close

Redaksi

Berita Terkini

Kesenjangan Guru Terpenci

SUNGGUH sangat ironis, ketika pemerintah pusat memberikan perhatian khusus dan dana yang berlimpah untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat Aceh, terutama di bidang pendidikan, pemerintah Aceh pada 2013 ini malah menghapus tunjangan khusus untuk guru-guru yang bertugas di daerah terpencil di Aceh.Tunjangan khusus Gurdacil itu sebenarnya program pemerintah pusat yang bersumber dari APBN dan dialokasikan untuk guru-guru terpencil di seluruh Indonesia khusus yang memenuhi syarat dengan besaran 1 bulan gaji pokok x 12 bulan yang dibagi dalam beberapa tahap pembayaran setiap tahunnya. Bagi guru-guru yang tidak memenuhi syarat, maka mereka tidak mendapatkan tunjangan tersebut.Nah, pada masa pemerintah Irwandi-Nazar waktu itu mengambil kebijakan supaya tidak terjadi kesenjangan yang begitu besar sesama guru-guru terpencil di seluruh Aceh, diberikanlah tunjangan yang bersumber dari APBA dengan nominal Rp 5,7 juta per orang per tahun. Untuk tahun 2013 ini, guru-guru yang tidak mendapatkan tunjangan khusus dari APBN hanya bisa gigit jari.Begitulah regulasi pemerintah Indonesia, sedikit pun tidak menampung rasa keadilan, sedangkan pemerintah Aceh hari ini lebih mementingkan kelompoknya dari pada rakyat, buktinya anggota DPRA dari fraksi PA berani dan tidak malu-malu mengusulkan dana yang begitu besar, Rp 50 miliar, untuk pengukuhan Wali Nanggroe. Sementara program tunjangan guru terpencil untuk beberapa guru saja di Aceh telah dihapus dengan alasan yang tidak jelas.

Berita Terkini

SDN 67 Wakili Aceh ke GP Junior Band

Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Banda Aceh, Syaridin MPd, Rabu (6/1) melepas keberangkatan 58 siswa SDN 67 Percontohan ke Grand Prix Junior Band (GPJB) yang berlangsung di Cibubur, Jakarta, 10 November 2013.SERAMBI/M NASIR YUSUF
Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Banda Aceh, Syaridin MPd, Rabu (6/1) melepas keberangkatan 58 siswa SDN 67 Percontohan ke Grand Prix Junior Band (GPJB) yang berlangsung di Cibubur, Jakarta, 10 November 2013.SERAMBI/M NASIR YUSUF

*Bersaing dengan 10 SD Se-Indonesia di Cibubur

BANDA ACEH – Sebanyak 58 murid SDN 67 Percontohan Banda Aceh sebagai juara drum band junior tingkat Provinsi Aceh tahun 2013, Kamis (7/11) pagi ini, dijadwlkan bertolak ke Cibubur, Jakarta Timur, untuk mengikuti Grand Prix Junior Band (GPJB) ke 12 memperebutkan Piala Presiden.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Banda Aceh, Syaridin MPd, ketika melepas 58 murid asuhan Deni Hayati SPd, Rabu (6/11) di Banda Aceh, meminta duta Aceh ke GPJB ke-12 agar berlomba secara serius dan sekaligus menyumbangkan medali untuk Aceh.

Menurut Syaridin, Pemko Banda Aceh tidak berharap terlalu banyak kepada peserta Grand Prix Junior Band ke-12. “Kami hanya berharap mereka paling sedikit membawa satu gelar juara,” kata Syaridin yang kemudian diaminkan para siswa.

Syaridin didampingi Kabid Dikmen Drs Amiruddin, Kabid Dikdas Sabri TS, dan Kabid PLS Drs Teuku Angkasa mengatakan, pihaknya sangat optimis tim drumband SDN 67 Percontohan mampu meraih satu gelar juara. Ia menambahkan, dari 58 murid yang berangkat, 45 di antaranya turut ditemani orang tuanya ke Cibubur.

