close

fitriadi

Berita Terkini

SMKN 1 Al Mubarkeya Gelar Webinar Pendidikan Vokasi Berbasis Industri

Jaringanpelajaraceh.com – Aceh Besar – SMKN 1 Al Mubarkeya menggelar Web Seminar (webinar) Pendidikan Vokasi, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Aceh, Jumat (18/3/2022). Webinar ini mengangkat topik “Budaya Kerja”.

Bertindak sebagai narasumber, Dr.H Aliamin, SE, M.Si, AK, CA yang merupakan Dekan Fakultas Vokasi Universitas Muhammadiyah Aceh serta Anas, SAg, MA dan Lidaryati, SPd yang merupakan guru SMKN 1 Al Mubarkeya.

Webinar ini dilatarbelakangi bagaimana pengelola pendidikan menengah kejuruan berperan dalam menyiapkan lulusannya lebih kompetitif, agar dapat bersaing dan berkompetisi dalam memasuki dunia kerja.

Kepala SMKN 1 Al Mubarkeya Sukmanil Fuadi, SAg, MPd dalam sambutannya menjelaskan, lulusan pendidikan menengah kejuruan sedini mungkin perlu menyiapkan diri untuk menyongsong masa depan.

“Menyiapkan masa depan haruslah direncanakan dari sekarang, dan salah satu bekal yang perlu disiapkan adalah pendidikan, sebab pendidikan adalah paspor untuk menuju masa depan,” ujarnya.

Lebih lanjut Sukmanil menjelaskan pelaksanaan kegiatan web seminar ini tentunya diharapkan dapat memberi pandangan baru mengenai dunia kerja dan dunia pendidikan vokasi.

Sementara itu Aliamin menyampaikan, bekal utama yang perlu disiapkan lulusan pendidikan menengah kejuruan saat ini bukan hanya sekadar keterampilan kasar (Hardskill) tapi perlu juga dibarengi oleh keterampilan halus (Softskill) seperti mental dan sikap, terutama budaya kerja yang berbasis industri.

Webinar diikuti kurang lebih 150 peserta, terdiri dari Kepala dan guru SMK serta pengelola pendidikan lainnya. Kegiatan ini dipandu oleh Andika Akbar, ST, sebagai moderator.

read more
Berita Terkini

Melalui Video Conference Bersama Kapolri, Kadisdikbud Banda Aceh Dampingi Wakapolda Tinjau Vaksinasi

 

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Banda Aceh diwakili Kabid Pembinaan Sekolah Dasar, Jailani Yusti, mendampingi Wakapolda Aceh Brigjen Agus Kurniady Sutisna meninjau pelaksanaan vaksinasi yang terhubung dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui video conference.

Vaksinasi ini serentak dilaksanakan se-Indonesia. Untuk Kota Banda Aceh pelaksanaannya mengambil tempat di Meuseum Aceh, Sabtu (12/02/2022).

Usai melakukan vidcon dengan Kapolri, Kabid SD Disdikbud Kota Banda Aceh, Jailani Yusti mengatakan, peninjauan ini untuk melihat secara langsung sejauh mana animo masyarakat dalam melakukan vaksin.

“Vaksinasi yang dilaksanakan di Museum Aceh adalah bagian dari program vaksinasi serentak seluruh Indonesia yang selalu ready dengan vaksin dosis I, dosis II, dosis III atau booster baik untuk anak maupun lansia, kata Jailani.

Dikatakannya, ia berharap adanya kesadaran masyarakat yang belum vaksin untuk segera melakukannya terutama bagi para guru, tenaga kependidikan dan siswa- siswi di Banda Aceh agar imun tubuh lebih kuat menghadapi virus Covid-19, terlebih varian baru Omicron.

“Vaksinasi ini sangat penting, termasuk untuk mempercepat pemulihan oendidikan yang kita selenggarakan ditengah wabah ini,” ucap Jailani.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Karo Ops Polda Aceh Kombes Agus Sarjito, Karo Rena Kombes Bambang Syafrianto, Kapolresta Banda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto, dan perwakilan Kodam Iskandar Muda.

