close

fitriadi

Renungan

Penjilat, Bertaubatlah !!!

Manusia sebagaimana kodratnya memiliki hati yang baik, tetapi seiring kehidupan dan kondisi sekitarnya, akhlak mereka terpengaruhi oleh contoh-contoh buruk yang malah diikuti hingga menjadi kebiasaan yang bisa mencelakai diri sendiri.

Saat ini juga manusia sangat mudah terpancing emosi bahkan cenderung mementingkan egonya, daripada melihat kebaikan yang telah dia dapatkan.

Namun terkadang, dalam lingkungan sosial kerap juga dijumpai seseorang yang memiliki sikap penjilat, alih-alih bersikap ramah namun ternyata memiliki maksud atau tujuan licik dibelakangnya.

Tentunya hal tersebut sangat bertentangan dengan ajaran Islam atau sebagaimana Rasulullah SAW selalu memberikan contoh perilaku akhlakul karimah pada umatnya.

Tidak semua lembaga bisa memberikan lingkungan kerja yang sehat. Karena balik lagi ke orang-orangnya. Kalau banyak diisi tipe orang toksik, tempat kerja jadi tidak nyaman. Toksik merupakan seseorang yang secara teratur menampilkan tindakan dan perilaku yang menyakiti orang lain, yang berdampak negatif bagi kehidupan mereka

Salah satu tipe orang toksik yang bikin orang sekantor jadi benci, adalah tipe penjilat atasan. Berikut ini ciri-cirinya yang perlu diketahui

1. Apa-apa, selalu minta persetujuan atasan
Tidak ada salahnya ketika kamu meminta persetujuan atasan saat akan melakukan sesuatu. Apalagi jika hal itu berdampak besar terhadap perusahaan.

Yang jadi salah, kalau tiap hal itu selalu datang ke atasan. Padahal harusnya, permasalahan itu teramat sepele dan bisa dilakukan dengan inisiatif sendiri. Sikap seperti ini, bisa membuat kamu dicap penjilat karena cari perhatian pada atasan.

2. Tidak suka saat atasan memberi perhatian ke rekan kerja yang lain

Boleh jadi disebabkan saking seringnya kamu mencari muka, sampai-sampai kamu merasa kalau perhatian atasan hanyalah untukmu saja. Sehingga, ketika atasan memberi perhatian pada rekan kerja lain, meskipun hal itu dalam kerangka profesionalitas, kamu jadi tidak suka. Kasian ya…

3. Mengambil ide orang lain

Demi dibilang pintar, inovatif, inisiatif, atau orang teladan, kamu jadi melakukan segala cara untuk mengambil hati atasan. Salah satunya dengan mengambil ide orang lain. Yang punya ide siapa, tapi kamu yang mengakuinya.

4. Menuruti segala kemauan atasan meski kurang tepat

Atasan tetaplah manusia. Jadi, pasti punya kekurangan. Sebagai seorang bawahan yang benar, harusnya bisa beri masukan. Bukan malah selalu mengiyakan, padahal nyatanya malah berujung kerugian. Giliran rugi, semua yang disalahkan.

5. Menjelek-jelekkan rekan lain di depan atasan

Ciri penjilat yang paling kentara adalah tukang ngadu. Kesalahan sepele yang harusnya nggak perlu sampai ke telinga atasan, selalu diberi tahu. Tujuannya apa lagi, supaya bisa jadi anak emas dan terlihat bagus. Padahal, sikap seperti itu malah menjelek-jelekkan dirinya sendiri.

Bila ada tanda-tanda di atas pada dirimu, cepatlah sadar, karena kariermu tidak akan bertahan lama jika sifat menjilat ini kamu pertahankan. Meski kamu berhasil meraih posisi puncak, akan ada masanya, caramu yang licik itu bakal ketahuan. Karena meraihnya bukan dasar prestasi, melainkan dengan cara menjilat.

*diolah dari berbagai sumber

read more
Berita Terkini

Tim PRP- PMRI USK Tingkatkan Numerasi Siswa melalui POP Kemendikbud

Banda Aceh – Dalam rangka meningkatkan profesionalisme guru, Pusat Riset dan Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PRP-PMRI) Univeritas Syiah Kuala (USK) terus membantu guru mengajarkan matematika dengan cara mengembangkan penalaran dan kreativitas siswa dalam menyelesaikan masalah riil.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Organisasi Penggerak (POP) Kemendikbudristek, yang dilaksanakan mulai tanggal 7 Oktober 2021 sampai 30 November 2021, melibatkan tim PRP-PMRI USK.