Kepala SDN 67 Percontohan, Deni Hayati SPd mengatakan pihaknya datang lebih awal karena ada peralatan drum band yang tidak dibawa. Sehingga murid harus menyesuaikan diri dalam menggunakan perangkat milik orang lain.

Grand Prix Junior Band ke 12 tahun 2013 yang memperebutkan Piala Presiden (untuk juara I), Piala Menpora (juara II) dan Piala Mendikbud (juara III), diikuti oleh 11 tim dari 11 SD Se-Indonesia. Dari Sumatera, hanya Aceh satu-satunya yang hadir pada even tahun ini.

Even tersebut digelar 10 November 2013, dan hanya memperlombakan cabang display. Untuk juara satu, peserta harus memperoleh nilai terbanyak dari 10 item yang dinilai, di antaranya penampilan dan keserasian kustum.(http://aceh.tribunnews.com)

Berita Terkini

Ical: Pendidikan di Aceh Sudah Maju

Bupati Nagan Raya Drs HT Zulkarnaini (kiri) bersama Wakil Ketua DPRA H Sulaiman Abda , menyambut kedatangan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie di Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Selasa (5/11). SERAMBI/DEDI ISKANDAR
Bupati Nagan Raya Drs HT Zulkarnaini (kiri) bersama Wakil Ketua DPRA H Sulaiman Abda , menyambut kedatangan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie di Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Selasa (5/11). SERAMBI/DEDI ISKANDAR

SUKA MAKMUE – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical) memuji perkembangan dunia pendidikan di Aceh yang menurutnya sudah sangat maju dan berkembang. Ical berharap kualitas pendidikan ini harus terus dikembangkan agar melahirkan tokoh-tokoh yang akan berperan untuk memajukan Aceh di masa mendatang.

Pendapat itu disampaikan Aburizal Bakrie, menjawab wartawan, usai melakukan ceramah motivasi bagi ratusan siswa berlangsung di Kompleks SMK Negeri 1 Suka Makmue, Nagan Raya, Selasa (5/11) sore. Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah anggota DPR RI, DPRA, Bupati serta unsur DPRK Nagan Raya dan Aceh Barat, serta sejumlah tokoh Aceh dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh yang sengaja datang ke Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya.

Aburizal mengatakan, jika melihat situasi dan kondisi saat ini, semakin tahun kualitas pendidikan di Tanah Rencong sudah menunjukkan hal yang sangat baik dan lebih maju. Bahkan para anak didik pun sudah menguasai teknologi.

Aburizal enggan menanggapi ketika disinggung terkait kondisi dana pendidikan di Aceh yang kini lebih besar. Ia lebih menekankan bahwa pencapaian pendidikan di Aceh benar-benar mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat baik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Kita tidak bisa bilang kalau sekarang lebih buruk dari lalu, bohong itu. Sekarang anak-anak ini (siswa) sekarang sudah maju, karena bisa main perangkat elektronik,” katanya.

Sebelumnya, Aburizal Bakrie juga memberikan sejumlah hadiah kepada para siswa yang berprestasi di wilayah ini berupa sejumlah perangkat elektronik, jenis laptop. Ia juga menyumbangkan buku yang ia tulis sendiri untuk SMK Negeri 1 Suka Makmue, dan buku ini juga sudah beredar luas di masyarakat.

Sementara pada Rabu (6/11) hari ini, Aburizal Bakrie dijadwalkan akan melaksanakan sejumlah kegiatan diantaranya peresmian Kantor DPD II Partai Golkar Kabupaten Nagan Raya, serta melakukan silaturahmi bersama ribuan masyarakat. Agenda ini berlangsung di Alun-Alun Suka Makmue.(http://aceh.tribunnews.com)

Berita Terkini

Memotivasi dan Hindari Mengeluh

DALAM pertemuan dengan ratusan siswa di SMK Negeri 1 Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, turut menyampaikan ceramah motivasi. Tokoh yang namanya kerap disingkat ARB ini, memotivasi siswa untuk menerapkan pola hidup bertanggung jawab, jujur, serta tidak mengeluh meski sedang mengalami masalah apa pun.

