close

fitriadi

Berita Terkini

Kadisdik Ajak BSI Perkuat Literasi Keuangan Syariah di Aceh

*BANDA ACEH* – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM menyampaikan ucapan terimakasih pada PT Bank Syariah Indonesia (BSI) yang dinilai telah memberikan dukungan dan kolaborasi program vokasi untuk memperkuat literasi keuangan syariah di lingkungan satuan pendidikan di Aceh.

“Kami berharap dan mengajak BSI untuk dapat bekerja sama terutama dalam memperkuat literasi keuangan syariah terhadap dunia pendidikan di Aceh,” kata Alhudri saat memberikan sambutan pada Maulid Nabi Muhammad SAW dan peringatan 17 tahun Tsunami Aceh yang dilaksanakan di Aula SMKN 2 Banda Aceh, Senin 27 Desember 2021.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Komisaris Utama PT. BSI, Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi, Lc., MA, Komisaris Independen PT. BSI, M. Arief Rosyid Hasan, Anggota Dewan Pengawas Syariah PT. BSI, Dr. Mohammad Hidayat, dan Regional CEO PT. BSI Wilayah Aceh, Wisnu Sunandar.

Alhudri menuturkan, kerjasama ini diperlukan karena sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman literasi keuangan syariah untuk mensinergikan potensi masing – masing pihak, agar tercapainya hasil yang maksimal dalam kegiatan pendidikan, pengajaran dan pengabdian masyarakat.

Dengan Kerjasama ini, menurut Alhudri maka akan menunjang pelaksanaan program-program nasional khususnya di bidang satuan pendidikan di Aceh.

“Ada pun kerjasama ini bersifat mengutamakan kepentingan pendidikan, menghargai kesetaraan mutu, saling menghormati dan saling menguntungkan,” kata Alhudri dalam sambutannya yang dihadiri para kepala sekolah, dewan guru, dan komite SMKN 1 SMKN 2 dan SMKN 3 Banda Aceh.

Alhudri juga menyampaikan terimakasih kepada pihak yang telah membantu dan berpartisipasi sehingga terlaksananya kegiatan maulid dan doa bersama dalam rangka memperingati 17 tahun Tsunami Aceh. Dalam kegiatan tersebut juga memberikan santunan terhadap anak yatim.

Sementara itu, Komisaris Independen PT. BSI, M. Arief Rosyid Hasan menyambut baik ajakan Kadisdik Aceh. Menurut Arif, sebagai bank yang merupakan produk merger dari Mandiri Syariah, BNI Syariah dan BRI Syariah, sangat diharapkan bank ini lebih inklusif dari bank lain serta dapat menyasar kelompok muda, ini adalah pesan khusus untuk BSI dari Presiden RI Joko Widodo. “Karena itu bank ini diharapkan sebagai anak kedua masyarakat Aceh setelah anak sulung Bank Aceh,” kata Arif.

Pemuda berusia 35 tahun ini menuturkan, salah satu alasan BSI memfokuskan diri pada kelompok muda adalah karena tumpuan ekonomi bangsa sangat besar tergantung pada kelompok ini, oleh karena program literasi keuangan dengan digitalisasi layanan dan mencetak entrepreneur muda adalah salah satu fokus dari BSI.

Apalagi program-program tersebut, memiliki relevansi dengan program-program sekolah vokasi di Aceh, seperti program mencetak entrepreneur muda oleh SMK di Aceh dengan berbagai jurusan, seperti perbengkelan, pertanian, pariwisata, perhotelan dan sebagainya.

“Tadi dari Pak Kadis saya mendengar bahwa SMK punya program entrepreneur dengan berbagai produk melalui SMK yang ada di Aceh. Ini merupakan konsen kami (BSI) untuk mencetak pengusaha-pengusaha baru di Aceh, atau membuat pengusaha kecil naik kelas,” kata Arif.

