close

fitriadi

Berita Terkini

Seleksi Kompetensi PPPK Guru Akan Dimulai, Ini Jadwalnya

Jaringanpelajaraceh I Banda Aceh – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) RI bersama Dinas Pendidikan Aceh akan menyelenggarakan pelaksanaan seleksi kompetensi untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru mulai 13 hingga 17 September 2021 pada 49 titik di seluruh Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM melalui Plt. Kepala Bidang Pembinaan GTK, Muksalmina, S.Pd, M.Si. menyebutkan sesuai surat dari Kemdikbudristek nomor: 4661/B/GT/01.00/2021 tertanggal 28 Agustus 2021, jadwal seleksi PPPK bergeser dari sebelumnya 30 Agustus menjadi 13 September 2021.

“Insyallah dalam waktu dekat kita akan duduk bersama para kepala dinas pendidikan kabupaten/kota untuk membicara teknis pelaksanaan ujian PPPK,” tuturnya.

Muksalmina menjelaskan meskipun waktu pelaksanaan telah dijadwalkan, namun passing grade untuk seleksi kompetensi PPPK Guru belum ditetapkan. Namun peserta tidak usah khawatir. Pasalnya, passing grade tersebut dipastikan akan ditetapkan sebelum pelaksanaan seleksi kompetensi tahap pertama.

“Jadi para calon PPPK dapat mengikuti ujian di daerahnya masing-masing. Kita sudah menyiapkan sebanyak 160 ruang ujian dengan 3.661 unit komputer. Saat ini tim proktor dan operator kita sedang bekerja keras menyiapkan sistem di daerah. Semoga tidak ada kendala yang berarti saat ujian nanti,” harapnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Kemdikbudristek, lanjut Muksalmina, jumlah peserta yang akan mengikuti seleksi kompetensi PPPK tahap pertama sebanyak 28.691 orang. Mereka adalah para guru non pns yang selama ini telah mengabdi di satuan pendidikan mulai jenjang SD, SMP, SMA, SMK dan SLB yang ada di seluruh Aceh.

“Kami berpesan agar seluruh calon PPPK Guru dapat menyiapkan diri sebaik mungkin untuk mengikuti seleksi, tetap belajar lebih semangat, fokus pada modul dan materi yang telah diberikan saat pembekalan PPPK kemarin,” pesannya.

Muksalmina menghimbau para calon PPPK untuk tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang mengiming-imingkan dapat meluluskan ujian. Pasalnya ujian akan dilakukan secara online dan transparan.

“Bapak/ibu sendirilah yang menentukan nasibnya sendiri. Teruslah berusaha dengan belajar dan berdoa agar dimudahkan dalam ujian nanti,” pintanya.

Sementara itu berdasarkan Surat Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nomor 4661/B/GT.01.00/2021 tentang Penyampaian Jadwal Tahapan Pelaksanaan Seleksi Guru ASN-PPPK Tahun 2021.

Jadwal Seleksi PPPK Guru Tahap Pertama Tahun 2021 :
– Pengumuman daftar peserta, waktu dan tempat seleksi PPPK Guru I : 9 September 2021
– Cetak kartu peserta seleksi PPPK Guru : 9 s.d. 12 September 2021
– Pelaksanaan Seleksi Kompetensi I : 13 s.d. 17 September 2021
– Pengumuman hasil Seleksi Kompetensi I : 24 September 2021
– Masa sanggah I (masa pengajuan sanggah) : 24 s.d. 27 September 2021
– Jawab sanggah I (tanggapan sanggah) : 27 September s.d. 5 Oktober 2021
– Pengumuman hasil sanggah I : 5 Oktober 2021

Informasi dan penjelasan lain terkait pelaksanaan seleksi PPPK untuk Jabatan Fungsional Guru dapat dibaca melalui laman https://gurupppk.kemdikbud.go.id.

read more
Berita Terkini

Tingkatkan Pelayanan untuk Siswa SLB, Disdik Aceh Laksanakan Needs Assessment

Jaringanpelajaraceh.com I Banda Aceh – Dinas Pendidikan Aceh mengutus tim terapis autis untuk melakukan needs assessment ke sekolah-sekolah Luar Biasa (SLB) yang berada dalam wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Tim ini terdiri dari 11 terapis dan 1 orang dokter yang telah memiliki kualifikasi professional dalam bidang terapi Applied Behaviour Analysis (ABA).

“Terapi ABA merupakan salah satu alternatif terbaik dan sangat efektif untuk anak-anak dengan autism, karena terapi ini disusun secara terstruktur yang berfokus mengajarkan seperangkat keterampilan khusus pada anak, seperti keterampilan untuk memahami dan mengikuti instruksi verbal, merespon perkataan, mendeskripsikan sebuah benda, meniru ucapan dan gerakan, hingga dapat mengajarkan anak-anak untuk membaca dan menulis. Jika anak-anak dengan autism tidak ditangani dengan segera, maka akan berpengaruh buruk terhadap kinerja perkembangan pendidikannya”, jelas Istiarsyah, Tenaga Ahli Disdik Aceh Bidang GTK dan juga merupakan koodinator tim terapis autis, Jum’at (27/08/2021).

