close

fitriadi

Berita Terkini

Sejumlah Warga SMKN Penerbangan Aceh Lakukan Perbaikan Jalan Umum yang Rusak Parah

Diduga kerap sering menimbulkan kecelakaan, sejumlah Guru dan Security bersama Kepala Sekolah di SMKN Penerbangan Aceh spontanitas memperbaiki jalan raya yang rusak parah di sekitar sekolah mereka. Aksi perbaikan jalan dilakukan pada jalur tepatnya di depan SMKN Penerbangan Aceh Gampong Data Makmur Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar pada Selasa (04/01/2022).

Aksi ini juga menyikapi sering terjadi kecelakaan lalulintas bagi sejumlah pengendara yang melewati jalan tersebut menuju lokasi wisata Barbate. Perbaikan jalan dengan menggunakan campuran semen menggantikan aspal yang telah mengelupas Mereka bahu membahu mengumpulkan pasir, mulai mengaduk untuk mencapurkanya dengan semen lalu dberi air agar bisa dipadatkan pada permukaan jalan yang berlubang hingga tuntas.

Baihaqi, SPd, MPd, yang merupakan Kepala SMKN Penerbangan Aceh mengatakan aksi perbaikan jalan ini murni spontanitas warga sekolahnya yang peduli terhadap kondisi jalan yang rusak parah.  “Hampir setiap hari ada yang tergelincir atau kecelakaan.Termasuk saya sendiri beberapa waktu lalu mengalami hampir kecelakaan karena kondisi jalan yang rusak.

Ia menambahkan, warga sekolahnya melakukan perbaikan jalan secara gotong royong karena kondisi jalan sangat mengkhawatirkan.

“Ia kami khawatir terhadap para pengendara yang melintasi jalan tersebut karena dinilai kondisinya sangat memprihatinkan dan bisa saja menimbulkan kecelakaan,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Menurutnya untuk melakukan perbaikan jalan yang berlubang tersebut, pihak sekolah secara sukarela menggunakan dana swadaya dari warga sekolah.

“Kita rela mengumpulkan uang untuk membeli semen, pasir hingga kerikil untuk menutup lubang yang menganga di lintasan tersebut,” pungkasnya.

read more
Berita Terkini

Tuan Guru Bajang: Kalau Mau Tahu Aceh Datanglah ke Aceh

 

*Banda Aceh* – Wakil Komisaris Utama PT. Bank Syariah Indonesia (BSI) Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi, Lc., MA menjadi penceramah pada Maulid Nabi Muhammad SAW dan Peringatan 17 Tahun Tsunami Aceh yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Aceh di Aula SMKN 2 Kota Banda Aceh, Senin 27 Desember 2021.

TGB yang juga Gubernur Nusa Tenggara Barat Periode 2013 – 2018 tersebut hadir bersama Komisaris Independen PT. BSI, M. Arief Rosyid Hasan, Anggota Dewan Pengawas Syariah PT. BSI, Dr. Mohammad Hidayat dan Regional CEO PT. BSI Aceh, Wisnu Sunandar memenuhi undangan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri MM.

Tiba di acara maulid, TGB bersama rombongan disambut dengan Seumapa oleh Medya Hus serta pengalungan syal khas Aceh oleh Kadisdik Alhudri. Seumapa merupakan seni tutur bahasa tradisi Aceh yang lazim digelar saat menyambut orang-orang istimewa dengan kiasan syair dan pantun yang disampaikan secara kocak dan jenaka.

Dalam ceramahnya, TGB mengaku tersanjung dengan penyambutan yang dilakukan terhadap dirinya bersama rombongan BSI. Menurut TGB, Seumapa adalah tradisi yang cukup indah dan mencirikan identitas orang Aceh yang ramah, rendah hati, dan selalu bersyukur kepada Allah.

Hal itu lah yang dilihat saat pertama sekali menginjakkan kaki ke Bumo Serambi Mekkah. TGK menuturkan, saat hendak ke Aceh dirinya sempat berfikir bahwa ia bersama rombongan akan bertemu dengan masyarakat Aceh yang bermuram durja, wajah-wajah yang penuh dengan kesedihan dan kebingungan, hal itu mengingat agendanya ke Aceh dalam rangka memperingati 17 tahun tsunami Aceh.

