close

fitriadi

Berita Terkini

Guru SMK Aceh Barat Dibunuh, Kadisdik Aceh Sampaikan Belasungkawa

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM memberi perhatian serius pada kasus pembunuhan yang menimpa almarhumah Fitriani, S.Pd yang merupakan guru Biologi SMK Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat. Ia meminta agar pihak apara penegak hukum dapat segera mengusut tuntas pelaku pembunuhan tersebut.

“Kami selaku pimpinan Dinas Pendidikan Aceh merasakan duka yang sangat mendalam atas meninggalnya ibu guru yang kita cintai ini, almarhumah Ibu Fitriani, S.Pd. Kami mengucapkan terimakasih atas jasa-jasa almarhumah yang tidak mampu kami balas, semoga menjadi amal shalihah beliau di akhirat kelak,” ucap Kadisdik Aceh penuh duka.

Pernyataan duka cita mewakili Pemerintah Aceh itu disampaikan Kadisdik Aceh selepas mendapatkan informasi meninggalnya guru SMK di Kabupaten Aceh Barat, Jumat (5/11/2021) pagi.

Alhudri berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dalam kasus pembunuhan Fitriani, S.Pd, guru Biologi SMK Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat. Kasus pembunuhan yang diduga bermotif perampokan yang menimpa guru itu harus diusut tuntas aparat penegak hukum.

“Kami mohon kepada aparat penegak hukum supaya dapat melakukan pengejaran dan menangkap pelaku kriminal tersebut, agar dapat memberi rasa keadilan bagi keluarga korban,” ujarnya.

Begitu pun, Alhudri menyatakan dunia pendidikan Aceh, khususnya Aceh Barat telah kehilangan sosok guru yang pintar, sabar, rajin, penyayang, bertanggung jawab serta bekerja tanpa pamrih untuk mencerdaskan generasi Aceh.

Alhudri berharap masyarakat juga proaktif menyampaikan informasi sebagai tanda-tanda dalam pengungkapan kasus tersebut. Pihaknya memohon dan berterimakasih kepada aparat penegak hukum untuk segera mengungkap pelaku pembunuhan.
“Kami berharap kepada seluruh masyarakat Aceh untuk memberikan doa kepada korban agar diberikan tempat yang layak disisi Allah SWT, semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan sabar atas musibah tersebut,” sambungnya.

Sebelumnya kasus pembunuhan yang diduga bermotif perampokan menimpa seorang guru bernama Fitriani, S.Pd, guru Biologi SMK Arongan Lambalek, Aceh Barat.

Fitriani, merupakan salah seorang warga Gampong Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat ditemukan meninggal di belakang rumahnya, Kamis (4/11/2021) malam, dalam kondisi kepala pecah diduga akibat hantaman benda tumpul.

Korban ditemukan pertama sekali oleh suaminya ketika pulang dari shalat Isya di masjid. Kasus tersebut langsung saja membuat geger warga desa, apalagi korban diketahui dibunuh secara sadis.

Dugaan sementara motifnya perampokan, karena kalung emasnya hilang 20 mayam dan gelangnya 15 mayam yang diduga dibawa kabur oleh pelaku.

read more
Berita Terkini

Disdik Dorong Pengembangan Sekolah Ramah Anak di Aceh

 

Banda Aceh – Dinas Pendidikan Aceh mendorong pengembangan penyelenggaraan sekolah ramah anak melalui penandatanganan naskah kerjasama dengan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Luar Biasa (PPPPTK TK & PLB) dan Save Education Aceh (SEA).

Nota kesepahaman ini ditandatangani para pihak, yaitu Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM, Kepala PPPPTK TK dan PLB, Drs. Abu Khaer, M.Pd serta CEO Save Education Aceh (SEA), Aishah, S.Pd, M.Pd di Aula SMKN 3 Banda Aceh, Kamis (4/11/2021).

Dalam program kerjasama ini, Dinas Pendidikan Aceh sebagai pihak kedua yang merupakan perpanjangan tangan PPPPTK TK dan PLB untuk melaksanakan tugas dan bertanggungjawab melalui kegiatan supervisi, bimbingan, arahan, saran dan bantuan teknis pada pelaksanaan program sekolah ramah anak di Kota Banda Aceh dengan bantuan tenaga profesional Tim Terapis Dinas Pendidikan Aceh.

Saat ini ada tiga sekolah ramah anak yang telah diluncurkan, antara lain SD Negeri 25 Kota Banda Aceh, SD Negeri 20 Kota Banda Aceh dan SD Negeri 56 Kota Banda Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM menyampaikan program sekolah ramah anak yang diselenggarakan bekerjasama dengan PPPPTK TK dan PLB menjadi salah satu penguat dalam menjadikan Aceh sebagai provinsi ramah anak.