Editor : Baihaki

read more
Berita Terkini

Daya Serap Alumni SMK 2 Banda Aceh di Bidang Kerja Profesi Makin Menggembirakan

 

BANDA ACEH – Daya serap alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2 Negeri Banda Aceh di bidang kerja profesi terhitung makin menggembirakan. Pada tahun 2021 saja, sebanyak 167 lulusan SMK 2 Banda Aceh diterima di tempat kerja.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala SMK 2 Banda Aceh Baihaqi, saat mengikuti zikir dan doa bersama Sekda Aceh Taqwallah, di Lab Teknik Mesin SMK 2, Rabu, (9/3/2022). Pada kesempatan tersebut Sekda Aceh, didampingi langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri.

Ramadhan, salah seorang lulusan SMKN 2 tahun 2012 mengatakan, usai menamatkan sekolah ia langsung mendapatkan pekerjaan di CV. Krueng Raya Engineering dan PT. Opanindo, sebagai Teknisi. Setelah dua tahun bekerja pada perusahaan tersebut, ia pun ikut program magang Disnaker ke Jepang selama 5 tahun. Di Jepang ia memperoleh gaji Rp 25 juta per bulan.

“Sepulang dari magang, Saya membuka usaha sendiri berupa jasa Instalasi Listrik sambil mengajar Bahasa Jepang di BLK Banda Aceh, hingga saat ini dengan pendapatan Rp 6 juta per bulan. Terimakasih kepada para guru yang telah membimbing hingga saya bisa seperti inil, ” ujar Ramadhan.

Sementara Dikhan Ranggayo, salah seorang siswa kelas tiga SMKN 2 Banda Aceh, sejauh ini ia sudah meraih ragam prestasi, selama masih di bangku sekolah.

“Saya pernah meraih Medallion of Excellence Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Nasional pada bidang CNC Turning Tahun 2021 yang dilaksanakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud mewakili Aceh, ” ujar Ranggayo.

Ranggayo bercita-cita ingin kembali ke kampung halamannya di Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah untuk membuka bengkel bubut dan CNC yang paling canggih, serta bisa membuka lapangan kerja.

Kepala SMK 2 Banda Aceh, Baihaqi mengatakan, pada tahun 2021 lalu sebanyak 167 lulusan diterima di tempat kerja melalui bursa kerja khusus (BKK) SMK. Bahkan dua orang diantaranya diterima kerja sebelum mereka lulus. “Selain itu, sebanyak 12 orang lulusan kami siap berangkat ke Jepang dan satu orang dipanggil kerja di Jerman,” kata Baihaqi.

Baihaqi mengatakan, pada tahun 2022 ini pihaknya menargetkan sebanyak 170 orang lulusan dapat diterima kerja.

Ada 12 jurusan di sekolah tersebut, yaitu, konstruksi gedung sanitasi dan perawatan, Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan, Teknik Elektronika Industri, Teknik Audio Video, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Jaringan Tenaga Listrik, Teknik Pendingin dan Tata Udara, Teknik Permesinan, Teknik Pengelasan, Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, Teknik Bisnis Sepeda Motor dan Teknik Komputer dan Jaringan.

Sekda Aceh Taqwallah mengapresiasi kerja keras dewan guru dalam mendidik murid SMK 2 Banda Aceh. Ia mengatakan, semua pihak harus memiliki persepsi yang sama jika lulusan SMK harus bisa mendapatkan lapangan pekerjaan, sebagai bukti suksesnya belajar.

Dalam kesempatan tersebut, Taqwallah juga menyapa secara acak dewan guru SMK dari berbagai kabupaten/kota yang ikut zikir dan doa secara virtual.

Seperti biasa, acara rutin tersebut juga diikuti secara virtual oleh ASN Pemerintah di seluruh SKPA beserta UPTD di kabupaten/kota, seluruh guru SMA di Aceh, dan seluruh pegawai BUMD seperti Bank Aceh dan PT PEMA. Sekitar 800 partisipan virtual yang ikut hari ini. Tiap partisipan diisi 5 sampai 10 peserta, bahkan lebih.

read more
Berita Terkini

SMAN 1 Meukek Motivasi Siswa Agar Sukses Melanjutkan ke Perguruan Tinggi

SMAN 1 Meukek Motivasi Siswa Agar Sukses Melanjutkan ke Perguruan Tinggi

Tapaktuan – Sehubungan dengan akan berakhirnya tahun ajaran 2021/2022, untuk menumbuhkan minat siswa agar melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. SMA Negeri 1 Meukek melaksanakan seminar motivasi khusus kepada siswa kelas XII.