Menurut Arif, BSI menyambut baik ajakan Kadisdik Aceh dalam upaya memperkuat literasi keuangan syariah untuk menciptakan pengusaha-pengusaha muda di Aceh. Menurutnya, saat ini literasi keuangan Syariah di Aceh masih 17 persen dan hal itu akan dapat diakselerasikan hingga 100 persen dengan sinergitas bersama dengan berbagai stakeholder.

“Nanti dapat kita gagas dengan pelatihan-pelatihan sehingga memberi pemahaman bagi peserta didik di Aceh,” kata Arif.

Di penghujung sambutannya, Arif menuturkan ucapan terima kasih atas kerjasama yang sudah digelar, mudah-mudahan ini bisa menjadi pembuka awal dalam mendorong Aceh sebagai etalase kiblat ekonomi syariah di Indonesia. []

read more
Berita Terkini

Pengurus IGI Kota Banda Aceh Periode 2021-2026 dilantik, Amran Menjabat Sebagai Ketua

Banda Aceh – Walikota Banda Aceh diwakili Asisten I, Drs Muzakkir Tuloet MSi membuka kegiatan pelantikan Pengurus Daerah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Banda Aceh periode 2021-2026.

Pelantikan pengurus daerah IGI Kota Banda Aceh tersebut dilakukan oleh Ketua Wilayah IGI Provinsi Aceh, Drs Imran bertempat di Aula Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, Rabu (22/12).

Asisten I Walikota Banda Aceh, Muzakkir Tuloet dalam sambutannya pertama menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua dan Pengurus IGI Kota Banda Aceh yang dilantik pada hari ini.

“Organisasi profesi guru merupakan mitra kerja Pemerintah Kota Banda Aceh untuk meningkatkan mutu pendidikan baik jenjang pendidikan dasar maupun menengah,” kata Muzakir.

Dikatakannya, pendidikan khususnya di Kota Banda Aceh jangan kita bandingkan dengan pendidikan di daerah lain karena Kota Banda Aceh merupakan ibukota Provinsi Aceh.

“Peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan-pelatihan yang dilakukan baik oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kementerian Agama Kota Banda Aceh harus sesuai dengan kebutuhan sekolah dengan tujuan pendidikan khususnya di Kota Banda Aceh semakin gemilang,” ucap Muzakir.

Senada dengan penyampaian Asisten I Kota Banda Aceh, Ketua Wilayah IGI Aceh, Drs Imran mengatakan, IGI merupakan organisasi profesi guru yang konsisten terhadap peningkatan kualitas guru di Provinsi Aceh.

“Banyak kegiatan-kegiatan pelatihan yang dilakukan IGI Aceh ke seluruh kabupaten/kota terutama dalam upaya peningkatan literasi baik bagi guru maupun siswa,” ujar Imran.

Sementara Ketua IGI Kota Banda Aceh yang baru saja dilantik, Amran SAg MPd menyampaikan ucapan terima kasihnya terutama kepada Kacabdisdik Banda Aceh dan Aceh Besar yang banyak membantu suksesnya kegiatan pelantikan Pengurus Daerah IGI Kota Banda Aceh periode 2021-2026.

“IGI Kota Banda Aceh akan menjalin kemitraan dengan organisasi profesi lainnya untuk terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan dengan harapan apapun kebijakan yang dilakukan oleh Pemko Banda Aceh tentang pendidikan harus melibatkan organisasi profesi guru,” imbuhnya.

Amran menambahkan dukungan dari Pemko, Disdikbud dan Kemenag Kota Banda Aceh serta Disdik Aceh terus menjalin kerjasama bukan saja dengan IGI Kota Banda Aceh namun semua organisasi profesi guru dalam menuntaskan permasalahan pendidikan.

Hadir dalam acara pelantikan Ketua dan Pengurus Daerah IGI Kota Banda Aceh selain dihadiri Asisten I, juga hadir Kacabdisdik Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, Kadisdikbud, Perwakilan dari Kemenag Kota Banda Aceh serta undangan lainnya.