“Tapi masyaAllah, tabarakallah. Saat begitu saya turun dari pesawat, yang saya saksikan adalah wajah-wajah ceria penuh dengan kesyukuran kepada Allah,” kata TGB.

Oleh karena itu, menurut TGB untuk mengetahui orang Aceh, kondisi Aceh dan sebagainya tentang Acehm maka datanglah ke Aceh.

“Kalau mau mencintai Aceh datanglah ke Aceh. Kalau mau tahu orang Aceh seperti apa datanglah ke Aceh, ajaklah bicara bersama,” kata TGB.

Aceh memiliki keunikan, kata TGB. Jumlah tempat ngopi paling banyak mungkin hanya di Aceh dan itu tidak pernah sepi, akan tetapi bukan bererti orang Aceh tidak bekerja karena selalu di warung kopi, karena ternyata di tempat kopi juga bagian dari membangun kebersamaan. “Masya Allah, mau tahu Aceh datanglah ke Aceh,” katanya lagi.

Alumni doktor tafsir dan ilmu Alquran Universitas Al-Azhar Kairo ini mengungkapkan, banyak orang di luar terkadang sering menilai sesuatu hanya dari berita, seperti halnya terhadap Aceh. Selain berita keindahan alam, budaya dan adat istiadat Aceh, mungkin juga ada kesan di luar bahwa karena lama dilanda konflik bersenjata suasana masyarakat Aceh menjadi tegang, orang-orangnya sulit senyum, suasana sosialnya juga berubah tidak seperti tempat lain.

“Padahal begitu datang ke Aceh, Alhamdulillah ternyata berita tidak sama dengan pandangan mata,” kata TGB.

Oleh karena itu, kepada para siswa yang hadir dalam kegiatan tersebut TGB berpesan, jika punya media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter dan lain sebagainya satu hal yang perlu diingat, jika ada informasi yang dapat mengundang rasa benci dan berkurang cinta kepada Aceh, berkurang cinta kepada Indonesia dan suudzon kepada orang lain, maka tabayyunlah, sebagaimana prinsip islam.

“Nggak usah gampang-gampang dipercaya, boleh saja ada 1001 berita sampai kepada kita tapi jangan begitu mudah kita percaya, kecuali sudah kita lihat dengan kasat mata, kecuali sudah kita tabayun kan. Kenapa? Karena kehancuran dan konflik datang dari kabar bohong. Kita patut bersyukur terhadap kondisi Aceh yang damai seperti saat ini,” ujar TGB.

TGB berpesan, “bangunlah hubungan sosial antar sesama secara baik, selalulah berfikiran positif, dan optimis, karena untuk Aceh kedepan tidak ada jalan lain selain membangun optimisme di dalam hati kita, Insya Allah,” tutup TGB.

Sementara itu Kadisdik Alhudri mengatakan, bahwa Aceh dan Lombok NTB memiliki hubungan emosional yang erat, bahkan saat gempa dan tsunami menimpa lombok beberapa tahun lalu, Aceh hadir sebagai salah satu provinsi yang ikut merasakan kepiluan masyarakat Lombok saat itu.

“Masyarakat Aceh saat itu ikut membantu masyarakat lombok dengan membangun masjid bernama An-Nur Aceh yang dibuat dari material bambu, dan saat ini sudah dipakai untuk beribadah,” kata Alhudri.[]

read more
Berita Terkini

Kadisdik Ajak BSI Perkuat Literasi Keuangan Syariah di Aceh

*BANDA ACEH* – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM menyampaikan ucapan terimakasih pada PT Bank Syariah Indonesia (BSI) yang dinilai telah memberikan dukungan dan kolaborasi program vokasi untuk memperkuat literasi keuangan syariah di lingkungan satuan pendidikan di Aceh.