Kegiatan yang menghadirkan motivator pendidikan, Rizki Dasilva, SPdI, MA dari Kabupaten Bireuen, dilaksanakan pada Selasa (08/03/2022) dengan tema “Tekad Bulat dengan Gigih Belajar Kerja Keras Diiringi Doa yang Iklas untuk Meraih Masa Depan Gemilang Menuju Aceh Hebat”, dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Selatan Annadwi, S.Pd, MM.

Kepala SMAN 1 Meukek Drs. Irwadi mengatakan, bahwa kegiatan ini diperuntukan bagi siswa kelas XII dengan tujuan agar mereka lebih semangat lagi dan semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi yang ada di Aceh maupun di Luar Aceh.

Lanjut Irwadi kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk kepedulian sekolah untuk mendorong siswanya agar mampu tembus keperguruan tinggi melalui berbagai jalur yang dibuka dan ini sesuai target yang telah disepakati.

“Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama seluruh Dewan Guru dan Tendik SMA Negeri 1 Meukek dan saya mengucapkan terima kasih banyak”, pungkas Irwadi.

Hadir dalam acara tersebut pejabat dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Selatan beserta tim dan ketua MKKS Aceh Selatan.

read more
Berita Terkini

Ketua PGRI Aceh Selatan Dukung SMA Kelas Jauh di Alue Keujrun

Tapaktuan – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Selatan sangat mendukung kebijakan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh membuka SMA kelas jauh di Alue Keujrun Kecamatan Kluet Tengah Kabupaten Aceh Selatan.

Hal itu disampaikan Ketua PGRI Kabupaten Aceh Selatan, Yusri SPd, Selasa (08/03) menanggapi kunjungan Kepala Disdik Aceh bersama rombongan beberapa hari yang lalu ke Alue Keujrun untuk membuka sekaligus melonching dibukanya SMA Kelas jauh.

“Kami berikan apresiasi kepada Kadisdik Aceh atas kebijakannya membantu pendidikan di daerah terpencil dengan membuka SMA kelas jauh sehingga siswa lulusan SMP di Alue Keujrun bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA,” kata Yusri.

Dikatakannya, Kadisdik Aceh Alhudri, pernah menyampaikan keinginannya untuk membuka SMA kelas jauh pada malam puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI ke-76 di Aula Disdik Aceh beberapa waktu yang lalu.

“Kita akan membuka SMA kelas jauh di Alue Keujrun untuk membantu anak-anak disana agar mereka tetap sekolah dan suatu saat nanti dapat berkunjung ke Alue Keujrun yang disampaikan Alhudri langsung ke saya,” ucap Kabid SD Disdikbud Aceh Selatan ini.

Ternyata ujar Yusri, apa yang pernah dijanjikan Kadisdik Aceh, benar-benar diwujudkannya hadir langsung ke Kemukiman Alue Keujrun tentu dengan perjalanan melelahkan melewati arus Sungai Kluet yang deras menggunakan robin.

Yusri menjelaskan, di Kemukiman Alue Keujrun memiliki dua desa yaitu Alue Keujrun dan Sarah Baru dengan jumlah penduduk 400 jiwa terdiri dari 90 kepala keluarga dengan mata pencarian masyarakatnya bertani dan berkebun.

“Kemukiman Alue Keujrun memiliki dua sekolah jenjang pendidikan dasar, yaitu SD Negeri Alue Keujrun dan SMP Negeri Satu Atap kemudian sekolah disana masuk dalam katagori daerah 3T (terdepan, terpencil dan dan tertinggal) serta guru-guru disana memperoleh tunjangan daerah khusus dari pemerintah,” imbuhnya.

Yusri menambahkan, hadirnya SMA kelas jauh ini tentu sangat membantu anak-anak putus sekolah yang tidak melanjutkan ke jenjang SMA dengan harapan dukungan dari masyarakat setempat agar akses pendidikan di daerah terpencil tidak tertinggal dengan daerah lainnya.