Cahaya Purnama Sari, salah seorang tenaga terapis Autis Disdik Aceh menambahkan bahwa kegiatan Needs Assessment ini merupakan langkah awal untuk mengumpulkan informasi yang komprehensif, nantinya hasil ini akan digunakan untuk membuat pertimbangan keputusan belajar siswa Autis di sekolah, jika anak masih berada di level 1, maka perlu penambahan jam untuk mereka terapi.

“Hasil analisis asesmen ini, kita dapat melihat bagaimana kemampuan anak disetiap penjabaran verbal operant yang telah diujicobakan. Secara visual hasil asesmen yang ada di lembar scoring form akan terlihat dengan jelas tentang kemampuan manding, tacting, listener, VP/MTS, play, social, imitation, echoic, vokal spontan, LRFFC, Intraverbal, reading, writing, math, linguistic dan kemampuan dalam group, sehingga keputusan peningkatan kompetensi anak pun sesuai dengan kebutuhan belajarnya.” Jelas Cahaya, Jum’at (27/08/2021).
Pelaksanaan asesmen dilakukan harus dengan prosedur yang sesuai dengan kaidah asesmen yaitu dengan memperhatikan 3 hal, characters, time dan setting. Pelaksanaan assesmen ini menggunakan Asesmen milestone VB-MAPP dari Mark L. Sundberg, Ph.D., BCBA-D, dengan mengisi scoring form sesuai dengan butir instrument, ada 170 milestone yang diasesmen, di mana milestone tersebut dibagi menjadi 3 level. Nah, level ini yang menentukan kebutuhan belajar anak nantinya,” tambah Rosnaini, Tenaga terapis autis lainnya, Jum’at (27/08/2021).

Setelah rangkaian assessment selesai dijalankan, maka, selanjutnya adalah pengambilan keputusan diagnosa yang dolakukan oleh seorang dokter.
“Peran saya sebagai dokter praktisi Biomedical Intervention Therapy (BIT) adalah melakukan Alloanaesis pada orang tua anak penyandang Autistic Spectrum Disorder (ASD), dengan menanyakan informasi dari orang tua mengenai ciri-ciri serta perilaku yang ditujukkan oleh anak seperti kemampuan bicara atau bahasa, interaksi sosial, kemampuan bermain dan ketidak mampuan anak dalam menunjukkan minat yang biasanya bersifat repetitif/ stimming dan terbatas, tentunya harus didukung juga dengan informasi tentang riwayat tumbuh kembang anak, riwayat saat kehamilan hingga persalinan. Tidak cukup sampai disitu, saya juga memberikan informasi mengenai diet bagi anak ASD, yaitu diet casein free, gluten free, dan sugar free (CFGFSF).” jelas Riza, salah seorang dokter dalam tim terapis autis Disdik Aceh, Jum’at (27/08/2021).
“Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Aceh sebagian besar belum memiliki sumber daya terapis, oleh karena itu tim terapis Disdik Aceh dapat menjadi partner sekolah dalam memberikan layanan terbaik untuk anak-anak autis agar mereka dapat tumbuh dan berkembangan dengan baik, hidup mandiri, berkreativitas, dan memiliki potensi yang baik seperti anak-anak pada umumnya”, Jelas Drs. Alhudri, MM., Kepala Dinas Pendidikan Aceh.
Program ini merupakan terobosan baru Dinas Pendidikan Aceh. Usaha yang terbaik akan terus dilakukan untuk memberikan yang terbaik untuk melayani anak-anak berkebutuhan khusus.

“Peserta didik berkebutuhan khusus atau disabilitas adalah warga negara Indonesia yang memiliki hak yang sama dengan anak lainnya untuk mendapatkan layanan pendidikan yang layak. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Aceh akan terus berusaha untuk memberikan layanan terbaik bagi mereka. Ini merupakan terobosan baru untuk memperbaiki sistem layanan pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus yang lebih baik ke depannya. Diharapkan dengan adanya program ini, anak-anak autis di sekolah mendapatkan penanganan yang lebih optimal” Tutup Muksalmina, S.Pd., M.Si, Plt. Kabid Pembinaan GTK Disdik Aceh.

read more
Berita Terkini

LKS Provinsi Aceh 2021 Berakhir, Ini Para Juara yang Lolos ke Nasional

Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM menyampaikan pentingnya program pembelajaran yang unggul serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai untuk melatih kemampuan siswa agar dapat berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

“Kepada para pemangku kepentingan untuk tidak terkesan asal-asalan dalam mengusulkan program dan kebutuhan di sekolah. Jangan asal copy paste setiap tahunnya. Jangan dianggarkan sesuatu yang tidak dapat dimanfaatkan dan berlebih,” tuturnya saat menutup Lomba Keompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2021 yang berlangsung sejak 23 hingga 26 Agustus 2021 di Banda Aceh.

Pada kegiatan LKS tingkat Provinsi Aceh tahun 2021, perwakilan Kota Banda Aceh berhasil menjadi juara umum, dengan torehan 14 medali emas, 4 medali perak dan 4 medali perunggu.