POP ini dilaksanakan oleh Yayasan Pembina Matematika dan IPA (YPMIPA) yang melibatkan 13 wilayah di Indonesia, salah satunya Aceh, yang ditangani oleh tim dari PRP-PMRI USK. Peserta adalah guru-guru dan kepala sekolah yang berasal dari SDN 69 Banda Aceh dan SD IT Nurul Ishlah Banda Aceh.

Menurut Rahmah Johar selaku Kepala PRP-PMRI Universitas Syiah Kuala, kegiatan selama 36 JP di bulan Oktober 2021 difokuskan pada pembekalan tentang ide-ide mengajarkan matematika dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR) untuk kelas rendah yaitu kelas 1,2, dan 3 SD. Semua kegiatan dilakukan melalui zoom.

“Pada kegiatan tersebut narasumber memberikan materi secara interaktif kepada peserta. Materi yang dibahas adalah bilangan, geometri, pengukuran, dan pengumpulan data. Narasumber memberikan contoh-contoh permasalahan matematika dengan berbagai konteks yang dekat dengan kehidupan siswa,” jelas Rahmah Johar.

Lanjutnya lagi, masalah tersebut dapat diselesaikan oleh siswa dengan berbagai cara sehingga meingkatkan keterampilan abad 21 siswa yaitu communication, creativity, critical thinking, dan collaboration. Selain itu literasi, numerasi, dan karakter siswa juga dikembangkan.

“Setiap peserta merancang pembelajaran, mempresentasi persiapan mengajar, mensimulasikan cara mengajar, dan mempraktekkan di depan kelas. Kegiatan selama praktek real teaching yang dilaksanakan secara tatap muka di kelas, direkam. Setelah itu guru maupun narasumber menonton rekaman video pembelajaran tersebut dan membahas melalui zoom, kejadian-kejadian penting selama pembelajaran berkaitan dengan proses berfikir siswa,” ungkap Rahmah Johar.

Sementara itu, Evi Susanti, Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, saat menutup kegiatan menyampaikan terimakasih kepada YPMIPA dan tim PRP-PMRI USK yang telah memberikan ide-ide kepada guru dalam meningkatkan keterampilan abad 21 sehingga siswa menjadi numerate.

“Kita mengharapkan guru-guru yang telah mengikuti pelatihan membagikan pengalamannya kepada guru lain atau sekolah imbas sesuai dengan sasaran POP yaitu sekolah maupun gurunya menjadi penggerak dalam inovasi mengajar,” pungkas Evi Susanti.

Adapun narasumber yang terlibat pada kegiatan ini adalah Prof, Dr. Rahmah Johar, M. Pd, Dr. Cut Morina Zubainur, M. Pd, Dr, Mailizar, M. Ed, Elizar, Ph. D, Dra. Tuti Zubaidah, M. Pd, Dra. Yuhasriati, M. Pd, Suhartati, M.Pd, dan Cut Khairunnisak, M. Sc.

read more
Berita Terkini

Jamu Siswa Peraih Medali Emas, Kadisdik: Ini Bukti Anak Aceh Bisa

 

*Banda Aceh* – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM menjamu siswa SMAN 7 Banda Aceh di oproom Dinas Pendidikan Aceh, Selasa 30/11/2021 malam. Hadir dalam jamuan tersebut para Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh dari beberapa kabupaten/kota di Aceh, serta kepala SMAN 7 Banda Aceh, Dr. Erlawana, S.Pd.,M.Pd.

Para siswa tiba di Aceh sekitar pukul 17.40 WIB dan disambut dengan pengalungan bunga oleh Kepala Bidang SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh, Hamdani, S.Pd.,M.Pd bersama beberapa kepala dinas pendidikan cabang dari berbagai daerah.

Seperti diketahui, para siswa kelas X (sepuluh) SMAN 7 tersebut terdiri dari Zahratul Dwi Safrina, Raza Muda Angkasa, Muhammad Nouval Devina, Aisyah Jihan Amanda, dan Letizia Rossa Fauzi yang didampingi oleh guru pendamping Jusmarita, S Pd, M Pd, dan Novris Sariani, S Pd berhasil meraih medali emas pada even Indonesia Inventors Day 2021, International Young Inventors Award yang diselenggarakan oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) di Bali sejak 25 s/d 20 November 2021.

Para siswa SMAN 7 Banda Aceh berhasil meraih medali emas setelah karya inovasinya berjudul Paper Soap as an Anti-Bacterial Against Escherichia Coli from Kitchen Lemongrass Waste (Cymbopogon Citratus) atau Sabun Kertas Sebagai Anti Bakteri Terhadap Escherichia Coli Dari Limbah Sereh Dapur dapat dipertahankan denhan baik dihadapan para juri.