“Kami berharap dan mengajak BSI untuk dapat bekerja sama terutama dalam memperkuat literasi keuangan syariah terhadap dunia pendidikan di Aceh,” kata Alhudri saat memberikan sambutan pada Maulid Nabi Muhammad SAW dan peringatan 17 tahun Tsunami Aceh yang dilaksanakan di Aula SMKN 2 Banda Aceh, Senin 27 Desember 2021.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Komisaris Utama PT. BSI, Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi, Lc., MA, Komisaris Independen PT. BSI, M. Arief Rosyid Hasan, Anggota Dewan Pengawas Syariah PT. BSI, Dr. Mohammad Hidayat, dan Regional CEO PT. BSI Wilayah Aceh, Wisnu Sunandar.

Alhudri menuturkan, kerjasama ini diperlukan karena sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman literasi keuangan syariah untuk mensinergikan potensi masing – masing pihak, agar tercapainya hasil yang maksimal dalam kegiatan pendidikan, pengajaran dan pengabdian masyarakat.

Dengan Kerjasama ini, menurut Alhudri maka akan menunjang pelaksanaan program-program nasional khususnya di bidang satuan pendidikan di Aceh.

“Ada pun kerjasama ini bersifat mengutamakan kepentingan pendidikan, menghargai kesetaraan mutu, saling menghormati dan saling menguntungkan,” kata Alhudri dalam sambutannya yang dihadiri para kepala sekolah, dewan guru, dan komite SMKN 1 SMKN 2 dan SMKN 3 Banda Aceh.

Alhudri juga menyampaikan terimakasih kepada pihak yang telah membantu dan berpartisipasi sehingga terlaksananya kegiatan maulid dan doa bersama dalam rangka memperingati 17 tahun Tsunami Aceh. Dalam kegiatan tersebut juga memberikan santunan terhadap anak yatim.

Sementara itu, Komisaris Independen PT. BSI, M. Arief Rosyid Hasan menyambut baik ajakan Kadisdik Aceh. Menurut Arif, sebagai bank yang merupakan produk merger dari Mandiri Syariah, BNI Syariah dan BRI Syariah, sangat diharapkan bank ini lebih inklusif dari bank lain serta dapat menyasar kelompok muda, ini adalah pesan khusus untuk BSI dari Presiden RI Joko Widodo. “Karena itu bank ini diharapkan sebagai anak kedua masyarakat Aceh setelah anak sulung Bank Aceh,” kata Arif.

Pemuda berusia 35 tahun ini menuturkan, salah satu alasan BSI memfokuskan diri pada kelompok muda adalah karena tumpuan ekonomi bangsa sangat besar tergantung pada kelompok ini, oleh karena program literasi keuangan dengan digitalisasi layanan dan mencetak entrepreneur muda adalah salah satu fokus dari BSI.

Apalagi program-program tersebut, memiliki relevansi dengan program-program sekolah vokasi di Aceh, seperti program mencetak entrepreneur muda oleh SMK di Aceh dengan berbagai jurusan, seperti perbengkelan, pertanian, pariwisata, perhotelan dan sebagainya.

“Tadi dari Pak Kadis saya mendengar bahwa SMK punya program entrepreneur dengan berbagai produk melalui SMK yang ada di Aceh. Ini merupakan konsen kami (BSI) untuk mencetak pengusaha-pengusaha baru di Aceh, atau membuat pengusaha kecil naik kelas,” kata Arif.

Menurut Arif, BSI menyambut baik ajakan Kadisdik Aceh dalam upaya memperkuat literasi keuangan syariah untuk menciptakan pengusaha-pengusaha muda di Aceh. Menurutnya, saat ini literasi keuangan Syariah di Aceh masih 17 persen dan hal itu akan dapat diakselerasikan hingga 100 persen dengan sinergitas bersama dengan berbagai stakeholder.

“Nanti dapat kita gagas dengan pelatihan-pelatihan sehingga memberi pemahaman bagi peserta didik di Aceh,” kata Arif.

