close

fitriadi

Berita Terkini

Terkait Vaksinasi Siswa, Kadisdik : Kepsek Jika Tidak Mampu, Silahkan Mundur

Jaringanpelajaraceh.com I Gayo Lues – Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs Alhudri MM mengultimatum kepala sekolah SMA/SMK dan SLB agar menyegerakan melakukan vaksinasi siswa hingga batas terakhir 30 September 2021.

Apabila hingga batas waktu tersebut vaksinasi tidak mampu disukseskan, maka ia mempersilahkan kepala sekolah tersebut untuk mengundurkan diri.

“Ini saya tegaskan kepada kepala SMA, SMK dan SLB, jika tidak mampu maka saya persilahkan mundur saja,” kata Alhudri di hadapan kepala SMA/SMK dan SLB saat mendampingi Sekda Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes di SMKN 2 Blang Kejeren, Kabupaten Gayo Lues. Minggu, (19/9/2021).

Alhudri menuturkan, persoalan vaksin adalah persoalan serius bahkan Presiden Joko Widodo turun ke Aceh secara khusus hanya untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi di Aceh.

Oleh karena itu, dia menekankan kepada kepala sekolah terutama wali kelas untuk melakukan berbagai upaya agar para siswa mau divaksin, kecuali bagi mereka yang memang tidak diizinkan secara medis.

Alhudri menuturkan, saat berkunjung ke daerah dirinya sering ditanya oleh wali siswa bahkan oleh siswa sendiri mengenai kapan sekolah tatap muka akan dibuka kembali.

Namun, jika vaksin ini belum dilakukan secara merata para siswa maka sekolah tatap muka belum bisa dimulai.

“Karena kuncinya selain pakai masker, jaga jarak, adalah vaksin. Jika vaksinasi belum merata maka sekolah tatap muka secara normal seperti sedia kala akan sudah dilakukan. Dulu belum bisa karena vaksinnya tidak ada, sementara saat ini sudah ada vaksin.” kata Alhudri.

Mantan kepala Dinas Sosial Aceh ini mengatakan, saat ini dampak dari pandemi Covid-19 ini sangat memukul perekonomian, jangankan di Indonesia di tingkat dunia pun ekonomi terpuruk.

“Begitu juga halnya kita di Aceh, jam 10 malam harus tutup sementara setiap orang butuh uang untuk hidup.”

Oleh karena itu, Alhudri mengajak semua pihak untuk mempercepat vaksinasi siswa, setelah itu akan dilakukan vaksinasi untuk masyarakat umum.

“Tolong Pak Kadisdik (Kabupaten) mari kita saling bahu- membahu untuk menyukseskan vaksinasi siswa,” kata Alhudri.

Sementara itu Sekda Aceh, dr. Taqwallah M.Kes dalam setiap pertemuan mengajak semua pihak terutama kepala sekolah, dan wali kelas agar mempercepat vaksinasi terhadap siswa usia sekolah.

Sekda Aceh meminta agar wali kelas melakukan pendekatan pada muridnya, sehingga tidak ada penolakan untuk divaksin.

read more
Berita Terkini

Dorong Percepatan Vaksinasi, Kadisdik Aceh : Bapak/Ibu Guru Tulang dan Kulit Saya di Daerah

Jaringanpelajaraceh.com I Subulussalam – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM memanggil para kepala sekolah SMA/SMK dan SLB Kota Subulussalam dan Aceh Singkil di SMAN 1 Simpang Kiri Kota Subulussalam, Sabtu 18/9/2021.

Alhudri memanggil para kepala sekolah di sela-sela mendampingi kunjungan Sekda Aceh, dr. Taqwallah M.Kes meninjau vaksinasi siswa SMAN 1 Simpang Kiri.

Dalam pertemuan dengan kepala sekolah, Alhudri memohon kepada para guru, kepala sekolah, terutama wali kelas agar berupaya semaksimal mungkin untuk mempercepat vaksinasi siswa sekolah, sehingga proses belajar mengajar bisa kembali dilakukan tatap muka.