Selaku pimpinan organisasi profesi guru di Kabupaten Aceh Selatan, Yusri meminta kepada Disdik Aceh untuk menempatkan guru-guru yang lulus ujian PPPK bahkan yang sudah memiliki sertifikat pendidik untuk ditugaskan ke SMA Kelas Jauh Alue Keujrun agar kegiatan pembelajaran berjalan efektif.

“Sekalipun jenjang SMA berada dibawah pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan Aceh apalagi di wilayah sudah memiliki Cabang Dinas Pendidikan namun koordinasi dengan pemerintah kabupaten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan tetap harus dilakukan kerjasama,” pungkas Yusri.

Kontributor : Yusnadiwan
Editor : Baihaki

read more
Berita Terkini

Buka Akses Kelas Jarak Jauh, Kadisdik Aceh Masuk ke Pedalaman Aceh Selatan

Tapaktuan – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan menunjukkan komitmennya dalam memajukan dan melakukan pemerataan pendidikan hingga ke daerah pelosok di Aceh. Salah satunya dengan membuka pelaksanaan jalur pembelajaran kelas jauh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM melakukan kunjungan ke Kemukiman Alue Keujrun Kecamatan Kluet Tengah Kabupaten Aceh Selatan untuk membuka Jalur Pembelajaran Kelas Jauh. Kunjungan tersebut berlangsung di SMP Negeri Satu Atap Alue Keujrun, Sabtu (05/03/2022).

Turut hadir para pejabat struktural Dinas Pendidikan Aceh, yaitu Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kepala Bidang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK), Kepala Bidang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras).

Selain pejabat struktural Disdik Aceh turut hadir Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Wilayah Aceh Selatan, Banda Aceh-Aceh Besar, Aceh Barat, Aceh Barat Daya dan Kacabdindik Wilayah Subulussalam-Singkil.

Kadisdik Aceh mengatakan, Pemerintah Aceh bertekat untuk memberikan pelayanan pendidikan seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada di Aceh.

“Jangan lagi ada anak-anak kita yang tidak melanjutkan sekolahnya, hanya karena faktor ekonomi. Pemerintah telah mengupayakan berbagai cara agar angka putus sekolah di Aceh dapat teratasi. Minimal mampu menamatkan pendidikan hingga jenjang menengah,” ujar Alhudri.

Alhudri menyampaikan, tokoh-tokoh masyarakat beberapa waktu lalu meminta kepadanya agar membuka jalur pembelajaran kelas jauh bagi peserta didik yang berada di Kemukiman Alue Keujrun dan hari ini langsung hadir ke lokasi menemui rakyat yang berada di daerah pedalaman Aceh Selatan.

“Yang terpenting sekarang anak-anak kita mau sekolah dan belajar. Saya melihat anak-anak sudah antusias, perangkat desa juga semangat. Nantinya anak-anak berharap jangan berkecil hati. Walau kelas jauh, ini merupakan pendidikan yang sah dan diakui pemerintah,” ucapnya.

Kemukiman Alue Kejrun merupakan daerah pedalaman di Negeri Tuan Tapa yang memiliki dua desa yaitu Desa Alue Kejrun dan Sarah Baru dengan jumlah 90 kepala keluarga dan 240 jiwa di dua desa tersebut. Kemukiman ini berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat Kecamatan Kluet Tengah dengan mengarungi sungai arusnyapu sangat deras meggunakan alat transportasi spead boad yang jarak tempuhnya 2,5 jam.

“Selain keterbatasan dana pemerintah untuk membangun gedung SMA baru, jumlah peserta didik usia SMA di sini juga masih terbatas. Oleh karena itu, saat ini kita buka jalur pembelajaran kelas jauh dari SMA Negeri 1 Kluet Tengah” ungkapnya.

Alhudri menekankan bahwa pendidikan merupakan modal dasar kehidupan. Pendidikanlah yang berperan penting menuntaskan ketertinggalan, kemiskinan dan menjamin perubahan.

