close

fitriadi

Berita Terkini

FLS2N Tahun 2021, Siswa Aceh Raih Medali Perunggu

 

Banda Aceh – Muhammad Haffas Muttaqin, Siswa SMA Negeri Modal Bangsa Aceh tampil memukau dan berhasil menyabet medali perunggu pada bidang lomba cipta baca puisi di Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat nasional tahun 2021 yang dilaksanakan secara daring.

Selain itu, perwakilan dari Aceh, juga mendapatkan penghargaan dalam bentuk sertifikat dan Medallion Of Excellent (MOE) pada bidang lomba musik tradisi daerah yaitu perwakilan SMK Negeri 1 Takengon, Kabupaten Aceh Tengah atas nama Putra Tawar, Khairul Al Qadar, Al Safri, Mustafa Tabrani, dan Rizka Mahara.

Untuk menunjukkan daya juang peserta didik agar tetap berprestasi pada masa pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menyelenggarakan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2021, secara daring, dengan mengangkat tema “Seni Pulihkan Negeri”.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM mengaku bersyukur atas raihan prestasi ini dan berharap kedepan akan lebih baik lagi. Menurutnya, meski pembelajaran tidak dapat dilaksanakan secara tatap muka, namun tidak menyurutkan semangat para guru untuk melatih anak didiknya dalam berkarya.

“Kami tentu perlu mengapresiasi kepada cabang dinas, kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, pelatih atau guru pembimbing, orang tua dan semua yang mendukung. Adik-adik ini adalah bibit yang harus ditanam untuk tumbuh. Tetapi ketika sudah ditanam harus disirami untuk bisa berkembang dan harus ada lingkungan yang mendukung supaya tumbuh lagi talentanya menjadi lebih kuat lagi,” ujarnya.

Alhudri mengapresiasi semua pihak termasuk guru, pembimbing, orang tua yang terus berupaya menemukan talenta-talenta generasi muda yang akan memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan Aceh kedepan.

“Seni merupakan aktualisasi diri yang tidak muncul dengan sendirinya. Seni harus digali dan dijadikan sebagai gaya hidup untuk terus dikembangkan. Berseni tidak hanya dalam konteks kejuaraan, olimpiade, atau festival. Berseni bisa dilakukan dari hari ke hari,” tuturnya.

Kadisdik mengatakan pihaknya bertekad untuk terus melakukan upaya-upaya perbaikan pendidikan ke arah yang lebih baik dengan terwujudnya generasi yang berprestasi melalui lomba dan kompetisi di semua jenjang, salah satunya adalah FLS2N.

FLS2N merupakan ajang kompetisi bidang seni yang diikuti oleh siswa jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan Pendidikan Khusus. Jumlah peserta yang terdaftar pada FLS2N 2021 sebanyak 1.883 siswa dengan total sebanyak 1.220 karya.

Pada jenjang SMA, peserta sebanyak 414 siswa dengan 369 karya yang terdiri dari 11 lomba seni yaitu baca puisi, cipta lagu, desain poster, film pendek, gitar solo, komik digital, kriya, monolog, tari kreasi, vokal solo putra, dan vokal solo putri.

Sementara peserta SMK sebanyak 405 siswa dengan 281 karya pada 8 lomba seni diantaranya menyanyi solo, gitar solo, film pendek, monolog, tari tradisional, musik tradisi daerah, cipta lagu, dan seni lukis.

Pada pendidikan khusus, untuk SDLB ada lomba menyanyi dan melukis. Untuk SMPLB dan SMALB ada lomba cipta baca puisi, cipta komik strip, desain grafis, melukis, menari, menyanyi, MTQ, dan pantomim. Jumlah peserta sebanyak 341 siswa dengan 243 karya.

read more
Berita Terkini

Kadisdikbud Banda Aceh Tutup Penilaian GTK Berprestasi, Berikut Juaranya

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri MPd menutup kegiatan seleksi penilaian Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berprestasi jenjang pendidikan dasar tahun 2021, Rabu (10/11).

Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 08-10 November 2021 di Grand Aceh Hotel diikuti oleh guru, kepala sekolah, pengawas sekolah jenjang TK, SD dan SMP.