“Bapak/ibu semua adalah kulit dan tulang saya di daerah, jadi tolong bantu saya, segerakan vaksinasi siswa agar proses belajar kita bisa kembali tatap muka,” kata Alhudri. Alhudri menyampaikan hal itu di sela-sela mendampingi kunjungan Sekda Aceh, dr. Taqwallah M.Kes ke kabupaten tersebut.

Kepada wali kelas, Alhudri meminta secara khusus agar dilakukan pendekatan terhadap anak didik dan jika perlu menemui orang tua siswa agar tidak sampai mendapat jawaban ada siswa yang tidak mau divaksin karena dilarang orang tuanya.

Menurut Alhudri, vaksinasi ini merupakan persoalan penting dan harus disegerakan, karena itu pula Presiden RI Ir. Joko Widodo datang ke Aceh secara khusus hanya untuk meninjau percepatan vaksinasi di Aceh.

Menindaklanjuti kunjungan presiden, Pemerintah Aceh melalui Sekda Aceh dan Dinas Pendidikan melakukan kunjungan ke seluruh kabupaten/kota di Aceh untuk mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 di sekolah-sekolah.

Kadisdik Aceh juga mengatakan, bahwa minggu depan dirinya akan meminta laporan perkembangan vaksinasi pada tiap-tiap sekolah.

“Jadi tolong, saya menaruh harapan kepada bapak/ibu. Lakukan berbagai upaya agar bulan ini vaksinasi untuk siswa sekolah tuntas semua. Senin akan kami tanyakan, kami ingin dengar jawaban langsung dari bapak/ibu,” kata Alhudri.

Sementara itu Sekda Taqwallah, meminta pihak sekolah terutama wali kelas agar menemui wali murid dan mengurangi acara ceremonial.

Taqwallah meminta meminta agar para wali kelas memberikan motivasi dan serta melakukan pendekatan pada para siswa dan wali siswa tentang pentingnya vaksinasi Covid-19.

“Jangan sampai ada alasan para siswa menolak divaksin. Tanggung jawab ini berada di tangan wali kelas. Saya menggantungkan harapan bagaimana caranya, vaksinasi ini selesai sebelum matahari tenggelam tanggal 30 September,” harapnya.[]

read more
Berita Terkini

Sekda Aceh : Vaksinasi Siswa Tanggungjawab Wali Kelas

Jaringanpelajaraceh.com I ACEH BARAT – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM meminta kepada pihak sekolah untuk mempercepat vaksinasi siswa pada akhir September 2021, agar pada bulan berikutnya para vaksinator bisa fokus melakukan vaksinasi terhadap masyarakat umum.

Karena itu, Taqwallah memberi tanggung jawab kepada pihak sekolah, terutama wali kelas dalam upaya percepatan vaksinasi siswa.

“Jangan sampai ada alasan para siswa menolak divaksin. Tanggung jawab ini berada di tangan wali kelas,” kata Taqwallah usai melaksanakan zikir dan doa bersama di halaman SMAN 1 Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Jumat (17/09/2021). Hadir dalam zikir tersebut Kacab Disdik Wilayah Kabupaten Aceh Barat, Sekdakab Aceh Barat, Wakapolres, Dandim dan Kadinkes Aceh Barat.

Taqwallah meminta agar wali kelas memberikan motivasi serta melakukan pendekatan kepada siswa dan wali murid tentang pentingnya vaksinasi Covid-19.

“Saya menggantungkan harapan bagaimana caranya, vaksinasi ini selesai sebelum matahari tenggelam tanggal 30 September,” harapnya.

Taqwallah menuturkan persoalan vaksinasi Covid-19 merupakan persoalan serius. Presiden RI, Joko Widodo bahkan secara khusus berkunjung ke Aceh untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi. Jika dulu ketersediaan vaksin masih terbatas di Aceh, maka saat ini ketersediaan vaksin di Aceh sudah tersedia dengan cukup.

Para wali kelas harus memastikan semua siswa mendapatkan vaksin. Sebab, jika belum divaksin maka tidak bisa dilakukan proses belajar mengajar.

“Bapak ibu wali kelas, kepala sekolah dan dewan guru, tolong jemput muridnya. Beri pengertian. Waktu sampai 30 September. Setelah itu masuk ke vaksin masyarakat,” ujar Taqwallah.