Di penghujung sambutannya, Arif menuturkan ucapan terima kasih atas kerjasama yang sudah digelar, mudah-mudahan ini bisa menjadi pembuka awal dalam mendorong Aceh sebagai etalase kiblat ekonomi syariah di Indonesia. []

read more
Berita Terkini

Pengurus IGI Kota Banda Aceh Periode 2021-2026 dilantik, Amran Menjabat Sebagai Ketua

Banda Aceh – Walikota Banda Aceh diwakili Asisten I, Drs Muzakkir Tuloet MSi membuka kegiatan pelantikan Pengurus Daerah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Banda Aceh periode 2021-2026.

Pelantikan pengurus daerah IGI Kota Banda Aceh tersebut dilakukan oleh Ketua Wilayah IGI Provinsi Aceh, Drs Imran bertempat di Aula Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, Rabu (22/12).

Asisten I Walikota Banda Aceh, Muzakkir Tuloet dalam sambutannya pertama menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua dan Pengurus IGI Kota Banda Aceh yang dilantik pada hari ini.

“Organisasi profesi guru merupakan mitra kerja Pemerintah Kota Banda Aceh untuk meningkatkan mutu pendidikan baik jenjang pendidikan dasar maupun menengah,” kata Muzakir.

Dikatakannya, pendidikan khususnya di Kota Banda Aceh jangan kita bandingkan dengan pendidikan di daerah lain karena Kota Banda Aceh merupakan ibukota Provinsi Aceh.

“Peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan-pelatihan yang dilakukan baik oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kementerian Agama Kota Banda Aceh harus sesuai dengan kebutuhan sekolah dengan tujuan pendidikan khususnya di Kota Banda Aceh semakin gemilang,” ucap Muzakir.

Senada dengan penyampaian Asisten I Kota Banda Aceh, Ketua Wilayah IGI Aceh, Drs Imran mengatakan, IGI merupakan organisasi profesi guru yang konsisten terhadap peningkatan kualitas guru di Provinsi Aceh.

“Banyak kegiatan-kegiatan pelatihan yang dilakukan IGI Aceh ke seluruh kabupaten/kota terutama dalam upaya peningkatan literasi baik bagi guru maupun siswa,” ujar Imran.

Sementara Ketua IGI Kota Banda Aceh yang baru saja dilantik, Amran SAg MPd menyampaikan ucapan terima kasihnya terutama kepada Kacabdisdik Banda Aceh dan Aceh Besar yang banyak membantu suksesnya kegiatan pelantikan Pengurus Daerah IGI Kota Banda Aceh periode 2021-2026.

“IGI Kota Banda Aceh akan menjalin kemitraan dengan organisasi profesi lainnya untuk terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan dengan harapan apapun kebijakan yang dilakukan oleh Pemko Banda Aceh tentang pendidikan harus melibatkan organisasi profesi guru,” imbuhnya.

Amran menambahkan dukungan dari Pemko, Disdikbud dan Kemenag Kota Banda Aceh serta Disdik Aceh terus menjalin kerjasama bukan saja dengan IGI Kota Banda Aceh namun semua organisasi profesi guru dalam menuntaskan permasalahan pendidikan.

Hadir dalam acara pelantikan Ketua dan Pengurus Daerah IGI Kota Banda Aceh selain dihadiri Asisten I, juga hadir Kacabdisdik Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar, Kadisdikbud, Perwakilan dari Kemenag Kota Banda Aceh serta undangan lainnya.

Editor : Baihaki

read more
Berita Terkini

Peringatan HDI 2021, Hamdani : Setiap Anak Berhak Mendapatkan Pendidikan

 

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan telah menyediakan sekolah luar biasa dan sekolah inklusi agar anak-anak penyandang disabilitas dapat terpenuhi haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

“Tujuannya agar setiap anak penyandang disabilitas dapat mengasah kemampuan dirinya, serta diberikan peluang untuk meningkatkan kemandirian,” kata Hamdani, S.Pd.,M.Pd, Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM saat membuka acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2021 di Aula Disdik Aceh, Minggu 12/12/2021.