Untuk bidang SMK, lanjutnya, kebutuhan yang diusulkan harus mempertimbangkan kekhususan jurusan yang diajarkan, agar usulan tersebut dapat bermanfaat dan layak digunakan oleh guru dan siswa pada saat proses pembelajaran.

“Anak-anak Aceh semua hebat, tinggal kita asah kemampuan mereka sesuai dengan skill yang sudah ada pada dirinya. Saya sudah melihat dan berdiskusi langsung dengan dewan juri. Kemampuan anak-anak Aceh tidak diragukan lagi dan mampu bersaing dengan siswa-siswi lain di Indonesia,” ungkapnya.

Alhudri berharap dengan adanya Lomba Kompetensi Siswa (LKS) akan dapat menguatkan karakter dan kepribadian siswa. Tidak hanya termotivasi untuk mau dan percaya diri, tetapi menjadi pribadi yang santun, tegas, berbudi luhur, dan berakhlak mulia.

“Lulusan SMK harus memiliki kemampuan dan berdaya saing, ditunjang dengan kemampuan softskill seperti berkomunikasi, berpikir kritis, serta bekerjasama. Aspek penunjang lain yaitu berkarakter, mandiri, kreatif dan bertanggung jawab,” terangnya.

Sementara Kepala Bidang Pembinaan SMK, Azizah, S.Pd, M.Pd melaporkan LKS merupakan salah satu ajang bergengsi yang turut dilombakan secara nasional pada tahun ini. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat karakter, produktif, kreatif dan inovatif bagi siswa.

“Untuk mengetahui peta kualitas dan kemampuan siswa SMK sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industry. Maka yang menjadi dewan juri disini adalah juri nasional serta pihak dunia usaha berskala nasional,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Para siswa yang berhasil meraih juara pertama di tingkat provinsi, berhak mewakili Aceh untuk berlomba diajang yang sama pada tingkat nasional yang akan dilaksanakan 24 hingga 30 Oktober 2021 secara daring di Jakarta.

Berikut 30 siswa-siswi yang akan mewakili Aceh pada LKS tingkat nasional tahun 2021 :

A. Kelompok Konstruksi, Teknologi Bangunan dan Agribisnis :
1. Teknik Pemasangan Batu Bata (Ahmad Zulmi Ardhani dari SMKN 1 Gunung Meriah)
2. Teknik Instalasi Kelistrikan (Shandi Febri Winata dari SMKN 2 Langsa)
3. Pembuatan Kabinet (Rizky Malana dari SMKN 2 Banda Aceh)
4. Teknik Pemasangan Tegel Keramik Dinding dan Lantai (M. Jeskin Namuska dari SMKN 2 Karang Baru)
5. Lanskap dan Pertamanan (Noval Ardiansyah dan Deni Hariyadi dari SMKN 1 Karang Baru)
6. Pemasangan Instalasi Pipa Air dan Pemanas (M. Andika Saputra dari SMKN 2 Banda Aceh)
7. Teknik Tata Udara dan Pendingin (Fathurahman dari SMKN 1 Bireuen)
8. Teknologi Peternakan (Tengku Raisya Zahara dari SMK PP N Saree)

B. Kelompok Seni Kreatif & Fashion :
1. Teknologi Mode (Amalia Humairah dari SMKN 3 Banda Aceh)
2. Teknologi Desain Grafis (Syahrul Ramadhan dari SMKN 1 Lhokseumawe)

C. Kelompok Teknologi Informasi & Komunikasi :
1. Teknologi Informasi Piranti Lunak untuk Bisnis (Farhan Aulianda dari SMKN 5 Banda Aceh)
2. Teknologi Informasi Sistem Administrasi Jaringan (Rifki Sani dari SMKN 1 Banda Aceh)
3. Komputasi Awan (Ziadir Rizaq dari SMKN 5 Langsa)
4. Teknik Desain Laman (M. Arkan Haris dari SMKN 1 Banda Aceh)
5. Pemasaran Daring (Najwa Nahara Beautiful dari SMKN 1 Banda Aceh)

D. Kelompok Teknologi Manufaktur dan Rekayasa :
1. Elektronika (Gilang Ramadhan dari SMKN 2 Langsa)
2. Sistim Kendali Industri (Muhammad Lufi dari SMKN 2 Karang Baru)
3. Pengelasan (Muhammad Ikhsan dari SMKN 1 Darul Kamal)
4. Farmasi (Ghina Khamisna dari SMK Farmasi Cut Mutia)

E. Kelompok Pariwisata & Layanan Sosial dan Individual :
1. Tata Kecantikan/ Terapi Kecantikan (Vena Murtini dari SMKN 3 Banda Aceh)
2. Kulineri (Sultan Muammar Juana dari SMKN 3 Banda Aceh)
3. Hotel Resepsionis (William Oktavian dari SMKN 3 Banda Aceh)
4. Pelayanan Restoran (Indarhe Kidung Takiskara dari SMKN 3 Banda Aceh)
5. Teknologi Pengolahan Pangan (Yossi Yosmien Ranni dari SMK PP N Saree)
6. Industri Pariwisata (Elpa Aprilini dari SMKN 1 Banda Aceh)
7. Penataan Rambut (Only Sister dari SMKN 1 Kutacane)