Jika belum ada jadwal vaksinasi di sekolah, Taqwallah meminta agar kepala sekolah segera menjumpai kepala Puskesmas setempat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri MM, mengatakan untuk menyukseskan percepatan vaksinasi siswa, butuh perhatian semua pihak, mulai dari kepala cabang dinas pendidikan, hingga para wali murid.

“Sebetulnya adik-adik kita sudah rindu belajar bersama. Namun kalau vaksin belum terlaksana dengan sempurna, akan sulit terlaksana pembelajaran tatap muka ini,” kata Alhudri.

Alhudri mengajak semua pihak, terutama wali kelas, komite sekolah dan bidang kesiswaan di semua sekolah untuk berperan lebih aktif mengajak siswa agar segera di vaksin Covid-19.

“Peran Komitenya juga harus aktif, kepala sekolah, wakil kepala sekolah terutama bidang kesiswaan harus betul-betul dilaksanakan. Saya yakin Insya Allah kalau bersama-sama pasti kita bisa,” kata Alhudri.

Usai melaksanakan zikir dan doa bersama, Sekda Taqwallah bersama rombongan meninjau pelaksanaan vaksinasi sekolah di Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, dan Aceh Selatan.[]

read more
Berita Terkini

Kadisdik Aceh Tegaskan Jangan Ada Pungutan Pada Seleksi PPPK

Jaringanpelajaraceh.com I Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM melalui Penasehat Khusus Gubernur Aceh Bidang Pendidikan, Fauzan Azima menekankan kepada seluruh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Kabupaten/Kota se-Aceh dilarang melakukan pungutan dalam bentuk apapun kepada peserta seleksi kompetensi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru di seluruh Aceh.

“Cukup kita sayangkan, jika ada oknum yang mencoba mencari keuntungan dari pelaksanaan seleksi PPPK ini,” kata Fauzan Azima, Rabu (14/9/2021) di Banda Aceh.

Fauzan menjelaskan Dinas Pendidikan Aceh hanya mengkoordinir pelaksanaan seleksi PPPK, baik untuk guru jenjang SD, SMP, SMA, SMK dan PKLK agar dapat berjalan lancar dan sukses.

“Pada saat rapat koordinasi yang dilaksanakan di Kota Sabang beberapa waktu lalu, Kadisdik Aceh berulang kali menekankan agar tidak ada pungutan apapun dari peserta seleksi PPPK,” tegas Fauzan Azima.

Dikatakan lagi, tak elok di tengah pandemi saat ini dimana semua orang kesulitan ekonomi, ada pihak yang mencoba mengambil keuntungan dan itu tidak dibenarkan.

“Kadisdik Aceh pada setiap pertemuan selalu menekankan hal demikian. Jadi lewat media ini disampaikan, bahwa jangan pernah ada lagi pungutan kepada peserta seleksi PPPK,” tandasnya.

Sekali lagi, kata Fauzan Azima, siapa pun yang melakukan pungutan di luar ketentuan yang berlaku, Kadisdik Aceh akan memberikan sanksi yang tegas.

“Kita berharap agar semua kuota PPPK yang diberikan untuk Aceh dapat terisi oleh para guru yang memiliki kompentensi yang sesuai dengan kebutuhan di satuan pendidikan saat ini,” tutur Fauzan Azima.

read more
Berita Terkini

Jelang Tes PPPK, Kadisdik Aceh Semangati Para Peserta

Jaringanpelajaraceh.com I SIGLI – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM, meninjau pelaksanaan seleksi kompetensi untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di sejumlah sekolah di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Senin (13/9/2021).

Pelaksanaan seleksi ini dimulai dari 13 hingga 17 September 2021 pada 49 titik se-Aceh yang diikuti oleh 28.691 orang. Mereka adalah para guru non pns yang selama ini telah mengabdi di satuan pendidikan mulai jenjang SD, SMP, SMA, SMK dan SLB di seluruh Aceh.

Di Pidie, kunjungan Kadisdik Aceh turut didampingi Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud ST, Wakil Ketua DPRK bersama Anggota Komisi V, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, dan Kadis Pendidikan Pidie.