Editor : Baihaki

read more
Berita Terkini

Peringatan HDI 2021, Hamdani : Setiap Anak Berhak Mendapatkan Pendidikan

 

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan telah menyediakan sekolah luar biasa dan sekolah inklusi agar anak-anak penyandang disabilitas dapat terpenuhi haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

“Tujuannya agar setiap anak penyandang disabilitas dapat mengasah kemampuan dirinya, serta diberikan peluang untuk meningkatkan kemandirian,” kata Hamdani, S.Pd.,M.Pd, Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM saat membuka acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2021 di Aula Disdik Aceh, Minggu 12/12/2021.

Melalui ajang HDI, para peserta didik disabilitas yang hadir dari berbagai sekolah di Aceh diberikan kesempatan berkumpul bersama untuk menunjukkan bakat minat dan kemampuannya serta diajak untuk mengekspresikan perasaannya melalui kegiatan melukis pada kain kanvas, mewarnai di kertas, menari, fashion show, menyanyi, menyanyi solo, dan pantomim.

Hamdani menuturkan, HDI atau Hari Difabel Internasional adalah peringatan internasional yang mendukung Perserikatan Bangsa- angsa sejak Tahun 1962 yang diperingati setiap tanggal 3 Desember.

Peringatan ini bertujuan, untuk mengembangkan wawasan masyarakat akan masalah-masalah yang terjadi dengan kehidupan para penyandang disabilitas dan memberikan dukungan untuk meningkatkan martabat dan kesejahteraan para penyandang disabilitas.

Hari disabilitas internasional diperingati sebagai wujud perhatian masyarakat dunia terhadap disabilitas termasuk Indonesia khususnya Dinas Pendidikan Aceh terhadap perayaan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

“Perhatian khusus agar mereka mendapatkan perhatian kebahagiaan, kecepatan yang maksimal seperti anak normal lainnya, karena setiap anak berhak bahagia, berhak memaksimalkan potensi dirinya dengan diberikan peluang untuk meningkatkan kemandirian,” tegas Hamdani.

Ke depan pemerintah secara bertahap yang berkomitmen mengambil langkah konkrit membangun pendidikan yang layak dan inklusif, serta menyediakan lapangan pekerjaan bagi penyandang disabilitas.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang selama ini aktif membantu mewujudkan program-program yang ramah disabilitas. Selamat Hari Disabilitas Internasional kepada anak-anak dan saudara-saudara penyandang disabilitas di Indonesia,” tutup Hamdani.

Sementara itu, Ketua Panitia Heni Ekawati, S.Pd, M.Pd mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberi penghargaan, memberi kesenangan, serta menggali potensi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan minatnya di hari bahagia mereka semua.

“Di mana dalam perayaan ini peserta didik kita berikan kesempatan mengukir menunjukkan bakatnya diantaranya ada yang bernyanyi, menari, pantomim, mewarnai, melukis, dan fashion show,” jelasnya.

Kegiatan HDI 2021 berlangsung secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan dan turut dihadiri sejumlah pejabat struktural di lingkungan Dinas pendidikan Aceh.

read more
Berita Terkini

IGI Gelar Pameran Literasi Karya Guru Kota Lhokseumawe

Lhokseumawe – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Lhokseumawe menggelar pameran literasi karya guru se-Kota Lhokseumawe. Pameran tersebut berlangsung sehari pada Sabtu (11/12) di Museum Kota Lhokseumawe.

Ketua IGI Kota Lhokseumawe, Faisal ST MSc, menjelaskan bahwa pameran tersebut dilaksanakan untuk memamerkan karya literasi para guru anggota IGI Kota Lhokseumawe termasuk karya siswa.
“Kita berharap mindset guru di Kota Lhokseumawe untuk terus berkiprah dan berani berkarya. Wawasan guru akan terbuka sehingga mampu menulis buku. Sehingga minat baca siswa akan meningkat ketika membaca buku karya gurunya,” ujar Faisal.