“Pemerintah Aceh menginginkan semua anak, termasuk anak-anak yang memiliki disabilitas agar tidak tertinggal dan mendapatkan pendidikan berkualitas, yang merupakan bagian dari hak mereka,” ucapnya.

Alhudri menuturkan sekolah ramah anak merupakan program inovasi yang digulirkan pemerintah untuk mendukung sekolah, guru dan sistem pendidikan untuk mengakomodasi keragaman anak dan kebutuhan mereka di sekolah.

“Sekolah merupakan bagian terpenting untuk menumbuhkan anak menjadi individu sehat, bahagia dan bisa menjadi diri terbaiknya melalui penerimaan dan pengembangan potensi bersama para gurunya,” ungkapnya.

Ia berharap program yang saat ini dilaksanakan di tiga sekolah bisa menjadi model bagi sekolah lainnya, tidak hanya di Banda Aceh tetapi di seluruh Aceh. Sehingga nantinya seluruh sekolah yang ada di Aceh dapat menjadi sekolah ramah anak.

“Anak berkebutuhan khusus tidak pernah meminta untuk dilahirkan dalam keadaan seperti ini dan orang tuanya pun tidak mengetahuinya. Program Sekolah Ramah Anak menjadi wadah untuk menghargai mereka sebagai manusia yang memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk belajar,” ujarnya penuh haru.

Sementara Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Luar Biasa (PPPPTK TK & PLB), Drs. Abu Khaer, M.Pd mengatakan program sekolah ramah anak telah lebih dahulu diperkenalkan sebagai Pilot project di beberapa SLB di Kota Bandung.

“Program ini fokus pada pengembangan sumber daya manusia bagi pendidik dan pemangku kepentingan pada penyediaan layanan pendidikan untuk anak-anak serta meningkatkan keterlibatan orang tua,” terangnya.

Kedepan, harapnya, dengan adanya pilot project tersebut, maka semua sekolah yang ada di Aceh dapat mengadopsi program sekolah ramah anak.

Turut hadir pada kegiatan tersebut para pejabat struktural dilingkup Dinas Pendidikan Aceh, Tenaga Ahli Bidang Pembinaan GTK, Istiarsyah, S.Pd.I, SPd, M.Ed dan Maharadi, S.Pd serta para staf P4TK TK & PLB Kemendikbud Ristek.

read more
Berita Terkini

Kadisdik Aceh : IGI Diharapkan Terus Berkolaborasi Dengan Pemerintah

SABANG –Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM berharap Ikatan Guru Indonesia (IGI) agar dapat terus berkolaborasi bersama pemerintah dan stakeholder lainnya dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan Aceh.

“Semoga dengan kehadiran IGI Aceh dapat terus membantu para guru dalam mengupgrade pengetahuan dan keterampilan penggunaan teknologi dalam pembelajaran,” kata Alhudri dalam sambutannya pada kegiatan Pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Provinsi Aceh Periode 2021-2026 di Aula Kantor Wali Kota Sabang, Sabtu (30/10/2021).

Alhudri menambahkan dengan berbagai program peningkatan kompetensi dan pelatihan yang IGI berikan selama ini, guru-guru di Aceh telah mampu melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi masa kini.

“Guru adalah komponen terpenting dalam keberhasilan penyelenggaraan pendidikan formal. Maka diperlukan guru yang berkualitas dan profesional, serta bisa memotivasi peserta didik untuk membangun karakter positif,” ungkapnya.

Alhudri menuturkan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan terus bersemangat untuk melaksanakan pengembangan dan pembangunan di sektor pendidikan, hal itu sesuai Qanun Nomor 11 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

Dalam qanun tersebut diamanatkan bahwa pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak, serta kepribadian yang bermartabat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai tradisi dan kearifan lokal.

“Kami mengerti bahwa tidak mudah mendidik dan mengajarkan peserta didik sehingga menjadi sukses di kemudian hari. Kami mengerti bahwa tidak mudah mengatur peserta didik untuk sekedar tenang dan duduk dengan rapi,” kata Alhudri.

Oleh karena itu, ia mengaku sangat berterimakasih atas lelah dan letih para guru dalam mendidik dan mendongkrak kualitas pendidikan Aceh walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Saya ucapkan terimakasih kepada IGI Aceh atas kerja kerasnya selama ini, melalui pelatihan peningkatan kompetensi guru, baik secara mandiri maupun bersama-sama dengan Pemerintah Aceh khususnya Dinas Pendidikan. Semoga kerja sama yang sudah terjalin dengan harmonis selama ini dapat terus dipertahankan dan dikembangkan di masa yang akan datang,” tutur Alhudri.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah pejabat struktural Dinas Pendidikan Aceh, ketua serta para pengurus IGI Aceh. []

read more
Berita Terkini

SMAN Unggul Subulussalam Wakili Aceh Pada Final KoPSI 2021

Banda Aceh – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Unggul Kota Subulussalam wakili Provinsi Aceh di kancah nasional pada ajang Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (Kopsi) tahun 2021. Pengumuman itu disampaikan Plt. Kepala Pusat Prestasi Nasional, Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Asep Sukmayadi di Jakarta, Kamis (28/10/2021).