Sementara di Pidie Jaya, Kadisdik turut didampingi langsung oleh Bupati Pidie, Aiyub Bin Abbas dan Wakil Bupati, Said Mulyadi, M.Si, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, serta Kadis Pendidikan Pidie Jaya.

Kepada para peserta Alhudri meminta agar seleksi ini dilalui dengan penuh ketertiban dan ketenangan. Dia berharap peserta tes dapat memanfaatkan semaksimal mungkin kuota yang diberikan untuk Aceh.

“Saya mewakili Gubernur Aceh, hadir kemari untuk meninjau dan menyemangati adik-adik semua. Kami berdoa atas kelulusan adik-adik sementara tugas adik-adik adalah berusaha. Semoga kuota yang diberikan dapat kita manfaatkan semaksimal mungkin,” kata Alhudri.

Alhudri menuturkan, dari tinjauannya di beberapa sekolah pelaksanaan seleksi berlangsung dengan lancar dan normatif. Hanya saja ada beberapa peserta yang tidak hadir diantaranya karena sakit. Untuk peserta yang tidak hadir karena sakit atau alasan mendesak lainnya tentunya akan ada kompensasi untuk bisa ikut di waktu lainnya.

Disamping itu Kadisdik juga mengapresiasi kekompakan pemerintah daerah yang ikut meninjau langsung pelaksanaan PPPK. Mulai dari kepala daerah hingga anggota DPRK. Hal ini dinilai Alhudri sangat penting karena dalam upaya pembangunan pendidikan membutuhkan kerjasama dari semua pihak dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah.

“Ini luar biasa, komplit dengan adanya Bupati, Wakil Bupati, hingga ketua dan anggota DPRK dalam mensupport adik-adik kita peserta seleksi P3K,” katanya,

Dalam kesempatan ini, mantan Kepala Dinas Sosial Aceh ini juga berharap, agar para peserta seleksi memperoleh hasil yang memuaskan. Ia berharap agar pemerintah pusat melalui Kemdikbud Ristek dapat memberikan kuota lebih banyak lagi, untuk dapat diisi oleh para guru yang berasal dari Aceh.

Alhudri menuturkan bahwa Dinas Pendidikan Aceh telah berupaya untuk memaksimalkan kelulusan PPPK, seperti memberikan pelatihan dan melakukan try out untuk peserta seleksi PPPK, serta menyediakan sarana prasarana untuk memfasilitasi seleksi tersebut..

“Apalagi tes ini berlangsung online oleh karena itu diharapkan kedepan agar guru-guru yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi, sehingga turut mendongkrak kualitas pendidikan Aceh yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu Bupati Pidie Jaya, Aiyub bin Abbas menyampaikan terima kasih atas kunjungan Kepala Dinas Pendidikan Aceh. Ia berharap agar peserta seleksi di daerahnya dapat memperoleh hasil yang memuaskan.

“Alhamdulillah pelaksanaan seleksi berjalan lancar, kita tentunya berharap agar kuota yang diberikan dapat lulus semua,” ujar Aiyub.

Adapun sekolah yang ditinjau Alhudri bersama rombongan adalah SMKN 1 Sigli, SMKN 2 Sigli, SMAN 2 Sigli, SMAN 1 Sigli, dan SMAN 1 Bandar Baru, Pidie Jaya.[]

read more
Berita Terkini

6 ORANG SISWA SMA ACEH SELATAN MENGIKUTI KEGIATAN KAWAH KEPEMIMPINAN PELAJAR (KKP) DI TINGKAT PROVINSI

Jaringanpelajaraceh.com I ACEH SELATAN – Sebanyak 6 Peserta Didik Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Aceh Selatan mengikuti kegiatan Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) di Tingkat Provinsi Aceh tahun 2021 yang akan berlangsung secara virtual sejak 13 September hingga 16 September 2021 di Hotel Green Aceh.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Selatan Anadwi, SPd.,MM saat pelepasan di Aula Cabang Dinas, Kamis (12/9/2021) mengatakan KKP merupakan penggembelengan kepemimpinan, untuk membekali para pemimpin muda dan mengembangkan potensi kepemimpinannya untuk masa depan.