F. Kelompok Transportasi :
1. Teknik Perbaikan Body Mobile (Reval Tri Herlambang dari SMKN 2 Karang Baru)
2. Teknologi Otomotif Mobil (Rizki Firmansyah dari SMKN 1 Gunung Meriah)
3. Nautika (Teuku Fathurrahman dari SMKN 6 Lhokseumawe)
4. Teknik Perawatan dan Perbaikan Sepeda Motor (Wahyu Fernando dari SMKN 2 Karang Baru)

read more
Berita Terkini

Pelajar Aceh Torehkan Prestasi Pada Ajang Debat Internasional

Banda Aceh – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan para pelajar dan guru pembimbing SMA Negeri 3 Banda Aceh yang mewakili Indonesia pada ajang Parliamentary Debate World Conference (PDWC) yang berlangsung sejak 15 hingga 21 Agustus 2021 di Tokyo, Jepang.

Adapun para jawara debat di tingkat Internasional tersebut, yaitu Nazuya Aliyyah, Falisha Salma dan Clairine Leony bersama Guru Pembimbing, Laila Zahara, S.Pd, M.Pd.

Tahun ini PDWC diselenggarakan secara online dan diikuti oleh 12 group peserta dari 7 negara yaitu Jepang, New Zealand, Indonesia, Amerika, Jamaica, Australia dan Thailand. Peserta dari Indonesia diwakili oleh SMA Negeri 3 Banda Aceh.

Parliamentary Debate World Conference (PDWC) adalah Program Tahunan yang diselenggarakan oleh Waku Pro Foundation Jepang untuk pelajar Sekolah Menengah Atas pada tingkat Internasional. Program ini bertujuan untuk misi perdamaian dan persahabatan lintas negara, Agama dan Budaya (Friendship Harmony).

Kepala SMA Negeri 3 Banda Aceh, Syarwan Joni, S.Pd, M.Pd dalam keterangan tertulisnya menyampaikan pihaknya telah menyiapkan berbagai tahapan seleksi, mulai dari seleksi administrasi, hingga usulan konten gagasan Cultural Connect Activity oleh masing-masing peserta.

“Alhamdulillah hasil seleksi administrasi dan gagasan cultural anak-anak kami yang terdiri dari 3 siswa dan 1 guru pembimbing berhasil lolos menjadi satu-satunya Tim SMA mewakili Indonesia dalam PDWC,” ungkapnya.

Syarwan menjelaskan lebih kurang satu minggu siswa dan guru dilibatkan dalam kegiatan presentasi budaya negara masing-masing, mengenal budaya jepang dan Debate Friendship. Indonesia mendapat kehormatan terpilih untuk mempresentasikan video tentang Cultural dengan konten presentasi “Budaya Aceh Bersamaan dengan Jepang dan Jamaica”. Pada kesempatan itu juga diperkenalkan budaya Aceh dengan judul “Cultural Connect Activity”.

“Alhamdulillah siswa kami bersama guru pembimbing tampil sangat baik dan mendapat penghargaan Embodying Respect Award PDWC 2021,” tambah Syarwan Joni.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM melalui Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Mohammad Iqbal. AR, ST, M.Si menyampaikan sejak awal kegiatan PDWC Japan 2021 yang diikuti tim debat SMAN 3 Banda Aceh pihaknya sangat mendukung kegiatan tersebut.

“sebagai pembina sekolah kami sangat mengapresiasi dan bangga atas capaian prestasi yang luar biasa ini. Penghargaan dan apresiasi tinggi kami sampaikan kepada kepala sekolah, guru dan siswa yang telah berhasil beprestasi dan meraih penghargaan Embodying Respect Award PDWC- Japan 2021,” ujarnya.

Iqbal menambahkan keberhasilan ini patut disyukuri oleh semua pihak. Hal ini menunjukkan capaian Pendidikan Aceh kian diperhitungkan diberbagai even kompetisi di tingkat Nasional maupun Internasional.

“Kami berharap jejak pengalaman yang dilalui tim debat SMAN 3 Banda Aceh dapat menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lainnya di Aceh sebagai wujud menuju Aceh Carong dan Aceh Hebat,” tutur Mohd Iqbal.

read more
Berita Terkini

Kacabdisdik Wilayah Aceh Selatan Apresiasi Pembekalan Guru Calon PPPK

jaringanpelajaraceh.com I Tapaktuan– Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh menggelar pelatihan pembekalan bagi Guru Non PNS yang akan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di seluruh kabupaten/kota se-Aceh.

Kegiatan pembekalan tersebut merupakan pelatihan terbesar yang dilaksanakan Disdik Aceh pada tahun 2021 ini.

Ada 7.351 orang mulai mengikuti Pelatihan Pembekalan Seleksi Guru PPPK yang tersebar 266 kelas di seluruh Aceh. Mereka semua merupakan guru non PNS jenjang SMA/SMK dan SLB.