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM melalui Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil, Dr. Asbaruddin, S.TP, MM, M.Eng menjelaskan KoPSI merupakan ajang lomba untuk mewadahi, mengapresiasi, serta menciptakan generasi muda yang mampu menjawab tantangan zaman, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu meningkatkan minat, bakat, dan kemampuan siswa dalam penelitian.

“Bapak Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM selalu mengarahkan seluruh Kepala Cabang Disdik untuk jenjang SMA fokus terhadap orientasi keilmuan (scientific oriented). Kemudian Cabang Dinas Wilayah Subulussalam dan Aceh Singkil selalu mengarahkan pembentukan softskill dan hardskill calon ilmuan kita di SMA sesuai arahan beliau,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengapresiasi kerja keras kepala sekolah dan para guru SMA Negeri Unggul Subulussalam atas bimbingan dan arahannya, tidak lupa juga apresiasi kepada seluruh kepsek yang telah berusaha mendidik anak bangsa dengan baik.

“Tahun ini KoPSI mengusung tema inovasi potensi lokal untuk pemilihan Indonesia. Adapun bidang ilmu yang dilombakan ada tiga, yaitu: 1. Matematika, Sains, dan Teknologi (MST); 2. Fisika Terapan, dan Rekayasa (FTR); dan 3. Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH),” ujarnya.

Asbaruddin menyebutkan pada tanggal 18 hingga. 22 Oktober 2021 para juri telah menilai naskah penelitian sebanyak 1.175 naskah dengan rincian bidang MST 453 naskah, bidang FTR 178 naskah dan bidang ISH 544 naskah. Selanjutnya dipilih 175 naskah untuk mengikuti seleksi final KoPSI yaitu seleksi presentasi, wawancara, dan pameran virtual pada tanggal 15 s.d. 21 November 2021.

“Pusat Prestasi Nasional juga telah melakukan beberapa penyesuaian untuk mempermudah siswa dalam mempersiapkan seleksi tahap final KoPSI secara daring yang disesuaikan dengan protokol kesehatan,” katanya.

Kepala SMA Negeri Unggul Subulussalam, Syamsul Bahri, S.Pd mengatakan pihaknya akan terus mendampingi dan melatih para siswa yang telah menjadi finalis untuk dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk mengikuti seleksi tahap selanjutntya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Setiap tim ada jadwal khusus untuk pembimbingannya. Supaya lebih sistematis dan lebih fokus. Untuk persiapannya sendiri, anak-anak perlu sebenarnya mengetahui penelitian itu apa sih? Fokus ke objek penelitiannya dari masing-masing tim,” ujarnya.

Syamsul Bahri menambahkan pihaknya berkomitmen terus mengikuti ajang lomba penelitian untuk siswa sekolah menengah yaitu Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (KoPSI) setiap tahunnya. Alhamdulillah berkat dukungan seluruh warga sekolah, para siswa pada tahun ini lolos ke tingkat nasional.

Berikut nama finalis yang mewakili Aceh pada Kompetisi Penelitian Siswa Indonesia (Kopsi) tahun 2021 :

1. Nur Hadina Br Purba dan Nurdalila
Bidang : Matematika, Sains, dan Teknologi
Sub Bidang : Farmasi, Biomedis, dan Kesehatan
Judul : Pengaruh Penggunaan Gawai Terhadap Mata Lelah Pada Peserta Didik Selama Bdr (Belajar Dari Rumah).
SMAN Unggul Subulussalam

2. Ahda Subula dan Khairul Umam
Bidang : Matematika, Sains, dan Teknologi
Sub Bidang : Lingkungan : Botani, Zoologi, Genetika.
Judul : Kelautan Ikan Air Tawar Sebagai Potensi Lokal Kota Subulussalam : Studi Terhadap Kelimpahan Dengan Pendekatan Taksonomi, Morfometrik Dan Etnobiologi
SMAN Unggul Subulussalam