 

“Kita harapkan dengan mengikuti kegiatan ini, menjadi bekal bagi mereka menjadi pemimpin masa yang akan datang”, ujar Anadwi.

Sementara itu Kasi Manajemen Guru dan Tenaga Kependidikan serta mutu kesiswaan Rasmadi, S.Pd juga mengapresiasi siswa –siswi SMA yang ikut berpartisipasi.

“Hanya kalian yang bisa mengikuti kegiatan ini secara langsung dari sekian banyak peserta yang ada di kabupaten kita. Manfaatkan momen ini dengan bertanya yang aktif kepada narasumber karena narasumber yang dihadirkan memiliki latar belakang yang mumpuni dibidangnya”, pesan Rasmadi.

Menurut keterangan Rasmadi adapun siswa yang mengikuti kegiatan ini sebagai perwakilan Kabupaten Aceh Selatan yaitu 2 orang dari SMAN 1 Tapaktuan, 2 orang siswa SMAN unggul Aceh selatan dan 2 orang siswa SMA 1 Pasie raja.

“Kegiatan ini untuk mengembangkan bakat dan minat siswa dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya yang positif dalam rangka membentuk karakter siswa yang unggul”,pungkasnya.

read more
Artikel

Ternyata Begini Cara Membuat Asam Sunti

*

Asam Sunti merupakan salah satu elemen penting dalam masakan diaceh yang  bertujuan untuk memberikan cita rasa khas asam dan menambah kekentalan pada masakan. Cita rasa khas asam sunti dapat ditemukan dalam hampir setiap masakan aceh. Maklum lidah orang Aceh terbiasa dengan cita rasa bumbu “keras dan berani” maka tidak heran jika mencicipi masakan Aceh hampir sama dengan mengkonsumsi jamu komplit tanpa rasa pahit., maka kali ini aku akan mengajak kita semua untuk lebih mengenal lagi si Asam sunti itu melalui cara membuatnya. Tidak terlalu sulit kok cuma saja butuh kesabaran dan kudu banyak berdoa agar cuaca stabil agar belimbing wuluh itu mendapat panas dari matahari sehingga hasilnya akan baik sesuai dengan harapan.

Buah belimbing waru matang yang tumbuh bergerombol di seluruh batang dipanen dan ditempatkan dalam wadah yang biasanya berupa ember atau wadah plastik lainnya. Selanjutnya buah yang telah dipanen tersebut direndam dengan air selama 1 hari. Tujuan perendaman ini agar buah belimbing menyerap air dan cepat layu/lembam pada saat dijemur keesokan harinya.

Besoknya buah yang telah direndam tersebut berubah warnanya dari hijau menjadi kekuningan matang dipenuhi air. Buah tersebut selanjutnya dijemur diterik matahari dengan beralaskan plastik. Tujuan penggunaan alas plastik agar air rembesan buah tidak terbuang dan mampu “merebus” buah belimbing diterik matahari. Sore harinya buah yang tadinya berwarna kekuningan akan berubah kuning layu dan menjadi sedikit keriput. Keesokan harinya buah belimbing kembali dijemur sampai berubah coklat keriput. Jika hari cukup terik penjemuran awal cukup hanya1- 2 hari saja. Pada tahap ini proses penggaraman belum dilakukan.

Sore harinya setelah buah belimbing terlihat mengeriput dan berwarna coklat kekuningan, buah dikumpulkan dan ditaburi garam dapur hingga merata. Buah dibolak balik untuk memastikan seluruh buah belimbing mendapatkan taburan garam yang  merata. Penaburan garam yang tidak merata akan menyebabkan tumbunya jamur pada saat penyimpanan. Selain itu juga menyebabkan warna yang akan dihasilkan oleh asam sunti nantinya menjadi berwarna coklat tua cenderung hitam kurang menarik. Disinilah rahasianya pembuatan asam sunti agar menghasilkan sunti dengan rasa dan warna yang menarik.

Keesokan harinya buah belimbing yang telah setengah kering kembali dijemur. Kali ini penjemuran dilakukan diatas wadah yang mampu meniriskan air. Wadah jemur secara tradisional biasanya terbuat dari anyaman daun kelapa. Anyaman ini dalam bahasa lokal disebut bleut. Penjemuran diatas bleut ini bertujuan agar air tirisan tidak lagi merendam belimbing dan proses pembuatan asam sunti dapat segera selesai.