Plt Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah Kota Lhokseumawe, Drs Ahmad Yamani MPd, melalui Kasubbag Tata Usaha, Jamaluddin SPd MM, mengatakan bahwa pameran literasi dapat menumbuhkan minat baca siswa.
“Momentum ini dapat dijadikan sebagai salah satu jalan perbaikan pendidikan di masa yang akan datang. Kita mengajak para siswa untuk terus meningkatkan kemampuan literasi. Jangan pula sudah banyak bukunya tetapi minat bacanya rendah,” sebut Jamaluddin.

Jamaluddin juga meminta sekolah untuk memberikan motivasi kepada siswa terutama buku-buku yang sudah ditulis dipastikan bisa dibaca siswa sehingga buku karya guru ini diharapkan menjadi referensi bagi siswa.
Sementara itu Ketua DPRK Lhokseumawe, Ismail yang diwakili oleh anggota DPRK Lhokseumawe, Azhari ST SPd TGr, mengharapkan jalinan sinergi antara eksekutif dan legislatif untuk mendukung para guru dalam melahirkan karya literasi yang bermutu demi peningkatan kualitas pendidikan di Kota Lhokseumawe.


“Harus dipahami bahwa pondasi dasar literasi itu ada di pendidikan. Artinya budaya literasi harus kita tingkatkan. Tentu saja harus bersinergi dengan penganggaran untuk generasi cerdas ke depan. Kami berharap IGI menjadi garda terdepan untuk meningkatkan kualitas guru maupun kualitas yang dihasilkan guru khususnya siswa-siswa di Lhokseumawe,” tutur Azhari.
Pameran literasi karya guru memamerkan 105 judul buku karya guru dan siswa se-Kota Lhokseumawe. Selain itu juga dipamerkan produk-produk literasi lainnya seperti Jurna Aceh Edukasi (JAE) milik IGI Aceh, laporan penelitian baik PTK maupun reasearh and development, serta beberapa produk literasi lainnya karya guru anggota IGI.

Pameran tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRK yang diwakili Azhari, ketua Komisi D DPRK yang diwakili Masykurdin, KCD Pendidikan Lhokseumawe yang diwakili Jamaluddin, Kadisdikbud Kota Lhokseumawe yang diwakili Dasrul, pengurus IGI Kota Lhokseumawe, serta para undangan lainnya. (*)

Editor: Darmawan

read more
Berita Terkini

Kadisdik Aceh Ingatkan PPG Tidak Sekedar untuk Mendapatkan Sertifikat dan Tunjangan Profesi

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM mengatakan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh saat ini sedang mengembangkan dan memprioritaskan peningkatan mutu layanan di sektor pendidikan.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Dinas Pendidikan Aceh melakukan berbagai upaya-upaya nyata melalui berbagai pelatihan kepada para guru. Salah satunya adalah dengan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Karena itu, Kadisdik Alhudri berharap kepada para guru peserta PPG bahwa program ini bukan hanya sekedar untuk mendapatkan sertifikat dan tunjangan profesi, melainkan bagaimana mempertanggungjawabkan profesionalisme guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Dengan adanya sertifikasi guru, saya harapkan menjadi inspirasi dan motivasi untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas dan profesionalisme dalam dunia pendidikan serta mampu menunjukkan jati dirinya sebagai guru profesional yang bertanggung jawab,” kata Alhudri, saat membuka kegiatan Pembekalan PPG Jenjang Guru SMK – Kelas A di salah satu hotel Banda Aceh, Rabu 8/12/2021 malam.

Alhudri menuturkan, dalam rangka mewujudkan guru yang profesional, Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi melaksanakan sertifikasi guru tidak lagi menggunakan model pendidikan dan latihan profesi guru atau PLPG, melainkan menggunakan model program pendidikan profesi guru atau lebih disebut dengan istilah PPG.