Kadisdik Alhudri kepada para siswa mengaku cukup bangga atas prestasi yang bergasil diraih di event internasional tersebut. Seperti diketahui, event ini diikuti oleh berbagai negara seperti Arab Saudi, Tiongkok, Vietnam, Jordania, Hongkong, Singapore, Malaysia, dan berbagai negara lainnya.

Manurut Alhudri, dengan prestasi ini telah mebuktikan ke mata dunia bahwa anak Aceh itu bisa, dan ini patut disyukuri dan diapresiasi.

“Kami atas nama Pemerintah Aceh, Bapak Gubernur Aceh, dan kita dari jajarab Dinas Pensidikan Aceh mengucapkaan apresiasi yang luar biasa adik-adik dan ibu pendamping. Ini sangat luar biasa, kami bangga,” kata Alhudri.

Alhudri menuturkan, anak-anak Aceh adalah petarung bukan penakut, dan anak-anak Aceh juga merupakan orang-orang yang pinter, hanya terkadang cara asahnya saja belum semuanya mendapatkan titik temu yang cocok.

Alhudri menuturkan, dalam jamuan tersebut dirinya sengaja mengundang para Kacabdin untuk menyambut kepulangan para siswa peraih medali emas dari SMAN 7 Banda Aceh.

“Kenapa para kacabdin ini saya undang, karena percaya atau tidak ini adalah putra putri Aceh yang telah mengharumkan nama Aceh. Karena itu sering saya katakan bawa anak-anak Aceh itu
bisa inilah buktinya,” kata Alhudri.

Kepada para Kacabdin Alhudri menekankan, bahwa banyak hal sebetulnya yang harus dibenah agar lahirnya inovasi-inovasi baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh.

Adapun yang paling utama, kata Alhudri adalah peningkatan mutu guru. Karena jika guru berkualitas maka anak-anak yang dididiknya juga akan berkualitas sehingga mampu bersaing di kancah nasional bahkan internasional.

“Karena yang tedepan adalah guru karena guru itulah yang hebat, kalau ada yang bilang kepala dinas hebat, itu salah karena yang didik para siswa adalah para guru, maka salah jika ada yang mengatakan dinas hebat. Dinas hanya mensupport dan memenejerial apa yang dibutuhkan sekolah dan guru,” tegas Alhudri.

Dalam kesempatan itu, Alhudri kembali mengajak agar lara siswa di Aceh untuk mengikuti vaksinasi Covid-19, sehingga rutinitas pendidikan di Aceh bisa kembali berjalan normal.

Saat ini, kata Alhudri, perlu ditekankan bahwa vaksin itu sangat penting dalam memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, karena telah banyak memakan korban jiwa diseluruh dunia.

“Hari ini bapak dan ibu harus percaya bahwa vaksin itu pentig, karena kalau tidak vaksin kalian (para siswa) tidak mungkin ikut ke sana kemarin hingga bawa pulang mendali emas,” kata Alhudri.[]

read more
Berita Terkini

Alhamdulillah, Pelajar SMAN 7 Banda Aceh Juara Penelitian Internasional

BANDA ACEH- Sungguh membanggakan atas apa yang dilakukan lima pelajar SMA Negeri 7 Banda Aceh ini. Meski di masa pandemi Covid-19, mereka tetap mampu menorehkan prestasi. Apalagi prestasinya berskala internasional.

Pelajar SMA Negeri 7 Banda Aceh menorehkan prestasi cemerlang tingkat internasional dengan meraih medali emas pada ajang Indonesia Inventors Day 2021 International Young Inventors Award (IYIA) yang digelar oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) sejak 26 hingga 29 November 2021 di Denpasar, Bali.

INNOPA merupakan lembaga nonprofit (NGO) yang hadir untuk menaungi dan mengakomodir innovator Indonesia untuk dapat bersaing di tingkat internasional.

Tergabung sebagai anggota penuh International Federation of Inventors’ Associations (IFIA), INNOPA juga turut serta membantu dalam memperkenalkan inovasi karya anak bangsa Indonesia ke tingkat dunia.

Para peserta berasal dari 15 negara, seperti : Arab Saudi, Tiongkok, Vietnam, Jordania, Hongkong, Singapore, Malaysia, dan berbagai negara lainnya.

Adapun para siswa SMA Negeri 7 Banda Aceh adalah Zahratul Dwi Safrina sebagai ketua tim dengan anggota yaitu Raza Muda Angkasa, Muhammad Nouval Devina, Aisyah Jihan Amanda, dan Letizia Rossa Fauzi.