3. Novia Dwi Sartika dan Rifa Ridhatul Aisy
Bidang : Matematika, Sains, dan Teknologi
Sub Bidang : Teknologi: Bioteknologi , Teknologi Pangan, Peternakan, Pertanian, Perikanan, Teknologi Kelautan.
Judul : Pemanfaatan Minyak Ampas Kelapa Dan Kulit Bawang Merah Sebagai Leaf Shine Dalam Meningkatakan Produktivitas Tanaman Hias Rumah Selama Masa Pandemi.
SMAN Unggul Subulussalam

4. Reffi Rasbina G.Muthe dan Damin Ria
Bidang : Ilmu Sosial dan Humaniora
Sub Bidang : Sosiologi, Antropologi
Judul : Prespektif Masyarakat Dalam Dilematis Vaksin Covid – 19 Di Kota Subulussalam Provinsi Aceh Melalui Pendekatan Weber.
SMAN Unggul Subulussalam

5. Irham Rehan dan Habib Utami
Bidang : Matematika, Sains, dan Teknologi
Sub Bidang : Lingkungan : Botani, Zoologi, Genetika.
Judul : Kelautan Biokonversi Sampah Organik Menjadi Pakan Organik Oleh Larva Lalat Black Soldier Fly (Hermetia Illucens).
SMAN 8 Takengon Unggul Aceh

read more
Berita Terkini

UPTD Balai Tekkomdik Gelar Workshop Penyusunan Media Pembelajaran Berbasis Digital

Banda Aceh – Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki dampak besar dalam mendukung tercapainya pemerataan dan perluasan akses pendidikan sehingga akan meningkatkan pelayanan dan pembelajaran yang kreatif dan inovatif pada satuan pendidikan di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM melalui Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Hamdani, S.Pd, M.Pd saat membuka workshop penyusunan media pembelajaran berbasis digital yang diadakan oleh UPTD Balai Tekkomdik Aceh, Kamis (28/10/2021) di Banda Aceh.

“Pembelajaran pada saat ini telah berlangsung secara daring dan luring, pendayagunaan TIK pada satuan pendidikan menjadi sebuah keharusan agar pembelajaran dapat terus berjalan secara maksimal,” tuturnya.

Hamdani menambahkan penggunaan teknologi digital di dalam dunia pendidikan tercermin pada perubahan model pembelajaran, yaitu semakin tumbuhnya pendidikan jarak jauh dengan berbagai macam aplikasi dan alat yang digunakan.

“Dimana guru dan siswa tidak perlu berada di tempat yang sama dan semakin banyak pilihan sumber belajar yang tersedia, seperti buku elektronik atau e-book serta aplikasi digital lainnya seperti e-library, e-forum, e-journal dan sebagainya,” ungkapnya.

Melalui pendayagunaan TIK, sambungnya, materi pembelajaran dapat dengan mudah diakses melalui media elektronik. Munculnya teknologi digital sebagai salah satu media elektronik telah membentuk paradigma baru dalam proses belajar mengajar dan pengelolaan organisasi pendidikan.

“Menyikapi hal ini, Dinas Pendidikan Aceh melaluu UPTD Balai Tekkomdik telah menyusun sebuah portal media pembelajaran berbasis digital yang dinamakan Sijempol Aceh atau Sistem Jejaring Media Pembelajaran Online Aceh,” terangnya.

Sementara Kepala UPTD Balai Tekkomdik Aceh, T. Fariyal, S.Sos, MM menjelaskan aplikasi Sijempol Aceh awalnya diadopsi dari aplikasi Rumah Belajar yang dicetus oleh Pusdatin-Kemendikbud Ristek.

“Namun, dalam perjalanannya memiliki kendala yang dihadapi pengguna aplikasi, sehingga Tim SIAT Diskominsa Aceh merekomendasikan UPTD Balai Tekkomdik untuk menyusun portal media pembelajaran sendiri sesuai kearifan lokal,” ucapnya.

Dijelaskan Fariyal, bahwa portal media pembelajaran digital yang sedang disusun dan dikembangkan pihaknya terdiri dari beberapa fitur, antara lain aplikasi kelas maya, aplikasi e-talenta, aplikasi radio streaming pendidikan, aplikasi video streaming pendidikan, dan aplikasi manajemen laboratorium computer Tekkomdik (Guru Cerdas).

“Sehubungan dengan hasil rekomendasi dari Diskominsa Aceh, dalam pembuatan sebuah aplikasi harus didukung oleh landasan hukum yaitu Peraturan Gubernur Aceh dan kebijakan konkrit untuk mendukung aplikasi Sijempol Aceh,” ujarnya.

Diharapkannya, melalui workshop ini dapat merumuskan draft peraturan gubernur serta panduan petunjuk teknis tentang Sijempol Aceh.

