close

fitriadi

Berita Terkini

Jubir Kemenkes : Cegah Learning Loss, Disdik Aceh Harus Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka

Jaringanpelajaraceh.com I BANDA ACEH – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid menyebutkan saat ini pemerintah terus mematangkan persiapan pembelajaran tatap muka (PTM), salah satunya dengan melakukan vaksinasi bagi warga sekolah.

Alasannya, pemerintah mulai mengkhawatirkan peserta didik mengalami ketertinggalan pendidikan (learning loss) selama menjalani pembelajaran jarak jauh. Hal itu akan berimbas pada kualitas sumber daya manusia Indonesia beberapa tahun ke depan.

“Kalau kita melakukan pembelajaran tatap muka, protokol kesehatan harus benar-benar dilaksanakan. Kita ingin pada saat PTM nanti, para pengajar dan peserta didik harus sudah divaksin, harus sudah ada verifikasi dari Dinas Pendidikan,” kata Siti Nadia dalam Webinar Nasional Vaccine Goes to School dengan tema “Vaksinasi Tuntas, Belajar Tatap Muka Lancar,” Rabu, 29 September 2021.

Untuk itu, Siti Nadia berharap Dinas Pendidikan dapat mengawasi penerapan protokol kesehatan serta mempercepat proses vaksinasi bagi guru, tenaga pendidikan dan pelajar.

“Vaksin ini berguna untuk menurunkan jumlah kejadian infeksi hingga 65 persen oleh karena itu orang yang tidak divaksin beresiko lebih tinggi terinfeksi Covid-19 tiga kali lebih tinggi dari pada resiko orang yang sudah divaksin,” ujarnya.

Menurutnya, vaksinasi harus dilakukan secara merata mulai anak usia di atas 12 tahun hingga orang dewasa, cakupan vaksinasi orang dewasa yang rendah akan menyebabkan resiko penularan kepada anak yang belum divaksin atau berusia di bawah 12 tahun.

“Saya juga mengajak semua pihak untuk tidak mudah percaya saat menerima dan membaca berita negatif di media sosial terkait vaksinasi Covid-19. Jika itu ditulis bukan oleh ahlinya bisa menyesatkan dan pada saat kita tertular Covid-19, hoax tidak akan dapat menolong kita,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, sudah banyak situs resmi yang dapat diakses untuk mendapatkan informasi yang benar terkait vaksin dan Covid-19. Ia mencontohkan melalui Website Kemenkes RI, Kominfo RI, dan situs resmi lainnya, sehingga informasi yang didapat adalah benar adanya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM menyampaikan Pemerintah Aceh telah melakukan berbagai upaya dalam memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19. Antara lain dengan menggalakkan masker yang digaungkan melalui Program Gerakan Masker Aceh (Gema), Gerakan Masker Siswa (Gemas) tahap I dan II, serta upaya lainnya.

“Pemerintah Aceh saat ini juga masih terus melakukan upaya vaksinasi bagi guru dan dilanjutkan dengan siswa pada jenjang SMP dan SMA sederajat,” ungkapnya.

Kesemua program ini, menurut Alhudri bertujuan sebagai persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan. Ia menyebutkan jumlah penerima vaksinasi bagi warga sekolah terus meningkat setiap harinya.

“Kami akan terus mengkampanyekan vaksinasi sehingga tahun 2022 agenda vaksinasi bisa selesai. Karena kita sadari bersama kalau agenda vaksinasi belum selesai maka pelayanan tidak dapat dilakukan secara maksimal termasuk pendidikan akan sulit berjalan,” tuturnya.