Berdasarkan data pada dashboard SSCASN 2021, jumlah peserta yang sudah mendaftar untuk mengikuti seleksi guru PPPK sebanyak 9.595 orang. Seluruh peserta akan bersaing ketat untuk memperebutkan sebanyak 5.218 kuota yang tersedia.

Sementara itu di Kabupaten Aceh Selatan ada sebanyak sebanyak 333 peserta mengikuti pembekalan Guru Non PNS jenjang SMA dan SMK yang akan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah Aceh Selatan, Annadwi, SPd MM mengatakan, sebanyak 333 peserta tersebut terdiri dari Bidang Studi Bahasa Indonesia sebanyak 35 orang, Bahasa Inggris 44 orang.

Selanjutnya Bimbingan Konseling 19 orang, Biologi 31 orang, Ekonomi 19 orang, Fisika 30 orang, Geografi 23, Kimia 29 orang, Matematika 52 orang, PJOK 30 orang, Sejarah 22 orang, Seni budaya 10 Orang.

“Kami memberikan apresiasi kepada guru dengan kondisi alam yang hujan lebat namun semangat guru untuk mengikuti pembekalan ini,” ujar Annadwi.

Semoga dengan semangat guru-guru akan membawa jalan untuk diterima sebagai Guru PPPK Provinsi Aceh, ucapnya.

read more
Berita Terkini

Pengusaha Aceh Tampung Produk SMK, Kadisdik Aceh Beri Apresiasi

Jaringanpelajaraceh.com I BANDA ACEH – Belum banyak pelaku usaha yang kepincut dengan produk lokal, apalagi jika produk tersebut belum begitu dikenal dan diminati oleh masyarakat luas. Alhasil membutuhkan usaha kreatif dan kerja keras untuk memasarkannya.

Berbeda dengan Nahrawi Nurdin, pengusaha yang dikenal Awi D`Energy mengaku sudah lama memberi perhatian khusus untuk pengembangan produk-produk lokal, terutama produk yang dihasilkan oleh sekolah vokasi di Aceh.

Awi mengatakan siap untuk menampung semua jenis produk lokal berupa makanan dan minuman yang dihasilkan SMK untuk ditempatkan di Outlet Café D`Energi miliknya.

“Kita siap menampung semua produk SMK seluruh Aceh. Ini nanti akan kita lakukan MoU untuk jenis makanan dan minuman yang akan ditampung di D`Energy Coffee,” katanya saat menghadiri Bazar Produk SMK/SMA Banda Aceh dan Aceh Besar di halaman Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Jumat, (20/8/2021).

Ia bertekad akan melakukan berbagai cara untuk memasarkan produk lokal. Salah satunya dengan memberikan subsidi agar harganya terjangkau dan bisa bersaing dengan produk luar. Menurutnya, kualitas produk lokal juga tidak kalah saing dengan produk luar.

“Kita akan buat dua jenis makanan khususnya organik dan non organik. Jika pun nanti ada yang bilang harga organik mahal maka kita bisa subsidi sehingga harganya terjangkau,” ungkapnya.

Begitupun agar masyarakat teredukasi terhadap makanan organik, pihaknya nanti akan mensosialisasi proses penanaman hingga tahap produksi terhadap produk organik melalui media visual.

“Di situ kemudian kita akan tampilkan proses penanaman, proses panen, kita buat slide di TV sehingga masyarakat paham bahwa ini adalah organik,” jelasnya.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri, MM mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi atas ketertarikan pengusaha Aceh pada produk-produk lokal yang dihasilkan siswa-siswi SMK di Aceh.

Alhudri berharap agar hal-hal seperti ini harus terus berlanjut sehingga kreativitas dan produktivitas anak-anak SMK bernilai dan laku di pasar.

Begitupun kepada para Cabang Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri meminta untuk terus mempromosi dan mempublikasi hasil karya siswa-siswi sekolah vokasi, sehingga menarik minat masyarakat untuk membelinya.

“Ini contoh D`energy yang sudah mau membeli produk dari SMK, ini tentunya luar biasa. Kita berharap akan muncul nanti D`Energy-D`Energy lainnya,” kata Alhudri.

Alhudri menuturkan, Dinas Pendidikan Aceh akan terus mendukung sekolah vokasi di Aceh agar siswa-siswi menghasilkan inovasi dan kreatifitas yang bernilai sehingga bisa menciptakan lapangan kerja dan dapat bersaing di dunia industri.

Jika pun tidak di perusahaan mereka bisa membuka home industri karena sudah memiliki kreativitas, jika ini bisa dilakukan dengan baik maka peningkatan kesejahteraan Aceh akan lebih baik.

“Karena itu saya selalu mengatakan, anak-anak kita ibarat mutiara, ibarat intan yang belum terasah, kalau dia sudah terasah maka dia akan menjadi berlian yang cukup mahal harganya, karena itu jangan sepotong-sepotong harus bersama-sama kita bangkit, jika tidak akan susah, pengusahanya, pemerintahnya, legislatifnya. Insya Allah jika hal ini terwujud Aceh akan bisa maju.” tutur Alhudri.