Sore harinya asam sunti yang telah setengah jadi kembali ditaburi garam secara merata seperti hari sebelumnya. Proses yang sama ini diulangi kembali esok harinya. Setelah penjemuran 4-5 hari tergantung teriknya matahari proses pembuatan asam sunti selesai sudah tetapi asam sunti belum bisa di gunakan mesti menunggu proses fermentasi terlebih dahulu yaitu selama kurang lebih satu bulan baru bisa di gunakan untuk memasak karena selama satu bulan tekstur asam sunti yang licin tidak akan licin lagi maka akan memudahkan dalam proses penggilingan dan rasanya pun tidak terlalu asam lagi.

Asam sunti yang telah jadi disimpan dalam wadah yang tertutup dan kering.Penyimpanan yang baik dapat menjamin asam sunti dapat bertahan sampai lebih satu tahun. Asam sunti dapat terus dipergunakan dan tidak membusuk selama wadah penyimpanan tetap kering. Kadar asam dan garam yang tinggi menjadi faktor penghambat bagi perkembangan jamur dan bakteri. Penyimpanan yang terlalu lama dalam wadah yang kering hanya menimbulkan perubahan warna pada asam sunti. Sunti yang telah disimpan lama berubah menjadi kehitaman walau tidak merubah rasanya.

Cita rasa khas dari asam sunti menimbulkan kerinduan tersendiri bagi perantau Aceh dimanapun mereka berada. Tidak jarang teman atau saudara diperantauan selalu meminta dikirimkan asam sunti. Selain itu juga bagi mereka yang baru balik dari kampung tentu tidak melupakan asam sunti sebagai oleh-oleh wajib dari kampung. Asam sunti juga selalu menjadi incaran sebagai barang rampokan oleh teman-teman yang mengetahui jika ada saudara atau teman yang baru balik dari kampung.

*Artikel ini Bersumber dari http://aneukjameeku.blogspot.com/

read more
Artikel

GURU PENGGERAK IDEAL, SEPERTI APA?

OLeh : Maya Puspitasari, S.Pd.I

Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) adalah platform yang mewadahi Calon Guru Penggerak (CGP) untuk dapat meningkatkan kompetensinya sebagai pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid. Program ini akan berlangsung selama 9 bulan. CGP akan dibimbing oleh instruktur, fasilitator, dan Pengajar Praktik (PP) professional selama pelaksanaan program. Melalui program PGP ini, Kemendikbudristek memberikan kesempatan kepada para guru terbaik bangsa untuk menghadirkan perubahan nyata bagi pendidikan Indonesia. Peluang ini didapatkan oleh guru-guru yang telah memilih mendaftarkan dirinya sebagai guru penggerak.

Saat ini di Aceh Timur sedang berlangsung program PGP bagi CGP Angkatan 3, yang terdiri dari 44 CGP, 8 PP, 2 Fasilitator, dan beberapa Instruktur. Ada 3 paket modul yang harus dipelajari oleh guru dengan belajar mandiri di LMS (Learning Management System). Masing-masing modul terdiri dari pendahuluan, mulai dari diri, refleksi terbimbing, diskusi mandiri, kolaborasi, demonstrasi kontekstual, elaborasi, koneksi antar materi, dan aksi nyata. Di akhir pekan guru harus mengisi jurnal mingguan, merencanakan aksi nyata, mendokumentasikannya, dan menunjukkan pada PP yang datang berkunjung 1×1 bulan. Pertemuan dengan Pengajar Praktik (PP) juga diadakan setiap awal bulan satu kali dalam bentuk Lokakarya. Di mana selama lokakarya berlangsung setiap CGP melakukan serangkaian aktivitas, mulai dari kesepakata kelas, disusul dengan Pengembangan Diri, Kompetensi Guru Penggerak, Posisi Diri, dan Rencana Pengembangan diri. Sedangkan pertemuan dengan Fasilitator dan Instruktur dilakukan secara daring menggunakan platform Zoom Meeting atau Google Meet untuk mendapatkan pendalaman materi dan diskusi terbimbing.