Sementara itu pada hari ini sebanyak 157 Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Aceh, berhasil melakukan vaksinasi Covid-19 lebih dari 75 persen dari total jumlah siswa yang ada. Jumlah itu bertambah secara signifikan dari update terakhir pada Rabu (29/9/2021) yang berjumlah 99 sekolah.

read more
Berita Terkini

45 Siswa dan Seluruh Guru SMAN 7 Lhokseumawe Ikut ANBK, Kegiatan Berlangsung Sukses

Jaringanpelajaraceh.com I Lhokseumawe – Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2021 di SMAN 7 Lhokseumawe berlangsung sukses. Sebanyak 45 siswa dan seluruh guru SMAN 7 Lhokseumawe ikut berpartisipasi. ANBK di SMAN 7 Lhokseumawe berlangsung pada tanggal 29 – 30 September 2021 di Laboratorium Komputer sekolah tersebut.

Kepala SMAN 7 Lhokseumawe, Drs Mukhtaruddin, M.Pd, menjelaskan bahwa ANBK tahun 2021 merupakan program nasional sebagai bagian dari evaluasi yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) untuk meningkatkan mutu pendidikan.

“Peningkatan mutu pendidikan dimaksud dengan cara memotret input, proses dan output pembelajaran pada setiap sekolah. Oleh karena itu setiap sekolah wajib menyelenggarakan ANBK,” ujar Mukhtaruddin.

Dikatakan Mukhtaruddin bahwa terdapat 3 (tiga) instrumen utama dalam ANBK, yaitu Asesmen Kompetesnsi Minimum (AKM baik literasi maupun numerasi), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

“Sekitar 45 siswa kit akelas XI yang dipilih secara acak oleh sistem yang mengikuti ANBK. Sementara seluruh guru wajib mengikuti Survei Lingkungan Belajar,” tambah Mukhtaruddin.

Mukhtaruddin menambahkan bahwa sistem ANBK di sekolah tersebut menggunakan full online yang diawasi oleh pengawas silang. Mukhtaruddin menegaskan bahwa seluruh siswa yang terpilih mengikuti ANBK sudah mempersiapkan diri.

“Meskipun tidak menentukan kelulusan, tetapi siswa sangat antusias mengikuti ANBK. Siswa kita juga sudah memahami bahwa salah satu tujuan AKM adalah untuk mengukur kemampuan literasi membaca dan numerasi diri mereka,” pungkas Mukhtaruddin.

Amatan acehsiana.com, ANBK di SMAN 7 Lhokseumawe berlangsung selama dua hari dengan masing-masing terdiri atas dua sesi. Seluruh peserta ANBK, pengawas, teknisi, proctor mengikuti ANBK dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. (*)
Editor: Ami

read more
Berita Terkini

Jubir Presiden RI Puji Dinas Pendidikan Aceh Terkait Vaksinasi Siswa

BANDA ACEH – Juru Bicara Presiden RI, Dr. M. Fadjroel Rachman, SE, MH mengapresiasi keseriusan Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Pendidikan Aceh dalam upaya meningkatkan angka capaian vaksinasi bagi warga sekolah yang ada di seluruh Aceh.

Staf Khusus Presiden RI Bidang Komunikasi itu mengaku gembira melihat capaian vaksinasi yang telah dilakukan terhadap guru dan tenaga kependidikan serta siswa yang digagas Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh.

“Nah kalau melihat perkembangan, saya bergembira kepada Pemerintah Aceh mengenai kemajuan vaksinasi siswa yang sudah dicapai,” kata Fadjroel dalam sambutannya pada Webinar Nasional Vaccine Goes to School dengan tema “Vaksinasi Tuntas, Belajar Tatap Muka Lancar,” Rabu, 29 September 2021.

Jubir Presiden menyebutkan saat ini semua pihak menginginkan agar sekolah tatap muka segera dilaksanakan seperti semula, tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri. Untuk itu, Ia menegaskan vaksinasi untuk guru dan siswa harus disegerakan.

“Pada intinya kita semua menginginkan agar belajar tatap muka segera dimulai, seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Pak Alhudri,” katanya.

Fadjroel mengutip pernyataan Presiden RI bahwa, apabila para siswa di tanah air sudah mendapat vaksin secara merata, maka pembelajaran tatap muka sudah boleh dilaksanakan.