Adapun tujuan pelaksanaan sertifikasi ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam jabatan sebagai tenaga profesional pada satuan pendidikan, untuk memenuhi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Saya mengucapkan selamat mengikuti pembekalan pendidikan profesi guru ini. semoga Allah subhanahu wa ta’ala selalu memberi petunjuk dan bimbingan kepada kita,” kata Alhudri.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Plt. Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Muksalmina, S.Pd., M.Si mengatakan, sertifikasi ini diikuti oleh 100 orang guru dari berbagai sekolah di Aceh. Adapun pembekalan ini dilakukan untuk mempermudah para peserta dapat lulus saat tes akhir dan berhak mendapatkan sertifikat pendidik.[]

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Hamdani, S.Pd., M.Pd., Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Sya’baniar, S.E., Kepala Bidang Pembinaan SMK Azizah, S.Pd.,M.Pd, Kepala UPTD Balai Tekkomdik T. Farial, S.Sos., MM serta para penasihat khusus dan tenaga ahli Dinas Pendidikan Aceh.[]

read more
Berita Terkini

UPTD Balai Tekkomdik Aceh Sosialisasi Media Pembelajaran Berbasis Digital

Banda aceh – Dinas Pendidikan Aceh melalui UPTD Balai Tekkomdik mengadakan sosialisasi penyusunan media pembelajaran berbasis digital dengan memanfaatkan platform aplikasi Sistem Jejaring Media Pembelajaran Online (SiJEMPOL) Aceh kepada para guru di Aceh yang bertempat di salah satu hotel di Banda Aceh, Rabu (8/12/2021).

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM melalui Kepala UPTD Balai Tekkomdik, T. Fariyal, S.Sos, MM dalam sambutannya menyampaikan pandemi Covid-19 memberikan momentum peralihan pada semua hal yang berbasis digital, tak terkecuali sektor Pendidikan. Pembelajaran online memungkinkan untuk pengajar mengatur kelas sehingga peserta didik sebagai partisipan dapat berinteraksi langsung, menerima umpan balik dan sumber belajar.

“Sektor pendidikan yang semula bertahan dengan pembelajaran tatap muka sebelum pandemi, kini bertransformasi secara digital. Hal ini disebabkan karena ada kekhawatiran ekosistem pembelajaran terhadap dampak penyebaran virus di satuan pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun saat ini pembelajaran digital telah dilaksanakan, namun pembelajaran tatap muka dianggap sangat penting untuk memastikan keberlanjutan proses pembelajaran melalui pembelajaran digital pada masa yang akan datang.

“Permasalahan yang muncul saat awal terjadi pandemi Covid-19 adalah ketidaksiapan lingkungan belajar. Keadaan yang serba mendadak dan ditambah peralihan transformasi digital secara cepat membuat sebagian besar pengajar dan peserta didik tidak siap untuk menghadapi pembelajaran digital,” terangnya.

Fariyal menyebutkan cepat atau lambat, setiap daerah akan mulai mengadaptasi teknologi digital dalam aktivitas pendidikan. Oleh sebab itu, tuntutan untuk jadi lebih fasih dengan teknologi akan semakin besar. Baik pengajar maupun pelajar harus berpacu untuk beradaptasi dengan fitur-fitur teknologi digital yang terus menerus diperbarui.

“Kita sudah menyusun aplikasi Sistem Jejaring Media Pembelajaran Online (SiJEMPOL) Aceh yang dapat membantu guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Aplikasi ini memungkinkan guru dan siswa untuk mengaksesnya kapan saja dan dimana saja,” ujarnya.

Sementara Kepala Seksi Pengembangan dan Produksi UPTD Balai Tekkomdik, Debby Anggrainy, S.Pd, MM melaporkan adapun peserta kegiatan sebanyak 23 orang yaitu terdiri tim Sijempol Aceh, pengawas sekolah, guru inti serta duta rumah belajar Aceh.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan aplikasi pembelajaran berbasis digital yaitu aplikasi Sijempol Aceh kepada para tenaga pendidik di Aceh,” tuturnya.