“Ilmu tanpa agama kita akan buta, sedangkan agama tanpa ilmu kita akan lumpuh. Kita harapkan anak-anak dapat belajar dengan serius dan dapat mengajak kawannya yang lain untuk mengikuti jalur pembelajaran kelas jauh yang akan dibuka ini,” pintanya.

Sementara Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Hamdani MPd menjelaskan, pada tahun pertama direncanakan pelaksanaan jalur pembelajaran kelas jauh di Kemukiman Alue Kejrun ini para siswa yang akan mendaftar pastinya dari Alumni SMP Negeri Satu Atap Alue Kejrun dan siswa yang putus sekolah pada tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah dengan izin Allah dan sesuai arahan Bapak Kadisdik Aceh, pada hari ini kita telah hadir ke lokasi untuk merencanakan pembelajaran kelas jauh. Kita harapkan program ini terus berkembang dengan mengharapkan dukungan masyarakat setempat dan jumlah siswanya akan terus bertambah setiap tahunnya,” harapnya.

Hamdani menuturkan untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar terutama tentang ketersediaan guru dan tenaga kependidikan serta tekhnis-tekhnis lainnya akan dibicarakan lebih lanjut dengan Kacabdindik Wilayah Aceh Selatan.

“Kami berharap pembelajaran kelas jauh ini tidak hanya berjalan setahun saja. Namun dapat dipastikan keberlanjutannya sampai anak-anak naik ke kelas selanjutnya, bahkan sampai kelulusannya,” pungkas Hamdani.

Kontributor dan Editor : Baihaki

read more
Berita Terkini

Perkuat Link and Match Industri, Siswa SMKN 1 Mubarkeya Kunjungi Politeknik Aceh

Banda Aceh – Siswa Kelas XII SMKN 1 Al Mubarkeya dari jurusan Ototronik dan Teknik Kendaraan Ringan kembali melakukan kunjungan ke Laboratorium Manufaktur dan Laboratorium Prodi Mekatronika Politeknik Aceh pada Selasa (01/03/2022).

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan butir kerjasama bidang pengembangan SDM antara ke 2 institusi pendidikan vokasi yang berada di Provinsi Aceh. Visitasi laboratorium menjadi agenda utama kegiatan kunjungan kali ini.

Kepala Laboratorium Manufaktur Zulfadli, SST., MT. yang menerima para siswa dari SMKN 1 Al Mubarkeya pada kegiatan tersebut berkesempatan memberikan materi tentang fungsi dan kegunaan mesin-mesin perkakas yang ada di laboratorium.

Sementara itu Direktur Politeknik Aceh, Dr. Hilmi, SE., MSi., Ak, CA turut memotivasi semangat para siswa dari sekolah mitra binaan kampus. Beliau dalam sesi bincang-bincang ringan juga memberi kesempatan yang sebesar-sebesarnya kepada siswa yang mau melanjutkan studi ke Politeknik Aceh.

Kepala Program Keahlian Teknik Otomotif SMKN 1 Al Mubarkeya T. Zulfahmi, SPd. yang ikut dalam rombongan sebagai pendamping pada kunjungan kali ini, mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kesediaan dosen dan direktur Politeknik Aceh yang telah memfasilitasi siswa dari SMKN 1 Mubarkeya dalam kunjungan Industri ini.

“Ini adalah kesempatan yang luar biasa bagi siswa, karena mereka mendapatkan gambaran tentang bagaimana proses perkuliahan yang berbasis kurikulum industri seperti yang diterapkan di Politeknik Aceh”, ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Al Mubarkeya Sukmanil Fuadi, SAg, MPd menyebutkan dengan kerjasama ini, kami meyakini link and match antara dunia industri dan dunia pendidikan akan tercipta baik serta memberikan peluang kerja yang luas atau melanjutkan ke lembaga pendidikan vokasi bagi alumni kita.

“Jadi siswa-siswa lulusan disini sudah siap bekerja dan kita berusaha mencari akses lapangan kerja. Tidak ada lagi cerita alumni SMK tidak bekerja. Kita fokus menyiapkan alumni yang unggul dengan kompetensi yang diakui oleh dunia kerja dan industri,” pungkasnya.

read more
Berita Terkini

Pemenuhan Beban Kerja Guru, Cabdindik Simeulue Lakukan MoU dengan Kepsek

Sinabang – Untuk menindaklanjuti Permendikbud no 15 tahun 2018 dalam hal pemenuhan beban kerja guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah.

Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Simeulue melakukan Memorendum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan seluruh Kepala SMA, SMK, SLB dan pengawas pembina di wilayah kerja Kabupaten Simeulue.

Penandatangan nota kesepahaman itu dilaksanakan di Aula Cabdindik Wilayah Simeulue dihadiri semua pejabat di lingkungan Cabdindik setampat, Selasa (01/03).

Kacabdindik Wilayah Simeulue, Al Amin SPd menjelaskan, pemenuhan beban kerja guru minimal 24 jam perminggu dan maksimal 40 jam perminggu atau setara 37,5 jam tatap muka dan 2,5 jam fase istirahat.

“Guru, kepala sekolah dan pengawas diharuskan berada di sekolah setiap hari jam kerja karena melekat 5 M yaitu merencanakan, melaksanakan/tatap muka, menilai, membimbing dan melaksanakan tugas tambahan,” jelas Al Amin.

Disamping itu kepala sekolah disaksikan oleh pengawas pembina sekolah masing-masing menandatangani komitmen 3 tanda sukses dan 5 aktifitas utama Jardik Aceh.

“Bukti komitmen dalam peningkatan mutu lulusan, kepala sekolah telah menandatangani fakta integritas tingkat kelulusan baik SNMPTN maupun SBMPTN sebagaimana tertuang pada komitmen evaluasi buku kerja di ruang Sekda Aceh pada tanggal 29 Januari 2022 yang lalu,” ucapnya.

Al Amin mengajak kepada seluruh kepala sekolah untuk terus termotivasi, berjuang dan berkreatifitas untuk mengembangkan sekolahnya.

“Bekerjasama dengan warga sekolah dan pengawas pembina terus dibina agar sekolahnya menjadi unggul dan digemari dengan harapan mutu pendidikan dapat kita wujudkan bersama,” pungkas Al Amin.

Editor : Baihaki

read more
Berita Terkini

MKKS SMA Simeulue Kerjasama dengan Teknos Genius Laksanakan Try Out

 

Sinabang – Sejumlah 850 orang siswa terdiri dari 36 satuan pendidikan jenjang SMA dalam Wilayah Cabang Dinas Pendidikan Simeulue mengikuti try out di sekolah masing-masing yang dilaksanakan pada Senin (28/02).

Pelaksanaan kegiatan try out itu atas kerjasama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Simeulue dengan Teknos Genius.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Wilayah Simeulue, Al Amin SPd mengatakan, kegiatan try out sebagai wujud nyata kesungguhan kepala sekolah dalam neningkatkan mutu pendidikan dan sebagai upaya agar semakin banyak lulusan yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

“Sesuai dengan komitmen kepala sekolah dituangkan dalam buku kerja yang telah dipaparkan di depan Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes dan Kadisdik Aceh, Drs Alhudri MM berkomitmen agar lulusan siswa jenjang menengah semakin banyak diterima di PTN,” kata Al Amin.

Dikatakannya, dalam kegiatan try out ini seharusnya diikuti 850 orang siswa namun hanya 592 orang siswa saja yang mengikutinya karena adanya gangguan dari PLN mengakibatkan mati lampu.

“Akibat dari mati lampu siswa dari SMAN 3 Simeulue Barat, SMAN 1 dan SMAN 2 Alafan, SMAN 1 dan SMAN 2 Teupah Selatan serta sebagian Simeulue Tengah tidak bisa mengikuti try out ini karena siswa tidak bisa mengakses soal dan keterbasan batrey Android yang mereka gunakan,” ucapnya.

Al Amin menambahkan, demi mengikuti try out ada sekolah yaitu SMA Negeri 1 Teupah Barat mereka harus pindah ke pinggir laut untuk mencari jaringan, namun para siswa tetap bersemangat.

Dalam kegiatan ini Kacabdindik Wilayah Simeulue bersama Kasie Manajemen Mutu GTK dan siswa meninjau langsung pelaksanaan try out ke beberapa sekolah.

Editor : Baihaki

read more
1 21 22 23 24 25 57
Page 23 of 57