Kadisdikbud Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada semua peserta yang telah mengikuti seleksi penilaian guru dan tenaga kependidikan tingkat Kota Banda Aceh tahun 2021.

“Selamat kepada juara satu, dua dan tiga yang meraih juara pada tahun ini dan kepada yang belum meraih juara agar terus meningkatkan kompetensi diri agar meraih juara pada tahun-tahun berikutnya,” kata Sulaiman.

Dikatakannya, khusus bagi juara satu bagi guru dan tenaga kependidikan untuk menyiapkan diri mengikuti penilaian di Tingkat Provinsi Aceh yang dilaksanakan pada bulan November ini juga.

“Siapkan semua kelengkapan administrasi dan syarat-syarat untuk mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Aceh agar GTK Kota Banda Aceh menjadi yang terbaik dari semua kabupaten/kota nantinya,” pintanya.

Sulaiman mengharapkan dalam waktu singkat ini para dewan juri melakukan pembinaan kepada para peserta sebelum mengikuti seleksi di Tingkat Provinsi Aceh agar semua yang mewakili Kota Banda Aceh benar-benar siap.

Masing-masing juara penilaian guru dan tenaga kependidikan tingkat Kota Banda Aceh selain memperoleh piagam penghargaan juga diberikan uang pembinaan, untuk juara satu Rp.5 juta, juara dua Rp.3 juta dan juara tiga Rp.2 juta.

Pada kesempatan itu juga, Kadisdikbud atas nama Walikota Banda Aceh memberikan apresiasi kepada sembilan sekolah penggerak di Kota Banda Aceh, masing-masing kepada dua TK, empat SD dan tiga SMP yang dihadiri masing-masing kepala sekolahnya.

Berikut hasil pemenang juara GTK berprestasi Kota Banda Aceh tahun 2021 :

Juara Gurpres SD :
1. Diana Safitri, S.Pd.I (SDN 22)
2. Munawir, S.Pd (SDN 43)
3. Ridwan, S.Pd (SDN 50)

Juara Kepala SD :
1. Sarniyati Yusmanita, S.Pd., M.Pd (SDN 16)
2. Riza Emilia, S.Pd.I(SDN Fatih Bilingual School)
3. Tihapsa, S.Pd (SDN 26)

Juara Guru SMP :
1.Anizar, S.Pd (SMPN 6)
2. Gita Rosita (SMPN 18)
3.Juliati, S.Pd,. M.Pd (SMPN 3)

Juara Kepala SMP :
1. Rahmaniah, S.Pd (SMPN 18)
2. Darmawati, S.Pd (SMPN Inshafudin)
3. Tulisan Nuradam (SMPN 10)

Juara Pengawas SMP :
1. Budi Raharjo, S.Pd

read more
Berita Terkini

Kerjasama dengan IGI, Cabdindik Wilayah Aceh Selatan Maksimalkan Penggunaan Portal Rumah Belajar Kepada Guru

ACEH SELATAN – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Selatan Annadwi, SPd, MM membuka secara resmi kegiatan peningkatan kompetensi guru dalam pemanfaatan Rumah Belajar yang terintegrasi akun belajar.id. kepada guru SMA, SMK dan SLB di Kabupaten Aceh Selatan, pada Senin 8/11 di Aula Kantor Cabang Dinas Pendidikan setempat.

Kegiatan yang akan berlangsung mulai 08-12 November 2021, merupakan program kerjasama IGI Kabupaten Aceh Selatan dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Selatan dengan pemateri Irfan Dani, SPd.

Annadwi dalam sambutannya menyampaikan, program pengenalan Rumah Belajar ini sangat penting diajarkan kepada guru, agar mereka lebih kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran.

“Konten-konten dan media pembelajaran yang tersedia di Rumah Belajar tersebut dapat dimanfaatkan oleh pendidik, peserta didik, dan masyarakat dalam belajar”, ujarnya.

Selanjutnya Annadwi menjelaskan, bahwa masing-masing fitur dalam portal Rumah Belajar memiliki karakteristik yang berbeda sehingga pola pemanfaatan tiap fiturpun dapat berbeda. Oleh karena itu, perlu disusun pedoman pemanfaatan fitur-fitur Rumah Belajar.