Peran IDUKA Sangat Dibutuhkan

Sementara Kepala Bidang Pembinaan SMK, Azizah, S.Pd.,M.Pd mengatakan pembelajaran akan terwujud bila IDUKA (Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja) bisa dan mau bekerja sama dengan SMK, mulai dari merencanakan pembelajaran bersama, seperti menyusun kurikulum sesuai kebutuhan pembelajaran, menjadi guru tamu, menerima magang, hingga menciptakan lulusan yang handal.

Karena hakikat pembelajaran SMK bertujuan menghasilkan lulusan yang terserap didunia kerja dan siap berwirausaha dengan keahlian yang dimilikinya.

“Pembelajaran di SMK harus menghasilkan produk dan jasa, maka kehadiran industri sangat diharapkan untuk mendapatkan produk dan jasa yang berstandar dunia kerja atau kebutuhan masyarakat,” tutur Azizah.

read more
Berita Terkini

Jelang Seleksi PPPK, Disdik Latih Guru Se-Aceh

Jaringanpelajaraceh.com I Banda Aceh – Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh menggelar pelatihan pembekalan bagi Guru Non PNS yang akan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di seluruh kabupaten/kota se-Aceh. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut merupakan pelatihan terbesar yang dilaksanakan Disdik Aceh pada tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM melalui Plt Kabid Pembinaan GTK Muksalmina, S.Pd, M.Si mengatakan seluruh guru non PNS jenjang SMA/SMK dan SLB sebanyak 7.351 orang mulai mengikuti Pelatihan Pembekalan Seleksi Guru PPPK yang tersebar 266 kelas di seluruh Aceh.

“Pelatihan ini kita rencanakan dilaksanakan selama lima hari. Dimulai dari 18 sampai dengan 22 Agustus mendatang,” kata Mukhsalmina dalam keterangan tertulis, Kamis, (19/8/2021).

Mukhsalmina menjelaskan pelatihan tersebut bersifat mandiri. Sebanyak 266 para tutor dari 12 mata pelajaran terlebih dahulu diberi pembekalan di provinsi. Kemudian, kata dia, tutor tersebut dibekali dengan modul dan kisi-kisi soal.

Setelah diberi pelatihan, sambungnya, para guru tersebut dikembalikan ke sekolahnya masing-masing. Hal itu untuk membuka kelas secara mandiri dan menerima para guru yang bukan PNS untuk mempersiapkan mengikuti seleksi PPPK.

“Jadi bisa kita katakan bahwa, pelatihan ini terbesar yang pernah kita laksanakan untuk para guru non PNS jenjang SMA, SMK dan SLB yang tersebar di 23 kabupaten atau kota,” kata Mukhsalmina.

Muksalmina menjelaskan untuk ruang dan alat pelatihan difasilitasi oleh kepala sekolah bekerjasama dengan kepala cabang dinas di masing-masing wilayah. Seperti, ruang kelas dan ruang komputer. Disdik Aceh, kata dia, menyediakan pemateri atau narasumber.

“Jadi peserta tinggal datang kelokasi pelatihan sesuai dengan mata pelajarannya masing-masing,” kata Mukhsalmina.

Dia menyebutkan pelatihan itu dilakukan untuk membantu para guru non PNS agar bisa lulus pada seleksi PPPK. Arahan tersebut, sesuai instruksi Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, ST, MT.

Berdasarkan data pada dashboard SSCASN 2021, kata Mukhsalmina, jumlah peserta yang sudah mendaftar untuk mengikuti seleksi guru PPPK sebanyak 9.595 orang. Seluruh peserta akan bersaing ketat untuk memperebutkan sebanyak 5.218 kuota yang tersedia.

“Jadi kita berharap dengan pelatihan yang terintegrasi dan mandiri ini dapat membuka peluang yang lebih besar kepada para guru-guru terbaik kita, agar lulus ditahap pertama seleksi PPPK. Sekaligus menepis anggapan bahwa pelatihan yang dilaksanakan selama ini dinilai asal-asal oleh sebagian orang,” imbuh Mukhsalmina.

read more
Berita Terkini

SMK-PP Negeri Saree Raih Penghargaan Abdibhaktitani 2021 dari Kementerian Pertanian

Jaringanpelajaraceh.com I Aceh Besar. Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Saree kembali menoreh prestasi tingkat nasional dengan memperoleh penghargaan Unit Kerja Pelayanan Publik (UKPP) berprestasi bidang pertanian tahun 2021 dari Kementerian Pertanian RI.

Penghargaan ini berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo nomor 438/KPTS/KP.590/M/8/2021 yang diumumkan secara virtual melalui zoom meeting setelah Peringatan detik-detik Kemerdekaan Republik Indonesia ke 76 pada 17 Agustus 2021 di Jakarta

SMK-PP Negeri Saree dianggap layak diberikan kembali Penghargaan Abdibhaktitani 2021 ini dalam katagori ‘Berprestasi Utama’ setelah proses seleksi dokumen, kunjungan lapangan, dan ekspose di depan 15 orang tim penilai yang dilaksanakan secara virtual pada 5 – 6 Juli 2021 lalu.

Ada 39 UKPP Pertanian se-Indonesia yang dinyatakan lulus penilaian awal berupa dokumen dan penilaian langsung ke lapangan pada awal pertengahan Juli 2021 lalu.