Debby menambahkan, aplikasi Sistem Jejaring Media Pembelajaran Online (SiJEMPOL) Aceh merupakan buah karya guru-guru hebat aceh yang diwujudkan dalam bentuk aplikasi oleh UPTD Balai Tekkomdik Dinas Pendidikan Aceh.

read more
Berita Terkini

SMKN 1 Banda Aceh Teken MoU dengan Salah Satu Perusahaan Terbesar di Jakarta

Jakarta – SMK Negeri 1 Banda Aceh melakukan kerja sama dengan PT Inti Prima Karya,

perusahaan yang bergerak di bidang bisnis percetakan dan Advertising, pada Selasa (07/12) di Kantor PT Inti Prima Karya, Jalan Pejagalan I, Bandengan Jakarta Barat. Kerja sama tersebut direalisasikan dalam bentuk penandatanganan MoU atau nota kesepahaman antara kedua pihak.

Nanang Iriwanto yang merupakan Quality Management Representatif mewakili Direktur PT Inti Prima Karya mengatakan pihaknya patut berbangga karena SMKN 1 Banda Aceh merupakan satu-satunya SMK dari Aceh yang saat ini telah melakukan MoU dengan PT Inti Prima Karya, yang mana kedepannya bisa jadi diluncurkan kelas industri pada kompetensi keahlian Desain Grafika.

Ini merupakan satu kerja sama yang luar biasa antara pihak PT Inti Prima Karya dengan SMKN 1 Banda Aceh berkaitan dengan kompetensi keahlian Desain Grafika.

“Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi baik dari kedua pihak. Baik dari proses kurikulum, peralatan dan sebagainya dalam proses pembelajaran”, ujar Nanang.

Selain itu, dalam MoU tersebutkan yakni adanya magang guru, magang siswa atau prakerin, penempatan kerja serta melanjutkan ke jenjang lebih tinggi lagi yang akan difasilitasi PT Inti Prima Karya adanya guru tamu, serta kegiatan CSR bekerjasama di sekolah.

“Mudah-mudahan tidak hanya ini saja, tetapi dapat berkembang pada perusahaan lain yang akan bekerjasama dengan SMKN 1 Banda Aceh. Saya pun ingin semua program keahlian di sini punya satu kelas industri,” harapnya.

Kepala SMKN 1 Banda Aceh Nurleila, SPd, MPd menyampaikan dengan, dengan adanya kerja sama ini, diharapkan para siswanya dapat terserap di dunia industri terutama di PT Inti Prima Karya, atau perusahaan lainnya yang bergerak di bidang grafika.

Menurutnya, kerja sama ini bagi SMK sangat diperlukan, karena dalam hal ini untuk menyelaraskan antara pendidikan yang diterima di sekolah dan di dunia usaha atau industri.

“Dengan MoU yang ada ini, diharapkan dapat memberikan bekal kepada anak didik kita, bisa terserap di dunia usaha maupun industri. Kolaborasi antara sekolah dengan industri menjadikan siswa tidak canggung terhadap perkembangan di industri,” pungkasnya.

read more
Berita Terkini

Kadisdik Apresiasi Guru Penerima Beasiswa Tugas Belajar Pemerintah Aceh

*BANDA ACEH* – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM memotivasi dan memberi pengarahan terhadap 41 orang guru penerima beasiswa tugas belajar dari Pemerintah Aceh, Senin 6 Desember 2021 di Aula Dinas Pendidikan Aceh.

Para guru menerima beasiswa dari Badan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Aceh tersebut berasal dari berbagai sekolah menengah di Aceh.

Adapun beasiswa yang diterima tersebut berupa tugas melanjutkan belajar tingkat magister (S2) dan doktor (S3) pada berbagai universitas baik di dalam maupun di luar negeri.

Kadisdik mengumpulkan para penerima beasiswa tugas belajar tersebut untuk memotivasi dan memberi pengarahan baik saat sedang kuliah maupun setelah kuliah nantinya.

“Saya berharap, tentunya dengan adanya beasiswa tugas belajar ini akan semakin meningkatkan kompetensi bapak/ibu sehingga membawa dampak bagus baik terhadap peserta didik maupun dunia pendidikan di Aceh,” kata Alhudri.