Pada tahun 2022, Dinas Pendidikan Aceh melalui UPTD Balai Tekkomdik juga akan membuat dua aplikasi lagi, yaitu aplikasi tryout UTBK dan aplikasi tryout Asesmen Nasional (AN).

read more
Berita Terkini

Kadisdik Aceh Ungkap Rasa Bangga dan Haru Kepada PDBK

BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM tidak kuasa menyembunyikan perasaan harunya saat menutup Festival dan Lomba Literasi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) Tingkat Provinsi Aceh, Rabu, (27/10/2021) di Banda Aceh.

Beberapa kali, Alhudri tampak mengelap air mata yang membasahi pipinya usai menyaksikan penampilan Zhafif Al Khalif, siswa SLB Negeri Aceh Jaya bercerita tentang kisah keluarganya.

Tak kuasa menahan haru, Kadisdik langsung menggendong Zhafif dengan mata berkaca-kaca. Seketika, suasana ruangan menjadi haru, beberapa orang lainnya yang turut hadir juga tidak tidak kuasa menahan air matanya.

“Kalau penyampaian saya nanti tidak tepat, saya mohon maaf sekali lagi, karena jujur sebenarnya saya nggak sanggup lagi berbicara setelah apa yang kita lihat tadi,” kata Alhudri dengan suara terbata-bata.

Alhudri mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada guru serta pendamping yang telah mendidik dan membina siswa SLB hingga sukses dan mandiri.

“Peran para guru dan pendamping sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik berkebutuhan khusus, sehingga kelak menjadi putra-putri bangsa yang mandiri dan cerdas menguasai kemampuan teknologi diimbangi dengan iman dan takwa,” ungkapnya.

“Anak-anak ku yang tadi berkebutuhan khusus bisa menceritakan keseharian ibundanya, bisa membacakaan ayat-ayat suci Alquran, luar biasa. Terimakasih bapak dan ibu, tugas anda memang berat,” kata Alhudri.

Atas dasar itu pula, Alhudri mengaku akan berusaha untuk menyediakan mobil jemputan untuk anak-anak berkebutuhan khusus untuk kebutuhan pergi dan pulang sekolah.

“Saya tidak berjanji, tapi Allah yang tahu, Insya Allah untuk antar jemput anak-anak kedepan akan saya upayakan mobil antar jemput serta biaya peningkatan pembinaan adik-adik berkebutuhan khusus,” kata Alhudri.

Dalam kesempatan itu, Alhudri juga menuturkan agar kegiatan festival ini dijadikan sebagai sebagai batu loncatan untuk terus menjalin siturahim dan mengasah kemampuan dalam bidang literasi.

“Kegiatan ini bukan untuk persaingan tapi merupakan wadah untuk mendukung literasi sekolah dan mendorong peserta didik untuk bersaing menggapai prestasi, siapapun yang mendapat juara jangan cepat berbangga diri, karena perjuangan kita masih panjang,” ujarnya.

*Berikut nama-nama pemenang pada Festival Lomba Literasi Anak Berkebutuhan Khusus*

1. Cabang Lomba Bercerita SDLB

Zhafif Al Khalif (SLB Negeri Aceh Jaya) juara 1, Imam (SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang juara II, Putri Mahate (SLB Negeri Pembina Blangkejeren) juara III, Rahmat Al Fadil (SLB Negeri Aceh Barat Daya) harapan I, Assyifaul Haifa (SLB Bukesra) harapan II

2. Cabang Lomba Cipta dan Baca Puisi SMPLB/SMALB

Hajri Safriani (SLB Negeri Al-Fansury) juara I, Riska Ananda (SLB Negeri Langsa) juara II, Ma’ad (SMALB Mutiara Louser) juara III, Anisa Salsabila (SLB Bukesra Banda Aceh) harapan I, Muhammad Rafly (SLB Negeri Aneuk Nanggroe) harapan II.

3. Lomba Cipta Komik Strip SMPLB/SMALB

Rauzatul Muna (SLB Negeri Pembina Provinsi Aceh) juara I, Zailami (SLB Negeri Pidie) juara II, Elvira Ayusri (SLB Negeri Aceh Barat Daya) juara III, Abdullah Mubarok Al-Fauzan (SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang ) harapan I, Mutiara (SMPLB Mutiara Louser) harapan II.[]

read more
Berita Terkini

Kadisdik Aceh Lantik Drs. M. Akbari AR, MA sebagai Korwas Aceh Periode 2021-2024

BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM, melantik Drs. M. Akbari AR, MA sebagai Koordinator Pengawas Sekolah (Korwas) SMA, SMK dan PKLK Aceh Periode 2021–2024 menggantikan Drs. Marwandi, M.Si. Pelantikan berlangsung di salah satu hotel di Banda Aceh, Senin (25/10/2021) malam.