“Kami senang mendengarnya, ada peningkatan yang cukup signifikan angka vaksinasi khususnya terhadap siswa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Aceh pasca kedatangan Bapak Presiden ke Aceh beberapa minggu lalu,” tuturnya.

Fadjroel mengingatkan para siswa tidak perlu takut untuk divaksin dan mengajak kepada teman-teman usia sekolah untuk dapat segera melakukan vaksinasi. Dia juga menyemangati Dinas Pendidikan Aceh untuk terus mengkampanyekan vaksinasi terhadap warga sekolah lainnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM dalam sambutannya menyampaikan Pemerintah Aceh telah melakukan berbagai upaya dalam memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19. Antara lain dengan menggalakkan masker yang digaungkan melalui Program Gerakan Masker Aceh (Gema), Gerakan Masker Siswa (Gemas) tahap I dan II.

“Lalu sampai saat ini Pemerintah Aceh juga masih terus melakukan upaya vaksinasi bagi guru dan kemudian dilanjutkan dengan siswa pada jenjang SMP dan SMA sederajat,” ungkapnya.

Kesemua program Pemerintah ini, menurut Alhudri bertujuan untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 sehingga dapat segera terlaksananya pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan.

“Upaya lain yang sudah dilakukan Pemerintah Aceh yaitu zikir dan doa bersama memohon dijauhkan dari wabah dan bencana Covid-19. Sudah dimulai sejak 15 juli 2021, dilaksanakan setiap hari dari pukul 08.00 s/d 08.30 wib serta sosialisasi dan pengawasan disiplin protokol kesehatan,” ujarnya.

Kadisdik memaparkan melalui agenda kunjungan lapangan tanggal 16 September 2021, terjadi peningkatan yang luar biasa dalam jumlah pelajar yang sudah divaksin. misalnya di Kota Banda Aceh terjadi peningkatan hingga tiga ratus persen dan Kabupaten Aceh Besar meningkat hingga dua ratus persen.

“Kami akan terus mengkampanyekan vaksinasi sehingga tahun 2022 agenda vaksinasi bisa selesai. Karena kita sadari bersama kalau agenda vaksinasi belum selesai maka pelayanan tidak dapat dilakukan secara maksimal termasuk pendidikan akan sulit berjalan,” tutupnya.

Alhudri melaporkan hingga hari ini, sebanyak 99 sekolah jenjang SMA sederajat yang ada di Aceh telah melakukan vaksinasi di atas 75 persen. Ia berharap kedepannya jumlah tersebut akan terus meningkat.

Pada kegiatan webinar nasional yang digagas oleh Forum Komunikasi Organisasi Siswa Intra Sekolah (FOKUS) itu juga turut diisi oleh sejumlah narasumber lainnya yaitu Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, dr Siti Nadia Marzuki, M. Epid, Kepala Perwakilan UNICEF Aceh, Andi Yoga Tama, Kepala Cabang Disdik Wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Dr Mohd Iqbal AR, ST, M.Si, serta Akademisi Fakultas Kesehatan Masyarakat Unmuha, Hanifah Hasnur, S.Pd, SKM, MKM.

read more
Berita Terkini

Hendra Budian Harus bercontoh kepada Kapolda dan Pangdam IM

Takengon – Aktifis Pendidikan Ricky Arasendi menyerukan pentingnya solidaritas bersama dalam menyukseskan vaksinasi covid-19 di Aceh, seperti yang sudah disampaikan oleh Kapolda Aceh dan Pangdam IM yang mendukung percepatan vaksinasi siswa.

Menurutnya Kapolda Aceh dan pangdam IM telah mengapresiasi ketegasan kadis Pendidikan Aceh, Harusnya Pimpinan DPRA dan anggota DPRA juga ikut membangun solidaritas untuk menyerukan vaksin agar capaian target bisa dilaksanakan. Bukan malah mengeluarkan pernyataan aneh di luar tugas dan wewenangya tambah ricky yang juga aktifis anti korupsi di gayo.