Melalui ajang HDI, para peserta didik disabilitas yang hadir dari berbagai sekolah di Aceh diberikan kesempatan berkumpul bersama untuk menunjukkan bakat minat dan kemampuannya serta diajak untuk mengekspresikan perasaannya melalui kegiatan melukis pada kain kanvas, mewarnai di kertas, menari, fashion show, menyanyi, menyanyi solo, dan pantomim.

Hamdani menuturkan, HDI atau Hari Difabel Internasional adalah peringatan internasional yang mendukung Perserikatan Bangsa- angsa sejak Tahun 1962 yang diperingati setiap tanggal 3 Desember.

Peringatan ini bertujuan, untuk mengembangkan wawasan masyarakat akan masalah-masalah yang terjadi dengan kehidupan para penyandang disabilitas dan memberikan dukungan untuk meningkatkan martabat dan kesejahteraan para penyandang disabilitas.

Hari disabilitas internasional diperingati sebagai wujud perhatian masyarakat dunia terhadap disabilitas termasuk Indonesia khususnya Dinas Pendidikan Aceh terhadap perayaan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

“Perhatian khusus agar mereka mendapatkan perhatian kebahagiaan, kecepatan yang maksimal seperti anak normal lainnya, karena setiap anak berhak bahagia, berhak memaksimalkan potensi dirinya dengan diberikan peluang untuk meningkatkan kemandirian,” tegas Hamdani.

Ke depan pemerintah secara bertahap yang berkomitmen mengambil langkah konkrit membangun pendidikan yang layak dan inklusif, serta menyediakan lapangan pekerjaan bagi penyandang disabilitas.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang selama ini aktif membantu mewujudkan program-program yang ramah disabilitas. Selamat Hari Disabilitas Internasional kepada anak-anak dan saudara-saudara penyandang disabilitas di Indonesia,” tutup Hamdani.

Sementara itu, Ketua Panitia Heni Ekawati, S.Pd, M.Pd mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberi penghargaan, memberi kesenangan, serta menggali potensi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan minatnya di hari bahagia mereka semua.

“Di mana dalam perayaan ini peserta didik kita berikan kesempatan mengukir menunjukkan bakatnya diantaranya ada yang bernyanyi, menari, pantomim, mewarnai, melukis, dan fashion show,” jelasnya.

Kegiatan HDI 2021 berlangsung secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan dan turut dihadiri sejumlah pejabat struktural di lingkungan Dinas pendidikan Aceh.

read more
Berita Terkini

IGI Gelar Pameran Literasi Karya Guru Kota Lhokseumawe

Lhokseumawe – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Lhokseumawe menggelar pameran literasi karya guru se-Kota Lhokseumawe. Pameran tersebut berlangsung sehari pada Sabtu (11/12) di Museum Kota Lhokseumawe.

Ketua IGI Kota Lhokseumawe, Faisal ST MSc, menjelaskan bahwa pameran tersebut dilaksanakan untuk memamerkan karya literasi para guru anggota IGI Kota Lhokseumawe termasuk karya siswa.
“Kita berharap mindset guru di Kota Lhokseumawe untuk terus berkiprah dan berani berkarya. Wawasan guru akan terbuka sehingga mampu menulis buku. Sehingga minat baca siswa akan meningkat ketika membaca buku karya gurunya,” ujar Faisal.

Plt Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah Kota Lhokseumawe, Drs Ahmad Yamani MPd, melalui Kasubbag Tata Usaha, Jamaluddin SPd MM, mengatakan bahwa pameran literasi dapat menumbuhkan minat baca siswa.
“Momentum ini dapat dijadikan sebagai salah satu jalan perbaikan pendidikan di masa yang akan datang. Kita mengajak para siswa untuk terus meningkatkan kemampuan literasi. Jangan pula sudah banyak bukunya tetapi minat bacanya rendah,” sebut Jamaluddin.

Jamaluddin juga meminta sekolah untuk memberikan motivasi kepada siswa terutama buku-buku yang sudah ditulis dipastikan bisa dibaca siswa sehingga buku karya guru ini diharapkan menjadi referensi bagi siswa.
Sementara itu Ketua DPRK Lhokseumawe, Ismail yang diwakili oleh anggota DPRK Lhokseumawe, Azhari ST SPd TGr, mengharapkan jalinan sinergi antara eksekutif dan legislatif untuk mendukung para guru dalam melahirkan karya literasi yang bermutu demi peningkatan kualitas pendidikan di Kota Lhokseumawe.