Alhudri mengaku senang dan bangga dengan semakin banyaknya para guru di Aceh mendapatkan beasiswa tugas belajar, jika perlu semua guru di Aceh bergelar magister atau doktor.

Sebab, kata Alhudri, dengan semakin banyak para guru dan tenaga pendidik di Aceh berpendidikan magister dan doktor, tentunya akan menambah kompetensi dan daya saing guru di Aceh. Alhasil, ketika banyak guru di Aceh berpendidikan tinggi maka akan meningkatkan mutu guru dan kualitas pendidikan di Aceh.

“Saya senang dengan semakin banyaknya guru di Aceh mendapat beasiswa seperti ini. Ke depan kita harapkan guru-guru yang belum mendapatkan beasiswa seperti ini juga kebagian,” kata Alhudri.

Dalam pertemuan tersebut turut dihadiri oleh pejabat struktural di lingkup Dinas Pendidikan Aceh.[]

read more
Berita Terkini

80 Pelajar SMK Aceh Menyelesaikan Magang di Sumut dan Jabar

Medan – Sebanyak 80 siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Aceh telah selesai melaksanakan praktik kerja magang selama sebulan, sejak 4 November hingga 3 Desember 2021 di Sumatera Utara dan Jawa Barat.

Sebanyak 30 siswa-siswi ditempatkan di PT Quality Farm, Cianjur, Jawa Barat dan 50 orang lainnya magang di PT Innovam Indonesia Global, Medan, Sumatera Utara.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM diwakili Tenaga Ahli Dinas Pendidikan Aceh, Fauzan Febriansyah, SH turut didampingi Penasihat Gubernur Bidang Pendidikan, Fauzan Azima dan Tenaga Ahli Disdik Aceh, Maharadi pada penjemputan siswa di kantor PT Innovam Indonesia Global di Medan, Sumatera Utara, Sabtu, (4/12/2021).

Fauzan Febriansyah mengatakan dengan berakhirnya masa magang ini diharapkan akan dapat meningkatkan kemampuan siswa sesuai keahliannya masing-masing.

“Tentu siswa-siswi sudah paham dengan keahliannya, hal ini bertujuan untuk dapat bekerja setelah mereka lulus dari SMK. Kita targetkan mereka bisa bekerja baik dunia usaha maupun di dunia industri,” ungkap Fauzan.

Siswa yang telah selesai mengikuti magang, diharapkan dapat menguasai berbagai bidang keahlian, seperti spooring and balancing, auto body repair, teknik kendaraan ringan (TKR), pengelasan (welding), teknik komputer jaringan (TKJ), dan bidang marketing online.

“Sedangkan siswa-siswi yang selesai magang di PT Quality Farm, Cianjur, Jawa Barat, umumnya diharapkan menguasai tiga bidang kompetensi, yakni kecantikan, multimedia, serta agribisnis dan holtikultura,” harapnya.

Fauzan menambahkan setidaknya mereka sudah memiliki kemampuan dasar sesuai bidang yang digelutinya. Sesuai dengan rencana pemerintah untuk memperkuat pendidikan vokasi sebagai upaya dalam meningkatkan daya saing lulusan saat memasuki industri, dunia usahan dan dunia kerja.

“Kami mewakili Kadisdik Aceh menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT Innovam Indonesia Global yang telah ikut andil memajukan pendidikan di Aceh melalui program pemagangan,” sebut Fauzan.

Kedepan, lanjutnya, program pemagangan ini akan terus berlanjut, agara para siswa nanti tidak hanya bekerja di dunia industri, namun juga terlibat menjadi pelaku UMKM.

“Dengan bekal keterampilan yang di milikinya sewaktu di SMK. Inilah Saatnya mewujudkan SMK Bisa, Hebat, siap bekerja dan siap berwirausaha,” tuturnya.

Sementara Direktur PT. Innovam Indonesia Global, Hasustan Kosim mengatakan sebanyak 80 siswa magang SMK dari Aceh telah berkomitmen penuh dan bersungguh-sunguh mengikuti semua proses kerja pemagangan selama satu bulan ini.