Kadisdik Aceh dalam pidatonya meminta agar pengawas sekolah Aceh dapat bersinergi dan bekerja sama untuk membangun pendidikan Aceh yang lebih baik. Ia mengibaratkan Dinas Pendidikan Aceh seperti sebuah kapal yang sedang berlayar untuk menuju pendidikan Aceh yang lebih baik.

“Mari bersama-sama membawa kapal ini ke pulau tujuan, yang menjadi harapan dan kemajuan pendidikan Aceh. Pulau itu yang sedang kita tuju bersama-sama. Kalau hanya kami (Dinas Pendidikan) sepihak tidak akan mungkin bisa, itu mustahil, saya yakin itu,” kata Alhudri.

Oleh karena itu, lanjutnya, kepada seluruh pengawas dalam membangun pendidikan harus kompak dan tidak saling menyalahkan serta terus berinovasi dan bekerja keras untuk berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kepada Bapak dan Ibu Pengawas Sekolah se-Aceh. silahkan diberikan masukan kepada kami terkait upaya untuk memperbaiki pendidikan Aceh,” pintanya.

Kedepan, Alhudri menambahkan pihaknya akan fokus pada upaya meningkatkan sumber daya manusia bagi guru dan tenaga kependidikan. Ia meyakini jika para guru telah memiliki kualitas, maka anak didiknya juga akan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Hasilnya memang tidak langsung terlihat dalam waktu dekat seperti membangun sebuah bangunan, akan tetapi itulah investasi masa depan bagi pendidikan kita,” tutur Alhudri.

Adapun Pengurus Koordinator Pengawas Sekolah SMA, SMK dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh periode 2021–2024 yang dilantik Kadisdik Aceh sebagai berikut: Drs. M. Akbari AR, MA sebagai Koordinator Pengawas, Samsul Bahri, S.Pd, M.Ed dan Ir. Baharuddin M.Pd sebagai Waka Bidang SMA, Syahrul, S.Pd, M.Pd dan Erliadi S.Pd, MT sebagai Waka Bidang SMK serta Hj. Jamilah Sali, S.Pd, M.Pd sebagai Waka Bidang PKLK.

Sedangkan Sekretaris dan Wakil Sekretaris dijabat Taufik. M.Pd dan Khamsiah S.Pd. Kemudian Bendahara dan Wakil Bendahara dijabat Putri Albaniah S.Pd, M.Pd, M.TESOL dan Dra. Suriawati.

Kepengurusan koordinator pengawas sekolah juga dilengkapi dengan ketua dan anggota bidang, antara lain Bidang Sosial, Humas, Pelatihan dan Pengembangan Profesi, Kesejahteraan Hukum, Teknologi dan Media serta Penanggung Jawab Wilayah.

Pada pelantikan itu, turut dihadiri para pejabat struktural pada Dinas Pendidikan Aceh, Ketua BAN S/M Provinsi Aceh, dan peserta FGD Analisis dan Tindak Lanjut Hasil Supervisi Pengawas Satuan Pendidikan SMA, SMK dan PKLK Aceh Tahun 2021.[]

read more
Berita Terkini

Pemilihan Duta Pelajar Kamtibmas Aceh Selatan Selesai Dilaksanakan, Berikut Juaranya

Pemilihan Duta Pelajar Kamtibmas Aceh Tapaktuan – Pada kegiatan pemilihan Duta Pelajar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tahun 2021 dilaksanakan kerjasama Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah Aceh Selatan dengan Polisi Resor (Polres) Aceh Selatan, empat sekolah menjadi yang terbaik.

Pemilihan Duta Pelajar Kamtibmas tingkat Kabupaten Aceh Selatan diikuti perwakilan dari 40 SMA/SMK dari 18 kecamatan yang ada di daerah penghasil Pala itu berlangsung selama dua hari berakhir pada Jum’at (20/10).

Acara pembukaan bertempat di Rumoh Agam Tapaktuan Kamis kemarin dihadiri Kacabdisdik Wilayah Aceh Selatan, Annadwi SPd MM dan Kapolres Aceh Selatan diwakili Wakapolres, Kompol Sudianto SH MH berlangsung meriah dengan yel-yel dipersembahkan masing-masing peserta Duta Kamtibmas.

Saat berlangsung penutupan dewan juri mengumumkan perwakilan siswa atas nama Fauzan Azuma dan Natasya Dima Putri dari SMA Negeri 1 Tapaktuan juara pertama Pemilihan Duta Pelajar Kamtibmas tingkat Kabupaten Aceh Selatan dan berhak mewakili pada Pemilihan Duta Pelajar Kamtibmas tingkat Provinsi Aceh.