Sementara itu, Kasi Pengembangan mutu guru dan tenaga kependidikan Munadi El Sukni, ST mengatakan saat ini guru berada di era digital, semua aktivitas pendidikan bahkan sendi-sendi kehidupan tidak lepas dari pemanfaatan teknologi digital. Dampak era digital pun mempengaruhi sikap dan perilaku peserta didik dalam keseharian.

“Dalam mendidik, guru harus memiliki beberapa keterampilan untuk menghadapi perubahan kebudayaan di era serba cepat ini. Guru wajib memiliki keterampilan yang disebut dengan Keterampilan Abad 21”, ujarnya.

Adapun Keterampilan Abad 21 yang wajib dimiliki guru adalah: kesabaran dan kegigihan, memahami perkembangan iptek, berpikir kreatif, dan manajemen dunia maya, demikian pungkas Munadi

 

read more
Berita Terkini

SEKOLAH MUHAMMADIYAH BIREUEN MENJADI MODEL SEKOLAH INKLUSIF

Bireuen – Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Luar Biasa (PPPPTK TK & PLB), Drs. Abu Khaer, M.Pd melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Vokasional Muhammadiyah serta kunjungan ke salah satu Sekolah Penggerak di Kabupaten Bireuen.

Salah satu Sekolah Penggerak yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen adalah SDIT Muhammadiyah. Secara kebetulan kedua sekolah yang dikunjungi ini berada dalam satu komplek yang sama. Selain SLB dan SDIT, dalam lingkungan sekolah tersebut juga terdapat beberapa jenjang sekolah lainnya, seperti TK IT, SMP IT dan SMA IT Muhammadiyah Bireuen.

Drs. Abu Khaer, M.Pd mengatakan keberadaan SLB dan peserta didik berkebutuhan khusus di tengah-tengah sekolah regular merupakan satu inspirasi sebuah kehidupan lingkungan pendidikan yang ramah disabilitas.

“Saya terharu melihat komplek pendidikan di Muhammadiyah Bireuen. Anak-anak berkebutuhan khusus berbaur gembira dengan anak-anak lainnya. Mereka dapat bermain, belajar bersama, solat bersama di mushalla sekolah, saling menghargai, menyayangi dan disayangi. Ini wujud dari budaya sosial inklusif dan tentunya akan berdampak positif untuk perkembangan akademik, emosi dan sosial anak-anak berkebutuhan khusus”, ucap Drs. Abu Khaer, M.Pd, Minggu (7/11/2021).

Ia menambahkan agar sekolah-sekolah dapat melayani anak-anak berkebutuhan khusus sesuai dengan fitrahnya, melakukan identifikasi dan asesmen agar dapat memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak.

“Regulasi-regulasi yang telah ada, seperti Undang-undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Peraturan Pemerintah No. 13 Tahun 2020 tentang Penyediaan Akomodasi yang Layak untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas menjadi dasar penguat ketika melaksanakan program-program berkaitan dengan pendidikan yang ramah anak”, tambahnya.

Ia berharap, ikhtiar yang telah dijalankan dalam lingkungan sekolah Muhammadiyah dapat diadopsi, menjadi role model dan menjadi inspirasi bagi lingkungan sekolah-sekolah lainnya di Aceh.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Aceh, Dr. Muslihuddin, M.Pd, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bireuen, Murtadha, S.Sos, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Muhammad Al Muttaqin, S.Pd, M.Pd, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bireuen, dr. Athaillah A. Latief, Sp.OG, 18 orang Kepala Sekolah Penggerak, para Kepala Sekolah penyelenggara pendidikan inklusif dan para tamu undangan lainnya.

read more
Berita Terkini

Wakil Walikota Lhokseumawe Ajak IGI Terus Bantu Tingkatkan Kompetensi Guru dan Literasi

Jaringanpelajaraceh.com I Lhokseumawe – Wakil Walikota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad SE MSM, meminta Ikatan Guru Indonesia (IGI) untuk terus membantu meningkatkan kompetensi guru dan gerakan literasi di Kota Lhokseumawe. Hal itu disampaikan Yusuf Muhammad saat menerima kunjungan pengurus IGI Kota Lhokseumawe periode 2021 – 2026 pada Jumat (5/11) di ruang kerjanya.