Seperti di beritakan sebelumnya, Wakil ketua DPRA Hendra budian jamin tak ada pencopotan Kepsek dan pemotongan BOS, terkait Vaksinasi Rabu (22/9/2021) di salah satu surat kabar di Aceh.
Ini pernyataan aneh ungkapnya Hendra terlalu berani “Menjamin tidak ada pencopotan kepsek” ini berbanding terbalik apabila kita melihat tatib DPRA nomor 1 tahun 2019 pada Bab II di jelaskan Fungsi, Tugas, Dan wewenang serta Kedudukan DPRA. Pada pasal 2 DPRA memiliki 3 fungsi yaitu a.Legislasi, b.Anggaran, c.Pengawasan . sedangkan tugas dan wewenang terdapat pada pasal 23 yang memiliki 7 poin, Tidak satupun dari tujuh poin tersebut menjelaskan bahwasanya DPRA atau anggota DPRA memiliki haka tau kewenangan dalam menjamin jabatan seseorang apalagi kepala sekolah .

Jadi kalimat “ Menjamin tidak ada pencopotan kepsek “ adalah kalimat yang menunjukkan pemahaman Hendra tentang hak dan kewenangan seorang anggota DPRA Tambahnya.

Tentu kita tidak mau sekolah-sekolah di Aceh menjadi kluster baru covid-19 saat pembelajaran tatap muka, seperti yang saya baca dari (katadata.com) 1.303 sekolah sudah menjadi kluster covid saat PTM dan terbanyak dari jatim dari 165 kluster 917 guru dan 2.507 murid yang terinveksi, kita berharap seluruh elemen pemerintah dan masyarakat bergandengan tangan dalam melawan covid-19 tutupnya.

read more
Berita Terkini

Dukung Disdik Aceh, Kapolda: Semua Pihak Harus Terlibat Perangi Covid-19

Jaringanpelajaraceh.com I ACEH TIMUR– Kapolda Aceh, Irjen Pol. Ahmad Haydar, SH, MM kembali menegaskan dukungannya terhadap gerakan vaksinasi siswa dan siswi yang diinisiasi oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan.

“Saya sangat mendukung (Disdik Aceh) karena kita tidak bisa bekerja sendiri. TNI, Polri, Pemerintah Aceh, ulama, tokoh masyarakat, pemuda, dan semua elemen bangsa harus bersama-sama terlibat dalam memerangi Covid-19,” kata Ahmad Haydar, Rabu (22/9/2021).

Hal itu disampaikan Ahmad Haydar usai mengukuh Duta Vaksin Siswa Aceh Timur di Idi Sport Center (ISC). Kehadiran Kapolda Aceh turut didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri, MM, dan Bupati Aceh Timur, Hasballah M. Thaib.

Dalam kesempatan itu, Sekda Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes bersama Kadisdik Aceh, Drs. Alhudri, MM juga meninjau pelaksanaan vaksinasi siswa di ISC yang diselenggarakan oleh Pemerintah Aceh.

Menurut Ahmad Haydar, agar pemulihan ekonomi dapat membaik, semua elemen masyarakat harus bersatu untuk memberantas virus ini. Jika tidak, maka ekonomi dipastikan tidak akan dapat meningkat secara maksimal.

Kapolda juga mengapresiasi antusiasme masyarakat dan siswa dalam mensukseskan vaksinasi Covid-19. Ia mengingatkan arti pentingnya membentuk “herd imunity” dalam menekan penyebaran wabah Covid-19.

“Syukur Alhamdulillah, terima kasih atas antusiasme masyarakat dan pelajar dalam rangka menyukseskan gerakan vaksinasi. Ini merupakan langkah untuk menjaga kita, keluarga, lingkungan dan masa depan kita. Insya Allah, kita akan terhindar dari Covid-19,” tutur Kapolda Aceh.

read more
Berita Terkini

Disdikbud Kota Banda Aceh Lakukan Vaksinasi Massal

Jaringanpelajaraceh.com I Banda Aceh – Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Banda Aceh Selasa 21 September 2021 mulai melaksanakan vaksinasi massal bagi seluruh siswa-siswi jenjang SMP di Kota Banda Aceh.