Sementara SMA Negeri 2 Kluet Utara atas nama Teuku Mahfuddin dan Haida meraih juara dua, sedangkan SMA Negeri 1 Labuhanhaji Barat atas nama M.Fazil Amrudi dan Cut Wirna berada pada peringkat tiga serta juara empat diraih SMA Insan Madani atas nama Mardiansyah Putra dan Cut Sherly Priska Winarti.

Masing-masing peraih juara memperoleh hadiah berupa uang sebesar, untuk juara satu Rp.3 juta, juara dua Rp.2 juta, juara empat 1 juta dan juara empat Rp.500 ribu plus thropy dan piagam penghargaan.

Penutupan Pemilihan Duta Pelajar dihadiri langsung Kapolres Aceh Selatan, AKBP Ardanto Nugroho SIK SH MH, Kacabdisdik Wilayah Aceh Selatan, Annadwi memberikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya kepada Kapolres beserta jajarannya yang telah mensukseskan kegiatan ini.

“Ucapan terima kasih juga kepada Kepala SMA/SMK dan guru pendamping yang telah mengikutsertakan serta membimbing siswanya pada Pemilihan Duta Kamtibmas tingkat Kabupaten Aceh Selatan tahun 2021,” kata Annadwi.

Dikatakannya bagi peraih juara pertama diharapkan kepala sekolah dan guru pembimbing terus melakukan pembinaan kepada siswanya untuk tampil lebih maksimal pada Pemilihan Duta Kamtibmas tingkat Provinsi Aceh dan tentunya harapan kita semua dapat mengharumkan nama daerah.

“Pemilihan Duta Pelajar Kamtibmas ini merupakan agenda tahunan, diharapkan kepala sekolah mempersiapkan siswanya untuk tampil lebih baik lagi pada tahun-tahun berikutnya,” sambungnya.

Annadwi berpesan kepada siswa perwakilan Duta Pelajar Kamtibmas dari masing-masing sekolah hendaknya menjadi contoh bagi siswa-siswa yang lain dengan menegakkan disiplin, bertanggung jawab dan jauhi narkoba.

Sementara Kapolres Aceh Selatan, AKBP Ardanto Nugroho dalam sambutannya sekaligus menutup acara menyampaikan dengan adanya kegiatan Kamtibmas ini kita dapat mensosialisasikannya tentang keamanan dan ketertiban kepada masyarakat.

Ardanto menegaskan, selain menjadi Duta Kamtibmas para siswa perwakilan dari SMA/SMK juga menjadi Duta Vaksinasi dengan harapan bisa mensosialisasikan akan pentingnya vaksinasi disekolah.

read more
Berita Terkini

Disdik Aceh dan Kemendikbud Ristek Gelar Bimtek E-Pembelajaran Berbasis TV dan Suara Edukasi

Disdik Aceh dan Kemendikbud Ristek Gelar Banda Aceh – Pada saat ini teknologi mengambil peran penting dalam berbagai sektor, terutama pada sektor pendidikan. Dengan menggunakan teknologi dalam pembelajaran, guru dapat mendesain dan melaksanakan pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada peserta didik.

Hal demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM melalui Kepala UPTD Balai Tekkomdik, T. Fariyal, S.Sos, MM saat membuka kegiatan bimbingan teknis penerapan E-Pembelajaran berbasis pemanfaatan Televisi Edukasi dan Suara Edukasi di Ruang Opsroom disdik Aceh, Jumat (22/10/2021).

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan guru dari Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar sejak 22 hingga 23 Oktober 2021 diselenggarakan atas kerjasama Dinas Pendidikan Aceh melalui UPTD Balai Tekkomdik Aceh dengan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin-Kemdikbud Ristek).

“Pembelajaran melalui daring dan luring saat ini dilakukan dengan memanfaatkan teknologi pembelajaran yang inovatif sehingga siswa dapat terus belajar meski dilakukan dari rumah,” tuturnya.

Menyikapi hal itu, sambungnya, Dinas Pendidikan Aceh melalui UPTD Balai Tekkomdik Aceh bersama Pusdatin Kemendikbud Ristek berusaha menciptakan kesetaraan kemampuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi guru yang ada di Aceh.

“Melalui Bimtek ini maka diharapkan guru-guru Aceh semakin kreatif dan inovatif melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan TIK, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan mewujudkan Aceh Carong,” ungkapnya.

Fariyal mengharapkan kepada semua guru dari semua jenjang untuk dapat mengikuti program pembelajaran berbasis TIK yang diadakan setiap tahunnya. Bekerjasama antara Dinas Pendidikan Aceh dengan Pusdatin Kemdikbud Ristek.

“Dengan adanya pelatihan ini, semoga guru-guru yang ada di Aceh dapat menunjukkan kemampuannya beradaptasi menghadapi dinamika perubahan lingkungan pendidikan pada era digital ini, sehingga Aceh dapat bersaing dan meningkatnya kualitas pendidikan kedepannya,” kata.