Menurut Yusuf Muhammad, IGI Kota Lhokseumawe selama ini telah menunjukkan diri sebagai organisasi profesi guru yang membantu Pemerintah Kota (Pemko) dalam meningkatkan kompetensi guru dan gerakan literasi. Bahkan, lanjut Yusuf Muhammad, IGI juga telah memberikan penghargaan Anugerah Pendidikan Indonesia (API) tahun 2018 kepada pihaknya mewakili Pemko sebagai wujud kepedulian terhadap dunia pendidikan.

“IGI Lhokseumawe selama ini sudah sangat membantu Pemko dalam meningkatkan kompetensi guru dan membentuk guru menjadi berkarakter terutama dalam pemanfaatan Teknologi Informasi untuk pembelajaran,” ujar Yusuf Muhammad.

Dikatakan Yusuf Muhammad bahwa guru-guru IGI selama pandemi terus berinovasi melakukan pembelajaran secara blended learning. Kolaborasi antara Pemko dengan IGI yang sudah terjalin selama ini hendaknya terus berlangsung demi peningkatan kualitas pendidikan Kota Lhokseumawe.

“Terlebih lagi guru-guru IGI benyak yang menjadi Fasilitator Sekolah Penggerak dimana pada awal tahun 2022, Lhokseumawe menjadi sasaran sekolah penggerak. IGI harus membantu kami dalam menjalankan program sekolah penggerak ini. Latihlah guru-guru kami agar menjadi guru penggerak,” ungkap Wakil Walikota.

Ketua IGI Kota Lhokseumawe, Faisal ST MSc, mengharapkan kepada Wakil Walikota untuk terus bersinergi dengan IGI dalam melahirkan program-program inovasi dan kreatif untuk mewujudkan Lhokseumawe sebagai kota pendidikan.

“Dukungan dari Pemko tentu sangat kami harapkan agar berbagai program yang sudah kami paparkan tadi dapat terlaksana sebagaimana harapan kita,” tutur Faisal.
Pada kesempatan tersebut Wakil Walikota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad mengajak pengurus IGI untu meninjau Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang salah satu ruangannya akan dijadikan sebagai Sekretariat IGI. (*)

read more
Berita Terkini

Sambut Hari Pahlawan, SDN 12 Banda Aceh Lakukan Bakti Sosial

Banda Aceh – Dalam rangka menyambut hari pahlawan tanggal 10 November 2021 mendatang dan penguatan karakter siswa, Sekolah Dasar (SD) Negeri 12 Kota Banda Aceh melakukan bakti sosial dan gerakan literasi sekolah.

Kegiatan yang diikuti 70 siswa kelas VI (enam) didampingi lima orang guru itu mengambil lokasi di Komplek Makam Pahlawan Kota Banda Aceh, Sabtu (06/11).

Kepala SD Negeri 12 Kota Banda Aceh, Nuratiah MPd mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme, patriotisme dan pantang menyerah serta sikap gotong royong yang dicontohkan oleh pahlawan pahlawan yg telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan.

“Melalui kegiatan ini kita juga mengharapkan para siswa agar menghargai jasa jasa pahlawan dengan giat belajar dan menjadi pahlawan bagi keluarga dan masyarakat bangsa dan negaranya,” kata Nuratiah.

Dikatakannya, dalam meningkatkan literasi siswa juga diharapkan dapat mengumpulkan informasi, memahami makna gotong royong dan peduli terhadap lingkungan serta menceritakan pengalamannya secara lisan dan tulisan.

Nuratiah menambahkan, melalui kegiatan bakti sosial dan gerakan literasi sekolah dengan penguatan karakter siswa ini dengan harapan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari baik dirumah, sekolah maupun dilingkungan masyarakat.

read more
Berita Terkini

Guru Jadi Korban Pembunuhan, IGI Aceh Kutuk Keras Pelaku dan Minta Diusut Tuntas

Jaringanpelajaraceh.com, Banda Aceh – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Aceh mengecam keras dan mengutuk kasus pelaku pembunuhan terhadap Fitriani, guru Biologi SMK Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat. Kecaman tersebut disampaikan Ketua IGI Aceh, Drs Imran begitu mengetahui peristiwa keji yang dialami guru di Aceh Barat tersebut melalui jaringanpelajaraceh.com pada Jumat (5/11) di Banda Aceh.