Para pelajar tersebut didampingi dua guru pembimbing yaitu Jusmarita, S Pd, M Pd, dan Novris Sariani, S Pd. Mereka berlomba pada kategori farmasi dan kesehatan (International Innovation Competition Qualification Wintek Pharmacy and Health Category).

Karya kreatif tersebut berjudul “Paper Soap as an Anti-Bacterial Against Escherichia Coli from Kitchen Lemongrass Waste (Cymbopogon Citratus)” atau Sabun Kertas Sebagai Antibakteri Terhadap Escherichia Coli Dari Limbah Sereh Dapur.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM melalui Kepala Bidang SMA dan PKLK, Hamdani, S.Pd, M.Pd mengapresiasi prestasi yang diraih siswa SMA Negeri 7 Banda Aceh di tingkat internasional.

“Harapan kami inovator-inovator muda ini tidak berhenti di sini dan diharapkan ke depan dapat melahirkan ide-ide yang bermanfaat bagi masyarakat Aceh, bangsa Indonesia bahkan dunia,” ujarnya.

Menurut Hamdani, keberhasilan para siswa Aceh meraih medali emas di ajang Indonesia Inventors Day 2021 telah membuktikan bahwa pendidikan Aceh telah mampu bersaing di level internasional.

“Selamat buat guru pembimbing dan siswa-siswi kami, serta ucapan terimakasih kepada cabang dinas, kepala sekolah, pengawas, komite serta semua pihak yang ikut serta menyukseskan penelitian ini. Semoga prestasi ini lebih memacu siswa dalam belajar untuk mempersiapkan diri menuju era Society 5.0,” harap Hamdani, Selasa (30/11/2021).

Dengan adanya prestasi ini diharapkan dapat mendorong semangat belajar siswa-siswi di Aceh sehingga dapat bersaing di level internasional.

Seperti diketahui, bahwa Indonesia Inventors Day (IID) adalah kompetisi tingkat internasional bagi para peneliti lokal, nasional dan internasional untuk mempresentasikan hasil penemuannya.

Adapun fokus dalam ajang ini adalah pameran dan kompetisi. Para peserta dapat membawa produk akhir, sampel, prototipe atau mock-up untuk dipresentasikan di Indonesia Inventors Day. []

read more
Berita Terkini

Masuk Finalis Mengajar APBN, Gubernur Apresiasi Guru SMKN 1 Peusangan Bireuen

 

*Banda Aceh* – Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT, mengapresiasi atas terpilihnya Nurfitriana, guru Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) pada SMK Negeri 1 Peusangan, Bireuen, yang berhasil masuk finalis lomba mengajar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Apresiasi dan ucapan terimakasih disampaikan Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT, melalui Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM, Senin, (29/11/2021), di Banda Aceh.

Sebagaimana diketahui beberapa waktu lalu Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia menyelenggarakan lomba mengajar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam kompetisi tersebut, guru Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP) SMKN 1 Peusangan, Bireuen ini mengunggah video mengajar di YouTube dan Instagramnya.

Dilihat dari akun Twitter Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan, pada Sabtu, 27 November 2021, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, SE., M.Sc., pH.D, dalam bincang-bincang dengan Nurfitriana, berpesan terus meningkatkan pengetahuannya untuk bisa memberikan pengajaran kepada murid-muridnya mengenai keuangan Negara.

Pada kesempatan tersebut, Nurfitriana, menyampaikan pesan rasa terimakasih atas inovasi pemerintah dalam hal ini Kemendikbud dan Kemenkeu, dalam penyaluran langsung dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ke rekening sekolah sangat membantu sekolah dan para guru untuk mendapat kepastian dan ketepatan saluran dana BOS.

“Gubernur Aceh, Bapak Nova Iriansyah, menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada guru kita yaitu Ibu Nurfitriana yang masuk finalis lomba mengajar APBN Tahun 2021. Karena beliau sudah mengangkat martabat dan derajat orang Aceh di kancah nasional,” ujar Kadisdik Aceh.

Gubernur Aceh, kata Kadisdik, menyampaikan rasa gembira yang tak terhingga karena guru dan tenaga kependidikan (GTK) di Aceh terus berinovasu dan belajar hal-hal baru, salah satunya tentang APBN.

“Pendidikan itu harus dimaknai dengan sangat luas. Termasuk dalam memberikan edukasi kepada peserta didik tentang keuangan negara,” tambah Kadisdik Aceh.