Di antara materi yang telah dipelajari oleh Calon Guru Penggerak, yaitu Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara, Nilai dan Peran Guru Penggerak, memberi warna tersendiri bagi CGP Angkatan 3. Pada bagian demonstrasi kontekstual guru diharuskan menuangkan pemahaman materi dalam bentuk sebuah karya (video pendek, komik, lagu, puisi, poster, infografis, ilustrasi gambar, dll). Di sini CGP dituntut untuk kreatif dan inovatif untuk menghasilkan karya terbaiknya. Lalu terkait nilai dan peran guru penggerak meliputi (MR.KIB) yaitu Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif dan Berpihak pada Murid. Dengan nilai-nilai tersebut seorang guru penggerak diharapkan mampu mengemban peran menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakan komunitas praktisi, menjadi coach bagi guru yang lain, mendorong kolaborasi antar guru, serta mewujudkan kepemimpinan murid.

Guru Penggerak sebagai agen perubahan merupakan pemimpin pembelajaran yang harus mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik sesuai dengan kodrat yang ada dalam dirinya. Ia juga diharapkan mampu secara aktif dan proaktif mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pemikiran Ki Hajar Dewantara, yaitu pembelajaran yang berpusat pada murid, serta mampu menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan. Untuk mewujudkan “Merdeka Belajar” bahwa pendidikan harus berpusat pada murid, murid diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya, maka di sinilah peran serta nilai guru penggerak diharapkan mampu memberi pengaruh positif di lingkungan sekolahnya. Untuk itu guru perlu melakukan penguatan-penguatan yang mendukung peran serta nilai guru penggerak dengan strategi-strategi berikut: konsisten melakukan perubahan-perubahan dalam berinovasi dan berani mengambil resiko, telaten dalam membangun ruang kolaborasi dengan teman-teman guru/rekan sejawat yang lain, berdikusi dan merefleksi diri agar mampu berinovasi, memaksimalkan waktu belajar untuk meningkatkan kompetensi diri sehingga mampu merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan diri, memotivasi diri dan melakukan evaluasi.

Selain strategi-strategi tersebut, juga sangat dibutuhkan dukungan pihak-pihak terkait yang akan berpengaruh besar terhadap ketercapaian dari program guru penggerak di dalam komunitas sekolah, seperti dukungan Kepala sekolah. Di mana kepala sekolah sebagai penanggung jawab di sekolah memiliki peran paling  tinggi untuk menggerakkan komunitas sekolah. Dengan dukungannya dalam merespon setiap gagasan-gagasan positif demi kemajuan sekolah, maka program-program yang telah dirancang oleh guru penggerak akan terlaksana dengan baik pula. Berikutnya adalah sokongan dari teman sejawat/rekan guru dalam membantu mewujudkan program-program yang telah direncanakan oleh CGP sangat diperlukan juga, sehingga terjadi percepatan realisasi yang diharapkan dapat tercapai dengan maksimal.

Penulis merupakan Guru SMPN 3 Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur

read more
Berita Terkini

CGP Kabupaten Aceh Timur Ikuti Lokakarya 1

Jaringanpelajaraceh I Idi – Sebanyak 44 Calon Guru Penggerak (CGP) dan 8 Pengajar Praktik (PP) mengikuti lokakarya 1 pendidikan guru penggerak angkatan 3 Aceh Timur yang dilaksanakan secara luring di Aula Hotel Royal Idi pada Sabtu (4/9/2021). Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Timur Abdul Jaban, SPd., MPd.

Berdasarkan realease yang dikirim ke media ini disebutkan bahwa kegiatan lokakarya 1 ini bertujuan agar para calon guru penggerak mampu menjelaskan penerapan kompetensi guru penggerak dalam menjalankan peran sebagai pemimpin pembelajaran dan mampu mengidentifikasi posisi diri berdasarkan kompetensi guru penggerak serta membuat rencana pengembangan diri.