Kadisdikbud Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri MPd bersama Kapolsek Ulee Lheue Iptu Bismi SH dan Kapus Meuraxa Ibu Zairina SKM serta Rumah Sakit Bhayangkara Ipda Cut Mariana SKM mengharapkan kesadaran dan izin kepada seluruh komite sekolah, orang tua, wali murid dan masyarakat untuk bersedia serta membantu suksesnya vaksinasi ini sehingga dapat membantu terputusnya mata rantai penyebaran Virus Covid-19 di Kota Banda Aceh.

“Alhamdulillah pelaksanaan vaksinasi yang dilakasanakan di SMP Negeri 1 Banda Aceh hari ini berjalan lancar dan bahkan banyak orang tua siswa juga ikut serta unt dilakukan vaksin karena ditempat ini tidak lama menunggu antrian.” Ungkapnya.

Sementara itu Kabid Pembinaan SMP, Evi Susanti SPd MSi menjelaskan untuk hari pertama ini ada dua sekolah yang melaksanakan vaksinasi yaitu SMP Negeri 1 Banda Aceh dan SMP Kartika Banda Aceh. Pelaksanaan vaksinasi tersebut bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Dokkes Polresta dan Kesdam Kodim 0101 BS.

Tim vaksinator dibagi ke dalam beberapa group sehingga tidak terjadi kerumunan siswa. Selanjutnya Kapolsek Ulee Lheue Iptu Bismi mengatakan siap dengan anggotanya untuk membantu pelaksanaan vaksin di wilayahnya sehingga bisa berjalan dengan lancar.

read more
Berita Terkini

Kadisdik: “Kami Faham tidak Mudah, Tapi Kita Akan Berusaha Bersama-Sama”

LHOKSEUMAWE – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM mengatakan, vaksinasi siswa usia sekolah adalah suatu bentuk ikhtiar dalam rangka menjaga agar siswa sekolah tidak sampai terpapar Covid-19.

Karena itu dia mengajak pihak sekolah mulai dari kepala sekolah hingga wali kelas untuk bersinergi dalam upaya menyukseskan vaksinasi siswa usia sekolah, terutama untuk SMA/SMK dan SLB yang merupakan tanggungjawab Dinas Pendidikan Aceh.

Kendatipun demikian, Alhudri mengatakan bahwa vaksinasi siswa usia sekolah bukanlah pekerjaan mudah, apalagi dalam meyakinkan wali siswa terhadap pentingnya vaksinasi.

“Kami faham betul Bapak/Ibu ini bukan pekerjaan mudah, tapi kita harus berusaha bersama-sama karena ini untuk kebaikan anak-anak kita semua,” kata Alhudri di hadapan kepala sekolah dan wali kelas saat mendampingi Sekda Aceh, dr. Taqwallah,M.Kes, dalam kunjungan di SMAN 1 Lhokseumawe, Selasa (21/9/2021).

Alhudri menuturkan, selama masa pandemi Covid-19 hampir semua sektor mengalami kemunduran. Dalam urusan pendidikan perubahan cara belajar dari tatap muka ke daring juga sangat berdampak terhadap serapan materi belajar oleh siswa

Begitupun terhadap kegiatan – kegiatan ekstra kurikuler siswa seperti pada saat masa normal. Jika pun ada sekolah yang tatap muka namun kegiatannya tetap masih dibatasi.

“Maka kepada Bapak/Ibu jangan ada prinsip tertekan, cara silakan bapak ibu fikirkan bagaimana baiknya, kami hanya mengajak, ini urusan nyawa kita tidak bole main-main,” kata Alhudri.

Sementara itu Sekda Taqwallah optimis, jika dilakukan melalui kedekatan yang di bangun para wali kelas dengan para siswa dan wali murid akan berdampak baik terhadap kesuksesan pelaksanaan vaksinasi siswa.