Untuk diketahui, Nurfitriana, adalah salah seorang guru di SMKN 1 Peusangan, Bireuen, yang masuk finalis 10 besar lomba mengajar APBN.

Kepala SMKN 1 Peusangan, Bireuen, M. Yusuf, S.Pd, menjelaskan, gurunya itu mengikuti lomba mengajar APBN 2021 pada Oktober 2021 lalu.

Nurfiana, menurutnya dikenal cerdas dan inovatif di sekolah yang dipimpinnya.

“Sebelumnya memang Ibu Nurfitriana sudah meminta rekomendasi kepada kita di sekolah. Kita dorong dan mendukung lomba yang diikuti guru kita ini. Hasilnya, Ibu Nurfitriana berhasil mengharumkan Aceh dilevel Nasional,” katanya. []

read more
Berita Terkini

Agil Mughni dan Aida Sasmitha Duta Pelajar Sadar Hukum Aceh 2021

*BANDA ACEH* – Agil Mughni dari Kota Banda Aceh dan Aida Sasmitha dari Kabupaten Aceh Tamiang dinobatkan sebagai Duta Pelajar Sadar Hukum jenjang SMA/SMK/MA tingkat Provinsi Aceh tahun 2021.

Hal itu setelah keduanya mendapat penilaian dari tim dewan juri yaitu Ferdiansyah SH, MH, Fakhrillah, SH, MH, dan Filman Ramadhan, SH yang semuanya dari Kejaksaan Tinggi Aceh.

Untuk juara II, diraih M. Ariel Zulya R (Aceh Selatan) dan Gizkha Maulina Herman (Kota Lhokseumawe).

Sedangkan juara III diraih Darin Nafis (Kota Lhokseumawe) dan Adzhani Nubli Ghassani (Kota Langsa).

Lalu, juara harapan I diraih Muhammad Rizky (Nagan Raya) dan Siti Muldalifa (Nagan Raya).

Kemudian juara harapan II, diraih Rally Alfarauq (Aceh Besar) dan Shafira Mufidza (Kota Banda Aceh).

Penobatan dan pemberian hadiah untuk Duta Pelajar Sadar Hukum tahun 2021 berlangsung, Sabtu, (27/11/2021) malam, di Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh.

Ajang pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum digagas oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Aceh yanh sudah berlangsung selama lima tahun secara berturut-turut sejak 2017.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Hamdani, S.Pd, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan ajang pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum memiliki nilai strategis dalam rangka mendukung mutu dan kualitas pendidikan Aceh kedepan.

“Kegiatan ini terselenggara sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Dinas Pendidikan Aceh dengan Kejaksaan Tinggi Aceh pada 28 September 2017 lalu,” ujarnya.

Dikatakan, pendidikan bertujuan membentuk karakter generasi penerus bangsa untuk membangun bangsa yang kokoh dan bermartabat pada masa yang akan datang.

“Sekolah diharuskan dapat mengembangkan dan membentuk karakter peserta didik sesuai dengan moral, nilai dan norma yang ada di masyarakat, harapannya adalah peserta didik mempunyai perilaku budi pekerti yang luhur,” katanya.

Menurutnya, melalui program ini siswa akan mampu memahami norma hukum sejak dini, sehingga terbentuknya karakter dan akhlak yang mulia.

Pelajar yang telah terpilih, diharapkannya, dapat menjadi duta pelopor sadar hukum di daerahnya masing-masing.

“Kami mengucapkan selamat kepada Duta Pelajar Sadar Hukum yang terpilih malam ini. Bagi yang belum berhasil jangan berkecil hati, tetap semangat dan terus belajar untuk meraih prestasi,” katanya.

Sementara Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Aceh, Mohamad Rohmadi, SH, MH mewakili Kepala Kejati Aceh, Dr Muhammad Yusuf SH MH, menyampaikan, kegiatan Duta Pelajar Sadar Hukum ini dapat memperkuat karakter pelajar sebagai penerus bangsa yang unggul, berkualitas, berkarakter kebangsaan dan taat pada aturan hukum yang berlaku.

“Kami berharap kegiatan ini dapat membekali para pelajar dan institusi pendidikan. Bukan hanya memiliki pengetahuan, tetapi dapat sadar dan tahan pada hukum yang berlaku,” ujarnya berharap.

“Calon duta yang berlatih dengan keras dan disiplin yang tinggi yang ditangani secara profesional dan berdedikasi tinggilah yang pada akhirnya akan terpilih sebagai juara. Calon Duta Pelajar Sadar Hukum ini akhirnya juga akan membawa dampak yang signifikan kepada siswa-siswi lainnya di Aceh,” tuturnya.