Salah seorang CGP dari Kabupaten Aceh Timur, Aiyub, SPd menyebutkan adapun agenda pada lokakarya 1 yaitu pembukaan dan kesepakatan bersama, kemudian pengenalan kompetensi guru penggerak dan mengidentifikasi diri CGP terkait dengan kompetensi guru penggerak serta cara menyusun rencana pengembangan pribadi.

Kegiatan yang dilaksanakan secara luring ini, terlihat peserta sangat gembira, menyenangkan, penuh keakraban, dan mereka merasa senang. Semua materi dapat diserap dengan baik dan sempurna tanpa terkendala.

read more
Berita Terkini

Kadisdik Puji Anak Aceh Layaknya Berlian

Jaringanpelajaraceh.com I Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM menyebutkan bahwa anak Aceh memiliki kualitas dan potensi diri layaknya “berlian” yang tidak kalah bagus jika dibandingkan dengan daerah lain, bahkan bisa lebih unggul jika dibina dengan baik dan tepat.

“Anak-anak Aceh ibarat berlian yang perlu mendapat penanganan yang tepat, sehingga dapat memiliki nilai jual yang tinggi,” ujar Alhudri.

Hal itu disebutkan Alhudri setelah menyaksikan secara langsung keahlian para siswa pada kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK se-Aceh pada berbagai jurusan vokasi beberapa hari lalu.

Alhudri meminta kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) kabupaten/kota, pengawas sekolah, kepala SMA, SMK dan SLB serta dewan guru untuk memberikan penanganan yang tepat agar memiliki kemampuan yang potensial.

“Saat LKS kemarin saya melihat anak-anak Aceh ini sangat hebat, tentu saja masih perlu diasah kemampuan mereka. Tolong bapak/ibu asah berlian-berlian yang ada di depan bapak/ibu ini hingga nanti memiliki nilai jual yang tinggi,” papar Alhudri.

Akhudri menyampaikan hal tersebut di hadapan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Kepala SMKN 3 Banda Aceh, instruktur, para guru dan peserta saat membuka kegiatan Pelatihan Mobile Training Unit (MTU)-1 Angkatan ke-7 di Aula SMKN 3 Banda Aceh pada Rabu (1/9).

“Di negara maju vokasi merupakan jurusan favorit karena dari sekolah ini para siswa diasah keterampilan dan kemampuannya hingga siap bekerja di dunia usaha dan dunia industri bahkan membuka usaha mandiri,” terang Alhudri.

Lebih lanjut Alhudri menuturkan bahwa Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan, akan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan lulusan sekolah vokasi di Aceh, yang salah satunya melalui program Mobile Training Unit (MTU) atau pelatihan bergerak.

“MTU salah satu program di Dinas Pendidikan Aceh yang sudah berjalan dari tahun 2008 hingga saat ini. Program MTU ini bergerak dibawah binaan Bidang Pembinaan SMK untuk memberikan pelatihan keterampilan yang banyak diminati siswa-siswi se-Aceh,” kata Alhudri.

Kadisdik menjelaskan ada tiga unit MTU yang saat ini sudah bergerak di tiga lokasi berbeda. MTU – 1 berada di SMKN 1 Banda Aceh, MTU-2 berada di SMKN 1 Simpang Ulim Aceh Timur, MTU-3 berada di SMKN 3 Takengon.

“MTU-1 ini akan melatih siswa-siswi SMK dengan 4 kompetensi keahlian, yaitu: bisnis konstruksi dan properti, kriya kreatif kayu, konstruksi gedung, serta sanitasi dan perawatan,” tutur Alhudri.

Alhudri berharap pelatihan ini dapat diikuti dengan serius, penuh kedisiplinan agar nantinya menjadi bekal untuk pengembangan potensinya secara mandiri, atau dapat bekerja di dunia usaha dan industri. Hal ini sesuai dengan program Pemerintah Aceh yaitu Aceh Carong.

“Anak-anak kami peserta pelatihan MTU-1 yang kami sayangi. Pesan kami untuk tetap bersemangat dalam belajar, walau negara kita sedang dilanda pandemi Covid-19 dan tetap patuhi protokol kesehatan untuk melindungi kita dari penyebaran wabah ini,” pungkas Alhudri. (*)

Kontributor: Fikri

Editor: Darmawan

read more
1 30 31 32 33 34 57
Page 32 of 57