Menurut Imran, tindakan yang dilakukan pelaku merupakan tindakan sangat biadab dan tidak berprikemanusiaan. Imran berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dalam kasus pembunuhan tersebut. Kasus pembunuhan yang diduga bermotif perampokan yang menimpa guru itu harus diusut tuntas aparat penegak hukum.

‘Kami mohon kepada aparat penegak hukum supaya dapat melakukan pengejaran dan menangkap pelaku kriminal tersebut, agar dapat memberi rasa keadilan bagi keluarga korban,” ujar Imran.

Dikatakan Imran, pembunuhan dan perampokan yang dilakukan oleh oknum tersebut sungguh mengerikan dan tidak dapat diterima oleh akal sehat manusia. IGI Aceh, lanjut guru SMAN 8 Banda Aceh itu, mendesak kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan menuntut dengan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

Lebih lanjut Imran menuturkan bahwa sebagai organisasi yang menaungi para guru tersebut, juga mengucapkan rasa duka yang mendalam atas meninggal seorang tenaga pendidik bagi generasi Bangsa kedepan.

“Untuk itu kami turut belasungkawa kepada keluarga yang ditinggal agar dapat sabar dan tabah, semoga almarhumah diberi tempat yang terbaik di sisiNya,” tutur Imran.

Imran berharap masyarakat juga proaktif menyampaikan informasi sebagai tanda-tanda dalam pengungkapan kasus tersebut. Pihaknya memohon dan berterimakasih kepada aparat penegak hukum untuk segera mengungkap pelaku pembunuhan.

“Kami berharap kepada seluruh masyarakat Aceh untuk memberikan doa kepada korban agar diberikan tempat yang layak disisi Allah SWT, semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan sabar atas musibah tersebut,” tutup Imran. (*)

Editor: Darmawan

read more
Berita Terkini

Tingkatkan Kompetensi Lulusan, Disdik Aceh Magangkan Siswa SMK ke Industri di Pulau Jawa

Banda Aceh – Dinas Pendidikan Aceh terus menempa kualitas lulusan sekolah kejuruan melalui kegiatan pemagangan siswa, baik di Aceh maupun luar. Hal ini seiring dengan rencana pemerintah untuk memperkuat pendidikan vokasi sebagai upaya dalam meningkatkan daya saing lulusan saat memasuki dunia kerja.

Dinas Pendidikan Aceh melepaskan sebanyak 80 siswa-siswi SMK yang akan mengikuti magang sejak 4 November hingga 3 Desember 2021 di Medan, Sumatera Utara, sebanyak 50 siswa-siswi yang terdiri dari 6 bidang kompetensi diantaranya: Spooring and Balancing, Auto Body Repair, Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Pengelasan (Welding), Teknik Komputer Jaringan (TKJ), dan Marketing Online.

Sedangkan yang akan magang di di PT. Quality Farm, Cianjur, Jawa Barat, sebanyak 30 orang yang terdiri dari 3 bidang kompetensi, antara lain: kecantikan, multimedia, serta agribisnis dan holtikultura.

Sementara dasar kerjasama pemagangan siswa SMK ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama antara Pemerintah Aceh oleh Gubernur Aceh dengan PT Inovam Global Indonesia pada tahun 2017.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM saat melepaskan siswa magang di PT. Innovam Indonesia Global, Jumat (5/11/2021) di Medan menyatakan kegiatan magang ini bertujuan melahirkan lulusan SMK Aceh yang berkualitas, bermutu, berdaya saing dan siap bekerja di dunia industri.

“Perkembangan informasi dan teknologi yang sangat pesat, menjadi pendorong perubahan dalam kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kemampuan beradaptasi, kompetensi, Bahasa, serta budaya kerja industry yang baik,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Kadisdik Aceh juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada PT. Innovam Indonesia Global yang telah ikut andil memajukan pendidikan di Aceh.

“Pembelajaran di sekolah berbeda dengan situasi nyata di dunia kerja, dengan adanya magang ini, maka siswa berkesempatan menerapkan ilmu yang diperolehnya dari pembelajaran sekolah pada saat melakukan praktik nanti disini,” ujarnya.