Aburizal mengatakan, setiap cobaan dari Allah Swt pasti menyimpan hikmah, dan setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Sehingga, jika mengalami masalah atau sedang mengalami cobaan dari Sang Pencipta, tentunya manusia sebagai hamba harus bisa menghadapinya, tanpa keluhan. “Orang yang tidak pernah gagal, maka tidak akan pernah berhasil,” katanya.

Ical mengatakan, jika nanti mengalami masalah, maka tidak harus memendam masalah ini seorang diri atau terpuruk serta tidak harus putus asa. Akan tetapi, persoalan seperti ini harus dihadapi dengan tegar dan bangkit dari masalah untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Di sisi lain, Aburizal Bakrie juga berpesan kepada para siswa untuk menanamkan sifat jujur dan terbuka serta tidak lari masalah. Akan tetapi, hal ini harus dilakukan secara terbuka dan dihadapi tanpa harus lari dari persoalan yang sedang dihadapi.

Dalam pertemuan kemarin, Aburizal juga menceritakan semangat hidupnya mulai dari menjadi seorang pedagang benang hingga sukses seperti sekarang.(http://aceh.tribunnews.com)

Berita Terkini

Mendikbud: Perkuat Bahasa Indonesia di Percaturan Internasional!

1120202-ron--m-nuh-780x390

JAKARTA, KOMPAS.com — Posisi Indonesia di kancah global semakin penting. Di bidang ekonomi, Indonesia menempati 16 besar kekuatan ekonomi dunia dan masuk kelompok G-20. Pada 2030 nanti, diperkirakan Indonesia menempati tujuh besar dunia. Peran besar ini hendaknya dibarengi peran dari sektor lain, seperti sosial, politik, dan budaya, termasuk di dalamnya bahasa Indonesia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh meminta agar memperkuat peran bahasa Indonesia di percaturan internasional. Dia mengatakan, bahasa Indonesia tidak hanya sekadar digunakan sebagai bahasa lokal, tetapi untuk berinteraksi dengan bahasa dunia.

“Bukan berarti Indonesia mau menjajah dunia. Justru ingin memberi makna positif dalam kemajuan umat,” katanya saat membuka Kongres Bahasa Indonesia X di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (28/10/2013).

Kongres yang akan berlangsung mulai 28-31 Oktober ini mengambil tema “Penguatan Bahasa Indonesia di Dunia Internasional“. Peserta kongres ini sebanyak 1.168 orang yang terdiri atas pakar, praktisi, pemerhati, dosen, guru, mahasiswa, serta pencinta bahasa dan sastra, baik dari dalam maupun luar negeri. Hadir perwakilan dari luar negeri yakni Ketua Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia, Ketua Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei Darussalam, perwakilan Singapura, Timor Leste, Jepang, Rusia, Jerman, Belgia, Australia, dan Pakistan.

Mendikbud menyampaikan, cara untuk memperkuat bahasa Indonesia adalah dengan memupuk kecintaan terhadap bahasa Indonesia, memperkuat guru bahasa Indonesia, dan memperbanyak ruang-ruang ekspresi, seperti menampilkan puisi, drama, dan teater.

“Tidak kalah penting bekerja sama dengan lembaga-lembaga bahasa dunia, seperti British Council, Centre Culturel Francais (CCF) Perancis, dan Goethe Institut Jerman,” katanya.

Mendikbud menyebutkan, saat ini bahasa Indonesia memiliki jumlah penutur terbesar keempat di dunia karena jumlah penduduk Indonesia sebanyak 240 juta dari 7,2 miliar penduduk dunia. Bahasa Indonesia, lanjut Mendikbud, juga dipelajari di 45 negara.