Setiap daerah memiliki karater kesulitan tersendiri, namun Sekda meminta agar para guru tidak menyerah untuk terus berupaya memberikan pemahaman dan meyakinkan para orang tua terkait vaksinasi aman.

“Banyak strategi yang dapat diterapkan masing-masing sekolah. Memang pekerjaan ini sungguh berat, tapi karena virus tidak mengenal libur maka kita terus bergerak terus tanpa libur, supaya ini bisa terus kita selesaikan dalam kesempatan pertama,” ujar Sekda.[]

read more
Berita Terkini

Terkait Vaksinasi Siswa, PW Pemuda Muslim Dukung Upaya Disdik Aceh

Jaringanpelajraceh.com I Banda Aceh – Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslim Provinsi Aceh mendukung upaya percepatan vaksinasi siswa usia sekolah yang dilakukan Dinas Pendidikan Aceh.

“Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Aceh mendukung Kepala Dinas Pendidikan Aceh dalam upaya percepatan vaksinasi Covid-19 pada siswa di atas 12 tahun,” kata Ketua PW Pemuda Muslim, Yulizar Kasma, S.Km, M.Si, Selasa (21/9/2021).

Yulizar yang juga kandidat doktor pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) itu menuturkan, vaksinasi sangat dibutuhkan untuk kekebalan tubuh dari dalam.

Jika masker dan cuci tangan mencegah agar virus tidak masuk ke dalam tubuh, maka vaksinasi akan mencegah dari dalam, sehingga jikapun virus terlanjur masuk ke dalam tubuh tidak sampai mengakibatkan gejala yang parah.

Oleh sebab itu, Yulizar mengajak agar orang tua siswa harus memberikan pemahaman kepada anak – anaknya agar mau divaksin.

“Karena jika ingin sekolah kembali normal, ya kita harus vaksin karena kita kita berhadapan dengan virus yang cepat sekali penularannya. Mau sampaikan kita sekolah online? Apa tidak rindu hidup normal?,” ungkapnya.

Vaksin ini sama saja dengan imunisasi lainnya. Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan.

“Saya sendiri lebih suka menggunakan kata imunisasi, dari pada kata Vaksin. Mungkin pemerintah Aceh bisa beralih mengembali ke diksi yang sudah ma’ruf sebelumnya yaitu imunisasi,” saran Yulizar.[]

read more
Berita Terkini

Siswa SMAN 1 Pulo Aceh Mulai Jalani Vaksin Covid -19 Secara Sukarela

Jaringanpelajaraceh.com I Pulo Aceh – Saat ini Pemerintah Aceh menargetkan pemberian vaksin Covid-19 bagi siswa. Sejumlah SMA/SMK di berbagai Kabupaten di Aceh mulai melaksanakan program vaksinasi bagi peserta didiknya, tidak terkecuali SMAN 1 Pulo Aceh yang sudah melaksanakan vaksin Covid-19 kepada siswa mulai Senin (20/09/2021) bertempat di sekolah tersebut.

Berdasarkan realease yang dikirim oleh salah satu guru dari SMAN 1 Pulo Aceh, disebutkan bahwa mereka sudah mulai melaksanakan vaksin Covid-19 kepada siswa.

“SMAN 1 Pulo Aceh sudah mulai melaksanakan vaksin Covid-19 untuk para siswa mulai Senin (hari ini_red), dengan melibatkan pihak Puskesmas dan Koramil Pulo Aceh”, ujar sumber tersebut.

Sementara itu, Anwar, SPd Kepala SMAN 1 Pulo Aceh menyebutkan, vaksin covid-19 ini merupakan sebuah ikhtiar bersama agar semua warga sekolah terbebas dari virus corona apalagi selama ini juga kita sudah rutin berdoa dan berzikir supaya pandemi ini segera berakhir.