“Harus dipahami bahwa pondasi dasar literasi itu ada di pendidikan. Artinya budaya literasi harus kita tingkatkan. Tentu saja harus bersinergi dengan penganggaran untuk generasi cerdas ke depan. Kami berharap IGI menjadi garda terdepan untuk meningkatkan kualitas guru maupun kualitas yang dihasilkan guru khususnya siswa-siswa di Lhokseumawe,” tutur Azhari.
Pameran literasi karya guru memamerkan 105 judul buku karya guru dan siswa se-Kota Lhokseumawe. Selain itu juga dipamerkan produk-produk literasi lainnya seperti Jurna Aceh Edukasi (JAE) milik IGI Aceh, laporan penelitian baik PTK maupun reasearh and development, serta beberapa produk literasi lainnya karya guru anggota IGI.

Pameran tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRK yang diwakili Azhari, ketua Komisi D DPRK yang diwakili Masykurdin, KCD Pendidikan Lhokseumawe yang diwakili Jamaluddin, Kadisdikbud Kota Lhokseumawe yang diwakili Dasrul, pengurus IGI Kota Lhokseumawe, serta para undangan lainnya. (*)

Editor: Darmawan

read more
Berita Terkini

Kadisdik Aceh Ingatkan PPG Tidak Sekedar untuk Mendapatkan Sertifikat dan Tunjangan Profesi

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM mengatakan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh saat ini sedang mengembangkan dan memprioritaskan peningkatan mutu layanan di sektor pendidikan.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Dinas Pendidikan Aceh melakukan berbagai upaya-upaya nyata melalui berbagai pelatihan kepada para guru. Salah satunya adalah dengan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Karena itu, Kadisdik Alhudri berharap kepada para guru peserta PPG bahwa program ini bukan hanya sekedar untuk mendapatkan sertifikat dan tunjangan profesi, melainkan bagaimana mempertanggungjawabkan profesionalisme guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Dengan adanya sertifikasi guru, saya harapkan menjadi inspirasi dan motivasi untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas dan profesionalisme dalam dunia pendidikan serta mampu menunjukkan jati dirinya sebagai guru profesional yang bertanggung jawab,” kata Alhudri, saat membuka kegiatan Pembekalan PPG Jenjang Guru SMK – Kelas A di salah satu hotel Banda Aceh, Rabu 8/12/2021 malam.

Alhudri menuturkan, dalam rangka mewujudkan guru yang profesional, Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi melaksanakan sertifikasi guru tidak lagi menggunakan model pendidikan dan latihan profesi guru atau PLPG, melainkan menggunakan model program pendidikan profesi guru atau lebih disebut dengan istilah PPG.

Adapun tujuan pelaksanaan sertifikasi ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam jabatan sebagai tenaga profesional pada satuan pendidikan, untuk memenuhi kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Saya mengucapkan selamat mengikuti pembekalan pendidikan profesi guru ini. semoga Allah subhanahu wa ta’ala selalu memberi petunjuk dan bimbingan kepada kita,” kata Alhudri.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Plt. Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Muksalmina, S.Pd., M.Si mengatakan, sertifikasi ini diikuti oleh 100 orang guru dari berbagai sekolah di Aceh. Adapun pembekalan ini dilakukan untuk mempermudah para peserta dapat lulus saat tes akhir dan berhak mendapatkan sertifikat pendidik.[]

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Hamdani, S.Pd., M.Pd., Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Sya’baniar, S.E., Kepala Bidang Pembinaan SMK Azizah, S.Pd.,M.Pd, Kepala UPTD Balai Tekkomdik T. Farial, S.Sos., MM serta para penasihat khusus dan tenaga ahli Dinas Pendidikan Aceh.[]

read more
Berita Terkini

UPTD Balai Tekkomdik Aceh Sosialisasi Media Pembelajaran Berbasis Digital

Banda aceh – Dinas Pendidikan Aceh melalui UPTD Balai Tekkomdik mengadakan sosialisasi penyusunan media pembelajaran berbasis digital dengan memanfaatkan platform aplikasi Sistem Jejaring Media Pembelajaran Online (SiJEMPOL) Aceh kepada para guru di Aceh yang bertempat di salah satu hotel di Banda Aceh, Rabu (8/12/2021).