“Oleh karena itu, kita ingin mendorong terus agar bahasa Indonesia bisa dipelajari dan dikenalkan di berbagai negara,” katanya.

Mendikbud menambahkan, saat ini telah dilakukan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di dunia untuk mendirikan pusat-pusat pembelajaran bahasa Indonesia. Dia mencontohkan, kerja sama dijalin dengan China, Australia, dan Jerman.

Kepada generasi muda, lanjut Mendikbud, agar menyiapkan bangsa Indonesia menjadi lebih baik ke depan karena negara ini adalah milik mereka. Bangsa yang baik, kata Mendikbud, kalau generasi mudanya jauh lebih bagus dari yang tua.

“Tugas kita memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak muda untuk mendorong naik ke atas. Dunia pendidikan punya peran penting,” katanya.

Uncategorized

Hebat… Film Animasi Karya Siswa SMK Diputar di 34 Bioskop!

1353560Adi780x390

JAKARTA, KOMPAS.com — Mulai Kamis (24/10/2013) lalu para pengunjung bioskop akan mendapatkan tontonan berbeda dari biasanya. Mereka akan disuguhi sebuah mahakarya film animasi tiga dimensi atau 3D, yang berkisah tentang petualangan seorang anak. Lalu apa istimewanya?

Film ini bukan film Hollywood garapan orang Barat, yang selama ini sering menghiasi layar lebar Tanah Air, tetapi 100 persen karya anak bangsa. Lebih istimewa lagi, film ini dibesut oleh para pelajar SMK.

Film berjudul Petualangan Si Adi ini berdurasi 90 menit. Diproduksi oleh Batavia Pictures bekerja sama dengan Castle Production, film bergenre komedi aksi ini menceritakan tentang petualangan seorang anak SMK mencari pusaka-pusaka di Nusantara. Ditemani oleh robotnya yang canggih, B10, mereka menumpas kejahatan yang ditebarkan oleh Raja Kegelapan Kokar.

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kemdikbud Anang Tjahjono mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mendukung penuh penayangan film ini, mulai dari proses pengembangan sampai eksekusi akhir. Lebih dari itu, kata Anang, dukungan diberikan mulai dari pemberian bantuan komputer ke sekolah sampai bimbingan yang diberikan oleh guru.

“Prosesnya beberapa tahun, mulai dari film serial sampai menjadi film layar lebar,” kata Anang di Kemdikbud, Jakarta, Senin (28/10/2013).

Anang mengatakan, pihaknya mendorong para pelajar SMK untuk terus berkarya menghasilkan produk-produk bermutu. Dengan terus mengasah kemampuannya, dia melanjutkan, para siswa akan semakin pandai dan dapat bekerja sama dengan industri.

“Kalau bisa produknya tidak hanya untuk konsumsi praktikum, tapi bisa dinikmati (masyarakat),” ujarnya.

Adapun sekolah yang terlibat dalam pembuatan film ini adalah SMKN 3 Kasihan Yogyakarta, SMKN 5 Yogyakarta, SMKN 2 Wonosobo, SMKN 2 Jepara, SMKN 9 Surakarta, SMKN Tunas Harapan Pati, SMKN 11 Surabaya, SMKN 4 Malang, SMKN Bina Informatika Tangerang, dan SMK Pelita YNH Sukabumi.

Anang menambahkan, setelah membuat film ini, para pelajar SMK tentunya memiliki pengalaman lebih banyak. Hal ini, kata dia, bisa dijadikan sebagai modal untuk bekerja di industri animasi atau bahkan berwirausaha sendiri.

“Jadi, siswanya membuat industri perusahaan animasi dengan bimbingan guru-gurunya. Targetnya, anak-anak menjadi berwirausaha,” ujarnya.