Ia menambahkan kepada para pemenang agar tidak cepat puas diri dengan capaian ini tapi harus terpacu dalam meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.

Usai penetapan para juara, Asisten Intelijen Kejati Aceh, Mohamad Rohmadi SH MH menyematkan selempang dan memberi hadiah kepada Agil Mughni dan Aida Sasmitha. []

read more
Berita Terkini

Jalin Kerjasama dengan IGI, PT Garuda Tri Eka Akan Bantu Pendidikan di Indonesia Melalui Hybrid Smart ID Card Presensi Digital

JAKARTA I ACEH INFO – PT Garuda Tri Eka yang bergerak di bidang pengembangan sistem informasi, menjalin kerjasama dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Pusat Jakarta.

Kerjasama tersebut di bidang diseminasi sistem informasi pendidikan di Indonesia dengan tujuan mempercepat proses digitalisasi sekolah.

Hal itu dikatakan Owner PT Garuda Tri Eka, Putri Husna S.S.T, M.Pd, dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IGI Se-Indonesia di Aula Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) DKI Jakarta, Jumat (26/11/2021) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Putri Husna yang merupakan Lulusan penerima beasiswa Magister LPDP bidang Teknologi Pendidikan dan pernah berprofesi sebagai Guru serta menjabat sebagai Kepala Sekolah disalah satu sekolah dibawah naungan Medco Foundation memaparkan program kerjasama ini dihadapan ratusan Ketua IGI Seluruh Indonesia yang hadir di Pembukaan Rakornas IGI Tahun 2021.

“Sistem Hybrid Smart ID Card Presensi Digital ini kami kembangkan untuk memenuhi kebutuhan primer sekolah, sistem ini mengintegrasikan antara Kartu Pelajar dan Presensi Digital yang akan mengirimkan informasi kehadiran siswa setiap hari secara real-time kepada wali murid melalui pesan whatsapp.

Selain itu, Website Sekolah, PPDB Online, E-Learning serta sistem Payment digital yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan sekolah juga terintegrasi dalam sistem ini. Harapan kami, dengan sistem ini kita bersama-sama dapat mengoptimalkan komunikasi diatara sekolah dan orang tua siswa untuk mencapai tujuan pendidikan.” kata Husna.

Sistem yang dikembangkan oleh pihaknya, akan memudahkan pekerjaan guru dalam memberikan pelayanan pembelajaran disekolah. Salah satu contoh, presensi digital yang disediakan sistem ini dapat digunakan saat Pembelajaran Tatap Muka dan Pembelajaran Jarak Jauh.

Saat PTM guru piket akan login dalam sistem ini menggunakan smartphone masing-masing melalui browser tanpa menginstall aplikasi tertentu, kemudian guru dapat memindai kartu pelajar satu persatu dan data kehadiran siswa akan diklasifikasikan sesuai kelas dan tercatat dalam sistem.

Kemudian, saat PJJ sistem akan mengirimkan link tertentu ke Whatsapp siswa atas otorisasi guru, saat link tersebut dikunjungi maka sistem akan mencatat data kehadiran siswa serta titik lokasi siswa pada saat yang bersamaan. Data kehadiran siswa ini akan dikirmkan secara real-time kepada orang tua melalui pesan whatsapp setiap harinya.

“Intinya, sistem ini mengurangi beberapa hal teknis yang dilakukan guru setiap harinya saat memberikan pelayanan pembelajaran kepada siswa, bukan malah menambah pekerjaan baru kepada guru. Proses digitalisasi sekolah nanti akan kami bantu dari awal, karena banyak sekolah yang sudah tau bagaimana konsep digitalisasi sekolah namun belum tau apa yang harus dilakukan terlebih dahulu dan bagaimana caranya, Pada dasarnya, sistem ini akan membantu sekolah memenuhi kebutuhan primernya seperti kartu pelajar, website sekolah dan e-learning, adapun tambahan lain fitur lainnya dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan sekolah. ” terang Putri Husna.

Ikatan Guru Indonesia dan Garuda Tri Eka telah bekerjasama untuk membantu sekolah dalam mempercepat proses digitalilasi sekolah menggunakan Hybrid Smart ID Card Presensi Digital. Sistem ini, telah terdaftar pada e-commerce Kemendikbud yang akan memudahkan teknis dan laporan dalam pemesanan menggunakan dana BOS.

Jika sekolah ingin berkolaborasi dengan kami, pihak sekolah dapat melakukan pemesanan langsung di situs Siplah.blili.com dengan mencari nama produk Hybrid Smart ID Card Presensi Digital. Sekolah dapat memilih spesifikasi sistem yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhannya mulai harga Rp.7000.

