis, Tiara berada di sekolah selama sembilan jam, masuk pukul 07.00 dan pulang pukul 16.00 WIB. Itulah sebabnya, Tiara baru bisa memperdalam seni pada hari Jumat hingga Minggu. Hari Jumat dan  Sabtu dia pulang sekolah pukul 12.00, sehingga dia bisa mengambil ekstra kurikulerdi sekolah tempatnya belajar, SMP N I Prabumulih. Sedang di hari Minggu, Tara belajar bersama pelatih di rumah.

Beruntunglah Tiara, karena kedua orang tuanya mendukungnya, baik dalam menuntut ilmu maupun dalam mempelajari minatnya, terutama di bidang seni. Kedua orang tuanya tentu saja mempersilakan anak-anaknya, terutama Tiara untuk melengkapi diri mereka dengan kemampuan di luar statuisnya sebagai pelajar. Maklumlah, karena Tiara termasuk anak yang cerdas. Tiara bilang, sejak kelas I sampai kelas VI, selalu beroleh peringkat pertama. Nilai untuk matematikanya sejak kelas satu hingga kelas VI selalu di atas sembilan. Sati-satunya nilai yang berangka delapan (8) cuma pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.

Saat ditanya, kenapa kah Tiara suka seni, lulusan SD Prabumulih I ini mengatakan, “Seni itu bisa menghibur diri dan orang lain, kalau belajar terlalu sering harus diimbangi dengan seni.”

Selanjutnya, keinginan Tiara terbesar saat ini adalah ingin menari ditonton oleh Bapak Presiden. Tiara juga kepingin seperti Sandrina yang memenangi sebuah acara pencarian bakat di televisi, dan juga kepingin seperti Agnes Monica dalam olah suara.

Namun, meski Tiara getol dalam bernyanyi dan menari, dirinya tetap mengutamakan belajar. Katanya, dia kepingin seperti dokter Tompi, ya nyanyi juga jadi dokter. Tiara kepingin kelak punya pekerjaan tetap. “Jadi, kalau sudah nggak bisa nyanyi, masih punya uang, hehehe,” ujar Tiara.

Lantas seperti apa Tiara di mata salah satu gurunya? Menurut Pak Zul Kuspa, 50, guru seni budaya SMP 1 Prabumulih, Tiara itu pemberani di bidang seni, khususnya seni suara, musik, tari dan bahasa Inggris.

Namun, menurut Zul, bakat yang paling menonjol adalah dalam bidang menyanyi. Itulah sebabnya, setiap ada lomba menyanyi, Zul berusaha untuk mengusulkan kepada pihak sekolah agar mengirimkan Tiara. “Sejak Tiara masih di SD saya sudah tahu, waktu masuk SMP saya tinggal menyalurkan saja,” ujar Zul.

Berkait dengan penghargaan yang diterima oleh Tiara dari Kementrian Pendidikan dan Budaya, Zul mengungkap, “Pihak sekolah sudah menyiapkan syukuran, biasanya lewat upacara bendera, setelah itu ada upacara khusus, untuk memotivasi anak lainnya.”

Hmmm… tidak sia-sia saya harus menempuh ratusan kilometer hanya untuk menemui gadis kecil bernama Tiara Tarasati. Saya merasa banyak mendapat pelajaran justru dari bagaimana kedua orangtuanya mendidik anak-anaknya. Apa yang diperoleh Tiara kini, selain karena kasih sayang yang dilimpahkan kepadanya, menurut saya adalah karena doa-doa yang dilafalkan melalui dongeng oleh Dahril, tiap anak-anaknya menjelang tidur.

Terimakasih Pak Dahril, anda sudah memberikan ilmu yang hebat tentang bagaimana mendidik anak-anak dengan doa dan segenap kasih sayang. Semoga Allah memberi anda sekeluarga kebahagiaan selalu

Berita Terkini

2013, Pendidikan Nasional Sarat dengan Masalah Krusial

150027120140102-142947780x390

JAKARTA, KOMPAS.com — Pendidikan nasional pada sepanjang 2013 dipenuhi berbagai macam persoalan yang memprihatinkan. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti dalam acara catatan akhir tahun pendidikan di kantor LBH Jakarta, Kamis (2/1/2014).

Retno menuturkan, berdasarkan pengamatan FSGI, sejumlah permasalahan itu tampak dari tertundanya pelaksanaan ujian nasional di 11 provinsi, rendahnya kualitas buku pelajaran di sekolah, tingginya perilaku kekerasan fisik, dan merebaknya tindakan amoral di lingkungan sekolah serta kampus.

Selain itu, masih marak juga kasus korupsi di dunia pendidikan, pungutan liar, dan tindakan sewenang-wenang birokrat pendidikan di berbagai daerah, serta pemaksaan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru yang akhirnya mengancam kebebasan guru dalam berorganisasi.

“Semua menjadi tanda nyata bahwa pendidikan nasional sarat dengan permasalahan yang krusial dan harus diatasi bersama-sama,” kata Retno.

Ia menguraikan, pelaksanaan UN di 11 provinsi ditunda akibat distribusi soalnya terlambat. Penundaan itu akhirnya menimbulkan stres terhadap siswa, memaksa UN digelar dengan soal fotokopi, dan beberapa sekolah di daerah, seperti Kepulauan Aru serta Maluku, terpaksa menggelar UN dengan bergantian menggunakan lembar pertanyaan karena di daerah itu tak terdapat mesin fotokopi.