Sementara Perwakilan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin- Kemendikbud Ristek), Sri Indah Surya Ningsih, M.Si mengatakan dalam upaya meningkatkan ketercapaian tujuan pendidikan nasional melalui implementasi program Merdeka Belajar, Pusdatin telah mengembangkan model–model pembelajaran inovatif dan konten media berbasis pemanfaatan siaran TV Edukasi dan Suara Edukasi.

“Pada tataran praktik, pemanfaatan TV Edukasi dan Suara Edukasi perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi guru terampil. Dalam penerapan e-pembelajaran berbasis kedua media tersebut agar sejalan dalam upaya meningkatkan ketercapaian tujuan pendidikan nasional,” katanya.

Untuk itu, lanjut Indah, Pusdatin Kemendikbud Ristek bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Aceh melalui UPTD Balai Tekkomdik Aceh menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis penerapan E–Pembelajaran berbasis pemanfaatan Televisi Edukasi dan Suara Edukasi melalui moda luring (offline).

“Sementara tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi guru terampil dalam penerapan e–pembelajaran berbasis pemanfaatan Televisi Edukasi dan Suara Edukasi dan mendorong pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pembelajaran melalui pemanfaatan TV Edukasi dan Suara Edukasi,” sebutnya.

Selain itu juga untuk meningkatkan penerapan model-model pembelajaran dengan memanfaatkan TV Edukasi dan Suara Edukasi.dan mensosialisasikan praktik baik pemanfaatan TV Edukasi, Suara Edukasi dan akun pembelajaran.

Adapun para pemateri pelatihan tersebut berasal dari Pusdatin Kemendikbud Ristek yaitu, Sri Indah Suryaningsih, M.Si, Eni Susilawati, M.Pd, Fierna Dwi Rahmana, S.ST, serta Sahabat Rumah Belajar Aceh, Seri Amalia, S.Pd.

read more
Berita Terkini

Walikota Banda Aceh Lounching Aplikasi Sinan Sikula Disdikbud

Banda Aceh – Walikota Banda Aceh, H Aminullah Usman didampingi Anggota Komisi 4 DPRK, Kasumi Sulaiman, Kadisdikbud, Sulaiman Bakri, Kepala Bappeda Weri dan Ketua MPD, Salman Ishak melakukan Lounching penggunaan Aplikasi Sinan Sikula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh.

Lounching itu bertempat di Aula Tekkomdik Disdikbud Kota Banda Aceh, Kamis (21/10/2021).

Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman menyerahkan bantuan uang tunai Rp 5 juta/ siswa kepada tiga orang guru dan siswa yang mengalami musibah kebakaran rumah tempat tinggal beberapa waktu yang lalu.

Dalam arahannya, Aminullah memberikan apresiasi kepada jajaran Disdikbud Kota Banda Aceh yang telah meluncurkan Aplikasi Sinan Sikula.

“Dengan adanya aplikasi ini orang tua siswa, guru dan seluruh masyarakat Kota Banda Aceh dapat dengan mudah mengakses informasi-informasi pendidikan dikota Banda Aceh dan juga orang tua dapat mengetahui perkembangan proses belajar mengajar anak-anak mereka di sekolah,” kata Aminullah.

Dikatakannya, aplikasi ini sangat mendukung Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menuju Smart City yang sama-sama kita ketahui Banda Aceh salah satu kota menuju Smart City.

“Berikan edukasi dan sosialisasi kepada orang tua dan masyarakat tentang penggunaan aplikasi ini, sehingga nantinya masyarakat kita di Kota Banda Aceh dimudahkan mendapat informasi pendidikan dan juga dapat mengetahui serta mengontrol belajar anak-anak mereka disekolah-sekolah,” pinta Aminullah.

Kadisdik Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri menjelaskan, Aplikasi Sinan Sikula ini selain seperti dijelaskan oleh walikota tadi juga diluncurkan untuk mendigitalisasikan seluruh kegiatan proses belajar mengajar disekolah serta untuk keterbukaan informasi pendidikan bagi masyarakat Kota Banda Aceh,” ucapnya.

Sulaiman berharap dengan adanya aplikasi ini nantinya orang tua siswa dimanapun ia berada baik ditempat kerja maupun dirumah dapat mengetahui dan mengontrol anaknya disekolah dengan mengaktifkan aplikasi ini melalui download Play Story Android.

Kadisdik Kota Banda Aceh menambahkan, kita terus mengembangkan aplikasi ini nantinya agar lebih lengkap dan sempurna.

read more
1 27 28 29 30 31 57
Page 29 of 57