“Kami membantu digitalisasi sekolah mulai dari Indonesia bagian barat yaitu Provinsi Aceh, bagi sekolah di Provinsi lainnya yang ingin bekerjasama dengan kami, tidak perlu khawatir, walaupun siswa disekolah Bapak dan Ibu hanya 1 orang siswa, kami akan tetap melayani dengan fitur dan harga yang sama. Ini merupakan bakti kami untuk Pendidikan Indonesia agar digitalisasi sekolah merata dari sabang sampai Merauke.” Pungkasnya.

Sumber: acehinfo.id

read more
Artikel

AKSELERASI IGI YANG SUPER CEPAT

Oleh : “Babeh” Nurdin

Kereta cepat Bandung dan Jakarta sebentar lagi hadir. Impian pengguna kereta yang butuh waktu tempuh lebih singkat akan segera terwujud. Bukan tidak ada moda darat lain selama ini, tetapi kalau bisa diperbaiki atau dipercepat, para pengguna moda tranpsortasi darat pasti akan sangat diuntungkan. Selain itu, ada bonus kenyamanan dan keamanan bagi para penumpang yang sehari-hari bolak balik Jakarta – Bandung.

Menganalogikan IGI sebagai kereta cepat tentu tidaklah 100% cocok. Tetapi analogi itu juga tidak bisa dianggap salah. Puluhan tahun guru-guru tanpa IGI, mengalami pergerakan peningkatan kompetensi yang lambat. Bahkan nyaris sebagian besar guru tidak bergerak kompetensi. Guru-guru melaksanakan tugas profesi berbekal apa yang di dapat di kampus-kampus pencetak Guru.

Belakangan malah ada guru-guru yang diangkat oleh pemerintah bukan dari LPTK atau Fakultas-Fakultas keguruan. Guru-guru yang mengabdi secara sukarela (honorer) dengan berbagai disiplin ilmu, berada di ruang-ruang kelas di setiap sekolah yang minus guru PNS nya. Itu kondisi ril saat IGI belum lahir.

Sebelum ada IGI, guru-guru berharap ada undangan pelatihan dari dinas pendidikan. Itu hampir menjadi satu-satunya peluang menambah ilmu dan keterampilan secara gratis. Persoalan muncul, yaitu ketika guru yang dikirim pelatihan hanya guru-guru spesialis pelatihan (itu-itu saja yang dikirim), atau guru yang menjadi pembuat masalah di sekolah, sering dikirim keluar sekolah untuk berbagai kegiatan kedinasan dimaksud.

Begitulah kondisi sebelum IGI lahir.
Gerbong yang terbatas dan kecepatan yang lambat, membuat visi peningkatan kompetensi guru di masa lalu (sebelum IGI lahir) sulit tercapai. Inipun belum kita analisis adanya perubahan eksternal yagn terjadi di luar dunia pendidikan, baik dalam skala nasional maupun internasional. Untunglah, pada masa-masa sulit seperti itu, ada penumpang di dalam gerbong pendidikan ini yang berdiskusi, dan tercetuslah ide membangun kereta cepat dengan gerbong yang tidak terbatas, dengan biaya yang super murah, dan kecepatan melebihi kecepatan cahaya, terciptalah Ikatan Guru Indonesia.

Sejak memiliki nama sebagai IGI di tahun 2009, lokomotif IGI bergerak sangat cepat. Membawa virus perubahan ke seluruh daerah di Indonesia bahwa “hanya guru yang bisa membantu guru untuk meningkatkan kompetensinya”, dan “hanya dengan tetap belajar, para guru akan bisa optmial mengajar”. Pergerakan super cepat lokomotif IGI dengan gerbong utama ini tak bisa diikuti oleh para lokomotif lain yang sudah termakan usia dan syarat beban. IGI semakin diterima.

Begitulah adanya. Berbeda dengan kereta cepat Jakarta Bandung yang belum bisa bergerak sebelum diresmikan, IGI sudah bergerak jauh-jauh hari bahkan sebelum namanya ada. Dan satu hal lagi, IGI akan tetap muda karena disi oleh para pengurus yang tidak hanya cukup menggunakan apa yang ada, tetapi secara bersama-sama melakukan kegiatan untuk mendapatkan “apa yang mungkin ada”. Bersama IGI, kita berharap peningkatan kompetensi guru menjadi lebih cepat, aman dan menyenangkan. Dan semoga akselerasi super cepat IGI ini tidak direm oleh adanya hambatan dari pemangku pendidikan Negeri ini.
Selamat Rakornas dan HUT ke-12 IGI. Selamat datang Kereta Cepat Perubahan.