Nah, tunggu apalagi, segera sambangi bioskop XXI dan 21 di kota Anda dan dukung terus kreasi-kreasi anak bangsa! Kota-kota yang sudah mulai menayangkan adalah Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Batam, Pekanbaru, dan Banjarmasin. Akan tayang juga di Kota Bogor, Semarang, Solo, Malang, Binjai, Palembang, Samarinda, dan Makassar. 

Berita Terkini

Aburizal Bakrie Beri Ceramah Motivasi Bagi Ratusan Siswa Nagan

aburizal-bakri

SUKA MAKMUE – Calon Presiden Republik Indonesia dari partai Golkar , H Aburizal Bakrie, Selasa (5/11/2013) sore memberikan ceramah motivasi dihadapan ratusan siswa berlangsung di Kompleks SMK Negeri 1 Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya.

Selain memberikan ceramah motivasi, Aburizal Bakrie juga memberikan hadiah kepada sejumlah siswa berupa Laptop sebagai bentuk motivasi supaya terus mengukir prestasi.

Turut hadir dalam kegiatan ini diantaranya Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso, anggota DPR RI Sayed Fuad Zakaria, Wakil Ketua DPRA H Sulaiman Abda, Bupati Nagan Raya Drs HT Zulkarnaini, Bupati Aceh Barat HT Alaidinsyah, serta sejumlah pejabat lainnya.

Sementara itu, Ratusan siswi di SMK Negeri 1 Nagan Raya, Selasa (5/11/2013) sore berebut foto dengan Aburizal Bakrie, di kompleks sekolah mereka usai Aburizal Bakrie memberikan ceramah motivasi.

Rebutan foto ini dilakukan para siswi karena mereka bangga lembaga pendidikan di wilayah ini dikunjungi oleh tokoh nasional. Turut berfoto bersama para siswi ini diantaranya Wakil Ketua DPRA H Sulaiman Abda serta Bupati Nagan Raya Drs HT Zulkarnaini. (http://aceh.tribunnews.com)

Berita Terkini

Siswa SLB Pakai Seragam Goni dan Koran

Murid Sekolah Luar Biasa (SLB) Aceh Tamiang memakai baju dari goni pada acara peringatan sumpah pemuda ke 85 di sekolah mereka, Senin (28/10). SERAMBI/M Nasir
Murid Sekolah Luar Biasa (SLB) Aceh Tamiang memakai baju dari goni pada acara peringatan sumpah pemuda ke 85 di sekolah mereka, Senin (28/10). SERAMBI/M Nasir

* Peringati Hari Sumpah Pemuda

KUALASIMPANG – Memperingati hari sumpah pemuda ke 85 di Aceh Tamiang, Senin (28/10) para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) memakai seragam pakaian dari goni dan kertas koran.

Kegiatan yang pertama sekali dilakukan itu menjadi perhatian orang banyak. Selain terkesan lucu, tapi juga juga banyak warga yang terharu, karena mereka-mereka itu adalah siswa cacat fisik yang menaikkan bendera menggunakan kursi roda yakni, Rudi dan Sutrisno. Sedangkan Nurian mengguanakan tongkat. Sedangkan yang membaca teks sumpah pemuda siswa tuna netra, Novianti.

Kepala Sekolah Luar Biasa, Aceh Tamiang, Muttaqin kepada Serambi Senin (28/10) mengatakan, biasanya mereka mengikuti upacara memperingati sumpah pemuda di lapangan Pemkab Tamiang, namun pada tahun ini melaksanakan sendiri dengan suasana kontek zaman dulu, seperti menggunakan pakaian goni, kertas koran dengan ditulis slogan pada zaman dulu seperti ditulis anti korupsi, cinta Indonesia, satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air Indonesia. “Ini menandakan sebagai generasi masa depan mereka cinta Indonesia tapi anti terhadap korupsi,” ujarnya.

Filosopinya, sumpah pemuda telah menyatukan perbedaan dari berbagai anak bangsa ini untuk menjadi satu yang merupakan indentitas bangsa,” ujar Muttaqim dan menambahkan, sebagai generasi penerus harus di isi dengan berbagai prestasi.