Sedangkan penyerahan penghargaan Abdibhaktitani tahun 2021 ini secara langsung akan diberikan setelah Status PPKM Nasional dicabut oleh pemerintah, yang direncanakan langsung diberikan oleh Menteri Pertanian di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta.

Kepala SMK-PP Negeri Saree, Muhammad Amin menjelaskan, penghargaan Abdibhaktitani tahun 2021 diberikan kepada UKPP dalam lingkup Kementan RI yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan berbagai inovasi yang dikembangkan selama dua tahun terakhir.

“Penghargaan Abdi Bhakti Tani ini merupakan penghargaan yang ke 4 kali secara berurut diperoleh SMK-PP Negeri Saree yaitu 2015, 2017, 2019, dan 2021” ungkap Muhammad Amin

Penilaian Kualitas Pelayanan Publik UKPP Berprestasi Bidang Pertanian pada tahun 2021 ini lebih difokuskan pada Pelaksanaan Visi misi dan maklumat, pelaksanaan Standar Pelayanan yang telah ditetapkan, Pengakuan Manfaat UKPP oleh para pihak dan Inovasi Pelayanan dalam mendukung program Upaya Khusus (upsus) Pajale, Siwab, dan Babe yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian RI serta program pencegahan penyebaran covid-19

Pengakuan juga terlihat dari jumlah MoU yang telah dijalin dengan berbagai DU/DI/lembaga, dalam tiga tahun terakhir kita telah membuat 40 buah MoU dengan berbagai implementasi dilapangan seperti ; PKL siswa, Penelitian Bersama, Penguatan SDM Guru dan Tenaga Kependidikan, Pelatihan Pengolahan hasil dan Produk turunan pertanian dari lemon seperti minyak wangi, lilin, pure lemon, sari lemon segar. Produk lemon ini merupakan kerjasama dengan Seameo Biotrop. Kita juga menghasilkan Decomposer MA-11 kerjasama dengan Bank Indonesia Perwakilan Aceh

Disisi lain, Wakasek Humas dan Kerjasama SMK-PP Negeri Saree, Khatmi Ilyas juga menambahkan dalam hal Inovasi Pelayanan, bahwa ada banyak Inovasi yang dilakukan fokus pada bidang kewirausahaan bagi siswa diantaranya Smart-Be, Seulawah Agro Technopark, PWMP, SPW, dan Pengembangan Unit Produksi. Menyahuti Revolusi Industri 4.0 pihak sekolah menggunakan Finger Print, Face Print dan absen online via android sebagai alat Absensi Guru/pegawai serta siswa, Penggunaan Drone Deploy untuk pemetaan tanaman, PPDB online sehingga calon siswa tidak perlu ke sekolah untuk mendaftar. Kemudian penggunaan CCTV di 50 titik dikelas dan lingkungan sekolah dalam rangka pengawasan sehingga dapat tercipta suasana yang aman dan nyaman.

Bagi provinsi Aceh, lanjutnya, penghargaan Abdibhaktitani tahun 2021 ini didapat oleh 4 UKPP yaitu SMK-PP Negeri Saree, SMK-PP Negeri Kutacane, SMK-PP Negeri Bireuen, dan UPTD BPSBTPHP yang mana keempatnya merupakan Unit Kerja dibawah Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh.

read more
Berita Terkini

Kecewa dengan Kebijakan Kampus, Mahasiswa USK Kirim Surat Terbuka Kepada Rektor

jaringanpelajaraceh.com I Banda Aceh. Beredar sebuah surat terbuka kepada rektor Universitas Syiah Kuala (USK) yang mengukapkan kekecewaan terhadap aturan yang dikeluarkan oleh pihak kampusnya. Surat terbuka yang diposting oleh akun IG @kotabandaaceh memuat sebuah surat terbuka yang dikirimkan oleh seorang mahasiswa kepada Rektor USK.

Dalam surat terbuka itu, mahasiswa mengukapkan rasa kecewanya kepada pihak kampus “Kekecawaan saya disini adalah mengapa kebijakan itu harus berubah tepat sebelum periode pembayaran. Mengapa disore hari dan mengapa tidak jauh-jauh hari sebelumnya. Bagi kami mencari uang sejumlah Rp. 1.260.000 dalam waktu 1 minggu sangat kesulitan, dan beberapa teman yang lain bahkan lebih dari jumlah di atas”, ungkap mahasiswa tersbut dalam surat terbukanya.

Pesan yang diposting oleh akun IG @kotabandaaceh dengan melampirkan surat terbuka tersebut sampai tanggal 04 Agustus 2021 sudah disukai oleh 2.405 orang dan 81 komentar. Beragam komentar muncul dari netizen setelah postingan itu dipublis.

“Banyak mahasiswa ex Bidikmisi yang mencari uang untuk kehidupannya di rantau karena kondisi keluarga dan ekonominya, ada yang anak yatim piatu yang serba kekurangan sehingga harus membagi tugas Antara kuliah dan juga pekerjaan untuk membiayai kehidupan selama kuliah, semoga Rektor dan USK dapat mengerti dan memberikan keringanan kepada mahasiswa ex Bidikmisi dalam pengurangan pembayaran uang SPP”, komentar akun @feri_satria_polas.