“Saat ini, para guru-guru di SMAN 1 Pulo Aceh sudah melaksanakan vaksin Covid-19 dosis kedua, sedangkan untuk siswa baru dimulai dosis pertama”, ungkapnya.

Sebut Anwar, pelaksanaan vaksin covid-19 untuk siswa sudah mengikuti mekanisme dengan meminta persetujuan dari orang tua mereka.

“Pemberian vaksin Covid-19 kepada siswa, kita laksanakan dengan sosialisasi dan meminta persetujuan dari orang tua mereka melalui surat persetujuan yang ditandatangi masing-masing orang tua, lanjutnya lagi kegiatan ini dilakukan tanpa paksaan tetapi dengan kesadaran masing-masing”.

Anwar menyampaikan dalam pelaksanaan vaksinasi siswa tersebut, ia melakukan kerja sama baik itu dengan Puskesmas setempat, dan pihak TNI dalam hal ini Koramil Pulo Aceh. Anwar juga menuturkan sudah melakukan sosialisasi dengan komite sekolah serta para wali murid mengenai vaksinasi ini.

SMAN 1 Pulo Aceh sendiri menargetkan semua siswa yang telah lulus pemeriksaan kesehatan dapat mengikuti vaksin sesuai jadwal yang telah ditentukan. “Kita targetkan semua siswa yang berdasarkan hasil pemeriksaan vaksinator sehat, dan siap dilakukan vaksinasi sesuai jadwalnya, mudah-mudah proses pembelajaran tatap muka dapat segera dilaksanakan seperti biasa” pungkas Anwar.

 

read more
Berita Terkini

Soal Vaksinasi, Fauzan Azima : Pemimpin Itu Harus Tegas

Jaringanpelajaraceh.com I TAKENGON – Penasihat Khusus (Pensus) Gubernur Aceh Bidang Pendidikan, Fauzan Azima mengapresiasi sikap Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM.

Menurut Fauzan, dalam kondisi seperti saat ini pemimpin itu memang harus tegas. Terutama kepada staf di bawah lingkungan kerjanya menurut kewenangannya.
Ketegasan untuk keselamatan banyak orang adalah bentuk tanggung jawab seorang pemimpin.

“Kita patut apresiasi atas pernyataan sikap tegas Kadis pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM, bagi Kepala Sekolah yang tidak mampu mengendalikan vaksinasi di sekolahnya patut dievaluasi,” kata Fauzan, Senin, 20 September 2021.

Fauzan menuturkan, pernyataan tegas itu, adalah ungkapan kasih sayang kepada warga sekolah setelah berkeliling ke seluruh Aceh untuk melihat dan mengecek langsung kesiapan siswa dan siswi ke sekolah.

“Beberapa sekolah bahkan ada yang gurunya yang belum divaksin,” ungkap Fauzan.

Jika pun setiap warga sekolah ditanya nuraninya, mereka pasti ingin tatap muka sebagai mana sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia. Tentu saja peluang itu ada dengan adanya vaksinasi.

“Vaksinasi itu adalah “sekoci” bagi kita saat ini. Kapal sudah akan tenggelam, maka untuk keselamatan kita mencari pelampung dan sekoci agar semua kita selamat,” tutur Fauzan.

Oleh karena itu, katanya, siapa pun pejabat harus bertanggung jawab di lingkungan kerjanya. Bukan warga sekolah tidak mau vaksin, tetapi tidak faham. Diksi di lapangan kenyataan kadang berbeda dengan diskusi kita di meja kantor.

Sebagai mana kata Sekda Aceh, Taqwallah pada setiap pertemuan dengan pejabat-pejabat di daerah soal vaksin; dari sepuluh orang, tiga orang pasti mau, empat orang ragu-ragu dan tiga orang menolak dengan alasan beragam.

“Oleh karena itu peran wali kelas sangat diperlukan untuk mensukseskan vaksin di seluruh Aceh,” tutur Fauzan Azima mengutip Sekda Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes

read more
1 29 30 31 32 33 57
Page 31 of 57