Penggerek bendera, Nurian salah satu siswa SLB yang berprestasi, anatara lain, juara satu tingkat nasional balap kursi roda OSN  2013 di Kalimantan Timur, Juara II lomba lari kursi roda lomba 100 meter pada Perpanas 2013 di Jakarta dan Juara II tingkat nasional cabang olah raga tolak peluru. Namun berbagai pretasi tingkat daerah sampai nasional kurang mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

Sementara itu, Pemkab Tamiang menggelar peringatan hari sumpah pemuda di lapangan depan kantor bupati yang dihadiri siswa, pegawai, OKP, KNPI dengan inspektur upacara, Bupati Aceh Tamiang, Hamdan Sati.(http://aceh.tribunnews.com)

Berita Terkini

4.000 Peserta Ramaikan Fun Bike HUT Bireuen

peserta-mengikuti-sepeda

* Rahmad Hidayat Boyong Sepmor

BIREUEN – Fun bike (sepeda santai) yang digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-14 Kabupaten Bireuen bekerja sama dengan Harian Serambi Indonesia, Minggu (27/10) kemarin berlangsung tertib, aman, dan lancar, meski pesertanya mencapai 4.000 orang.

Bukan saja dari Bireuen dan Aceh Utara, pesertanya juga datang dari berbagai kabupaten/kota di Aceh, sebagaimana data kepesertaan yang direkam panitia. Tak cuma orang dewasa, tapi anak-anak dan orang lanjut usia pun ikut meramaikan fun bike yang start-nya di depan Markas Kepolisian (Mapolsek) Kota Juang itu.

Pimpinan Perusahaan Harian Serambi Indonesia, Mohd Din menyatakan, fun bike di Bireuen ini mampu memecahkan rekor dengan jumlah peserta terbanyak dibanding saat acara serupa digelar di beberapa kabupaten/kota lainnya di luar Banda Aceh. “Fun bike hari ini sangat luar biasa. Pesertanya sangat ramai, tapi berlangsung tertib, aman, dan damai,” katanya.

Bupati Bireuen Ruslan Daud dalam sambutannya di sela-sela pembagian doorprize kemarin mengatakan sangat bangga dan puas atas kesuksesan panitia menggelar fun bike tersebut. “Ini merupakan hari yang bersejarah bagi Bireuen,” katanya.

Menurut Ruslan, tahun depan pihaknya bersama Harian Serambi Indonesia akan menggelar kegiatan yang sama dengan menyediakan hadiah utama satu unit mobil Avanza, ditambah sepeda motor, dan ratusan hadiah menarik lainnya.

“Tahun depan insya Allah fun bike akan digelar kembali di Bireuen dengan hadiah yang lebih besar lagi, yaitu mobil Avanza,” kata Ruslan disambut gegap gempita ribuan peserta fun bike yang memadati halaman Pendapa Bupati Bireuen.

 Rahmad raih sepmor
Setelah fun bike berlangsung meriah, dilanjutkan dengan penarikan undian doorprize. Rahmad Hidayat, pelajar kelas satu SMPN 1 Peusangan, Bireuen, beruntung mendapatkan sepeda motor Honda Beat PGM-F1. Sepmor tersebut merupakan hadiah utama fun bike yang digelar Pemkab Bireuen bersama Harian Serambi Indonesia dalam rangka memeriahkan HUT Ke-14 Bireuen, kemarin.

Hadiah utama untuk bocah asal Desa Keude Tanjong Kutablang, Bireuen, itu diserahkan Bupati Ruslan Daud yang didampingi Pimpinan Perusahaan Harian Serambi Indonesia, Mohd Din.