Untuk kualitas buku ajar yang rendah terjadi karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kurang menjalankan peran pengawasannya. Bukti konkret permasalahan itu terlihat saat banyak bermunculan lembar kerja siswa (LKS) yang memuat teks atau ilustrasi yang tidak pantas untuk murid sekolah dasar (SD).

“Kemendikbud juga harus dapat mengurangi dan menghilangkan kekerasan di sekolah atau kampus dengan membuat regulasi yang ketat, mulai dari penurunan akreditasi, pencopotan pimpinan sekolah, hingga pencabutan izinnya,” ujar Retno.

Sementara mengenai korupsi di dunia pendidikan, FSGI menggarisbawahi laporan Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ke Komisi Pemberantasan Korupsi terkait Rp 10 triliun tunjangan sertifikasi yang mengendap di daerah. Dalam kesempatan yang sama, Irjen Kemendikbud juga mengendus dugaan penyimpangan lelang dalam penyelenggaraan UN 2013 yang sarat dengan masalah.

“Pengelolaan BOS dan BOP juga menimbulkan masalah dan berbagai dugaan penyimpangan, ditambah pungutan liar di hampir semua sekolah,” pungkasnya.

Berita Terkini

SMPN 19 Banda Aceh Gelar Rangking I

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – SMP Negeri 19 Percontohan Banda Aceh, Selasa (31/12/2013) menggelar acara Rangking I yang diikuti sepuluh SMP dan MTsN se-Banda Aceh. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Banda Aceh, Syaridin MPd mengharapkan lomba ini mampu memotivasi siswa untuk meraih prestasi di berbagai event.Kepala SMPN 19 Percontohan, Kasumi Sulaiman didampingi ketua panitia Lisanudin menyebutkan lomba Rangking I diikuti 100 siswa SMP dan MTs.Mereka berasal dari SMP Negeri 1, SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 6, SMPN 7, SMPN 17, SMPN 19 Percontohan, SMP Fatih, dan MTsN Model masing-masing mengirimkan sepuluh siswanya.(*)

Berita Terkini

SMAN 9 Juara Futsal Serambi

BANDA ACEH – SMAN 9 Banda Aceh akhirnya mengukuhkan diri sebagai juara Turnamen Futsal Serambi Cup II Tingkat Pelajar SLTA. Titel ini menjadi milik tim yang dimanajeri Suliadi usai menaklukkan MAN Rukoh dengan skor ketat, 5-4 di lapangan Futsal Diaz, Banda Aceh, Senin (30/12) petang. Even ini ditutup oleh Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia, Mohd Din.Kedua tim menunjukkan permainan gemilang sejak menit awal. SMAN 9 yang keluar dari tekanan berhasil membobol gawang MAN Rukoh lewat hentakan Baydawi. Keunggulan ini menambah semangat Adetama, Rian AK, Fachruriza dan Rian Adana. Tapi MAN Rukoh yang mengusung Balia Ibnu Mulqan, Fajaroel Ikhsan, Salamudin, Mursalin, dan Fadhil Amrullah berusaha membalas.Tim yang dimanajeri Syukri ini melakukan tekanan terhadap kubu SMAN 9. Kerja keras yang dilakukan MAN Rukoh mampu membuat keseimbangan 1-1 lewat gol Fadhil Amrullah. Hanya saja, SMAN 9 yang tampil habis-habisan kembali memimpin lewat gol Rian AK. Skor 2-1 bertahan hingga jeda dalam laga yang dipimpin Wasit Irwan, dan Heri.Babak kedua, persaingan makin alot dalam upaya mencetak gol. MAN Rukoh mulai bangkit dengan menyamakan kedudukan 2-2 lewat gol tendangan bebas Fajaroel Ikhsan. Tapi SMAN 9 tak mau menyerahkan dengan melepaskan sejumlah tendangan ke gawang MAN Rukoh. Perjuangan keras SMAN 9 kembali memimpin lewat gol Baydawi, dan Fachruriza. Posisi MAN Rukoh makin tertekan setelah salah satu pemainnya melakukan gol bunuh diri hingga membuat SMAN 9 unggul 2-5.Ternyata kondisi ini tak membuat MAN Rukoh patah semangat. Mereka bangkit dengan mencetak gol melalui Fadhil Amrullah. Bahkan Fadhil Amrullah kembali membuat SMAN 9 tertekan usai mencetak gol hingga skor menjadi 4-5. Hanya saja, MAN Rukoh gagal menyamakan kedudukan hingga laga usai. Sementara itu, SMAN 3 meraih juara III usai menaklukkan SMAN 12 dengan skor 8-1 dalam laga yang dipimpin Wasit Aulia Rahmat dan Johan. Untuk juara I mendapatkan uang pembinaan Rp 5 juta yang diserahkan Pemimpin Perusahaan Harian Serambi Indonesia, Mohd Din. Juara II Rp 3 juta diserahkan Ketua Panitia Turnamen Futsal Serambi, Ibrahim Ajie, dan juara III Rp 2 juta diserahkan Manajer Percetakan Umum Firdaus D. Kemudian juara IV mendapatkan Rp 2 diserahkan Manajer Promosi M Jafar, dan top skor memperoleh Rp 500 ribu diserahkan Seksi Pertandingan Futsal Serambi Nurizal Fakhmi.(adi)

1 2 3 4 5 15
Page 3 of 15