Selama masa magang, Alhudri berharap para siswa dapat dibekali tentang pengenalan perusahaan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), praktik kerja nyata serta gambaran dunia industri dan dunia kerja yang akan mereka lalui.

“Semoga kegiatan magang ini akan mempermudah dan dapat meningkatkan kemampuan lulusan SMK di Aceh dalam memasuki dunia kerja,” harapnya.

Direktur PT. Innovam Indonesia Global, Hasustan Kosim menyambut baik magang siswa SMK hal ini sesuai dengan komitmen kerjasama Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Aceh dengan PT. Innovam Indonesia Global pada tahun 2017 yang lalu.

“Saat ini tantangan dunia kerja sangat besar, sehingga dituntut memiliki keahlian dan kompetensi yang unggul agar dapat bersaing memasuki dunia industri. Kegiatan ini merupakan salah satu cara untuk menempa keahlian adik-adik sebelum bersaing di dunia kerja,” ungkapnya.

Pihaknya berkomitmen melakukan yang terbaik untuk memajukan pendidikan di Aceh, termasuk memfasilitasi 80 siswa-siswi SMK sesuai kompetensi bidang keahlian masing-masing dengan melibatkan dunia usaha dan dunia industri yg bonafit dan berskala nasional.

read more
Berita Terkini

Guru SMK Aceh Barat Dibunuh, Kadisdik Aceh Sampaikan Belasungkawa

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM memberi perhatian serius pada kasus pembunuhan yang menimpa almarhumah Fitriani, S.Pd yang merupakan guru Biologi SMK Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat. Ia meminta agar pihak apara penegak hukum dapat segera mengusut tuntas pelaku pembunuhan tersebut.

“Kami selaku pimpinan Dinas Pendidikan Aceh merasakan duka yang sangat mendalam atas meninggalnya ibu guru yang kita cintai ini, almarhumah Ibu Fitriani, S.Pd. Kami mengucapkan terimakasih atas jasa-jasa almarhumah yang tidak mampu kami balas, semoga menjadi amal shalihah beliau di akhirat kelak,” ucap Kadisdik Aceh penuh duka.

Pernyataan duka cita mewakili Pemerintah Aceh itu disampaikan Kadisdik Aceh selepas mendapatkan informasi meninggalnya guru SMK di Kabupaten Aceh Barat, Jumat (5/11/2021) pagi.

Alhudri berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dalam kasus pembunuhan Fitriani, S.Pd, guru Biologi SMK Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat. Kasus pembunuhan yang diduga bermotif perampokan yang menimpa guru itu harus diusut tuntas aparat penegak hukum.

“Kami mohon kepada aparat penegak hukum supaya dapat melakukan pengejaran dan menangkap pelaku kriminal tersebut, agar dapat memberi rasa keadilan bagi keluarga korban,” ujarnya.

Begitu pun, Alhudri menyatakan dunia pendidikan Aceh, khususnya Aceh Barat telah kehilangan sosok guru yang pintar, sabar, rajin, penyayang, bertanggung jawab serta bekerja tanpa pamrih untuk mencerdaskan generasi Aceh.

Alhudri berharap masyarakat juga proaktif menyampaikan informasi sebagai tanda-tanda dalam pengungkapan kasus tersebut. Pihaknya memohon dan berterimakasih kepada aparat penegak hukum untuk segera mengungkap pelaku pembunuhan.
“Kami berharap kepada seluruh masyarakat Aceh untuk memberikan doa kepada korban agar diberikan tempat yang layak disisi Allah SWT, semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan sabar atas musibah tersebut,” sambungnya.

Sebelumnya kasus pembunuhan yang diduga bermotif perampokan menimpa seorang guru bernama Fitriani, S.Pd, guru Biologi SMK Arongan Lambalek, Aceh Barat.

Fitriani, merupakan salah seorang warga Gampong Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat ditemukan meninggal di belakang rumahnya, Kamis (4/11/2021) malam, dalam kondisi kepala pecah diduga akibat hantaman benda tumpul.

Korban ditemukan pertama sekali oleh suaminya ketika pulang dari shalat Isya di masjid. Kasus tersebut langsung saja membuat geger warga desa, apalagi korban diketahui dibunuh secara sadis.