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM melalui Kepala UPTD Balai Tekkomdik, T. Fariyal, S.Sos, MM dalam sambutannya menyampaikan pandemi Covid-19 memberikan momentum peralihan pada semua hal yang berbasis digital, tak terkecuali sektor Pendidikan. Pembelajaran online memungkinkan untuk pengajar mengatur kelas sehingga peserta didik sebagai partisipan dapat berinteraksi langsung, menerima umpan balik dan sumber belajar.

“Sektor pendidikan yang semula bertahan dengan pembelajaran tatap muka sebelum pandemi, kini bertransformasi secara digital. Hal ini disebabkan karena ada kekhawatiran ekosistem pembelajaran terhadap dampak penyebaran virus di satuan pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun saat ini pembelajaran digital telah dilaksanakan, namun pembelajaran tatap muka dianggap sangat penting untuk memastikan keberlanjutan proses pembelajaran melalui pembelajaran digital pada masa yang akan datang.

“Permasalahan yang muncul saat awal terjadi pandemi Covid-19 adalah ketidaksiapan lingkungan belajar. Keadaan yang serba mendadak dan ditambah peralihan transformasi digital secara cepat membuat sebagian besar pengajar dan peserta didik tidak siap untuk menghadapi pembelajaran digital,” terangnya.

Fariyal menyebutkan cepat atau lambat, setiap daerah akan mulai mengadaptasi teknologi digital dalam aktivitas pendidikan. Oleh sebab itu, tuntutan untuk jadi lebih fasih dengan teknologi akan semakin besar. Baik pengajar maupun pelajar harus berpacu untuk beradaptasi dengan fitur-fitur teknologi digital yang terus menerus diperbarui.

“Kita sudah menyusun aplikasi Sistem Jejaring Media Pembelajaran Online (SiJEMPOL) Aceh yang dapat membantu guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Aplikasi ini memungkinkan guru dan siswa untuk mengaksesnya kapan saja dan dimana saja,” ujarnya.

Sementara Kepala Seksi Pengembangan dan Produksi UPTD Balai Tekkomdik, Debby Anggrainy, S.Pd, MM melaporkan adapun peserta kegiatan sebanyak 23 orang yaitu terdiri tim Sijempol Aceh, pengawas sekolah, guru inti serta duta rumah belajar Aceh.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan aplikasi pembelajaran berbasis digital yaitu aplikasi Sijempol Aceh kepada para tenaga pendidik di Aceh,” tuturnya.

Debby menambahkan, aplikasi Sistem Jejaring Media Pembelajaran Online (SiJEMPOL) Aceh merupakan buah karya guru-guru hebat aceh yang diwujudkan dalam bentuk aplikasi oleh UPTD Balai Tekkomdik Dinas Pendidikan Aceh.

read more
Berita Terkini

SMKN 1 Banda Aceh Teken MoU dengan Salah Satu Perusahaan Terbesar di Jakarta

Jakarta – SMK Negeri 1 Banda Aceh melakukan kerja sama dengan PT Inti Prima Karya,

perusahaan yang bergerak di bidang bisnis percetakan dan Advertising, pada Selasa (07/12) di Kantor PT Inti Prima Karya, Jalan Pejagalan I, Bandengan Jakarta Barat. Kerja sama tersebut direalisasikan dalam bentuk penandatanganan MoU atau nota kesepahaman antara kedua pihak.

Nanang Iriwanto yang merupakan Quality Management Representatif mewakili Direktur PT Inti Prima Karya mengatakan pihaknya patut berbangga karena SMKN 1 Banda Aceh merupakan satu-satunya SMK dari Aceh yang saat ini telah melakukan MoU dengan PT Inti Prima Karya, yang mana kedepannya bisa jadi diluncurkan kelas industri pada kompetensi keahlian Desain Grafika.