Selain hadiah utama, panitia juga menyediakan ratusan hadiah menarik lainnya kepada peserta yang beruntung meraih doorprize. Hadiah-hadiah itu, di antaranya, kulkas empat unit, dispenser 25 unit, kipas angin 20 unit, sepeda empat unit, handphone enam unit, televisi tujuh unit, kompor gas, ditambah uang tunai kepada enam pemenang masing-masing Rp 500.000, serta hadiah lainnya.

Rahmad Hidayat yang meraih hadiah utama sepeda motor saat ditemui Serambi mengaku sangat gembira dan senang. Saking terharunya, ia gemetaran saat naik ke atas panggung untuk menerima hadiah tersebut. “Saya sangat senang. Hadiah ini akan saya persembahkan kepada kedua orang tua saya,” kata Rahmad yang mengaku tak bisa tidur malam sebelum acara fun bike dimulai kemarin. Kini, gangguan tidurnya terbayarkan sudah. Sebuah sepmor Honda Beat menjadi miliknya, tanpa perlu bayar. (http://aceh.tribunnews.com)

Berita Terkini

LPSDM Jalin Kerja Sama dengan Empat Politeknik

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Lembaga Peningkatan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh menjalin kerja sama dengan empat politeknik di Aceh, Jumat (25/10/2013) kemarin. Kerja sama itu direalisasikan awal tahun depan dengan merekrut 210 lulusan SLTA di seluruh Aceh, untuk kuliah di politeknik dimaksud dengan mendapatkan beasiswa penuh dari Pemerintah Aceh melalui LPSDM.

Mengawali kerja sama tersebut, Koordinator LPSDM Aceh, Dr Bukhari Daud MEd mengundang para direktur dari keempat politeknik yang ada di Aceh itu ke kantornya, Jumat kemarin. Mereka adalah Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe Ir Ridwan, Direktur Politeknik Aceh Selatan Dr Ir Yuhanis Yunus MEng, Direktur Politeknik Aceh Ir Zainal Hanafi, dan Direktur Politeknik Venezuela di Aceh Besar Prof Dr Ir Amhar Abubakar MSc.

Dalam pertemuan perdana itu, Bukhari menginformasikan bahwa Pemerintah Aceh sudah mengusulkan dalam RABPA tahun 2014 dana untuk beasiswa dan bantuan pendidikan sebanyak Rp 185,7 miliar bagi putra-putri Aceh yang memenuhi syarat. Dana tersebut di antaranya diplot untuk beasiswa 210 orang lulusan SLTA se-Aceh yang tertarik melanjutkan pendidikan di salah satu dari empat politeknik dimaksud.

Jumlah calon mahasiswa sebanyak 210 itu berasal dari 23 kabupaten/kota se-Aceh yang pengiriman orangnya dimintakan LPSDM melalui bupati/wali kota setempat. Per daerah mendapat jatah antara 8- 10 orang untuk tahun 2014.

Dalam pertemuan kemarin disepakati juga bahwa masing-masing politeknik hanya menawarkan dua program studi (prodi) kepada calon mahasiswa yang akan diberikan mahasiswa sejak masuk hingga tamat itu. Politeknik Aceh Selatan, misalnya, menawarkan teknik komputer dan teknik mesin. Politeknik Negeri Lhokseumawe menawarkan prodi teknik kimia industri dan perbankan syariah, Politeknik Aceh menawarkan mekatronika dan teknologi industri elektronika, sedangkan Politeknik Venezuela menawarkan teknologi hasil pertanian dan teknologi hasil peternakan.

Paket beasiswa itu, kata Bukhari Daud kepada Serambi, diprioritaskan kepada anak-anak miskin yang jika tidak mendapat fasilitas beasiswa maka akan sulit melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Kepada setiap anak, LPSDM akan menyediakan ongkos pulang pergi dari kampungnya ke politeknik yang dia tuju. Ditambah uang kuliah sampai tamat, biaya hidup selama kuliah, tunjangan pembelian buku, dan tunjangan laporan tugas akhir (TPA) atau skripsi.(*)

1 7 8 9 10 11 15
Page 9 of 15