Dugaan sementara motifnya perampokan, karena kalung emasnya hilang 20 mayam dan gelangnya 15 mayam yang diduga dibawa kabur oleh pelaku.

read more
Berita Terkini

Disdik Dorong Pengembangan Sekolah Ramah Anak di Aceh

 

Banda Aceh – Dinas Pendidikan Aceh mendorong pengembangan penyelenggaraan sekolah ramah anak melalui penandatanganan naskah kerjasama dengan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Luar Biasa (PPPPTK TK & PLB) dan Save Education Aceh (SEA).

Nota kesepahaman ini ditandatangani para pihak, yaitu Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM, Kepala PPPPTK TK dan PLB, Drs. Abu Khaer, M.Pd serta CEO Save Education Aceh (SEA), Aishah, S.Pd, M.Pd di Aula SMKN 3 Banda Aceh, Kamis (4/11/2021).

Dalam program kerjasama ini, Dinas Pendidikan Aceh sebagai pihak kedua yang merupakan perpanjangan tangan PPPPTK TK dan PLB untuk melaksanakan tugas dan bertanggungjawab melalui kegiatan supervisi, bimbingan, arahan, saran dan bantuan teknis pada pelaksanaan program sekolah ramah anak di Kota Banda Aceh dengan bantuan tenaga profesional Tim Terapis Dinas Pendidikan Aceh.

Saat ini ada tiga sekolah ramah anak yang telah diluncurkan, antara lain SD Negeri 25 Kota Banda Aceh, SD Negeri 20 Kota Banda Aceh dan SD Negeri 56 Kota Banda Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM menyampaikan program sekolah ramah anak yang diselenggarakan bekerjasama dengan PPPPTK TK dan PLB menjadi salah satu penguat dalam menjadikan Aceh sebagai provinsi ramah anak.

“Pemerintah Aceh menginginkan semua anak, termasuk anak-anak yang memiliki disabilitas agar tidak tertinggal dan mendapatkan pendidikan berkualitas, yang merupakan bagian dari hak mereka,” ucapnya.

Alhudri menuturkan sekolah ramah anak merupakan program inovasi yang digulirkan pemerintah untuk mendukung sekolah, guru dan sistem pendidikan untuk mengakomodasi keragaman anak dan kebutuhan mereka di sekolah.

“Sekolah merupakan bagian terpenting untuk menumbuhkan anak menjadi individu sehat, bahagia dan bisa menjadi diri terbaiknya melalui penerimaan dan pengembangan potensi bersama para gurunya,” ungkapnya.

Ia berharap program yang saat ini dilaksanakan di tiga sekolah bisa menjadi model bagi sekolah lainnya, tidak hanya di Banda Aceh tetapi di seluruh Aceh. Sehingga nantinya seluruh sekolah yang ada di Aceh dapat menjadi sekolah ramah anak.

“Anak berkebutuhan khusus tidak pernah meminta untuk dilahirkan dalam keadaan seperti ini dan orang tuanya pun tidak mengetahuinya. Program Sekolah Ramah Anak menjadi wadah untuk menghargai mereka sebagai manusia yang memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk belajar,” ujarnya penuh haru.

Sementara Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Luar Biasa (PPPPTK TK & PLB), Drs. Abu Khaer, M.Pd mengatakan program sekolah ramah anak telah lebih dahulu diperkenalkan sebagai Pilot project di beberapa SLB di Kota Bandung.

“Program ini fokus pada pengembangan sumber daya manusia bagi pendidik dan pemangku kepentingan pada penyediaan layanan pendidikan untuk anak-anak serta meningkatkan keterlibatan orang tua,” terangnya.

Kedepan, harapnya, dengan adanya pilot project tersebut, maka semua sekolah yang ada di Aceh dapat mengadopsi program sekolah ramah anak.

Turut hadir pada kegiatan tersebut para pejabat struktural dilingkup Dinas Pendidikan Aceh, Tenaga Ahli Bidang Pembinaan GTK, Istiarsyah, S.Pd.I, SPd, M.Ed dan Maharadi, S.Pd serta para staf P4TK TK & PLB Kemendikbud Ristek.

read more
1 26 27 28 29 30 57
Page 28 of 57