“Pemimpin berjiwa sales… Semua dijadikan ladang bisnis”, timpal akun @richysme_123

read more
Berita Terkini

Kadisdik Aceh Launching Pembelajaran Kelas Jauh di Aceh Tengah, Demi Pemerataan Pendidikan

Jaringanpelajaraceh.com I Takengon – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan menunjukkan komitmennya dalam memajukan dan melakukan pemerataan pendidikan hingga ke daerah pelosok di Aceh. Salah satunya dengan membuka pelaksanaan jalur pembelajaran kelas jauh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM melaunching Jalur Pembelajaran Kelas Jauh Kemukiman Pameu, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah yang bertempat di SMA Negeri 19 Takengon, Senin (2/8/2021).

Turut hadir para pejabat struktural Dinas Pendidikan Aceh, Camat Rusip Antara, Iskandar, aparatur kecamatan dan desa serta para kepala sekolah, pengawas, guru dan siswa.

Kadisdik mengatakan Pemerintah Aceh bertekad untuk memberikan pelayanan pendidikan seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada di Aceh.

“Jangan lagi ada anak-anak kita yang tidak melanjutkan sekolahnya, hanya karena faktor ekonomi. Pemerintah telah mengupayakan berbagai cara agar angka putus sekolah di Aceh dapat teratasi. Minimal mampu menamatkan pendidikan hingga jenjang SMA,” ujarnya.

Alhudri menyampaikan terhitung sejak awal Tahun Ajaran 2021/2022 pihaknya telah membuka jalur pembelajaran kelas jauh bagi peserta didik yang berada di Kemukiman Pameu. Selain itu, program yang sama juga akan dicanangkan di Gampong Jamat, Kecamatan Atu Lintang, Aceh Tengah dan Gampong Alue Keujruen, Kecamatan Kluet Tengah, Aceh Selatan.

“Yang terpenting sekarang anak-anak kita mau sekolah dan belajar. Saya melihat anak-anak sudah antusias. Perangkat kecamatan dan desa juga semangat. Anak-anak jangan berkecil hati. Walau kelas jauh, ini merupakan pendidikan yang sah dan diakui pemerintah,” ucapnya.

Kemukiman Pameu adalah daerah pedalaman di Aceh Tengah yang memiliki enam desa atau gampong. Desa itu antara lain Laut Jaya, Blang Pirak, Kuala Rawa, Tanjung, Merandeh Paya dan Paya Tampu. Kemukiman ini berjarak sekitar 73 kilometer dari pusat kota Kabupaten Aceh Tengah.

“Selain keterbatasan dana pemerintah untuk membangun gedung SMA baru, jumlah peserta didik usia SMA di sini juga masih terbatas. Oleh karena itu, saat ini kita buka jalur pembelajaran kelas jauh dari SMA Negeri 19 Takengon, Rusip Antara,” ungkapnya.

Alhudri menekankan bahwa pendidikan merupakan modal dasar kehidupan. Pendidikanlah yang berperan penting menuntaskan ketertinggalan, kemiskinan dan menjamin perubahan.

“Ilmu tanpa agama kita akan buta, sedangkan agama tanpa ilmu kita akan lumpuh. Kita harapkan anak-anak dapat belajar dengan serius dan dapat mengajak kawannya yang lain untuk mengikuti jalur pembelajaran kelas jauh ini,” pintanya.

Sementara Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Hamdani, M.Pd menjelaskan pada tahun pertama pelaksanaan jalur pembelajaran kelas jauh di Kemukiman Pameu ini telah ada 16 siswa yang mendaftar dengan jumlah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) 12 orang.

“Alhamdulillah dengan izin Allah dan sesuai arahan Bapak Kadis Pendidikan Aceh, pada hari ini kita telah melaunching jalur pembelajaran kelas jauh. Kita harapkan program ini terus berkembang dan jumlah siswanya akan terus bertambah setiap tahunnya,” harapnya.

Hamdani menuturkan siswa yang mengikuti jalur pembelajaran kelas jauh tahun ini merupakan para lulusan SMP di Kemukiman Pameu yang selama dua tahun terakhir tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

“Karena jaraknya jauh dari kota atau tempat tinggal, para Guru danTenaga Kependidikan yang bertugas di Kemukiman Pameu juga telah difasilitasi dengan asrama yang dapat digunakan untuk tempat tinggal,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, aparatur Kemukiman Pameu juga telah memberikan tempat untuk guru dan siswa yang dapat digunakan untuk ruang belajar. Pihaknya akan terus melakukan penambahan fasilitas seiring berjalannya program pembelajaran tersebut.

“Kami berharap pembelajaran kelas jauh ini tidak hanya berjalan setahun ini saja. Namun dapat dipastikan keberlanjutannya sampai anak-anak naik ke kelas selanjutnya, bahkan sampai kelulusan,” pungkas Kabid Pembinaan SMA dan PKLK, Hamdani, M.Pd.

read more
1 31 32 33 34 35 57
Page 33 of 57