“Siswa-siswi telah dinilai pada keseluruhannya dan telah memenuhi kompetensi, mereka berkompeten di bidang keahlian masing-masing, semoga tahun depan siswa-siswi SMK Aceh setelah tamat dari sekolah bisa ikut bergabung di dunia industri yang bonafit dan berskala nasional,” tutupnya.

read more
Berita Terkini

Kadisdik Aceh : Guru Profesional dan Berkompetensi Unggul Adalah Kunci Pendidikan Berkualitas

*BANDA ACEH*- Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM mengatakan, guru profesional berperan penting dalam proses transfer pengetahuan dalam hal kompetensi maupun karakter peserta didik.

“Guru profesional dengan kompetensi unggul menjadi kunci terlaksananya pendidikan berkualitas,” hal itu disampaikan Kadisdik Alhudri saat membuka rapat koordinasi tahap I untuk pelaksanaan ujian seleksi PPPK Tahap II Tahun Anggaran 2021 di salah satu hotel di Banda Aceh, Kamis (2/12/2021).

Kegiatan tersebut diikuti oleh kepala dinas pendidikan dari 23 kab/kota di Aceh, serta seorang dari Badan Kepegawaian Aceh.

Alhudri menuturkan, peningkatan kapasitas dan kesejahteraan para guru menjadi salah satu perhatian utama pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) dalam kebijakan merdeka belajar.

Ketersediaan dan penjaminan kesejahteraan guru profesional, merupakan tugas pemerintah melalui Kemendikbud Ristek, begitupun dengan standar kurikulum yang berlaku saat ini Indonesia masih membutuhkan lebih dari 2,2 juta guru namun di lapangan baru ada 1,3 juta guru, sehingga seluruh Indonesia masih kekurangan sekitar 9 ratus ribu guru ASN di sekolah negeri. Bahkan jika memperhitungkan jumlah guru ASN yang pensiun tahun ini Indonesia membutuhkan lebih dari satu juta guru.

“Maka untuk mengatasi kekurangan guru tersebut, pemerintah membuka perekrutan guru ASN PPPK yang proses pengumpulan informasi disampaikan oleh masing-masing pemerintah daerah,” kata Alhudri.

Begitupun, katanya, dengan adanya program ini pemerintah membantu bapak ibu/guru honorer yang telah mengabdi di sekolah selama bertahun-tahun dan sudah melewati batas usia persyaratan ujian seleksi CPNS

“Adapun hal yang ingin dicapai dari perekrutan guru PPPK yang pertama adalah Perubahan status honorer ke ASN PPPK akan membawa jaminan kesejahteraan ekonomi bagi guru yang meliputi gaji dan tunjangan profesi,” katanya.

Kemudian, perubahan status akan memungkinkan lebih banyak guru mengikuti program-program peningkatan kompetensi dan sertifikasi. Peningkatan kompetensi ini sangat penting untuk jaminan ekonomi dan karir jangka panjang guru serta kualitas pengajaran yang diterima oleh pelajar Indonesia.

Program guru ASN PPPK juga menjadi alternatif rekrutmen berdasarkan Dapodik tahun 2020 sebanyak 59 persen guru honorer di sekolah negeri telah berusia lebih dari 35 tahun sehingga tidak bisa lagi mengikuti ujian seleksi CPNS.

“Oleh karenanya kami mengharapkan peserta agar dapat mengikuti rapat koordinasi tahap I untuk melaksanakan ujian seleksi P3K tahap 2 tahun 2021 dengan tekun dan bersemangat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Acara Zakaria mengatakan, tujuan dari pelaksanaan adalah untuk mensinkronkan jadwal pelaksanaan tes PPPK antara dinas pendidikan cabang dengan dinas pendidikan di kabupaten/kota di Aceh. Hadir sejumlah pejabat struktural di lingkup Dinas Pendidikan Aceh dan kepala cabang dinas dari berbagai kabupaten/kota di Aceh.[]

read more
1 23 24 25 26 27 57
Page 25 of 57