 

Penulis Merupakan Sekretaris DK IGI Pusat

read more
Berita Terkini

12 Tahun IGI untuk Negeri

Ikatan Guru Indonesia (IGI) merupakan sebuah organisasi yang dikelola oleh guru, sepertinya sudah mampu merubah pola pikir pengurus maupun anggota untuk berpikir cerdas dan inovatif. Mereka mengenali kebenaran tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi, dan mereka membantu orang-orang untuk mengungkapkan apa yang membahayakan dan menyakitkan, serta apa yang membangun kekuatan-kekuatan organisasi.

Dalam organisasi-organisasi terbaik, orang-orangnya harus memiliki visi bersama tentang siapa diri mereka secara kolektif, dan mereka memiliki ikatan emosional yang khusus. Mereka mempunyai perasaan cocok, mengerti dan dimengerti, serta perasaan sejahtera atas kehadiran satu sama lain.

Hadirnya orang-orang cerdas dalam tubuh IGI menjadikan organisasi ini lebih elegan, mereka memiliki visi yang kuat bahwa terbentuknya organisasi bukan untuk memperkaya diri justru menghibahkan diri demi kemajuan bangsa ini.

IGI saat ini sudah mampu merubah pola pikir pengurus dan anggotanya sebagai insan yang berpikir inovatif, kreatif dan mandiri sehingga membuat ruh organisasi lebih sehat dan bugar. Mereka tidak lagi menunggu kucuran dana dari pemerintah untuk berkegiatan justru mereka lebih memilih BERSINERGI dengan berbagai elemen.

Mereka mulai sadar bahwa organisasi dilahirkan untuk menambah amunisi baru pemerintah, demi terwujudnya cita-cita besar bangsa ini sebagai negara maju dan mandiri.

Selamat ULANG TAHUN IGI YANG KE 12

SEMOGA PENDIDIKAN NEGERI INI CEPAT PULIH

read more
Berita Terkini

Lampaui Target, Disdik Aceh Kumpulkan 60 Kantong Darah

Banda Aceh – Para pegawai ASN dan non ASN Pemerintah Aceh di lingkup Dinas Pendidikan bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh menggelar kegiatan donor darah. Capaian kantong darah Disdik Aceh melampaui target dengan total 60 kantong darah.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM mengajak seluruh jajarannya mulai dari para pejabat struktural, para pegawai dan staf yang ada di lingkup Disdik Aceh hingga kalangan kepala sekolah dan guru untuk dapat melakukan donor darah secara rutin dimana pun tempat pelaksanaannya.

“Karena kegiataan donor darah ini bukan hanya dilaksanakan di kantor induk Disdik Aceh, melainkan juga di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten/Kota se-Aceh bekerjasama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) se-Aceh,” ungkapnya, Rabu (24/11/2021).

Aksi donor darah, lanjut Alhudri telah ditetapkan sebagai agenda rutin bagi seluruh ASN dan non ASN serta Guru dan Tenaga Kependidikan di lingkup Disdik Aceh. Menurutnya, dengan agenda tersebut, pemerintah telah mampu memenuhi kebutuhan stok darah di UTD PMI.

“Program donor darah ASN yang digagas Bapak Gubernur Aceh dan Bapak Sekda Aceh merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi rumah sakit di seluruh Aceh,” ujarnya.

Sementara Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Drs. Bukhari. MM, saat memantau proses donor darah para ASN dan Non ASN di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh mengapresiasi antusias ASN dan non ASN Disdik Aceh dalam melaksanakan aksi kemanusiaan tersebut.

Ia berharap kegiatan yang digagas Gubernur Aceh itu dapat didukung semua pihak karena mendatangkan banyak manfaat serta dapat menjadi budaya baru dalam kehidupan masyarakat di Aceh.

“Kita mengajak semua pihak dan juga seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta mendonorkan darah, darah yang kita sumbangkan sangat dibutuhkan oleh mereka yang di rumah sakit,” katanya.

Pemerintah Aceh, lanjutnya juga mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk juga dapat menjalankan kedisiplinan donor darah guna membantu masyarakat, seperti pasien thalasemia yang rutin membutuhkan darah dan masyarakat lainnya.

“Gotong royong dan saling bahu membahu dalam membantu sesama merupakan modal sosial kuat bagi masyarakat Aceh. Salah salah satu bentuk nyata yang bisa kita lakukan adalah dengan berkontribusi melalui donor darah,” pungkasnya.

read more
1 24 25 26 27 28 57
Page 26 of 57