Ini merupakan satu kerja sama yang luar biasa antara pihak PT Inti Prima Karya dengan SMKN 1 Banda Aceh berkaitan dengan kompetensi keahlian Desain Grafika.

“Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi baik dari kedua pihak. Baik dari proses kurikulum, peralatan dan sebagainya dalam proses pembelajaran”, ujar Nanang.

Selain itu, dalam MoU tersebutkan yakni adanya magang guru, magang siswa atau prakerin, penempatan kerja serta melanjutkan ke jenjang lebih tinggi lagi yang akan difasilitasi PT Inti Prima Karya adanya guru tamu, serta kegiatan CSR bekerjasama di sekolah.

“Mudah-mudahan tidak hanya ini saja, tetapi dapat berkembang pada perusahaan lain yang akan bekerjasama dengan SMKN 1 Banda Aceh. Saya pun ingin semua program keahlian di sini punya satu kelas industri,” harapnya.

Kepala SMKN 1 Banda Aceh Nurleila, SPd, MPd menyampaikan dengan, dengan adanya kerja sama ini, diharapkan para siswanya dapat terserap di dunia industri terutama di PT Inti Prima Karya, atau perusahaan lainnya yang bergerak di bidang grafika.

Menurutnya, kerja sama ini bagi SMK sangat diperlukan, karena dalam hal ini untuk menyelaraskan antara pendidikan yang diterima di sekolah dan di dunia usaha atau industri.

“Dengan MoU yang ada ini, diharapkan dapat memberikan bekal kepada anak didik kita, bisa terserap di dunia usaha maupun industri. Kolaborasi antara sekolah dengan industri menjadikan siswa tidak canggung terhadap perkembangan di industri,” pungkasnya.

read more
Berita Terkini

Kadisdik Apresiasi Guru Penerima Beasiswa Tugas Belajar Pemerintah Aceh

*BANDA ACEH* – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM memotivasi dan memberi pengarahan terhadap 41 orang guru penerima beasiswa tugas belajar dari Pemerintah Aceh, Senin 6 Desember 2021 di Aula Dinas Pendidikan Aceh.

Para guru menerima beasiswa dari Badan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Aceh tersebut berasal dari berbagai sekolah menengah di Aceh.

Adapun beasiswa yang diterima tersebut berupa tugas melanjutkan belajar tingkat magister (S2) dan doktor (S3) pada berbagai universitas baik di dalam maupun di luar negeri.

Kadisdik mengumpulkan para penerima beasiswa tugas belajar tersebut untuk memotivasi dan memberi pengarahan baik saat sedang kuliah maupun setelah kuliah nantinya.

“Saya berharap, tentunya dengan adanya beasiswa tugas belajar ini akan semakin meningkatkan kompetensi bapak/ibu sehingga membawa dampak bagus baik terhadap peserta didik maupun dunia pendidikan di Aceh,” kata Alhudri.

Alhudri mengaku senang dan bangga dengan semakin banyaknya para guru di Aceh mendapatkan beasiswa tugas belajar, jika perlu semua guru di Aceh bergelar magister atau doktor.

Sebab, kata Alhudri, dengan semakin banyak para guru dan tenaga pendidik di Aceh berpendidikan magister dan doktor, tentunya akan menambah kompetensi dan daya saing guru di Aceh. Alhasil, ketika banyak guru di Aceh berpendidikan tinggi maka akan meningkatkan mutu guru dan kualitas pendidikan di Aceh.

“Saya senang dengan semakin banyaknya guru di Aceh mendapat beasiswa seperti ini. Ke depan kita harapkan guru-guru yang belum mendapatkan beasiswa seperti ini juga kebagian,” kata Alhudri.

Dalam pertemuan tersebut turut dihadiri oleh pejabat struktural di lingkup Dinas Pendidikan Aceh.[]

read more
1 23 24 25 26 27 57
Page 25 of 57